Stand By Me (Chapter 10)

STAND BY ME CHAPTER 10

TITLE: STAND BY ME

AUTHOR: VENUS_228

MAIN CAST

  1. WU YI FAN ( KRIS EXO M)
  2. HAN SOO MI
  3. CHOI SEUNG HYUN ( TOP BIG BANG)

OTHER CAST: CAN YOU FIND IT BY YOUR SELF

GANRE: ROMANCE

LEGHT: CHAPTER

Author talk: Annyeong chigudeul J ini FF pertama yang author buat jadi mian klo banyak kesalahan dan ceritanya gak jelas atau alurnya terlalu cepat. Semoga kalian suka. Satu lagi FF ini murni hasil imajinasi author yang kelewat tinggi dan gak jelas tapi di tulis dengan hati* senyum manis bareng Kris* I hope you like it.

stand by me 10

AUTHOR POV

Han soo mi terbangun dan tersenyum begitu melihat sosok pria yang tertidur tepat di sampingnya sambil tetap memeluk pinggangnya dengan erat. Dia lalu menatap kearah jendela yang masih tertutup oleh tirai dan samar-samar terlihat cahaya matahari yang mulai menenmbus tirai tersebut.

Han soo mi kembali tersenyum dan baru saja akan bangkit dari kasur begitu handphonenya berbunyi. Dia meraih handphonenya di atas lemari kecil di samping tempat tidur sambil menatap Kris yang masih tertidur lelap.

Senyumannya bertambah lebar begitu melihat nama yang muncul di layarnya. Dan tanpa pikir panjang lagi dia langsung menjawab telpon itu.

“ Oppa….!!!!”

 

HAN SOO MI POV

“ Oppa…..!!!!” seruku senang. Lalu aku mendengar suara tawanya dari ujung telpon dan membuaatku semakin tersenyum lebar.

“ Kau sepertinya senang sekali mendengar suaraku, Soo mi-ah.”

“ Tentu saja. Kau pasti tau kalau aku sangat merindukanmu oppa.”

“ Nado, soo mi-ah. Tapi tenang saja sebentar lagi kita akan bertemu lagi.”

“Jinja?” tanyaku terkejut. Jujur aku sudah tak sabar untuk bertemu dengannya lagi.

“ Ne. Sekarang aku sedang berada di bandara dan akan tiba di Korea sekitar dua jam lagi.”

“Mwo? Jinjayo? Oppa, kau ssedang tak bercanda, kan?”

Ku dengar dia menghela napas. Sepertinya dia sangat lelah. Dan bodohnya aku justru menanyakan hal yang konyol padanya. “ Tentu saja aku serius, Soo mi-ah. Aku tak punya alasana untuk berbohong padamu, kan.”

Aku tertawa kecil. “ Mianhe oppa. Aku terlalu senang mendengarmu akan segera kembali dan akhirnya menanyakan hal konyol seperti tadi. Tapi aku hanya ingin memastikan kalau pendengaranku tak salah.”

Dia tertawa mendengar penjelasanku. Dan suara tawanya semakin membuatku ingin bertemu dengannya. “ Kenapa kau tertawa, oppa?” tanyaku sedikit kesal. Aku tau penjelasanku tadi konyol tapi hanya itu penjelasan yang bisa kuberikan.

“ Gwenchana. Aku hanya merasa senang karena tau kau merindukanku sampai kacau seperti itu.” Lalu dia kembali tertawa. “ Kau tau? Aku juga sangat merindukanmu. Bagaimana kalau kau menjemputku di bandara. Aku akan menghubungimu lagi begitu aku tiba.”

“ Menjemputmu?” tanyaku ragu sambil menatap namja yang masih tertidur di sampingku dan tetap memeluk pinggangku.

“ Wae? Kau tak bisa?” suara Seunghyun oppa dari ujung telpon membuatku kembali mengalihkan pandanganku dan menatap langit-langit kamar Kris.

“ Mm….. aku tidak janji oppa. Tapi aku akan usahakan.”

“ Baiklah. Aku sudah tak sabar untuk bertemu denganmu secepatnya, Soo mi-ah.”

Aku tersenyum kecil. “ Aku juga tak sabar, Oppa.”

Dia kembali tertawa. “ Aku harus masuk sekarang, Soo mi-ah. Sampai jumpa dua jam lagi.”

“ Ne, Oppa. Sampai jumpa dua jam lagi.” Lalu hubungan telpon itu terputus. Aku menghela napas pelan. Aku bingung. Bisa dibilang sekarang aku sangat bingung. Aku sangat merindukan Seunghyun oppa. Sangat merindukannya sampai membuatku ingin segera berlari menghampirinya. Tapi di satu sisi aku justru merasa enggan. Enggan untuk meninggalkan namja yang masih tertidur sambil memelukku ini.

 

AUTHOR POV

Cukup lama Han soo mi menatap wajah Kris yang masih tertidur pulas itu. Dia tersenyum lalu melirik jam dinding yang ada di kamar itu. Sudah saatnya untuk pergi kalau dia memang ingin bertemu dengan Choi Seung Hyun.

Dia menyingkirkan tangan Kris dari pinggangnya dengan perlahan lalu segera bangkit. Berharap tindakannya itu sama sekali tak membangunkan pria yang sedang tertidur itu. Untuk yang kesekian kalinya dia kembali menatap wajah pria itu dan tersenyum.

Dia lalu mengelus wajah Kris dengan sangat lembut. Berusaha tak membangunkannya lalu mengecup keningnya sambil tetap tersenyum lembut. “ Tidurlah yang nyenyak. Aku janji akan segera kembali lagi.” Dia lalu bangkit dan berjalan perlahan keluar dari kamar setelah membereskan barang-barangnya.

Dan tanpa dia sadari pria yang dipikirnya masih tidur, membuka kedua matanya dan menatap kepergiannya dengan tatapan kosong. Kris menghela napas panjang lalu menatap kedua tangannya dengan tatapan hampa. Kenapa susah sekali untuk membuat gadis itu tetap berada di sisinya?

CHOI SEUNG HYUN POV

Akhirnya aku tiba juga di Korea setelah dua minggu berada di Jepang untuk menyelesaikan pekerjaanku sebagai public figure bersama ke empat temanku yang lain. Dan sungguh rasanya sangat melelahkan. Aku melirik kearah keempat dongsaengku yang berjalan beriringan dengan ku.

Tampak jelas di wajah mereka kalau mereka juga sangat lelah. Namun anehnya senyum lebar tak pernah hilang dari wajah mereka. Dan tak lama aku tau alasannya begitu mendengar teriakan-teriakan histeris dan juga kilatan-kilatan cahaya blitz yang menyilaukan mata. Ternyata kepulangan kami telah disambut oleh para penggemar kami.

Aku tersenyum lebar sambil melambaikan tanganku pada mereka dan membuat teriakan-teriakan histeris itu semakin menggila. Aku kembali tersenyum sementara rasa lelah yang tadi kurasakan entah menguap ke mana. Mungkin ini karena kehadiran mereka semua. Dan aku bersyukur karena memiliki para penggemar seperti mereka. Karena tanpa mereka semua, aku dan yang lain pasti tak dapat berdiri dii tempat kami sekarang.

Aku lalu menatap para penggemar itu dengan seksama. Mencari sosok yoeja yang sudah lama kurindukan itu. Bukankah tadi aku sudah menghubunginya dan dia bilang kalau dia akan datang. Tapi kenapa aku belum juga menemukan sosoknya diantara sekian banyak orang ini? Apa dia tak bisa dating? Atau dia sedang dalam perjalanan?

“ Hyung.”

“ Hyung!”

“Hyung!!!” aku langsung menoleh dan menatap  Jiyong yang juga menatapku dengan kesal. “Wae?” tanyaku bingung.

Dia mendengus. “ Aku jadi malas mengatakannya. Dari tadi kau kupanggil tapi sama sekali tak merespon.” Katanya kesal lalu memalingkan wajahnya dari tatapanku.

“ Memangnya apa yang ingin kau katakan?” tapi dia sama sekali tak menjawab. Sepertinya dia benar-benar kesal denganku. Aku mendengus lalu menatap yang lain yang sedang berusaha menahan tawanya. “ Kalian tau apa yang ingin dikatakan Jiyong?”

Seungri dan Daesung mengangguk sambil tersenyum sementara Yongbae menunjuk kearah kerumunan penggemar. “ Orang yang kau cari dari tadi ada di sana, hyung.”

Aku langsung menoleh kearah yang di tunjuk oleh Yongbae dan tersenyum lebar. Dia ada di sana. Berdiri agak jauh dari kerumunan dan sedang menatapku sambil tersenyum manis. Tanpa pikir panjang dan tanpa mempedulikan yang lain aku langsung berjalan menghampirinya. Hanya satu yang ada di pikiranku saat ini, yaitu menghampirinya dan merengkuhnya ke dalam pelukanku.

AUTHOR POV

Han soo mi merasa jantungnya berhenti berdetak begitu melihat Choi seung hyun menyeruak kerumunan dan berjalan menghampirinya dengan senyum lebar. Membuat kerumunan penggemar dan wartawan menatap kearahnya dengan penasaran.

Ingin rasanya Soo mi berbalik dan langsung pergi sejauh mungkin, namun anehnya kedua kakinya sama sekali tak bisa digerakkan. Seolah telah menempel dengan erat pada lantai marmer bandara itu.

Lalu Soo mi merasa napasnya seolah berhenti saat sosok Choi seung hyun berdiri tepat di hadapnnya. Masih dengan senyum lebar yang membuat Soo mi sadar kalau dia sangat merindukan pria itu.

“ Wae? Kau tidak ingin memelukku? Atau mungkin sekedar menyapaku? Kupikir kau sangat merindukanku.”

Tanpa pikir panjang lagi, Han soo mi langsung berlari menuju pria itu dan memeluknya dengan erat. Membuat Choi seung hyun sedikit terkejut lalu tertawa kecil sambil membalas pelukannya dengan erat.

Para penggemar dan wartawan terkejut lalu bersorak riuh. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikan kejadian itu dalam foto. Sementara keempat member Big Bang yang lain hanya tersenyum melihat hal itu.

“ Oppa. Oppa…oppa…oppa…”

Choi seung hyun kembali tertawa kecil begitu mendengar perkataan riang Soo mi. “ Sepertinya kau sangat merindukanku.” Bisiknya lembut tepat di telinga Han soo mi.

 

HAN SOO MI POV

“ Sepertinya kau sangat merindukanku.” Dia berbisik lembut tepat di telingaku. Membuatku tersenyum sambil menyandarkan kepalaku di bahunya. “ Memangnya kau tidak?”

“ Kau tau? Aku bahkan nyaris gila karena terlalu merindukanmu.” Aku tertawa kecil mendengar perkataannya itu. “ Kau terlalu berlebihan, Oppa.”

“ Jadi, kau tak percaya denganku?”

Aku kembali tertawa kecil. “ Anii. Aku percaya padamu.” Mendengar jawabanku dia semakin mempererat pelukannya padaku. Dan membuatku semakin tersenyum.

“ Ehem….. ehem.”

Aku menoleh dan menatap bingung GD oppa yang entah sejak kapan telah berdiri di samping Seung hyun. Sementara Seung hyun oppa langsung melepaskan pelukannya dan juga menatap GD. Lalu tiba-tiba saja sebuah jaket kulit tersampir di kepalaku dan menutupi seluruh wajahku.

“ YA!!! Apa-apaan kalian?” kudengar Seung hyun oppa membentak. Aku berniat untuk menyingkirkan jaket kulit itu dari atas kepalaku tapi seseorang menahan tanganku untuk melakukannya.

“ Mianhe, hyung. Tapi kami terpaksa melakukannya. Sadar atau tidak, sekarang semua orang sedang memperhatikan kalian berdua. Termasuk para wartawan.” Aku terkejut mendengar penjelasan Taeyang oppa yang sepertinya berdiri di belakangku. Astaga!! Bisa-bisanya aku lupa kalau sekarang aku sedang berada di bandara. Dan bodohnya lagi aku lupa kalau saat ini para wartawan dan penggemaar Big Bang sedang berkumpul untuk menyambut kedatangan mereka.

Ya ampun!!! Bisa-bisanya aku melupakan hal yang ada di depan mataku. Aku yakin sebentar lagi akan beredar kabar tentang hal ini. Ck, sebentar lagi hidupku tak akan nyaman seperti biasanya.

“ Paboya!!! Ck, kenapa aku bisa sampai lupa dengan kehadiran mereka?” aku mendengar Seung hyun oppa mendengus kesal. Lalu kurasakan satu tangannya merangkul pundakku dengan erat dan mulai menuntunku untuk berjalan disampingnya. “ Apa mobilnya sudah siap?”

“ Ne. Menejer hyung sudah menunggu kita dari tadi.” Jawab Seungri.

Lalu langkah kami semakin cepat. Dari arah belakang terdengar derap kaki yang mengikuti kami dan juga berbagai pertanyaan dari waratawan yang terlontar cukup keras. Seung hyun kembali mendengus kesal dan mempercepat langkah kami.

“ Tenanglah, hyung. Aku yakin berita yang muncul bukan berita yang buruk. Selain itu wajah Soo mi juga tak terlihat jelas.” Daesung berusaha menenangkan Seung hyun oppa.

“ Kau yakin?”

“ Mm….. aku tak yakin 100%.”

“ Ck, percuma saja kalau begitu.” Sepertinya Seung hyun oppa kembali kesal. “ Aku tidak peduli dengan berita yang akan muncul. Yang kupedulikan hanya wajah Soo mi terlihat jelas atau tidak. Kalau wajahnya terlihat jelas berarti kehidupannya tak akan normal lagi. Selain itu aku takut jika dia mulai mendapatkan terror dari para penggemar fanatic.”

Aku tersenyum kecil mendengarnya begitu khawatir padaku. “ Gwenchana oppa. Kau tak perlu sampai seperti ini. Aku tak masalah.”

“ Kau yakin?” tanyanya memastikan.

Aku mengangguk sambil tersenyum meskipun aku yakin dia tak dapat melihat senyumku karena terhalang oleh jaket yang menutupi kepalaku ini. “ Ne, aku yakin. Selama kau berada di sisiku aku yakin aku akan baik-baik saja.”

Dia tertawa dan semakin mempererat rangkulannya pada pundakku. “ Bagaimana mungkin aku tak merindukanmu kalau kau selalu bersikap seperti ini padaku, Soo mi-ah.”

 

AUTHOR POV

Han soo mi menyingkirkan jaket yang menutupi kepala dan seluruh wajahnya begitu mereka semua berada di dalam mobil mini bus yang membawa mereka keluar dari bandara. Dia menoleh sekilas ke belakang dan melihat mobil para wartawan yang masih mengikuti mereka.

Dia lalu menatap wajah para pria yang berada di dalam mobil bersamanya. “ Aku sudah membuat masalah, mianhe.”

Choi seung hyun tersenyum lalu mengacak rambut Soo mi gemas. Sementara yang lain hanya tertawa kecil. “ Gwenchana. Kau tak perlu memikirkan tentang hal ini.”

“ Lalu bagaimana dengan orang-orang yang masih mengikuti kita itu?” Tanya Soo mi sambil kembali menengok ke belakang. Mendengar hal itu, Choi seung hyun ikut menengok ke belakang lalu menggeleng pelan sambil menggaruk tengkuknya. “ Molla. Tapi yang jelas kami tak bisa langsung mengantarmu pulang kalau para wartawan itu masih mengikuti seperti ini.”

“ Kalau beegitu kita langsung kembali saja ke dorm. Lagipula jadwal kita kosong untuk hari ini selain itu mereka pasti akan berhenti mengikuti kita begitu sadar kalau kita langsung kembali ke dorm.” Usul Kwon jiyong lalu menatap yang lain.

Yang lain setuju sementara Han soo mi hanya diam sambil menatap keluar jendela. Menatap kearah gedung-gedung di pinggir jalan yang mereka lewati sementara pikirannya kembali memikirkan Kris dan semua kejadian diantara mereka.

Han soo mi menghela napas pelan. Seharusnya dia menungggu Kris bangun baru pergi menemui Seung hyun, bukannya pergi diam-diam seperti ini. Karena hal itu justru membuat perasaannya jadi tak enak.

“Wae geurae?”

 

CHOI SEUNG HYUN POV

“Wae geurae?” tanyaku saat melihatnya menghela napas pelan sambil menatap keluar jendela. Apa dia merasa terbebani karena masalah ini? Ck, bodohnya aku sampai lupa dengan kehadiran para penggemar dan juga wartawan. Selain itu aku juga tak bisa menahan diriku saat melihatnya. Seharusnya aku bisa menahan diri untuk tak menghampirinya sampai kerumunan wartawan dan penggemar itu pergi. Tapi jujur aku tak bisa melakukannya.

Saat melihatnya tiba-tiba saja pikiranku kosong. Yang ada di kepalaku hanya senyumannya yang tertuju padaku.

Dia menoleh dan tersenyum padaku. “Amugeotdo aniya” jawabnya singkat.

“ Jinja?” tanyaku ragu. Dia kembali tersenyum dan mengangguk yakin. Lalu dia menatapku cukup lama. “ Wae?”

“Kau tidak lelah? Kalau jadi kau, aku pasti akan menggunakan waktu yang ada untuk istirahat.” Aku tersenyum mendengar perkataannya lalu mengacak rambutnya gemas. “Aku lebih memilih untuk memandangmu daripada tidur.”

Dia mendengus mendengar jawabanku lalu memalingkan wajahnya yang memerah karena ucapanku. Aku tertawa kecil sementara dia tetap tak menatapku. “ Kalau jadi kau, aku akan tetap memilih tidur.” Katanya sambil menatap lurus ke depan.

Aku kembali tersenyum. “ Baiklah kalau itu mau mu.” Aku lalu menyandarkan kepalaku di bahunya sambil menutup kedua mataku. Sementara dia terkejut dan langsung menoleh kearahku. Aku tau karena aku merasakan napasnya yang menyentuh kulitku.

“ Oppa, apa yang kau lakukan?” tanyanya sedikit panik.

“ Mencoba untuk tidur.” Jawabku tanpa membuka kedua mataku.

“ Kalau sepeti ini tidurmu justru tak akan nyaman, oppa.”

“ Anii. Aku justru merasa sangat nyaman seperti ini. Jadi jangan bergerak kalau kau memang mau aku benar-benar tidur.”

Dia terdiam. Sepertinya setuju untuk menuruti perintahku. Aku tersenyum kecil lalu menggerakkan sedikit kepalaku. Mencari posisi yang nyaman lalu mencoba untuk tidur. Dengan cara seperti ini aku bisa tidur sambil tetap merasakan keberadaannya di sampingku.

 

HAN SOO MI POV

“ Oppa, apa yang sedang kau lakukan?” tanyaku kaget begitu merasakan Seung hyun menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku menoleh dan jantungku tiba-tiba saja berhenti berdetak begitu melihat wajahnya yang begitu dekat denganku.

“ Mencoba untuk tidur.” Jawabnya tanpa membuka kedua matanya sama sekali.

“Kalau sepeti ini tidurmu justru tak akan nyaman, oppa.” Kataku lagi.

“ Anii. Aku justru merasa sangat nyaman seperti ini. Jadi jangan bergerak kalau kau memang mau aku benar-benar tidur.” Mendengar jawabannya itu, aku langsung terdiam. Lalu mengalihkan tatapanku darinya. Sementara dia menggerakkan kepalanya untuk mencari posisi yang nyaman lalu kembali tertidur.

Aku sebisa mungkin tak bergerak agar tak mengganggu istirahatnya. Dan kulihat yang lain tengah berusaha menahan senyum mereka agar tak berkembang menjadi tawa. Aku hanya mendengus pelan lalu mengalihkan tatapanku ke luar jendela. Membayangkan apa yang sedang dilakukan Kris saat ini.

Aneh. Kenapa tiba-tiba aku memikirkan Kris? Padahal belum lama aku meninggalkannya tapi aku sudah sangat merindukannya. Apa  yang sedang dilakukannya? Apa dia mencariku begitu terbangun atau mungkin dia masih tidur? Huhft… aku jadi ingin cepat-cepat bertemu dengannya.

Lalu aku tersadar dari lamunanku begitu mobil berhenti di dalam lapangan parkir gedung. Aku menatap sekeliling dengan bingung sementara yang lain sudah keluar dari dalam mobil.

“ Kajja. Kita sudah sampai.” Kata GD lalu keluar dari dalam mobil.

“ Tolong bangunkan Seung hyun hyung. Tidurnya nyenyak sekali.” Ujar Seungri lalu ikut keluar bersama yang lain.

“YA!! Kenapa harus aku?” protesku langsung. Sementara keempat namja itu tertawa kecil. “Karena dia tidur sambil bersandar padamu. Selain itu kami tak berani membangunkannya.” Setelah mengatakan itu Daesung dan yang lain langsung bergegas masuk ke dalam gedung. Meninggalkanku berdua dengan Seung hyun oppa yang masih tidur dengan pulasnya.

Aku menoleh dan mengamati wajah namja yang sedang tidur sambil bersandar pada bahuku itu. Mengamati setiap lekuk wajahnya yang tampak damai seolah tak memiliki beban sama sekali dipundaknya.

Aku tersenyum kecil. Wajah Choi seung hyun yang sedang tertidur sangat mirip dengan wajah Kris saat tidur. Sama-sama terlihat damai seolah tak memiliki masalah sama sekali. Dan sama-sama mampu membuatku terhanyut hanya dengan menatap wajah mereka.

“ Mau sampai kapan kau menatapku seperti itu, Soo mi-ah?” tanyanya lembut tanpa membuka kedua matanya sama sekali. Dan pertanyaannya itu berhasil membuatku terkejut dengan wajah merona merah.

 

AUTHOR POV

“ Mau sampai kapan kau menatapku seperti itu, Soo mi-ah?” Soo mi terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Seung hyun itu sambil masih tetap menutup kedua matanya.

“ Oppa, kau sudah bangun?”

Seung hyun tersenyum lalu membuka kedua matanya tanpa mengangkat kepalanya sama sekali. “Bisa dibilang aku bahkan tak bisa tidur karena kau terus menatapku. Wae? Jangan-jangan kau suka padaku.”

“ Aku memang menyukaimu.” Kata-kata Soo mi itu berhasil membuat Seung hyun mengangkat kepalanya dan menatap Soo mi dengan tatapan terkejut. “ Jinja?”

Han soo mi mengangguk sambil tersenyum manis. “ Aku menyukaimu. Sangat menyukaimu juga GD oppa, Taeyang oppa, Daesung oppa, dan Seungri oppa. Aku benar-benar menyukai kalian semua dan merasa beruntung karena bisa dekat dengan kalian.” Jawabnya panjang lebar dengan wajah polosnya yang berseri-seri. Tampak seperti anak kecil yang menceritakan hobi barunya pada teman dekatnya.

Choi seung hyun mendengus kesal sambil mengalihkan pandangannya dari Soo mi. “ Bukan itu jawaban yang kuinginkan.”

“ Nde?” Tanya Soo mi. Sepertinya dia sama sekali tak mendengar perkataan Seung hyun tadi.

Choi seung hyun menggeleng. “ Lupakan saja.” Dia lalu meraih tangan Soo mi dan membuka pintu mobil. “ Kajja,kita susul yang lain ke dorm. Setelah ganti baju aku ingin mengajakmu pergi.”

“ Ke mana, oppa?”

“ Menemaniku belanja.”

 

WU YI FAN POV

“ Hyung.”

Aku yang baru saja keluar dari dalam kamar langsung menatap Tao yang memanggilku dari ruang tengah. “ Waeyo?” tanyaku sambil menutup pintu lalu berjalan menghampirinya.

“ Temani aku belanja ya, hyung.” Rengeknya sambil memasang wajah aeigonya. Aku hanya tersenyum lalu mengangguk sambil mengacak rambutnya pelan. Tak ada salahnya juga aku menemaninya belanja hari ini. Lagipula aku sedang bosan dan bad mood. Bad mood karena Soo mi meninggalkanku pagi-pagi sekali hanya untuk menjemput namja idolanya itu.

Aku menghempaskan diriku ke sofa dengan sedikit kesal. Kenapa susah sekali membuat yoeja itu untuk tetap berada di sisiku? Apa aku harus memborgol tangannya agar dia tak bisa pergi jauh dariku? Ck, apa bagusnya sich idolanya itu sampai-sampai dia rela melakukan apapun demi namja itu.

Tidurlah yang nyenyak. Aku janji akan segera kembali lagi. Kata-katanya itu kembali terngiang dengan jelas di telingaku. Apa dia sungguh-sungguh akan kembali lagi ke sisiku? Atau justru dia tak akan kembali dan kata-katanya tadi adalah ucapan selamat tinggal?

Ck. Aku mengacak rambutku dengan sedikit kesal. Han soo mi kau satu-satunya yoeja yang berhasil membuatku merasa sangat kacau.

“ Tenanglah, hyung. Aku yakin noona akan kembali ke sisimu.” Aku langsung menoleh dan menatap Tao. Sementara anak itu hanya tersenyum kecil tanpa menatapku sama sekali.

 

CHOI SEUNG HYUN POV

Ini untuk yang kesekian kalinya aku melihatnya melamun sambil menungguku yang sedang memilih baju. Bahkan dia sama sekali tak mendengarku yang terus memanggilnya. Ada apa dengannya hari ini. Dia tampak tak bersemangat sama sekali. Apa dia merasa bosan?

“ Soo mi-ah.” Panggilku untuk yang kesekian kalinya sambil menepuk bahunya pelan. Membuatnya terlonjak kaget lalu menatapku.

Dia menghela napas pelan begitu mengetahui akulah yang menepuk bahunya. Dia lalu tersenyum dan menatapku dengan lembut. “ Sudah selesai?”

Aku hanya menggeleng pelan lalu duduk di sampingnya. Sementara dia menatapku dengan bingung. “ Kalau belum selesai kenapa malah duduk di sini, oppa? Apa kau lelah?”

Aku kembali menggeleng dan membuatnya semakin penasaran. “ Lalu?” tanyanya lagi dan aku tersenyum sambil mengacak rambutnya gemas. “ Aku mengkhawatirkanmu, Soo mi-ah.”

“ Nde?” dia tampak bingung mendengar perkataanku. “ Memangnya aku kenapa?”

Aku kembali tersenyum. “ Kau tampak tak bersemangat. Wae? Apa karena bosan menemaniku belanja? Aku pikir para yoeja justru senang bila diajak belanja.”

Dia tertawa kecil lalu menyandarkan kepalanya di bahuku. “ Anii, oppa. Aku tidak bosan menemanimu belanja. Aku hanya merasa sedang kacau.”

“ Kacau?” tanyaku dengan alis terangkat. Dan dia hanya mengangguk. “ Kau sedang punya masalah?”

Dia tersenyum kecil. “ Bisa dibilang begitu.” Katanya pelan.

“ Kau ingin menceritakannya?” tanyaku sedikit khawatir. Dia menggeleng sambil masih tetap tersenyum kecil. “ Lain kali saja. Karena aku sendiri tak yakin dengan masalah yang sedang kuhadapi ini, oppa.”

“ Baiklah kalau itu memang maumu. Kita lanjutkan belanjanya?” tanyaku dan dia hanya mengangguk sebagai jawabannya. Aku langsung bangkit dan mengulurkan tanganku padanya. “Kajja. Setelah selesai belanja, kita pergi makan.”

Dia tersenyum manis lalu meraih tanganku. “ Tapi aku yang memilih makanannya. Otthe?” Aku mengangguk sambil menggenggam tangannya dengan erat. “ Terserah kau saja. Yang penting kau senang.” Kataku lalu mengacak rambutnya dengan gemas dan dia hanya tertawa kecil.

“ Noona.” Dia langsung menghentikan tawanya dan menoleh kearah suara yang memanggil tadi. Aku ikut menoleh dan menatap heran kearah dua namja yang berjalan menghampiri kami. Satu dengan wajah yang berseri-seri sementara yang satu lagi dengan wajah kaku sambil menatapku dengan tajam. Dan aku semakin heran lagi saat merasakan Soo mi menarik tangannya dari genggamanku.

Aku menoleh kearah yoeja itu dan menyadari kalau dia berdiri membeku sambil menatap kearah dua namja itu. Atau lebih tepatnya menatap kearah namja tinggi dengan rambut berwarna coklat pasir yang membalas menatapnya dengan tajam dan ekspresi kaku.

Aku kembali menatap Soo mi dan kembali menyadari aura ketegangan yang mulai mengelilingi kami. Aku terdiam. Melihat sikap Soo mi sekarang aku dapat menebak siapa namja berambut coklat pasir. Kris. Namja itu pasti Kris.

Menyadari hal itu membuatku mengepalkan tangan sambil menatap dua namja itu dengan tajam. Apapun yang terjadi aku tak akan membiarkan Soo mi pergi dari sisiku dan kembali pada Kris.

 

WU YI FAN POV

“ Hyung.” Aku menoleh dan menatap Tao yang berdiri di sampingku sambil membawa dua pasang T-shirt. “ Menurutmu mana yang bagus?” tanyanya.

Aku menatap kedua T-shirt itu lalu mengangkat bahu. “Molla. Kan kau yang ingin memakainya, jadi pilih saja yang paling kau sukai.” Saranku lalu kembali memilih-milih T-shirt untukku sendiri.

“ Hyung.” Tao kembali memanggilku dengan sedikit merengek. “ Hm…., apa lagi?” tanyaku tanpa mengalihkan tatapanku dari sederet T-shirt yang menurutku menarik.

“ Aku masih tetap bingung, hyung. Aku menyukai kedua T-shirt ini.” katanya lagi. Aku menghela napas pelan tanpa menoleh sama sekali. “ Kalau begitu ambil saja keduanya.”

“ Ah, kau benar hyung.” Serunya girang. “ Kenapa aku tak memikirkannya dari tadi?” katanya lagi dan aku hanya bisa tertawa kecil. Anak ini entah benar-benar polos atau bodoh. Kadang-kadang bisa bersikap lebih dewasa dariku tapi kadang-kadang dia juga sangat kekanak-kanakan. Tapi aku bersyukur bisa mengenal orang sepertinya.

“ Hyung.” Dia kembali memanggilku sambil menepuk bahuku pelan. “ Apa lagi, Tao?” tanyaku tanpa menoleh.

“ Bukankah itu Soo mi noona? Siapa namja yang bersamanya ya? Sepertinya aku pernah melihat namja itu di suatu tempat. Wajahnya tidak asing.” Mendengar perkataannya itu membuatku langsung menoleh dan mengikuti arah pandangannya.

Aku tertengun. Tak jauh dari tempatku aku melihat Soo mi sedang bersama dengan namja idolanya itu, Choi seung hyun atau yang mungkin dikenal sebagai T.O.P Big Bang. Tiba-tiba saja aku merasa sangat marah. Apalagi saat melihat dia dapat tersenyum bahagia bersama namja lain yang bukan aku. Rasanya saat ini aku ingin menghancurkan semua barang yang ada di dekatku.

“ Bagaimana kalau kita temui saja mereka, hyung.” Suara Tao menyadarkanku. “ Otthe, hyung?” aku menggeleng. “ Lebih baik kita pulang.” Jawabku lalu berbalik dan berniat untuk pergi.

Tao menahan tanganku. “ Jangan bilang kau takut, hyung.” Kata-katanya itu membuatku kembali menoleh kearah Tao dan menatap anak itu dengan tajam. Takut? Aku? Yang benar saja. Untuk apa aku takut.

“ Kalau kau memang tak takut, kenapa kita tak pergi menemui mereka?” tuntut Tao sambil membalas tatapanku.

Aku menghempaskan tangannya dari bahuku. “ Baiklah. Kita temui mereka.” Kataku sedikit kesal. Tao tersenyum lebar lalu berjalan dengan girang mendahuluiku sementara aku hanya mengikuti anak itu dengan malas.

“ Noona.” Tao memanggil tepat sebelum kedua orang itu pergi. Kulihat Soo mi langung menoleh dan terkejut. Dan entah hanya karena reflex atau karena dia melihatku, dia langsung menarik tangannya dari genggaman Choi seung hyun dan hal itu sedikit membuatku terhibur. Hanya sedikit.

“ Tao, Kris, sedang apa kalian di sini?” Tanya Soo mi sambil tersenyum kecil. Aku mendengus pelan. Tentu saja untuk belanja. Memangnya apa lagi? Kencan seperti dia dan Choi seung hyun? Oh, yang benar saja!!!

“ Aku dan Kris hyung sedang mencari T-shirt. Kau sendiri? Oh ya noona siapa namja yang bersamamu ini?” Tanya Tao langsung sambil menatap Choi seung hyun dan tersenyum sopan.

“ Dia temanku.” Lalu Soo mi menoleh kearah Choi seung hyun yang masih menatapku dengan tajam. “ Oppa, kenalkan. Mereka teman-temanku, Huang zi tao dan Wu yi fan.” Lalu dia kembali menatap aku dan juga Tao. “ Dan ini adalah Choi seung hyun.”

Tao membungkukkan badannya 90°, memberi salam. Sementara aku hanya membungkuk sedikit. “Senang berkenalan denganmu, Seung hyun ~ssi.” Kata Tao ramah. Sementara aku masih tetap diam.

Choi seung hyun tersenyum kecil sambil membungkukkan badannya. “ aku juga senang berkenalan dengan kalian, Tao~ssi, Yi fan~ssi.”

Aku berusaha tersenyum walau rasanya sangat sulit. “ Kau bisa memanggilku Kris saja.” Kataku dengan nada yang menurutku ramah.

“ Baiklah, Kris~ssi.” Dia tersenyum lalu menatapku dan Tao juga dengan baraang belanjaaan kami. “ Apa kalian sudah selesai? Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Itupun kalau kalian tak keberatan.” Ajaknya.

Tao langsung menatapku meminta persetujuan. Sementara aku sama sekali tak menghiraukannya. Aku hanya terus  menatap Soo mi yang sama sekali tak ingin menatapku.

“ Sepertinya lain kali saja.” Tao menolak dengan sopan.

“ Anii, Tao. Tak ada salahnya juga kita ikut makan siang bersama. Lagipula kita tak ada kegiatan lagi.” Kataku. Tao kembali menatapku dengan heran sementara Choi seung hyun tersenyum kecil. Dan Soo mi masih tetap tak ingin menatapku.

Aku tersenyum sinis. Kenapa kau bersikap seperti itu Soo mi?  Kau takut aku akan melukai wajah tampan idola tersayangmu itu? Tenang saja, aku tak akan melakukan hal itu. Aku hanya ingin memastikan kata-katamu saja, apa kau akan kembali ke sisiku setelah ini atau tidak.

 

AUTHOR POV

Ke empat orang itu masuk ke dalam kafe yang cukup ramai. Beberapa orang menatap kearah mereka dengan pandangan penasaran. Atau lebih tepatnya menatap salah seorang diantara mereka yang berpenampilan cukup mencolok. Dengan syal yang menutupi hampir separuh wajahnya juga kacamata hitam dan juga topi.

Gadis yang berjalan tepat di samping pria berpenampilan mencolok itu tertawa geli. “ Kau jadi pusat perhatian karena penampilanmu yang terlalu berlebihan itu, Oppa.” Katanya geli.

Pria itu mendengus lalu melepaskan topinya dan langsung memasangkannya ke kepala gadis itu. “ Justru kalau tak seperti ini aku akan semakin menarik perhatian.”

Gadis itu tersenyum. “ Lalu kenapa justru aku yang memakai topi milikmu ini?”

“ Itu agar kau tak di kenali, pabo. Wajahmu sekarang pasti ada di internet karena kejadian tadi pagi saat di bandara.”

Han soo mi yang baru saja akan melepaskan topinya kembali menarik topi itu dan memakainya seerat mungkin. Memastikan wajahnya tak terlihat dengan jelas. Dan wajah paniknya yang terlihat polos membuat Choi seung hyun tertawa geli sambil menepuk kepala gadis itu dengan sayang.

“ Ehem…” Choi seung hyun menoleh dan menatap dua pria lain yang berjalan di belakang mereka. Sementara Soo mi tetap menatap lurus ke depan sambil menunduk menyembunyikan wajahnya.

“ Maaf mengganggu kalian berdua. Aku hanya ingin bertanya apa kalian sudah menentukan meja mana yang akan kita tempati?” Tanya salah satu diantara ke dua pria itu.

Choi seung hyun melihat pria bermabut cokelat pasir itu sekilas lalu kembali menoleh kearah Soo mi. “ Soo mi~ah, kau ingin duduk di mana?”

“ Aku terserah kalian saja.” Jawab Soo mi tanpa berbalik sama sekali.

“ Atau begini saja, kalian berdua cari meja yang kosong sementara aku dan Soo mi noona yang akan memesan makanan.”

Choi seung hyun dan juga Kris langsung menatap Tao dengan tajam walau tak terlalu kentara. Sementara Tao dengan wajah polosnya langsung menarik tangan Soo mi dan mengajaknya pergi untuk memesan makanan mereka secara langsung.

Kris dan Seung hyun saling menatap sekilas lalu kembali melanjutkan langkah mereka. “ Jadi, kita mau duduk di mana?” Tanya Seung hyun.

“ Aku terserah kau saja.” Jawab Kris datar sambil menatap sekeliling mereka.

“ Baiklah. Kalau begitu kita duduk di sana saja sambil menunggu mereka berdua. Otthe?” Tanya Seung hyun lagi sambil menunjuk meja paling pojok yang menghadap kearah jendela. Kris hanya mengangguk dan terus mengikuti Seung hyun tanpa mengatakan apapun.

“ Ada satu hal yang ingin ku katakan padamu, Kris.” Seung hyun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik. Menatap Kris tajam tepat di kedua matanya.

“ About what?” Kris kembali menatap tajam Seung hyun. Seolah menjawab tantangan yang diberikan padanya.

“ Aku tak akan menyerahkan Soo mi padamu. Aku akan tetap membuatnya berada  di sisiku.”

Wajah Kris berubah serius mendengar ucapan Seung hyun itu. Dia semakin menatap tajam Seung hyun sementara orang yang ditatapnya itu kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya.

“ Dan bagaimana caranya kau membuat dia tetap berada di sampingmu? Kau bahkan belum mengenalnya cukup lama.”

“ Aku tak memerlukan waktu yang lama untuk mengetahui segala hal tentang dirinya. Dan tidak butuh waktu yang lama juga untuk dekat dengannya.”

Kris tersenyum sinis. “ Kau tau sebenarnya hal ini cukup lucu. Kau bilang kau tak akan menyerahkan Soo mi padaku seolah-olah kau sudah memilikinya.”

Seung hyun kembali menghentikan langkahnya dan berbalik. “ Dia memang belum menjadi milikku. Tapi dia pasti akan menjadi milikku.” Ujarnya dengan sangat yakin.

Kris kembali tersenyum sinis. “ Kau tak akan pernah memilikinya. Karena aku tak akan pernah membiarkannya pergi dari sisiku.”

Ke dua pria itu saling menatap tajam dengan tangan masing-masing yang tanpa sadar terkepal dengan kuat. Para pengunjung lain menatap mereka dengan penasaran dan menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

“ Hyung.” Kris langsung tersadar dan menoleh begitu mendengar Tao memanggilnya. Sementara Seung hyun menatap sekeliling. Mencari sosok Soo mi yang seharusnya bersama dengan Tao.

“ Di mana Soo mi?” Kris dan Seung hyun bertanya bersamaan.

Tao tampak bingung untuk menjelaskan. “ Soo mi noona. Dia………”

~TBC~

Otthe chigudeul? Bagus gak? Kalian pasti penasaran kan sama penutup chapter yang ini hehe….*senyum licik bareng Kris* Nah menurut kalian apa yang terjadi dengan Soo mi? Jawabannya akan di temukan di chapter selanjutnya. Oh ya ada pengumuman penting nih buat chigudeul dari author. Sebentar lagi Stand by me bakalan tamat *prok…..prok….prok….* semoga kalian tetap terhibur dan makin penasaran dengan akhirnya J

 

About these ads

About Nisha_bacon627

백현-영재-예성-혜성 | 엑소, 비에이피, 슈주, 그리고 신화 , ~나는 앞으로 만나서요 , 오빠들 :* ^^ |

Posted on Januari 10, 2013, in Multi Chapter, Romance and tagged , . Bookmark the permalink. 21 Komentar.

  1. Waaah gak sabar nunggu end nya , semoga jangan lama” ya penasaran banget.

  2. okelah thor, next part jgn lama2 ne? :*

  3. What?? Apa?? Hah?? Tamat??? Yg bener thor???
    Aku harap sih Soo Mi akhir nya milih Kris, karna gimana pun juga feel nya lebih banyak sama Kris, klo T.O.P *B.G.T* paling cuma sebatas fans yg beruntung *reader sotoy*
    Ayo dilanjut next chapter nya thor!!!
    Penasaran sama ending chapter ini, Soo Mi nya jangan2 kabur sangking takut(?) nya sama Kris??? What???

  4. wah ,,makin seru
    wu yi fan vs choi seung hyun

  5. thor,,, request ya!!!
    Soo mi nya sama TOP az dech, soalnya mereka terlihat/terbaca lebih cocok,,, :)
    dan Kris kynya lebih cocok sama aq,,
    hahahahaha #masangperisaibiargakkenatimpuk#

    mohon publish part selanjutnya,secepat yg author bisa, thanks <3

  6. …Bagus lho Thor …Lanjut ya^^
    Ohya,FF ini tamatnya pas Chap. Berapa,,??
    And jangan lama-lama O_O

  7. Min mana kelanjutannya ? Chapter 11 nya? Ko aku ga dapet2 nyarinya?? Padahal inikan udah 2013

  8. keren banget min…. :D

  9. astaga..soo mi buat aku gregetan..dia plin-plan atau bingung..
    Mian..terbawa suasana..hehe..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.387 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: