Regret

Author: Nisha_gaem407

Main Cast: Kim Minseok & Oh Sehun

Genre: Brothership/Angst

AN: This DRABBLE FIC is for uri Xiuminnie >.< … Happy Birthday~

Kim Minseok atau yang lebih dikenal dengan panggilan Xiumin, menatap langit malam yang bertaburan bintang dari balkon apartemennya.

Wajahnya begitu datar, tapi raut kesedihan dapat terlihat jelas disana. Ya, kesedihan karena seseorang yang sangat berharaga baginya. Seseorang yang selalu mengisi hari-harinya dan membuat hidupnya lebih berwarna. Tapi itu dulu, bukan sekarang.

-FLASHBACK-

“Hyung…Minseokki hyung!” Seseorang yang dipanggil Minseok menoleh begitu mendengar suara yang memanggilnya dari arah belakang dan mendapati seorang anak laki-laki berseragam sekolah dengan senyum mengembang berlari ke arahnya.

“Annyeong Sehun-ah…” Minseok tersenyum dan mengacak-ngacak rambut anak laki-laki yang dipanggilnya Sehun dengan lembut.

“Mian, hyung terlambat menjemputmu hm? Tak apakan?” Senyum pada wajah Sehun mengilang, tergantikan dengan wajah cemberut miliknya yang membuat ia terlihat cute. Yah cute untuk anak sekolah menengah pertama seumurannya, bukan anak kecil.

Minseok yang notabene lebih tinggi dari Sehun sedikit menyamakan tingginya dengan sang adik. Tersenyum sebentar lalu mulai menjelaskan alasannya, “Hyung masih ada tugas di sekolah. Maafkan hyung eoh?” Memang, menjadi siswa tahun terakhir sekolah menengah atas adalah masa tersulit dimana ia tak bisa selalu ada untuk orang yang ia sayangi karena tugas-tugas berat telah lebih dahulu menantinya.

Masih dengan tak mau menjawab Sehun melirik hyungnya yang sekarang telah membuat wajah seperti anak anjing yang minta dikasihani. Sungguh, ia tak kuat jika hyungnya telah memasang puppy eyes seperti itu.

“Tapi teraktir aku ice cream, yang banyak!”

“Baiklah~… Untuk adik kecilku.”

-END OF FLASHBACK-

Sebagian kecil potongan masa lalunya bersama sang adik. Bukan benar-benar adik sebetulnya. Marga mereka saja berbeda, Kim Minseok dan Oh Sehoon. Walaupun begitu, kasih sayang yang mereka berikan satu sama lain melebihi dari saudara kandung sendiri.

Bertemu satu sama lain justru merupakan hadiah terindah bagi keduanya. Bersyukur Tuhan telah mempertemukan orangtua mereka, Sehun dengan sang Ibu dan Minseok dengan sang ayah.

Jika yang satu menangis, maka yang satunya lagi akan merasakan kesedihan dan begitupun sebaliknya, jika yang satu tersenyum, maka yang satunya akan merasakan kebahagiaan.

Tapi semua itu berakhir. Ya, kebahagiaan itu berakhir begitu saja hanya karena keegoisannya sendiri, tepat enam bulan yang lalu.

-FLASHBACK-

“Sehun-ah… Cepat sedikit!” Minseok mengacak rambutnya gusar begitu melihat adiknya masih tertinggal jauh di belakangnya, sedangkan ia sudah berada di seberang jalanan.

Jika saja hari ini bukanlah hari audisi dimana ia akan mencoba untuk masuk ke sebuah music company, ia tak akan menyuruh adiknya untuk berjalan lebih cepat. 

Minseok berbalik kembali melanjutkan langkahnya karena pasti adiknya sekarang telah berlari mengejarnya.

Tapi disaat ia mengharapkan ada rengekan manja, ‘tunggu aku hyung’, yang terdengar hanyalah bunyi benturan keras yang membuat jantungnya berdegup kencang seketika.

Dan setelah berbalik, ia melihat sesuatu yang tak pernah ia harapkan. Sesuatu yang tak pernah terpikirkan olehnya akan terjadi secepat itu dan juga sesuatu yang mengharuskannya tahu akan kenyataan bahwa tak ada lagi senyum, tawa riang, dan rengekan manja dari seorang Oh Sehoon.

-END OF FLASHBACK-

“Sehun-ah… Hyung rindu padamu.” Minseok berbisik lirih, masih dengan melihat bintang-bintang yang menghiasi langit cerah malam ini.

“Kau tak mau mengucapkan selamat ulang tahun pada hyungmu ini eoh?” Ia tahu semua perkataannya sia-sia, tapi ia hanya bisa berharap jika angin akan menyampaikan semua apa yang ia katakan pada sang adik.

Hyung sayang padamu.”

.

.

.

Saengil chukae hyung… Aku juga sayang padamu.” Walaupun ia tahu malam ini ia sedang sendiri, tapi entah kenapa ia merasakan kehadiran sang adik. Bisikan lembut dari suara adiknya pun terasa begitu terdengar di telinganya.

‘Hyung harap kau memang benar-benar ada disini Sehun-ah…’

THE END

___________________________________________

Oh iya… Di FF ini jangan bayangin Sehun yang sekarang dong… Bayangin aja dia waktu jaman predebut dulu…
Kecil + paling pendek dari teman-temannya (menurut photo nih) + imut >.< Hohoho

Btw, Saengil chukae uri lil fattie oppa~~ hoho

33 pemikiran pada “Regret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s