Can’t You See Me? Just Once (Chapter 3)

CYSM.. JO

Title                 : Can’t You See Me? Just Once (Chapter 3)

Author             : Lee yeojin (@dewiiezers)

Main cast         : Kim joon hee (OC)

Xi luhan (EXO-M)

Extended cast : Min hyorin

Kang yejin

Kim jong in (EXO-K)

Oh sehun (EXO-K)

Genre              : Romance, sad, married

Rating             : 15

Disclaimer       : Fanfiction ini milik saya hasil dari masalalu yang pernah saya alami dengan ditambah imajinasi yang saya punya.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

 Capther 3

Joon hee POV*

Aku tercengang ketika menyadari pemilik dari suara itu. Aku sangat mengenal suaranya. Ya aku tidak mungkin salah. Tapi untuk apa dia bersikap seperti ini kepadaku? Sikapnya yang seperti ini hanya membuatku semakin berharap lebih padanya.

Aku mencoba melepaskan tangannya yang masih memelukku dari belakang. Tapi bukannya lepas luhan malah mengeratkan pelukannya.

“Mianhae joon hee-ya jeongmal mianhae.. aku mohon maafkan kebodohan ku ini.” Ucap luhan lirih

“Ada apa denganmu oppa? Kenapa kau seperti ini?” Tanyaku yang masih berusaha melepaskan pelukannya.

“Sebentar saja. Biarkan seperti ini sebentar saja.” Setelah luhan mengatakan itu keadaan menjadi hening. Aku masih berkutat dengan fikiranku sendiri, dan sepertinya luhan oppa pun juga.

“Hangat” ucapnya.

“Ne?”

Luhan oppa mulai merenggangkan pelukannya. Dia sekarang duduk berhadapan denganku dan menggenggam tanganku erat.

“Joon hee-ya aku mohon jangan batalkan perjodohan itu. Aku berjanji aku akan berusaha untuk mencintaimu, aku juga akan segera memutuskan hubunganku dengan hyorin. Tolong tetaplah bersamaku.”

Kata-katanya itu lagi-lagi membuatku tidak bisa mengeluarkan sedikit pun. Aku tahu pasti, dia pasti memikirkan nasib keluargaku jika perjodohan ini sampai gagal. Dia hanya kasihan padaku. Dan apa dia bilang tadi? Dia akan segera memutuskan hubungannya dengan hyorin!  Aku tahu luhan oppa sangat mencintai hyorin. Dan aku tidak ingin melihat orang yang aku cintai melakukan itu semua dengan perasaan terpaksa. Terlebih lagi aku tidak ingin dikasihani.

“Aku mohon percayalah padaku. Aku akan berusaha untuk membahagiakanmu kita akan memulainya bersama. Aku yakin aku pasti bisa, tolong berikan aku kesempatan untuk mencobanya.”

Aku masih terdiam. Dan mencoba untuk mengeluarkan suara ku “Aku tidak ingin kau terpaksa melakukannya oppa..”

“Anni! Aku tidak terpaksa melakukan ini semua. Kau mencintaiku kan?” tanyanya dengan tatapan mata tajam yang terus menerus menatapku sejak tadi.

Deg!

Aku tidak bisa berkata apa-apa. Apa dia tahu tentang perasaan ku?

“Jadilah egois kali ini saja. Jangan fikirkan perasaan orang lain karena belum tentu mereka memikirkan perasaan mu.”

“Apa boleh aku berbuat seperti itu?” gumamku lirih

“Tentu! Dan aku juga akan belajar untuk mencintaimu.” Jawabnya diiringi dengan senyuman.

Senyuman yang begitu tulus yang selalu membuatku terpana jika melihatnya. Ya sepertinya dia benar, aku harus bersikap egois kali ini. Ya sekali ini saja. Tidak apa-apa. Dan luhan oppa juga berjanji akan belajar mencintaiku. Ya tuhan.. apakah semua ini benar? Entahlah. Jika memang iya, aku mohon buat dia juga mempunyai perasaan yang sama seperti ku.

Author POV*

Luhan dan joon hee pun terlihat semakin dekat satu sama lain. Setelah kejadian hari itu luhan memutuskan hubunganya denga hyorin dan dia juga belajar untuk mencintai joon hee. Hari pernikahan mereka semakin dekat dan mereka juga disibukan dengan tugas kuliah mereka masing-masing.

Luhan akan lulus sebulan setelah pernikahannya sedangkan joon hee dia masih harus menyelesaikan 2 semester lagi. Belakangan inipun mereka jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Dan hari ini luhan mengajak joon hee untuk pergi ke sungai han.

From: Luhan oppa

To: Joon hee

Hari ini kau sibuk? Aku ingin mengajakmu ke tepi sungai han. Sudah lama kita tidak pergi kesana. Kalau kau bisa aku tunggu diparkiran kampus jam 3 eotte?^^

Joon hee menerima pesan yang dikirimkan oleh luhan. Dia tersenyum bahagia karena luhan mengajaknya bertemu.

From: Joon hee-ya

Aku tidak sibuk oppa. Baiklah nanti aku akan menemuimu di tempat parkir^^ kita akan pergi kesungai han.

Luhan bersyukur joon hee tidak sibuk hari ini. Dia bisa bertemu yeoja yang berstatus sebagai pacarnya sekarang atau lebih tepatnya calon istrinya.

Dikelas joon hee tidak henti-hentinya dikatai sebagai yeoja perusak hubungan orang. Ya, semenjak kejadian luhan memutuskan hyorin, hyorin tidak tampak berada dikampus. Dan hari ini tiba-tiba saja yeoja yang beberapa minggu ini menghilang masuk kekampus dengan wajahnya yang memancarkan kesedihan dan kebencian yang amat mendalam.

“Kau benar-benar tidak tahu diri kim joon hee! Bisa-bisanya kau bersenang-senang diatas penderitaanku dan luhan!” ucap hyorin dingin

“Apa maksudmu hyorin-ah?” Tanya joon hee yang memang tidak mengerti.

“Teruslah berpura-pura bodoh untuk menutupi apa yang telah kau perbuat padaku dan juga pada luhan oppa! Kau fikir luhan oppa bahagia akan menikah denganmu? Kau egois kim joon hee! Kau menghancurkan kebahagian orang yang kucintai!!” ucap hyorin dengan nada tingginya sebelum akhirnya dia keluar dari kelas.

Joon hee massih terpaku ditempatnya. Otaknya tidak bisa bekerja secara baik. Kata-kata yang diucapkan hyorin seperti sebuah pisau tajam yang sekarang sedang mengoyak jantungnya secara perlahan.

Joon hee POV*

“Apa benar aku sejahat itu?” gumamku lirih. Tanpa terasa air mata ini menetes. Aku buru-buru menghapusnya karena aku tidak ingin ada yang melihat air mataku jatuh. Aku melihat jam tanganku. Jam sudah menunjukan pukul 3 sore. Pasti luhan sudah menunguku diparkiran. Aku pun membereskan barang-barangku dan memasukannya kedalam tas lalu sedikit kupercepat langkahku menuju keparkiran.

Benar saja luhan sudah menungguku didepan mobilnya.

“Oppa..” panggilku

Luhan oppa menoleh kearahku dan tersenyum. Dia melambaikan tangannya mengisyaratkan agar aku menghampirinya.

“Kau menungguku lama?” tanyaku

“Anniya. Aku baru disini 10 menit yang lalu. Kajja kita pergi sekarang.”

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka penuh dengan kebencian.

Author POV*

Selama perjalan joon hee hanya diam dan menatap kearah jalanan melalui jendela mobil. Perkataan hyrin tadi terus saja berputar diotaknya. Luhan yang sejak tadi melihat joon hee diam saja merasa curiga.

“Joon he-ya neo gweanchana?” Tanya luhan.

“….” Tapi yang ditanya hanya diam saja.

Luhan pun meminggirkan mobilnya dan berhenti. Dia memandang joon hee, luhan bisa melihat raut wajah sendu milik joon hee. Luhan menggenggm tangan joon hee. Dan tersenyum manis begitu mendapati joon hee menoleh ke arahnya. Luhan tahu sejak tadi joon hee melamun.

“Neo gwaenchana?” Tanya luhan lagi lembut

Joon hee tersenyum dan mengangguk. Joon hee tahu pasti luhan mengkhawatirkannya.

“Apa mereka mengataimu lagi?”

Joon hee terbelalak tidak percaya kenapa luhan bisa mengetahui hal itu. Luhan yang mengerti perubahan sikap joon hee langsung menggenggam tangan joon hee erat dan mengelus pipi yeojanya.

“Tutup telingamu rapat-rapat dan jangan dengarkan perkataan mereka. Mereka tidak tahu yang sebenarnya, dan  jangan pernah berfikir untuk membatalkan perjodohan kita atau kau akan terima sendiri akibatnya nona kim!” ancam luhan

Joon hee terkekeh geli mendengar ucapan namjachingunya. Seandainya saja joon hee tidak memikirkan kebahagian namja disampingnya ini dia pasti akan sangat bahagia mendengar kata-kata luhan.

“Ya oppa! Kenapa kita berhenti disini?” rengek joon hee

Luhan tertawa kecil melihat joon hee merengek seperti itu. Dia pun kembali menyalakan mobilnya dan meneruskan perjalan mereka ke sungai han.

Mereka berdua duduk dibawah pohon rindang yang menghadap kea rah sungai. Menunggu matahari terbenam. Itulah mengapa mereka berada disini sekarang. Diam-diam luhan memandangi joon hee.

Luhan POV*

Tuhan.. dia begitu cantik dan baik tapi kenapa sampai detik ini aku masih belum bisa juga untuk mencinntainya. Sungguh aku sudah berusaha untuk mencintainya, aku tidak ingin dia membatalkan perjodohan kami hanya karena dia memikirkan kebahagiaan ku. Sungguh bodoh aku ini tidak bisa mencintai yeoja sebaik joon hee. Dia sudah terlalu banyak menderita karena diriku, mungkin dengan mengorbankan sedikit kebahagiaanku aku bisa membuatnya bahagia. Ya.. semoga saja. Aku kembali mengalihkan pandaganku kearah matahari terbenam.

“Oppa..” panggil joon hee lirih. Aku menoleh dan mendapatinya sedang menatap lurus kedepan dengan pandangan kesedihanya.

“Apa kau bahagia?” Tanya. DEG! Dan pertanyaan itu sukses membuat jantungku merasakan sesuatu.

“Ne?”

“Apa kau bahagia?” joon hee kembali mengulang pertanyaannya.

Kenapa dia harus bertanya seperti itu. Aku memang bahagia karena bisa membantu dia dan keluarganya keluar dari masalah meskipun aku masih belum bisa mencintainya.

“Tentu saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanyaku

“Aniya. hanya saja jika kau merasa tidak bahagia aku bisa membatalkan semuanya sekarang.”

Aku tercengang mendengar kata-katanya. Aku menatapnya dalam dan joon hee hanya menatap lurus kedepan.

“Aku bisa merasakannya, aku bisa merasakan jika kau tidak bahagia oppa,”

“Apa maksudmu? Jangan bicara sembarangan kim joon hee!”

Joon hee menatap mataku lekat sekarang. “Apa kau mencintaiku?”

JDERR..

Pertanyaannya itu tentu saja bagaikan seperti petir yang menyambar ku. Jika bicara jujur aku itu pasti akan sangat menyakitkan buatnya, tapi aku juga tidak ingin membohonginya dengan mengatakan aku mecintainya. Aku menarik nafas dalam dan menhembuskannya kasar.

“A-aku masih belajar.” Jawabku tergagap

“Araseo. Jangan memaksakan dirimu oppa. Jika kau tidak bisa aku tidak apa-apa.” Jawbnya lirih “Aku sudah tahu sejak awal kau tidak akan bisa. Hhhh, bodohnya aku terlalu egois. Hampir saja aku merusak kebahagiaanmu.”

“Bicara apa sih kau? Aku sudah pernah mengatakan padamu untuk tidak membahas hal ini lagi. Aku masih mencoba, aku juga masih berusaha. Aku yakin aku bisa.” Jawabku dengan nada kesal

“Tidak oppa. Pergilah.. aku melepaskanmu sekarang, kau bisa kembali pada orang yang bisa membahagiakanmu dan orang itu bukan aku. Kau tidak perlu khawatir dengan keluarga kita, aku akan menjelaskan semuanya pada mereka dan untuk kelurgaku jangan pernah mengkhawatirkannya. Aku akan berusaha keras untuk menyelamatkan perusahaan keluargaku..”

Chup..

Entah keberaian dari mana aku bisa melakukan ini. Aku tidak suka jika dia membahas tentang pembatalan perjodohan kami dan terlebih membahas tentang kebahagianku. Entahlah.. untuk saat ini aku hanya ingin dia berhenti bicara hal yang tidak-tidak.

Joon hee POV*

Aku membelalakan mataku tidak percaya dengan apa yang dilakukan luhan oppa saat ini. Tiba-tiba dia mndaratkan bibirnya dibibirku, Ini first kiss ku dan dia mengambilnya. Seharusnya tidak seperti ini. Tuhan.. jika seperti ini maka aku akan terus berharap lebih padanya. Aku mem

Perlahan luhan mulai menggerakan bibirnya yang sejak tadi hanya menempel saja dibibirku. Luhan memandang mataku dengan tatapan teduhnya dan itu membuatku semakin jatuh kedalamnya. Perlahan aku juga mulai memejamkan mataku dan mulai mengikuti gerakan bibirnya.

Ciumannya begitu dalam dibibirku, dan rasanya lembut. Seperti dia sedang meluapkan perasaannya selama ini. Luhan melepaskan ciuman kami, dan dia menatapku dan tersenyum lembut.

“Kau yang pertama” ujarnya

“Ne?” aku tidak mengerti maksud ucapannya

“Kau adalah first kiss ku.” Jawabnya santai

‘MWO?! Lalu kenapa dia melakukan itu bersamaku?’ tanyaku dalam hati

“Itu karena aku percaya padamu.” Jawabnya lagi

“Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti

“Karena aku yakin kau adalah yang terbaik untukku. Jadi berhenti berfikiran seperti tadi. Dan aku mohon percayalah padaku. Hari pernikahan kita sudah ditetapkan dan undangan sudah disebar. Jadi jangan membuat malu keluargamu ataupun keluargaku. Araseo!”

Apa katanya tadi, undanga sudah disebar. Setahuku orang tuaku belum mengatakannya padaku.

“Aku yakin kau akan mengatakan hal ini dan sebelum itu terjadi aku sudah menyuruh kedua orang tua kita untuk menyebarkan undangan itu secepatnya.” Jawabnya menjawab pertanyaanku yang sejak tadi terus menerus berputar-putar dalam otakku. Dan sekarag luhan sedang menyandarkan kepalanya dibahu ku.

“Mianhae..” jawabku

“Aniya. tidak ada yang salah disini. Jadi maukah kau menikah denganku?” tanyanya

“Aku menolakpun kau sudah menyebarkan undangan itu oppa.” Dengusku. Luhan tertawa kecil.

Hening….

“Nyaman” ucapnya

“Mwo?”

“Bresandar dibahumu seperti ini rasanya sangat nyaman.” Jawabnya

“Lihatlah matahari tebenamnya sangat indah.” Ujarnya. Aku melihat kearah yang ditunjukanya.

>skip hari pernikahanya<

Author POV*

Hari ini tepat satu bulan setelah mereka menikah joon hee berjanji akan membawakan makan siang untuk luhan dikantornya. Ya setelah menikah dan lulus kuliah luhan bekerja di perusahaan milik appanya sebagai direktur. Belakangan ini luhan memang sibuk dan mereka berdua jarang sekali punya waktu untuk bersama.

Kini joon hee berada tepat didepan pintu ruangan luhan bekerja. Sekretaris yang biasanya selalu memebritahukan kedatangannya tidak ada di tempatnya. Mungkin dia sedang maka siang piker joon hee. Joon hee memegang kenop pintu dan membukanya perlahan, joon hee begitu terkejut melihat keadaan didalam. Bukan.. bukan ini yang dia harapkan…

TBC..

Hyaaaaaa!! Gimana? Makin gak jelas kan ceritanya!!!!! Authornya bingung mau dibikin kepanjangan takut salah gimana dong? Tapi penasaran gak gimana sama kelanjutan hubgungan segitiga antara joon hee, luhan dan hyorin? Dan apa yang diliat sama joon hee di ruangan luhan? Wah.. wah..authornya gak bisa ngebayangin :D jadi deg degan sendiri :D *authornyalebaynih :D yasudahlah janga lupa komentarnya ya….

About these ads

About violetkecil

asih mitra. 90liner. dreamer. luhan stole my heart away. Novel: 10 Autumns In Korea. http://avioletkecil.wordpress.com

Posted on April 17, 2013, in Multi Chapter, Romance, Sad and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. tbc menyakitkan sist..
    sist… sering2 update dong. sayang ff sebagus ini ditelantarin.

  2. Luhan labil-.-

  3. Apa uang terjadi? Jangan bilang luhan selingkuh

  4. Apa…ada apa…??
    Hyorin lagi kah?
    Aishh..

  5. aku lanjut baca y..menarik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.025 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: