I Am Your Maid (Chapter 1)

Title : I AM YOUR MAID (Chapter 1)

Author : Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

  • XI LUHAN
  • SHIN NAOMI (OC)
  • BYUN BAEKHYUN
  • KIM MINRAE (OC)

Support Cast :

  • Park Jiyeon
  • Mrs and Mr Shin
  • Akan bertambah sesuai chapternya

Genre : Romance (Maybe),Friendships, Comedy (Maybe), Gaje (Pasti)

Rating : PG 15

Length : Chaptered

Disclaimer :

uhuiiii,, ini ff hasil pemikiran otak saya sendiri dan tanpa memplagiatkan hasil karya orang lain.. mungkin bagi pecinta BBF akan berpikir kalau ff ini mirip dengan jalan cerita film tersebut,, namun serius FF ini hasil pemikiran saya sendiri. DON’T BE A PLAGIATOR AND SILENCE READER CAN MAKE ME TO STOP SEND THIS FF IN THIS BLOG

Dindong Notes :

Annyeong Haseo,, Naneun Dindong Imnida.. 1997Lines. FF ini adalah FF EXO pertama saya karena FF saya yang sebelumnya bermain Cast di luar EXO. Oiya,, FF ini terinspirasi dari ya saya juga tidak tau darimana. Karena pada saat saya membuka Word tiba-tiba terlintas beberapa patah kata,, dan daripada hilang sia – sia saya mencoba untuk membuatnya menjadi karya yang Gaje ini.

Eoh,, FF Chapter 1 ini masih belum mengandung unsur Romancenya… Ya saya selaku Author hanya ingin mengatakan kalau FF ini banyak yang comment saya akan langsung mengirim Chapter 2 nya. Baiklah,, dari pada saya banyak bicara dan FF nya tidak dimulai – mulai gegara curhatan Authornya yang lebih panjang dari Ffnya.

Warning : Typo bertebaran (maklum saya juga manusia),, Cerita Gaje,, Alur juga kecepetan ^^

-Normal Pov-

Di pagi yang cerah ini, terlihat seorang yeoja masih berkutat dengan mimpinya. Yeoja itu tampak bergumam – gumam kecil hingga akhirnya sebuah alarm berbunyi dan mau tidak mau, yeoja yang tertidur tadi langsung menyambar handuknya yang berada tidak jauh dari tempat tidurnya dan langsung melangkahkan kaki – kakinya ke arah kamar mandi.

Tidak lebih dari 40 menit, yeoja tadi telah siap dengan segala peralatannya yaitu peralatan yang akan ia gunakan pada saat Pengospek an di Kampus terbarunya. Dilihatnya jam dinding yang bertengger (?) manis di dapurnya yang telah menunjukan pukul 07.05 KST.

“Omo, kurang dari setengah jam lagi Pengospek annya akan dimulai. Aku harus berangkat.” Ucap yeoja tersebut sambil menyambar sepatunya dan langsung pergi dari kost annya tanpa lupa menguncinya terlebih dahulu.

-Shin Naomi Pov-

Annyeong Yeorobun, Naneun Shin Naomi imnida. Kalian boleh memanggilku dengan panggilan Nao atau Omi. Hari ini adalah hari pertamaku masuk Ke Universitas idamanku. Dan kalian semua pasti tau apa yang akan para senior lakukan kepada diriku yang notabene adalah seorang Mahasiswa baru atau bisa dibilang junior mereka.

Yap, tepat sekali. Para senior itu akan mengospek ku dan beberapa Mahasiswa lainnya yang seangkatan denganku. Universitas ku ini bernama Woollim University, disana aku mengambil jurusan Kewirausahaan karena aku ingin menjadi Pengusaha yang sukses.

Kurasa perkenalannya sudah cukup, karena sekarang telah kurasakan keringatku bercucuran dari Dahiku. Kenapa begitu ? ya, itu semua karena aku ketinggalan Bus yang akan mengantarkanku ke kampus baru ku sehingga aku harus berlari menuju Kampus baruku. Dan lebih parahnya lagi, kurang dari 15 menit lagi Pengospekannya akan dimulai. WOW, sungguh amazing bukan ? padahal jarak Kampusku masih 7,5 Km lagi.

Aigo, kalau sampai hari ini terlambat. Aku tidak tau, apa yang akan dilakukan oleh para senior itu. Kuberhentikan lari pagi ku yang terpaksa ini dan memutuskan untuk melihat ke arah jalan raya, mana tau ada seseorang yang berbaik hati ingin memberikan tumpangan kepadaku.

10 Menit berlalu,
Di jalan Raya masih belum tampak tumpangan yang nyaman untukku. Sampai akhirnya dari kejauhan aku melihat sebuah Motor Sport berwarna putih yang merknya tidak ku ketahui melaju dengan kecepatan tinggi. “Kurasa ini adalah tumpangan yang tepat.” Gumamku sembari mengulas senyum dan dengan gilanya berdiri tepat di Jalan yang akan dilalui oleh Motor Sport tersebut.

Mungkin orang – orang yang melihat aksiku ini akan berfikir kalau aku akan melakukan tindakan yang begitu konyol yaitu ‘Bunuh Diri’. Namun apa yang akan kukatakan ? toh, disini tidak ada siapa-siapa dan di Jalan Raya ini hanya ada beberapa mobil yang berlalu lalang dan mungkin, aku bisa menghitungnya dengan jari-jariku ditambah pengendara motor sport yang ingin ku tumpangi ini.

Kulihati pengendara Motor Sport itu dengan lekat yang jaraknya denganku sudah semakin tipis, tinggal beberapa meter lagi Motor Sport itu akan sampai tepat didepanku. Dengan jarak yang semakin tipis, Sang Pengendara Motor langsung mencengkram Rem Motornya dengan cepat sehingga membuatkan Motor tersebut berhenti dengan mulusnya di hadapanku. Aku tersenyum lega,  Andai saja pemiliknya tidak mencengkram rem Motornya, mungkin aku sudah terpental entah kemana.

“Jeosonghamnida Tuan, maafkan aku yang telah mengganggu perjalananmu. Tapi, bolehkah aku meminta tumpangan sampai Wollim University ? karena aku akan Menjadi peserta Pengospekan di kampus tersebut. Jebalyo tuan, aku sudah terlambat.” Ucapku sembari menyatukan kedua tanganku sekedar untuk memohon kepada Sang Pengendara Motor yang senantiasa memakai Helmnya dan wajahnya yang tertutup oleh Kaca hitam Helmnya.

Si pengendara motor lalu melihatku dari ujung rambut sampai ujung kaki, hingga ia menganggukan kepalanya. “Syukurlah, ia orang yang baik” gumamku di dalam hati dan langsung naik ke atas Motor Sport tersebut dengan gaya duduk menyamping karena tidak mungkin bagiku untuk duduk dengan gaya yang satunya, mana tau si pengendara yang wajahnya tidak ku ketahui ini mengerem Motornya mendadak dan membuatku tersungkur (?) ke depan.

Aigo, dengan membayangkannya saja aku sudah jijik. Apalagi kalau sudah terjadi ?

“Aku sudah siap tuan.” Ucapku sembari memegang jaket si pengendara motor.
eits, ini bukan berpelukan. Aku hanya memegang ujung jaketnya saja, bukan mengalungkan kedua tanganku ke pinggangnya. Catat itu!!!

Baru saja aku mengatakan aku sudah siap, si Pengendara Motorpun langsung melajukan Motornya dengan kecepatan diatas rata-rata. Aku tersenyum Menang, karena dengan kecepatan seperti ini aku tidak akan terlambat untuk menghadiri acara Pengospekan tersebut.

-I AM YOUR MAID-

Tak kusangka, kurang dari 5 menit aku sudah berada tepat di gerbang Wollim University yang megah ini. Kuinjakkan kakiku ke tanah, dan langsung mengucapkan terima kasih kepada orang yang baik ini.

“Gomawo tuan, sudah mengantarku sampai gerbang ini. Eumhh, kalau tidak keberatan. Maukah tuan membuka helm tuan ? aku ingin melihat wajah tuan, mana tau apabila tuan sedang kesusahan aku bisa membantu.” Ucapku sambil mengembangkan senyumanku yang menampakkan beberapa digit gigiku tanpa henti.

Si pengendara motor hanya menggeleng – gelengkan kepalanya yang di ikuti dengan gerakan tangannya yang sepertinya menyuruhku untuk segera masuk ke dalam.
aku hanya mengangguk dan langsung membungkukkan badanku untuk mengisyaratkan bahwa aku sangat berterima kasih kepadanya dan langsung berlari menuju Aula Wollim University untuk menjalankan acara Pengospekan.

Sesampainya dia Aula, aku tersenyum lega karena acara Pengospekannya belum dimulai. Kulihat jam dinding yang terletak manis diatas loker yang telah menunjukkan pukul 07.35 KST. Aneh ? pikirku. Kemudian aku melihat sekumpulan yeoja yang berdiri tak jauh dariku, dengan kekuatan seadanya aku melangkahkan kakiku menuju yeoja-yeoja tersebut sekedar untuk bertanya.

“permisi, kalau boleh tau, kenapa acaranya belum dimulai ?” sahutku yang langsung membuat sekumpulan yeoja tersebut menatapku dengan tatapan yang sepertinya meremehkanku.

“kau, Mahasiswa disini ?” ucap salah seorang yeoja sambil mengipaskan dirinya dengan kipas berwarna merah muda yang sedang di pegangnya.

“N,, Ne” balasku terbata

“Jinjja ?” sambut yeoja lainnya yang sedang memegang sebuah cermin

“huh, kupikir tadi kau staff bersih-bersih” remeh Yeoja yang kelihatannya paling cantik diantara ke empat yeoja tersebut yang langsung disambut dengan suara tawaan yang berasal dari mulut mungil ke empat yeoja tersebut.

“YA!!! KAU PIKIR KAU SIAPA ? BELUM KENAL SAJA SUDAH BERTANYA KEPADAKU ? PADAHAL TAMPILANMU ITU SEPERTI STAFF KEBERSIHAN KAMPUS INI, DAN KAU INGIN DEKAT DENGAN KAMI ? JANGAN HARAP!!!!!” lanjut yeoja yang paling cantik dengan nada seperti membentak dan langsung pergi meninggalkanku.

Ingin sekali rasanya kujambak rambut panjang yeoja yang sudah membentak ku tadi dan untuk ketiga temannya yang lain akan kupukul mereka dengan Taekwondoku yang sudah ku pelajari sejak kelas 3 Junior High School dulu.

Namun sepertinya acara tersebut harus tertunda karena kurasakan ada seseorang yang menepuk bahuku lembut, tapi aku masih bisa merasakan sentuhannya.

“Jangan dimasukkan ke dalam hati, Ne ?” ucap seseorang yang telah menepuk bahuku.

Kubalikkan tubuhku, dan mendapati orang yang memegang bahuku tadi adalah seorang yeoja yang memakai kacamata sementara rambutnya yang hanya sebahu ia biarkan tergerai. “Ne ?” heranku

“mereka adalah FABULOUS, yaitu kumpulan yeoja-yeoja kaya yang memiliki paras cantik, mempunyai banyak fans di kalangan Mahasiswa namja namun sikap mereka yang kasar terhadap yeoja membuat mereka semua kurang disukai oleh para yeoja. Namun apabila dengan namja, mereka akan bertingkah sok manis. Yang membentakmu tadi bernama Jiyeon, ia adalah ketua FABULOUS. Dan tiga yeoja lainnya adalah dayang-dayang Jiyeon yang bernama Yoo Ahra, E-Young, dan Oh Hayoung.” Jelas yeoja berkaca mata ini dengan panjang lebar

“Eumh, Oiya, karena terlalu asyik menjelaskan tentang FABULOUS aku jadi lupa memperkenalkan diri. Annyeong Haseo, Naneun Kim MinRae imnida. Kau boleh memanggilku Min atau Rau atau juga MinRae.” Balasnya sembari mengulas senyum sambil menjulurkan tangannya kepadaku.

“eoh, Annyeong MinRae_ah. Naneun Shin Naomi imnida kau boleh memanggilku dengan sebutan Nao atau Omi.” Balasku sembari menyambut uluran tangan Minrae yang kalau dilihat-lihat dia sepertinya yeoja yang baik.

“kau mengambil jurusan apa ?” tanya Minrae tanpa menghilangkan senyum manisnya

“Eum, aku mengambil jurusan kewiraausahaan. Neo ?” jawabku sembari membalikkan pertanyaan Minrae. Kemudian Minraepun menundukkan kepalanya. Heran ? tentu saja aku heran, apa aku salah bicara sehingga yeoja di depanku ini menundukkan kepalanya ? Aigo, apa yang hars kulakukan ? dia adalah teman pertamaku di kampus ini.

Masih kulihati wajah Minrae yang tertunduk namun perlahan – lahan wajah itu mendongak dengan senyuman si empu yang lebih lebar dari sebelumnya.

“Nao, aku juga mengambil jurusan kewirausahaan. Berarti aku tidak perlu mencari teman yang aneh-aneh lagi.” Ucapnya sembari menggenggam tanganku dengan tatapan yang berbinar-binar.

“hehe, berarti sekarang kita teman ?” tanyaku sambari mengulas senyumku yang sempat redup

“tentu saja. Kenapa tidak ?” balasnya sambil memperbaiki letak kacamatanya.

Tidak kusangka aku mempunyai seorang teman yeoja yang baik, tidak seperti kumpulan yroja tadi yang menganggap aku staff kebersihan. Eh ? tunggu! Sepertinya aku melupakan sesuatu. Tapi apa ? Eoh iya..

“Minrae ya, kenapa acaranya belum dimulai ?” tanyaku kepada temanku yang baru ini

“itu, tadi para senior bilang ketua Ospeknya belum datang. Kudengar dari pembicaraan Mahasiswa yang lain ketua Ospek kita sangat tampan dan wajahnya awet muda. Dia sekarang sedang berada di Semester 4 jurusan Perkantoran. Dan lagi, katanya ketua Ospek kita berpacaran dengan Hwang Tiffany selebritis yang terkenal itu.” Jelas Minrae aku hanya membalasnya dengan beberapa anggukan. Sungguh, yeoja yang ada dihadapanku ini sangat luar biasa, ia bisa mengetahui seluk beluk semua orang.

-Normal Pov-

“SEMUANYA, BERKUMPUL DI TENGAH AULA SEKARANG JUGA!!!! PASANG TANDA PENGENAL KALIAN, LETAKKAN TAS KALIAN DI DEKAT LOKER. DAN KEMUDIAN SEGERA BERBARIS!!!!”  Terdengar sebuah suara yang sangat keras berasal dari tengah Aula.

Tampak semua peserta pengospekan mengikuti semua instruksi seniornya termasuk dua sejoli yang baru saja berteman beberapa menit yang lalu.

Semua peserta Pengospekan telah berbaris dengan rapinya di tengah Aula, tampak dua orang yeoja yang jarak barisannya tidak terlalu jauh memakai tanda pengenal mereka. Yang satu memiliki nama Kedelai -Minrae- dan yang satu lagi Kacang -Naomi-.

“Hari ini adalah hari pertama acara kita. Acara kita ini akan dlaksanakan selama 1 minggu, jadwalnya sudah kalian terima pada saat kalian di terima di Universitas ini. Dan untuk itu, semoga kalian bisa menikmati masa-masa sulit selama seminggu ini dengan baik. APA KALIAN MENGERTI ????” Ucap senior Naomi dan Minrae dengan mikrofon sehingga suara emasnya dapat di dengar sampai ujung Aula.

“NE!!!” Balas semua peserta serempak.

Pada saat senior yang memberikan pengumuman tadi turun dari tahtanya kemudian naiklahseorang pria berprawakan tampan, imut dan tinggi. Warna rambutnya yang sedikit ke emasan membuat kulit putihnya tampak lebih bersinar. Walaupun wajahnya hanya datar tanpa ekspresi apapun tapi dia tetap terlihat tampan. Teriakan histeris para peserta Ospekpun sangat kentara di Aula tersebut.

Hampir semua yeoja yang ikut Pengospekan berteriak memanggil nama si Namja yang telah naik tahta sekedar supaya si Namja mau melihatnya.

Namun berbeda halnya dengan Naomi dan Minrae, mereka lebih mementingkan bercerita tentang kehidupan pribadi masing-masing daripada berteriak Histeris tak menentu.

Ketika Namja itu telah sampai pada tahtanya a menaikkan sebelah tangannya mengisyaratkan untuk diam kepada seluruh keributan yang telah dibuat karena ketampanannya sendiri. Bukan sihir maupun magic, setelah namja itu menurunkan tangannya semua suara yang awalnya sangat memekakkan telinga menghilang bagaikan di telan bumi.

“Ahahahaha” sebuah suara memecahkan keheningan yang baru saja terjadi.
suara tawa tersebut tidak lain dan tidak bukan berasal dari seorang yeoja yang di lehernya terkalungkan sebuah nama makanan yaitu Kacang.

Semua matapun langsung tertuju kepada yeoja bernama kacang tersebut -Naomi- dengan tatapan yang mengintimidasi. Dengan wajah yang sudah mulai memerah, Naomi langsung membungkukkan badannya kepada semua orang dan langsung meminta maaf kepada semua orang yang ada di Aula tersebut.

Semua orangpun langsung kembali ke aktivitas masing-masing, tapi tidak dengan namja yang telah berdiri di tahtanya. Ia masih saja menatap Naomi dengan matanya yang tajam. Sunnguh, kalau Naomi menyadarinya, tubuhnya pasti akan membeku seketika ketika melihat sepasang bola mata yang tajam nan dingin tersebut.

Namun apa daya, Naomi masih sibuk meminta maaf kepada orang sekitarnya sampai akhirnya Minrae menyenggol lengan Naomi dan mengisyaratkan bahwa masih ada 1 orang lagi yang menatapnya. Dengan sigap, Naomi langsung menatap Namja yang dielu-elukan oleh banyak Mahasiswa yeoja dan para peserta Ospek.

Naomipun langsung meminta maaf kepada Namja itu. Tapi, tunggu. Sepertinya postur tubuh Namja itu mengingatkannya dengan postur tubuh seseorang, namun entah dengan siapa postur rubuhnya sama.

Namja yang dimintai maaf oleh Naomi hanya menaikkan satu alisnya dan langsung memanggil 2 orang senior.

“BAEKHYUN, CHANYEOL!!! Tahan dia sebentar, sampai aku selesai berpidato.” Ucap Namja itu kepada 2 senior. Dan 2 senior tersebut langsung menjalankan perintahnya. Sementara Naomi hanya mengikuti kedua namja yang senantiasa memegang kedua tangan Naomi.

“Baiklah. Saya XI LUHAN, selaku ketua OSPEK dengan ini menyatakan Pengospekan telah resmi dibuka. Kepada semua senior, diharapkan tidak melakukan sesuatu yang diluar batas. Terima kasih atas perhatiannya.” Umum Luhan sembari turun dari tahtanya yang diikuti dengan bubarnya barisan para peserta pengospekan.

“kalian berdua Ospek peserta yang lain. Yeoja ini adalah urusanku” ucap Luhan kepada BekYeol dan langsung menarik tangan Naomi pergi dari Aula menuju Lapangan Wollim University.

Setibanya mereka berdua di tengah lapangan Wollim University, Namja tampan yang menarik tangan Naomi -Luhan- melepaskan tangan Naomi. Dan langsung membuka mulutnya.

“Hormat ke Gedung itu!!” perintah Luhan kepada Naomi yang diharuskan hoemat ke Gedung Wollim University.

“sampai kapan Sunbae ?” tanya Naomi

“sudahlah, turuti saja perkataanku” ucap Luhan masih dengan wajah datarnya namun tetap tampak tampan

“Ne” balas Naomi lemah sambil menuruti perkataan Luhan sedangkan Luhan hanya melihat Naomi dari Sampiran gedung Wollim University

-35 Menit Berlalu-

Naomi masih saja tetap hormat ke gedung Wollim University dengan keringat yang bercucuran dari dahinya, sementara Luhan masih setia melihat Naomi yang masih Hormat itu hingga akhirnya bergetarlah sebuah benda yang berada di saku celana Luhan.

Ia raba sakunya tersebut, dan ternyata yang berbunyi adalah Handphonenya  sedangkan di Handphone tersebut tertera nama “Hwang Tiffany”. Dengan cepat Luhan menyuruh Naomi untuk tetap memberikan Hormat sementara Naomi hanya mengangguk lemas sedangkan Luhan langsung menjawab panggilan Tiffany.

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo oppa”

“Nde, Waeyo Chagia ?”

“eumm,, oppa. Hari ini aku tidak bisa pergi kencan denganmu, karena jadwal hari ini sangat padat. Bagaimana kalau kita ganti minggu depan saja ? Otte ?”

“Nde, Gwenchana. Yang penting kau harus menjaga pola makanmu, jangan sampai sakit. Arrachi ?”

“Arra oppa. Oiya, oppa aku masih ada pemotretan, kalau begitu telfonnya aku tutup, Ne ? Annyeong oppa!” sahut Tiffany sambil memutuskan sambungan telefonnya dengan Luhan

Luhanpun langsung memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya, setelah itu ia alihkan pandangannya ke arah lapangan. Gadis yang semula berdiri kokoh di tengah lapangan dengan gaya Hormatnya tidak tampak lagi di hadapan luhan.

“Cih, lari kemana dia ?” gumam luhan sampai akhirnya ia mendapati Naomi tertidur atau lebih tepatnya pingsan diatas tanah tempat ia berdiri tadi. Tentu saja Naomi pingsan karena terik matahari yang sangat panas di tambah tadi pagi ia tidak sempat sarapan.

Dengan sigap Luhan langsung berlari ke tempat Naomi pingsan dan langsung menggendong Naomi menuju UKS Wollim University. Walaupun Luhan tidak menggendong Naomi dengan Brida style namun itu cukup membuat semua orang yang ada di Aula universitas tersebut tercengang-cengang dengan tingkah luhan yang demikian.

Minrae yang sedang di Ospek oleh salah satu senior namjapun langsung meminta izin kepada seniornya untuk sekedar melihat keadaan teman barunya. Namun seniornya tidak mengizinkan dan Minraepun terpaksa melanjutkan kegiatannya tadi yang sempat terhenti.

@UKS Wollim High School

Setibanya luhan di UKS, ia meletakkan Naomi diatas kasur dan langsung menyuruh penjaga UKS untuk memeriksa keadaan Naomi.
penjaga UKS bilang, Naomi hanya kelelahan ditambah perutnya yang kosong semakin membuat tubuhnya menjadi lebih lemah.

Luhan menghembuskan nafas lega dan penjaga UKS pun segera meminta izin untuk pergi dari ruangan tersebut.

Tidak beberapa lama kemudian, tangan Naomipun bergerak-gerak menandakan bahwa gadis itu sudah tersadar dari pingsannya. Melihat Naomi yang sudah sadar, luhanpun langsung berdiri di sisi kanan tempat tidur Naomi. Bukannya menanyakan keadaan Naomi, luhan langsung membentak Naomi.

“YAAA, PABO. KENAPA KAU TIDAK KATAKAN KALAU TADI PAGI KAU BELUM MAKAN ? TIDAK TAUKAH KAU BETAPA TERKEJUTNYA AKU KETIKA MELIHATMU JATUH PINGSAN ?” Bentak luhan pada Naomi

Dengan keadaan yang masih setengah sadar ditambah kekuatan Naomi yang tinggal kurang dari 40% ia hanya menunduk lesu sambil berkata “Mianhae sunbae, tadi pagi aku kesiangan makanya aku tidak sempat makan” ujar Naomi.

“Ck” decak luhan sembari meninggalkan Naomi

“dasar tembok” gumam Naomi dalam hati yang jelas-jelas tak bisa luhan dengar

-15 Menit Kemudian-

Naomi masih saja betah tidur di kasur yang berada di dalam UKS tersebut sampai akhirnya secercah suara membangunkannya.

“Nao,, Neo Gwenchana ?” tanya Minrae yang ternyata berhasil meminta izin seniornya untuk menemui Naomi walawpun ia harus memijat seniornya yang galak itu

“Eung ? eoh, Minrae Nan gwenchana”  balas Naomi sembari mengembangkan senyumannya walawpun sedikit di paksakan

“Jinjjayo ? tapi, kenapa wajahmu pucat sekali ?” tanya Minrae lagi dan langsung mengambil tempat duduk di tepi kasur yang ditiduri Naomi

“eoh ? itu,, itu karena… itu karena” Naomi tidak dapat menjawab pertanyaan Minrae dengan mulus karena perutnya yang sudah sangat kelaparan

“Ahhhh, aku tau kau kenapa” sahut Minrae sembari mengacak – acak isi tas sandangnya

“Ah, ini dia” gumam Minrae sambil mengeluarkan tangannya dari tas sandang miliknya sendiri dan tampaklah 2 buah roti yang ukurannya bisa dikatakan lebih besar daripada biasanya

“aku tau, kau pasti lapar bukan ? untung saja tadi di rumah aku telah bertekad untuk membawa 2 roti karena mana tau aku mendapatkan teman dan bisa makan siang bersamanya dengan roti favoritku ini. Ige!!!” lanjut Minrae sembari menyodorkan salah satu roti ke arah Naomi

“Jinjja ? ini untukku ? Gomawo Minrae ya” sahut Naomi sambil memeluk teman barunya tersebut yang mungkin akan menjadi sahabatnya kelak hari

“Nde” balas Minrae sambil mengulas senyumnya

“kajja kita makan” lanjut Minrae sembari membuka plastik roti tersebut sementara Naomi, ia hanya mengiyakan perkataan Minrae.

-I AM YOUR MAID-

“priiitttt”

Seorang namja yang mempunyai tinggi di atas rata-rata itu tampak sedang membunyikan pluitnya, kemudian semua peserta pengospek an pun berlari ke tengah Aula Wollim University.

Namja yang membunyikan pluit tadi pun langsung naik ke atas tahta tempat senior-senior mengumumkan beberapa Informasi.

“Baiklah, karena jam tanganku sudah menunjukan pukul 16.30 KST dan menurut jadwal pulang, kita sudah telat 15 menit, jadi untuk Pengospekan hari ini secara resmi telah diakhiri dan akan dilanjutkan esok hari. Diharapkan semua peserta dapat datang tepat waktu ditambah lagi jagalah kesehatan kalian agar dapat melaksanakan Pengospekan dengan baik besoknya. KALIAN MENGERTI!!!!” Tegas namja tersebut

“Nde Sunbae” balas semua peserta serempak dan langsung meninggalkan Aula Wollim University untuk kembali ke rumah masing-masing

Diantara kerumunan para peserta tersebut tampak dua orang yeoja sedang memijit – mijit bahunya sendiri – sendiri.

“Uwahhh, kenapa para sunbae itu seperti Monster ?” ucap Minrae sambil memijit lengan kanan dan kirinya secara bergantian

“Nan Molla!! Mungkin ini yang dinamakan pengospekan sebenarnya, dulu semasa MOS di senior high school tidak separah ini. Bayangkan saja, masa yeoja seperti kita harus push up 50 kali, berlari mengelilingi lapangan Wollim University yang besarnya hampir sama dengan 2 kali lapangan bola sebanyak 4 kali, dan yang terparah…………” ucapan Naomi terhenti karena ia tanpa sengaja menabrak punggung seseorang yang tidak lain dan tidak bukan pemilik punggung tersebut adalah XI LUHAN.

“aww, appo” rutuk Naomi sembari memegangi bahunya yang tanpa sengaja menabrak punggung luhan

“YA!!! DIMANA MATAMU ITU ? MENABRAK ORANG SEMBARANGAN!!!” Bentak luhan pada Naomi yang langsung dibalas dengan tundukan oleh Naomi dan Minrae

“Jeosonghamnida sunbaenim, aku tidak sengaja membentur punggungmu. Lagipula, kenapa kau berdiri di tengah jalan seperti ini ?” balas Naomi masih dengan kepala yang ditundukkan

“MWO ?? YANG SALAH ITU KAU, KEMANA MATAMU SAMPAI-SAMPAI KAU MENABRAK PUNGGUNGKU ??” Bentak luhan lagi dengan nada yang lebih tinggi

“ah, Mianhae Sunbaenim. Tapi, setidaknya kau tidak perlu membentakku seperti itu. Aku memang mengaku salah. Sekali lagi maafkan aku sunbaenim.” Lanjut Naomi sambil membungkukkan badannya beberapa kali dan langsung menarik tangan Minrae pergi meninggalkan Luhan Sunbae dan beberapa temannya.

Setelah berada cukup jauh dari Luhan, Minraepun memberanikan diri untuk bertanya kepada Naomi.

“Naomi ya, memangnya kau melakukan apa sehingga Luhan sunbae kelihatan sangat marah kepadamu ?” selidik Minrae

“Nan Molla Minrae ya, mungkin dia sedang kedatangan tamu” sambut Naomi yang langsung ditanggapi oleh tawaan Minrae yang didikuti oleh tawaan Naomi

“Oiya, kau pulang dengan siapa Naomi ya ?” tanya Minrae sembari memakan kripiknya yang datang entah darimana

“sepertinya naik Bis. Waeyo Minrae ya ?” balas Naomi sambil memandang wajah Minrae

“jinjja ? kalau begitu, bagaimana kalau kau pulang bersamaku ? aku membawa kendaraan, ya walawpun roda dua” ajak Minrae

“Ah, tidak usah Minrae ya. Lagipula arah rumah kita berlawanan” tolak Naomi dengan selembut mungkin

“Aishh,, aku tau kendaraanku memang tidak terlalu bagus. Maafkan aku Naomi ya” sahut Minrae sambil menundukkan wajahnya lemas

“eoh ? anio, bukan seperti itu. Bukankah kau bilang rumahmu ada di daerah Guri ? sedangkan kostsan ku hampir mendekati Incheon. Eumm, supaya kau tidak merasa berkecil hati. Bagaimana kalau kau mengantarku sampai ke Halte Bus ?” semangat Naomi pada Minrae yang langsung disambut dengan keantusiasan tatapan Minrae

“Ah, itu ide yang bagus. Kau tunggu sebentar di gerbang sekolah, Ne ? aku ingin mengambil sepeda motorku dulu, Otte ?”

“Nde, Palliwa” balas Naomi sambil berjalan kearah gerbang Wollim University

3 menit kemudian, Naomi melihat Minrae sambil menaiki sepeda motor matik nya yang berjalan ke arahnya.

“Kajja” ucap Minrae sembari memberikan sebuah helm kepada Naomi

“eoh ? Nde” balas Naomi sambil menaiki sepeda motor Minrae dan Minraepun langsung melajukan sepeda motornya yang berwarna biru muda itu menuju ke Halte yang berada agak jauh dari Wollim University

-I AM YOUR MAID-

Di halte yang sepi itu tampak seorang yeoja sedang duduk gelisah sambil sesekali mengecek Handphonenya sekedar untuk mengetahui jam berapa sekarang. Dan pada saat ia melihat jam digital di handphonenya tampak angka 20.00 KST tertera dengan manisnya di handphone tersebut.

“Huft, sudah lebih dari 3 jam aku menanti di Halte ini. Namub Bus yang kunanti belum juga datang. Apa sebaiknya aku jalan saja ? Akh, kupikir itu ide yang bagus daripada harus mati kedinginan di halte ini” ucap Naomi sambil memasukkan Handphonenya ke dalam tas sandangnya dan memulai langkahnya untuk menuju Kostsannya yang cukup jauh dari Halte tersebut.

-25 menit berlalu-

“Fiuh, tak kusangka aku bisa berjalan sejauh ini. Sekarang hanya tinggal beberapa blok lagi menuju kostsan ku tercinta dan aku bisa langsung mandi dengan air panas.” Gumam Naomi sambil mengembangkan senyumannya

Pada saat Naomi sedang asyiknya berjalan, di sebrang jalan tampak beberapa Brandalan yang sedang mengkonsumsi Miras. Dengan santainya, Naomi tetap melanjutkan perjalanannya menuju Kostsannya. Namun apa daya, tanpa Naomi sadari, semua namja yang sedang mabuk itu mengikutinya dari arah belakang.

Karena merasa diikuti, Naomipun berbalik dan mendapati ada 3 orang Namja dengan wajah merah mendekat ke arahnya. Naomi hanya memutar bola matanya kesal dan langsung angkat bicara.

“Kalian bertiga mau apa, eoh ?” tanya Naomi dengan nada tegasnya

“Ei ? gadis sepertimu tidak takut dengan kami ? apa kau mau bermain sebentar dengan kami ?” ucap salah seorang Namja

“Ye ? huh, kau pasti bercanda. Jangan banyak bicara, ayo maju kalian!!!” lanjut Naomi sambil mengambil posisi untuk siap menyerang

“Dasar Yeoja Bodoh!!!” bentak salah seorang Namja dan ketiga namja tersebut langsung menyerang Naomi

BUK BAK BUK BAK BUK!!!!

Pertarungan sengitpun terjadi namun hanya tetap ada satu pemenang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Naomi.

Dilihatnya satu persatu namja yang baru saja ia jatuhkan.

“Lemah” gumam Naomi sembari melanjutkan perjalanannya

“YA!!! NEO, HADAPI KAMI DULU SEBELUM PERGI!!!” Terdengar secercah suara yang mengharuskan Naomi untuk membalikkan badannya dan melihat siapa orang yang telah memanggil namanya

Pada saat Naomi membalikkan badannya tampak 10 Orang Namja dengan kesadaran mencapai 100% siap untuk menghajar Naomi.

“Mwo ? 10 orang ? Aigo, L oppa kan hanya mengajariku untuk mengalahkan orang sebanyak 7 orang. Kalau begini hanya ada 1 cara agar aku bisa selamat” gumam Naomi sambil mengambil ancang – ancang untuk melarikan diri

1

2

3

“Annyeong Yeorobun” ucap Naomi kepada semua namja yang ada di depannya kemudian langsung mengambil langkah seribu menuju arah yang berlawanan. Semua namja tersebut sempat tercengang melihat tingkah yeoja itu, namun beberapa detik kemudian salah seorang dari beberapa namja tersebut berteriak “KEJAR DIA!!!”

Semua namja tersebut berbondong – bondong mengejar Naomi sedangkan orang yang dikejar tidak menyangka bahwa dirinya sudah kelelahan untuk berlari. Dilihatnya kebelakang, dan benar saja dugaannya semua Namja yang sempat tertinggal jauh olehnya kini hanya berjarak kurang dari 5 meter.

Dengan keringat yang telah bercucuran, Yeoja itupun pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya kelak. Akankah hidupnya akan berakhir malam ini ? atau hartanya yang paling berharga akan direbut oleh Brandalan-Brandalan tak tau di untung itu ? Hah, terserah sajalah. Toh tenaga Naomi hanya tinggal 25%

Dengan kekuatan seadanya, Naomi tetap berlari sekuat tenaga sampai ia menemui sebuah belokan dan sebuah ide Brilliant melewati otaknya yaitu “lebih baik aku mencari tempat untuk besembunyi”.

Pada saat Naomi berbelok, tanpa ia sangka. Sebuah tangan yang kekar membekap mulutnya dan langsung menyeret Naomi ke sebuah tempat yang berada di belakangnya. Walawpun Naomi sudah meronta – ronta, namun si pemilik tangan masih belum melepaskan tangannya dari mulut Naomi.

Drap drap drap drap (?)

Terdengar langkah – langkah kaki yang sepertinya si empunya sedang berhenti.

“Kemana Yeoja itu”

“Kenapa larinya cepat sekali ?”

“Apa dia Hantu ?”

“Aish, apa yang kalian pikirkan ? sepertinya hari ini yeoja itu masih bisa bernafas lega. Tapi, awas saja kalau aku melihatnya lagi, akan ku putar lehernya 3 kali”

“lebih baik kita kembali untuk melihat keadaan ketiga orang tadi”

“kajja”

Drap Drap Drap Drap!!!

Terdengar derap langkah yang sepertinya pergi menjauh dari tempat tersebut. Naomi yang awalnya merasa ketakutan langsung bisa bernafas lega. Ingin sekali rasanya Naomi berterima kasih kepada orang yang sudah membungkam mulutnya ini. Dengan lembut, orang yang membungkam Naomi langsung melepaskan tangan kekarnya dari mulut Naomi.

Naomipun langsung menghirup udara sebanyak – banyaknya karena sedari tadi ia tdak bisa mengambil nafas. Setelah selesai bernafas Naomipun berbalik dan hendak berterima kasih kepada si penolong. Namun apa daya, Orang yang menolong Naomi langsung berjalan pergi meninggalkan Naomi sendiri.

“YAAA!!! GOMAWO~~~~” Teriak Naomi sambil mengulas senyumnya sedangkan orang yang diteriaki hanya mengangkat tangan kanannya.

“siapa dia ?” gumam Naomi sambil melanjutkan perjalanannya menuju Kost tercintanya

-I AM YOUR MAID-

“CKLEK”

Pintu yang berukuran 1 x 2 m itu terbuka dan tampaklah seorang yeoja sedang mengusap – usap rambutnya dengan handuk kecil yang ada di tangan kanannya.
masih dengan tangan yang memegang handuk, yeoja itu -Naomi- langsung menyambar Handphonenya yang ada di dalam tas sandangnya dan langsung mengutak atik Handphonenya kemudian ia letakkan Handphonenya tersebut ke telinga kirinya.

Ia mengetuk – ngetukkan tangannya ke kasurnya yang tidak terlalu empuk itu dan beberapa saat kemudian keluarlah suaranya.

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo eomma”

“Nde chagiya, waeyo ?”

“Aniyo eomma, aku hanya rindu dengan omelan eomma”

“Aish, jinjja, anak ini. Bagaimana keadaanmu ? apa kau sudah makan malam ?”

“tentu saja aku sudah makan eomma. Eomma sendiri, sudah makankah ?”

“kami baru saja selesai. Bagaimana hari pertamamu di Wollim University ? berkesan kah ?” tanya eomma Naomi antusias

“Nde, sangat mengesankan eomma. Hari ini aku telah memiliki seorang teman yang baik dan suka sekali makan bahkan selama pengospekan kerjanya hanya makan beberapa kipik” lanjut Naomi dengan kekehan khasnya

“Jinjja ? kalau begitu eomma tidak perlu khawatir lagi tentang pola makanmu” balas eomma Naomi diikuti dengan kekehannya

“Aish, eomma ini ada – ada saja”

“Oiya, ini sudah jam 9. Sebaiknya kau tidur, bukankah masih ada jadwal esok hari ?”

“Nde eomma. Kalau begitu aku istirahat dulu, Annyeong” ucap Naomi sambil memutuskan sambungan telefonnya dengan eommanya tercinta.

“benar ucapan eomma, sekarang sudah jam 9. Aku harus masuk ke dunia mimpiku sekarang. Siapa tau dengan begitu aku bisa bangun lebih awal dan tidak terlambat menuju ke kampus” gumam Naomi sambil berjalan ke arah kontak lampunya dan langsung menekan tombol off yang mengakibatkan semua lampu yang ada di kost Naomi mati total dan Naomipun melanjutkan acaranya dengan berjalan ke arah kasurnya dan langsung menarik selimutnya.

Sementara itu, tanpa Naomi sadari didepan Kostnya tampak sebuah Motor Sport bertengger dengan manisnya. “Yeoja Bodoh” gumam pemilik Motor Sport sembari melajukan Motornya untuk meninggalkan Kost Naomi.

Dan begitu pula di kata ini harus ada kata T….B…C…

Comment Jusseyo :)

About these ads

About dee3302

i'm on hiatus.. on a long break .. hope you'll understand :'(

Posted on Oktober 15, 2013, in Comedy, Friendship, Multi Chapter, PG-15, Romance and tagged , , , . Bookmark the permalink. 31 Komentar.

  1. Itu pasti luhan kan..
    Ffnya bagus ^-^

  2. yg nganterin naomi two jangan2 luhan ??
    yg nolongin dr preman ama yg nungguin d dpn apartemenny naomi juga luhan??tp kok lok ktmu luhannya galak bingit,,,

  3. telat ga aku ksih komen ? hmpir setahun nih :) aku tdi smpet liat teaser ff ini yg part 15 jdi aku bca aja dr chap 1 supya aku ga bingung nantinya :D oh iya nao itu org kaya atau ga ? kok nge-kos ? cwok yg nolong dia itu luhan kan ?

  4. Ffnya seru!!!
    Itu luhan kah?
    Yg nganterin naomi ke sekolah, nolongin dri preman, and nunggu depan kostnya… Iyakan? Itu luhan?
    Next!! Keep writing!!! ^^

  5. MayLinda_nda18@yahoo.co.id

    Menurut ku ini banyak sekali typo dan kata kata kurang mengenakan contohnya Kontak lampu seharusnya Saklar lampu , Miras seharusnya Soju , dll dan aku suka ff ini jalan ceritanya menarik tapi sedikit kecepetan mungkin :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.392 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: