Beautiful Gwishin (Chapter 1)

FF

Beautiful Gwishin

Main cast : Kris (Wu Fan), Oh Hayoung

Other cast : You can find by yourself

Rated : teen

Lenght : chaptered

Author : Carrol

* * *           * * *        * * *         * * *           * * *        * * *     * * *           * * *        * * *     * * *

Annyeong..ini adalah FF pertamaku di EXOFanficton. Entah kenapa aku kepikiran buat pairing-in Kris sama Hayoung -_- dan entah karakter Hayoung jadi kayak gini. Yaudah gitu aja, selamat membaca para readers.Maaf kalau ceritanya jelek.

Chapter 1


Kris’ POV

Namaku Kris. Aku adalah namja terpopuler di sekolahku dan aku bangga mendapat julukan itu.Bukan hanya popular, aku juga tampan dan kaya raya. Ayahku adalah seorang pengusaha dan penyumbang dana terbesar di sekolah ku. Di sekolah, aku seperti seorang penguasa.Semua takut dan tunduk kepadaku.

Di kantin sekolah, saat istirahat.Aku duduk bersama teman-temanku.Semua temanku kaya, popular, cantik dan tampan.Di bangku ini tidak ada seorang pecundang yang boleh menduduki tempat ini, karena tempat ini kami yang menguasai.Teman-temanku sedang memperhatikanku, mendengar cerita tentang diri-ku yang sebenarnya tidak penting bagi mereka.Aku suka menjadi pusat perhatian.Walau sebenarnya aku tau dalam hati mereka merasa panas dan muak mendengar ceritaku.Mereka sudah sangat sering mendengarnya.

Mereka tertawa setelah mendengar ceritaku.Entah itu dibuat-buat atau tidak.

Kami terdiam sejenak.Kemudian pandangan kami menatap sinis pada seorang yeoja yang membawa makanannya.Dia terlihat kebingungan mencari tempat duduk.Tidak ada seorang pun yang mau duduk dengannya.Yeoja itu aneh.Selain pemalu dia juga selalu menutup wajahnya dengan rambut panjangnya yang bewarna cokelat.Sangat misterius tapi tidak sukses membuatku penasaran.Aku malah suka sekali membuatnya jadi bahan tawaan.Aku memberi julukan padanya “Gwishin”. Karena ia terlihat seperti hantu dengan rambut panjangnya. Lagipula aku selalu lupa dengan namanya…umm…coba aku ingat-ingat..oiya, namanya adalah Oh Hayoung.
“Hey, teman-teman, kalian butuh hiburan?” ujar Chanyeol.Chanyeol bangkit dari tempat duduknya, kami menatapnya bertanya-tanya.Chanyeol berjalan mendekati Hayoung dan melempar makanan yang dibawa Hayoung mengenai wajah Hayoung. Kau tau, ia makin terlihat seperti “gwishin” ketika wajahnya dilumuri makanan. Menjijikan.Aku dan yang lainnya tertawa keras, tapi aku tertawa paling keras diantara lainnya.
“Oops. Maaf, aku tidak sengaja.” kata Chanyeol dengan ekspresi yang dibuat-buat.Aku beranjak dari tempat dudukku dan mendekati Hayoung dan Chanyeol.

“Hya, Chanyeol-ah, kau jahat sekali.Dia sedang lapar dan butuh makanan” kata-ku seolah sedang membela Hayoung.

“Ah, maafkan aku, tapi apa gwishin juga memakan makanan manusia???”

“Entahlah..” aku mendongakkan kepala seolah sedang berpikir, lalu menatap Hayoung. “Ng, nona gwishin, ada yang bisa ku bantu? Kalau kau ingin makanan aku punya banyak makanan disana untukmu” aku menunjuk ke arah tong sampah yang tak jauh darisana. Aku menghinanya dengan jahat sekali, tapi aku suka ini.Aku dan Chanyeol tertawa lebar seraya saling memberi high-five. Hayoung beranjak meninggalkan kami.Aku melihat matanya berkaca-kaca tapi aku tidak peduli.
***
Hayoung’s POV


Aku meletakkan makananku sembarangan lalu berlari ke arah toilet.Aku membersihkan wajahku yang berlumuran makanan sambil terisak.
“Mereka jahat sekali.Apalagi si namja tinggi yang egois itu. Dasra evil! Lihat saja nanti, aku akan membalasnya.” aku bergumam sendirian di depan wastafel. Saat itu seisi toilet wanita sedang tidak ada orang.
Eunji eonnie baru saja datang dari balik pintu dan melihat keadaanku. “Hayoungie, ada apa? Mereka menggangumu lagi?”
Aku mengangguk pelan.
Eunji eonnie adalah satu-satunya temanku di Sekolah ini.Dia seorang yeoja cantik dan baik hati.Aku menganggapnya seperti eonnie kandung-ku sendiri.Aku selalu menceritakan keluh kesah-ku padanya.Dia tidak keberatan aku bersikap manja padanya.

“Keterlaluan sekali.Lama-lama aku tidak tahan melihat mereka.Kau harus melaporkan ini pada kepala sekolah” Eunji eonnie membantuku membersihkan wajahku dengan tissue.
“Andwae.Jika aku melapor aku mungkin akan makin disiksa.”
“Apa ini ulah si namja brengsek itu lagi?”
“Aniyo.Kali ini temannya yang memulai duluan.”

Eunji eonnie membelai rambutku.Aku suka belaiannya, membuat hatiku tenang. “Lain kali jangan berjalan ke suatu tempat tanpa aku, ne?”
Aku mengangguk. “Ne. Terimakasih banyak eonnie”
***

Kris’ POV


Seusai latihan basket, aku berlari menuju ruang loker pria.Aku mengambil handuk dan lekas mandi karena badanku sudah sangat lengket.Seusai mandi, aku membuka loker-ku dan menemukan loker-ku sudah kosong melompong.Tidak ada baju yang tadi aku simpan disini.
Aku tertegun.”Aku tadi menaruhnya disini, siapa yang mengambilnya?” kataku dengan nada emosi.Semua menatapku ketakutan.Aku dengan sembarang menuduh seorang namja berbadan kurus yang sering berbuat iseng.Aku menaikkan bajunya.”Dimana bajuku?Dimana kau menyembunyikannya?Ini tidak lucu.”
“A, aku tidak menyembunyikannya.Bukan aku.Sungguh.” kata namja itu.Dia terlihat ketakutan dan hampir menangis.Aku melepaskan tanganku dari bajunya.Aku sibuk mencari baju-ku yang hilang, dan berharap ada seseorang yang mau meminjamkan bajunya untukku.Mungkin karena aku egois makanya tidak ada yang mau menolongku.Mereka malah meninggalkanku dan aku sendirian di loker ini sekarang. Bagaimana ini?Aku tidak mungkin keluar dengan hanya berbalut handuk.Nama baikku bisa tercoreng. Pikirku.Aku mengambil ponsel dari ransel sekolahku dan menelpon salah satu pelayan rumahku untuk membawakan baju kesini.Terpaksa aku harus menunggu disini sampai pelayanku datang. Aku duduk sambil memainkan game di handphone. Tiba-tiba lampu di ruang ini berkedap-kedip.
“Ada apa ini?Apa lampu ini sudah rusak?” aku bertanya-tanya sendiri.Tiba-tiba lampu itu padam.Aku mulai ketakutan.Aku menggunakan cahaya dari handphone-ku untuk menerangiku.”Ah, sial, sebentar lagi batere ku habis.” gumam-ku.Aku mendengar suara aneh dari arah kamar mandi. Ah, Kris, ini hanya perasaanmu saja. Jangan takut.Tidak ada yang namanya gwishin.Yang ada hanya gadis jelek itu. Tunggu..Apa ini bentuk pembalasan dendam dari Hayoung??? Iya, bisa jadi.Aku mendengar suara orang menggedor-gedor pintu loker. “Hahaha..tidak lucu. Aku tidak takut tau.Siapapun kau cepat keluar dari sana.” seru-ku.Tapi kemudian suara isakan seorang wanita menjawabku.Aku ketakutan.Bulu kudukku merinding.Tiba-tiba lampu ruangan loker menyala.Aku menghela napas lega. Tapi saat aku berbalik badan…. “Kyaaaaaa…..” seorang wanita berambut panjang berwajah hancur berdiri tepat di hadapanku.
“AAAAAA………” aku berteriak histeris.Anehnya hantu itu malah ketakutan denganku.Dia menutup wajahnya dengan tangan.

“Kenapa kau tidak pakai baju?Memalukan.” ujarnya.

“Mwo?Siapa kau?”

Dia melepas rambut palsu dan topengnya.Ternyata dia bukan hantu, tapi Oh Hayoung.

“Sudah ku duga.” aku tertawa sinis.”Kau mau mengerjaiku ya?Tidak mempan tau.” aku meremehkannya.

Dia berusaha menutupi wajahnya yang hampir kelihatan.”Hya, jangan menutup wajahmu dengan rambutmu.Itu terlihat menyeramkan.” kataku dingin.”Kembalikan baju-ku!”

Hayoung melempar baju-ku ke arah ku. Aku lekas memakainya selama ia berbalik badan.

“Kau boleh berbalik.” kata-ku dengan nada datar.Lagi-lagi dia berusaha menutupi rambutnya dengan wajahnya.

“Dasar gwishin” gumam-ku pelan, namun aku yakin dia mendengarnya.

“Kenapa kau memanggilku “gwishin”?Aku punya nama.” ujarnya lirih.Benar-benar persis seperti hantu.

“Kenapa kau selalu menutupi wajahmu dengan rambut panjangmu itu.Kalau seseorang tidak tau kalau kau seorang manusia pasti dia ketakutan mengira kau adalah hantu.”

Aku mengemasi barang-barangku.Aku mendengar dia terisak.Sebenarnya aku tidak peduli, tapi aku belum pernah melihat yeoja menangis seperti ini.Sungguh membuatku pilu.

“Ah, sudahlah.Lupakan apa yang ku katakan barusan.”

“Aku memang bukan tipe yeoja yang sering kau kencani.Aku berbeda.”

“Ya, kau berbeda. Tapi berbeda dalam hal negative”

“Jangan mengganggu-ku lagi.Jebal.Kalau tidak…” dia tidak melanjutkan kalimatnya.

“Kalau tidak?Apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan menyuruh nenekku yang seorang paranormal untuk mengirimkanmu hantu yang akan selalu mengganggumu seumur hidupmu”

Apa katanya? Apa dia serius??? Jadi dia keturunan seorang paranormal.Aku jadi tidak heran kenapa penampilannya mistis seperti ini.

“Cih.Kau pikir aku takut?!” aku meremehkannya.Lagi-lagi dia terisak seperti seorang hantu.

“Hey, hentikan.Itu mengerikan.Bulu kudukku merinding.”

Dia tidak berhenti.”Araseo.Araseo.Aku tidak akan mengganggumu lagi.”

“Jeongmal?” ujarnya.Kepalanya tetap dalam posisi menunduk.

“Ne.” jawabku malas.”Apa kau berjanji?” “Haiishh..ne. Aku berjanji. Kau puas?” aku mengambil ransel-ku dan segera beranjak darisana.Aku takut mendapat reaksi mengejutkan dan mistis darinya kalau aku berlama-lama disana.

***

Hayoung’s POV

Aku keluar dari ruangan loker pria. Aku mencari Eunji eonnie dan menemukannya di depan gerbang.

“Bagaimana? Berhasil?” tanya Eunji eonnie. Aku mengancungkan jempol seraya mengucapkan “Sukses”.”Ide-mu bagus eonnie.” aku tersenyum riang. “Sepertinya dia kapok”

“Apa ini perlu dirayakan?”Eunji eonnie tersenyum simpul.Aku hanya mengedikkan bahu.”Baiklah, ayo kita pulang dan merayakan ini.Aku akan traktir kau makan mie kesukaanmu.”Eunji eonnie meraih tanganku dan kami berjalan pulang bersama.

***

Kris’ POV

Dia pikir karena ancamannya kemarin aku akan kapok. Cih.Sama sekali tidak mempengaruhi diriku. Aku akan tetap seperti ini, bahkan aku akan menyiksanya.

Aku sengaja berangkat pagi.Chanyeol menemaniku melakukan aksi balas dendam-ku pada Hayoung.Akan ku tunjukkan siapa aku sebenarnya.Aku merusak habis lokernya.Merobek-robek semua tugas, kertas hasil ujiannya yang dapat nilai bagus, juga proyek-proyek untuk organisasi sekolah yang ada dalam loker-nya. Dengan begini dia pasti akan sangat kewalahan.

Jam 07:30. Hayoung akhirnya datang. Aku berdiri tak jauh dari sana, aku ingin lihat reaksi darinya. Dia terlihat sangat panik.Seorang sahabatnya yang bernama Eunji menghampirinya.Aku pergi dari ruangan itu dan tidak tau kelanjutannya.

Sepulang sekolah aku tak sengaja melewati kelas 10-A. Eunji terlihat sedang membantu Hayoung membuat ulang tugas-tugas, dan berkas-berkasnya yang sudah aku hancurkan.Aku tertawa renyah.Mulanya aku hanya merasa jijik melihat Hayoung, tapi lama-kelamaan aku senang sekali membuatnya tersiksa.

Hari ini aku pulang sore karena latihan basket lagi.Aku namja terakhir yang ada di sekolah.Aku melihat Hayoung dan Eunji di parkiran.Eunji menduduki vespa bututnya sementara Hayoung memakai helm. Mobil sport ku terparkir tepat disamping vespa Eunji, jadi terpaksa aku melewati mereka. Saat aku membuka pintu mobil, Eunji beranjak dari vespanya dan mendekatiku.

“Hya.Apa ini ulahmu? Apa kau yang membuat semua berkas-berkasnya hancur?” ekspresi Eunji terlihat seperti ingin menghajarku.

“Kalau aku yang melakukannya lalu kenapa?” jawabku ringan.Eunji melayangkan tamparan yang mendarat di pipi kananku.

“Dasar namja brengsek.Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu dongsaeng ku.”

“Dongsaeng?Bukannya kau anak tunggal?”

Eunji satu kelas denganku, makanya aku sedikit tahu tentang dirinya.

“Bukan urusanmuu.Pokoknya aku akan membalasmu lebih dari ini jika kau menyakitinya lagi” Eunji kembali menunggang vespa-nya.

“Hey, bagaimana bisa kau mau berteman dengan cucu seorang paranormal?!” aku mendekati mereka.”Lihat penampilannya.Dia mistis.Seperti hantu. Aku bahkan tidak tau apa dia benar-benar manusia. Lagipula apa kau pernah melihat parasnya?”

“Tutup mulutmu.Kau tidak tau apa-apa tentangnya.Cepat naik Hayoungie.Kita pulang.”

Aku menatap siluet mereka sampai menghilang.

***

Keesokan paginya aku mendapati loker-ku berantakan.Aku tau ini ulah Eunji untuk membalaskan dendam Hayoung padaku.

Aku beranjak ke kelas dan menemui Eunji yang sibuk membaca buku.Aku melempar berkas-berkasku yang hancur dan basah di atas meja Eunji.Eunji mendongakkan kepalanya ke arah-ku.”Kau puas?” ujar-ku menahan emosi.

“Kalau kau tidak mau berhenti mengganggunya aku akan mengerjai-mu lebih parah dari ini.”

“Araseo. Aku tidak akan mengganggunya lagi. Kau puas?” aku menatap Eunji tajam lalu meninggalkannya.

***

Seperti biasa sepulang sekolah aku latihan basket.Seusai mengganti baju basket ku, aku pergi sebentar ke lantai paling atas untuk mengembalikan bola ini pada tempatnya.Aku melihat Hayoung merentangkan tangannya dan menikmati angin sepoi-sepoi.Sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku.Aku mengabaikannya.Aku melihat rambutnya di terpa angin sampai wajahnya terlihat.Aku tertegun. Aku tidak sangka ternyata dia manis. Tanpa ku sadari pipi-ku merona melihatnya. Kenapa dia suka menutupi wajahnya ya padahal dia sangat manis. Aku jadi penasaran dengannya.Apa ini, aku mulai suka padanya. Tidak boleh.Aku tidak boleh menyukainya. Dia mungkin manis, tetapi  tetap saja dia yeoja yang aneh. Ah, tapi sayang jika ada namja lain yang melihat ini. Sebelum mereka tau aku akan mendekati Hayoung lebih dulu. Ahh..apasih yang aku pikirkan.

-TBC-

About these ads

About violetkecil

asih mitra. 90liner. dreamer. luhan stole my heart away. Novel: 10 Autumns In Korea. http://avioletkecil.wordpress.com

Posted on Januari 7, 2013, in Multi Chapter, Romance and tagged , . Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. aaaaaaaaah kriiissss ilu ilu, keren thor lanjutin!

  2. Thor bagus, tapi kurang panjang, next chap yg panjang ya
    FIGHTING!!

  3. Wufan’ku mulai genit T.T

  4. Aii Kris-shi ,kereen2 ..!!tapi kurang panjang T_T ..gak sabar pengen tau kelanjutanya !

  5. Hyyaaa~~ lanjut thor! Penasaran sama ceritanya! Pengen tau kenapa hayoung selalu nutupin wajahnya?! FIGHTING!d(>.<)b

  6. Lanjt, thor
    Seru bnget ffnya

  7. thor ini mirip film/dorama jepang ya?

  8. Waow~
    udah ketebak dari awal *peace thor ^^v
    aku tunggu lanjutannya ^^
    keep writing! ^^9

  9. pendek amat author…
    next part lebih panjang ya,

  10. seru bgt thor!!!! lanjuuuutttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.142 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: