Life Without You (Chapter 4)

Title: Life Without You [Part 4-END]

Author: Laras (@Laras_MoonHee)

Length: Part 1 – Part 4

Ratted: Teen

Genre: Romance, angst

Cast:

–          Sierra Choi (OC)

–          Kim Jongin

–          Byun Baekhyun

Other Cast:

–          EXO member

–          SHINee member

–          Choi Raein (OC)

~ 4 years ago~

Seorang anak kecil berlari mengejar seorang namja dewasa yang sedang melewati kerumunan orang di sebuah lorong salah satu gedung stasiun TV ternama. Dengan langkah kecilnya akhirnya Anak kecil itu bisa menangkap namja itu dan tertawa bersamanya.

“Minho shamcon mana hadiah untukku?” tanyanya dengan Aegyo yang dipasangnya.

“Arra, jamkaman” Minho memasuki sebuah ruangan dan tanpa disuruh anak itu segera mengikuti shamconnya memasuki ruangan itu, ruangan yang dipenuhi namja rupawan.

“Raein!!” kejut seorang namja dan diikuti 3 namja lainnya, teriakan itu sukses membuat yang lainnya menoleh pada mereka.yang membuat keributan.

“Taemin shamchon annyeonghaseyo” bungkuk Raein memberi hormat pada mereka, tapi Tao malah lebih dulu mengangkat Raein dalam dekapannya.

“kau Cuma kenal Tao shamcon?” Tao menggembungkan pipinya bercanda.

“Anni Tao shamcon, Sehun shamchon, geurigo Kris shamcon” unjuknya satu persatu pada namja itu.

“Saengil chukha akhirnya, uri aegi berulang tahun” girang Tao meloncat kecil sehingga membuat Raein tertawa, “ nae Raein-ah, ppoppo kalau mau hadiah dari shamchon”

“jeongmal?” heran Raein dan Tao mengangguk, ia lalu mencium pipi Tao.

“Na do” unjuk Taemin dan pada akhirnya keempat shamconnya itu mendapatkan ciuman di pipi dari Raein.

Tao akhirnya mendudukan Raein di sofa dan di sebelahnya duduk Jongin yang menatapnya heran. Jongin merasa anak ini benar-benar mirip dengannya bahkan namanya pun nama yang ia ingin berikan pada anaknya nanti. Hal itu menimbulkan sedikit rasa kecurigaan dari diri Jongin.

“Annyeonghaseyo, Choi Raein imnida” bungkuknya hormat pada Jongin dan membuat Jongin sedikti terlonjak mendengar marganyapun sama seperti marga Sierra, tapi ia menepis semua rasa curiganya, ia pikir di korea banyak orang bernarga Choi.

“Annyeong, Kim Jongin imnida” lambai Jongin pada Raein, “Raein hari ini ulang tahun?” tanya Jongin padanya berbasa-basi.

“Nae” angguk Raein pelan.

“Saengil chukha, mian Shamcon tak bisa memberikanmu hadiah. Shamcon janji akan membelikanmu jika kita bertemu nanti”

“Gwaenchana Shamcon, kata Eomma cukup dengan doa itu sudah menjadi hadiah” ucapnya pelan sambil tersenyum, entah mengapa senyumannya itu mengingatkannya pada sosok Sierra. Jonginpun baru sadar mereka juga terlihat mirip, dari matanya yang lembut itu.

“Kau ingin shamcon doakan apa?” tanyanya lagi.

“Raein ingin bertemu Appa” jawabnya antusias.

“Appa?” heran Jongin

“Ya! Jongin-ah, anak itu mirip sekali denganmu seperti anakmu saja kkk” kekeh Yesung yang berjalan keluar ruangan bersama Ryeowook dan Sungmin tanpa tahu akar permasalahan sebenarnya yang memang Jongin lah Appanya.

Jongin POV

Benar dugaanku mereka pasti akan bilang anak ini mirip sekali denganku, dari namapun juga ada kesamaan. Saat ini aku berpikir anak ini mirip juga dengan Sierra, yeoja yang sangat ingin kutemui sejak perceraian kami. Dan anak ini, dia ingin bertemu Appanya, apa dia tak punya Appa?

“Appa?” kuulang kata-kataku yang terpotong tadi, “dimana Appamu?” tanyaku melembut.

“Kata Eomma dan shamchon, Appa sedang bekerja jadi tak bisa menemui Raein” ini seperti alasan yang bisa dibilang seperti membuatnya menghindari Appanya, sepertinya ada hal yang disembunyikan dari Eommanya dan hyungdeul.

Aku perlahan mengangkat anak itu hingga duduk di pangkuanku lalu memeluknya dan perlakuanku pada Raein membuat mereka terperanjat, “Katakan padaku hyungdeul, Raein anakku kan?” tatapku sinis pada mereka yang tersisa disini.

“Jangan main-main Jongin-ah” Taemin hyung hendak mengambil Raein dariku tapi aku malah semakin mengeratkan pelukanku pada Raein. Hatiku meyakini kalau anak ini pasti ada hubungannya denganku dan aku merasa anak ini tak boleh berjalan lebih jauh lagi dariku.

“menjauh hyung. Jangan sembunyikan apapun lagi dariku” kataku pelan namun penuh penegasan dan membuat suasana di waitting room kami menegang, “ini anakku dengan Sierra kan?”

Sekarang Minho hyung mendekat padaku mencoba mengambil Raein juga tapi aku tak mau melepaskannya, “bagaimana kau tahu Sierra hamil atau tidak? Dia anak orang lain bukan anakmu”

“Lepaskan Raein!!” bentakku dan membuat Raein menangis dipelukanku, “Aku pernah melakukannya dengan Sierra” ucapku mengelus punggung Raein mencoba menenangkannya.

“Hyung mana Raein?” sekarang Baekhyun hyung yang mendatangi ruangan kami terkejut melihat Raein tengah menangis dipelukanku.

“Hyung, kau kah orang yang membantu perceraian kami dulu?” tanyaku pada Baekhyun hyung dengan pandangan menelisik pada matanya itu, “Kau yang pertama mengetahui keberadaannya kan?”

“…”

Tak ada yang bicara, sebegitukah sampai mereka memilih bungkam. Apa mereka tak merasa bersalah? “Kalian tahukan aku mencarinya, tapi kenapa kalian malah menyembunyikannya dariku!!!” lantangku membentak hyungdeul yang ada disini saat ini.

“ tenanglah Jongin-ah”

Tanpa kusadari air mataku mulai mengalir memburamkan pandanganku, aku kembali mengeratkan pelukanku pada Raein dan sesekali aku mengecup pipi atau puncak kepalanya mencoba menenangkannya.

“Raein-ah, ini Appa. Ini Appamu” ucapku berbisik dalam tangisku, Raein melingkarkan tangannya di leherku dan memelukku erat, “Mianhae Raein-ah, kau harus tahu aku ini Appamu” kukecup rambutnya yang panjang sebahu itu.

“Appa, uljimayo” Raein menyadari aku menangis dan mencium pipiku singkat.

“Jangan pergi, tetaplah bersama Appa”

“Raein!” pandanganku langsung teralih pada seorang yeoja yang memasuki waitting room kami, yeoja yang kucari selama ini kembali, “R-Raein” dia berjalan pelan ke arahku hendak mengambil Raein begitu dia hendak menarik Raein aku menariknya dan memeluknya juga sehingga posisi Raein terjepit di antara kami.

“Kau kemana saja? Aku mencarimu Sierra” kukecup bibirnya singkat dan membuatnya terkejut.

“Lepaskan aku dan Raein” mohonnya pelan, aku tahu dia ingin menangis.

Aku menggeleng dan kembali mendekapnya membenamkan kepalaku di pundaknya, aku tahu satu hal lagi tentangnya ketika ku memeluknya ketenanganlah yang bisa kurasakan darinya. ketenangan yang bersatu dengan kehangatan dari seorang Sierra Choi.

“Kembalilah, aku membutuhkanmu dan anak kita”

“Anakmu? Raein bukan anakmu” ucapnya mengelak.

“Jangan pernah mengelak, kau tak bisa merubah kenyataan bahwa Raein adalah anakku dan anakmu” bisikku dan dia mulai terisak, hal yang kuhindari setelah perceraian kami yaitu untuk melihatnya menangis akhirnya terjadi.

“oppa..” sekarang dia menangis aku merasakan basah dipundakku yang kuyakin itu adalah tetesan air matanya.

“Jangan tinggalkan aku, Saranghae Sierra” bisikku dan kembali mencium bibir mungilnya itu, dan tak seperti tadi ia tak membalas kali ini dia membalas ciumanku padanya.

“Oppa, aku mohon jangan membenciku”

“Aku tak membencimu, tapi aku mencintaimu Sierra. Aku mohon jangan pergi lagi, jangan membuatku khwawatir, aku kali ini harus mengatakan kalau aku tak bisa hidup tanpamu. Kau tahu sejak perceraian kita hanya kamu lah yang selalu ada dalam pikiranku, aku sangat ingin bertemu denganmu. Aku benar-benar merindukanmu Sierra”

“Na do oppa” angguknya pelan di pelukanku.

“aku ingin kau kembali lagi padaku, kembali ke kehidupan kita dulu, kembali sebagai istriku dengan Raein yang ada di antara kita”

Sierra POV

Kembali padanya? tuhan apakah ini nyata? Apa dia benar-benar mencintaiku sehingga membuatnya memintaku kembali padanya? tuhan jangan kau bangunkan aku dari mimpi indah ini aku mohon. Aku ingin merasakan pelukannya lebih lama lagi kehidupan bersamanya, tahukah dia alasanku untuk hidup adalah dia dan anak kami.

Tapi, Aku bahagia sekarang, benar-benar bahagia karena pada akhirnya kami kembali dan dia mengetahui Raein adalah anaknya. Tuhan kau bisa mengambil nyawaku karena aku telah merasakan kebahagiaan, menemukan Raein padanya dan kembali menyatakan perasaanku padanya untuk terakhir kalinya. Terima kasih tuhan kau telah memberikanku kesempatan untuk merasakan kebahagiaan walaupun Cuma sementara. Aku ingin mereka tetap bahagia di dunia ini, meski tanpaku sekalipun.

Terima kasih Jongin oppa

Saranghae,

Dan selamat tinggal.

Jongin POV

Kutatap tanah lapang yang luas, sepi, dan hujan menemaniku yang tengah menemani kesedihanku disini. Hujan? Sepertinya langitpun juga ingin ikut menangis bersamaku menemaniku dan mencoba menyamarkan air mataku bersama setiap tetesan hujan yang membasahi tubuhku dan tanah di sekitarku. Ku kembali melihat ke bawah ke sebuah nisan yang berukirkan namanya dan fotonya yang tengah tersenyum cantik.

‘Sierra Choi’

Nama itulah yang terukir disana. Tak mengertikah kamu kata-kataku saat itu, aku mencintaimu, jangan pergi lagi dariku, aku tak bisa hidup tanpamu. Saat itu kau bisa-bisanya meninggalkanku begitu saja padahal kau baru bertemu denganku tak sampai 1 jam, kau meninggalkanku ketika kau berada di dalam pelukanku. Kau tak tahu betapa terlukanya aku karena kehilanganmu. Aku ingin kau kembali Sierra, kembalilah padaku. Aku mohon kembali, aku mencintaimu.

Kau tersenyum disana? Kau senang melihatku menangis? apa kau tersenyum disana seperti kau tersenyum dalam foto di nisanmu itu, satu kata yang bisa mendefinisikanmu dalam senyumanmu itu ‘cantik’. Kau suka kata-kata itu? kau ingin aku mengucapkan itu, kembalilah Sierra. Tuhan tolong kembalikan dia untuk tetap menghiasi dunia ini.

Aku ingin membahagiakannya sebelum kematian menjemputnya. Bahkan aku ingin membantunya meringankan rasa sakit karena penyakit leukimia Choi ia yang di deritanya itu, tapi aku terlambat aku tak bisa melakukan apapun lagi untuknya. Kematian sudah menjemputnya sebelum dia merasakan kebahagiaan sesungguhnya. Aku merasa ia lebih banyak merasakan penderitaan daripada kebahagiaan, dan aku adalah salah satu orang yang membuatnya merasakan penderitaan lebih banyak lagi. Aku tak menganggapnya ada, aku merenggut sesuatu yang berharga bagi wanita darinya, aku menceraikannya, aku tak bertanggung jawab atas kehamilannya, aku tak bisa menemaninya di saat dia hamil dan melahirkan, dan aku tak menemaninya di saat-saat sulitnya merawat anak kami.

Aku ingin menyusulmu kesana Sierra, aku ingin menemanimu disana. Aku ingin kita bersama, aku ingin hidup bersamamu tapi aku tak bisa, kau sudah melahirkan Raein untukku tak mungkin aku tinggalkan dia sendirian. Aku tahu kau ingin aku merawat dan menjaganya, dan aku tahu kau ingin Raein tak merasakan hal yang sama sepertimu, kesepian. Aku akan membesarkannya untukmu dan membuatmu bangga karena telah melahirkannya. Tunggulah aku disana, aku akan menyusulmu dan hidup bersamamu ketika tuhan akan mengambil nyawaku nanti.

Saranghae, Sierra Choi

Tunggulah aku.

END

Iklan

141 pemikiran pada “Life Without You (Chapter 4)

  1. arthorrrrrr sumpah nih sedih FF nya akhhh tapi bikin sequel nya dong thor gimana jong in melewati kehidupan nya tanpa sierra akhh ku mohon thor bikin sequel nya

    aku reader baru

    akhh engga bisa ngomong apa-apa deh ama nih FF keren dan terharuu

  2. ASDFGHJKL kenapa baru di chapter ini dikasih tau kalo Sierra punya penyakit Leukimia. Miris banget dia meninggal dipelukannya Kai waktu harusnya mereka bahagia malah jadi gitu

  3. Huaaa… author jahat banget.. Gue jadi nangis kan.. idupin sierra lagi thor!! idupin!! Nangis serius author mahh.. FF ini sumpah satu2 nya FF yang bisa buat gue nangis beneran.. author nya keren banget sihh yaammppuunn!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s