Boyfriend

BOYFRIEND
Author : TiffHwanq (@ruthrotuagustin)
Length : Oneshoot
Genre: romantic, teenagers
Main Cast :
Ø Choi Sulli
Ø Kim Jongin (kai)
Other cast :  ALL EXO MEMBERS~
Ini ff pertama~entah kenapa niat ngepost~ sebelomnnya enggak~ Warning! Typo merajalela sodarah~ tolong dimaklumkan ne? :3 jangan lupa comment yapz ‘3’ no bashing ‘3’ LAFYAAA READERS!!!
**
“if I was your boyfriend, never let you go.., ill keep you on my arm girl.. you never be alone”
__
Sulli POV’s
Aku berjalan memutari banpo bridge di malam yang indah ini. Aku sudah lama menunggu oppaku disini. Hmm… kira kira sekitar 1 jam. Aku baru saja pulang dari New York  untuk melaksanakan studiku selama 3 tahun . Sekarang aku kembali ke korea untuk melihat oppaku sudah menjadi member boyband terkenal. Bahkan teman temanku di New York sering membicarakan mereka. Ya, boyband itu adalah EXO, dan oppaku bernama Park Chanyeol. Aku bingung kenapa dia bisa diterima. Aku salut padanya.
“ya!! sulli ah” panggil seorang namja yang kukenal. Nah itu dia! Itu oppaku. Aku berlari memeluknya. Melepaskan rasa rinduku selama 3 tahun.

“oppa!!” kataku sambil terus memeluknya.
“sulli ya apa kabarmu?” ucap chanyeol oppa sambil mengacak acak rambutku.
“sangat baik. Bagaimana denganmu? Sekarang kau terlihat lebih tampan hahaha” ycapku sedikit menggodanya.
“ya! Jadi dulu aku tidak tampan eoh?” ucapnya sambil mempoutkan bibirnya. Aigo oppa, neomu kyeopta
“ya oppa! Kau imut sekali!!” kataku sambil mencubit pipinya gemas.
“sekarang kau mau apa? Mampir ke dorm exo mau?” ajak chanyeol oppa. Itu kesempatan yang bagus untuk mendapatkan foto foto eksklusif mereka dan memberikannya pada teman temanku.
“tentu saja kau mau! Kajja!” ajakku
**
Sulli dan chanyeol pergi ke dorm exo. sulli merasa sangat senang. Bagaimana tidak senang? Ini kesempatannya untuk melihat satu per satu member dari boyband yang sangat digilai teman temannya itu.
Ting nong ting nong
Chanyeol menekan bel apartemen member exo.
“ya! Buka pintunya! Ini aku chanyeol” teriak chanyeol sambil menekan bel berkali kali.
“iya sebentar” jawab seorang namja sambil membukakan pintu.
“ya hyung! Kau membawa yeojachingumu ke dorm?” Tanya baekhyun kaget.
“sembarangan saja! Dia itu dongsaengku! Izinkan kami masuk. Aku akan memperkenalkannya” ucap chanyeol dan langsung menarik tangan chan ni masuk.
Semua orang di dorm yang sedang sibuk melakukan kegiatannya masing masing tiba terpusat pada seorang yeoja cantik.
“annyeong haseyo! Choi Sulli imnida. Aku adalah dongsaeng park chanyeol.” Ucap sulli sambil tersenyum. Semua member merasa kagum akan kecantikan yeoja itu. Hanya satu orang yang tidak berkutik. Kim jongin. Si cassanova itu tetap duduk diam sambil memainkan iphonenya. Dingin, menyebalkan, cuek. Itulah perilaku kai.
“ya! Kalian melihat apa?” Tanya chanyeol. Matanya melotot seperti ingin keluar.
“ ah ani ani” semua member menjawab kompak dan kembali sibuk mengerjakan kegiatan mereka masing masing. sulli hanya terkekeh kecil melihat perilaku teman oppanya ini.
Luhan menyenggol bahu sehun “ya! Kenapa kau memperhatikannya dari tadi? Kau menyukainya?” ucap luhan sambil tertawa.
“sepertinya aku sedang dihadapi oleh cinta pandangan pertama hyung” bisik sehun.
Perhatian sulli tertuju pada namja yang sedari tadi hanya diam tanpa memperhatikannya sama sekali. Tampan, dingin, seperti es. sulli menggambarkannya seperti itu.
“ya! Kau memperhatikannya?” ucap chanyeol pelan.
“eohh ah nugu?” balas sulli.
“namja itu. Kai, dia sangat dingin. Namun sifatnya sedikit cassanova. Dia selalu dikagumi oleh gadis gadis manapun. Dia selalu menolaknya.” Jelas chanyeol.
sulli terdiam. Rasa penasarannya mendadak tumbuh. Namja seperti itu? Cassanova?
**
Sulli  POV’s
Entah kenapa aku ingin sekali menemui oppaku di dormnya. Atau aku ingin menemui kai? Apa ini cinta pandangan pertama? Ah aku tidak peduli. Aku pergi ke dorm exo untuk menemui oppaku dan mengajaknya jalan jalan.
Ting tong ting tong..
“annyeong haseyo choi sulli  imnida” ucapku
Seorang namja berkulit hitam eksotis membukakan pintu untukku. Astaga itu kai
“kau mencari siapa? Chanyeol? Dia tidak ada disini.” Jawabnya ketus
“kalau kau mau menunggu, masuklah” tambahnya.
Aku masuk dengan memberikan senyuman manisku untuknya. Berharap si batu es bisa meleleh.
“kau sendiri?” ucapku memecah keheningan.
“ne. yang lain pergi berkencan dengan yeoja chingu mereka.” Ucapnya dingin
“kau tidak punya yeojachingu?” tanyaku ragu
“tidak aku tidak punya. Hanya aku dan sehunlah yang tidak punya yeoja chingu” jelasnya.
“kenapa namja sepertimu tidak mempunyai yeojachingu?” tanyaku lagi.
“aku bosan. Aku tidak bertemu yeoja yang aku inginkan. Aku tidak ingin yeoja yang kerjanya hanya menangis. Itu sangat menyebalkan” ucap kai.
Tiba tiba kai beranjak dari sofa dan menggambil jaketnya.
“mau kemana?” tanyaku.
“bukankah kau bilang mau mengelilingi seoul? Oppamu sedang pergi kencan. Dia akan pulang malam” ucap kai tegas.
“ma.. maksudmu? Aku pergi denganmu?” tanyaku ragu.
“ne. cepatlah atau aku pergi sendiri” katanya dingin. Senyum merekah diwajahku. Aku yakin wajahku sudah semerah tomat saat ini.
**
Kai mengajak sulli jalan jalan memutari kota seoul. Perlahan senyum kai merekah melihat sulli yang sedari tadi tersenyum melihat keindahan kota seoul.
“kau tidak pernah melihat seoul?” ucap kai
“pernah sewaktu aku masih SMP. Sudah lama aku tidak melihat ini.” Balas sulli. Sebenarnya bukan itu saja kebahagiaan sulli. Dia pergi bersama kai. Entah kenapa saat bersamanya, jantungnya berdegup kencang dan sulli merasa aman disamping kai.
“kita mau kemana?” Tanya sulli.
“pergi ke suatu tempat yang bagus” ucap kai dingin. Masih saja seperti itu.
Sulli hanya tersenyum melihat kai.
“ya! Tersenyumlah!!” sulli berusaha menarik pipi kai agar dia tersenyum. Kai terkekeh kecil melihat apa yang yeoja kecil disampingnya ini perbuat padanya. Terang saja itu membuat kai berdebar. Ia tidak pernah berdebar sebelumnya jika ada disamping yeoja.
“ya aku sedang berkonsentrasi” ucap kai sambil melepaskan tangan sulli dari pipinya.
“heunngg tidak seruu” balas sulli sambil mempoutkan bibirnya dan meledek kai dengan mengeluarkan lidahnya. Kai hanya tersenyum manis. Senyuman itu membuat wajah sulli memerah lagi. Perut sulli serasa dipenuhi oleh jutaan kupu kupu yang beterbangan.
“oke kita sampai” ucap kai senang.
“aquarium raksasa?”
“ne! ayo kita masuk” ucap kai sambil menggandeng tanggan sulli. Sulli hanya terdiam. Ia tidak tau sebahagia apa dia sekarang. Kai hanya tersenyum lembut karena melihat wajah sulli yang mulai memerah.
“aku akan beli tiket ne! kau tunggu disini” kai berlalu dari hadapan sulli. Sulli menarik nafas perlahan.
“ah apa yang kurasakan. Kenapa rasanya malu sekali hanya untuk menatapnya?” sulli berbisik.
Tak lama kemudian kai kembali dari loket.
“ayo masuk” lagi lagi kai menggandeng sulli seperti ibu yang menggandeng anaknya agar tidak hilang. Dihadapan mereka terpampang seorang pasangan kekasih sedang bermesraan. Kai dan sulli saling bertatapan satu sama lain seakan merasa bingung dengan pemandangan dihadapan mereka.
“whoaaa penguin! Antarkan aku melihat penguin” jerit sulli riang sambil menarik tangan kekar kai untuk menemaninya melihat atraksi penguin.
“yaa kenapa penuh sekali?” wajah sulli terlihat kecewa.
“Kau terlalu pendek sih” kai menjongkokkan badannya.
“untuk apa?” Tanya sulli.
“menggendongmu. Naiklah” sulli segera naik ke punggung kai dan memeluk erat bahu namja itu.
“whoaaa lucu sekalii” teriak sulli riang. Kai menatap gadis itu senang. Kai tidak pernah melihat yeoja seceria ini. Tiba tiba kai merasa tidak ingin kehilangan yeoja manis ini. Ia ingin selalu melihat senyumannya.
“ya! Kai turunkan aku! Pertunjukkannya sudah selesai” ucap sulli
“kau berat sekali. Makan apa saja?” ucap kai sambil menurunkan sulli dari punggungnya.
“siapa suruh menggendongku?” jawab sulli ketus.
“ahahaha mian ne? ayo kita pergi ketempat lain!” jawab kai.
**
Kai mengajak sulli pergi ke banpo bridge. Sulli hanya memotret beberapa foto disana. Sulli memang fotografer yang handal. Sulli juga memotret beberapa foto kai yang tidak sengaja diambilnya. Kai mengejar sulli yang berlari untuk menyembunyikan foto kai yang sangat jelek itu.
Sulli melihat gerombolan anak anak yang sedang mengamen. Mereka mengamen untuk mencari dana untuk panti asuhan mereka.
“kai ah, maukah kau menemaniku kesitu?” Tanya sulli sambil menunjuk gerombolan anak anak yang sedang bernyanyi.
“ne kajja”
“halo semuaaa bolehkah aku bergabung?” ucap sulli sambil menyapa anak anak tersebut.
“ne silahkan eonni” jawab seorang gadis kecil. Sulli menyanyi dan menari bersama anak anak itu. Terlihat sekali keceriaan dari gadis itu. Anak anak itu mengikutinya dan menari bersamanya. Suara sulli sangat bagus. Itu membuat anak anak itu mendapatkan uang yang lumayan.
Perlahan senyum kai mengembang hingga memperlihatkan semua deretan giginya. Jantung kai berdebar kencang melihat sulli yang bernyanyi dengan senyum manisnya. Kai memegang dadanya yang sedang berdegup kencang.
“choi sulli… kenapa kau membuatku seperti ini?” ucap kai lirih.
“kau mengubah duniaku hanya dalam sehari” senyum kai berubah menjadi tawa kecil.
“sepertinya aku menyukaimu sulli ah” ucap kai sambil tersenyum. Ia berlari kearah sulli dan ikut menari dan bernyanyi bersama sulli dan anak anak itu. Anak anak itu terlihat senang melihat sulli dan kai.
Kai menunjukkan bakat menarinya saat sulli bernyanyi. Sulli tersenyum kagum. Kai menatap mata sulli. Wajah sulli mendadak memerah dan terlihat sedikit salah tingkah. Senyum kai kembali mengembang, membuat ribuan kupu kupu di perut sulli berterbangan kembali.
Tiba tiba seorang anak kecil memberikan sebuah balon merah berbentuk hati.
“nyatakan perasaanmu padanya oppa” ucap gadis kecil itu.
“eh bagaimana kau tau?” ucap kai sambil mengelus rambut yeoja kecil itu.
“aku bisa membacanya dari wajahmu dan wajah eonni itu. Nyatakan oppa” ucap yeoja kecil itu.
“ne aku akan menyatakannya tapi tidak sekarang ne” ucap kai lalu mengambil balon merah bergambar hati yang dipegang oleh yeoja kecil itu.
“kau puas?” Tanya kai pada sulli.
“sangaat!” ucap sulli senang. Kai terkekeh kecil melihat yeoja itu tersenyum. Sngat manis, menggemaskan.
**
Sulli dan kai berjalan di banpo bridge hingga malam. Mereka ingin melihat pemandangan saat malam di banpo bridge yang indah.
“kai kapan kita akan pulang?” kata sulli sambil meminum coklat panasnya. Udara malam di banpo bridge sangat dingin sampai sulli berulang kali menggesek tangannya.
“kau kedinginan?” Tanya kai. Sulli tidak menjawab. Tanpa pikir panjang kai melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepada sulli. Sulli kaget. Badannya terasa sedikit hangat sekarang.
“whoaaa lihat itu sangat indah” tunjuk sulli ke tengah sungai han.
“ya sangat indah” ucap kai senang.
“kau tau sulli ah? Semua itu terlihat lebih indah ketika kau bersamaku seperti saat ini” kai berusaha mengungkapkan perasaannya.
“mwo?” Tanya sulli bingung. Perlahan kai mendekatkan wajahnya hingga wajah mereka hanya berjarak 5 senti. Dan bibir kai mendarat mulus di bibir sulli. Sulli hanya melongo. Dia tidak tau harus berbuat apa. Badannya kaku. Sejenak kai tersadar.
“ah mianhae mianhae! Itu hanya sebuah kecelakaan” ucap kai panic. Sulli menatap kai kecewa. Kai sudah mengambil ciuman pertamanya tapi ia tetap bilang itu hanya sebuah kecelakaan? Air mata sulli hamper menetes. Ia berbalik arah dan mengelap titik air matanya yang jatuh satu persatu. Ia kecewa. Sulli pergi meninggalkan kai yang masih dalam keadaan bersalah. Sulli berlari sangat cepat sampai sampai kai harus mengambil mobil untuk mengejarnya.
“sulli ya mianhae” ucap kai yang mendadak menghentikan langkah sulli. Air mata sudah membasahi pipi mungil itu. Tadinya sulli berfikir bahwa kai mempunyai perasaan yang sama padanya. Tapi ternyata….
Bodohnya kai. Ia mencinyai gadis itu tapi malah menyakitinya. Sampai kapan ia harus menyakiti gadis seperti ini?bahkan untuk yeoja yang dicintainya? Kai turun dari mobil untuk menyuruh sulli masuk kemobil.
“maafkan aku. Ayo kita pulang” ucap kai merasa bersalah.  Sulli menuruti apa yang dikatakan kai. Ia masuk ke mobil. Selama perjalanan hanya isakan isakan kecil sulli yang terdegar. Ingin sekali kai mengusap air mata itu. Tapi ia sudah merasa tidak pantas. Ia telah menyakiti hati sulli hari ini.
“sudah sampai” ucap kai. Sulli turun dari mobil. Tidak ada sepatahpun kata yang keluar dari mulut sulli. Yeoja itu masih  terpukul. Sulli hanya tersenyum pahit dan membungkuk tanda terimakasih. Dan sulli pun masik kerumahnya.
Kai menendang ban mobilnya kesal. Ia telah sering membuat yeoja menangis seperti ini. Tapi kenapa saat sulli menangis, kai seakan akan ingin memukul dirinya sendiri. Kai melesatkan mobilnya ke dorm.
**
“Ya darimana saja kau?kenapa wajahmu kusut seperti itu?” ucap chanyeol hyung.
“membawa adikmu mengelilingi seoul.” Balas kai.
“baguslah jadi aku tidak perlu menemaninya lagi” jawab chanyeol.
“hyung kau kan oppanya, bisakah kau membantuku?” Tanya kai
“ne ceritalah” kai pun menceritakan semua yang terjadi hari ini. Kai lemas. Ia tidak tau lagi harus bagaimana. Apa mungkin ini karma untuknya? Ia sudah menolak banyak yeoja dengan cuek. Tapi sekarang ia menyakiti yeoja yang ia cintai?
“nyatakan perasaanmu padanya” ucap chanyeol serius.
“kau mengizinkannya hyung? Aku sudah membuat hatinya sakit. Apa dia akan memaafkanku?
” balas kai
“ne. dia pemaaf. Mungkin kemarin dia hanya butuh waktu sebentar untuk menenangkan dirinya. Nyatakan perasaanmu padanya” jelas chanyeol
**
Malam yang pas menurut kai pun tiba. Kai akan menyatakan perasaannya pada sulli. Berulang kali kai menghubungi handphone sulli, namun tak ada yang mengangkat sama sekali.
To: Choi Sulli
Ya! Kau ini kemana? Aku merindukanmu~ datanglah ke banpo bridge malam hari ini ne. aku akan menunggumu. J
Kai berharap pesannya akan dibalas oleh sulli. Ia telah mempersiapkan semuanya baik baik. Tiba tiba ponsel kai berdering.
From: choi sulli
Apa kau bilang? Kau merindukanku? Kekeke~ ne aku akan datang. Tunggu aku ne J
Secercah senyum terpancar dari wajah kai. ia harus segera bersiap.
15 menit kemudian..
Sulli telah sampai di banpo bridge. Ia melihat sekelilingnya.
“dimana namja itu?” ucap sulli sambil mempoutkan bibirnya. Tiba tiba sulli menginjak setangkai mawar bertuliskan ‘follow me’. Sulli berusaha mencari mawar berikutnya.
“mungkinkah ini petunjuk kai?” ucapnya senang. Sulli terus mengikuti mawar itu yang setiap mawarnya terdapat amplop berisi foto sulli yang lucu. Sulli terkekeh kecil melihatnya. Sampai sudah sulli di bunga terakhir. Ia melihat lampu lampu yang tertata rapih di dinding berbentuk hati. Kai berbalik badan dengan menggunakan topeng maskot seorang namja (bayangin kyuhun di MV seoul, tapi yang ini kai >.<) dengan sebuah balon hati menempel di tubuhnya. Sulli tersenyum senang. Kai mengangkat kedua tangannya pertanda bahwa ia telah berhasil. Kai membuka topengnya dan tersenyum kearah sulli.
“apa maksud semua ini?” Tanya sulli.
“ya yeoja pabbo! Kau sudah lihat masih bertanya (kai nyolot-__- author numpang eksis) jelas jelasaku akan menyatakan perasaanku padamu!” jelas kai.
“perasaan apa?” Tanya sulli pura pura tidak tau.
“aku mencintaimu choi sulli! Maukah kau menjadi yeojachinguku?” sulli kaget mendengar apa yang diucapkan kai. tanpa pikir panjang sulli segera berlari kearah kai dan mencium bibir namja itu. Kai memperdalam ciumannya dan melepasnya.
“jadi apa arti dari semua ini?” Tanya kai.
“ne aku mau” ucap sulli sambil memeluk erat tubuh kai. kai hanya terkekeh kecil melihat perilaku yeojanya ini.
“CHUKKAE!” teriak anak anak panti asuhan yang waktu itu mereka tolong. Sulli tersentak kaget.
“kau mempersiapkan mereka juga?”
“ne. memang kenapa?” sulli memukul dada bidang kai dan berlari menuju anak anak itu.
“kai! ayo kesini! Ayo kita bernyanyi bersama mereka” ucap sulli riang. Kai langsung berlari menuju anak anak itu. Mereka bernyanyi dan kai memperlihatkan beberapa gerakan andalannya. Kadangkadang kai menatap sulli dan memberikan ciuman kecil dibibir sulli. Membuat anak anak itu tersenyum gembira.
**
Ckreekk
Sulli mengambil beberapa foto wajah kai yang sedang dalam keadaan buruk.
“kembalikan yeoja tengil!!” kai mengejar sulli yang berlari membawa kameranya.
“tidak akan wleee :p” sulli terus berlari menjauh dari kai.
“mereka lucu sekalii” ucap luhan sambil menyangga kepalanya dengan tangan.
“memang” sahut semua member.
“mungkin setelah ini kai akan belajar mengerti perasaan seorang yeoja” sambung chanyeol.
-The end-
Gimana gimana? jeyek? :( harap maklum :3 comment jangan lupa okey’3′)b
About these ads

About violetkecil

asih mitra. 90liner. dreamer. luhan stole my heart away. Novel: 10 Autumns In Korea. http://avioletkecil.wordpress.com

Posted on April 12, 2013, in Oneshot, Romance and tagged , . Bookmark the permalink. 30 Komentar.

  1. bagus banget min >,< pas banget aku lagi #NP: Seoul Song pas bagian bagian terakhir….

  2. Bagus kok :3 fighting thor (҂’̀⌣’́)9

  3. sulli itu adik chanyeol? kok marganya beda? nice ff. keep writing thor!

  4. Daebak fanfic,,,, salah satu pairing Sulli favorit aku=)

  5. Eaaa!! :”3

  6. Telat baca.. baru nemu nii epep T.T *meluk sehun
    Daebak~~ Ikut hanyut di suasana nembaknya kai wkwkwkwk == bkin ff sulli lg thor XD

  7. Waaah!!
    Daebaaak!!
    Kai-Sulli!!!!
    Keep writing thor^^

  8. daebak!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.024 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: