Life Without You (Chapter 3)

Title: Life Without You [Part 3]

Author: Laras (@Laras_MoonHee)

Length: Part 1 – Part 4

Ratted: Teen

Genre: Romance, angst

Cast:

–          Sierra Choi

–          Kim Jongin

–          Byun Baekhyun

Other Cast:

–          Taeyeon ‘SNSD’

–          EXO member

Jongin POV

“Apa kau sudah menemukannya Jongin-ah?” tanya Taeyeon noona padaku yang baru sampai untuk mengisi waktu liburku untuk istirahat di kediaman keluarga Kim. Pasti, sesampaiku di rumah ia akan bertanya soal Sierra terlebih dahulu.

“Molla, aku sudah mencarinya tapi hasilnya nihil” ucapku menghela nafas dan langsung mendaratkan tubuhku di sofa ruang tamu.

“ini sudah 7 bulan dia menghilang” lirih Taeyeon noona dan mulai duduk di sampingku memandang kosong ke depan.

“Aku tahu” ah, aku ingat sesuatu sebelum kami bercerai, “kau tahu noona, sebelum kami bercerai aku pernah berhubungan ‘itu’ dengannya.” Ucapku pelan dan langsung membuat noonaku terlonjak kaget dengan mata yang melebar menatapku.

“badan?” tanyanya menggeledah dan aku mengangguk pelan sembari menutup mataku dengan tangan yang memijat dahiku, “Bagaimana bisa? Kau kan tak pernah mendekatinya?” cecar Taeyeon noona.

“waktu itu aku mabuk, aku tak sadar malam itu. yang kutahu begitu aku sadar pagi harinya kami berada di kamarku dan ya itulah yang terjadi..” ucapku menggantung tanpa harus melanjutkannya Taeyeon noona pasti tahu arah pembicaraanku.

“Sekarang kau harus mencarinya Kim Jongin” suara seseorang yang berat tiba-tiba datang dari belakangku, aku segera menoleh padanya dan disana ada Appa dan Eomma.

“Appa..” rundukku, “Aku sedang berusaha tapi aku kehilangan jejaknya” lirihku.

“Kau harus mencarinya Jongin-ah, bagaimana kalau nantinya dia hamil. Apa kau tak pernah berpikir seperti itu?” pernyataan Eomma membuatku menatapnya ketakutan, ya hal itulah yang membuatku takut apa yang akan terjadi padanya.

“Aku tahu Eomma, tapi kalau itu benar-benar terjadi bukankah seharusnya dia kembali dan meminta pertanggung jawabanku?”

“jika kau berpikir demikian kau salah besar Jongin-ah” kata Taeyeon noona dan aku langsung menoleh padanya menatapnya heran, “Dia bukanlah tipe orang yang suka merepotkan orang lain, mungkin saja dia tak kembali atas keinginannya.”

“bagaimana kalau kita lapor polisi?” usulku.

“Hajima!” larang Taeyeon noona, “Ini akan sulit nantinya, jika dia tahu kita lapor polisi dia akan kabur dan itu juga mengganggu karirmu. Kita pelan-pelan saja mencarinya” sekarang Taeyeon noona mengusulkan padaku, aku Cuma bisa mengangguk menyanggupinya, sebenarnya dimana kau Sierra? Tak tahukah kamu kami disini mengkhawatirkanmu dan menginginkanmu kembali.

Sierra POV

“O-o-oppa.. ukh.. perutku sakit..” keluhku ketika merasakan kesakitan di perutku dan entah aku tak tahu kenapa bisa sakit seperti ini, di kakiku pun juga ada air yang mengalir aku tak tahu itu air apa.

“Sierra-ya, wae geurae?” panik Taemin oppa yang saat ini sedang ada di apartemenku menemaniku karena jadwalnya yang sedang kosong.

“Oppa, appo..” ringisku menahan perutku yang berasa sangat sakit.

“kau mau melahirkan??” tanyanya dengan nada yang benar-benar panik melihatku.

Aku mengangkat bahuku pelan dengan tangan yang mencengkram lengan Taemin oppa, “Molla”

“Kita harus ke rumah sakit, kajja” Taemin oppa segera mengangkatku dengan bridal stylenya untuk membawaku ke rumah sakit.

Ya tuhan, aku hanya minta saat ini selamatkan anakku. Biarkan anakku merasakan indahnya dunia, bertemu orang-orang baik yang bisa ia jadikan temannya tanpa ada rasa kesepian seperti yang kurasakan dulu. jika bisa tolong pertemukan dia dengan Appanya meski mereka tak saling kenal, biarkan mereka bisa bertemu meski itu hanya satu kali. Aku ingin dia menjadi seorang anak yang selalu merasakan kebahagiaan bukan penderitaan yang seperti kualami selama ini. Aku mohon, aku Cuma bisa berdoa padamu.

Taemin oppa segera membawaku masuk ke dalam mobilnya dan menyetir mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan yang cukup tinggi. ia pasangkan earphonenya ke telinganya dan menelepon seseorang dengan tergesa-gesa.

“Yeoboseyo, Hyung!! Ppalliwa susul kami ke rumah sakit” suruhnya pada seseorang kepada seseorang yang sedang ia hubungi.

“…”

“Minho hyung! Sierra sepertinya akan melahirkan cepat hubungi yang lainnya, ppalli!!”

Setiba kami di rumah sakit Taemin oppa segera membawaku masuk ke dalam hingga akhirnya di serahkan kepada perawat yang membawaku ke ruang persalinan. Saat kami masuk dia sempat dikira suamiku dan itu sempat membuatku tersenyum di tengah kesakitanku. aku tersenyum padanya mencoba membuatnya sedikit tenang tapi dia malah merutukiku dan mengataiku pabo karena aku masih sempatnya tersenyum di tengah kesakitanku. Terima kasih Taemin oppa.

Author POV

Siang itu di kantor SM Entertainment Minho berlari kesana kemari mencari kedua temannya yang mengetahui soal kehamilan Sierra. Ia mencari Baekhyun namun hasilnya nihil akhirnya ia menemui Sehun yang sedang ada di lantai 3. Namun Minho harus merutuki kesalahannya sendiri ketika memanggil Sehun.

“Sehun ppalliwa kita harus ke rumah sakit!” ajak Minho yang begitu panik.

“Waeyo?” tanya seseorang yang ada disana namun bukan Sehun dan bodohnya Minho tak menyadari siapa yang menanyakannya itu.

“Sierra akan melahirkan!” Minho langsung terdiam begitu menyadari bahwa yang tadi bertanya bukan Sehun melainkan Tao, dan disana juga ada Kris.

“Sierra? Maksud Hyung, Sierra Choi mantan istri Jongin?” geledah Tao dan mendekati Minho perlahan.

“Ya dan ini permintaan Sierra, jangan beritahu Jongin” ucap Sehun meminta dua orang itu untuk tutup mulut.

“Ya ppalliwa!!” Minho sudah tak sabaran dan menghentakan kakinya berulang kali bersiap beranjak dari sana.

“Kajja” ajak Kris, Tao dan Sehunpun mengikuti mereka.

Sierra POV

Aku berpikir tadi apakah aku akan mati, tapi jika aku mati maka anakku takkan keluar dan selamat. Aku ingin anakku selamat dan memperjuangkannya sampai dia benar-benar lahir. Jika Tuhan ingin mengambil nyawaku aku tak keberatan asalkan ketika anakku ini telah benar-benar lahir dan bernafas merasakan dunia ini. Tuhan berkehendak lain, aku masih hidup dengan tubuh yang masih terasa lemas aku mulai membuka mataku karena setelah aku melahirkan anakku, aku pingsan.

Kukerjapkan mataku berulang kali, kenapa bayangan di depanku ada banyak. Tak mungkin jika di depanku banyak orang yang mengerumuniku. Aku bisa mengecualikan jika itu Minho oppa, Taemin oppa, Sehun Oppa, dan Baekhyun oppa karena hanya merekalah yang tahu mengenai kondisiku selama ini. Tapi ternyata dugaanku salah, disini memang banyak orang. bertambah 2 namja dari yang 4 namja sebelumnya, Tao oppa dan Kris oppa. Bagaimana bisa?

“Chukhae Sierra-ssi” Tao oppa mendadak memberikanku selamat dan mengulurkan tangannya padaku.

“Kenapa ada..”

“Salahkan oppamu itu, dia tak jaga omongannya” cibir Sehun oppa yang tengah bersandar di jendela ruang rawatku.

“Ya! Aku panik. Akupun tak tahu kalau ada mereka disana!” elak Minho oppa tak mau mengalah.

“Taemin oppa eodisseo?” tanyaku mencari sosok penyelamatku itu, dia datang dan menghampiriku dengan menyunggingkan senyuman manisnya itu. Kubalas senyumannya dan menggenggam tangannya, “Gomawo oppa sudah menyelamatkanku dan anakku” Taemin oppa mengangguk pelan dan kembali tersenyum lalu menunjuk tempat tidur mungil yang ada di samping tempat tidurku.

“Kau tahu anakmu perempuan?” tanya Taemin oppa dan aku mengangguk sekilas, “aku pernah bertanya pada Jongin, jika dia mempunyai anak perempuan ia akan memberi nama Raein. Maukah kau memakai nama itu?” aku mengangguk pelan, setidaknya namanya masih ada di dalam nama anakku. Nama yang pernah ada di hatiku, nama yang seharusnya tertera dalam data rumah sakit sebagai Appanya, nama yang akan selalu kukenang dan akan kupakai untuk nama anakku meski itu hanya kata ‘in’.

“Kim Raein, selamat datang di dunia ini” sapaku menggenggam tangan mungilnya.

“dia mirip Jongin” unjuk Kris oppa sambil mengelus kepala Raein dengan lembut, ya dia mirip bibirnya, pipinya yang sedikit berisi itupun juga.

“Kumohon jangan beritahu dia” ucapku pelan mulai mengelus pipi Raein, “Aku tak mau merusak kebahagiaannya karena kehadiranku”

“Tapi kau tak tahu Sierra selama ini dia mencarimu, begitu juga keluarga Kim. Kembalilah mereka mengkhawatirkanmu” ujar Tao oppa yang aku tahu pasti dia sangat dekat dengan Jongin oppa.

Aku menggeleng pelan, “Jika tiba saatnya, aku akan datang bersama Raein”

Aku tahu aku salah, tapi aku masih belum bisa mempercayai kalau ia mencariku. Bukankah itu sesuatu yang tak mungkin mengingat dia membenciku dan tak pernah mau tahu mengenaiku pengecualian untuk Keluarga Kim yang notabene adalah sahabat kedua orang tuaku dan seseorang yang membiayaiku sekolah selain Keluarga Kim dan juga keluarga Kim-lah yang membuatku bisa keluar dari sana meski aku harus merasakan penderitaan lagi karena dinginnya sikap Jongin padaku.

Jika kau benar-benar mencariku, apa kau nantinya akan mengakui keberadaanku? Apa kau akan mengakui kalau Raein anakmu? Apa kau akan menginginkanku? Aku rasa semua itu hanya khayalanku saja tentangmu, kau tak mungkin melakukan itu semua. benarkan Jongin oppa? Jika itu semua benar, lebih baik kau tak usah mencariku bahkan menemuiku. Biarkan aku hidup tanpa harus menemuimu lagi, biarkan aku memiliki Raein. Suatu saat nanti aku pasti akan berterima kasih padamu karena telah memberikan Raein untuk menghilangkan rasa kesepianku, dan setelah itu aku berjanji takkan mengganggumu lagi, takkan pernah.

To be continued

Iklan

37 pemikiran pada “Life Without You (Chapter 3)

  1. Sempet mikir yang lagi ama sehun itu si jongin, eh ternyata si TaoRis
    😀
    Ceritanya jadi makin keren nih..
    Authornya keren (y)

  2. aku suka bgt sma karakter siera 🙂 , gmna y :/ dia itu lbih mementingkan perasaan orang lain drpda perasaanya sndri 🙂
    Lanjjuuutttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s