Hallucinations

 

Image

Author : Kimjhyun

Genre : Romance , Angst

Rating : Pg 13-15

Length : One Shoot

Main Cast :

Kim Jong In (KAI EXO)

Lee Hyora (OC)

Hyora yoeja yang sedari tadi mengetik pesan singkat di ponselnya dengan cekatan saat jam istirahat sedang berlangsung dan 30 detik berselang ia kembali mengetik pesan singkat yang entah dibalas atau tidak oleh sang penerima . “ Hyora-a sedari tadi mataku memandang kau asik sekali mengetik pesan “  ujar Minri pada Hyora . “ Eumh seperti yang matamu lihat aku mengetik pesan “ ujar Hyora singkat kembali mengetik pesan . “ Kau sama sekali tak menyentuh bekalmu  “ ujar Minri menunjuk kotak berwarna biru turqoise itu sama sekali tak disentuh oleh Hyora . “ Eumh aku masih kenyang kalau kau mau makan saja ” ujar Hyora sambil terus mengetik pesan . “ Oh Iya ada seseorang yang harus kutemui “ ujar Hyora bersemangat pada Minri . “ Nugu “ tanya Minri menatap tajam ke arah Hyora . “ Manusia dan yang jelas dia adalah makhluk tuhan “ jelas Hyora kemudian melambai .

Hyora berjalan perlahan tanpa mempedulikan orang-orang koridor yang tampak berbisik sambil menatap aneh terkadang menggeleng kepala menatap Hyora sedangkan Hyora tidak merasa kalau dia sedang menjadi bulan-bulanan seisi sekolah dan Hyora merasa bahwa ia normal-normal saja . Dengan percaya diri tingkat tinggi Hyora berjalan ke atap sekolah di mana ia dan orang itu biasa bercengkrama .

“ Kai Oppa mianhae aku terlambat “ , ujar Hyora pada Kai yang hanya tersenyum padanya . Hyora mengernyitkan dahinya seakan ada yang berubah dari sosok Kai . Hyora berjalan dan berdiri tepat di depan Kai ia mendongakkan kepalanya agar ia bisa melihat wajah tampan Kai lebih jelas . “ Oppa , kau sakit ? “ , tanya Hyora memegang kening Kai pelan . “ Dingin “ , gumam Hyora pelan . “ Aku tak sakit Chagi-a duduklah di sini dan diam di sisiku sebentar saja “ , ujar Kai lalu ia duduk di lantai atap sekolah diikuti Hyora . “ Oppa akhir-akhir ini kau tampak aneh “ , sungut Hyora . “ Aneh bagaimana ? Aku seperti biasanya bukan “ , ujar Kai menatap Hyora . “ Anni aneh saja , tapi aku mencintaimu Oppa “ , ujar Hyora tersenyum Kai hanya mengacak rambut Hyora pelan sambil tersenyum ke arahnya dan Hyora kemudian bersandar pada bahu Kai merasakan angin yang menghembus perlahan menerpa tubuhnya . “ Oppa , kenapa kau tak membalas pesan singkatku ? Aku sudah mengirimu eumh 2 eumh 3 bahkan 10 kali “ , ujar Hyora dengan nada kesal , Kai hanya menunduk pelan tak menjawab pertanyaan Hyora tadi ia kemudian mengelus puncak kepala Hyora pelan .

“ Oppa “ , ujar Hyora pelan . “ Eumh ? “ , tanya Kai . “ Kau punya kegiatan minggu ini ? “ , tanya Hyora pada Kai . “ Anni wae ? “ , tanya Kai singkat . “ Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan sudah lama kita tak pergi jalan-jalan rasanya kau selalu sibuk “ , sungut Hyora . “ Baiklah , kemana maumu ? Akan kuturuti “ , ujar Kai tersenyum singkat . “ Ke taman dan melihat pertunjukkan penyanyi jalanan dan biolanya aku sangat suka mendengar suara gesekan biola “ , ujar Hyora antusias . “ Baiklah hari minggu ke taman dan melihat pertunjukkan penyanyi jalanan , haruskah aku melakukan atraksi tari bersama sang penyanyi jalanan “ , ujar Kai sambil tertawa . “ Kalau kau bisa lakukanlah aku sangat senang saat melihatmu menari kau selalu tersenyum dan aku senang melihat senyummu “ , ujar Hyora pada Kai . “ Jadi kau menyukai dirimu sendiri “ , ujar Kai membuat Hyora mengerutkan keningnya . “ Eh ? “ , tanya Hyora menanyakan maksud kata-kata Kai . “ Karena jika melihatmu aku tersenyum dan kau bilang kau menyukai senyumku dan hal yang membuatku tersenyum bukan ? “ , tanya Kai lagi membuat rona muka Hyora menjadi memerah . “ Saranghae “ , bisik Kai pelan seraya mengusap puncak kepala Hyora .

(***)

Langit berganti malam dan malam berganti pagi lagi dan tepat di sebuah apartement bunyi alarm berbunyi nyaring dan masuk ke dalam tumpukan selimut yang melilit tubuh seorang yoeja “ KRIING ! “ . “ Ah aku membenci bunyi-bunyian di pagi hari “ , sungut Hyora sambil menjulurkan tangannya keluar dari selimut dan mematikan weker yang bertengger di lemari kecil di  samping tempat tidurnya . Hyora kemudian kembali tertidur tak sampai 5 menit ia tertidur selimutnya di angkat paksa dan sinar matahari yang tak begitu menyilaukan karena hari masih pagi membuat Hyora membuka kelopak matanya perlahan .

Ia menatap namja yang menarik dan merapikan selimutnya . “ Kai Oppa kenapa kau ada di sini ? Dari mana kau masuk ? “ , tanya Hyora pada Kai yang berada di Apartement yang ia tinggali sendiri . “ Dasar Bodoh kau bahkan tak mengunci apartementmu jelas aku bisa masuk ! Untung saja tak ada orang jahat yang masuk kau tak tahu betapa aku mengkhawatirkanmu ! “ , ujar Kai pada Hyora yang mangut-mangut menatap wajah Kai . “ Oppa kau tampan “ , ujar Hyora membuat Kai terkekeh . “ Sepertinya kau masih kurang sadar bangun dan mandi aku akan menyiapkan sarapan untukmu “ , ujar Kai sedikit membantu Hyora bangun . “ Nde Oppa “ , ujar Hyora bangun dan segera bergegas mandi .

Kai menyiapkan makanan di atas meja sedangkan Hyora mengeringkan rambutnya dan setelah semuanya selesai ia segera duduk di atas meja makan . “ Oppa kau tampak lucu dengan celemek beruang itu “ , ujar Hyora pada Kai . “ Jeongmal ? “ , tanya Kai . “ Nde , bagaimana kalau kita berfoto ini adalah hal yang langka “ , ujar Hyora mengeluarkan ponselnya dan mereka berpose dengan mengulurkan tangan V di depan kamera . “ Say Kimchi “ , ujar Hyora dan dalam detik ketiga sebuah foto yang menjadi memori dan kenangan tersimpan dalam ponsel Hyora , Hyora hanya tersenyum menatap foto itu .

Hyora melahap telur gulung yang dimasak Kai ia tersenyum sumringah menatap Kai . “ Oppa , telurmu terlalu manis tapi aku suka itu “, ujar Hyora tersenyum . “ Karena saat memasaknya aku mengingatmu “ , ujar Kai membuat pipi Hyora bersemu merah . “ Cepat habiskan makananmu jangan dilihat saja kita harus segera berangkat sekolah “ , ujar Kai pada Hyora , Hyora hanya mengangguk tanda mengerti .

(***)

Hyora berjalan sambil menendang debu dan angin di sekitarnya membuat Kai yang berjalan di depannya sedikit kesal akan tingkah laku yoejachingunya . “ Berhenti lakukan itu dan cepat kita hampir terlambat  , kemarikan tanganmu “ , ujar Kai pada Hyora , Hyora menurut saja . Kai kemudian meraih tangan mungil itu dan menggandengnya agar langkah Hyora sejajar dengannya . “ Sebelumnya kita jarang pergi bersama sekarang aku merasa sangat senang “ , ujar Hyora antusias . “ Jeongmal ? Aku 2 kali lebih senang dari pada kau “ , ujar Kai membalas perkataan Hyora . “ Kalau begitu aku 4 kali “ , ujar Hyora pada Kai . “ Kalau begitu aku 100.000.000 kali lebih senang dari pada dirimu “ , ujar Kai mencubit pipi Hyora gemas . “ Jangan mencubit pipiku “ , ujar Hyora mengembungkan pipinya . “ Apakah itu sakit ? “ ,tanya Kai . “ Tentu saja “ , ujar Hyora . “ Eumh kalau begitu .. “ , ujar Kai memutar otaknya dan kemudian ia mendekatkan bibirnya pada pipi Hyora dan mengecupnya perlahan . “Chu~” .

“ O-Oppa apa yang kau lakukan ? “ , tanya Hyora pada Kai yang tersenyum . “ Hanya memberikan sedikit obat untukmu agar pipimu tak sakit lagi “ , ujar Kai diselingi tawa kecilnya . “ Pipiku memang sekarang tak sakit tapi berwarna merah tanggung jawab “ , ujar Hyora , Kai hanya menanggapinya dengan tawa kecil . Di tengah jalan Kai berhenti dan menunduk tiba-tiba membuat Hyora heran dan gugup . “ Oppa apa lagi yang kau lakukan “ , tanya Hyora tapi Kai hanya diam , dia hanya mengikatkan tali sepatu Hyora yang lepas . “ Nah selesai , kalau kau jatuh karena menginjak tali sepatu bisa gawat , perhatikan sesuatu yang kecil Arra “ , ujar Kai menepuk kepala Hyora . “ Arraseo Capten “ , ujar Hyora , Kai hanya tertawa akan tingkah Hyora .

(***)

Malam Jum’at sedikit menyeramkan , Hyora menegak segelas air mineral ketika pintunya diketuk oleh seseorang membuat degup jantung Hyora berdegup lebih dari biasanya ia kembali teringat akan film horror yang ia tonton bersama Kai dan Kai juga sering sekali menakutinya membuatnya tambah takut akan hal yang namanya hantu . Dengan tangan bergetar Hyora membuka pintu apartementnya dan membuka matanya perlahan dan seorang wanita paruh baya tersenyum padanya . “ Annyeonghaseo Hyorasshi “ , ujar Bibi.Shim sang pemilik apartement pada Hyora . “ Oh Annyeonghaseo Bibi “ , ujar Hyora membungkuk . “ Beberapa hari yang lalu Bibi pergi ke Jeju dan membawa banyak kembang api dan ini sebagian untukmu mungkin kau bisa menggunakannya bermain dan bersenang-senang bersama teman-temanmu “ , ujar Bibi.Shim memberikan sekantung plastik hitam yang berisi kembang api kecil . “ Gomawo Bibi “ , ujar Hyora membungkuk .

“ Kenapa tak bawa camilan saja kenapa harus kembang api “ , dengus Hyora melempar tubuhnya ke atas sofa empuk sambil memencet tombol-tombol remote tapi tak ada satupun acara yang menarik perhatiannya . Hyora kemudian menatap ponselnya sambil mendengus pelan “ Dia tak pernah membalas pesanku atau mengirimiku pesan “ , ujar Hyora ketika ia tak menemukan satupun pesan Kai dalam Inboxnya . Hyora kemudian memencet tombol-tombol di ponselnya dan mengirimi pesan kepada Kai tak butuh waktu lama seseorang memencet bel apartementnya membuatnya segera bangkit dari sofa empuk tersebut dan membuka pintu itu dan tampaklah sosok namja tegap dengan T-shirt putih yang tersenyum tipis pada Hyora . Hyora segera memeluknya erat “ Kai Oppa kenapa kau cepat sekali datang aku sangat senang karena aku merindukanmu “ , ujar Hyora . “ Aku juga merindukanmu “ , ujar Kai mengelus puncak kepala Hyora pelan .

“ Jadi kau mau mengajakku bermain kembang api ? “ , tebak Kai ketika ia sudah duduk di sofa dan matanya terarah pada kantung plastik hitam dengan kembang api sedikit menyembul keluar . “ Tentu saja , bermain sendirian benar-benar tidak menyenangkan “ , ujar Hyora kemudian mengambil korek api dan lilin lalu keluar menuju balkon apartementnya . “ Kajja kita nyalakan “ , ujar Hyora kemudian menyalakan lilin dan Kai menyodorkan beberapa batang kembang api dan mulai memainkannya berdua membuat Hyora maupun Kai tersenyum senang .

(***)

“ Kau sudah siap ? “ , tanya Kai di hari minggu yang cerah pada Hyora dengan senyum lebar Hyora menjawab “ Nde Oppa aku siap “ . Hyora dan Kai menaiki bus yang cukup sepi sehingga mereka tak perlu berdesak-desakkan hingga sampai di Taman yang cukup ramai . Hyora berjalan sambil mengobrol bermacam hal bersama Kai terkadang mereka tertawa akan lelucon yang dibuat oleh Hyora . “ Sebentar lagi penyanyi jalanan akan muncul “ , ujar Kai sambil melirik jam tangan yang melingkar manis . “ Wah aku sudah tak sabar “ , ujar Hyora antusias sambil memakan gula kapas yang dibelikan Kai tadi . Dan tibalah sang penyanyi jalanan muncul dengan riuh tepukan tangan oleh para pengunjung taman tak terkecuali Kai dan Hyora . Sang penyanyi jalanan dan pemain biola mulai membungkukkan badannya . Sang penyanyi mulai membuka suaranya perlahan melodi indah mulai terdengar dari gesekan biola dan suara sang penyanyi jalanan .

“ Di mana anda berada , saya akan ada di sana juga

Di mana anda pergi , saya akan pergi ke sana juga

Saya tersenyum untukmu setiap hari , berdoa untukmu

Saat saya tertidur saya memikirkanmu dan ketika saya membuka mata saya

Namamulah yang saya sebut

Anda melindungi saya di samping anda dan anda memeluk saya

Anda adalah surga saya “

(Ailee Heaven)

Nyanyian itu di akhiri oleh bungkukan badan dan riuh tepuk tangan oleh semua penonton yang hadir  tak terkecuali Kai dan Hyora , Hyora sangat senang menonton pertunjukkan kecil seperti itu apalagi hal itu ia lakukan bersama Kai , menurut Hyora sesuatu yang dilakukan bersama orang yang dicintai akan lebih menyenangkan walau itu hal yang sederhana .

“ Fuhh rasanya menyenangkan “ , ujar Hyora memainkan tas tangannya ketika mereka menuju jalan pulang . “ Aku senang kalau kau senang “ , ujar Kai sambil tersenyum menatap Hyora . Suasana kembali sepi Hyora hanya menendang krikil dan angin-angin kecil dan Kai menggandeng tangan Hyora . “ Nah sudah sampai “ , ujar Kai pada Hyora kemudian perlahan melepas genggaman tangannya . “ Eumhh annyong Oppa “ , ujar Hyora pada Kai , Kai hanya mengangguk dan pada detik ke 3 Hyora mendaratkan bibirnya di pipi Kai . “ Chu~ “ . “ Gomawo Oppa “ , ujar Hyora malu kemudian naik ke atas dengan tangga . Kai hanya menatap punggung Hyora dengan tatapan sayu .

(***)

Hyora berjalan di koridor sekolah masih dengan mengetik pesan untuk Kai hari ini Kai tak menjemputnya ia masih tak menyadari bahwa ia menjadi bulan-bulanan sekolah hingga ia sampai di kelas . “ Hyora-a ! “ , jerit Minri ketika ia sampai di kelas dan duduk nyaman di bangkunya dan menatap Minri yang menjerit memanggil namanya . “ Waekkure ? “ , tanya Hyora . “ Kau tak sakit ? Tak demam ? Kau masih normal ? “ , tanya Minri bertubi-tubi memegang dahi Hyora kemudian menarik kembali tangannya dan bergumam “ Tak demam “ . “ Wae ? Kenapa kau menanyaiku seperti itu ? Aku tak sakit , tak demam dan masih normal “ , ujar Hyora pada Minri yang menatapnya dengan tatapan aneh . “ Asal kau tahu seluruh sekolah menggosipkanmu gila dan tidak waras ! “ , ujar Minri menunjukkan ponselnya menunjukkan pesan yang bertuliskan ‘Lee Hyora yoeja kelas 2-5 adalah orang gila yang berbicara sendiri ! ‘ .

“ Apa maksudnya berbicara sendiri ? “ , tanya Hyora bergetar menatap pesan itu dan melirik ke arah sekitarnya benar saja orang meliriknya dengan tatapan aneh dan membincangkan semua tentangnya . “ Hyora-a kau kepergok berbicara sendiri di atap kau berbicara dengan angin yang kau sebut Kai Oppa dan kau ketahuan pergi ke taman dan berbicara sendiri dengan angin yang kau sebut juga Kai Oppa , Apa kau lupa kalau Kim Jong In namja itu sudah meninggal 3 minggu yang lalu karena tertabrak Truk ! “ , ujar Minri mengguncang tubuh Hyora menyadarkan bahwa selama ini ia berbicara pada angin , memeluk angin , tersenyum pada angin , bermain kembang api bersama angin , berfoto bersama angin semua yang dilakukan bersama namja bernama Kai adalah halusinasi semuanya ia lakukan sendiri .

“ Apa kau bilang ? Kai Oppa tidak meninggal Minri-a kau yang gila ! Kai Oppa masih bersamaku Kemarin , 1 minggu yang lalu dan minggu-minggu kemarin sejak kapan ia meninggal ! “ , bentak Hyora air matanya mulai menetes . “ Kau gila ! Ikhlaskan dia ! Kai Oppa sudah meninggal ! “ , ujar Minri dengan suara tak kalah tingginya . “ Apa ? Minri-a aku tak gila ini lihat fotoku bersama Kai Oppa beberapa hari yang lalu ketika ia memakai celemek beruang “ , ujar Hyora menunjukkan fotonya dengan Kai .

“ Ini ? Kau gila kau hanya berfoto dengan celemek saja Hyora-a kau harus sadar kalau Kai Oppa sudah meninggal 3 minggu yang lalu kau hanya tak mengikhlaskan ia pergi , kau tak mau tahu , kau selalu lari dari kenyataan ! Kau  harus menyadari bahwa Kai sudah tiada , ia tak ada lagi di sisimu , tak bisa lagi menemanimu , kau harus mengiklashkannya Hyora-a “ , ujar Minri pelan . “ Ti-tidak mungkin ini tidak mungkin aku pasti bermimpi ! “ , ujar Hyora histeris mengacak rambutnya . Minri berjalan mendekapnya dan membisikkan beberapa kalimat . “ Hyora-a kau harus sadar Kai tidak ada walaupun kau mencarinya atau mengiriminya pesan setiap hari dan setiap waktu ia tak akan ada atau membalas pesanmu walaupun kau berlari ke ujung dunia dan berusaha melompat ke atas langit untuk menggapai tempatnya berada kau tak akan bisa ia sudah tenang di sana karena langitnya dan langitmu sudah berbeda “ , bisik Minri pelan membuat Hyora sedikit tenang tapi tubuhnya seakan lemas dan tak bertenaga , pikirannya seakan kosong , dadanya sesak dan menyakitkan juga kakinya sudah lemas dan dalam detik ke tiga pandangannya kabur seakan menghilang dan dunia kemudian berputar kencang . “ Brukhh “ , Hyora pingsan dipelukan Minri . “ Hyora-a ada apa denganmu bangun ! Seseorang tolong aku “ , ujar Minri berusaha menopang tubuh Hyora yang cukup berat .

(***)

Gagak hitam yang bertengger di salah satu pohon seakan mengejek kesedihan seorang yoeja yang meratapi tanah dan menaruh bunga Carnation Pink di sana yang melambangkan pernyataan bahwa aku tidak akan melupakanmu . “ Oppa aku bertingkah konyol lagi akhir-akhir ini aku tak bisa melupakanmu karena aku mencintaimu , maaf jika aku tak mengikhlaskan kepergianmu aku benar-benar jahat ya “ , ujar Hyora pelan lalu melanjutkan kata-katanya . “ Oppa kau tahu jujur saat pertama kali mendengar bahwa engkau sudah tiada membuatku sedih dan dunia seakan berputar aku tak menyangka bahwa kau cepat pergi tak ada lagi disisiku aku sadar bahwa kau tak mungkin menemaniku selamanya dan itulah yang sangat kutakutkan .. “ , ujar Hyora menarik nafasnya pelan . “ Karena aku takut dan terlalu bahkan melebih-lebihkan ketakutanku membuatku berhalusinasi bahwa kau ada di sampingku menemaniku , bercanda , berfoto , bermain , mengecup pipiku , memberikanku sandaran bahu , memasakkanku telur gulung yang manis , menemaniku ke taman dan mendengarkan konser taman kecil bersama-sama benar-benar hal yang konyol “ , ujar Hyora menghela nafas pelan .

“ Kau tahu Oppa jujur aku tak mau tahu kalau kau sudah pergi aku kabur dan lari dari kenyataan tapi sekarang aku sadar bahwa seberapapun aku berlari dan kabur dari kenyataan itulah kenyataan tak akan bisa diubah fakta yang membuatku bagai di neraka  , sekarang aku tahu bahwa kenyataan mengatakan kau sudah tiada di dunia ini sudah berbeda langit denganku menurutmu aku bisa melompat ? Melompat kelangit yang sama denganmu hahaha itu lucu sekali “ , ujar Hyora tertawa sendiri sambil menggaruk kepalanya air matanya menetes . “ Oppa di dalam doaku akan selalu kudoakan dirimu agar tenang di sana , mungkin jika melihat ke langit aku akan teringat akan dirimu Oppa tapi sebisa mungkin aku akan tersenyum karena dengan tersenyum kau pasti senang karena yang selama ingin kulakukan adalah membuatmu senang dan aku juga senang “ , ujar Hyora mengigit bibirnya dan tersenyum sambil mendesahkan satu kalimat “ Saranghae” .

(END)

Annyeong *bow* . Hi-Hi EXOtics *lambai gaje* . EXO sudah showcase chukkae *bakar kembang api* . FF ini pernah di post di blog pribadi author disini . Selanjutnya author mau minta maaf jika FFnya kurang menyenangkan dan author sendiri ga bisa buat FF angst mianhae kalau kurang sedih . FF ini terinsipirasi dari film yang author hanya sekilas nonton di tv China judulnya Hapilly Ever After . Banyak Typo dimana-mana tolong dimaafkan . Contact author @PumpkinHyunnie . Gamzamnida yorobun sampai jumpa di karya author yang lainnya *bow* . 

Iklan

27 pemikiran pada “Hallucinations

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s