Perfect (I Need You)

Author  : Lee HaeYoung & brigida1315

Title : Perfect (I Need You)

Genre : Romance, Comedy

Rating : G

Cast:
Luhan EXO-M as Luhan

Nana After School as Nana

Disclaimer : Cerita ini murni. Jika ada kesamaan dalam bentuk apapun, maaf itu berati ga sengaja :D

.Perfect.

“Sudah cukup aku menatapnya dari jauh, sekarang saatnya untuk melakukan rutinitas ku sehari-hari, yaitu berusaha membuat Nana jatuh cinta pada ku!” Luhan menyandangkan tas selempang miliknya pada pundaknya. Dan mulai mengejar targetnya. Nana duduk di sebuah bangku, di bawah pohon besar di area kampus. Itu adalah tempat favorit Nana di kampus ini.

“Nana!” Nana yang sempat menoleh ke arah suara tersebut, langsung mengacuhkan si pemilik suara karna dia sudah tau kalau Luhan lah yang memanggilnya.

“Aish..lagi-lagi dia. Kenapa dia tidak pernah menyerah untuk mendekati ku!” Nana pura-pura sibuk berkutat dengan iphonenya.

“apa kau tidak ada jam kuliah?” Luhan langsung duduk tepat di samping Nana.

“dosen ku tidak masuk. Kau mau apa ha?” Nana menatap Luhan dengan sinis.

“seperti biasa. Aku akan berusaha membuat mu jatuh cinta pada ku!” Luhan berbicara dengan penuh semangat dan tersenyum lebar. Sangat berbeda dengan ekspresi wajah Nana saat ini. Dia mengernyitkan keningnya dan menatap Luhan dengan tatapan malas.

“Ya! kenapa kau….” #wuussshh.. belum selesai Nana berbicara, tiba-tiba ada angin yang melintas di depan mereka, dan terlihat jelas debu-debu pun beterbangan.

“Aww..” Nana menutup matanya. Sepertinya ada sesuatu yang masuk ke matanya.

“pasti ada sesuatu yang masuk ke dalam mata mu.” Dengan sigap Luhan merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna pink.

“sini, biar aku yang membersihkan mata mu.” Luhan memegang dagu Nana dan membersihkan mata Nana dengan perlahan.

“Ahhh..gomawo..” setelah selesai membantu Nana membersihkan matanya, pandangan Nana tertuju pada sapu tangan yang ada di tangan Luhan.

“Ini benar-benar milik mu? Pink?” tanya Nana ragu.

“Hm! Itu memang milik ku. wae?” Luhan mengeluarkan senyum termanisnya.

“apa kau seorang yeoja?”

“Aish..tentu saja bukan. Jelas-jelas aku jatuh cinta pada mu. Aku masih normal Im Jin Ah..” Luhan mengacak-ngacak pelan rambut Nana.

“Sejak beberapa tahun lalu aku mengenal mu, kau memang terlihat seperti yeoja. Aegyo, warna pink, lembut, ramah, periang, sifat-sifat mu benar-benar mencerminkan seorang yeoja.” Nana menatap Luhan dengan tatapan aneh.

“Terserah kau mau bilang apa. Yang pasti inilah aku, yang apa adanya, dan akan terus memperjuangkan cinta ku untuk mu!” Luhan membuat eye smile yang mengagumkan, tapi lagi-lagi Nana bersikap dingin padanya.

“Aish..kau benar-benar…..” belum selesai Nana berbicara, Luhan bersiap untuk pergi meninggalkan Nana.

“aku harus latihan dance. Annyeong..my first love..” Luhan mencubit pipi Nana dan terkekeh karna melihat ekspresi Nana yang cemberut. Luhan pergi meninggalkan Nana.

Nana mengusap-usap pelan pipinya karna masih terasa sedikit perih akibat ulah Luhan. Dia pun hendak beranjak dari duduknya dan bergegas pulang. Nana melangkah menuju area parkir, untuk mengambil mobilnya. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti karna tidak sengaja melihat Chanyeol. Chanyeol adalah adik sepupu Nana yang berasal dari Busan, dan pindah ke Seoul beberapa tahun lalu saat dia juga mulai kuliah di universitas yang sama dengan Nana. Chanyeol sedang mencium kekasihnya di area parkir. Nana membulatkan mata dan mulutnya..

“tsk..tsk..tsk..dasar kau Park Chanyeol..” Nana cukup terkejut karna melihat Chanyeol mencium kekasihnya di tempat umum seperti ini.

Nana kembali melanjutkan langkahnya dan bergegas untuk pulang.

====

Hari ini Luhan berniat mengajak Nana untuk makan siang bersama. Luhan sedang bersandar di badan mobilnya, sebuah Bentley Continental GT berwarna hitam. Dia terus mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kampus. Tapi dia belum juga melihat sang wanita idamannya dan sekaligus cinta pertamanya.

#Flashback on#

Luhan berlari menuju sekolah yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Hari ini hari pertamanya masuk sekolah setelah liburan musim panas dan hari pertama baginya menjadi seorang siswa kelas 8 junior high school.

Tas ransel pink tersandang di punggungnya, sneakers putih, seragam sekolah, dasi dan pernak pernik yang membuatnya percaya diri sudah melekat rapi di tubuhnya.

Penampilan Luhan yang sudah sempurna tiba-tiba menjadi kacau dalam beberapa detik. Saat Luhan berlari di dekat genangan air, tiba-tiba ada sepeda yang melintas dengan cepat di sampingnya dan percikan genangan air itu mengotori seragam Luhan. Luhan tertegun, wajahnya  yang tadi tersenyum senang kini berubah menjadi kesal dan marah.

“Ya! kau!” Luhan meneriaki si pengendara sepeda.

“Mianhae!” ternyata dia seorang gadis. Gadis itu memutar sepedanya dan kembali menuju ke arah Luhan.

“sepertinya kita di sekolah yang sama.” Gadis itu menunjuk seragam Luhan yang sama persis dengan seragamnya.

“Kajja naik! Kita bisa terlambat kalau tidak cepat-cepat!” Luhan seperti terhipnotis saat melihat gadis itu berbicara. Yang tadinya dia ingin marah, tiba-tiba saja rasa marah itu hilang seketika. Dia menuruti setiap ucapan gadis itu. Luhan naik di sepeda bagian belakang, dia berdiri dan memegang pundak gadis itu.

“sudah siap? Let’s go!” gadis itu mengayuh sepedanya dengan cepat.

“neomu yeoppo..” Luhan berbisik pada dirinya sendiri. Dia terpana pada seorang gadis cantik berambut panjang yang diikat ke atas, dengan tas ransel hitam, sneakers hitam, dan jaket baseball yang dipakainya. Gadis ini berpenampilan tomboy, dia seperti namja. Sangat berbeda dengan Luhan yang seperti seorang yeoja dengan tas pink’nya.

“Ya! harusnya aku yang mengendarai sepeda mu! Aku kan seorang namja!” Luhan membuyarkan lamunannya, dan membentak gadis itu.

“aish..nanti saja bertengkarnya, kita dalam keadaan genting!”

Mereka pun tiba di sebuah sekolah favorit di daerah tersebut. Luhan turun dari sepeda gadis itu.

“Hah..untung gerbangnya belum ditutup. Mianhae..atas kejadian tadi. Annyeong..” gadis itu pergi begitu saja meninggalkan Luhan.

‘Aku jatuh cinta..entah apa yang membuat ku jatuh cinta padanya. Yang pasti dia benar-benar cinta pertama ku. Aku bingung, benar-benar bingung, kenapa aku bisa jatuh cinta padanya. Tapi aku tidak bisa menyalah kan cinta. Tidak ada satu orang pun yang tau, kapan rasa cinta itu akan muncul dan mengisi hati mereka..’ Luhan terus membatin sambil melihat punggung gadis itu yang semakin menjauh dengannya.

Gadis itu adalah Nana.

#Flashback off#

“Nana!” Luhan langsung berdiri tegak setelah melihat sosok Nana.

“Mwoya?” sahut Nana acuh.

“Aish..bisakah sekali saja kau tak bersikap dingin pada ku?” Luhan cemberut melihat tingkah Nana seperti itu.

“dan kau, bisakah sekali saja kau tak mengikuti ku?” Nana menatap Luhan sinis.

Luhan mendesah.. “Hmh..Kajja! ikut dengan ku!” tanpa menunggu jawaban dari Nana, Luhan menggenggam dan menarik pergelangan tangan Nana agar mengikutinya.

“Ya! Ya! siapa bilang aku mau ikut dengan mu ha?!” Nana membentak Luhan.

“sudahlah..kau jangan cerewet.” Luhan terus menarik Nana menuju mobilnya, dan menyuruh Nana masuk ke dalam mobilnya.

++

Mereka berdua tiba di sebuah cafe.

“Kris?” saat memasuki pintu cafe, Luhan langsung mengenali seseorang yang sedang duduk bersama seorang gadis.

“Ya! Luhan!” namja itu pun balik menyapa Luhan.

“aku kesana dulu..” Luhan mengangguk dan tersenyum pada Kris, Kris pun tersenyum pada Luhan dan Nana.

“Nuguya?” tanya Nana sambil menarik kursi yang akan dia duduki.

“Kris. Teman sekelas ku saat di Senior High School.” jawab Luhan yang kini duduk di depan Nana.

“Kau tidak sibuk menyusun skripsi-mu?” Luhan sekarang sedang kuliah di Seoul University jurusan arsitektur semester akhir. Begitu juga dengan Nana, dia juga mahasiswa semester akhir. Tapi Nana kuliah di jurusan hukum.

“tentu saja aku sedang menyusunnya. Aku sedang mencari contoh-contoh skripsi tentang arsitektur.” Luhan tersenyum percaya diri.

“kau mau makan apa?” Luhan bertanya pada Nana.

“terserah kau saja..” sahut Nana singkat dengan ekspresi dingin.

“Im Jin Ah..kau jangan seperti anak kecil.” Luhan mencubit hidung Nana.

“ya! kenapa kau paksa aku ikut dengan mu ha?!” Nana membentak Luhan.

“aku pesan………..” Luhan mengabaikan Nana dan terus berbicara pada seorang pelayan yang sedang menyatat pesanannya.

“mohon anda menunggu” pelayan itu pun pergi meninggalkan Luhan.

“sudah lama aku ingin ke cafe ini..”

“kau jangan mengalihkan pembicaraan Xiu Luhan!” Nana menatap Luhan dengan tatapan tajam.

“kau tau, sekarang kau jauh lebih cantik daripada saat Junior High School dulu. Sekarang kau benar-benar berpenampilan seperti yeoja.” Luhan menatap Nana dari ujung kepala hingga ujung kaki. Nana mengenakan rok mini rempel berwarna hitam, tube top hitam dipadukan dengan blazer putih yang menawan. Dan tidak lupa sepatu boots hitam melekat di kakinya yang indah.

“jangan menatap ku seperti itu.” Nana merasa risih melihat Luhan yang terus memperhatikannya.

“Nana-ya..kenapa kau tidak bisa mencintai ku ha? Padahal aku ini termasuk namja paling populer di kampus. Tapi tetap saja kau tidak melirik ku.” Luhan cemberut.

“mungkin karna aku sudah lama mengenal mu, jadi aku sama sekali tidak tertarik pada mu.”

“alasan macam apa itu!” sahut Luhan kesal.

“kau terlalu berlebihan Luhan. aku terkadang merasa risih kalau kau terus menerus mengejar ku seperti ini.” Nana mengungkapkan isi hatinya pada Luhan.

“sebenarnya, aku bisa dengan mudah membenci mu..” Luhan menatap Nana sendu, dan perkataan Luhan berhasil membuat Nana membeku.

“tapi..aku tidak mau melakukan hal itu. karna hal yang paling indah adalah bisa mencintai mu.” Luhan menatap Nana dengan tatapan yang mendalam.

“hmmm..sudahlah..” Nana tidak berani menatap mata Luhan. Nana takut kalau dia akan jatuh cinta pada Luhan.

“aish..kau benar-benar….” Luhan memicikkan matanya dan tidak melanjutkan perkataannya.

Makanan yang dipesan Luhan untuk dirinya dan Nana pun sudah datang. Mereka menyantap makanan itu dalam diam. Luhan yang awalnya sangat ceria, tiba-tiba saja bersikap diam, dingin, dan acuh pada Nana. Melihat hal itu, ada perasaan bingung yang tumbuh dalam diri Nana.

===

Hari ini terasa begitu berat bagi Luhan. Seperti hari-hari sebelumnya, Nana selalu mengabaikannya. Tapi hari ini sedikit berbeda, perasaan Luhan hari ini sedikit sensitif, dia merasa sangat sedih saat mendengar pengakuan Nana tadi siang. Luhan merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang empuk. Menatap langit-langit kamarnya yang dipenuhi dengan foto-foto Nana. Dia memikirkan dirinya yang sudah bertahun-tahun mengejar-ngejar Nana. Tapi tidak ada hasil yang dia dapatkan. Nana tidak pernah membalas cintanya.

“Apa sudah saatnya aku harus berhenti mengharapkan cinta Nana?”

====

Hari ini Nana sengaja datang lebih awal. Sementara menunggu dosennya datang, Nana duduk di tempat biasa.

“aku bawa sarapan untuk mu.” Luhan tersenyum pada Nana dan menyodorkan sebuah sandwich pada Nana.

“ah..gomawo. tapi aku sudah sarapan.” Nana menunjukkan senyum paksaannya untuk Luhan.

“yah..padahal aku sudah berusaha membuatnya untuk mu.” Luhan cemberut dan duduk dengan lesu disamping Nana.

“kau kan bisa memakannya.” Sahut Nana dingin.

“tapi aku membuat ini spesial hanya untuk mu.” Luhan menatap Nana dengan tatapan memelas.

“ya! jangan menatap ku seperti itu!” Nana membentak Luhan.

“hmm..baiklah kalau kau tidak mau.” Luhan langsung berdiri dan pergi meninggalkan Nana begitu saja. Melihat hal itu Nana hanya mendesah. Dia lega karna untuk pertama kalinya Luhan tidak memaksanya melakukan sesuatu.

*Keesokan harinya*

Nana sedang membaca sebuah novel di tempat biasa dia menghabiskan waktu senggangnya saat di kampus.

“Annyeong..” Nana mendongakkan kepalanya. Terlihat Luhan sedang menyodorkan sebotol jus apel pada Nana. Nana mengambilnya dan tersenyum tipis pada Luhan.

“gomawo..” sahut Nana.

“kau tidak ada jam kuliah?” Luhan duduk disamping Nana.

“Ada.” Sahut Nana singkat dan kembali membaca novelnya. Hampir 5 menit Luhan duduk disampingnya, tapi Luhan tidak pernah bicara sedikit pun. Nana menoleh ke arah kanan menatap Luhan yang sedang sibuk berkutat dengan iphonenya.

“tidak biasanya kau diam seperti ini..” Nana merasa aneh karna Luhan hanya diam saja. Biasanya kalau Luhan sudah ada di dekat Nana, dia berubah menjadi hiperaktif.

“hmm? Aku hanya tidak mau mengganggu mu yang sedang membaca.” Luhan tersenyum tipis pada Nana. Nana juga tersenyum, tapi senyumnya sedikit dipaksakan. Nana kembali membaca novelnya.

“aku pergi dulu. Annyeong..” Luhan beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Nana.

“aneh…” gumam Nana sambil menatap kepergian Luhan.

++

Jika hari ini Luhan masih bersikap aneh, berarti ini adalah hari ketiga Luhan tidak terlalu menghiraukan Nana.

Nana menikmati makan siangnya di tempat biasa. Dia menikmati sandwich dan sebotol jus apel kesukaannya. Hari ini dia harus kuliah sampai sore, jadi mau tidak mau dia harus makan siang di kampus.

“annyeong..” Nana langsung mengenali pemilik suara itu. Luhan.

“ann..” baru saja dia mendongakkan kepalanya untuk membalas sapaan Luhan, ternyata Luhan sudah tidak ada di depannya. Nana mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Dia sempat berpikir apa suara Luhan yang baru saja didengarnya hanya halusinasinya saja. Untuk memastikan dirinya tidak berhalusinasi, Nana menolehkan kepalanya ke belakang. Dan benar saja, dia tidak berhalusinasi. Dia melihat Luhan sedang berjalan menuju kelas.

“dia..melewati ku begitu saja?” Nana tidak percaya dengan apa yang terjadi. Luhan tidak mendekatinya lagi. Tiba-tiba senyuman lebar terlihat di wajah cantiknya. Dia senang Luhan tidak mendekatinya lagi.

Dengan perasaan senang Nana kembali menikmati sandwichnya.

++

Nana duduk di tempat biasa, dia sedang menunggu jam kuliah selanjutnya. Sambil bersenandung kecil, menikmati lagu yang mengalun dari earphonenya dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kampus. Matanya tertuju pada seseorang. Luhan. Nana melihat Luhan sedang tertawa bersama sahabatnya Lay. Luhan tertawa sangat lepas, terlihat tidak ada beban dalam dirinya. Melihat Luhan tertawa lepas seperti itu membuat Nana tersenyum tipis.

“aku tidak pernah melihatnya tertawa selepas itu jika sedang bersama ku..” gumam Nana. Lama-kelamaan tatapan Nana berubah sendu. Dia merasa bersalah pada Luhan karna  selama ini dia selalu kasar pada Luhan.

“aish! Apa yang aku pikirkan!?!” Nana memukul-mukul pelan keningnya sendiri agar bayangan Luhan hilang dari pikirannya. Setelah merasa Luhan sudah hilang dari pikirannya, Nana kembali menatap Luhan dari kejauhan. Ternyata sekarang Luhan juga sedang menatapnya, dan Luhan melambai pada Nana. Nana hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Setelah itu Luhan kembali berbicara dengan Lay. Luhan benar-benar tidak menghiraukan Nana..

++

Sudah 4 hari sikap Luhan berubah pada Nana. Bahkan pada saat hari ke-4, Luhan sama sekali tidak mendekati ataupun mengejar-ngejar Nana.

Nana duduk di bangku yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Hari ini dia akan pergi ke toko buku bersama Lizzy. Tapi karna Lizzy belum keluar kelas, Nana harus menunggu Lizzy terlebih dulu. Nana berkutat dengan iphonenya, entah dia mengupdate me2day, twitter, atau kakaotalk’nya. Dia menatap arloji yang melingkar manis di pergelangan tangan kanannya, sudah hampir 10 menit dia menunggu Lizzy, tapi Lizzy belum keluar juga. Nana mendesah, dia bosan menunggu sendirian. Dia mengambil earphone dari dalam tasnya dan menyambungkan earphone itu pada iphone’nya. Nana menikmati lagu yang mengalun di telinganya. Dia bernyanyi-nyanyi kecil, mengangguk-anggukkan pelan kepalanya. Sama seperti kemarin, hari ini perhatiannya juga tertuju pada Luhan. Luhan terlihat sedang bersandar di badan mobilnya dan sedang berkutat dengan iphone’nya. Saat melihat Luhan, tiba-tiba perasaan sedih menghampiri dirinya. Nana merasa kesepian..biasanya disaat seperti ini, Luhan selalu ada untuk Nana. Menemani Nana disaat Nana sedang sendiri. Tapi sekarang Nana hanya bisa melihat Luhan dari kejauhan..

”baby i’m so lonely lonely lonely lonely lonely…baby i’m so lonely lonely lonely lonely lonely.. baby i’m so lonely lonely lonely lonely lonely.. baby i’m so lonely lonely lonely lonely lonely..”

Lagu 2NE1 Lonely terdengar jelas di telinga Nana. Tiba-tiba saja, mata Nana berkaca-kaca, butiran bening mulai jatuh di pipi mulusnya. Nana..merasakan kalau dia kehilangan sosok seorang Luhan..

++

Sudah hampir seminggu, Luhan tidak mendekati Nana. Dan Nana pun mulai merindukan Luhan..

Nana duduk di tempat biasa. Hari ini dia terlihat agak sedih. Nana merasa hari-harinya sangat sepi tanpa Luhan. Nana duduk di bangku itu, berharap hari ini Luhan akan menghampirinya. Nana memejamkan matanya….

“Annyeong..” baru saja Nana mengharapkan kehadiran Luhan, sekarang Luhan sudah berdiri di depannya. Kali ini Luhan tidak sendiri. Dia bersama…seorang gadis.

“Ah..an-annyeong..nuguya?” dengan spontan Nana langsung bertanya seperti itu pada Luhan.

“Nan yeojachingu..” mendengar perkataan Luhan, Nana membulatkan mata dan mulutnya.

“Mwo??” Nana seperti tidak percaya.

“Nan Nicole imnida, bangapseumnida.” Gadis itu membungkuk pada Nana.

“Ah..bangapseumnida.” dengan sedikit merasa canggung, Nana membalas bungkukkan gadis itu.

“Kau sedang menunggu seseorang?” tanya Luhan.

“Hmm..anniya.” Nana berbohong. Sebenarnya dia sedang menunggu Luhan.

“Ohh..baiklah. Kalau begitu, aku pergi dulu. Annyeong..” Luhan menggenggam pergelangan tangan Nicole dan pergi begitu saja meninggalkan Nana.

“Ya! apa kau kesini hanya untuk memamerkan yeojachingu mu ha?!” Nana berteriak ke arah Luhan. Nana mencoba menghilangkan perasaan sedihnya.

“Hmmm…sepertinya begitu.” Luhan tersenyum dan mengedipkan salah satu matanya pada Nana.

“Aish..jinjja..kau sama sekali tidak penting!” Nana berteriak pada Luhan. Dia sangat kesal dengan Luhan.

++

Hari ini tepat 7 hari Luhan menghindari Nana. Dan sikap Luhan yang seperti itu, bisa membuat Nana merindukan dirinya..

“Mworago? Kenapa akhir-akhir ini kau terlihat murung?” Lizzy sahabat Nana menanyakan apa yang terjadi pada Nana.

“tidak ada apa-apa..”

“Ya! apa kau tau kalau satu-satunya pemuja mu sudah memiliki yeojachingu?” perkataan Lizzy semakin membuat Nana sedih.

“Hm..aku sudah tau. Lalu kenapa? Tidak ada sangkut pautnya dengan ku kan?” nada bicara Nana sedikit meninggi.

“Hey..hey..kalau kau tidak apa-apa kenapa harus menjawab seperti itu? atau jangan-jangan kau cemburu?” Nana langsung menatap tajam ke arah Lizzy.

“Aish..semakin kau menatap ku dengan tatapan begitu, aku juga semakin yakin kalau kau memang cemburu! Hahahaha!”

“Ya! aku tidak cemburu! Aku hanya tidak suka dia yang sekarang!” Nana membungkam mulutnya sendiri. Dia membulatkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkannya.

‘apa yang aku katakan?’ Nana membatin.

“Mwo?? Kau tidak suka Luhan yang sekarang? Kau tidak suka dengan dia yang sekarang karna dia sudah memiliki yeojachingu kan?”

“Bukan..bukan itu, maksudku. Aku..aku..aku tidak suka dia bersikap dingin pada ku!” Sahut Nana gugup.

“tsk..tsk..tsk..Im Jin Ah..itu sama saja kalau kau cemburu. Kau tidak suka kalau sikap Luhan berubah, kau lebih suka Luhan yang selalu mengejar-ngejar dan mendekati mu kan?” Lizzy sepertinya mengetahui isi hati Nana.

“Hmmh..sepertinya begitu. Aku merasa kehilangannya..aku merindukan sosoknya yang selalu ceria bila bertemu dengan ku..” Nana pun pasrah. Dia jujur pada Lizzy dengan apa yang dirasakannya pada Luhan.

“Nicole itu hanya yeojachingunya, bukan istrinya. Jadi masih ada kesempatan untuk mu!” Lizzy memberi semangat pada Nana.

“Eh? Maksudmu?” Nana tidak mengerti dengan perkataan Lizzy.

“Aish..katakan perasaan mu padanya!”

“perasaan?”

“iya perasaan mu, katakan padanya kalau kau menyukainya!”

“aku..aku belum yakin dengan apa yang ku rasakan. Apa ini yang namanya cinta?”

“memangnya kau tidak pernah jatuh cinta? Ahh..sekarang aku tau alasannya kenapa kau tidak pernah berpacaran. Kau mengharapkan Luhan yang akan menjadi kekasih mu kan?” Lizzy menatap Nana dengan tatapan menyelidik.

“anniya…aku rasa selama masih ada Luhan di dekat ku, aku tidak membutuhkan namjachingu.” Nana terlihat sedang berpikir.

“Ah..berarti saat kau bersama Luhan, kau menganggap Luhan itu namjachingu mu?” Nana terjebak dengan perkataanya sendiri.

“Em..anni, maksduku..” lagi-lagi Nana tidak tau harus berkata apa.

“Ya! sudah jangan banyak bicara! Cepat katakan perasaan mu padanya!”

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka.

“jeongmal mianhae Nana..” Luhan berbisik pada dirinya sendiri.

===

#ting tong# bell rumah Nana berbunyi. Dengan langkah gontai, Nana pergi untuk melihat siapa yang datang.

“Annyeong Nana-ssi..” Nana terkejut melihat siapa yang sedang berdiri di hadapanny.

“An-an..Annyeong..” sahut Nana terbata-bata. Dia masih tidak percaya kalau Sehun, adik Luhan sedang berkunjung ke rumahnya.

“Aku ingin mengantarkan ini. Aku harap, besok kau bisa hadir di acara ini. Aku permisi. Annyeong. ” Sehun berpamitan pada Nana.

“Kamsahamnida.” Nana berterimakasih dan tersenyum tipis pada Sehun.

Di tangan Nana ada sebuah amplop berwarna pink dengan aroma mawar yang lembut. Di pojok kanan atas amplop itu tercantum nama Luhan dan Nicole.

“Luhan? Nicole?” karna penasaran Nana segera membuka isi amplop tersebut.

“Per-per-pertunangan?” Nana terbelalak melihat isi amplop tersebut. Ternyata itu adalah sebuah undangan pertunangan Luhan dan Nicole.

#drrt drrt drrt# iphone Nana bergetar. Dia merogoh saku hotpant’nya.

“Yoboseyo?”

“Apa kau menerima undangan itu?” Lizzy mengkhawatirkan Nana.

“Nde. Aku menerimanya.” Sahut Nana lemah.

“gwaenchanayo?”

“nan gwaenchana. Kau akan datang ke acara itu kan?”

“menurutmu?” Lizzy balik bertanya pada Nana.

“kalau kau tidak datang, aku akan memaksa mu untuk datang! Kau harus menemaniku!” Nana memaksa Lizzy agar datang ke acara Luhan dan Nicole.

“Aish..tapi apa kau yakin kau akan tegar melihat mereka bertunangan?” tidak ada tanggapan dari Nana.

“Hmm..sudahlah. yang pasti, kita berdua harus datang ke acara mereka!” #piip# Nana memutuskan sambungan telponnya dengan Lizzy.

Dia masih berdiri di depan rumahnya, menatap langit, terpaku. Tanpa dia sadari, airmatanya pun menetes, membasahi pipinya.

“Luhan..jeongmal saranghae..”

===================

@Luhan’s house

Kediaman Luhan terlihat sudah cukup ramai. Bagian depan rumah Luhan yang minimalis, dihiasi dengan lampu-lampu hias berwarna pink dan putih. Lampu-lampu itu semakin memperindah suasana malam itu.

“aigoo..aigoo..kau benar-benar cantik mengenakan gaun itu!” Lizzy menggoda Nana yang baru saja keluar dari mobilnya. Mereka memutuskan untuk bertemu di rumah Luhan.

“Ya! tutup mulutmu! Kajja masuk!” Nana menarik tangan Lizzy agar masuk ke dalam rumah Luhan.

Ternyata Luhan dan Nicole mengadakan garden party di halaman belakang rumah Luhan.

“Waahh..sangat indah..” Lizzy terpana dengan apa yang dilihatnya. Lampu-lampu hias yang berwarna pink putih, tergantung dengan rapi di setiap tanaman yang ada disana.

“harusnya aku tidak datang kesini. Kajja pulang.” Nana menarik tangan Lizzy.

“Ya! jangan! Kita sudah terlanjur ada disini. Aku yakin kau akan tegar menghadapi semua ini!” Lizzy merangkul Nana, dia berusaha menguatkan Nana.

“tapi aku tidak yakin pada diriku sendiri..” mata Nana mulai berkaca-kaca.

“ya! jangan menangis disini? Apa kau tidak malu haa?” Lizzy berusaha menguatkan Nana.

“Annyeong..” mendengar suara itu, dengan cepat Nana menghapus airmata yang mulai mengalir di pipinya.

“an-annyeong..chukkae Luhan-ssi atas pertunangan mu dengan Nicole.” Nana gugup saat menyapa Luhan.

“Nde, gomawo. Aku pikir kau tidak akan datang.” Luhan tersenyum pada Nana dan Lizzy.

“tentu saja kami datang. Ini kan acara yang sangat penting untuk mu.” Lizzy tersenyum pada Luhan.

“kekeke~, kau benar. kalau begitu aku permisi, aku akan menemui tamu-tamu yang lain.” Luhan pergi meninggalkan kedua gadis itu.

“Aish..kenapa dia selalu datang di saat yang tidak tepat.” Nana menggerutu, karna Luhan sepertinya memergoki dirinya yang sedang menangis.

“Sudahlah jangan seperti ini terus. Nikmati saja acara malam ini.” Lizzy memberikan senyum manisnya pada Nana.

Alunan musik-musik romantis yang sedari tadi mengiringi tamu-tamu yang berdatangan, kini telah hilang. Beberapa orang yang mengenakan pakaian pelayan membawa sebuah rangkaian bunga mawar pink yang berbentuk inisial sang pemilik acara. L n’ N.

“inisial itu pasti Luhan dan Nicole.” Lizzy menggumam. Nana hanya terdiam melihat rangkaian bunga yang begitu indah, tapi sangat menyakitkan jika dia terus melihatnya.

Kini sebuah lampu hanya fokus pada seseorang. Luhan.

“Kamsahamnida, kalian yang sudah menyempatkan diri untuk datang ke acara ini. hari ini adalah hari yang sangat penting untuk ku dan tentu saja untuk seseorang yang sangat aku cintai.” Luhan terus berbasa-basi. Sementara Nana hanya terdiam mendengar setiap perkataan Luhan.

‘jadi dia benar-benar mencintai Nicole, dan telah melupakan ku. apa secepat itu kah dia melupakan ku?’ Nana terus membatin.

“di tangan ku ada sebuah cincin yang akan ku berikan pada seseorang yang sangat aku cintai. Seandainya saja malam ini dia menolak ku, aku akan tetap memaksanya untuk memakai cincin ini.” Nana bingung saat mendengar perkataan Luhan. Nana berpikir ‘untuk apa dia harus memaksa Nicole untuk memakai cincin itu?’

“ya! kau jangan memasang wajah bodoh seperti itu.” Lizzy hanya terkekeh melihat ekspresi sahabatnya itu.

Luhan berjalan ke arah Nana. Disaat yang sama, datang lagi rangkaian bunga mawar yang lain yang bertuliskan “Luhan Loves Nana”. Kini lampu itu terfokus pada mereka berdua.

“ap-ap-apa-apaan ini?” Nana terlihat sangat kebingungan. Dia menatap Luhan dan Lizzy secara bergantian. Meminta penjelasan dari mereka, sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini.

“Im Jin Ah..terimalah aku menjadi kekasih mu..” Luhan meraih tangan kiri Nana dan memakaikan Nana sebuah cincin yang begitu indah.

“Lalu undangan itu?” Nana masih kebingungan.

“Ya! Im Jin Ah! Semua ini dipersiapkan hanya untuk mu! Semua orang disini juga mengetahui kalau acara ini hanya untuk mu! Jadi tentang undangan itu, hanya kau saja yang menerima undangan palsu itu. dan aku..sebenarnya aku adalah adik sepupu Luhan.” Nicole yang ditemani Sehun, tiba-tiba muncul dari balik keramaian.

“kekeke~taddaaa! It’s all for you!” Lizzy  merangkul Nana dengan perasaan senang.

“Ya! jadi kau juga turut serta dalam rencana ini?!” Nana menatap Lizzy dengan tatapan tajam.

“dan kau..aku tidak menyangka kau akan melakukan hal ini untuk ku..” mata Nana mulai berkaca-kaca.

“aku tidak ingin melihat mu menangis pada moment yang ‘sempurna’ seperti ini.” Luhan menarik Nana ke dalam pelukannya. Nana membalas pelukan Luhan.

“Kau belum menjawab pertanyaan ku. apa kau menerima cintaku?” Luhan melepaskan pelukannya pada Nana.

“jeongmal saranghae Xiu Luhan..” Sehun, Nicole dan Lizzy tersenyum senang melihat mereka bersatu. Tepuk tangan dan sorak sorai menghiasi moment yang sangat indah bagi mereka berdua…

+++++++++++

Keesokan harinya..

Luhan dan Nana duduk di tempat biasa mereka berdua sering bersama. Bedanya, saat ini Luhan bukan lagi menjadi namja yang mengejar-ngejar Nana, melainkan menjadi namja yang dicintai Nana.

“akhirnya aku bisa mendapatkan cinta ku.” Luhan merangkul Nana dengan mesra.

“Ya! kau mendapatkan cinta mu dengan cara yang curang!” Nana mencubit pinggang Luhan.

“Aww..kekeke~, aku tidak peduli kau mau bilang apa. Yang pasti aku tidak akan melepaskan mu!” Luhan balik membalas mencubit hidung Nana.

“Aish..appo. aku mencintaimu. Tapi..aku akan berusaha untuk lebih lebih dan lebih mencintaimu di masa depan.” Nana menatap Luhan. Luhan mendekatkan wajahnya dengan wajah Nana. Wajah mereka semakin mendekat, hingga kini tidak ada jarak lagi diantara mereka. #chu#

Itu adalah first kiss bagi Luhan dan Nana.

“Jeongmal saranghae..aku yakin kau adalah orang yang akan menyempurnakan hidup ku Im Jin Ah..”

“Nado saranghae..”

.Perfect.

brigida1315: Akhirnya LuNa (Luhan x Nana) couple udah tamat. n.n

Semoga alurnya ga kecepatan, dan readers disini puas dengan ceritanya. (x

Jeongmal gomawo buat admin yang udah ngpost ff ini , dan buat readers yang udah baca. :D *deep bow*

Oh ya, sekedar pemberitahuan buat readers yang menunggu-nunggu ff ini, kami sebagai author, mengirim ff yang selanjutnya kalau ff yang sebelumnya sudah di post oleh admin. Jadi kira-kira jarak waktu ff Perfect ini paling lama 30 hari atau 1 bulan, baru kami bisa mengiri ff Perfect dengan couple yang lain. Mohon pengertiannya. ^^v

Dan, kemarin di prolog, ada yg minta acc twitter author HaeYoung ya? ini dia @shflytanialee (Lee HaeYoung) dan ini punya aku @brigELF . XD

Jangan lupa kritik dan saran okay ! xD Tunggu couple yang lainnya juga ya. xD

Next Couple : Lay – Jiyoung (Lee HaeYoung)

About these ads

About Nisha_bacon627

백현-영재-예성-혜성 | 엑소, 비에이피, 슈주, 그리고 신화 , ~나는 앞으로 만나서요 , 오빠들 :* ^^ |

Posted on Desember 6, 2012, in Comedy, Romance, Series and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 22 Komentar.

  1. Bagus min . Paling suka kalau cast yeojanya nana after school

  2. Bagus thor! Jjang
    tapi thor gatau kenapa waktu pas bayangin luhan, luhannya jadi kaya bencong gitu.–.
    Lanjut ya thorr aku nunggu bgt yang chanyeol hehe^^

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.393 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: