For You (Chapter 4)

Author: Nisha_gaem407

Pairing: Baekhyun (EXO-K) & Song Hyerin

Genre: Romance/School Life

Hyerin membuka matanya perlahan dengan sedikit mengernyit, menyesuaikan pandangannya pada cahaya dalam ruangan itu. Mengucek-ngucek matanya sebentar seraya merubah posisi tidurannya menjadi duduk pada tepi tempat tidur. Sejenak ia mengedarkan pandangannya pada setiap sudut ruangan. Ada yang berbeda! Ini bukan kamarnya.

Cih… Bisa-bisanya ia lupa sekarang ia tinggal di apartemen seseorang.

Byun Baekhyun, itu namanya. Seseorang yang ia kenal sebagai ketua osis di sekolahnya, seseorang yang selalu mencoba mengejarnya walapun telah mendapat tatapan dingin darinya, bahkan memberinya jaket pada saat ia kedinginan karena hujan.

Sungguh, semalam jantungnya berpacu tiga kali lebih cepat begitu mengetahui ia akan tinggal bersama dengan lelaki itu. Apalagi begitu melihat evil smirk yang ditunjukkan Baekhyun begitu melihatnya. Ingin rasanya ia memukul wajah evil Baekhyun saat itu. Tapi sayang, ia tak bisa mewujudkan keinginannya. Jangan sampai nanti Baekhyun mengusirnya dari apartemen ini.

Tak ingin lagi memikirkan Baekhyun, Hyerin kemudian mengarahkan lengannya pada arah nakas yang terletak di samping tempat tidur untuk mengambil handphonenya –berniat melihat jam berapa sekarang.

05.30

Angka itu yang terpampang pada sudut kanan atas handphonenya, membuatnya bernafas lega. Setidaknya ia bisa lebih santai untuk mempersiapkan diri ke sekolah.

Hyerin kemudian berdiri, melangkah menuju pada arah koper yang berada tak jauh darinya. Mengambil handuk berwarna biru dan juga beberapa perlengkapan mandi yang ia butuhkan. Setelah yakin dengan perlengkapannya, ia kembali melanjutkan langkahnya menuju pada kamar mandi yang ada pada kamarnya.

Yeah, kamarnya. Setidaknya untuk tiga bulan kedepan.

***

Hyerin sudah merasa segar sekarang. Seragam sekolahnya telah terbalut sempurna pada tubuhnya dengan rambut yang digerai begitu saja, tanpa ada tambahan aksesoris apapun. Dandananya yang biasa saja justru membuatnya terlihat cantik alami.

KRIUK

Hyerin mengelus perutnya yang tiba-tiba saja berbunyi. Memang kemarin ia tak sempat mengisi perutnya. Pergi sekolah tanpa sarapan karena hampir terlambat dan setelah pulang sekolah langsung saja bersiap-siap mengantar ibunya ke stasiun kereta, lalu menuju apartemen ini bersama dengan teman ibunya yang notabene adalah ibu Baekhyun.

Dengan cepat ia membuka pintu kamar –ingin menuju dapur. Untung saja sebelum Baekhyun pulang kemarin, ia sempat melihat-lihat isi apartemen ini.

Tapi baru saja melangkah keluar dari kamarnya, ia melihat Baekhyun yang hanya dalam balutan handuknya –baru saja mandi sepertinya. Memperlihatkan tubuhnya yang (sedikit) atletis.

Kedua mata obsidian bertemu, dengan rasa terkejut bercampur di dalamnya. Wajah mereka memerah tanpa mereka sadari. Dan beberapa detik setelahnya terdengar teriakan keras yang panjang dan suara bantingan dua pintu yang tertutup dengan kerasnya.

***

“Hyerin-ah…” Hyerin mendelik kesal pada arah mobil yang berjalan pelan di sampingnya. Tidak, tidak, tapi lebih tepatnya pada seseorang yang sedang mengendarai mobil itu. Sudah berkali-kali ia mencoba untuk melangkah lebih cepat dan memasang wajah ‘garang’nya, tapi tetap saja Baekhyun membuntutinya.

“Aku bisa pergi sendiri sunbae.”

“Ayolah… Kau bisa terlambat nanti.” Baekhyun sebisa mungkin memasang tampang memelas pada wajahnya. Mencoba membujuk Hyerin terus menerus. Ia baru akan berhenti jika Hyerin telah duduk dengan manis bersamanya di dalam mobil.

Bukannya Hyerin tak mau menerima ajakan Baekhyun, tapi ada beberapa hal yang membuatnya menolak. Pertama, topik utama yang akan muncul pada majalah sekolah mingguan nanti adalah gosip sang ketua osis dan pacar barunya. Kedua, akan bertambah lagi fans Baekhyun yang membencinya. Dan yang terakhir, kejadian ‘tak terduga’ yang terjadi tiga puluh menit sebelumnya masih terus bersarang dalam ingatannya. Masih ingat bukan?

“Kalau karena kejadian tadi, aku minta maaf. Tak usah diingat lagi, ok?” Perkataan Baekhyun membuat langkah cepatnya terhenti. Bagaimana bisa lelaki itu tahu isi pikirannya? Atau wajahnya yang kelewat memerah yang membuat Baekhyun tahu? Ah…terserahlah.

“Ayo naik!” Hyerin tetap terdiam. Dalam otaknya berputar dua kata, naik atau tidak. Tapi sebelum ia memutuskan, Hyerin merasakan kedua tangan mendorong tubuhnya untuk masuk ke dalam mobil yang entah kapan pintunya telah terbuka.

“Duduk yang tenang Song Hyerin~…”

BRAK

Pintu tepat di sampingnya telah tertutup dengan keras. Sudahlah, tak ada lagi yang bisa dilakukannya. Mencoba keluar dari mobil ini pun sia-sia, yang ada malah nanti dirinya yang mendapat tugas membersihkan toilet sekolah karena terlambat.

Pandangannya sekarang mengikuti arah Baekhyun yang berlari memutar lalu duduk pada jok pengemudi tepat disampingnya. Sempat ia lihat Baekhyun tersenyum puas ke arahnya sebelum menjalankan mobil dan mengalihkan pandangannya pada arah jalanan.

Tak terasa waktu telah berjalan sepuluh menit. Tapi entah kenapa bagi Hyerin, sepuluh menit terasa sangat lama. Apalagi ditambah dengan keheningan yang menyelimuti keduanya.

“Turunkan aku.” Keheningan itu seketika terpecah dengan suara Hyerin yang cukup nyaring untuk di dengar.  Baekhyun menoleh kaget, tak mengerti dengan maksud Hyerin. Bagaimana tidak?! Sekolah mereka sudah terlihat di depan mata, hanya kurang lebih dua puluh meter lagi dan Hyerin meminta turun?!

“Turunkan aku!”

“Ok! Ok!” Baekhyun segera saja menepikan mobilnya pada sisi jalan terdekat begitu melihat Hyerin nekat akan membuka pintu mobil.

“Terimakasih tumpangannya sunbae.” Dan setelah mengucapkan ucapan terimakasihnya, Hyerin langsung saja turun dan berlari menuju pada arah sekolahnya. Meninggalkan Baekhyun yang masih saja memasang raut super duper teramat heran.

“Gadis aneh.” Yeah, aneh menurut Baekhyun. Tapi walau begitu, ia tetap menyukainya.

***

Tentu saja mobil sport putih milik Baekhyun lebih cepat beberapa menit daripada Hyerin yang masih tertinggal beberapa meter jauh di belakangnya. Lelaki itu tertawa kecil ketika memarkirkan mobilnya. Entah apa yang lucu, ia sendiri juga tak tahu. Yang jelas hari ini moodnya meningkat dengan drastis.

Mobilnya sekarang sudah terparkir dengan rapinya, berjejeran dengan mobil-mobil lain, tapi ia belum juga turun. Sampai pada saat ia melihat Hyerin memasuki  pintu gerbang barulah ia turun dan segera menghampiri gadis itu.

“Hai…ketemu lagi.” Sempat Baekhyun melihat Hyerin memutar matanya sesaat lalu berjalan melewatinya.

“Mau jalan ke kelas bersama?” Hyerin terhenti. Matanya sekarang menatap tajam Baekhyun, tapi entah kenapa ia masih tetap sumringah.

Sunbae, kumohon jangan mengikuti.”

“Ok! Tapi dengan satu syarat.” Tak bisa dipungkiri, alis Hyerin langsung saja berkerut –penasaran   dengan syarat apa yang akan diajukan Baekhyun padanya.

“Jangan panggil aku sunbae, tapi panggil aku oppa! Ara?” Terbelalak! Itulah reaksi pertama yang ditunjukkan Hyerin. Berbeda dengan Baekhyun yang justru menampakkan evil smirknya. Ia tahu, pilihan ini sangat susah untuk Hyerin dan kedua pilihan itu sama-sama menguntungkannya.

Sirheo!”

“Kalau begitu jangan menolak jika aku mengikutimu.”

“Terserah sunbae saja.” Mood Hyerin sepertinya sedang buruk sekarang. Terlihat dari wajahnya yang sedikit cemberut. Tapi sebisa mungkin ditutupinya dengan wajah seolah tak perduli dan membiarkan Baekhyun terus mengikutinya sampai ia masuk dan duduk dengan tenang di kelasnya.

Hyerin mendengus kesal begitu Baekhyun menghilang di balik pintu kelas. Baru hari pertama tinggal di rumah lelaki itu saja sudah bisa membuatnya hampir mati berdiri dengan semua sikap yang diberikan padanya . Apalagi tiga bulan? Oh… ia tak bisa membayangkannya. Mungkin saja ia sudah benar-benar mati nantinya.

_______________________________________________

Mian… saya lama lagi updatenya + pendek pula…

Saya lagi sibuk T.T … Seminggu kemarin juga ada MID Semester~

Hohoho… sengaja aku buat pendek kayak gini karena di chapter ini emang cuma nyeritaiin gimana hari pertama Hyerin tinggal seapartemen ama Baekhyun. Hohoho…

Jadi, jangan getok saya yah~
.
.
Comment = Love

Iklan

54 pemikiran pada “For You (Chapter 4)

  1. ia iiih perasaan ini pendek…
    Tp ada sdkit yg aneh, knpa tiba2 sikap Baek jd cerah gtu ? pdhl kn sblumnya Baek smpet galau krna tatapan dingin Hyerin ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s