For You (Chapter 5)

Author: Nisha_gaem407

Pairing: Baekhyun (EXO-K) & Song Hyerin

Genre: Romance/School Life

Waktu terus berputar seiring dengan hari yang terus berganti. Sudah dua minggu lamanya Hyerin tinggal bersama dengan Baekhyun. Sekarang, ia telah terbiasa dengan semua perlakuan manis Baekhyun padanya.

Setidaknya dalam dua minggu ini ada perubahan, walaupun sedikit. Hyerin yang awalnya tak ingin pergi dan pulang sekolah bersama Baekhyun, mulai tergerak hatinya agar menerima ajakan lelaki itu meskipun masih tetap meminta untuk turun pada jarak 20 meter dari sekolah mereka. Sikap dingin Hyerin pada Baekhyun juga perlahan-lahan mulai memudar. Dan satu lagi, panggilan formal andalannya–sunbae telah berubah.

Bayi. Itulah panggilannya untuk Baekhyun. Aneh dan lucu menurutnya. Awalnya Baekhyun tak mau jika Hyerin memanggilnya dengan sebutan itu, tapi apa boleh buat, gadis itu kembali mengancam akan memanggilnya dengan sebutan sunbae lagi.

Kenapa Hyerin memilih kata ‘bayi’? Ya ya, itu semua karena ia yang menyadari sikap Baekhyun yang ternyata seperti bayi atau lebih tepatnya sangat manja. Bukan hanya karena itu, Hyerin diam-diam pernah mengintip Baekhyun saat tidur dan saat itulah ia juga menyadari bahwa wajah lelaki itu terlihat sangat polos, berbeda dengan yang ia lihat seperti biasanya.

Seperti pagi ini, lagi-lagi sifat manja Baekhyun muncul dan itu sukses membuat Hyerin memasang tampang cemberut padanya.

“Ayolah… buatkan aku susu coklat.”

“Aku tak mau.” Hyerin berusaha untuk tak menggubris Baekhyun yang sedari tadi mengekorinya hanya untuk dibuatkan segelas susu coklat.

Please~….”

“Cih! Dasar bayi.” Dan hasil akhirnya? Tentu saja Hyerin menyerah karena tak sanggup melihat puppy eyes milik Baekhyun.

***

Hari ini mungkin adalah hari sial bagi Hyerin. Bagaimana tidak?! Karena keinginan Baekhyun yang memaksa untuk dibuatkan segelas susu, ia dan lelaki itu sekarang berakhir dengan harus membersihkan halaman sekolah yang notabene sangat luas. Singkatnya, mereka terlambat.

Lain lagi dengan Baekhyun yang menganggap hari itu adalah hari keberuntungannya. Yeah, apa lagi kalau bukan keberuntungan karena bisa terus bersama dengan Hyerin sedari tadi.

“Dasar bayi! Ini semua karenamu.” Hyerin mengumpat kesal seraya melirik Baekhyun dengan tatapan tajam. Yang dilirik hanya nyengir lebar, membuatnya mendapatkan hadiah lemparan sepatu beberapa detik kemudian.

“AW!! Sakit…”

“Jangan nyengir seperti itu padaku bayi!”

Baekhyun masih tetap saja nyengir seraya berjongkok mengambil sepatu sneakers milik Hyerin yang sukses mendarat di kepalanya beberapa detik yang lalu.

Berjalan ke arah Hyerin lalu berjongkok sambil menyodorkan sepatu itu ke arah kaki kanan milik Hyerin yang hanya terbalut kaus kaki putih.

“Pakai!” Baekhyun mendongak, memberi kode pada Hyerin agar segera memakai sepatunya.

Sedikit terkejut ia dengan perlakuan Baekhyun. Ia pikir lelaki itu akan kembali melemparkan sepatu di kepalanya atau membiarkan ia mengambil sepatunya sendiri.

“Ayo pakai Hyerin-ah…” Seakan tersadar, Hyerin menggeleng-gelengkan kepalanya dan memandang Baekhyun sesaat sebelum ia memasukkan kaki kanannya pada sepatunya.

Go-gomawo.” Ok! Sekarang bagi Baekhyun, keberuntungannya bertambah satu, –mendapatkan senyuman dari Hyerin yang membuatnya serasa terangkat ke langit. Sungguh, ini pertama kalinya Hyerin tersenyum kepadanya. Senyuman manis di tambah sedikit senyuman malu-malu di wajahnya sungguh membuat gadis itu terlihat sempurna.

“YAK! CEPAT SELESAIKAN PEKERJAAN KALIAN!” Bagai dihempaskan dari langit ke bumi, senyum pada wajah Baekhyun kini menjadi raut wajah bad mood, sementara Hyerin kembali memasang wajah datarnya dan dengan cepat menyapu sampah yang berserakan di dekatnya.

“Dasar Pak tua.” Cepat-cepat Baekhyun berdiri dan berjalan ke arah sisi lain lapangan dengan sapu di tangannya.

Ia memandang sapu yang di pegangnya, lalu matanya beralih pada sang guru yang sebelumnya di panggil Pak tua olehnya. Begitu terus sampai semenit lamanya. Kenapa? Bukan, bukan karena ia menyukai gurunya ataupun sapu itu, tapi karena ia ingin memukul kepala gurunya yang sedikit gundul itu dengan sapu yang dipegangnya.

***

Hyerin berjalan menunduk sambil menendang-nendang kerikil-kerikil kecil. Ia lebih memilih untuk berjalan ke apartemen Baekhyun daripada harus menaiki bus dan berhimpit-himpitan. Seandainya saja Baekhyun tak mengikuti rapat osis, pasti sekarang ia sudah berbaring dengan nyaman di ‘kamar barunya’.

Bosan dengan aktivitas menendang kerikil, kini matanya beralih menelusuri tiap-tiap toko kecil yang berada di sepanjang sisi kirinya. Matanya seketika tertuju pada supermarket yang berada beberapa meter lagi dari tempatnya berdiri.

“Cemilan? Boleh juga~…”

Matanya langsung saja disuguhkan oleh berbagai jenis barang begitu ia membuka pintu masuk supermarket. Dengan cepat ia berkeliling, mencari dimana cemilan-cemilan kesukaannya berada.

Sayang, senyum di wajahnya tergantikan dengan wajah cemberut begitu melihat cemilan kesukaannya berada pada tempat yang tak bisa dicapainya. Tangannya yang terjulur untuk mengambil cemilan itu terlihat hanya seperti menggapai-gapai udara kosong.

Sedikit menggerutu juga ia karena tubuhnya yang kecil dan pendek, tapi gerutuannya terlupakan begitu saja ketika ada tangan yang mengambil cemilan kesukaannya dan mendengar suara yang familiar di sampingnya.

“Ini yang kau maksud bukan?”

“Kau…” Pertemuan dengan seorang lelaki tampan yang mungkin sebaya dengannya di toko buku beberapa minggu yang lalu kembali berputar dalam ingatannya. Tak bisa dipercaya, sekarang lelaki itu berada di hadapannya –lagi.

“Yeah…kita bertemu lagi.”

DEG… Dua kali sudah mereka bertemu, dua kali pula jantungnya berdegup kenjang tiba-tiba disaat yang bersamaan. Ck, sungguh aneh.

“Um…gomawo.”

“Sama-sama.” Lelaki itu melemparkan senyum padanya sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan Hyerin. Tanpa ia sadari, untuk kedua kalinya pula, wajahnya ikut memerah .

Bersyukur ia Tuhan telah mengabulkan permintaannya waktu itu, tepat setelah ia bertemu untuk pertama kalinya dengan-

“AH! Aku lupa menanyakan siapa namanya?! Dasar bodoh!” Hyerin menepuk jidatnya keras, menyesali kebodohannya sendiri. Ya, bodoh karena telah melewatkan kesempatan yang telah Tuhan berikan padanya.

***

“Waktu kita tak banyak, hanya tinggal sebulan lebih lagi. Dan tentang proposal, kepala sekolah telah setuju dengan isinya. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah menyeleksi panitia yang akan ikut serta bekerja dalam pelaksanaan pensi.” Baekhyun sekarang duduk pada ujung meja panjang dengan para anggota osis yang berada di sisi meja. Wajah mereka semua terlihat lelah, tapi juga menunjukkan raut keseriusan yang sangat jelas terlihat. Yeah mau bagaimana lagi? Ini semua demi kesuksesan acara besar mereka.

“Lebih baik kita tentukan siapa saja yang akan menjadi koordinator dan koordinator akan memilih sendiri siapa saja yang akan membantu mereka. Tentunya dengan rekan yang bisa diajak bekerja sama.” Baekhyun melanjutkan.

Jika saja Hyerin melihat sisi Baekhyun yang sekarang, mungkin ia tak akan lagi memanggil Baekhyun dengan sebutan bayi. Sekarang Baekhyun benar-benar terlihat berbeda.

“Amber? Ada saran mungkin?” Cewek tomboy berambut hitam pendek yang dipanggil Amber oleh Baekhyun mengangguk.

Lalu setelah itu terdengar saran-saran dan tanggapan menarik setelah Amber mengeluarkan suaranya. Baekhyun tersenyum tipis. Tak salah memang ia memilih wakil ketua osis seperti Amber. Walaupun terlihat tomboy dan sedikit ‘berantakan’, tapi ia memiliki otak yang cerdas.

“Okay… Sekarang untuk koordinator setiap seksi acara telah fix. Hanya tinggal menentukan siapa saja yang akan menjadi anggotanya dan itu saya serahkan langsung pada masing-masing koordinator.” Semuanya mengangguk paham, pertanda mengerti dan setuju dengan apa yang Baekhyun ucapkan.

“Rapat kali ini saya tutup. Dua hari lagi kita rapat disini pada jam yang sama. Sekian dan terima kasih.” Semuanya berdiri dari kursi masing-masing, beranjak meninggalkan ruangan osis yang notabene selalu digunakan untuk rapat. Tak ada lagi yang ingin berlama-lama di ruangan itu. Maklum saja, hari sudah akan menjelang malam dan hanya mereka –anggota osis saja yang tersisa.

“Ah ya… Luna!” Orang terakhir –sebelum Baekhyun yang baru saja akan melangkahkan kakinya untuk keluar kembali berbalik menatap sang ketua osis yang memanggilnya.

“Ada apa?”

“Kau sudah mencatatnya? Um…maksudku agenda rapat kali ini.” Luna hanya mengangguk sambil memperlihatkan buku yang dibawanya, pertanda mengiyakan pertanyaan Baekhyun. Setelah itu tersenyum sebentar, lalu benar-benar beranjak pergi.

Baekhyun melirik barang-barangnya –laptop dan buku-buku pelajaran yang masih berserakan di atas meja kecil di sudut ruang osis. Menghela nafas sebentar, lalu segera memasukkan semua barangnya ke dalam tas sebelum ia juga beranjak pergi dari ruangan itu.

***

“Aku pulang.” Baekhyun tersenyum tipis begitu melihat Hyerin yang sedang duduk santai sambil menyilangkan kedua kakinya di atas sofa putih miliknya ketika ia memasuki apartemennya.

Dengan cepat ia menaruh sepatunya pada rak sepatu yang terletak di samping pintu masuk dan segera berjalan menuju arah dimana Hyerin berada.

“Sedang apa?” Baekhyun membanting tubuhnya tepat di samping Hyerin dan langsung mencomot cemilan milik Hyerin yang membuahkan hasil tangannya mendapat pukulan cepat dari gadis itu sebelum ia sempat mengambil cemilan itu.

“Kau tak lihat aku sedang nontoh eh? Dasar bayi tak tahu apa-apa!”

“Ah~… Jangan memanggilku dengan sebutan itu Hyerin-ah.” Hyerin mati-matian ingin menahan tawanya ketika melihat Baekhyun yang tadinya tersenyum berubah menjadi cemberut. Sungguh terlihat cute.

“Baiklah sunbae~…”

“Aish jinjja!!”

TREK

Seketika semuanya gelap. Lampu dan TV mati secara bersamaan, membuat ruangan itu tak memiliki penerangan sama sekali.

30 detik…

45 detik…

1 menit…

Ok! Sekarang ruangan itu terlihat seperti tak ada kehidupan sama sekali. Hyerin ataupun Baekhyun juga sama-sama diam, sampai akhirnya Hyerin yang berinisiatif untuk membuka suaranya.

“Hey bayi, kau masih disini kan?”

“………………..”

“Aish! Dimana kau meletakkan lilin?”

“………………..”

“Bayi!”

“………………..” Hyerin mulai kesal sekarang. Beberapa kali ia bertanya atau memanggil, tak ada satupun yang dijawab . Tak bisakah lelaki itu menjawab walaupun hanya dengan dehaman?

Rasa kesalnya seketika hilang tergantikan dengan perasaan was-was begitu mendengar nafas berat dari sampingnya. Seperti…sesak nafas?

Lama kelamaan nafas berat itu semakin terdengar jelas, membuat Hyerin akhirnya memutuskan untuk menoleh ke arah Baekhyun, walaupun ia tahu itu sia-sia karena tak ada penerangan apapun disana.

“Bayi, kau tak apa?!”

“Hah…hah…”

“Hey! Jawab aku.”  Yang didapatkan Hyerin justru bukanlah jawaban, tapi cengkraman kuat pada pergelangan tangannya.

Saat ini Hyerin tak tahu apa yang harus ia perbuat. Ia bingung dengan apa yang terjadi pada Baekhyun. Cengkramannya juga semakin kuat, membuat ia sedikit meringis. Tapi tak apa, ia bisa merasakan rasa sesak Baekhyun jauh lebih menyakitkan daripada sebuah cengkraman kuat.

Tanpa ia sadari, kedua tangannya telah memeluk Baekhyun. Bisa dirasakannya tubuh Baekhyun bergetar hebat dalam pelukannya.

“Ssh…Tenanglah. Ada aku hm?” Kini bukan hanya memeluk lagi yang ia lakukan, tapi juga membelai lembut rambut halus Baekhyun perlahan. Bukannya berniat untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan, tapi dari apa yang ia tahu, hal itu dapat menenangkan seseorang yang sedang ketakutan, seperti halnya Baekhyun sekarang.

Beberapa menit setelahnya, Hyerin merasakan cengkraman pada lengannya mengendur dan nafas Baekhyun mulai teratur.  Diliriknya Baekhyun yang masih dalam pelukannya, sepertinya sudah tertidur.

TREK

Lampu kembali menyala bersama dengan suara TV yang sekarang kembali memenuhi ruangan. Ia menatap Baekhyun, rupanya memang benar-benar tertidur.

Untuk kedua kalinya, ia melihat lagi wajah tenang dan menggemaskan milik Baekhyun. Dan ia baru saja menyadari satu fakta sekarang. Bukan menyadari, tapi lebih tepatnya mengakui  bahwa Baekhyun memiliki wajah yang tampan –tidak, bahkan sangat tampan.

TO BE CONTINUE

__________________________________________

Hi…ada yang kangen saya? #PLAK

Disini ada beberapa member f(x) yang lewat kan? Hahaha..Itu saya iseng aja kasih mereka peran #PLAK
Selain karena umur yang hampir sama kayak Baekhyun, saya juga pengen munculin member f(x) entah kenapa~

Gimana? Gimana? Kurang puaskah? Mian kalo nggk memuaskan T.T

Akhir kata
.
.
Love = Comment

73 pemikiran pada “For You (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s