EXO Playgroup

Title                 : EXO Playgroup

Author             : Lulu

Main Casts      : EXO member

Support Cast   : Sunny as teacher

Genre              : Friendship, playgroup life

Rating              : General

Length             : One Shot

Disclaimer       : I do not own the casts. Terinspirasi dari Traffic Safety Song EXO version, jadi kalau ada kesamaan cerita dengan yang lain, hanya kebetulan semata ._.v

Note                : Di sini member EXO adalah murid playgroup jadi ceritanya umurnya disamaratakan ._.v

“Lay, tinggi-tinggi dong!” seru Luhan cekikikan.

“Kyaaa >O<!!!” jerit Lay sambil menutup mata.

Tampak dua orang murid playgroup dengan seragam blazer soft pink sedang bermain jungkat-jungkit di halaman. Lay mempererat pegangannya. Luhan dengan sadisnya menggoyangkan permainan tersebut sampai mau patah. Ia makin kegirangan melihat Lay yang sudah mau menangis.

Namun, secara tiba-tiba Luhan turun dari jungkat-jungkit tersebut dan sontak papannya berat sebelah, menghempaskan bokong Lay ke tanah dengan sadis.

“Owww!!” ringis Lay mengelus bokongnya. Pagi-pagi main jungkat-jungkit bareng Luhan memang bencana. “Woii!! Kok tahu-tahu lompat…”

Lay tidak sempat melanjutkan kata-katanya. Mata Luhan juga sedari tadi melotot takut kepada dua anak kecil yang datang menghampiri mereka. Dua anak ingusan itu tersenyum sinis sambil melipat tangan di dada. Sehun dan Kai. Yaa! Mimpi buruk anak-anak EXO Playgroup. Sok brutal padahal tengil.

“MINGGIL THEMUA!!! THAYA MAU NAIK INI THAMA KAI!!!!!” perintah Sehun menghentakkan kakinya ke tanah.

“YAAA!!! MINGGIR GAK? CHIGULLE?” teriak Kai seram mengepalkan tangan mungilnya ke arah Luhan dan Lay.

Kai langsung naik jungkat-jungkit bareng Sehun. Luhan menarik tangan Lay yang sudah berlinang air mata. Bibirnya maju cemberut. Setelah berjalan menjauh dari Kai dan Sehun, ia meneguk botol airnya dan menggerutu.

“Dasar cadel! Dasar kkamjong! Dasar anak kecil!” geramnya sampai tidak sadar bahwa ia juga anak kecil.

***

Bel masuk berbunyi. Kelas yang awalnya ribut langsung hening. D.O, Chanyeol, dan Baekhyun yang main kejar-kejaran di kelas langsung ke tempat masing-masing sampai nabrak meja saking tergesa-gesanya. Xiumin dan Chen yang bekalnya sudah habis duluan sebelum kelas mulai kembali ke kursi dengan mulut penuh dan belepotan cokelat. Tao tetap di kursinya menyendiri karena tidak punya teman. Semua duduk manis dengan tangan dilipat di atas meja. Sunny, guru mereka memasuki kelas dengan senyum hangat, membuat murid-muridnya ikut tersenyum. Kris langsung berdiri di tempat dan memimpin kelas.

“BERI SAAAAALAM!!” seru Kris tegas.

ANNYEONGHASEYO, SEONSAENGNIM!!!” pekik anak-anak tersebut. Telinga Sunny hampir pecah.

Setelah Sunny membalas salam murid-muridnya, matanya tertuju ke Lay yang masih menangis. Aduh, masih pagi-pagi juga! -___-“

Aigoo, Lay kenapa?” tanya Sunny lembut.

Lay malah tambah kencang nangisnya. Sunny menghela napas cuma bisa berlapang dada. Derita guru playgroup.

“Gara-gara Sehun sama Kai, soensaengnim! Tadi gangguin aku dan Lay main jungkat-jungkit!” adu Luhan kepada gurunya.

Kai dan Sehun jadi gondok mendengar pengaduan Luhan. Matanya melotot.

“Yaaa!!! Apa sih? Nggak kok!” seru Kai membela diri.

“Thehun juga nggak ngapa-ngapain kok, thoenthaengnim!” ujar Sehun ikut-ikutan.

“Mereka bohong, soensaengnim! Tadi aku lihat sendiri mereka nge-bully Luhan sama Lay!” sela Kris.

“Ketua diam aja deh. Ngomong kok kumul-kumul? Dasal naga!” bantah Sehun pada Kris yang nggak nyadar kalau dirinya lebih kumur-kumur.

“Iya. Bahasa Koreanya nggak terlalu lancar kok dia yang jadi ketua kelas sih soensaengnim? Bagusan aku!” protes Suho tiba-tiba.

“Sebenarnya aku nangis karena bokong aku sakit, soensaengnim!” jawab Lay akhirnya -___-“

“LHO? SANDWICH AKU KOK NGGAK ADA DI TAS?” teriak Kyungsoo terkejut. Sontak seluruh murid kelas menatap ke dia. Kyungsoo bikin masalah baru.

“Pasti si Xiumin sama Chen yang ambil. Tadi bekal mereka kan udah habis duluan!” tuduh Chanyeol sembarangan.

“Enak aja! Ndut begini aku nggak nyuri bekal kamu kale!” geram Xiumin.

“Iya! Apa banget si Yeol! Tukang tuduh!” gerutu Chen tidak rela.

“Ehh, jangan gangguin Yeol, ya! Dia itu bestfriend aku!” bela Baekhyun untuk Chanyeol.

“Apaan sih? Oh, ya, Soensaengnim! Suara aku lebih bagus dari Baekhyun kan?” seru Chen dengan sombongnya. Apa coba? ._.

“Nggak, soensaengnim! Suara aku lebih bagus!” balas Baekhyun geregetan.

Sungguh labil. Mereka terus adu mulut. Sunny sudah pusing mengurus murid-murid bandelnya itu. Tiap hari selalu bertengkar. Ia berusaha menenangkan mereka yang arah pembicaraannya sudah keluar topik. Ini yang paling ia benci dari profesinya kalau mereka sudah berantem. Kepala Sunny sudah mendidih, namun berusaha tetap jaim sebagai guru playgroup.

“Sudah-sudah! Semua diam! Lay, jangan nangis lagi, ya! Soensaengnim sudah bilang berapa kali kalau berteman nggak boleh berantem? Kalau kita berbuat baik untuk orang lain, mereka juga akan baik kepada kita. Nanti semuanya harus maaf-maafan!” kata Sunny penuh kesabaran.

Semuanya terlihat manyun, lalu menunduk dan mengangguk, “NE, SOENSAENGNIM!”

Huffff!! Sunny menghela napas panjang lalu berpaling ke Tao yang dari tadi kelihatan gugup. Anak itu memang dari sononya pendiam, lebih suka menyendiri.

“Lihat! Kalian harusnya kalem-kalem seperti Tao!” kata Sunny kemudian.

“Tao kan nggak ada temannya, thoenthaengnim!” tambah Sehun.

Sunny bisa lihat ekspresi Tao dongkol banget, cuma nggak bisa diungkapkan -___-“

***

Sunny mengarahkan murid-muridnya ke tepi jalan dibantu oleh Shindong. Mereka akan syuting video klip S.E.O.U.L bersama Super Junior dan Girls’ Generation. Murid-murid tersebut disuruh menunggu sampai gurunya selesai berbincang-bincang dengan sutradara. Sehun yang dari tadi kehausan terus memandang minuman yang dipegang Luhan sambil memainkan balon kuning yang dipegangnya.

Luhan jadi nggak enak juga lihatnya. “Kamu mau?”

“Nggg… Boleh ya?” tanya Sehun ragu-ragu.

Luhan yang masih dongkol dengan kejadian jungkat-jungkit dengan enggan menyodorkan minumannya kepada bocah itu. Sehun langsung menyeruput sampai setengah gelas. Aduh!

“Sllluupppp! Hmm babel ti! Kesukaan aku!” kata Sehun kegirangan.

“Oh, kamu juga suka bubble tea?” seru Luhan polos, lupa kejadian sebelumnya. “Kita beli lagi yuk!”

“Ayuk!” jawab Sehun.

“Kita minta dibeliin Shindong ahjussi aja!” kata Luhan.

Sambil menunggu Shindong membawakan minuman, Luhan mengeluarkan rubik dari tas ransel biru mungilnya dan memainkannya dengan sangat profesional dengan ekspresi datar. Tentu saja hal ini membuat Sehun melongo karena kagum.

“Wow, itu apa ya?” tanya Sehun penasaran. “Jali-jalimu cepat banget mainin itu!”

“Hehehe, ahh tidak juga!” Luhan tersipu malu.

Beberapa menit kemudian, syuting pun dimulai. Mereka gugup tapi tetap menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebagai figuran. Tiba-tiba balon Sehun meletus dan tidak ada persediaan balon lagi. Luhan menawarkan miliknya sambil tersenyum. Sehun yang malu-malu mengambil balon Luhan dengan kedua tangannya. “Gomawo!”

Sehun baru tahu sisi Luhan yang satu ini. Mungkin ia harus mencoba berteman baik dengannya. Lalu ia teringat kata-kata soensaengnim-nya di kelas. Ia pun tersenyum lebar.

Kalau kita berbuat baik untuk orang lain, mereka juga akan baik kepada kita.

 

“Luhan, maafin Thehun ya yang kemalin-kemalin! Jeongmal mianhae” ucap Sehun kepada Luhan.

Luhan terdiam sejenak lalu spontan mengiyakan. “Ok!” jawabnya sambil mengangkat kelingkingnya.

 

***

Gara-gara moment itu, Sehun dan Luhan makin akrab. Mereka duduk berdekatan di kelas dan main bersama. Sudah tidak terpisahkan. Yang lain juga ikut-ikutan bingung sampai-sampai memanggil mereka HunHan couple. Sunny senang dengan perubahan sikap mereka akhir-akhir ini. Hubungan Luhan dan Sehun juga mempengaruhi teman-temannya yang lain menjadi lebih akrab, bahkan Tao sekalipun. Rasanya semua akan baik-baik saja mulai sekarang.

“Sekarang soensaengnim mau tanya. Cita-cita kalian apa hayooo?” ujar Sunny membuat suasana kelas kian bersemangat. Semua mengangkat tangan tinggi-tinggi.

“Kalau Thehun mau jadi pengendali angin!” ujar Sehun. Ia melirik ke arah Luhan. Luhan tertawa geli.

“Pengendali api!” tambah Chanyeol.

“Pengendali air!” seru Suho.

Lagi-lagi Sunny memasang ekspresi -___-“

“Kalau aku mau jadi koki!” setidaknya cita-cita Kyungsoo lebih masuk akal.

“Aku mau jadi dancer, soensaengnim >O<!!” teriak Kai.

“Aku juga!!” jawab Lay.

“Aku mau jadi penyanyi!” seru Baekhyun.

“Aku juga!” tambah Chen.

“Aku juga!” jawab Luhan.

“Mau jadi model!” kata Kris penuh percaya diri.

“Mau jadi pemain bola!” jawab Xiumin.

Sunny dapat ide setelah melirik Tao yang sedari tadi tunduk terus. Ia mulai menggodanya.

“Eh, kalau Tao mau jadi apa?” tanya Sunny lembut.

Tao menatap sekilas gurunya itu lalu kembali menunduk rapat.

“Tao mau belajar martial art biar hebat dan punya banyak teman!” jawabnya malu-malu.

Ppprrrttt. Sunny menahan tawa sementara semua kebingungan dengan jawaban Tao. Tiba-tiba Sehun berdiri di tempatnya dan kembali mengangkat tangannya.

“Thoenthaengnim, Tao udah banyak temannya, ada Thehun, Luhan, thama themuanya!” katanya kegirangan sambil tepuk tangan.

Tiba-tiba semua menghampiri bangku Tao yang ada di sudut menyambut temannya itu. Meski agak ricuh dan ribut karena diwarnai aksi saling dorong-mendorong, yang terpenting mereka sudah bisa akur satu sama lain. Pandangannya kemudian beralih kepada Sehun dan Luhan. Sunny terus mengembangkan senyumnya melihat murid-murid bandelnya itu penuh arti. Semoga besok dan seterusnya mereka tetap seperti itu.

Note    : Maaf ya kalau datar banget .____.

About these ads

About Nisha_bacon627

백현-영재-예성-혜성 | 엑소, 비에이피, 슈주, 그리고 신화 , ~나는 앞으로 만나서요 , 오빠들 :* ^^ |

Posted on Juli 17, 2012, in Comedy, Friendship, School Life, Series and tagged , . Bookmark the permalink. 132 Komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.621 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: