Into Your World (Chapter 1)

Into Your World Part 1

 

Title : Into Your World

Author : xiluhania (twitter : @naelittlelulu fb : Lavenia Pili Roboh)

Main cast : Byun Baek Hyun – EXO K , Park Chanyeol – EXO K, Lee Soojin – YOU

Genre : Romantic, School life, Comedy, Sad

Length : Series

Rating : PG-13

Summary : anyeong! Ff exo pertama saya.. ^^*padahal bias utama thothor Lu han ^^*  oya, visit juga blog aku ya diwww.myfanfictworld.wordpress.com gomawo, cekidot aja deh ! ^^v

Lee Soojin POV. ~~~~

“Soojin! Ayo cepat ke lapangan basket! Ada pertandingan basket antar sekolah!”panggil Minyoung antusias. Aku hanya mengiyakan dan menghampirinya. Ia menarikku turun ke lapangan dan ikut bersorak-sorak meneriaki nama sekolah kami. Aku menatap malas pertandingan.

“Yaa! Semangat sedikit!”suruhnya. Dengan malas, aku menepuk tanganku dan menyebut-nyebut nama sekolah. Hah, lebih baik menonton drama musical atau konser music. Ini sungguh membuatku bosan.

“Yaa! Lim Minyoung!”teriak seorang namja tinggi dari sudut lapangan. Suaranya terdengar samar. Ia menghampiri kami berdua. Ternyata itu Suho sunbae. Minyoung terlihat malas.

“Ada apa sunbae? Rapat OSIS lagi, huh?”tanya Minyoung jengkel. Minyoung ini termasuk anggota OSIS, tidak heran ia selalu dibanjiri rapat. Entah itu penting atau tidak. Kulihat Suho sunbae menatap Minyoung sedikit kesal. Suho sunbae kesal dengannya karena dia hanya bersikap manis dengan teman baiknya saja, sedangkan dengan Suho sunbae, sikap manis itu sudah bercampur dengan kopi pahit. Sementara Minyoung sangat kesal dengan Suho sunbae karena selalu memanggilnya kasar dan selalu memanggilnya untuk hal-hal tidak penting.

“Aniyo. Tapi, ada sesuatu yang harus dibicarakan sekarang.”jawab Suho sunbae mantap.

“Mwo? Harus? Tidakkah sunbae lihat aku sedang menonton perrtandingan basket?”tanya Minyoung sinis. Suho sunbae menghela napas panjang. Dengan kesal, ia menarik Minyoung keluar dari kerumunan penonton.

“Yaa! Yaa! Soojin! Tolong aku! Yaa! Lepaskan!”teriak Minyoung. Semua orang tidak memedulikan dia karena kami tadi berdiri di belakang. Aku hanya tersenyum puas dan meninggalkan lapangan. Akhirnya dia pergi dan aku bisa bebas.

 

~~~~

 

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah yang sepi. Semua orang sedang hebohnya di lapangan basket. Aku senang karena koridor tidak lagi riuh seperti biasanya. Aku pun bertujuan untuk pergi ke ruang music saja. Di sana lebih baik karena aku bisa melantunkan segala lagu dan music untuk menenangkanku. Aku pun memasuki ruang music. Aku tersenyum senang ketika melihat ruangan ini tidak ada seorang pun. Aku membenci keramaian. Sendiri itu lebih baik.

Aku naik ke atas panggung kecil. Di atas sana sudah tersedia sebuah piano hitam dan perlengkapan orchestra lainnya. 2 minggu lagi akan diadakan konser music perdana sekolah. Maka, semua orang berlatih di sini. Aku pun duduk di kursi menghadap piano. Aku mulai menkan tuts-tuts piano tersebut dengan pelan dan lembut. Lantunan lagu pun terukir dan terdengar. Aku menutup mata dan mencoba menghayati laguku sambil tersenyum. Aku mengingat kenanganku bersama namja yang ku cinta. Namja itu sedang pergi untuk sementara. Ke tempat yang jauh.

BRAKK!

Aku membuka mataku dengan cepat. Suara apa itu? Apa ada orang lain selain diriku? Aku bangun dari dudukku dan mengarahkan pandanganku ke seluruh penjuru. Aku menuruni panggung dan berjalan mendekati kerdus-kardus berisi keyboard yang masih tertutup rapi. Aku semakin dekat.

BRAKK!

Aku cepat-cepat mundur. Aku sangat terkejut ketika melihat seorang namja keluar dari kardus besar yang kupikir berisi drum. Kardusnya sangat besar dan untukku juga muat. Aku menatapnya bingung. Kenapa dia bisa ada di situ? Aku mendekatinya pelan. Ia sedang merapikan seragamnya. Aku tidak pernah melihatnya. Ia pun menatapku dan tersenyum. Sepertinya dia anak baru. Aku baru pernah melihatnya.

“Anyeong.”sapanya. Aku menatapnya bingung.

“Ahh, aku dikerjai temanku.”jelasnya. Tanda tanya besar di dalam pikiranku pun lenyap. Ada-ada saja temannya. Pasti otaknya terbalik.

“Lee Soojin?”tanyaya melihat name tag-ku. Aku menaikkan sebelah alisku. Apa maksudnya bertanya begitu? Aku pun segera keluar karena takut terjadi apa-apa. Huh! Mengerikan!

 

~~~~

 

“Kau dari mana saja, huh? Aku mencarimu tauk! Aku hamper saja dimakan oleh monster sok polos itu!”ujar Minyoung sambil mempraktekkan gaya Suho sunbae yang biasanya terlihat cool itu. Aku terkekeh.

“Dwaesseo. Hati-hati kalau Suho sunbae mendengarnya lho!”aku menakutinya. Ia bergidik ngeri. Aku tertawa melihat tingkah anehnya. Kami berdua pun bergegas kembali ke kelas dan pulang. Ketika kami, sampai di gerbang sekolah, sebuah mobil sport hitam mengkilap berhenti di depan kami. Aku dan Minyoung bertatapan bingung seolah bertanya –apakah-ini-jemputanmu?-. aku dan dia sontak menggeleng cepat.

Seorang namja turun dari mobil itu dan menghampiri kami. Dia terlihat cool dengan kacamata hitamnya. Aku dan Minyoung sempat menganga tetapi kami stay cool karena kami ini terkenal. *Soojin tiba2 narsisXD*. Ia melepas kacamatanya. Betapa terkejutnya aku saat melihatnya. Dia kan namja di ruang music tadi!

“Hey, ladies. Mau pulang bersamaku? Aku masih ada tempat di jok belakang.”tawarnya. minyoung hamper saja mengangguk jika tidak ku remas tangannya. Ia terdiam. Seseorang lagi dari dalam mobil tersebut menurunkan kaca mobil dan melihat kami. Ia juga mengenakan kacamata yang sama dengan namja ini.

“Yaa, Baekki! Palli!”serunya pada namja yang kuduga bernama Baekki ini.

“Yaa, hyung! Jangan mengungkapkan panggilan rahasiaku di sini!”balasnya dan tersenyum manis padaku. Aku mengabaikannya. Namja di dalam mobil itu melepas kacamatanya kaget dan menatap Minyoung. Aku dan Minyoung terbelalak.

“Suho sunbae?…. Monster sok polos?!”ujarku dan Minyoung berbarengan lalu Minyoung menutup mulutnya. Yah, ia sangat nekat mengucapkan kata itu. Suho sunbae terbelalak.

“Mworago?! Monster sok polos?!”ujar Suho sunbae murka. Ia hamper saja turun dari mobil kalau Baekki ini tidak menahannya.

“Yaa! Baekhyun! Cepat masuk dan jalan!”perintah Suho sunbae geram dan menutup kembali kaca mobil. Minyoung terlihat kesal dan aku terlihat malas. Aku benci di saat menonton 2 orang ini bertengkar.

“Uhm, oke. Lain kali baru kuajak pulang bersama ya. Anyeong!”pamit Baekhyun dan pergi. Aku menoleh ke samping dan tak lagi mendapati Minyoung. Aissh! Anak itu! Kalau dia sedang kesal, pasti dia akan melupakan orang lain! Huh!

 

~~~~

 

Hari jumat, hari yang kutunggu-tunggu. Yah, hari ini kami hanya ada 2 pelajaran. Dan 2 jam kosong boleh kami gunakan sesuka hati. Aku tersenyum senang dan berpamitan berangkat sekolah. Aku berjalan di tepi jalanan kompleks. Aku menyapa pasangan lansia yang sedang membersihkan halaman rumah mereka.

“Anyeonghaseo, harabuchi, halmeoni.”sapaku. mereka berdua tersenyum.

“Ne. Berangkatlah. Nanti kau terlambat.”ujar sang nenek Byun. Aku tersenyum dan berjalan kembali. Tiba-tiba langkahku terhenti. Aku mendengar suara klakson mobil. Aku berbalik dan mendapati sebuah mobil. Tampak familiar. Aku menoleh ke kakek dan nenek Byun. Mereka juga bingung. Seseorang pun turun dari mobil tersebut. Ia memakai seragam yang sama denganku. Ia tidak mamandangku. Ia memandang ke arah kakek dan nenek Byun. Ia tersenyum senang dan membawa turun kopernya hitam besarnya dan berjalan menuju kakek dan nenek Byun.

“Siapa kau, anak muda?”tanya nenek Byun. Aku juga mengalihkan perhatian pada mereka.

“Halmeoni tidak mengingatku lagi?”tanyanya manja. Ia tersenyum dan melepas kacamatanya. Aku tak melihatnya jelas karena ia membelakangiku.

 

~~~~

 

Author POV.~~~~

“Hey! Minyoung eodiseo?”tanya Suho pada yeoja-yeoja yang sedang sibuk bergosip ria di meja guru. Yeoja-yeoja itu menoleh dan terheran-heran.

“Ada apa sunbae mencari minyoung?”tanya salah seorang yeoja yang rambutnya dikuncir dua dan terlihat manja.

“Bukan urusan kalian. Sekarang, di mana minyoung, huh?”tanya Suho mencoba sabar dengan pertanyaan yeoja itu.

GUBRAKK!

Minyoung datang dengan wajah sangar dan berjalan kasar dan rambut acak-acakan. Ia duduk di bangkunya dan menaruh tasnya di sembarang tempat. Ia menatap keluar jendela dengan kesal. Ia menatap seseorang dari dalam dan menggeram. Ia kembali memandang lurus ke depan dan menyadari kehadiran Suho.

“Apa yang terjadi?”tanya Suho pelan. Jujur, ia juga kaget dengan tingkah minyoung. Minyoung menatap Suho kemudian yeoja-yeoja di meja guru.

“Kau tak perlu tahu.”jawab minyoung sabar.

“Yaa! Lim Minyoung! Kau sopan sedikit! Dia sunbae kita!”marah seorang yeoja dengan gelang yang memenuhi tangannya. Minyoung menatap mereka sangar. Mereka pun pergi meninggalkan kelas satu per satu. Suho mendekati minyoung. Ia berdiri di depan meja minyoung.

“Kau kenapa, huh?”tanya Suho. Minyoung tak dapat lagi membendung air matanya. Ia menangis tanpa mengeluarkan suara. Suho makin bingung.

“Arasseo. Kau butuh waktu sendiri. Tapi, aku ingin memberitahukan, istirahat nanti ada rapat panitia untuk hari Chuseok nanti.”ujar Suho. Minyoung menatap Suho kesal.

“Bisakah kau jangan membendungik dengan rapat hanya satu hari saja??!!”tanya minyoung dengan amarah. Suho bergidik ngeri dan berlari keluar kelas.

 

~~~~

 

Lee Minyoung POV.~~~

“Jadi, rumahmu bersebelahan dengan rumah kakek dan nenekku?”tanyanya. Sungguh sebuah kesialan aku bertemu dengannya. Bertetangga lagi! Mimpi apa aku semalalm sehingga nasibku begini sial?

“Hey, aku bertanya.”katanya membuyarkan lamunanku. Aku mengangguk.

~flashback~

“Baekhyun?”tanya nenek Byun. Namja itu mengangguk senang dan memeluk nenek Byun dan berganti memeluk sang kakek. Aku bingung. Ah, mungkin itu cucunya. Aku pun tersenyum dan melanjutkan perjalanan. Eitss! Chankaman! Baekhyun? Sepertinya nama ini tidak asing. Aku berbalik dan mendapatinya sedang berpamitan ke sekolah.

“Harabuchi, halmeoni, sepulang sekolah nanti baru aku rapikan barang-barangku. Aku berangkat ya. Anyeong!”pamitnya dan bergegas menaiki mobilnya. Langkahnya terhenti. Omo! Ia menatapku. Ia menatapku! Aku terdiam di tempat. Ia menaikkan sebelah alisnya dan kemudian menjentikkan jarinya.

“Kau yang kemarin itu kan?”tanyanya. Ia nampak berpikir. “Lee Soojin kan?”tanyanya lagi. Aku bingung harus menjawab apa. Kalau kabur, aku bisa menanggung malu. Kalau menjawab, aku takut sesuatu terjadi.

“Kau mengenal Soojin?”tanya kakek Byun. Ia mengangguk. Sok kenal sekali! baru kemarin bertemu.

“Kami satu sekolah.”jawabnya. Kakek Byun tersenyum.

“Baguslah! Kalian bisa berangkat bersama-sama. Rumah kalian juga bersebelahan.”ujar kakek Byun. Aku terbelalak. Mwo? Berangkat bersama?

“Ah, aku hamper terlambat. Aku duluan.”pamitku, namun Baekhyun berlari menahanku. Aissh! Sial!

“Kita sama-sama saja. Lagipula sudah hamper terlambat. Dengan mobil lebih cepat.”ujarnya. Aku memandang kakek Byun. Ia tertawa.

“Kajja!”ajaknya dan menarikku masuk mobilnya dengan sedikit paksaan. Huh!

~flashback end~

“Sampai.”ujarnya. Aku tidak menghiraukan perkataannya. Aku menatap ke depan dengan terkejut. Aku bahagia melihatnya. Ia mengayunkan telapak tangannya di depan wajahku. Aku terkejut. Perasaanku berubah menjadi kesal.

“Wae?”tanyaku.

“Apa yang kau lihat? Pasangan itu?”tanyanya menyelidiku. Aku menatapnya kesal. Pasangan? Aku kembali melihat ke depan dan terbelalak.

“Terima kasih atas tumpangannya.”ujarku sedikit kasar dan turun dari mobilnya. Ia menatapku heran. Huh!

 

~~~~

 

Author POV.~~~~

Seorang yeoja datang menghampiri seorang namja yang sedang membaca buku di taman dekat parkiran sekolah. Ia duduk di samping namja itu dan tersenyum manja.

“Sunbae..~”panggilnya manja. Namja itu menoleh dan memandangnya. Ia tersenyum tipis.

“Sunbae~ kau sudah pulang dari Paris ternyata. Aku akan pindah ke Jepang besok..”katanya. Namja itu tetap diam.

“Peluklah aku untuk pertama dan terakhir kalinya agar aku bahagia di Jepang nanti.”lanjut yeoja itu. Sang namja memandangnya dan terkekeh.

“Maaf, aku ada kelas.”tolak namja itu lembut. Ia berdiri dan bergegas ke kelas. Namun, yeoja itu menahannya dan memeluknya.

“Sunbae~ saranghaeyo.”ungkap sang yeoja penuh perasaan. Namja itu terdiam. Ia tidak bisa berkata apa-apa.

“Sunbae, jawablah. Tulus dari hatimu.”suruh yeoja itu. Namja itu mengepalkan tangannya. Bukan marah, tapi gugup. Ia tidak bisa menerima dan menolaknya. Ini sangat berat pikirnya.

“A-aku tidak bisa, Yong Na.”jawab namja itu dengan pelan. Ia takut. Yeoja yang bernama Yong Na itu terlihat putus asa.

“Chanyeol sunbae. Wae? Waeyo? Apa aku ini jelek? Atau aku bodoh? Atau apa?”tanya Young Na tidak terima.

“Aniyo. Bukan itu. Aku tidak menyukaimu sama sekali dan aku hanya tahu namamu dan kelasmu saja. Sebatas sunbae dan hoobae. Aku bahkan tak tahu kau itu berkepribadian seperti apa.”jelas Chanyeol.

“Kita bisa mengenal lebih dekat sunbae.”kata Yong Na. Chanyeol menggeleng.

“Berarti kau sudah punya orang lain.”lanjut Yong na menunduk. Chanyeol tersenyum tipis.

“Ne. Aku sudah punya orang lain. Maka dari itu, pergilah. Buatlah kehidupan baru di Jepang.”ujar Chanyeol dan meninggalkannya. Tersirat sebuah perasaan lega di hati Chanyeol karena bisa menolak Yong Na. Chanyeol berjalan cukup jauh dari Yong na yang sudah pergi. Ia berhenti. Seorang yeoj atepat di depannya meneteskan air mata. Chanyeol kaget dan menghampiri yeoja itu.

“Soojin-ah. Kenapa kau menangis? Siapa yang membuatmu menangis?”tanya Chanyeol penuh kekhawatiran. Soojin menangis lebih keras. Chanyeol memeluk Soojin.

“Tenanglah. Ayo katakana, siapa yang membuatmu menangis huh?”tanya Chanyeol pelan.

“Hikss.. Neo!”jawab Soojin. Chanyeol terkejut. Ia melepaskan pelukannya.

“Nae-naega?”tanya Chanyeol lagi. Soojin mengangguk.

“Mianhae, Soojin-ah. Uljima. Hampir waktunya kita kembali ke kelas.”ujar Chanyeol menenangkan Soojin. Soojin kembali tenang.

“Kita urus sepulang sekolah nanti, ara?”tanya Chanyeol. Soojin mengangguk dan meninggalkan Chanyeol yang masih bingung.

 

~~~~

 

Byun Baekhyun POV.~~~~

Siapa dia? Mengapa tatapan Soojin padanya terasa berbeda? Ia memeluk Soojin pula dan Soojin menangis di pelukannya. Apa dia namjachingu Soojin? Atau? Tapi baru hari ini aku melihatnya. Rasa penasaran menyelimutiku. Aku pun turun dari mobil dan menyusun trik –berkenalan-tanpa-sengaja- yang biasa aku pakai untuk mendekati seseorang. Aku pun berlari dari arah mobil dan menabaraknya.

BRUKK!

Aku dan dia terjatuh. Aku berdiri dan merapikan seragamku. Begitu juga dengannya. Aku memandangnya dan tersenyum kecil.

“Jeongmal mianhamnida. Aku terburu-buru tadi.”kataku meminta maaf seraya membungkuk. Ia memandangku dan tersenyum.

“Ne, kwenchanayo. Lain kali berhati-hatilah.”nasihatnya. Aku membalas senyumannya.

“Ne, kamsahamnida. Apakah kau anak baru?”tanyaku dengan sopan dan wajah imut (?). ia tersenyum lagi. Yang benar saja! Apa ia menyukaiku? Daritadi senyum terus.

“Aniyo. Aku mengikuti pertukaran pelajar dari sebulan yang lalu di Paris. Aku kembali hari ini.”jelasnya. Aku mengangguk mengerti. Kami berdua berjalan pelan memasuki halaman sekolah.

“Apa kau murid baru? Aku baru pernah melihatmu.”katanya. aku pun tertawa dan memperkenalkan diriku.

“Hahaha, Naneun Byun Baekhyun imnida. Kelas XI-3. Pindahan dari Jepang.”ujarku. ia mengangguk mengerti.

“Oh. Naneun Park Chanyeol imnida. Kelas XI-1. Bangapseumnida.”balasnya. Aku hanya tersenyum. Wah, pantas saja dia ikut pertukaran pelajar. Dia ini pasti pintar. 2 level di atasku.

“Ahh, aku duluan ya. Aku ada kelas Kimia.”pamitnya dan membungkuk.

“Ne. Chanyeol-ssi, apakah kau ada waktu istirahat nanti? Aku ingin kau menceritakan sekolah ini lebih jelas padaku.”jelasku. Ia berhenti.

“Ohh, ne. Aku akan pergi ke kelasmu nanti jika tak ada rapat OSIS.”katanya dan pergi. Wah, dia ini sepintar apa sih? Sudah pertukaran pelajar, kelas unggul dan bagian dari OSIS lagi. Ckckck. Tapi aku lebih tampan darinya. *Bacon pede-__-*

 

~~~~

 

Author POV.~~~~

“Minyoung-ah. Apa yang terjadi denganmu? Ceritakanlah. Aku siap mendengar. Bujuk Soojin pada Minyoung yang terlihat sedih. Biar punSoojin dingin, tetapi dengan seorang sahabat dia masih ada hati ingin mengetahui isi hatinya. Minyoung menatap Soojin.

“Soojin-ah, apa yang kau lakukan jika namjachingumu bersama yeoja lain?”tanya Minyoung dengan nada serius. Soojin terdiam. ‘Namjachingumu bersama yeoja lain’. Hampir sama persis dengan situasinya tadi pagi.

“Ah, apa kau bercerita tentang Jong In?”tanya Soojin mengalihkan pembicaraan. Min young  menunduk dan mengangguk pelan.

“Min young-ah, bukannya aku tidak suka kau berpacaran dengan Jong In, hanya saja, sudah berulang kali dia memperlakukanmu seperti ini.”ujar Soojin. Min young meneteskan air matanya. Soojin menghela napas.

“Dan juga, ini bukan pertama kali kau melihatnya. Apa jawabannya jika kau bertanya tentang ini padanya?”tanya Soojin. Min young menghapus air matanya dan menatap Soojin lalu kembali menunduk.

“Ia bilang bahwa itu temannya atau saudaranya bahkan yeoja itulah yang memeluknya dahulu.”jawab Min young dengan suara parau. Soojin merasa iba melihat sahabatnya yang terpuruk karena tingkah laku namja kurang ajar yang tak berjiwa social itu (nyasar sampe pelajaran ekonomi -_-). Soojin menghela napas lagi dan bersandar di bangkunya.

“Putuskan dia.”kata Soojin singkat. Min young mendongak menatap Soojin yang melihat lurus ke depan.

“Mworago?”tanyanya lagi. “Putuskan dia. Aku tak suka melihat sahabatku diperlakukan tidak adil seperti ini oleh namja sok itu.”ujar Soojin tegas. Min young tak mampu berbicara. Soojin bangkit dari bangkunya dan bergegas ke kantin. Membiarkan Min young berpikir sementara.

“Putuskan dia atau aku yang akan menghadapinya. Jika sampai besok keputusanmu belum bulat, suruh dia mempersiapkan batinnya untuk berhadapan denganku.”ujar Soojin dan meninggalkan Min young. ‘Ia pasti akan memutuskan Jong In. karena pilihan kedua akan kugunakan dengan cara kasar. Huh!’gumam Soojin.

 

~~~~

 

Sesampainya di kantin, Soojin segera memesan semangkuk dukbokki dan segelas air putih. Perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Ia hanya minum teh hangat dan berangkat ke sekolah. Beberapa saat kemudian, pesanannya datang. Ia pun melahap dengan semangat makanannya itu. Tiba-tiba datang seorang namja.

“Kau memang selalu semangat makan.”ujar namja itu. Soojin pun berbalik. Ia tertawa renyah.

“Ahh, Chanyeol sunbae.”sapa Soojin sedikit kaku dan kembali melanjutkan acara makannya tanpa memedulikan Chanyeol yang sedang duduk di depannya. Chanyeol tahu, jika Soojin berbicara formal dengan orang yang dekat dengannya, itu tandanya ia sedang kesal dengan orang itu sehingga merasa canggung. Chanyeol menatap lehapnya Soojin.

“Chanyeol-ssi, kau di sini ternyata. Aku mencarimu dari tadi loh!”ujar Baekhyun memecah suasana. Soojin mendongak dan tersedak ketika melihat Baekhyun. Ia segera meneguk air putihnya.

“Kwenchanayo?”tanya Chanyeol khawatir. “Ne, sunbae.”jawab Soojin.

“Haha, Chanyeol-ssi, dia kaget karena melihat ketampananku yang mempesona ini.”canda Baekhyun yang disambut tawa renyah Chanyeol. Soojin hanya terdiam.

“Kalian berteman? Sejak kapan?”tanya Soojin penasaran. Baru saja Chanyeol ingin menjawab, Baekhyun yang duluan menjawab.

“Ne. Kami berteman sejak tadi pagi. Sejak kau pergi duluan ke kelas meninggalkan Chanyeol di parkiran.”jawab Baekhyun yang entah polos atau sok polos. Chanyeol dan Soojin terbelalak dan menatap Baekhyun sangar.

“Waeyo? Haha, kalian jangan canggung, kalian berpacaran? Tapi, kalian sedikit kaku. Haha.”tawa Baekhyun yang entah menyindir atau apa. Chanyeol dan Soojin terdiam.

“Mwo? Siapa kau bilang? Soojin dan Chanyeol berpacaran?”tanya yeja di belakang kami kaget. Baekhyun tersenyum enteng.

“Kalian tidak tahu? Siswa macam apa kalian?”tanya Baekhyun menyindir dengan kata-kata sedikit halus. -___-

“Mwo? Yang benar saja. Soojin, kupikir dia tidak menyukai Chanyeol. Dia pernah bilang di kelas bahwa Chanyeol itu gay. Haha, dasar yeoja pembohong!”ejek yeoja satunya tak percaya. Soojin berdiri dengan kesal. Ia menatap Baekhyun yang terlihat bingung.

“Neo!”tunjuk Soojin dan menampar Baekhyun. PLAKKK!

“Soojin! Dia tidak salah! Apa benar semua itu?”tanya Chanyeol serius. Semua terdiam. Soojin hanya bisa menatap lantai. Ia tak bisa lagi berkata-kata.

 

………………………………….

…………………………………. TBC

Anyeong! Comment please!

Hubungan SooYeol akan diperjelas di part 2nya ya.. lebih setuju mana nih?

SooYeol apa BaekSoo ??  (suyul suka makan baeksoo -__-)

^.~ chu

About these ads

About Nisha_bacon627

백현-영재-예성-혜성 | 엑소, 비에이피, 슈주, 그리고 신화 , ~나는 앞으로 만나서요 , 오빠들 :* ^^ |

Posted on Agustus 1, 2012, in Angst, Comedy, Multi Chapter, Romance, School Life and tagged , , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. rada ga ngerti thor-____-
    apa hubunganny minyoung di flashback yg ada kakek nenek byun nya tadi ==a

    soojin sama bacon sodaraan? –a
    sapa ntu canyol tba2 nongol? ==a

    sisanya bagus sih, mungkin efek baru bangun tidur-_-v heheh

    • kayaknya typo author yg part itu.. aku juga ga ngerti, napa pas Minyoung pov, ada flasback nya soojin dan baekhyun?? .__.

      overall ceritanya DAEBAK!! dan itu TBC nya pas part yg bikin penasaran bgt!!
      Dilanjut secepat mungkin yah thor :D

      Baekhyun mulutnya ember bgt dah mana kepedean lagi -_- hahaha dasar baekki! :D

      Chanyeol-Soojin FIGHTING!!!! :D

  2. ending di part ini tidak mengenakkan (?) ._.v bikin penasaran banget soalnya :D

  3. chanyeol gay ?? hahaha
    ke pingin baca lanjutannya
    siapa tau chanyeolnya kecewa ama soojin trus putus,chanyeol nanti larinya ke aku #plakk tolong abaikan

    LANJUTIN THOR !!!
    FIGHITNG

  4. HWAITING…….HWAITING………
    harus SooYeol,SooYeol…….
    #maksa bgt neee ?? Bwaaaahhhaaaahhhaaa

  5. Woo, agak bingung sih, tp kerren banget…
    Next chapnya thor..

  6. Karakternya Baekhyun sama kayak aslinya, ember dan narsis ._.v
    Kalau karakter Yeol rada susah dibayangin XD
    Thor, cepet dilanjutin ya! Please!!

  7. agak ga ngerti. itu kenapa ada flashbacknya? buat aku jadi bingun..
    tapi daebak!! endingnya bikin penasaran >,<

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.389 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: