So What ! [Chapter 1]

Author : kimjhyun

Title : So What !

Length : Two Shoot

Genre : Romance

Rating : Pg 13 – 15

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

Lee Jiyeon (OC)

(Lee Jiyeon Pov)

‘ Lee Jiyeon beruntung sekali dirimu mempunyai sepupu yang tampan , pintar , memiliki senyum yang manis , baik hati seperti Oh Sehun ‘ selalu saja kata-kata itu yang dibicarakan oleh orang-orang yang bertemu denganku selalu memuji sepupuku yaitu Oh Sehun , apakah mereka tak memiliki topik lainnya ? .

Kalau jujur aku akui sepupuku yang satu ini sempurna wajahnya tampan dan manis , ia pintar , senyumnya menawan tapi satu hal yang membuatku benar-benar membencinya ia benar-benar menyebalkan . Ia adalah sepupuku dari Amerika yang dititipkan di rumahku kamarku dan kamarnya hanya dipisahkan oleh tembok dan yang membuatku kesal hampir setiap malam ia terus bernyanyi dengan musik dan suara yang keras tentu saja itu sukses menganggu tidurku tak hanya itu ia selalu merebut jatah makananku , mengangguku saat aku sedang menonton drama  , selalu membuatku terlambat datang kesekolah karena harus menunggunya , membuatku bangun dini hari di hari minggu , membangunkanku tengah malam hanya untuk menanyai jam berapa sekarang dan masih banyak lagi hal yang membuatku benci dengannya .

“ Jiyeon-a , Jiyeon-a “ , suara Minah sahabatku  memecah lamunanku tentang kekesalanku pada ‘Oh Sehun’ . “ Kau ikut ke kantin ? “ , tanya Minah , aku hanya menggeleng pelan . “ Aku bawa bekal “ , ucapku kemudian tersenyum . “ Begitu ? Ok annyong “ , ujar Minah pergi . Aku kemudian mengangkat kotak bekal berwarna aqua blue dan baru saja aku akan membukanya , I-Phoneku bergetar pertanda sebuah pesan masuk dengan kesal campur malas aku membukanya dan benar saja pesan dari orang yang kubenci .

From : Oh Sehun

‘ Makan bersama seperti kata Ommamu , kutunggu kau di atap ! ‘

“ Siapa dia ! Berani sekali dia menyuruhku “ , sungutku kesal tapi entah ada setan apa yang merasuki tubuhku , kuangkat kotak bekalku dan sedikit merapikan bagian bawah bajuku dan berjalan cepat menuju atap sesekali kutarik bibirku untuk tersenyum .

Aku membuka pintu atap yang sedikit berkarat dengan perlahan dan menyembulkan mukaku lalu perlahan berjalan mataku mencari-cari namja itu disetiap sudut atap tapi tak kutemui satupun . Aku menghela nafas dan membiarkannya berbaur dengan udara yang cukup dingin lalu aku berjalan menuju pembatas atap yang terbuat dari kawat dan menyusupkan jari-jariku ke celah sambil sedikit bersenandung kecil . Tiba-tiba sebuah tangan besar  menutup penglihatanku membuatku meronta dan membalikkan tubuhku . “ Coba tebak siapa aku “ , ujar orang tersebut aku hanya menyeringai dia pikir bisa membodohiku heh . “ Sehun , jangan main-main padaku lepaskan “ , ujarku dan dia hanya menurut .

Aku mengerjap-ngerjapkan mata untuk menyesuaikan diri dengan cahaya kutatap wajah Sehun ia hanya tersenyum padaku , aku mengerutkan kening menatapnya . Kuperhatikan setiap inci detail wajahnya kuakui wajahnya tampan , tunggu dulu apa yang kupikirkan ? Lupakan perkataanku tadi itu dia tak tampan atau apapun dia menyebalkan . “ Apa yang kau perhatikan Lee Jiyeon , kau naksir ya “ , tanya Sehun padaku membuat mataku menatapnya tajam . “ Apa yang kau katakan jangan bermimpi ! “ , ujarku padanya .

(End Jiyeon Pov)

(Author Pov)

“ Haha sudahlah ayo makan “ , ujar Sehun  pada Jiyeon sambil mengacak rambutku perlahan . “ Yya’ jangan pegang-pegang rambutku bisa-bisa aku tertular virus anehmu “ , ujar Jiyeon pada Sehun . “ Iya-iya “ , ujarnya pada Jiyeon sambil terkekeh pelan kemudian mengeluarkan kotak bekalnya yang berwarna sama dengan milik Jiyeon . Jiyeon memerhatikan kotak bekal milik Sehun kemudian membandingkannya dengan miliknya bagaimana bisa kotaknya sama dengan milik Sehun . “ Yya’ kenapa milikmu sama dengan milikku “ , ujar Jiyeon kesal sambil memakan beberapa potong telur . “ Kenapa ? Tidak boleh “ , ujar Sehun . “ Tentu tidak boleh ! “ , ujar Jiyeon menatap Sehun kesal .

“ Kenapa aku juga menyukai warna ini , kau saja yang mengganti warna kotak bekalmu “ , ujar Sehun kembali membuat kesal Jiyeon . “ Kau yang harus menggantinya “ , ujar Jiyeon tak mau kalah . “ Sudahlah lagipula baguskan kalau punya kita kembar “ , ujar Sehun . “ Sudahlah , terserah kau saja kau mau menganggap punya kita kembar atau yang lain pokoknya aku tak sudi punyaku disamakan denganmu ! Kalau kau tak mau mengganti warna kotak bekalmu biar aku saja menjadi shappire blue ! “ , ujar Jiyeon dengan kesal memakan beberapa potong ikan di kotaknya bekalnya sedangkan Sehun hanya tertawa pelan .

“ Ding-Ding-Ding-Ding “ , bunyi bel pertanda pulang kemudian terdengar beberapa sorakan senang dari murid terdengar . Dengan cepat Jiyeon segera membereskan barang-barangnya . “ Chingu-a mianhae aku tak bisa pulang bersama kalian , hari ini kai Oppa mengajakku pergi “ , ujar Hyora pada yang lain dengan muka memelas . “ Ya sudah sana selamat bersenang-senang “ , ujar Minah . “ Cih , dasar pembantu kurang ajar “ , dengus Jihyun kesal sambil membereskan mejanya ketika Hyora sudah pergi . “ Ah Chingu-a aku harus minta maaf hari ini aku harus segera pergi ke rumah Tao Oppa kalau tidak bisa-bisa aku dihukum mati-matian “ , ujar Yeonji pada yang lain . Dan hanya beberapa saja yang ada di kelas saat itu dan tinggal anak direktur sekolah a.k.a Park Minri dengan si Jiyeon . “ Minri-a antar aku sampai rumah “ , ujar Jiyeon . “ Anni pulang saja sendiri bye “ , ujar Minri lalu ngacir sisalah sendiri Jiyeon sendiri lalu dengan gontai ia berjalan pulang .

“ Lee Jiyeon ayo pulang “ , ujar Sehun tiba-tiba muncul di koridor menarik tangan Jiyeon membuat Jiyeon terkaget-kaget . “ Andwe “ , ujar Jiyeon . “ Ikut saja bukannya hari ini Jinki Hyung tak bisa menjemputmu “ , ujar Sehun menyeret Jiyeon .

***

“CRIIITHHH,,CRIITHH “ , Sehun mengendalikan mobil sedikit lebih cepat dari biasanya . “ Ah Yya’ kau bisa menyetir atau tidak sih ! “ , bentak Jiyeon kesal sedangkan Sehun hanya mengumbar senyum yang semakin membuat Jiyeon kesal . Tiba-tiba di tengah perjalanan Jiyeon baru tersadar bahwa jalan yang ditempuh bukanlah jalan pulang tetapi jalanan yang cukup padat dan ramai karena ada sesuatu hal . “ Kita mau kemana jelaskan , sebutkan ,  terangkan , beri tahu , ucapkan , katakan , semua alasannya “ , ujar Jiyeon ketus . “ Shirro , ini r-a-h-a-s-i-a kau akan tahu nanti “ , ujar Sehun pada Jiyeon yang kini cemberut . “ Kalau kau tak mau beri tahu aku akan berteriak saat ini juga “ , ujar Jiyeon memberikan ancaman tapi Sehun sama sekali tak takut . “ Diam atau kusumpal dengan tikus ! “ , bentak Sehun membuat Jiyeon bungkam .

(Author Pov)

“ Ah kita sudah sampai turunlah “ , ujar Sehun . “ Shirro “ , ujar Jiyeon bersikeras dengan pemikirannya . “ Ayo atau “ , ujar Sehun belum saja ia selesaikan perkataannya Jiyeon langsung menurutnya dan Sehun langsung tertawa dalam hati sambil menyeringai . “ Kita ? Dimana ? “ , tanya Jiyeon . “ Ini adalah festival  musim semi tahun ini ayo cepat kita bisa bermain dan banyak makanan enak ayo “ , ujar Sehun menarik tangan Jiyeon . Festival Musim Semi Tahun Baru adalah Festival yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari (Author ngarang)  yang biasa ada di Festival ini adalah pasangan baru jadi atau yang ingin merayakannya . “ A- “ , Jiyeon hanya menatap seisi sudut di festival itu sebelumnya ia belum pernah kesini ia hanya diceritakan oleh Hyora yang pernah datang ke sini bersama KAI atau Yeonji yang pernah datang kesini karena Tao menghadiahkannya hal ini karena ia telah menang kejuaraan wushu atau Minah yang baru saja pergi tahun kemarin .

“ Kau mau makan apa ? Hari ini aku yang traktir “ , ujar Sehun . “ Aku ,, emm ? Gula kapas ! “ , ujar Jiyeon dengan semangat . “ Ahha good “ , ujar Sehun mengacak rambut Jiyeon . Setelah cukup lama berselang Sehun kemudian menarik tangan Jiyeon menuju seperti tempat melempar bola ke barang jika kena maka benda itu akan dimiliki oleh orang tersebut . “ Sebutkan apa yang kau inginkan “ , ujar Sehun . “  Emm boneka beruang itu “ , ujar  Jiyeon tersenyum . “ Baiklah hana , dul , shet “ , ujar Sehun melemparkan bola yang ditangannya dan berhasil ia mendapatkan boneka itu .

“ Yyah kenapa harus boneka pig sih “ , ujar Jiyeon mendengus kesal . “ Haha bagus jadi kamu gak usah berkaca lagi “ , ujar Sehun tertawa . “ Ish nappeun “ , ujar Jiyeon memajukan bibirnya . “ Ah satu lagi ayo kita foto stiker “ , ujar Sehun menarik tangan Jiyeon . “ A,, nee “ , ujar Jiyeon menurut saja .

Jiyeon dan Sehun masuk ke salah satu bilik foto stiker . “ Ini terlalu sempit “ , ujar Jiyeon pada Sehun . “ Diam saja “ , ujar Sehun . Kemudian tiba-tiba sebuah blitz camera menerpa mereka dan Jiyeon benar-benar kaget mukanya mungkin terlihat sedang marah , Jiyeon sama sekali belum berpose . “ Yya’ aku belum apa-apa kenapa kau sudah mulai ! “ , bentak Jiyeon kesal . “ Haha mian-mian “ , ujar Sehun kemudian mereka berpose dengan pose aneh-aneh dari Sehun mencubit pipi Jiyeon atau Jiyeon dan Sehun dengan tangan V dan berbagai pose aneh lainnya . Setelah selesai berfoto Sehun dan Jiyeon keluar dari bilik tersebut kemudian mengambil foto yang keluar secara instant dan tepat dugaan kali ini mereka memperebutkan foto yang bagus .

Baik Sehun maupun Jiyeon tak mau saling mengalah untuk memperebutkan foto terbaik . “ Yya’ aku duluan bodoh kau ambil saja yang lain “ , ujar Sehun pada Jiyeon , Jiyeon juga tak mau kalah akhirnya Sehun kemudian mengalah demi yoeja keras kepala ini . “ Baiklah ambil 5 foto yang kau suka “ , ujar Sehun . Jiyeon hanya menurut saja , Sehun hanya tersenyum saja melihat tingkah laku Jiyeon .

***

Suatu malam yang dingin yeoja yang mungkin tampak seperti hantu yang mengomel terus menempelkan ponselnya ketelinga kanannya . Terkadang ia menggerutu kesal atau membentak ponselnya sendiri . Yoeja itu Lee Jiyeon menggerutu karena hari ini ia sudah menunggu di depan Halte Bus tapi tak ada satupun Bus yang menampakkan dirinya ia telah menelpon Jinki Oppanya tapi panggilannya tidak dijawab sangat mustahil jika menelpon Ommanya yang sekarang berada di Amerika dan mengadakan rapat dan satu lagi hal yang membuat ia sebal yaitu Appanya bagaimana tidak baru saja ia menelponnya dan ia berkata bahwa ia akan menjemputnya beberapa menit lagi tapi setelah itu ia menelepon lagi dengan mengatakan bahwa ia lupa kalau ia ada di Paris dan juga teman-temannya tapi mungkin memang ia sedang sial semua orang serasa sibuk tak ada yang menjawab panggilannya kalaupun menjawab orang itu tak akan bisa menjemputnya karena berhalangan .

Sudah sampai jam setengah dua belas malam sudah tengah malam dan sudah jauh dari jam pulang sekolahnya ia terus menggerutu ia begitu takut jika harus pulang jalan . Jiyeon kemudian duduk dan menunggu keajaiban tiba-tiba sebuah mobil mengkilap cerah tiba-tiba lewat dengan gerakan pelan kemudian si pemilik mobil menurunkan kaca dan tampaklah dia ‘Oh Sehun’ . “ Belum pulang ya week “ , ujar Sehun menjulurkan lidahnya dan pergi tiba-tiba Sehun kembali lagi dan terus-terusan melakukan hal yang sama .

“ Yyak ! bisa-bisa mukamu kujotos pakai sepatu nae nappeun ! “ , bentak Jiyeon kesal akan perlakuan Sehun . Di tengah kekesalan Jiyeon yang bertubi-tubi beberapa gerombolan preman berdatangan .

“ Hai yoeja manis main sama Opppadeul yuk “ , ujar salah seorang dari mereka membuat Jiyeon jijik setengah mati . “ Apa mau kalian huh aku tak sudi “ , ujar Jiyeon kemudian berusaha menghindar tapi malah dicegat membuat Jiyeon takut setengah mati ia benar-benar mengeluarkan air mata ketika preman-preman tersebut mendekat tiba-tiba sebuah mobil dengan warna hitam mengkilat memberhentikan mobilnya mendadak sehingga menimbulkan bunyi berdecit cukup keras antara ban mobil dan aspal . “ Yyak apa yang kalian lakukan mati saja ! “ , bentak seorang namja kemudian memegangi pundak salah seorang preman .

“ Bughk ! “ , satu tonjokan manis dibuat Sehun dipipi preman itu membuat preman itu terpakar jatuh . “ Kyyaa Oppa “ , ujar Jiyeon ketika sebuah tonjokan balasan melayang dipipi Sehun , Jiyeon tak kuasa menahan tangisnya dan juga ia lupa dengan perkataannya sendiri bahwa ia tak sudi memanggil Sehun dengan sebutan Oppa . Sehun terus-terusan memukul preman tersebut dan membuat preman itu lari kabur , Jiyeon terus saja menangis tangannya bergetar . Sehun hanya menarik garis bibirnya untuk tersenyum ia melepas blazer hitam yang ia kenakan dan memberikannya pada Jiyeon yang masih menangis .

Sehun benar-benar tak tahu apa yang harus ia lakukan pada yoeja yang menangis . Ia tak tahu dan kemudian ia memeluk Jiyeon dan memberikannya dekapan hangat . Tak berselang lama Jiyeon terdiam dan Sehun melepaskan dekapannya . “ Uljima nee “ , ujar Sehun tersenyum seraya mengacak rambut halus Jiyeon . “ Oppa gwenchana “ , ujar Jiyeon sebelum masuk ke mobil . “ Nee gwenchana , kau sendiri ? “ , tanya Sehun tersenyum . “ Nado “, ujar Jiyeon menunduk kecil . “ Masuklah “ , ujar Sehun , Jiyeon hanya menurut saja .

Di sepanjang perjalanan suasana begitu hening tak ada celetukan atau kata-kata Jiyeon maupun Sehun mereka terlarut dalam pikiran masing-masing . “ Oppa,, “ , ujar Jiyeon membuka mulutnya . “ Nee wae ? “ , tanya Sehun . “ Mianhae , gomawo “ , ujar Jiyeon dengan nada pelan . “ Tidak usah seperti itu “ , ujar Sehun tersenyum pelan .

***

“ Awch “ , ujar Sehun ia berusaha mengobati dirinya sendiri di sofa besar di ruang tengah.Jiyeon tiba-tiba berdiri di depan Sehun , Jiyeon tersenyum tipis pada Sehun yang melongo menatapnya . “ A-Annyeong Oppa “ , ujar Jiyeon di pagi hari yang cukup dingin karena hari ini hari libur . “ Nee kau sudah bangun ? “ , tanya Sehun . “ Mmmh , Oppa sendiri sedang apa ? “ , tanya Jiyeon dengan nada ragu . “ Anni hanya membersihkan lukaku kemarin , kau sendiri ? “ , ujar Sehun . “ Oppa tak lihat ya kalau aku sedang berdiri saja di sini “ , ujar Jiyeon pada Sehun dengan nada kesal , Sehun hanya tertawa . “ Awch “ , ujar Sehun . “ Ah biar kubantu “ , ujar Jiyeon kemudian mengambil kapas dan obat merah .

“ Jjang “ , ujar Jiyeon selesai mengobati Sehun dan memberikannya plester dora di pipinya . “ Hyyaa apa-apaan ini pororo ? “ , ujar Sehun pada Jiyeon , Jiyeon hanya tertawa pelan lalu ia kemudian duduk di sebelah Sehun dan keadaan menjadi hening .

“ Jiyeon-a “

“ Hmm ?”

“ Saranghaeyo “

“ M-mwo ? “ , tanya Jiyeon seketika dan bangkit dari sofa lalu ia menatap Sehun dengan tatapan heran . “ (……….)” , Sehun tak menjawab ia masih memikirkan kata-kata yang tepat ia sendiri bingung kenapa bisa ia mengucapkan perkataan seperti itu tapi ia yakin bahwa  ia mencintai Jiyeon bahkan dari sejak ia bertemu  .  Jiyeon kemudian beranjak pergi menuju kamarnya detak jantungnya tak karuan mukanya mulai memanas entah berwarna kemerahan . “ Jiyeon-a neomu saranghaeyo , would you be my.. “ , ujar Sehun belum saja Sehun menyelesaikan perkataannya . “ Mi-mian Oppa “ , ujar Jiyeon berjalan secepat kilat menuju kamarnya dan menguncinya rapat-rapat serapat mungkin .

TBC

Jangan Lupa Tinggalkan Komen 🙂

 Annyeong  exotics  , aku author baru di sini terimakasih buat Onnie yang mau nerima aku jadi author . Author mau minta maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan , typo , cerita kurang dimengerti dan sebaginya author hanya berusaha membuat sebaik-baiknya , sebenarnya FF ini udah cukup lama author buat . Terimakasih jika ada yang mau mebaca dan komen juga likenya gamzamnida *bow* , oya di sini Lee Jinki itu kakaknya Lee Jiyeon kekeekek gamzamnida yorobun annyong *bow* . Fanfiction 100% pemikiran author . No Bash Gunakanlah kata-kata yang sopan .

41 pemikiran pada “So What ! [Chapter 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s