Can’t You See Me? Just Once (Chapter 4)

CYSM.. JO

Title                 : Can’t You See Me? Just Once (Chapter 4)

Author             : Lee yeojin (@dewiiezers)

Main cast         : Kim joon hee (OC)

Xi luhan (EXO-M)

Extended cast : Min hyorin (OC)

Kang yejin (OC)

Kim jong in (EXO-K)

Oh sehun (EXO-K)

Kris (EXO-M)

Genre              : Romance, sad, married

Rating             : 15

Disclaimer       : Fanfiction ini milik saya hasil dari masalalu yang pernah saya alami dengan ditambah imajinasi yang saya punya.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Chapter 4

Dengan langkah gontai joon hee meninggalkan kantor luhan. Pikirannya kacau karena melihat kejadian barusan.  Joon hee tahu cepat atau lambat kejadian seperti ini pasti akan terjadi pada rumah tangganya. Dia hanya tidak menyangka bahwa akan terjadi secepat ini. Joon hee tahu sampai kapanpun luhan tidak akan pernah mencintai dirinya yang ada dihati luhan hanya min hyorin, ya hanya dia satu-satunya wanita yang bisa mneyentuh hati luhan. Tidak dengannya.

Luhan POV*

Aku segera melepaskan tubuhku dari hyorin. aku tidak menyangka hyorin akan menciumku terlebih lagi tadi joon hee melihatnya.

“Apa yang kau lakukan min hyorin?” tanyaku marah

“Aku.. aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan.” Jawabnya enteng

“MWO?”

“Wae? Bukankah kau masih mencintaiku oppa?”

“Kau gila! Aku sudah menikah dan terlebih lagi tadi joon hee melihat apa yang kau lakukan dia bisa saja salah paham!” jawabku kesal.

Aku harus segera mengejar joon heed an menjelaskan semuanya. Aku tidak ingin joon hee salah paham dan nantinya hubunganku dengannya akan berantakan. Andwee! Aku tidak ingin itu terjadi. Aku keluar dari ruangaku dengan tergesa-gesa berharap joon hee masih berada disekitar perusahaan ini.

Aku mencoba menghubungi ponsel milik joon hee tapi hanya operator yang menjawab. ‘joon hee-ya neo eodi issji?’ berkali-kali aku mencoba menghubunginya tapitetap sama seperti tadi. ‘joon hee-ya jangan membuatku khawatir’

Aku mencari joon hee ketempat-tempat yang sering dia datangi. Mulai dari taman, café sampai sungai han tapi dia tetap tidak ada disana. ‘mungkinkah dia pulang kerumah?’ ah ya sebaiknya aku mencarinya dirumah kami. Aku memacu mobilku dengan kecepatan tinggi. Berharap kalau saat ini joon hee sedang berada dirumah dan berada dikamar kami.

Setelah aku memarkirkan mobilku aku segera menuju apartement yang menjadi rumah kami sekarang. aku memasukan kombinasi angka dan pintu pun terbuka. Aku mencari joon hee di seluruh penjuru apartement ini tapi dia tidak ada dan berarti dia belum pulang sejak tadi. Aku kembali menghubungi joon hee tapi sia-sia saja sepertinya joon hee memang sengaja mematikan ponselnya.

“AARRGGHHH!” teriakku frustasi. Aku harus mencari joon hee kemana lagi? Apa aku harus bertanya pada kai? Ani. Jika kai tahu dia pasti akan langsung membunuhku detik ini juga lalu aku harus bertanya pada siapa? Sehun. Ah iya aku rasa sehun bisa membantuku.

Aku menghubungi sehun. ‘kenapa dia lama sekali mengangkat ponselnya? Dimana dia?’

‘Yeoboseo’ jawab sehun disebrang sana

“Yeoboseo sehun-nie”

‘Wae hyung? Kenapa menelpon?’ tanyanya

“Sehun-nie kau tahu tempat maa saja yang sering joon hee datangi selain sungai han, taman dan café tentunya?” tanyaku langsung.

‘Waeyo hyung? Kenapa kau bertanya tentang hal itu?’

‘Aisshh! Bocah ini kenapa dia malah balik bertanya’ batinku

“Ya! Aku bertanya padamu kenapa kau malah balik bertanya padaku? Aissh jinja!”  jawabku sedikit kesal. Kenapa namdongsaengku ini begitu cerewet sekali sih.

‘Ani. Aku rasa hanya itu tempat yang sering dia datangi aku tidak tahu yang lain. Ah, mungkin kai hyung tahu. Coba saja tanya padanya.’ Suruh sehun

“Ani.” Bertanya pada kai? Tidak. itu sama saja mendatangkan kemtian lebih cepat.

‘Wae? Hyung apa kau bertengkar dengan joon hee?’ tanya sehun curiga

“Ani. Kalau nanti kau bertemu dengan joon hee cepat hubungi aku.” Jawabku lalu kemudian memutuskan panggilan secar sepihak. Aku memag tidak memberi kesempatan pada ehun untuk menjawab jika dia menjawab pasti telpon tadi akan menjadi sangat panjang dan lama.

Hah! Kemana lagi aku harus mencarimu joon hee-ya? Lagi-lagi aku menyakitimu joon hee-ya, mianhae..

Author POV*

Angin dipantai berhembus dengan kencang. Udara yang dingin tidak membuat seorag yeoja merasakan dinginnya udara itu juga. Yeoja itu masih sibuk dengan fikirannya sendiri. Mencoba mencerna dengan baik kejadian yang baru saja dilihatnya. Ya, yeoja itu adalah kim joon hee. Entah apa yang membuat joon hee sampai melangkahkan kakinya menuju pantai ini. Tapi menurutnya pantai jauh lebih baik dari pada sungai han jika dia sedang seperti ini.

Suara deburan ombak yang kencang dan semilir angin yang menerbangkan rambutnya bahkan dia tidak pedulikan. Yang dia inginkan sekarang  ini adalah bagaimana caranya agar hatinya menjadi tenang kembali. Sungguh melihat kejadian siang ini dikantor luhan membuat hatinya menjadi kacau. Hatinya begitu perih melihat semua itu. Bagaimana tidak, sekarang status joon hee adalah istri dari xi luhan tapi apa yang bisa dilakukan joon hee? Semua itu hanyalah status karena luhan sama sekali tidak memilik perasaan apapun padanya.

Entah sampai kapan joon hee bisa bertahan pada keadaan seperti ini. Jika bisa dia benar-benar ingin mengakhirinya dengan luhan tapi apa yang bisa dia lakukan jika pada akhirnya ia juga dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan antara melihat kedua orang tuanya bahagia karena dia sudah menikah dengan luhan atau pilihan melepaskan luhan membiarkannya kembali pada wanita yang ia cintai dan itu artinya orang tuanya pasti akan terluka dan kecewa.

Ponsel joon hee berdering, panggilan masuk dari kris. Kris adalah kakak sepupu joon hee. Dia adalah orang yang menjadi tumpahan hati joon hee selain kai oppanya.

“Yeoboseo” jawab joon hee lirih

‘Yeoboseo joon-ah neo gwaenchana?’

“Ne..” jawab joon hee singkat

Kris yang disebrang sana merasa ada yang aneh dengan joon heed an dia juga mendengar suara debuaran ombak. Apa joon hee sedang berada dipantai? Tapi bukankah ini sudah malam. Apa terjadi sesuatu padanya. Batin kris.

‘Apa ada masalah?’ tanya kris hati-hati

“Oppa.. bolehkah aku menyerah sekarang?” tanya joon hee. Kini Kristal bening itupun turun dari matanya. Dia tidak mampu menahannya lagi. Kris tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh joon hee.

‘Apa maksudmu dengan menyerah?’ tanya kris heran

“Oppa aku lelah dengan semuanya” jawab joon hee terisak

Kris yang mendengar isakan joon hee menjadi khawatir. Kris merasa kali ini adiknya itu benar-benar tidak bisa untuk bertahan. Ya, kris mengetahui bagaimana keadaan rumah tangga yang sedang dijalani oleh adiknya sekarang.

‘Uljima, kita bertemu besok araseo.’

“Ne..” jawab joon hee dengan nada rendah. Sambungan pun terputus.

Joon hee kembali tenggelam dalam fikirannya. Hatinya masih menerka-nerka apa yang selanjutnya akan terjadi setelah hari ini. Apa benar dia akan segera berpisah dari luhan jika luhan meninggalkannya? Lalu bagaimana dengan kedua orangtua joon hee bkankah itu akan membuat mereka terluka? Dan bagimana dengan dirinya nanti, apa dia masih sanggup menjalani hidup stelah ini. Fikiran buruk terus saja menghantui benak joon hee. Sampai joon hee tidak sadar bahwa ada mantel yang menutupi punggungnya. Joon hee menoleh utuk melihat siapa orag yang sudah memberikan mantel hangat itu untuknya.

Joon hee mendapati kai oppanya sudah duduk disampingnya sambil memandang kearah laut malam menikmati semilir angin yang berhembus.

“Kai..”

“Oppa” intrupsi kai. Joon hee terkekeh mendengarnya.

“Kenapa kau tahu aku disini?” tanya joon hee

“Kris hyung menelponku, dia mengkhawatirkanmu. Dia bilang dia takut kalau kau bunuh diri dipantai ini.” Jawab kai bercanda

Joon hee tertawa kecil mendengar ucapan kai. Hening. Joon hee kembali menatap hitamnya laut. Kai yang memandang joon hee sejak tadi menyadari bahwa sesuatu terjadi pada adiknya hari ini.

“Wae? Apa dia membuatmu sedih lagi?” tanya kai

“……”

“Cepat katakana padaku apa yang dia lakukan kali ini.” Kata kai menuntut

“eobseo.” Jawab joon hee lirih

“Gotjimal!”

“Ani.”

Hening. Tidak ada yang berniat membuka suaranya lagi. Kai mengerti kalau seperti ini dipaksapun joon hee tetap tidak akan mau cerita.

“Wae? neon nal mideul suga eobseo?” tanya kai

“Anio. Hanya saja.. oppa bagaiamana.. menurutmu reaksi eomma dan appa jika tahu aku.. berpisah dengan luhan?” tanya joon hee sedikit terbata. Kai sempat tercengan sebentar mendengar pertanyaan dari yeodongsaengnya. Tapi segera dia menggantinya dengan sebuah senyuman meneduhkan.

“Aku rasa mereka akan mengerti.”

“Tapi mereka pasti terluka.” Jawab joon hee dengan pandangan menerawang

“Kau yang lebih terluka. Saengi eomma dan appa pasti mengerti.” Jawab kai menenangkan

“Apa kau dan orang itu akan berpisah?” tanya kai hati-hati

“Entahlah oppa..” joon hee menarik napas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.

“Hari ini aku melihatnya sedang berdua dengan hyorin.” jawab joon hee pilu. Air matanya menetes kembali.

Kai terdiam. Apa luhan lupa dengan janji yang dibuatnya sebelum menikah dengan joon hee. Kai marah dan kesal. Dia tidak suka adiknya diperlakukan seperti ini. Tapi kai tidak bisa marah didepan joon hee yang sedang kacau seperti ini. Kai memeluk joon hee erat. Kai hanya berusaha menghangatkan dan membuat joon hee merasa nyaman dan menumpahkan segala beban itu padanya.

“Ssstt.. uljima.. aku tahu bagaimana perasaanmu.” Jawab kai

Menangis. Ya, hanya itu yang dilakukan joon hee saat ini. Mencoba bersandar pada oppanya dan menumpahkan segala macam perasaannya lewat pelukan itu. Joon hee hanya berharap bahwa setelah ini bebannya akan menghilang sedikit.

Kai mengelus pucak kepala jon hee sayang. Dia prihatin dengan nasib adiknya. Bagaimana mungkin yeodongsaengnya yang rapuh ini dapat menerima semua hal ini. Jika bisa kai ingin dialah yang berada pada posisi joon hee sekarang.

Jam sudah menunjukan pukul 2 malam dan joon hee barsaja tiba dirumah. Joon hee pulang diantar oleh kai.

“Duduklah oppa akan ku ambilkan minum.” Joon hee menghilang dibalik dapur. Sednagkan kai duduk di ruang tamu apartement joon hee. Kai merasa ada yang aneh dengan apartemen ini, tapi pikiran itu langsung ditepis olehnya. Joon hee kembali dengan segelas coklat hangat. Joon hee memberikan coklat hangat itu pada kai. Kai pun menerimanya dengan senang hati.

“Dimana luhan?”

“Mungkin dia sudah tidur. Aku kekamar sebentar oppa.”

Kai mengangguk. Joon hee membuka pintu kamarnya pelan, dia tidak ingin mmebangunkan luhan yang sedang tidur didalam. Tapi saat joon hee membuka pintu dia terbelalak melihat orang didalamnya.

“Mi mi mianhae.. kalian bisa melanjutkannya” joon hee pun menutup pintu itu kembali dan dia segera menuju keruang tamu tempat kai masih terduduk disana.

“Wae?” tanya kai heran.

“Joon hee-ya aku bisa menjelaskannya.” Ucap luhan.

Luhan keluar dengan kancing kemejanya yang terbuka dan dibelakangnya hyorin mengikutinya. Baju yang dikenakannyapun sama seperti luhan, terlihat lusuh. Kai yang menyadari hal itu lalu menarik adiknya untuk pergi. Joon hee yang masih shock hanya bisa terdiam.

“Kajja aku rasa eomma dan appa akan mengerti jika kejadiannya seperti ini.” Ucap kai menahan amarahnya.

“……” diam.

Joon hee masih terdiam ditempat. Pandangan matanya kosong. Tidak, kali ini dia tidak menangis. Tapi hatinya seperti sedang ditusuk oleh pisau. Sakit. Itulah kenapa dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. kejadian tadi siang saja sudah cukup membuatnya kacau lalu sekarang dia harus melihat suaminya bercumbu dengan mantan kekasihnya.

“Joon hee-ya kau salah paham dengan semuanya. Aku bisa menjelaskannya padamu.” Ucap luhan lirih

“Apa yang mau kau jelaskan lagi pada adikku hyung?! Bukankah semuanya sudah jelas?”

“Kai-ah ini tidak seperti yang kau dan joon hee lihat. Ini semua salah paham.” Bela luhan.

Luhan meraih tangan joon hee matanya kini menatap joon hee dalam. Tapi yang dipandang hanya memberikan tatapan kosong. Luhan yang meilhat tatapan itu merasa sangat bersalah, hatinya juga seperti sedng diiris oleh sebilah pisau mendapati istrinya menatapnya dengan tatapan kosong.

“Joon hee-ya..” luhan mencoba untuk memeluk joon hee. Tapi joon hee menghindar.

“Sudahlah hyung aku rasa semuanya sudah cukup. Jangan temui yeodongsaengku lagi setelah ini. Aku tidak ingin dia terluka lagi karna mu.” Ucap kai tegas

“Dia istriku kai! Jadi berhentilah memonopolinya sendiri!” jawab luhan dengan nada tinggi

“TIDAK SADARKAH KAU HYUNG? KAU SUDAH MENYAKITINYA TERLALU DALAM” balas kai dengan nada lebih tinggi

Luhan menarik tangan joon hee. Kai yang melihatnya juga menarik tangan joon hee. Dia tidak ingin adiknya disakiti lagi oleh luhan.

“Lepaskan dia kai! Aku harus bicara dengan joon hee!!”

“ANI! AKU TIDAK MENGIZINKANNYA!” jawab kai

Luhan tetap memaksa agar tangan joon hee terlepas dari kai. Tangan joon hee memang terlepas tapi sekarang luhan dan kai malah bertengkar dan saling memukul.

“Hajiman” ucap hyorin yang berusaha melerai kai dan luhan

“Oppa hajiman..” Hyorin terus berusaha utntuk memisahkan mereka berdua.

“AARRGGHHH” luhan dan kai berhenti saling memukul begitu mendengar suara teriakan joon hee. Joon hee pergi begitu. Luhan dan kai segera berlari untuk mengejar joon hee. Joon hee memasuki mobilnya dan mnegendarainya dengan kecepatan tinggi.

Joon hee POV*

“Mi mi mianhae.. kalian bisa melanjutkannya” hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutku saat membuka pintu kamar. Apa mereka sudah melakukannya sampai sejauh itu? Tapi kenapa luhan harus melakukannya di apartemen kami?

Tuhan rasanya sungguh sakit melihat suamiku bercumbu dengan wanita lain. Dia bahkan tidak pernah menyentuhku sama sekali. Aku tidak kuat lagi tuhan. Bisakah aku menyerah sekarang? bolehkah aku egois untuk saat ini? Baiklah jika ini memang harus dilakukan, aku akan berpisah dengan mu luhan. Ya, itu untuk kebaikanmu. Maafkan aku eomma, appa jika aku mengecewakan kalian. Aku mendengar suara hyorin berteriak hajiman.

“AARRGGHHH” aku berteriak sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka semua.

Aku memacu mobilku dengan kecepatan tinggi. Entahlah, biar saja naluriku yang mmebawa aku mau kemana. Fikiranku benar-benar kacau. Aku butuh sendiri unutk saat ini. Aku menambah kecepatan laju mobilku tapi tidak lama kemudian

BRAKK

Aku hanya melihat bahwa mobilku menabrak pembatas jalan dan darah mengalir dari kepalaku setelah itu gelap.

Luhan POV*

“MWO?! Kecelakaan? Dirumah sakit mana? Araseo. Aku akan segera kesana.” Begitu menutup telfon aku segera mengambil mantel dan kunci mobilku

“Kai-ah joon hee kecelakaan kita harus segera kerumah sakit.”

“MWO?!” jawab kai shock. Ya kai masih disini di apartemen ku dan joon hee. Aku sudah menjelaskan semuanya pada kai, aku harap dia bisa membantuku unutk menjelaskannya pada joon hee nanti.

“Kajja.” Ucapku

Aku dan kai pergi ke seoul hospital. Begitu kami sampai disana kami bertanya pada resepsionis.

“Dimana ruangan korban yang tadi kecelakaan mobil.” Tanya ku

“Dia masih diruang UGD”

Segera setelah mengetahui keberadaa joon hee aku dan kai segera menuju ruang UGD. Aku dan kai shock melihat keadaan joon hee yang terbaring lemah di ruang gawat darurat. Kai menjauh dan dia terlihat seperti menelpon seseorang tapi aku tidak memperdulikannya.

“Agashi apa anda keluarga dari nyonya kim?” tanya seorang perawat

“Ne, aku suaminya.”

“Ah kebetulan, dokter ingin bertemu dengan anda.”

“Ne. kai-ah temani joon hee dulu aku harus bertemu dengan dokter.”

“Ara.” Jawab kai

Aku mengikuti perawat tersebut menuju ruang dokter. Dokter mengatakan bahwa luka yang dialami joon hee cukup parah, dan hal yang lebih membuatku terkejut lagi adalah dokter mengatakan karena ada sedikit benturan pada kepala joon hee kemungkinan dia akan mengalami amnesia atau koma.

Aku keluar dari ruang dokter dengan langkah lesu. Tidak menyangka bahwa semuaya ini akan terjadi. Ini semua salahku, karena kebodohanku joon hee mengalami kecelakaan ini. Aku kembali ketempat dimana joon hee dirawat. Perawat yang mengantarku keruang dokter tadi mengatakan bahwa joon hee sudah dipindahkan ke kamar perawatan.

Aku membuka pintu kamar kai sedang duduk disamping joon hee. Dia menoleh karena menyadari kehadiranku.

“Apa yang dikatakan dokter hyung?” tanya kai

“….”

“Hyung katakan..” ucap kai tidak sabar

“Dokter mengatakan kemungkinan besar joon hee akan mengalami koma.” Jawabku lirih

Kai diam saja begitu mendengar perkataanku. Dia shock. Tentu saja, kini tatapan kai sulit diartikan.

“Kau sudah memberitahu eomma dan appa?” tanyaku

“Mmm” jawab kai sambil mengangguk.

Tidak lama kemudian sehun datang  bersama dengann yejin. Mungkin mereka terburu-buru datang kesini begitu aku menelfon sehun dan memberitahunya bahwa joon hee kecelakaan.

“Hyung bagaimana keadaan joon hee?” tanya sehun begitu dia membuka pintu kamar tempat joon hee dirawat.

“….” Hening dan tidak ada yang menjawab. Baik aku maupun kai kami sama-sama diam.

“Hyung..” ucap sehun lagi

“Dia koma..” jawab kai lesu

“Mwo?” jawab sehun dan yejin berbarengan. Mereka berdua shock, tentu saja. Joo hee adalah sahabat yang paling mereka sayangi.

Author POV*

Tidak terasa matahari sudah menampakan dirinya dilangit. Keempat orang yang menunggui joon hee dirumah sakit sejak tadi juga masihdalam posisi mereka yang sama. Kai, sehun, dan yejin duduk disofa yang berada disudut kamar rawat tersebut. Mereka sibuk dengan fikirannya masing-masing entah apa. Sedangkan luhan dia duduk dikursi samping ranjang tempat joon hee terbaring. Luhan terus memegang tangan joon hee. Dalam hatinya terus berdoa agar joon hee cepat sadar dan dia bisa memperbaiki semuanya.

BRAKK

Pintu kamar rawat tersebut terbuka, luhan, kai, sehun dan yejin yang kaget sontak saja melihat siapa yang datang. Kris datang dengan terburu-buru. Begitu dia mendapat telfon dari kai bahwa joon hee keceelakaan dia langsung mengambil penerbangan malam itu juga menuju seoul. Unutng saja dia sedang berada di china jadi perjalanan tidak terlalu lama.

“Hyung..” kata kai lirih

“Kai-ah bagaimana keadaan joon hee?”

“….”

“Kim jong in jawab aku!” jawab kris dengan nada sedikit tinggi.

“Dia… dia koma.” Jawab kai lesu

“MWO?!” kris yang tidak percaya dengan keadaan joon hee mendekati ranjang tempat joon hee terbaring.

“Joon-ya ireona!” kata kris. Kris mengguncang-guncangkan tubuh joon hee agar dia bangun. Kris terus seperti itu sampai luhan menariknya agar menjauh dari joon hee.

“Kau akan menyakitinya jika seperti itu.” Luhan kesal dengan kelakuan kris.

Luhan memang tidak tahu siapa kris, dia sedang tidak peduli  apa hubungan kris dengan joon hee. Yang ada difikirannya saat ini hanyalah bagaimana agar joon hee cepat sadar.

“Jadi kau orang yang bernama luhan?” tanya kris dingin

“Ne” jawab luhan datar

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU HINGGA DIA SEPERTI INI?!” teriak kris sambil menarik kerah dari kemeja yang dipakai luhan.

Kai dan sehun berusaha untuk melerai keduanya. Mengingat mereka masih berada dikamar tempat joon hee dirawat.

“Hyung lepaskan.. kita bisa mengganggu joon hee nanti.” Kata kai yang berusaha melepaskan tangan kris dari kerah baju luhan.

“Hyung lebih baik kita keluar..” ucap sehun.

Sehun berjalan keluar terlebih dahulu diikuti dengan luhan dan kai yang masih menyeret kris untuk keluar.

“Sekarang jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya?” taya kris to the point begitu mereka berada diluar kamar.

“Hyung kau berjanji untuk mendengarkan semuanya dari awal dan aku tidak ingin ada kekerasan.”

“Araseo” jawab kris

“Hyung bisa kau jelaskan semuanya dari awal” kata kai pada luhan

Luhan mengangguk. Luhan pun menceritakan semuanya dari awala dan sampai bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi. Kris sebenarnya sangat marah begitu mendengar cerita bahwa luhan masih berhubungan dengan min hyorin, tapi dia menahan amarahnya karena ia tahu jika dia meledak akibat emosinya dia tidak akan bisa berhenti. Dan kris juga tidak mau membuat joon hee terluka karena dia memukul namja yang sangat dicintai adiknya itu.

Sudah hampir dua minggu joon hee belum sadarkan diri juga sementara semua orang semakin khawatir dengan kondisinya dan juga luhan. Ya, selama hamper dua minggu joon hee koma kehidupan luhan benar-benar berantakan. Dia tidak pergi bekerja atau melakukan hal yang lainnya bahkan untuk mengurus dirinya sendiri pun terkadang lupa unutk dilakukannya. Luhanmenyadari bahwa kehadiran joon hee beberapa bulan ini memang sangat berarti untuknya. Menyadari bahwa dialah penyebab joon hee terluka dan terbaring koma diranjang rumah sakit ini membuatnya merasakan sakit teramat dalam.

Malam ini kai yang menemani luhan untuk menginap dirumah sakit. Dia datang membawa makanan dan pakaian ganti untuk luhan yang sudah dia ambil sebelumnya di apartement milik luhan.

“Hyung.. istirahatlah biar aku yang menunggu joon hee malam ini.” Ucap kai

“Ani. Aku ingin menunggu sampai joon hee sadar.” Jawab luhan lesu

“Hyung.. joon hee pasti tidak akan senang melihatmu seperti ini. Kau sudah seperti mayat hidup hyung.”

“….”

“Aku sudah membawakan makanan dan baju ganti unutkmu. Cepat makan dang anti pakaianmu. Jangan sampai saat joon hee sadar nanti dia melihatmu seperti ini. Itu akan semakin membuatnya sakit.” Lanjut kai

Luhan memikirkan semua perkataan kai. Akhirnya dia bangkit dari kursinya dan mengambil pakaian ganti. Setelah berganti pakaian luhan pun makan bersama kai.

“Jangan terlalu menyiksa dirimu sendiri hyung, bukankah kris hyung sudah memberitahumu.” Ucap kai

“Aku benar-benar merasa bersalah pada joon hee.” Jawab luhan lirih

“Jika kau merasa bersalah berhentilah menjadi mayat hidup dan perhatikan dirimu sendiri, bagaimana kau mau menebus semua kesalahanmu pada joon hee jika kau terus seperti ini.”

“…..”

“Sudahlah hyung jangan difikirkan kita bahas hal ini lain kali.” Ucap kai dengan senyum tulusnya. Luhan pun melemparkan senyum sendunya.

Pagi-pagi sekali kai sudah meninggalkan rumah sakit katanya pagi ini dia ada rapat dengan clientnya sehingga dia harus cepat-cepat pulang. Kondisi joon hee juga masih sama saja, dia masih memejamkan matanya dan entah kapan akan sadar.

“Joon hee-ya bukalah matamu aku mohon, jika kau terus seperti ini itu hanya akan menyiksaku secara perlahan.”

“Mianhae kalau aku sudah menyakitimu begitu dalam.. tapi aku mohon joon hee-ya jangan meninggalkanku, aku baru menyadari bahwa kau sangat berarti untukku.”

“Semua yang kau lihat waktu itu hanya salah paham. Aku berjanji setelah kau sadar aku akan menjelaskan semuanya padamu dan apa kau tahu? kris sudah menyiapkan paket liburan untuk kita berdua. Jadi aku mohon cepatlah sadar.” Tidak terasa air mata luhan pun jatuh membasahi pipinya. Luhan memang sangat menyesal dengan kejadian kemarin. Dia tidak menyangka bahwa semuanya akan berakhir seperti ini.

Saat luhan terlelap disamping ranjang joon hee tangan joon hee bergerak. Luhan yang menyadari ada pergerakan dari tangan joon hee pun segera membuka matanya. Dia terkejut saat joon hee mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Joon hee-ya kau sadar..”

TBC…

Wah joon hee sadar tuh.. apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa joon hee akan berpisah dengan luhan? Atau mereka tetap bersama? Terus gimana sama min hyorin? penasarankan.. tunggu aja chapter selanjutnya :D:D (udah kaya sinetron nih authornya)

About these ads

About violetkecil

asih mitra. 90liner. dreamer. luhan stole my heart away. Novel: 10 Autumns In Korea. http://avioletkecil.wordpress.com

Posted on April 19, 2013, in Multi Chapter, Romance, Sad and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 23 Komentar.

  1. Hyorin emang kterlaluan!
    Akhirnya luhan ada rasa juga ama joon hee…
    Joon hee sadar?jinjja!

  2. hyorin licik bgt..nyebelin..

  3. deg degan bacanya:”D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.012 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: