Can’t You See Me? Just Once (Chapter 2)

CYSM.. JO

Title                 : Can’t You See Me? Just Once

Author             : Lee yeojin (@dewiiezers)

Main cast         : Kim joon hee (OC)

Xi luhan (EXO-M)

Extended cast : Min hyorin

Kang yejin

Kim jong in (EXO-K)

Oh sehun (EXO-K)

Genre              : Romance, sad, married

Rating             : 15

Disclaimer       : Fanfiction ini milik saya hasil dari masalalu yang pernah saya alami dengan ditambah imajinasi yang saya punya.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Chapter 2

Malam ini eomma mengatakan keluarga kami berdua akan bertemu. Aku sama sekali tidak mengetahui siapa yang akan dijodohkan dengan ku nanti. Ku harap orang itu tidak mngecewakan dan bisa membuatku nyaman bersama dengannya.Tapi bagaimana jika dia menolak perjodohan ini?Apa yang harus aku lakukan? AARRRGGGHH Molla!! Aku sudah seperti orang yang akan oleh kedua orang tua ku jika begini.

‘TING TONG’

Suara bel.Aku rasa mereka sudah datang.Aku harus segera bersiap untuk turun kebawah.Ya, aku tidak ingin appa atau eomma mengomel kepadaku karena aku terlalu lama berada didalam kamar.Setelah selesai merapihkan penampilanku aku turun kebawah dan menuju ruang tamu tempat dimana orang tua ku dan orang tua dari seseorang yang dijodohkan padaku duduk.

“OMO!Apa kau yang bernama kim joon hee?” Tanya seorang wanita setengah baya yang berpakaian anggun.

“Ne, ahjuma.Kim joon hee imnida.” Jawabku sambil tersenyum

“Kau benar-benar cantik.” Puji wanita itu lagi

“Gamsahamnida ahjuma.”

“Lihatlah suamiku ternyata kita tidak salah pilih calon menantu.”Ucap wanita itu kepada seseorang disebelahnya yang sudah pasti adalah suaminya.

“Ne, yeobo. Oh ya dimana anak kita? Kapan dia akan datang?” Tanya suaminya

“Mungkin sebentar lagi.” Jawab sang istri

Jadi orang itu belum datang?Baguslah.Setidaknya aku bisa sedikit menata hatiku kembali untuk berhadapan dengannya. Dan tidak lama kemudian seorang pelayan dirumahku menghampiri kami dan berkata bahwa tuan muda sudah datang. Dan benar dia datang.Tapi, tunggu dulu.Kenapa yang datang malah luhan?Apa maksudnya ini? Apa jangan-jangan? OH TIDAK!! Pasit tidak mungkin!!! ‘jangan berfikir hal yang macam-macam joon hee-ah! Hal yang baru saja kau fikirkan itu pasti hanya khayalanmu saja!’

“Annyenghaseyeo.Ahjushi ahjuma maaf aku terlambat.” Ucapnya

“Gwaenchanayo.” Jawab appa

“Annyeong joon hee-ya” sapanya

“A Annyeong.” Jawabku terbata.

Sesungguhnya aku masih tidak mengerti kenapa luhan berada disini.Sejak kedatangannya tadi aku tidak berani menatapnya. Aku hanya menatap kearah lain. Berusaha agar pandangan kami tidak bertemu.

*Luhan POV*

Sejak kedatanganku tadi dia sama sekali tidak menatapku. Dia terus memandang kearah lain. Kau tahu entah kenapa malam ini dia terlihat begitu cantik dan manis dimataku. ‘stop luhan! Hentikan fikiran anehmu itu! Ingat! Kau sudah punya hyorin.’Tapi aku sedikit kecewa karena dia tidak mau menatapku atau bahkan hanya untuk sekedar melihat.Aku tahu dia pasti kaget dengan kedatangaku yang tiba-tiba ini.Aku yang menyuruh ahjsuhi dan ahjuma untuk tidak memberi tahu tentang diriku yang sebenarnya dulu.Aku hanya tidak mau dia menolak mentah-mentah perjodohan kami, padahal kelangsungan perusahannya bergantung pada perjodohan kami.

Seorang berpakaian pelayan menghampiri kami, dia mengatakan bahwa kim jong in sudah berada dibandara Incheon dan dia minta dijemput oleh joon hee.

“Luhan-ah maukah kau mengantar joon hee kebandara untuk menjemput jong in?” Tanya ahjushi padaku

“Ne ahjushi dengan senang hati.” Jawabku

Tapi joon hee hanya diam saja dan tidak membantah perkataan ayahnya sama sekali. Aku tidak tahu kenapa.Tapi terpancar jelas dari raut wajahnya yang masih memancarkan kebingungan.Sepertinya aku harus menjelaskannya nanti dimobil.

“Kami berangkat eomma appa ahjushi ahjuma.” Ucapnya

“Ne. hati-hatilah.Jaga dia baik-baik luhan.” Jawab appaku

Didalam mobil pun joon hee tetap diam. Dia hanya memandang keluar jendela.

“Joon hee-ya kau baik-baik saja?” tanyaku

“…..” diam itu yang kudapatkan

“YA! KIM JOON HEE!! Kau baik-baik saja.” Tanyaku lagi dengan nada sedikit agak tinggi

“Mmmm.”Dan joon hee hanya mengangguk.Bukan ini jawaban yang aku inginkan.

“Joon hee-ya bicaralah..jangan hanya diam saja seperti ini.” Jawabku memelas.

Joon hee POV*

“Joon hee-ya bicaralah..jangan hanya diam saja seperti ini.” Rengek luhan.

“Oppa apa kau sudah tahu tentang semua ini?” tanyaku ragu

“Mmm, aku sudah mengetahuinya sejak awal.Tapi aku sengaja melarang kedua orang tuamu untuk tidak memberitahunya terlebih dulu padamu.” Jawbanya tenang

“Kenapa kau tidak menolaknya saja?” tanyaku

Luhan tiba-tiba saja memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.

“Aku hanya ingin membantumu.Apa tidak boleh?”

“Kau kasihan padaku?” tanyaku dengan nada sangat rendah

“Aniya!aku bukan kasihan padamu. Aku hanya ingin membantumu.” Elaknya

“…” aku diam dan mencoba mencerna setiap kata yang diucapkannya.Mencoba untuk percaya bahwa dia tidak kasihan padaku.Tapi kenapa sulit sekali.

“Apa kau tidak setuju?” Tanya luhan lagi

“Bukan tidak setuju..hanya saja aku hanya tidak ingin kau melakukannya karna terpaksa.”

“Kalau aku terpaksa kenapa aku harus setuju?Kenapa tidak dari awal saja aku menolaknya?”

Mungkin kata-katanya benar juga.Luhan kembali menjalankan mobilnya menuju inceon airport.

#### Incheon airport

Kai Pov*

Aku baru saja kembali dari amerika setelah menyelesaikan kuliahku disana. Hah! Sudah lama sekali rasanya tidak menghirup udara dikorea.Aku betul-betul merindukan ini semua.Tapi kenapa adikku lama sekali menjemputku.

“Kenapa joon hee lama sekali sih?!” gerutuku.“Padahal aku sudah menunggu hampir satu jam, kenapa dia belum juga datang?!!Apa terjadi sesuatu padanya dijalan? Ah aniya!!”

“Jong in!!!” teriak seseorang padaku.Aku menoleh kearah sumber suara.Dan benar saja sesuai dugaan ku itu joon hee.Yeodongsaeng ku. Hah! Tapi dia tidak berubah sedikitpun tetap saja memanggilku dengan jong in.

“YA! JOON HEE-YA KENAPA LAMA SEKALI!” omelku

“Salahmu sendiri kenapa tidak memberitahu lebih dulu jika kau akan pulang!” jawab joon hee kesal.

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal dan tertawa mendengar jawaban dari adikku.Memang salahku juga kenapa tidak memberitahu sejak awal.

“Kau tidak ingin memelukku?” tanyaku. Joon hee tersenyum dan memelukku

“Bogoshipoyo.”

“Nado bogoshipoyo.”Jawabku. Ah, aku benar-benar merindukan joon heed an kedua orang tuaku. Meski terkadang joon hee menyebalkan tapi aku tetap menyayanginya.Dia yeodongsaengku yang kuat.

Aku melepaskan pelukannya karena menyadari seseorang yang tadi datang bersamanya.Sepertinya aku pernah melihatnya.Tapi aku lupa dimana.

“Hei, kau kesni dengan siapa? Mana eomma dan appa?” tanyaku pada joon hee

“Aku datang bersama luhan oppa.Eomma dan appa ada dirumah.” Jawabnya lirih

“Annyeonghaseo, luhan imnida.” Jawab pria itu

“Annyeong.” Jawabku dan tersenyum ramah

Tunggu.Tadi dia menyebut luhan.Apa luhan yang waktu itu dia ceritakan? Dan kenapa wajah joon hee berubah menjadi sendu seperti ini?Pasti ada sesuatu.

“Nanti aku jelaskan dirumah.”Jawab joon hee yang melihat perubahan raut wajahku menjadi bertanya-tanya.

Selama perjalan menuju rumah, joon hee yang duduk dibelakang hanya diam saja.Raut wajahnya sekarang sulit dijelaskan. Entah ada apa sebenanya.

Kami sudah sampai dirumah.Sepertinya sedang ada tamu.

“Kami pulang.”Itulah kata pertama yang diucapkan joon hee setelah sejak tadi diam saja.

Aku melihat kedua orang tuaku sedang mengobrol dengan dua orang yang tida aku kenal.Tapi aku yakin mereka adalah suami istri.

“Kalian sudah pulang.Eomma merindukanmu jong.”Ucap eomma yang langsung menghapiriku dan memlukku.

“Nado eomma.Aku juga merindukan mu dan appa.”Jawabku sambil tersenyum senang.

“Duduklah jong in-ah” suruh appa.

Aku duduk disamping joon hee.Dan seorang pelayang datang untuk membawakanku minuman.

“Sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu yang penting.” Jawabku

“Ne, kau benar. Jong in-ah perkenalkan dirimu pada tuan Xi dan nyonya Oh. Mereka adalah sahabat appa.”

“Annyeonghaseo ahjushi ahjuma kim jong in imnida.” Jawabku sembari memberi hormat.

“Ah, kau tampan sekali jong in-ah.” Jawab ahjuma oh

“Ah ahjuma bisa saja.”Jawabku terkekeh.

“Jong in-ah mereka berdua adalah kedua orang tua Luhan dan Sehun.” Ucap eomma

“Ah aku kenal dengan sehun.Dia hoobae ku saat SMA.Kenapa dia tidak diajak kesini?” tanyaku dengan polosnya.

Dan saat yang bersamaan joon hee menatap mataku tajam.Aku tidak mengerti.

“Jong in-ah kami sedang membicarakan tentang perjodohan adikmu.”Kata appa dengan suara tegasnya.

“Mwo?” Perjodohan! Apa-apan ini?Dua hari yang lalu joon hee menelponku dan tidak memberi tahuku tentang hal ini.

Aku menatap kearah joon hee untuk meminta penjelasannya. Tapi joon hee sendiri malah memilih untuk mengalaihkan tatapannya kearah lain. Dan raut wajahnya aku tidak bisa menggambarkannya.Aku tahu pasti dia masih memikirkan tentang perjodohannya dengan luhan.

Aku tahu bagaimana cerita joon hee dengan luhan.Joon hee menceritakannya beberapa bulan yang lalu.Dia mengatakan kalau dia baru saja merelakan orang yang dia cintai untuk sahabatnya yang tidak tahu diri itu.Saat itu aku benar-benar sangat marah pada hyorin.Berani-beraninya dia merebut orang yang dicintai oleh adikku.Tapi joon hee mengatakan bahwa hal ini sudah biasa dalam hubungan antara sahabat dan juga cinta.Lihatlah betapa dewasanya adikku ini, dia merelakan orang yang dicintainya untuk sahabatnya yang tidak tahu diri itu dengan lapang dada.

>SKIP pertemuan keluarganya<

Author POV*

Hari ini begitu tiba di kampus semua mata tertuju pada joon hee. Mereka semua saling berbisik-bisik satu sama lain. Tapi joon hee tidak memperdulikanya.Dia hanya jalan menuju kekelasnya melewati mereka semua dengan menutup telinganya rapat-rapat.

Baru saja joon hee akan duduk seseorang tiba-tiba menarik tangannya dan menamparnya denga sangat keras. Joon hee yang masih shock hanya memegangi pipi kirinya yang terkena tamparan oleh hyorin.Joon hee tidak terima diperlakukan seperti ini dan dia mulai melawan.

“Apa-apan kau min hyorin?!” Tanya joon hee dengan nada dingin

“Masih bertanya? Dasar wanita jalang! Perusak hubungan orang!! Tidak tahu diri!!!!” maki hyorin

Joon hee benar-benar tidak mengerti.Sehun dan yejin pun datang secara tiba-tiba.

“Jaga ucapanmu min hyorin-ssi!” bentak sehun

“Kenapa aku harus menjaga ucapanku? Dia memang wanita jalang dan perusak hubungan orang lain!!”

“Kau ti..” ucapan sehun dipotong oleh joon hee

“Diamlah sehun-ah.Ini masalahku.” Jawab joon hee dengan dingin

Sehun dan yejin terbelalak tidak percaya dengan perkatan joon hee barusan.

“Sebenarnya kau ada masalah apa denganku?Katakan saja semuaya.” Ucap joon hee

“Kau! Berani-beraninya kau menyuruh orang tuamu untuk menjodohkanmu dengan luhan oppa! Dan apa yang sudah kau dan orang tuamu katakan dengan luhan oppa sehingga dia mau menerima perjodohan itu?! Kalian pasti memaksa kedua orang tua luhan oppa kan? Aku yakin sekali kau melakukannya.Dasar wanita licik!!” hyorin benar-benar mengeluarka seluruh emosinya pagi itu.

“Kau munafik kim joon hee! Dulu kau bilang kau merelakannya untukku tapi apa? Sekarang kau malah merebutnya dari ku dengan cara yang curang! Hhh, aku tidak habis fikir denganmu kim joon hee, apa kau tidak bisa membirakan luhan bahagia bersamaku?”

“Jaga ucapanmu min hyorin, orang tuaku tidak seperti apa yang kau katakan. Kau tidak berhak memaki orang tua..” belum sempat joon hee menyelesaikan kata-katanya tangan kanan min hyorin sudah menampar pipi kanan joon hee. Sehun dan yejin kembali membelalakan mata mereka melihat kelakuan hyorin yang kasar seperti itu.

Dan sejak tadi ternyata luhan yang sedang berada diluar melihat dan mendengar semua yang dilakukan dan diucapkan hyorin kepada joon hee.Melihat joon hee ditampar oleh hyorin luha segera masuk kedalam ruangan itu.

“Apa-apaan kau min hyorin?!”Tanya luhan dengan nada kesalnya.Dia tidak suka hyorin berbuat seperti itu pada joon hee.

“Aku hanya memberi pelajaran pada yeoja tidak tahu diri yang merusak hubungan kita.” Jawab hyorin

“Tapi kau tidak perlu menggunakan tanganmu untuk menamparnya!Dan juga kata-katamu itu, itu sangat tidak sopan min hyorin.”Jawab luhan yang menahan emosinya sejak tadi.

“Kau membelanya oppa?Kau membela yeoja jalang ini?!” Tanya hyorin dengan emosi tinggi

“Jaga ucapanmu. Sekali lagi aku mendengar kau berkata seperti it…”

“Cukup sudah! Hentikan saja semua ini!! Aku lebih baik jatuh miskin dan melihat keluarga ku kehilangan perusahaannya dari pada mendengar cacian tentang mereka seperti ini! Aku akan segera membatalkan perjodohan ini. Dan kau min hyorin-ssi, tolong jaga bicaramu!!” ucap joon hee sebelum pergi meninggalkan ruangan itu seorang diri.

“Aku kecewa padamu hyung.Kau pengecut!” ucap sehun yang sejak tadi mendengar pertengkaran ini.Dia pergi mengejar joon hee bersama yejin.

Luhan hanya diam membisu mendengar perkataan dari sehun barusan. Dan dia juga masih memikirkan perkataan joon hee yang akan membatalkan perjodohan diantara mereka. Padahal luhan tahu persis bagaimana sulitnya keadaan keluarga joon hee sekarang

Joon hee POV*

Aku segera pergi menuju mobilku.Aku tidak ingin berada di kampus untuk hari ini.Semua masalah ini membuatku tertekan. Sekarang yang aku ingin kan hanya sendiri. Ya, hal itu lebih baik untukku sekarang.aku ingin menghirup udara bebas untuk hari ini. Sepertinya sungai han adalah tempat yang tepat.

“Joon hee-ya!!” teriak sehun

Ah iya aku melupakan mereka. Sehun dan yejin pasti sangat menghawatirkan ku sekarang.sebelum aku melihat kearah mereka kupasang wajah datarku yang biasa aku gunakan jika sedang malas melakukan sesuatu.

“Wae?” tanyaku datar

“Neo gwaenchana?”Tanya yejin sambil memegang pipi sebelah kanan ku.Aku sedikit meringis karena rasanya masih sakit.

Aku tersenyum “Gwaenchana.Jangan khawatirkan aku.Sebentar lagi songsaenim akan masuk kelas, sebaiknya kalian kembali.” Jawabku

“Mau kami temani?”Tanya yejin kembali.

Aku menggelengkan kepala ku dan tersenyum tulus “Aku hanya ingin sendirian sekarang.”

Bisa kulihat raut wajah sehun yang sulit untuk digambarkan.Aku mengerti sekali kalau dia merasa bersalah dengan sikap hyungnya yang seperti itu.Aku menyentuk pundaknya dan memeluknya.

“Mianhae..” ucap sehun lirih

“Untuk apa?”

“Karena sikap hyungku kau jadi tersakiti..”

“Ssstt.. jangan bicara seperti itu. Ini semua tidak ada hubungannya dengan mu.Jangan merasa bersalah seperti itu.” Ucapku menenangkannya

“Tolong maafkan hyungku yang pabbo itu joon hee-ya. Dia memang orang yang tidak peka terhadap perasaan orang lain..”

“Sudahlah sehun-ah aku biak-baik saja.Oh iya kai oppa merindukanmu, temuilah dia.” Ucapku sembari memasang senyum bahagiaku kembali

“Jinjjayo?Apa dia sudah kembali dari amerika?” Tanya sehun

“Ne, dia baru saja tiba tadi malam.Aku pergi dulu.Jangan lupa kau temui dia.” Jawabku

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan biasa menuju sungai han. Dan tepat sekali suasana yang terbilang sudah sedikit agak siang ini lumayan sepi karena ini juga bukan weekend.Aku duduk di bawah pohon.Dan fikiran ku kembali melayang pada saat-saat terakhir tadi dikampus.Memang sudah seharusnya sejak awal aku menolak perjodohan ini.Tapi aku tidak ingin membuat orang tuaku sedih karena aku menolaknya.Apa yang harus aku lakukan sekrang? Kenapa semua ini semakin rumit?

Author POV*

Disaat yang bersamaan seorang pria juga menemukan yeoja yang dicarinya. Dan akhirnya dia pun menemukannya sedang duduk dibawah sebuah pohon yang rindang di dekat sungai han. Begitu menyadari kalau yeoja itu yang dicarinya ia langsung berlari kearahnya dan memeluknya dari belakang.

Grep

“Mianhae..” ucapnya lirih

“Joon hee-ya mianhae..jeongmal mianhae..”

Tubuh Joon hee menegang karena tiba-tiba dipeluk dari belakang oleh seseorang yang tidak dikenalnya.Tapi saat orang itu berkata mianhae, joon hee tercengang karena dia sangat mengenal suara ini.

TBC…

Gimana?Pasti kepanjangan ya ceritanya?Pasti gak nyambung? Abis authornya juga bingung mau bikin ceritanya gimana :Dinspirasinya masih terbang-terbangan gak jelas :D *alah buat next chapter author usahain lebih baik lagi.

Don’t be silence reader ya!! Setiap komentar yang kalian tinggalkan sangat berarti buat author *halah *authorbahasanya :D

About these ads

About violetkecil

asih mitra. 90liner. dreamer. luhan stole my heart away. Novel: 10 Autumns In Korea. http://avioletkecil.wordpress.com

Posted on April 12, 2013, in Multi Chapter, Romance, Sad and tagged , , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.786 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: