Can’t You See Me? Just Once (Chapter 1)

Title                 : Can’t you see me? Just once

Author           : Lee yeojin

Main cast       : Kim joon hee (OC)

Xi luhan (EXO-M)

Extended cast : Min hyorin

Kang yejin

Kim jong in (EXO-K)

Genre              : Romance, sad, married

Rating             : 15

Disclaimer       : Fanfiction ini milik saya hasil dari masalalu yang pernah saya alami dengan ditambah imajinasi yang saya punya.

 

CYSM.. JO

———————————————————————————————————————

———————————————————————————————————————

————————————————–

 

Joon hee POV*

Dijodohkan!! Itulah yang dikatakan oleh kedua orang tuaku saat kami bicara diruang tamu tadi. Memikirkan hal itu membuat kepalaku menjadi sakit. Aku tidak tahu harus bagaimana. Eomma dan appa berharap aku akan menerima perjodohan ini karena ini semua demi perusahaan keluarga kami.

*FLASHBACK*

“Joon hee-ya ada yang ingin appa dan eomma bicarakan denganmu.” Kata appa saat aku baru saja pulang dari kampus.

“Ne appa.” Jawabku

“Joon hee-ya apa kau sudah memiliki namjachingu?” Tanya appaku. Kaget. Tentunya. Aku tidak tahu kenapa appa menanyakan hal itu.

“Belum appa. Wae?” tanyaku

“Baguslah kalau begitu.” Jawab appaku menghembuskan napas leganya. Aku tidak mengerti kenapa appa bertanya begitu padaku. Tidak biasanya dia seperti ini. Dan tatapan eomma. Ada apa dengan tatapan eomma? Kenapa sulit diartikan? Ada apa sebenarnya?

“Begini joon hee-ya apa kau keberatan jika kau dijodohkan?” Tanya appa

APA?! DIJODOHKAN???

“Apa maksud appa?” tanyaku tidak mengerti

“Joon hee-ya maukah kau menolong kami, in semua demi perusahaan chagiya.” Eomma berbicara dengan nada lembutnya

“Eomma appa bisakah kalian bicara yang jelas dan tidak berputar-putar? Aku bener-benar tidak mengerti.” Jawabku lirih

“Chagiya perusahaan kita sedang mengalami masalah dan sekarang perusahaan benar-benar membutuhkan bantuan dana. Appa sudah berusaha mencari pinjaman kepada teman-teman appa tapi mereka tidak bisa. Dan satu-satunya teman appa yang bisa membantu mengajukan persyaratan. Dia ingin anaknya menikah dengan mu.” Jelas appa panjang lebar.

Aku hanya bisa diam. Entahlah sulit sekali untuk mnegeluarkan pendapat jika keadaannya sudah seperti ini. Aku ingin menolak tapi aku tidak bisa. Melihat tatapan penuh harap dan memohonn dari kedua orang tua ku sepertinya inilah hal yang bisa aku lakukan untuk kedua orang tuaku yang telah membesarkanku dan mungkin ini saatnya untukku untuk melupakan orang itu. Aku menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan.

“Aku tidak keberatan appa. Asalkan itu yang terbaik untukku dan kalian, aku akan menerimanya.” Jawabku dengan nada lirih

“Benarkah?” Tanya eomma

Aku mengagguk. “Kalian urus saja semuanya. Aku mau istirahat dulu.”

“Istirahatlah sayang biar kami yang mengurus semuanya.” Jawab eomma

Aku pun beranjak dari dudukku menuju lantai dua. Aku hanya ingin berada dikamarku sekarang berada ditempat ternyamanku.

“Chagiya..” panggil appa saat aku belum jauh menapaki anak tangga. Akupun menoleh

“Gomawo kau sudah mau membantu kami.” Kata appa. Aku hanya melempakan senyumku kepada appa dan kembali melanjutkan langkahku menuju ke kamar.

*Flashback end*

Mengingat tentang kata perjodohan membuat semua kenanganku akan orang itu menguap kembali. Ya, mungkin inilah saat yang tepat untukku melupakannya. Melupakan tentang dirinya, suaranya, wajah indahnya, dan semua yang berada didirinya. Sesungguhnya aku lelah, lelah dengan perasaan yang tak terbalas ini. Saat seperti inilah saat dimana aku sangat rapuh. Mau bagaimana lagi dia memang tidak pernah melihatku. Aku menghembuskan napas berat. Mengingat dia sudah bersama orang lain sekarang, orang yang dulu aku sebut sahabat. Bukan. Bukan karena aku egois karena tidak bisa melihatnya dengan sahabat ku. Tapi akulah yang menjauh dari kehidupan mereka berdua karena aku tidak ingin disebut sebagai pengganggu.

 

Author POV*

Jam sudah menunjukan pukul 06.00 joon hee segera bangkit dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk mmebersihkan dirinya. Hari ini dia ada kelas pukul 08.00 pagi. Saat joon hee sudah selesai dia segera turun kebawah. Joon hee menemuka ibunya sedang menyiapkan sarapan pagi.

“Pagi eomma..” bersamaan dengan joon hee yang menghampiri ibunya.

“Kau ada kelas pagi hari ini?” Tanya eomma

Joon hee hanya mengangguk “Aku berangkat eomma.”

“Kau tidak sarapan?”

“Nanti saja di kampus.” Jawabnya

“Anniya. Bawa ini..” eomma joon hee memberikannya kotak bekal yang berisi sandwich “Makan lah di kampus. Oke.” Lanjutnya

Joon hee hanya tersenyum maklum dengan sikap ibunya. Ibunya memang tidak mau joon hee sakit hanya karena makan-makanan sembarangan saat pagi hari.

Joon hee turun dari mobil Volvo silvernya. Dia membawa beberapa buku ditangannya. Dia berniat mengembalikan buku-buku yang dipinjamnya dari perpustakaan kampus setelah kelas paginya berakhir.

Joon hee berjalan melewati koridor kampus yang masih agak sepi menuju kekelasnya. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak kirinya dari belakang. Joon hee pun menoleh kearah belakang dan mendapati orang itu tengah tersenyum manis dan mengucapkan selamat pagi.

“Selamat pagi joon hee-ya” ucap luhan

Joon hee yang masih terkejut dengan orang itu hanya bisa tersenyum secara terpaksa.

“Pagi luhan-ah”

“Kau ada kelas pagi joon hee-ya?” Tanya luhan

“Mmm, aku ada kelas pagi hari ini.” Jawab joon hee sambil mengangguk-angguk

“Boleh aku temani menuju kekelasmu?” Tanya luhan lagi

‘eotteokhae? Kenapa dia seperti ini? Kenapa dia tidak bersikap dingin saja seperti biasanya?’ joon hee berkata dalam hati

“Kajja! Aku tidak menerima penolakan.” Jawab luhan yang sudah menarik tangan joon hee. Joon hee hanya mengikuti langkah luhan dari belakang. Luhan juga belum melepaska genggaman di tangannya selama menuju kekelas.

Sampai didepan kelas joon hee luhan baru melepaskan genggaman tangannya. Dan saat itu juga joon hee mendapatkan tatapan tajam dari seorang yeoja didalam kelasnya. Ya, siapa lagi kalau bukan dari seorang min hyorin. Yeojachingu dari luhan sendiri. Joon hee benar-benar sedang tidak ingin bertengkar untuk saat ini. Dia merasa masalahnya sendiri saja sudah menyulitkanya. Joon hee pun duduk di bangkunya. Luhan pun mengikutinya masuk. Dia menghampiri yeojachingunya.

“Ada urusan apa kau dengan luhan oppa?” Tanya hyorin sinis kepada joon hee

“Jangan salah paham. Kami tidak sengaja bertemu dikoridor tadi.” Jawab luhan lembut

“Oh ya? Tapi aku tidak percaya padanya!” jawab hyorin ketus

“Hyorin-ah sudahlah. Jangan bersikap seperti itu pada joon hee.” Jawab luhan sambil mengusap kepalanya.

Sedangkan joon hee hanya bisa diam untuk menutupi perasaan terlukanya. Tak lama yejin dan sehun pun datang setelah luhan dan hyorin keluar dari kelas.

“Neo gwaenchana?” Tanya yejin khawatir

Joon hee hanya mengangguk dan dia mulai berkutat dengan buku-buku pelajaran yang sejak tadi hanya dibukanya. Yejin dan sehun mengerti betul bagaimana perasaan joon hee sekarang. Terlebih lagi sehun juga sedikit merasa bersalah karena luhan yang notabene kakaknya tidak menyadari sama sekali tidak menyadari perasaan joon hee.

 

TBC…

Gimana gimana? jelek ya? hehe FF ini aku buat berdasarkan pengalaman pribadi dan mimpi yang bener-bener bikin saya berharap lagi *Loh *malahcurhat T.T *Abaikannnnnn.

Sudahlah tunggu kelanjutannya saja ya ^^ janga lupa koment untuk kritik dan sarannya ^^

About these ads

About violetkecil

asih mitra. 90liner. dreamer. luhan stole my heart away. Novel: 10 Autumns In Korea. http://avioletkecil.wordpress.com

Posted on April 12, 2013, in Multi Chapter, Romance, Sad and tagged , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Ya Allah, nyesek banget jadi Joon Hee
    kenapa Luhan gak peka? -_-

  2. annyeong Ǻĸ̤̥̣̈̊̇ΰ readers baru ijis baca Ƴɑ̤̥̈̊ªªªª thor…

  3. hey sist izin nongkrong d ff mu iya..

  4. Menarik… Jd penasaran sma ceritanya:D

  5. Bgus,menarik,tapi Kurang panjang part nya thor,,,

  6. bagus..tp blm tau banyak..hehe,

  7. ciiee...ciii_59

    jelek thor…..
    jelas keren maksudnya…:-)
    next!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.393 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: