Robot Man [Chapter 3]

Author : Kim Jihyun

Genre : Romance

Rating : Pg 13

Main Cast :

Huang Zi Tao (EXO)

Kim Yeonji (OC)

Robot Man Final Story

“ Iya “ , ujar Tao membuat Yeonji sekarang merasa didalam alam bawah sadarnya ia mencubit pipinya sehingga ia mengaduh kesakitan lalu menatap Tao serius menelisik ke dalam bola mata hitam Tao mencari unsur candaan dari kata Iya tadi tapi sorot mata Tao selalu serius membuatnya menelan liurnya . ‘Apakah Tao sakit atau demam ?’ pikir Yeonji dalam hati ia tak menyangka bahwa keisengannya ditanggapi serius oleh Tao  tapi kalau jujur Yeonji kali ini senang jika Tao menyukainya bisa didefinisikan sangat senang tapi entah kenapa Yeonji sekarang masih bingung apa yang ia katakan pada Tao apakah ia harus menanyai maksud Tao atau menjawab perkataan Tao dengan ‘Iya aku juga menyukaimu’ atau memilih mengalihkan pembicaraan .

“ Taosshi , aku kebelakang dulu “ , ujar Yeonji pelan Tao hanya merespon dengan kata “Iya “ , tanpa menatap Yeonji sedikitpun . Tao menatap kertas yang telah ia remas menatap punggung Yeonji dengan sorot mata teduh lalu menghela nafas berat .

(Yeonji Pov)

Aku menuju Toilet Wanita dan menuju bilik paling ujung dan mendiamkan tubuhku di sana menekuk kakiku dan memasukkan kepalaku kecelah lututku yang tertekuk . Aku benar-benar tak menyangka bahwa Tao akan merespon Iya aku pikir ia pasti diam atau yang lebih menyakitkan ia akan berkata Tidak benar-benar diluar dugaanku . Sungguh aku senang jika ia menyukaiku karena aku juga menyukainya tapi aku takut tidak dapat membangun chemistry di antara aku dan dia nanti ujungnya menjadi pahit . Selain itu aku tak tahu harus menjawab apa padanya seperti yang kukatakan tadi aku masih takut menerimanya entah kenapa aku ragu jika suatu saat perjalananku dengannya menjadi hancur dan aku akan menangis , aku benar-benar benci menangis itu hanya menghabiskan waktu dan merusak wajahku yang cantik bisa-bisa aku keriput .

Aku benar-benar lelah berpikir otakku butuh istirahat setidaknya aku boleh sebentar saja mengatupkan mataku . Perlahan aku seperti terbuai ke dalam alam mimpi seperti ada suara nyanyian burung bulbul dan robin yang bersahutan dan suara gemericik air yang meramaikan aku tak tahu suasana toilet seperti ini benar-benar damai . Aku duduk di atas Toilet dan menyandarkan kepalaku di papan bilik dan mengatupkan mataku perlahan .

“ Ngiiiiiiuuuuuuunngggggggggggggggg “ , sebuah bunyi nyaring dengan cepat menggelitik telingaku membuatku terbangun dari tidur dan baru menyadari bahwa aku tertidur di bilik Toilet sedikit memalukan tapi aku merasa hidup kembali . Aku kemudian celingak-celinguk dan menatap layar I-Phoneku  ternyata sebuah telepon dari sahabatku Minah . Aku menghela nafas dan kemudian mengangkatnya .

“ Yobeseo ? “ , tanyaku pelan . “ Kim Yeonji , di mana kau ! Kau membuat kami khawatir sedari tadi kami mencarimu tapi kami tak menemukanmu , sudah kutelepon kau berkali-kali tapi kau tak mengangkat teleponku ini sudah hampir larut dan sekolah sudah bubar sejak 2 jam yang lalu “ , terang Minah dengan cepat bagai kereta ekspres sontan membuatku kaget dan melirik jam benar saja ini sudah jam 6.30 . “ Maaf aku ketiduran di ruang dokumen “ , ujarku sedikit berbohong jika ketahuan aku tertidur di toilet bisa jadi bulan-bulanan . “ Baik cepat pulang , Omma dan Appamu menunggumu di rumah jika sudah sampai rumah telepon aku “ , ujarnya padaku . “ Baik nona cerewet “ , ujarku lalu memutuskan sambungan .

Aku mengangkat tubuhku dan meregangkan otot tanganku dan mengerang pelan lalu memutar pintu bilik . Hei pintu ini berkarat dan sedikit susah di buka jantungku sempat berdegup cepat ketika tahu pintu susah dibuka dan normal kembali ketika aku sudah keluar dengan selamat walaupun tanganku sedikit sakit pada pergelangan tangannya . “ Sepertinya sekolah harus mengganti beberapa pintu termasuk pintu di kelasku “ , sungutku pada diri sendiri dan menuju wastafel yang memanjang dan memandang wajahku di kaca  yang cantik dan mempesona tentunya .

Aku menaikkan keran ke atas lalu air berlomba menyembur keluar lalu membasuh mukaku pelan benar-benar menyegarkan dingin dan damai . Aku menghembuskan nafas pelan lalu mengambil sapu tangan lalu menggosok mukaku perlahan hingga mukaku lebih segar lalu menadahkan tanganku di pengering tangan dan kemudian keluar dari toilet itu .

Aku berjalan di koridor yang diterangi lampu dan hawa dingin mulai masuk ke dalam tubuhku hanya beberapa yang lalu lalang itupun sunbae-sunbae kelas 3 yang lagi sebentar menghadapi ujian masuk Universitas dan harus mengikuti pelajaran tambahan hingga larut . Aku sampai di kelasku di lantai dua di ujung koridor dan memasukinya dan membereskan bukuku yang berantakan tampak secarik kertas tertulis di sana . ‘ Kim Yeonjisshi kau tak balik-balik dari kamar mandi , jadi aku menaruh barangmu di atas mejamu soal tugas itu aku sudah menyelesaikan bagianmu dan kau bisa mengumpulkannya di Mr.Park . Tao ‘ begitulah isi secarik kertas itu . “ Cepat sekali , kapan-kapan aku harus berterimakasih padanya “ , ujarku sambil membereskan barangku .

Aku bersenandung pelan di koridor dan ketika aku tengah berganti sepatu di pintu depan kulihat namja dengan postur tubuh yang sangat kukenal iya Huang Zi Tao membuat jantungku berdegup , ingin sekali aku kabur dan melewati jalan lain aku takut jika aku tak mampu berkata apapun padanya . “ Kau  “ , ujar seseorang di tengah lamunanku . “ Eh,, “ , tanyaku berbalik kaget dan tampaklah seseorang sepertinya aku ingat siapa mungkin ia teman sekelasku tapi siapa ? Aku tak begitu mengingat wajah teman sekelasku . “ Kau Kim Yeonjikan ? “ , tanya namja itu aku mengangguk menandakan iya . “ Oh , ternyata benar kupikir sudah tak ada orang lagi di sekolah syukurlah “ , ujarnya menghela nafas , sedangkan aku malah kebingungan dan mencari nama orang ini sepertinya namanya mengandung unsur kipas angin atau sejenis pendingin ruangan .

“ Kau mau pulang bersama ? Kulihat kau sedang sendiri “ , ujarnya aku terdiam kalau dipikir-pikir ajakannya bagus juga jadi aku tak perlu menunggu Oppaku menjemput bersama Tao yang sepertinya juga sedang menunggu jemputannya  . “ Eumh “ , ujarku berpikir karena aku tak yakin bisa pulang bersama orang yang setengah kukenal . “ Kau tak usah berpikiran aneh begitu lagipula kitakan sekelas ? Kau tak menandaiku ? Mungkin karena sedikit gelap aku Kris “ , ujarnya padaku . Ah Iya dia sekelas denganku namanya Kris tapi nama aslinya Wu Fan pantas saja aku mengira bahwa namanya mengandung unsur kipas angin dia juga seorang wakil ketua kelas . “ Oh Annyeong Krisshi “ , ujarku membungkuk lalu tersenyum .

“ Jadi ? Pulang bersama ? “ , tanyanya kembali menawariku , dan aku menganggukan kepalaku . Aku berjalan membuntutinya dari belakang dan Kris tiba-tiba berhenti di depan Tao . “ Taosshi ? “ , tanya Kris . Oh God dia pasti melihatku entah kenapa aku takut berhadapan mukanya rasanya nafasku sesak dan mukaku ujung-ujungnya memerah , aku memutar balik kepalaku mengalihkan perhatian pada bunga-bunga yang warnanya tidak dapat kulihat jelas . “ Kau sendirian “ , tanya Kris pada Tao . “ Iya “ , ujarnya datar kulirik sebentar dan ternyata ia menatapku tajam ada apa dengan matanya itu kenapa ia seakan ingin memangsa tubuhku . “ Kau ingin pulang bersamaku dan Yeonnjisshi ? “ , tanya Kris menawarkan tumpangan . Oh Tidak bisa gawat kalau aku satu tumpangan dengannya aku pasti sudah membeku bagai berada di samudra antartika kuharap ia berkata Tidak . “ Iya “ , ujarnya membuatku membeku aku membalikkan badanku menatap Tao yang juga menatapku walau samar dan hanya diterangi oleh lampu remang-remang tapi aku masih bisa melihat dan menatap wajah tampan Tao .

Tao terus menatapku aku balas menatapnya sehingga terjadi perang adu tatap antara aku dan Tao yang hanya berlangsung 5 detik setelah itu Kris mulai mencairkan suasana . “ Jadi apa yang kalian tunggu ayo naik “ , ujar Kris pada Tao dan aku . Kris berjalan pelan diikuti Tao sedangkan aku masih memutar otakku untuk tidak satu tumpangan dengan Tao aku takut berhadapan dengan Tao dalam waktu yang lama jantungku pasti cenat-cenut dan mukaku merah padam .

Aku mengutak-atik I-Phoneku dan kemudian menyetel ringtoneku sehingga terdengar seperti seseorang sedang meneleponku . “ Ah sebentar , Oppaku menelepon “ , ujarku pada Tao dan Kris segera kubalik hadapku dan berpura-pura mengangkat telepon . “ Heh ? Oppa mau menjemputku ? “ , tanyaku berpura-pura menelepon padahal kenyataannya aku sedang ngomong sendiri dengan telepon di telinga kananku persis seperti orang menelepon . Dan selanjutnya aku berpura-pura mematikan teleponku dan memasang muka sedih  . “ Mianhae sepertinya aku tak bisa ikut dengan kalian , Oppaku akan menjemputku sekarang “ , ujarku . “ Oh yasudah kau yakin tak apa sendiri ? “ , tanya Kris percaya pada sandiwara yang kubuat .

“ Nde.. aku tak ingin merepotkan kalian “ , ujarku tersenyum pada mereka . “ Baiklah , ayo Taosshi kita pulang “ , ujar Kris pada Tao . “ Tidak “ , ujar Tao pada Kris membuatku tercengang apa yang dilakukan manusia satu ini ? Apakah dia ingin menanyai soal yang tadi itu , tapi dia tidak bisa berbicara selain iya atau tidak tapi kalau benar ia ingin menanyai hal itu aku benar-benar tak siap menjawabnya sekarang . “ Heh kau yakin ? “ , tanya Kris memastikan . Sekarang aku kembali menjalankan rencana busukku , aku berpura-pura ditelepon oleh Oppaku lalu mengangkatnya dan berbicara layaknya wanita yang sedang menelepon dengan ekspresi tercengang . “ Heh ! Jadi Oppa tak bisa menjemputku , Oppa ada acara ? Nee Arraso Oppa “ , ujarku kembali memasang tampang memelas . “ Sepertinya , aku harus menumpang padamu Krisshi “ , ujarku pada Kris . “ Baiklah , Taosshi kau ikut ? “ , tanya Kris dan aku berharap kali ini Tao berkata Tidak . “ Tidak “ , ujarnya membuatku menghela nafas lega . “ Baiklah , Yeonjisshi kajja “ , ujar Kris menarik tanganku sedikit kulirik Tao yang seperti menghela nafas berat diiringi tatapan mematikan ke arah Kris .

(End Yeonji Pov)

(***)

Sudah 2 minggu lebih sejak kejadian ucapan Iya , Yeonji selalu menghindar bertatapan lama dengan Tao bahkan ia sampai merotasi tempat duduknya sendiri membuat Tao selalu menunjukkan ekspresi kesal setiap harinya , membuat Luhan yang kini duduk di sebelahnya jadi bergidik ngeri karena Tao setiap hari selalu mengeluarkan aura aneh dan tatapan mematikan .

Di pagi yang cerah di jam pelajaran terakhir yang kosong yang menyenangkan tapi Luhan yang duduk di samping Tao merasakan ini bukan hari yang cerah dan menyenangkan bagi Tao karena aura hitam yang menyelubungi tubuh Tao yang terus menatap Yeonji yang duduk jauh di depan . “ Srekh “ , secarik kertas kecil mendarat di meja Luhan sang pengirimnya tidak lain dan tidak bukan adalah Tao . “ Apa yang disukai yoeja ? “ , begitulah isi secarik kertas kecil Tao , Luhan sumringah sambil geleng-geleng kepala . “ Taosshi kau menyukai seorang yoeja ? “ , tanya Luhan pelan . “ Iya “ , ujar Tao singkat . “ Kau ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk yoeja itu ? “ , tanya Luhan pada Tao . “ Iya “ , ujar Tao lagi-lagi . “ Good , kau bertemu dengan orang yang tepat namja dengan ketampanan dan tingkat keromantisan tertinggi ini akan memberikanmu nasihat , tapi bayar aku “ , ujar Luhan langsung di berikan satu buah tatapan mematikan .

“ Baik , aku hanya bercanda yang biasa kuberikan pada yoejaku adalah bunga , coklat , kau juga bisa mengajaknya berkencan kalau menurutku sih makan malam di alam terbuka dengan penerangan lilin dan juga konser musik classic “ , ujar Luhan dengan antusias , Tao hanya tersenyum . “ Dan juga kau harus lebih banyak berbicara untuk mengutarakan perasaanmu seorang yoeja tak akan mengerti dirimu jika kau tak mengutarakan perasaanmu “ , ujar Luhan . “ Iya “ , ujar Tao . “ Semoga berhasil “ , ujar Luhan tersenyum . “ Iya , terimakasih “ , ujar Tao tersenyum aksen koreanya tidak begitu bagus sedikit terdengar lucu tapi itu adalah suatu perkembangan besar dari Huang Zi Tao . “ Aksen Koreamu sedikit lucu tapi aku mendukungmu semoga berhasil Fighting ! “ , ujar Luhan .

“ Jam sekolah telah berakhir sampai jumpa esok hari dengan semangat belajar yang baru hati-hati di jalan dan semoga mendapat hari yang baik , Ding~Ding~Ding “ , bel sekolah sudah berbunyi dari ruang siaran hingga murid-murid berhaburan , tapi tidak bagi Yeonji yang sedari tadi menikmati jam pelajaran terakhir yang kosong dengan tertidur membuat wajah polos nan menggemaskannya terekspos di hadapan publik . “ Yeonji-a ! Yeonji-a ! “ , ujar Jiyeon yoeja terakhir di kelas karena harus piket . “ Yeonji-a Palli Ireona ! “ , ujar Jiyeon sambil mendorong-dorong kursi Yeonji . “ Aish bocah satu ini “ , ujar Jiyeon kesal menendang ujung kursi Yeonji membuat tubuh Yeonji terguncang dan membuatnya membuka katupan matanya dan Jiyeon hanya meringis karena kakinya kesakitan . “ Bangun ! Kau membuatku telat pulang ! Sekarang berdiri dan nikmati masa mudamu “ , ujar Jiyeon pada Yeonji , dengan malas Yeonji membereskan bukunya dan mengangkat tubuhnya .

Dengan malas Yeonji mengganti sepatunya dan memasukkan sepatu sekolah di dalam loker sepatunya , mata Yeonji menangkap benda putih yang terdapat di dalam sepatunya akhirnya ia lebih memilih mengantungi kertas putih itu dan memakai sepatunya .

(***)

Yeonji kini duduk di pinggir kasurnya dan membuka kertas putih yang ia temukan tadi ia mengerutkan keningnya ketika membaca kalimat demi kalimat yang tertera di kertas itu .

Untuk : Yth.Kim Yeonji

Yeonjisshi maaf akhir-akhir ini aku membuatmu tak nyaman karenaku tapi jujur saat pertama kali melihatmu aku merasakan dadaku hangat karena itu aku suka melihat dirimu kau yoeja yang apa adanya , polos dan menyenangkan itulah alasan kenapa aku mencintaimu jujur saja awalnya aku tak tahu perasaan apa ini tapi setelah sekian lama bersama denganmu aku jadi merasa nyaman dan kusadari bahwa aku mencintaimu . Aku yakin kau bingung bagaimana berbicara dengan aku yang selalu terdiam dan tak mengutarakan perasaanku yang sebenarnya dan tak jarang membuatmu kesal sungguh aku tak bermaksud membuatmu kesal aku hanya malu . Aku malu karena aksen koreaku tak bagus dan acak-acakan pertama kali aku berbicara dengan tetangga apartementku tetanggaku tertawa terbahak-bahak aksenku yang bagus hanya kata ‘Iya’ dan ‘Tidak’ saja  . Aku  takut jika saat pertama aku berbicara denganmu kau akan tertawa dan membenciku . Aku hanya ingin menunjukkan satu hal padamu malam ini tepat pukul 07.00 malam aku akan menjemputmu bersiaplah , kuharap kau bersedia .

Tertanda

Huang Zi Tao .

Begitulah isi tulisan di kertas itu Yeonji sedikit tercengang ia masih bingung semestinya ia membeli bodrex atau polkadon agar ia tak pusing . Akhirnya ia pun tertidur dan rasanya baru semenit ia tertidur seseorang membangunkannya . “ Yeonji-a teman namjamu datang ia sangat tampan Omma menyukainya “ , ujar Mrs.Kim mengguncang tubuh Yeonji hingga terbangun dan menatap Mrs.Kim heran . “ Siapa ? “ , tanya Yeonji . “ Namanya Huang Zi Tao “ , jelas Mrs.Kim membuatku tercengang dan membuka mataku lebar . “ Cepat, kau masih bau , mandi dan segera turun ke bawah dia menunggumu sedari tadi “ , ujar Mrs.Kim pada Yeonji .

(***)

“ Maaf menunggu lama “ , ujar Yeonji menggaruk bagian belakang kepalanya ia mengenakan dress soft pink selutut . “ Eumhh gwenchana “ , ujar Tao membuat Yeonji mengernyitkan dahinya karena ini pertama kalinya Tao berbicara selain Iya atau Tidak dan Yeonji sedikit tertawa pelan tapi akhirnya tersenyum senang . “ Baiklah kajja “ , ujar Tao menarik tangan Yeonji untuk pergi . “ Omma , Appa aku pergi dulu “ , ujar Yeonji . “ Nee , have fun kids ! “ , ujar Mr.Kim tertawa pelan .

Dalam mobil perasaan dipenuhi rasa canggung akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang penuh dengan suasana hijau dihiasi lampu remang-remang . “ Turunlah “ , ujar Tao pada Yeonji membuat Yeonji turun dan kemudian memandangi sekeliling seperti taman kemudian mereka masuk ke dalam jalanannya terbuat dari pavvin block dan di sekeliling ada banyak pohon dan lampu taman yang cahayanya remang-remang karena keasikan menatap akhirnya yoenji tersandung batu yang berkeliaran dan hampir terjatuh untung Tao menahannya hingga ia tak terjatuh hal itu sukses membuat muka Yeonji memerah .

Mereka sampai di suatu tempat , tempat di mana ada dua meja dan di sana ada karangan bunga yang besar  yang biasa dipakai di acara selamatan toko atau perusahaan  cukup banyak juga lilin-lilin yang banyak berjejer ada juga beberapa yang mati tertiup angin  . Tao kemudian mempersilahkan Yeonji duduk di salah satu kursi dan Tao duduk di depannya , Tao menjetikkan jarinya dan betapa kagetnya Yeonji tiba-tiba rasanya seisi restoran ada di taman itu mulai dari koki yang memasak di depannya , pelayan yang melayaninya dan juga ada konser classic seperti di restoran kelas atas yang langsung memainkan musik di hadapannya . Setelah selesai makan Yeonji menatap Tao yang tersenyum menatapnya . “ Kau melakukan ini semua ? “ , tanya Yeonji . “ Untukmu , aku tak tahu apa yang baik untuk seorang yoeja “ , ujar Tao pada Yeonji membuat Yeonji merasa tersanjung karenanya .

“ Kau tak perlu malu padaku atau pada yang lain aku menyukai orang yang apa adanya utarakan apa yang kau rasakan jika itu membuatmu nyaman “ , ujar Yeonji tersenyum . Akhirnya Tao berdiri kemudian berteriak “ Aku mencintai yoeja bernama Kim Yeonji ! “ . Yeonji berdiri dan berkata “ Sekarang aku tak ragu lagi jadi jangan kecewakan aku suatu hari nanti dengan memberikan kenangan pahit , Nado Saranghae “ . Tao sumringah dan berjalan lalu memeluk Yeonji erat dan letusan kembang api mulai mewarnai langit .

(END)

Annyeong EXOtics , bagaimana akhirnya ? Mian ga memuaskan , alur ga dimengerti , ribet , membosankan dsb  author sudah berusaha  melakukan yang terbaik . Gamzamnida buat semuanya gamzanida *bow* . Sekian dari author sampai jumpa di karya author selanjutnya 🙂

Iklan

60 pemikiran pada “Robot Man [Chapter 3]

Tinggalkan Balasan ke choyuumie Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s