Can’t You See Me? Just Once (Chapter 5)

CYSM.. JO

Title                 : Can’t You See Me? Just Once (Chapter 5)

Author             : Lee yeojin (@dewiiezers)

Main cast         : Kim joon hee (OC)

Xi luhan (EXO-M)

Extended cast : Min hyorin (OC)

Kang yejin (OC)

Kim jong in (EXO-K)

Oh sehun (EXO-K)

Kris (EXO-M)

Genre              : Romance, sad, married

Rating             : 15

Disclaimer       : Fanfiction ini milik saya hasil dari masalalu yang pernah saya alami dengan ditambah imajinasi yang saya punya.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Chapther 5

Joon hee POV*

“Joon hee-ya kau sadar..”

Itulah kata pertama yang kudengar saat aku membuka mataku.Suara ini sangat aku kenal dan aku dapat merasakan suaranya sedikit bergetar.Dan sebelumnya juga aku mendengar suaranya yang meminta maaf padaku dan berusaha untuk menejlaskan kejadian kemarin.

Ah ya aku ingat sekarang kemarin mobilku menabrak pembatas jalan karena aku menghindari sebuah truk yang tiba-tiba saja melintas didepanku. Dan setelah kejadian itu aku tidak sadarkan diri.Aku menatap luhan yang sekarang sedang tersenyum lega.

“Oppa..aku dimana?” tanya ku dengan suara serak

“Kau dirumah sakit chagi..aku akan memanggil dokter, sebentar.” Luhan pun menghilang dibalik pintu dan tidak lama kemudian dia kembali dengan seorang dokter dan perawat.

Dokter itu langsung memeriksa keadaanku.Aku bisa melihat ada raut cemas diwajah luhan. Entah karena apa.

“Bagimana keadaanya uisa-nim” tanya luhan begitu itu selesai memeriksaku

“Bersyukurlah pada tuhan dia tidak kehilangan ingatannya tapi keadaannya maih sangat lemah dan masih membutuhkan pengawasan.”

“Tidak perlu khawatir tuan Xi, dalam beberapa hari keadaannya akan mulai membaik.” Sambung dokter tersebut.

“Saya perimisi dulu.” Kata dokter

“Gamsahamnida uisa-nim.” Balas luhan.Dokter dan perawat itupun keluar dari ruangan ini.Dan sekarang hanya ada aku dan luhan.Aku merasa suasana sedikit agak canggung.

“Istirahatlah. Aku ingin kau cepat sembuh.” Ucap luhan lembut.

“Oppa.. “ luhan langsung memotong perkataanku

“Kau butuh banyak istirahat nanti aku akan menjelaskan semuanya, maukah kau mendengarkan semuanya?” tanya luhan

Aku megangguk mengerti. Luhan sepertinya tahu aku ingin menanyakan apa. Dia memang selalu tahu tentang apa yang kufikirkan. Lebih baik sekarang aku kembali memejamkan mataku da berharap semua penjelasannya nanti bisa membuat hatiku tenang.

Aku merasakan luhan mengecup keningku dan tangannya menggenggam taganku erat. Aku berharap bahwa ini tidak akan pernah berakhir tapi sebuah kenyataan membuatku menyadari bahwa namja yang berada disampingku saat ini tidak pernah mencintaiku.

Author POV*

Malam harinya semua orang berkumpul dikamar rumah sakit tempat joon hee dirawat.Luhan sudah memberitahukan kepada kai, kris, sehun, yejin, dan tentunya kedua orang tua mereka bahwa joon hee sudah sadar.Orang tua joon hee dan luhan baru saja pulang karena hari sudah malam.Sedangkan sehun pergi megantar yejin pulang.Hanya tinggal kris, kai dan tetunya luhan.

“Apa ada yang sakit?” tanya kris. Namja itu sekarag tengah duduk dikursi disamping tempat adiknya berbaring.Tidak bisa dipungkiri oleh kris, dia sangat bahagia bisa melihat joon hee kembali membuka matanya.

Joon hee menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan kris tadi.

“Kau ingin makan sesuatu?” tanya kris lagi

“Oppa..berhentilah bertanya. Aku baik-baik saja.” jawab joon hee

“Araseo” jawab kris sambil terkekeh.Luhan dan kai hanya tersenyum melihat pemandang kedua orang itu.

“Hyung jangan mengganggunya joon hee butuh istirahat.” Sela kai dengan wajah cemberut.

“Apa kau cemburu? Apa kau ingin aku bertanya padamu juga?” tanya kris dengan wajah yang diuat-buat polos. Dan itu tentu saja membut luhan dan joon hee tertawa.Luhan yang sejak tadi duduk di pinggir tempat tidur joon hee memandang joon hee lembut.

Luhan merasa senang bahwa istrinya bisa kembli sadar dan dia berharap istrinya akan segera kembali pulih dan mereka berdua bisa hidup dengan bahagia. Diam-diam luhan sudah menyiapkan kejutan untuk joon hee.Tapi dia masih menyimpannya dan belum mau memberitahukannya untuk sekarang.

“Sudah waktunya untukmu istirahat” ucap luhan kepada joon hee

“Dan kalian berdua harus keluar Karen aku tidak ingin kalian mengganggu istirahat istriku.” Ucap luhan kepada kris dan kai.Kris dan kai langsung menatp tajam kearah luahn sedangkan yang ditatap hanya memberika tatapan polosnya.Itu membuat joon hee tersenyum.Setidaknya semua orang disekitarnya bisa bahagia.

“Oppa biarkan saja mereka disini.” Jawab joon hee dengan mengukir senyum dibibirnya.

Luhan memiringkan kepalanya sedikit unutk berfikir.Tapi sebelum luhan mengeluarkan pendapatnya kris sudah menyelanya.

“Araseo. Kajja kai kita harus keluar.” Ucap kris

“Oppa..” joon hee berusaha menahan kris untuk tidak pergi.

“Aku dan kai hanya akan keluar untuk mencari makan. Dan selagi kami pergi bisakah kau memarahi suamimu itu?” tanya kris

“Wae?” tanya joon hee tidak mengerti

“Kau tahu..Selama 2 minggu kau koma kudengar dari kai dia sudah seperti mayat hidup yang tidak mau melakukan apa-apa.Dia tidak pergi bekerja, tidak mengganti pakaiannya dan juga sulit disuruh untuk makan. Yang dia lakukan hanya diam dan duduk disini untuk menunggumu sadar.” Ucap kris dan tentu saja dia langsung mendapatkan tataan tajam dari luhan.

“Yak! Kris. Kau ingin mati?” tanya luhan kesal

“Kau akan mati terlebih dahulu ditangan adikku sebelum kau bisa membunuhku.” Ejek kris

“Dasar tiang bendera.” Gerutu luhan

“Aku mendengarnya”

“Oh kau mendengarnya, aku kira kau tuli.” Ejek luhan gentian

Kai dna joon hee hany memandang mereka dengan tatapan aneh. Tapi kemudian joon hee tersenyum dia senang karena luhan bisa dekat dengan kris sekarang.

“Oppa sudahlah..cepat pergi dan bawa makanan yang banyak kesini.” Sela joon hee

“Baiklah baiklah. Kajja kai.” Jawab kris.

Kai dan kris pun keluar dari ruangan, mereka pergi membeli makannan karena mereka bertiga termasuk luhan belum sempat unutk makan malam.Dan didalam hanya tinggal luhan dan joon hee.

“Oppa..maukah kau menjelaskannya?” tanya joon hee hati-hati

“Apa kau mau mendengarkannya sampai selesai?” tanya luhan

Joon hee mengagguk. Luhan sedikit berfikir dari mana dia akan memulai penjelasannya.

“Oppa aku janji akan mendengar semuanya sampai selesai dan tidak akan menyela.”Ucap joon hee tidak sabar.

Luhan POV*

“Oppa aku janji akan mendengar semuanya sampai selesai dna tidak akan menyela.”Ucap joon hee tidak sabar.

“Araseo.” Aku mulai menjelaskannya dari awal sampai akhir.

“Kau tahu sejak aku memutuskan unutk menikah denganmu aku sudah tidak berhubungan lagi dengan hyorin.aku sudah berjanji pada kai waktu itu jadi aku tidak akan melanggarnya. Tepat 2 minggu sejak kita menikah hyorin menghubungiku dan dia bilang ingin bertemu.Saat itu dia terdengar seperti orang yang frustasi. Tadinya aku ingin memberitahumu bhawa hyorin ingin bertemu dengan ku tapi aku takut kau akan sakit jika mendengarnya.” Aku menarik nafas untuk mengambil jeda sebelum melanjutkan ceritaku.

“Dan kejadian 2 minggu lalu saat dikantor. Sungguh aku tidak tahu bahwa hyorin kan berbuat seperti itu. Aku tidak sadar jika dia sudah berada diruanganku karena saat itu aku sedang mengerjakan beberapa file. Aku berusaha menyuruhnya keluar dari ruanganku karena aku tahu kau akan datang dan aku tidak ingin kau salah paham terhadapku tapi tiba-tiba saja dia menarik kemejaku dan menciumku tepat saat kau membuka pintu.”

“Setelah kau pergi aku berusaha mencarimu kesemua tempat yang sering kau datangi.Aku juga menelfon sehun untuk bertanya tempat mana saja yang sering kau datangi selain yang kutahu.Aku juga sudah menghubungi ponselmu tapi kau mematikan ponselmu.Karena lelah aku memutuskan untuk pulang ke apartemen kita dan berharap kalau kau sudah berada disana.”

“Tapi kau tidak ada disana, kau belum kembali.setelah itu aku berbaring diatas ranjang untuk menghilangkan sedikit peningku, tanpa sadar aku sudah terlelap dan saat aku terlelap aku merasakan bahwa ada seseorang yang menyetuhku. Karena terlalu lelah aku hanya memejamkan mataku saja.tapi sentuhannya semakin lama semakin membuatku risih. Dan saat orang itu menciumku aku baru membuka mataku dan hyorin sudah ada diatas tubuhku.Aku tidak tahu darimana dia bisa masuk kedalam apartemen kita.Aku berusaha melepaskannya dari atas tubuhku dan sebelum dia menyingkir dari tubuhku kau sudah membuka pintu kamar dan melihat semuanya.”

“……”

Hening

Aku menatap mata joon hee tapi pandangan gadis yang sudah menjadi istriku itu kosong.Sungguh saat melihatya seperti ini membuat hati ku sangat sakit.Dan kenyataan mengatakan bahwa akulah yang menyebabkan perasaan sakit itu.

“Chagi..mianhae.. jeongmal mianhae.. sungguh saat itu tidak terjadi apa-apa.” Kataku dengan lirih

Joon hee mengalihakan matanya untuk menatapku.Dia tersenyum lembut.Demi apapun aku merindukan senyumannya yang seperti ini.Dia terlihat sangat cantik jika sednag tersenyum seperti ini.

“Oppa..aku percaya.” Jawabnya dengan senyum lembut yang menghiasi bibirnya

“Chagiya..

“Oppa, bolehkah aku bertanya sesuatu?” joon hee memotong perkataanku

“Ne anything.” Jawabku

“Apa kau..masih mencintai hyo.. rin?” tanyanya dengan nada kecil

Kenapa disaat seperti ini pertanyaan masih itu.Tidk bisa dipungkiri aku emmang masih memiliki perasaan itu tapi perasaan ku terhadap yeoja dihadapaku ini lebih besar dibanding perasaan ku pada hyorin.

Aku mengangguk.Joon hee hanya terdiam melihat anggukan dari ku.tapi sebelum dia menyimpulak lebih jauh lagi aku buru-buru menyela.

“Tapi perasaan ku lebih besar pada yeoja dihadapan ku saat ini.” Ucapku

Joon hee tampak kaget dengan ucapan ku.itu semua terlihta jelas diwajahnya. Entah sejak kapan aku bisa menjawab semua ekspresi dari istriku ini.Atau memang aku sudah lama memperhatikannya sampai-sampai aku tidak menyadarinya.

>skip<

Sudah 1 bulan yang lalu joon hee diperbolehkan pulang oleh dokter.aku mulai memperbaiki hubungan ku dengan joon hee. Dan semuanya berjalan dengan lancar. Aku dna joon hee semakin dekat dan aku sering menemaninya membuat tugas kampusnya. Aku bersyukur karena dia masih disiisku sampai sekarang.aku rasa.. aku sudah sangat mencintainya. Joon hee benar-benar orang yang sangat baik.Dia juga selalu mengirimkanku makan siang.Padahal akau sudah melarangnya karena aku tidak ingin dia kelelahan. Tuhan..aku harap kami akan bahagia selalu.

Pagi ini aku melihatnya sudah berada didapur dengan apronnya.Aku memeluknya dari belakang.

“Kau masak apa chagi?” tanyaku yang sukses memuatnya kaget.Aku hanya tersenyum melihat ekspresi wajahnya yang selalu saja memerah saat aku memeluknya dari belakang seperti ini.

“Oppa..kau mengagetkanku. Bagaimana jika telurnya jatuh tadi?” jawabnya dengan wajah cemberut.Aku tersenyum dan mnegacak rambutnya.

“Mianhae..sepertinya enak chagi..” jawabku. Aroma dari masaknnya yang dibuat pagi ini benar-benar menggoda aku tidak tahan untuk mencicipinya. Baru saja tanganku akan mengambil makanan yang berada dihadapaku tapi tangan joon hee dengan cepatnya sudah memukul tanganku.

“Appo..” ucapku

“Oppa..kau harus mandi dulu!” jawabnya tegas

“Ani”

“Kalau begitu kau tidka boleh sarapan!”

“Oh ayolah chagi..ini kan weekend jadi nanti saja ya aku mandinya.” Jawabku memelas

“ANIYA!kau harus mandi atau kalau tidak aku akan membuang semua ini!!” ancamnya lagi

“Araseo.” Aku mendesah kesal dan pergi kekamar mandi.Biarpun belakangan ini hubungan kami sudah mulai membaik tapi sifatnya yang selalu menyuruhku mandi sebelum sarapan itu tetap tidak berubah. Ancamannya juga masih sama.Tapi aku senang karena itu tandanya di perhatian padaku.

Ah iya aku lupa memberitahunya bahhwa besok aku akan mengajaknya ke jeju. Sudahlah nanti saja saat makan. Sebenarnya tiket ke jeju adalah hadiah dari kris untuk honey moon kami. Mengingat sejak kami menikah 2 bulan yang llau kami sama sekali belum melakukan honey moon dan sampai sekarang pun aku belum melakukan hubgungan suami istri dengannya. Aku tidak ingin dia melakukannya secara terpaksa karena aku adalah suaminya jadi aku menunggunya sampai dia siap untuk melakukannya.

Joon hee POV*

Sudah sebulan sejak kejadian itu hubunganku dengan luhan mulai membaik.Tapi belakangan ini luhan sering sekali memelukku dari belakang.Dia bilang dia sangat menyukai saat memelukku dari belakang karena dia bisa mencium wangi tubuhku dnegan jelas.Tentu saja perkatananya itu berhasil membuat kedua pipiku ini memerah. Sampai sekarang jika luhan memlukku dari belakang seperti tadi wajahku pasti akan langsung memerah.

Ya tuhan..kenapa kau bisa menciptakan namja sepertinya. Sungguh tuhan aku sangat mencintainya. Dan apa kalian tahu? Luhan sering mengatakan kata ‘saranghae’ padaku akhir-akhir ini dan memanggilku dengan sebutan ‘chagiya’. Semoga itu semua yang ia katakana benar dan bukan semata-mata hanya ingin membuatku bahagia saja.

Ah, aku jadi ingat tentang hubungannya dengan hyorin dulu? Bagaimana ya perasaan luhan pada hyorin sekarang?apa dia masih mencintai yeoja itu? Jika masih..mungkin aku akan merelakannya kali ini. Aku sadar, tidak selamanya aku bisa egois dengan perasaanku.Biar bagaimanapun kebahagian luhan adalah kebahagianku juga. Hah! Sudahlah kenapa aku jadi memikirkan hal itu lagi.

Aku tidak menyadari jika luhan sudah berada dihadapanku sekarang.dia menatapku lekat. Aku segar mengalihkan tatapanku darinya. Dia tersenyum misterius.Kenapa? Hah! Biarkan saja.lalu kenapa tiba-tiba aku jadi gugup seperti ini? AH! MOLLAYO!!

“Kau sedang memikirkan apa chagi?” tanya luhan

“A a ani” jawabku terbata

“Ayo mengaku?” tanya luhan lagi.

“A aniya! aku sedang tidak memikirkan apa-apa.” Jawabku cepat

“Benarkah?Tapi wajahmu mengataka tidak seperti itu?” kali ini luhan malah menggoda ku.ya tuhan bisakah aku menendangnya?

“Benar. Memangnya apa yang sedang ku pikirkan?” tanyaku balik

“Mungkin seperti malam..”

“Yak! Oppa berhenti..!! kau mau makan atau tidak?” tanyaku gugup

“Hahaha..baiklah ayo kita makan.” Jawabnya sambil tertawa senang.Seseang itukah saat dia menggodaku? Heuhh..aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini.

Kami makan dalam diam. Tapi bisanya kami selalu mengobrol saat makan.Suasana yang hening seperti ini membuatku takut.Aku bergidik ngeri.

Luhan POV*

Aku melihatnya sednag bergidik ngeri. Haha..dia pasti sedang membayangkan sesuatu lagi. Ah, apa karena kami makan dalam keadaan hening seperti ini? Ya biasanya kami makan sambil mengobrol.Biasanya aku juga selalu mengomentari setiap makanan yang dibuatnya.Walaupun semua makanan yang dibuatnya selalu enak. Sepertinya aku akan membertahunya sekarang tentang rencana liburan kami.

“Joon hee-ya besok kita akan ke jeju selama 1 minggu.” Ucapku.Joon hee sedikit mengerutkan dahinya.

“Untuk apa?” tanyanya polos. Aishh! Anak ini kenapa dia malah bertanya seperti ini?

“Honey moon.” Jawabku langsung.

“Uhhukk” Dan tanpa diduga joon hee menyemburkan air minumnya dari mulutnya. Hah, harusnya aku tidak mengataknanya saat dia sedang minum seperti tadi. Aku segera mengambilkan tissue untuknya.

“Gwaenchana?” tanyaku

“Mmm, mianhae.” Sesalnya

“Itu hadiah dari kris.” Jawabku

“Kris oppa?” tanyanya

“Ne, dia bilang aku harus membawamu kesana begitu kau sembuh.”

“…..”

Aku memperhatikannya.Sepertinya joon hee sednag berpikir.Apa mungkin dia tidak suka? Lalu bagaimana rencanaku kalau dia tidak mau pergi ke jeju?

“Kau tidak suka?” tanyaku

“Ani..hanya saja aneh jika kris oppa memberikan hadiah seperti itu.” Jawabnya

“Memangnya kau mengharapkan apa dari kris?” tanyaku heran

“Biasanya dia hanya akan mentraktirku makan atau mengajakku ketaman hiburan.” Jawabnya polos. ‘JOON HEE! SEKARANG KAU SUDAH MEMILIKI SUAMI MANA MUNGKIN KRIS MEMBERIKAN HADIAH SEPERTIITU PADAMU?!’ batinku.

Sabar xi luhan.Kau harus bisa membawanya ke jeju agar semuanya berjalan lancar.

“Kau tidak ingin pergi?” tanyaku

“Tentu saja mau” jawabnya dengan senyum yang mengembang.Aku tersenyum mendengar jawabannya.Akhirnya dia mau juga. Haha tunggu kejutan yang akan ku berikan joon hee-ya.

Setelah makan aku dan joon hee memutuskan untuk berjalan-jalan. Hari ini kami akan bersantai lalu malam harinya kami akna mengemasi barang-barang yang akan kami bawa besok.

>skip<>skip<

Author POV*

Luhan dan joon hee sudha berada dibandara sekarang.mereka sedang menunggu take offnya pesawat. Kai dan sehun mengantarnya.Luhan terlihat sangat senang dan joon hee hanya memasang senyum terbaiknya saja sejak tadi.Joon hee tidak pernah membayangkan kalau dia bisa pergi ke jeju dengan luhan.Dia sangat bersyukur karena kebahagian tanpa hentinya datang padanya belakangan ini.

Kai juga tersenyum, dia senang melihat yeodongsaengnya bahagia.Sejak tadi kai selalu bersama dengan joon hee karena luhan harus mengurus passport mereka.

“Kau bahagia?” tanya kai pada joon hee yang duduk dismapingnya. Joonhee tersneyum

“Mmm.. sangat” jawab joon hee

“Aku senang bisa melihat sneyummu yang seperti ini lagi.Rasanya sudah lama tidak melihatmu tersneyum lepas sepert itu.Terakhir saat kris hyung masih tinggal bersama kita.”Joon hee tersenyum mendengarkan penuturan kakaknya.

“Jangan pikirkan hal lain. Kau harus bahagia selamaya dengan luhan dan satu lagi..jangan meragukannya dia mencintaimu.” Perkataan kai tentu saja membuat dua rona di wajah joon hee muncul.

“Aku juga berharap seperti itu oppa.” Jawab joon hee.

“Kau berharap apa joon hee-ya” tanya luhan yang datang tiba-tiba

“Ani. Kau sudah selesai?” tanya joon hee

“Ne, hanya tinggal menunggu pesawat.” Jawab luhan

“Jaga yeodongsaengku baik-baik hyung.” Ucap kai

“Tnpa kau suruh aku pun akan menjaganya.” Jawab luhan

Kai medengus sebal.Kakak iparnya itu kadang-kadang memiliki sifat yang berbeda.Amaknya kai sering kali menyebutnya dengan kata labil.Sehun dan joon hee hanya tertawa kecil mendengar ucapan luhan.

“Jaga dirimu baik-baik joon hee-ya. Aku pasti akan merindukanmu satu minggu ini.” Ucap sehun

“Bukankah kau malah senang karena bisa berduan saja dengan yejin?” goda joon hee. Sehun langsung gugup

“A a aniya. kenapa aku harus seperti itu?” jawab sehun gugup. Dan itu membuat luhan tertawa keras.Dia tidak menyangka namdongsaenya yang terkadang bersikap dewasa ini bisa juga gugup soal wanita.

“YAK HYUNG KENAPA KAU TERTAWA?” tanya sehun kesal

“Haha, kau lucu sehun-nie biasanya kau selalu menasehatiku tapi sekarang kenapa kau malah gugup saat joon hee bertanya soal wanita.” Jawab luhan yang masih saja tertawa.

“Sudahlah oppa jangan menggodanya terus.Kau tidka lihat wajah sehun sudah memerah.” Kata joon hee

“Araseo baiklah aku berhenti.” Luhan pun berhenti tertawa.

Bagian onformasipu mengumumkan bahwa pesawat menuju jeju sebentar lagi akan take off.

“Baiklah kami pergi dulu.” Ucap luhan

“Ne, hati-hati hyung dan kembali lah dengan membawa kabar bahagia.” Ceplos kai

“Mwo?” tanya joon hee bingung

“Kau harus pulang dengan kabar kehamilanmu jika tidak lebih baik tidak usah pulang.” Jawab kai

Wajah joon hee bersemu merah.Luhan menatap tajam kai.Sedangkan yang ditatap tidak peduli dan hanya terkekeh.Kai memag suka sekali menghoda joon hee.

“Cepat masuk hyung jika tidak kalian akan ketinggalan pesawat.” Ucap sehun

“Ne,”

“Hati-hati” kai melambaikan tangannya pada joon hee dan luhan.

TBC..

Koment koment koment :D jangan lupa koment ya ^^ haha Chapter ini bener-bener gagal, mianhae :D

About these ads

About violetkecil

asih mitra. 90liner. dreamer. luhan stole my heart away. Novel: 10 Autumns In Korea. http://avioletkecil.wordpress.com

Posted on April 26, 2013, in Multi Chapter, Romance, Sad and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 49 Komentar.

  1. lanjuuuuuuuuuuuttttt,,,

  2. mian ya chingu
    tp alur part ini kayaknya kecepetan deh
    kurang dpt feelnya..

    itu aja si..
    smoga ada kabar baik pulang dr jeju ya
    dtunggu next part

  3. author JANGAN TULIS HURUF T TRUS B TRUS C ITU BIKIN KESEL hffftttttt. keren thor keren btw jgn di protect thor pas ngelakuin itu haha
    author: emang saya mau nulis yg kyk gt
    me: yah thor kan keren /plak ketauan yadongnya/ haha. lanjutkan thor

  4. bagus thor, daebak
    lanjut lanjut lanjut, tpi jgn lma2 yahh :)

  5. lanjut dong part 6 nya #keepooo
    trus kalo udh pulang dari jeju,,,,,perutnya harus ada isi…:)
    anak maksudnya…:D

  6. Keren thor,,,,,,ffx tambah keren critax

    Lanjutttttt,,,,,,,jngn lama2 ya thor;)

  7. lanjuuuut…
    yuhuuuuuuuu….

  8. lanjut thor…..
    pulang dari jeju harus hamil

  9. LANJOTTT THOR CAPCUS! (?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.797 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: