So What ! [Chapter 2]

Title : So What [Chapter 2 END]

Author : kimjhyun

Genre : Romance

Rating : Pg 13

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

Lee Jiyeon (OC)

ATTENTION : PERHATIAN sebelumnya saya selaku author minta maaf sebesarnya atas ketidak nyamanan karena sebelumnya chapter 2 FF So What ini kepotong author juga ga ngerti kenapa tapi kemarin ada masalah pada koneksi internet author maka ini adalah Full Version dari So What Chapter 2 Silahkan Dibaca , Jeongmal Mianhae Yorobun *bow* .

( Oh Sehun Pov )

Aku menyatakannya ? Dan ia menolakku ? . Asal kalian tahu saja dia Lee Jiyeon sepupuku kalau boleh jujur sejak melihatnya aku sudah menyukainya mengerjainya ? Itu adalah alasan untuk menarik perhatiannya tapi kenapa mengerjai atau menjahilinya membuatku dibenci olehnya . Oh Sehun seharusnya kau perhatian padanya sejak dulu . “ Argh “ , ujarku karena frustasi kalau seperti ini sebaiknya aku ke rumah Tao saja dia yang paling tepat memberikanku nasihat atau yang lainnya daripada si Luhan nanti nasihatnya malah aneh-aneh atau si KAI malah menjerumus ke hal yang aneh-aneh kalau si Lay dia sedang tidak ada di korea kalau Baekhyun jangan tanya lagi nanti jawaban gak nyambung si Chanyeol sih hanya sepatah kata saja ‘ S A B A R ‘ .

Aku mengendalikan mobilku menuju rumah Tao dan menapaki kakiku di rumah besar khas korea dan langsung di sambut oleh pelayan-pelayan . Aku memasuki ruang latihan wushu Tao yang terpisah dari rumahnya tampak Tao sedang berlatih .

“ Ada apa tumben ? “ , tanya Tao . “ Ah aku sedang frustasi “ , ujar Sehun . “ Kalau kau frustasi ngapain ke sini ? “ , tanya Tao . “ Ish kalau aku ke rumah yang lain nasihatnya pada gak bener “ , gerutuku kesal . “ Salah besar karena semua sedang ada di sini kecuali Lay “ , ujar Tao . “ M-Mwo ? “ , tanyaku dan tampaklah Luhan , Baekhyun , Chanyeol dan Kai melambai aneh .

“ K-Kau menembak sepupumu Lee Jiyeon !!! “ , sontak semuanya menatapku dengan menautkan alisnya . “ Apakah dia mati ? “ , tanya Luhan , “ Terus setelah itu apa ? “ , tanya Kai . “ Kamu pakai Laser atau pistol ? “ , tanya Baekhyun dengan polosnya  . “ Reaksinya ? “ , tanya Chaenyol . “ Aish jinjja ? Aku itu menyatakan perasaan padanya baboya “ , ujarku . “ Hmm begitu ya bagaimana reaksinya ? “ , tanya Luhan . “ Dia menolakku “ , ujarku pasrah . “ Jeongmal ? “ , tanya semuanya serempak . “ Nee “ , ujarku . “ sabar ya padahal kau sudah mengajaknya ke festival musim semi tahun baru “ , ujar Chanyeol menepuk punggungku pelan .

(End Sehun Pov)

(Author Pov)

Jiyeon terdiam di meja makan bersama Jinki . “ Oppa , Sehun mana ? “ , tanya Jiyeon . “ Sehun ? Tumben nyariin biasanya ngusir dia pergi ke rumah Tao katanya besok pulangnya nginep sama teman-temannya yang lain waeyo ? “ , tanya Jinki . “ Anni hanya saja umm kaset SHINee Luciferku dipenjem dia takutnya hilang lagi “ , ujar Jiyeon kemudian beranjak ke lantai atas dan akan ke kamarnya .

Jiyeon mengutak-atik I-Phonenya dan mengirimkan pesan ke seseorang .

To : Huang Zi Tao

‘ Oppa , Sehun Oppa di sana ? PS : Jangan kasih tahu dia kalau aku menanyainya ‘

From : Huang Zi Tao

‘ Ada di baik-baik saja , waekkure ?’

To : Huang Zi Tao

‘ Anni hanya saja aku khawatir dia tidak merepotkanmu kan ? Apakah dia sudah makan makanan kesuakaannya ?’

From : Huang Zi Tao

‘ Tidak , sudah dia makan banyak’

To : Huang Zi Tao

‘ Ah syukurlah , apakah dia sudah memakai baju hangat biasanya dia kedinginan di malam seperti ini ‘

From : Huang Zi Tao

‘ Sudah , kau sendiri ? Jaga dirimu bye ‘

To : Huang Zi Tao

‘ Nee Oppa aku baik , annyong ‘

(Sehun Place)

Kamar yang cukup luas berisikan Tao , Luhan , Sehun , Baekhyun , Chanyeol yang tidur tetapi Sehun sama sekali belum tidur ia menatap ponsel Tao dan membalas satu persatu pesan yang masuk . “ Kau mengkhawatirkanku ? Lalu kenapa kau menolakku Lee Jiyeon “ .

***

Keesokan Harinya

“ MWO ! S-E-H-U-N OPPA ! “ , ujar Minah keras . “ Sssthh iya-iya pelan-pelan dong “ , ujar Jiyeon pada Minah .  “ Lalu kau bilang apa ? “ , tanya Minah . “ Aku menolaknya “ , ujar Jiyeon menunduk . “ M-mwo ? menolak kau bilang ? “ , tanya  Minah tak percaya aku hanya mengangguk pelan . “ Lalu reaksinya ketika kau menolaknya ? “ , tanya Minah lagi , Jiyeon terdiam bibirnya untuk sekarang malas sekali menjawab pertanyaan sahabatnya itu . “ Ah aku tak tahu sudahlah aku malas membicarakan itu “ , ujar Jiyeon pada Minah , Minah hanya mendengus pelan .

“ Hei Lee Jiyeon apa alasanmu menolaknya bayangkan saja dia itu secara idola sekolah “ , jelas Minah lagi kalau sudah seperti ini Minah akan nyerocos tak jelas . “ Iya,iya aku tahu , tapi aku juga tidak tahu kenapa kata-kata penolakan terucap dari bibirku “ , ujar Jiyeon . “ Ya sudah itu terserahmu , pilihanmu mau dibagaimanakan lagi , lagipula yang namanya perasaan suka itu tak bisa dipaksakan  “ , ujar Minah kemudian berjalan pergi . Setelah kepergian Minah , Jiyeon terdiam ia kemudian menidurkan kepalanya pada meja dan mengatupkan matanya perlahan tak lama berselang suara lengkikan dan jeritan yoeja masuk secara cepat ke gendang telinganya membuat Jiyeon membuka kelopak matanya dengan cepat dan menatap sekeliling . “ Hyaaaaaaaaaaaaaa Sehun Opppa ! “ , begitulah sekiranya jeritan para yoeja membahana hingga membuat Jiyeon setengah kesal menatap ke arah kerumunan yoeja itu ia dapat melihat sosok namja tinggi lewat kaca bening di depannya .

Sehun namja itu menatap Jiyeon yang juga menatapnya Jiyeon tertegun ketika tatapan Sehun makin pekat hingga seorang yoeja menghampiri lengan Sehun dan bergelayut manja di sana . Sehun tampak kaget ketika yoeja itu mendekat tapi ia berusaha tersenyum cepat kemudian mengalihkan perhatiannya dari wajah Jiyeon , Jiyeon hanya menghela nafas berat .

“ Hei siapa yoeja itu berani sekali ia dekat-dekat dengan Sehun Oppa “ , ujar salah satu yoeja yang melewati bangku Jiyeon dan duduk tepat di belakangnya kemudian Jiyeon berusaha mengoptimalkan kinerja telinganya agar dapat mendengar jelas suara yoeja itu . “ Katanya sih Sehun Oppa baru saja berpacaran dengannya benar-benar mengangumkan “ , ujar salah satu yoeja itu . “ Benarkah kudengar dia berpacaran dengan sepupunya sendiri Lee Jiyeon itu kan ? “ , ujar salah satu yoeja itu . “ Mana mungkin kabar itu bohong buktinya lihat sekarang ia sudah bersama seorang yoeja “ , ujar yoeja lainnya menyela . Jiyeon terdiam mendengarnya ia menelan liurnya sendiri .

“Ahh “ , Jiyeon menidurkan kepalanya kembali ke mejanya ia berusaha menetralkan pikirannya yang kacau ia sendiri tak mengerti perasaan apa yang menghantui separuh hidupnya dalam sekejap perasaan yang membuat dadanya sesak dan membuatnya ingin mengeluarkan ribuan liter air mata sekarang juga . “ Lee Jiyeon ada apa denganmu kenapa sekarang kau yang sakit ini benar-benar bukan dirimu “ , ujar Jiyeon pelan ia kemudian merongoh I-Phonenya ia menatapnya tak ada satupun pesan masuk dari orang yang ia inginkan entah apa yang membuatnya menginginkan sebuah pesan dari Sehun biasanya Sehun mengiriminya setidaknya 20 pesan singkat saat di sekolah dan sisanya ia tak bisa hitung isi pesan Sehun terkadang tak bermakna terkadang hanya huruf ‘S’ kemudian menyusul huruf ‘E’ dan huruf selanjutnya yang membentuk namanya sendiri atau hanya menanyai kalau Jiyeon mengambil pensil atau alat tulisnya yang lain miliknya  atau hanya sekedar mengiriminya emocition smile dan hal lain yang tak bermakna tapi hal yang benar-benar membekas di memori Jiyeon .

“ Ah masa bodoh “ , ujar Jiyeon melepas baterai I-Phonenya dan ia menatap sebuah foto stiker kecil yang ia lupa kalau foto stikernya ia tempel di bagian baterai ponselnya . “ Aish Jinjja orang itu ternyata ada dimana-mana kenapa harus dia adakah orang yang lebih baik lainnya “ , ujar Jiyeon kesal menutup cashing I-Phonenya dan kembali menaruh kepalanya di atas meja  mengatupkan matanya .

“ Ding-Ding-Ding-Ding “ , bunyi bel sekolah berbunyi nyaring nan melengking di telinga Jiyeon beberapa murid menghambur keluar kelas dan terkadang melompat masing-masing mengeluarkan ekspresi berbeda . “ Lee Jiyeon bangun “ , ujar Minah menusuk-nusuk pipi Jiyeon dengan jari telunjuknya tapi hal tersebut 100% tak ampuh membangunkan tuan putri itu terbangun , Minah memutar otaknya kemudian berbisik di telinga Jiyeon . “ Lee Jiyeon di sini ada Oh Sehun lo “ , ujar Minah dan dengan cepat Jiyeon membuka kelopak matanya dan kemudian matanya berputar ke seluruh sudut di ruangan ini .

“ Mencari Sehun ya ? “ , tanya Minah dengan nada iseng . “ A-anni siapa juga yang mencari orang tak penting itu “ , ujar Jiyeon segera membenahi barang-barangnya ia segera membereskannnya dan pamit pada Minah . Ia kemudian mengecek pesan dari Jinki yang biasanya dikirim ketika pulang .

From : Lee Jinki

Mian Saeng hari ini aku harus rapat osis sampai malam hari , hari ini kau berdua saja dengan Sehun aku sudah pesan padanya kalau ia yang mengantarmu pulang dan aku menyuruhnya memanaskan masakan kesukaanmu

“Berdua saja ? Mengantarku pulang ? Yang benar saja ?” , ujar Jiyeon tak percaya ia kemudian mencari kontak Sehun ia sedikit ragu untuk menelepon orang tersebut . Akhirnya ia menarik nafas perlahan kemudian menempelkan I-Phone tersebut ke telinga kananya menunggu orang yang ia telfon mengangkatnya tapi kenyataannya setelah 10 kali ia menelepon yang ia dengar hanya suara operator yang membuatnya kesal akhirnya karena ia tak mau menunggu lama akhirnya ia pulang dengan jalan perlahan .

Jiyeon menendang batu krikil yang ada di sekitarnya dan langit yang sedari tadi gelap mengeluarkan rintik hujan membuat Jiyeon sedikit berlari seakan berusaha menjauhkan dirinya dari ribuan air yang akan menyerang dan menghujam tubuhnya secara bersamaan . “ Tidak “ , ujar Jiyeon kesal ketika hujan deras menyerang dirinya ia terdiam mengelap mukanya dan kemudian berlari kecil menuju rumahnya yang berjarak cukup jauh dari tempatnya berdiri sekarang .

(***)

“ Aku pulang ! “ , ujar Jiyeon dengan nada melengking ia masuk ke dalam rumah yang besar tersebut dan sebuah pemandangan tak mengenakan dan sensasi panas dan sesak langsung menjalar ke seluruh tubuhnya . “ Oppa gomawo sudah mengizinkanku masuk ke dalam rumahmu “ , ujar yoeja itu pada Sehun dan mereka sedang duduk di sofa sambil menonton tayangan televisi mereka sama sekali tak menyadari kepulangan Jiyeon yang bak hantu gentayangan . “ Ehem “ , Jiyeon berdehem keras dan alhasil Sehun tersadar akan kehadiran seseorang di tengah-tengah mereka .

“  Ji-Jiyeon-a ? Kau sudah pulang  “ , tanya Sehun terkaget-kaget , mata Jiyeon sudah menatap keras ke arah mereka berdua tatapan benci dan dendam mengebu-ngebu terpancar dari tatapan Jiyeon . Jiyeon menatap Sehun dengan tatapan mual . “ Siapa ya , yang tadi tak mengangkat telepon dariku dan malah asik-asik bersenang-senang di sini dan membiarkan tuan putri kebasahan “ , ujar Jiyeon menunjukkan evil smirk . “Mianhae “ , ujar Sehun pelan . “ Oh jadi Lee Jiyeon kau tinggal di sini kasihan sekali Sehun Oppa harus tinggal bersamamu monster pemakan darah “ , ujar Haemin yoeja itu pada Jiyeon , Jiyeon hanya terkekeh . “ Hei..hei aku sedang tidak berbicara dengan gadis bodoh sepertimu ya , dan satu hal yang harus kau tahu ini rumahku “ , ujar Jiyeon kesal .

“ Gadis bodoh ? kau yang bodoh dasar jelek “ , ujar Haemin . “ Siapa yang kau bilang jelek dengar ya aku ini lebih cantik darimu , kampungan ! “ , bentak Jiyeon kesal . “ Hei sudah Jiyeon kau keatas saja “ , ujar Sehun . “ Oh Tuan Tampan sekarang kau berani membentakku “ , ujar Jiyeon . “ Lee Jiyeon aku sama sekali tidak membentakmu ! Sekarang kau pergi saja ke atas ! “ , bentak Sehun . Jiyeon kaget akan bentakan Sehun tidak biasanya ia semarah ini , sakit sangat sakit rasanya dibentak seperti itu . Jiyeon dengan cepat berlari ke atas kamarnya ia menutupnya keras pertanda bahwa ia marah besar .

(***)

Jiyeon melempar kasar dirinya ke atas tempat tidur air matanya berhamburan untuk keluar ia menghapusnya kasar dengan telapak tangannya . Ia tak henti-hentinya

menangis bahkan ia tak tahu alasan mengapa ia menangis tetapi hatinya memaksanya untuk menangis . “ Apa yang kau tangisi Lee Jiyeon , Sehun sering sekali berkata kasar lebih dari itu , apakah aku menangis untuk Sehun yang akhir-akhir ini tak mengangguku atau sekedar memberikan perhatiannya padaku Oh bodohnya aku ada apa denganmu Lee Jiyeon “ , batin Jiyeon dalam hatinya walaupun ia sudah tegaskan bahwa ia ini bukan yoeja yang mengharapkan cinta pada Oh Sehun tapi apa daya ia tak dapat melawan hatinya bahwa ia mencintai namja itu . Jiyeon lelah bertengkar dengan pikirannya sendiri ia memutuskan untuk mengatupkan perlahan matanya .

Matahari mulai menghilang dan bulan mulai menghiasi sayangnya tanpa bintang , di tengah malam dingin ini Sehun telah berulang kali mengetuk sebuah kamar dengan perlahan terkadang menyahuti nama pemilik kamar itu . “ Jiyeon-a , kau tak makan ? “ , tanya Sehun pelan tapi apa yang dikatakannya sama sekali tak digubris oleh pemilik kamar . Sehun menyadari hal tersebut dan berjalan menjauh tapi seberapapun ia berusaha pergi tapi kakinya selalu ingin melangkah ke kamar itu saja . “ Aish ,,, “ , dengus Sehun kesal , ia benar-benar menyesal membentak Jiyeon tadi karena setiap berhadapan dengan Jiyeon akhir-akhir ini pikirannya kacau dan ia selalu saja mengucapkan kata-kata yang tak ia inginkan .

Akhirnya Sehun tak mempunyai pilihan lain selain membuka perlahan pintu kamar itu  ia melihat yoeja yang meringkuk dan bergeliat manja di kasur . “ Rupanya tidur “ , ujar Sehun pelan ia berjalan dengan langkah pelan ia mendekati yoeja itu kemudian sekarang saja ia sudah berada di dekat Jiyeon yoeja itu . “ Kau menangis ? Maafkan aku “ , ujar Sehun pelan memegang pipi Jiyeon kemudian menyibakkan rambut yang menghalangi wajah Jiyeon . Entah jin dari mana yang merasuki pikirannya ia mendekati pipi mulus yoeja itu kemudian mengecupnya perlahan .

Sentuhan pipi kecil dari Sehun membuat mata yoeja itu langsung terbuka lebar . “ Hyaaaaaaa,,,,,, “ , teriak Jiyeon histeris menyadari seseorang menyentuh pipinya . “ Hei..hei tenang ini aku “ , ujar Sehun menarik tangan Jiyeon dan langsung reflek memeluknya . “ Apa yang kau lakukan “ , ujar Jiyeon ketus . “ Katakan padaku alasanmu menangis kenapa kau menangis apa yang membuatmu menangis siapa dia ? “ , tanya Sehun , Jiyeon ingin sekali menghilang dari hadapan Sehun saat itu tapi sayangnya Sehun memeluknya erat . “ Aku tak menangis itu hanya keringat “ , ujar Jiyeon beralasan .

“ Lalu kenapa bantalnya ikut basah ? Apakah kau berkeringat sekali kau lelah ya ? Kau habis apa ? Kau sakit “ , ujar Sehun . “ Sudah kubilang aku mau kenapa itu bukan urusanmu karena kau bukan siapa-siapaku kau hanya sebatas sepupuku kau urusi saja yoejachingumu itu “ , ujar Jiyeon . “ Dengarkan aku , kau itu sekarang urusanku itu karena aku mencintaimu , menyukaimu dan segala hal yang menyangkut dirimu dan satu lagi yoeja tadi bukan yoejachinguku dia hanya fansku sekarang jelaskan padaku” , ujar Sehun dengan tegas membuat Jiyeon tertegun .

“ Iya aku menangis , aku menangis karena aku ingin menangis “ , ujar Jiyeon . “ Aneh , apakah kau bisa beralasan yang lebih baik lagi huh ? Kau kekurangan alasan lain “ , ujar Sehun , Jiyeon diam ia memikirkan kata-kata yang tepat . “ Iya karena ada belalang masuk ke mataku aku menangis “ , ujar Jiyeon asal . “ Apakah belalang besar bisa masuk ke matamu ? “, tanya Sehun pada Jiyeon , membuat Jiyeon kesal “ Cukup , aku menangis karena dirimu membentakku dan bersama yoeja lain selainku sekarang kau puas ! “ , ujar Jiyeon membuat Sehun tersenyum .

“ Karena siapa ? “ , tanya Sehun . “ Aish Karena dirimu Oh Sehun bukan karena belalang atau karena aku ingin menangis , aku menangis karena dirimu “ , ujar Jiyeon ia berpikir sebaiknya perasaannya ia lontarkan saja dari pada ia pusing sendiri . “ Lalu kenapa harus diriku “ , ujar Sehun mengeluarkan evil smirknya . “ Ka-karena itu aku mencintaimu , menyukaimu dan segala hal yang berkaitan denganmu ka-karena itu jangan bersama yoeja lain dan membentakku “ , ujar Jiyeon menundukkan kepalanya .

“ Tentu aku juga mencintaimu nado saranghae “ , ujar Sehun mempererat pelukannya dan mengecup pelan kening Jiyeon . “ So what we do ? “ , tanya Jiyeon bingung . “ Haha tentu sekarang kita pacaran dan kau adalah yoejaku kau mengerti nona Lee Jiyeon My Only Princess “ , ujar Sehun menyentil dahi Jiyeon . “ Aish “ , ujar Jiyeon mengulaskan senyumnya perlahan .

(END)

Sebelumnya Author minta maaf  sebesar-besarnya karena hal yang kurang menyenangkan FFnya kepotong karena koneksi Internet lalu author juga mau minta maaf kalau FF ini kurang memuaskan Author hanya berusaha sebaik mungkin . Sebelumnya juga author juga mau minta maaf jika selama hari Rabu besok hingga Kamis Minggu depan author gak bisa update FF terbaru karena author ada UTS dan setelah UTS tepatnya hari Jum’at jika bisa author bakal Update FF terbaru secepatnya , Author Minta maaf sebesar-besarnya mianhae *bow* .Jeongmal  Gomawo buat semuanya *bow* . 

 

 

49 pemikiran pada “So What ! [Chapter 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s