Phobia Meets Mania (Chapter 1)

Title: Phobia Meets Mania

Author: Nisha_bacon627

Main Cast:

  • Byun Baekhyun
  • Park Chanyeol

Pairing: BaekYeol (Slight KaiSoo)

Genre: Romance / School Life

Lenght: Twoshots

Author’s Note:

  • Annyeong~ Nisha kembali dengan FF BaekYeol… ^^ Kali ini bukan ficlet kok, tapi multichapter ^^v
    Ini bukan sepenuhnya ide Nisha, tapi nytslyer03, salah satu author asianfanfics. Versi asli main cast-nya KyuSung (Kyuhyun & Yesung), tapi entah kenapa pas baca cerita itu, BaekYeol berasa mirip ama KyuSung couple. Dan jadilah Nisha membuat FF ini. Tentu saja dengan izin authornya.. Ada dibeberapa bagian yang Nisha ubah, tapi intinya tetap sama kok.
  • Original Version bisa dibuka disini: http://www.asianfanfics.com/story/view/241543/phobia-meets-mania-eunhae-kyuhyun-yesung-kyusung

~~~~CHEKIDOT~~~~

Phobia Meets Mania

“Menjauh dariku hitam sialan!”

Tebak apa yang terjadi? Sudah hampir setengah jam aku berlari dan mengulang kata-kata makian pada orang yang membuatku seperti saat ini, Kim Jongin, si hitam –begitulah aku menyebutnya, yang tak pernah bosan mengerjaiku barang sekali saja.

“Byun Baekhyun, Annie ingin bertemu denganmu…~ Kemarilah~”

Lihat! Lihat! Dia memang benar-benar gila. Bahkan ia memberi boneka itu nama. Aish… Dasar hitam!

“Hah…Hah…”

Dasar hitam sialan! Membuatku capek saja!
Tapi apa boleh buat, sekarang yang kulakukan hanya bisa lari untuk menjauh sejauh mungkin dan bersembunyi darinya.

Yeah, meskipun aku sedikit berterimakasih padanya karena membuatku menyadari kemampuan berlariku yang ternyata cukup cepat juga. Ingat! Sedikit saja! Karena aku juga kelelahan menghindarinya dan boneka barbie sialan miliknya!

Barbie?

Jangan tanya kenapa!

Itu karena aku, Byun Baekhyun, seorang siswa Hyundai Chunghun High School yang duduk di kelas sebelas menderita Pediophobia. Jika kalian tak mengerti, baiklah…aku akan menjelaskannya. Pediophobia, ketakutan terhadap boneka. Yeah, boneka… sebuah benda tak bergerak tapi entah kenapa aku merasa ada aura kematian yang kuat dari mereka.

Maksudku, kalian pernah menonton Chucky? Sebuah boneka yang bisa membunuh? Yah…karena movie itu yang kunonton saat aku masih kecil di sebuah malam yang tal cerah yang penuh dengan cetar cetir sang petir.

Walaupun aku bilang jangan tanya kenapa, tapi pada akhirnya aku memberi tahu rahasia terbesarku. Cih!

Kembali pada penyakitku, Pediophobia. Kakakku mengoleksi boneka, bahkan berbagai jenis boneka dari seluruh dunia terkumpul di kamarnya. Jangan tanya padaku kenapa ia lebih suka mengoleksi boneka-boneka setan itu daripada mobil-mobilan atau robot yang notabene anak kecil lain sukai, karena aku juga tak tahu sama sekali!

Ada satu boneka yang ia dapatkan dari pamanku sebagai oleh-oleh dari Jepang. Dan aku berani bersumpah, boneka itu yang paling menyeramkan di antara semuanya. Geisha doll atau apalah namanya, aku tak perduli. Menurutku boneka itu lebih mirip dengan sadako –hantu jepang berwarna putih itu.

Di suatu hari yang cerah saat aku berumur tujuh tahun, aku pernah sekali hampir mati karena penyakit yang kuderita ini. Dan coba tebak karena siapa? Itu karena ibu dan ayahku sendiri, secara tak langsung itu memang salah mereka.

Aku tau mereka menginginkan yang terbaik untukku, untuk anak mereka, sehingga mereka menyelidiki cara untuk menyembuhkan penyakitku ini. Salah satu cara yang mereka dapatkan adalah,  ‘sang penderita harus menghadapi ketakutannya itu sendiri’.

Dan jadilah orang tuaku mengunciku di kamar kakakku. Betapa kejamnya mereka saat itu, menurutku. Hasilnya? Selama lima menit aku gemetaran dan ketakutan sebelum kegelapan seluruhnya menguasaiku. Yang kutahu setelahnya, aku berada di rumah sakit dengan kakakku yang mengatakan aku sempat tak bernafas untuk beberapa lama. Singkatnya, aku sempat mati, mungkin?! Great…

“Berhentilah sebentar saja Baekhyunnie…~ Annie hanya ingin bertemu denganmu~.”

Sejujurnya, sekarang aku mulai lelah. Aku harus segera mencari tempat untuk bersembunyi dari si hitam sialan itu!

Kebetulan sekali mataku menangkap sebuah ruangan kecil yang ku ketahui adalah gudang sekolah yang belum pernah kumasuki sebelumnya.

Tanpa ragu aku melangkah masuk dan menutup pintunya cepat. Yang terpenting bersembunyi dari si hitam walaupun hanya untuk sementara, karena aku tahu besok dan seterusnya dia masih akan tetap menyiksaku seperti ini.

Sedikit berjinjit untuk melihat keadaan diluar melalui jendela gudang yang cukup tinggi ini, dan bisa kulihat Jongin mengumpat karena kehilangan jejakku. Hahaha…

Ah! Tubuhku seperti mati rasa!

Aku merengangkan kedua tanganku dan UPS! Ternyata ada orang lain disini. Aku tak sengaja memukul wajahnya saat merenggangkan tanganku.

“Hey, maafkan aku. Aku tak tahu ada kau di sampingku.”

“……………..”

Apakah ia bisu? Ayolah, berkata satu kata saja yang menandakan jika kau memaafkanku, dan aku akan lega. Uh…aku juga tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena ia menyampingiku.

“Hey, maafkan aku eoh?”

Dan saat itu, ketika ia menolehkan wajahnya padaku, seketika itu pula  aku menyesal karena yang ada di depanku sekarang adalah boneka dengan ukuran tubuh manusia.

Nafasku tercekat. Kulit poselen, mata coklat yang tak bergerak dan datar. OH! MY! GOD! Help Me!

Shit! Aku ingin lari, tapi kenapa kakiku tak bisa digerakkan?!

Ah sial!

Selanjutnya, aku hanya bisa berteriak histeris ketika tangan boneka berukuran manusia itu bergerak menuju padaku.

Mendekat, mendekat, semakin medekat.

Aku tak tahu apakah ia menyentuhku atau tidak karena kegelapan telah menguasaiku sebelumnya.

.

.

Ketika aku membuka mata, yang bisa kulihat putih seluruhnya.

Apakah aku di surga?

“Tidak bodoh! Kau ada di ruang kesehatan!” Terdengar seperti suara si hitam.

Kenapa aku disini?

“Jongin membawamu kesini setelah ia mendengarmu berteriak dan menemukanmu pingsan di gudang.”

Si hitam membawaku kesini? Kau pasti bohong.

“YAH! Kau panggil aku hitam lagi, aku akan menunjukkan Annie tepat di depan wajahmu.”

“Jongin!”

“Dia yang memulai Kyungsoo-ah!”

“Aku tak perduli siapa yang memulai!”

Berhenti bertengkar! Kepalaku semakin sakit! Ugh…

“Maaf Baekhyunnie.”

Tak apa. Tapi, kenapa kau bisa membaca pikiranku?

“Apa yang kau katakan? Kau bergumam, bukan kami yang memiliki kemampuan membaca pikiranmu!” Si Hitam berteriak memarahiku dan akhirnya ia mendapatkan pukulan telak di bahunya dari Kyungsoo. Oh sungguh benar-benar sahabatku yang pengertian.

“Baekhyunnie, berhentilah memandang kosong ke atas, tak apa apa-apa disana.”

“Yeah, bahkan para boneka kesukaanmu tak ada disana~…”

“JONGIN!”

Aku tak memperdulikan mereka berdua lagi. Huh, sungguh sial diriku saat ini bersama mereka. Bukannya aku tak bersyukur mempunyai sahabat, Kyungsoo maksudku, bukan Jongin, tapi kepalaku serasa akan pecah karena keributan mereka berdua. Aku tak akan sanggup bersahabat dengan Kim Jongin! Seseorang yang setiap hari membuatku sakit kepala!

“Jam berapa sekarang Soo?”

“Masih waktu istirahat. Kita masih punya waktu dua puluh menit untuk makan. Kau belum makan kan?” Yang bisa kulakukan hanya mengangguk mengiyakan, sembari memasang sepatuku yang sebelumnya terlepas dan berada di bawah tempat tidur ini.

“Baekhyunnie!”

“Wae?” Aku menoleh malas-malasan padanya.

“Um…ini saat yang tepat~”

“Untuk?” Saat yang tepat untuk apa? Tapi, sedetik kemudian aku mengerti karena ia mulai meraih sesuatu dari dalam tas ransel.

Aku mengerti sekarang.

“DASAR HITAM SIALAN!” Saat itu juga aku kembali berlari, tak perduli dengan Kyungsoo yang memanggil-manggil namaku untuk menyuruhku kembali.

“Baekhyunnie, Annie hanya ingin berkenalan dan makan bersamamu~. Ayo kembali..~”

“PERGI DAN MENJAUH DARIKU JONGIN HITAM!”

Ya Tuhan! Tak bisakah kau memberiku kesempatan untuk beristirahat sebentar saja dan menjauh darinya?!

Lari, terus berlari yang ada dalam otakku, sampai seseorang menarikku dan membuatku berhenti.

Huang Zi Tao? Ada apa dengannya? Anak Cina pintar dari kelas unggulan itu ada urusan apa denganku memangnya?

“Tao, kau ingin mengatakan sesuatu?”

Dia mengangguk.

“Eum, sebaiknya jangan untuk saat ini karena aku sedang ada urus-”

“Baekhyunnie, Annie disini~” Aish!! Suara monyet hitam itu lagi! Ok, jangan salahkan aku kenapa menambahkan kata ‘monyet’ di depan nama panggilan original yang kuberikan padanya! Aku sudah terlalu kesal dibuatnya.

Aku kembali manatap Tao serius, “Kau lihatkan? Aku sedang sibuk menghindar darinya.”

Tao hanya diam.

Tapi sesaat kemudian aku tersenyum karena dengan entah cara apa ia mengusir Jongin yang kulihat langsung ngacir pergi meninggalkanku.

Aku cekikikan sebentar, “Kau apakan dia hm?”

“Hanya memberikannya death glare terburukku. Ah ya! Ada yang ingin kusampaikan padamu.”

“Ada apa?”

“Kepala asrama ingin bertemu denganmu sekarang, di ruangannya.”

“Ingin bertemu?” Tao mengangguk.

“Baiklah, aku akan kesana. Terimakasih sebelumnya Tao.”

Aku mengedipkan sebelah mata padanya sebagai rasa terimakasih yang begitu besar karena sebelumnya telah menyingkirkan si monyet hitam dariku, yang hanya dibalas dengan anggukan dan senyuman kecil.

Ah~ betapa tentramnya hidup karena tak ada si hitam yang mengejarku…

.

.

Teman sekamar…

Dua tahun aku bersekolah di sekolah ini itulah yang tak kumiliki, dan aku suka itu. Kenapa? Aku bisa bebas, tak ada yang menganggu.

Tapi sekarang? Tidak lagi… Huft…

Kepala asrama baru saja memberitahuku bahwa ada murid baru yang akan menjadi roommateku.

Tak ada pilihan lain memang, hanya kamarku yang mempunyai satu tempat tidur yang tersisa.
Srrt…srrt


Aku mendengar bunyi sesuatu yang tak biasa ketika baru saja memasuki kamar. Seperti seseorang yang sedang melakukan sesuatu?

Ah ya, mulai hari ini aku tak sendiri lagi, ada roommate baru yang akan menemaniku..

Aku hanya bisa melihat siluetnya yang cukup tinggi dariku, mungkin sekitar lima belas atau dua puluh cm di atasku?! Entahlah… kamarku tak cukup terang untuk melihatnya dengan jelas karena jendela yang tertutup tirai yang notabene tak pernah kubuka.

Jangan berfikir kalau aku adalah vampire yang jika terkena cahaya tubuhnya akan melepuh. Aku hanya tak suka cahaya masuk ke ruangan kecil seperti kamar ini.

Wajahnya juga tak bisa kulihat karena ia berdiri membelakangiku seraya mengatur koper miliknya sepertinya.

Beberapa dettik aku hanya diam, menunggu dia menyadari keberadaanku mungkin?! Dan berhasil, ia menyadari keberadaanku.

Awalnya aku ingin menyapanya dengan senyuman terlebarku untuk sekedar menyambutnya sebagai teman baru, tapi sebelum aku dapat melakukannya, jantungku terasa berdetak dua kali lipat lebih cepat dan semuanya terasa berputar, lalu gelap.

Dia…

Wajah itu…

Boneka dengan ukuran tubuh manusia yang menjadi roommateku.

 TO BE CONTINUE

 _______________________________________________

Annyeong…
Admin cuap” bentar yah..

Sebenarnya FF ini belom mau di update dulu, karena masih banyak FF mimin yang tertunda -__-“
Tapi karena masalah pada akun email yang tidak bisa dibuka (dengan cara apapun), jadilah mimin mengupdate FF ini..
Supaya blog ini terisi walaupun hanya dengan satu FF ToT

About Nisha_bacon627

백현-영재-예성-혜성 | 엑소, 비에이피, 슈주, 그리고 신화 , ~나는 앞으로 만나서요 , 오빠들 :* ^^ |

Posted on Februari 11, 2013, in Multi Chapter, Romance, School Life, YAOI and tagged , , . Bookmark the permalink. 73 Komentar.

  1. Nyong thor xD. Aku bru nemu ni ff ^^ seru (y) semangat thor (9′-‘)9

  1. Ping-balik: Phobia Meets Mania (Chapter 2) | EXO Fanfiction

  2. Ping-balik: Rekomendasi FF (Baekyeol) III | White Glow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.798 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: