She is not You (Chapter 2)

Title: She is not you Part 2 [Sequel of Life Without You]

Author: Laras (@Laras_MoonHee)

Length: Chapter

Genre: Romance, angst

Cast:

–          Kim Jongin

–          Kwon Nari

–          Choi/Kim Raein

Other Cast:

–          Byun Baekhyun

–          Super Junior member

–          Other

Jongin POV

“Sierra Choi” panggilku pada sosok yeoja yang baru saja masuk ke dalam waitting room ku, benarkah dia Sierra? Apakah ini halusinasiku? Apa dia reinkarnasimu Sierra?

“Nae?” tanyanya heran dan ia berjalan mendekatiku lalu duduk di sofa tepat di depanku. Semakin dekat bukannya perbedaan yang kudapatkan melainkan kemiripan antara yeoja ini dengan Sierra, “Sial sudah berapa kali dalam seminggu terakhir ini orang-orang memanggilku Sierra Choi” dengusnya kesal melempar tasnya ke atas meja.

Apa benar ini Sierra? Tuhan apa kau kirimkan dia untuk kembali padaku? Sierra sudah meninggal satu tahun yang lalu tapi, mengapa bisa ada dia disini. Apa kau belum tenang disana sampai kau kembali lagi kesini? Kau merindukanku Sierra? Kau ingin menemaniku? Kau tahu aku sangat merindukanmu begitu juga anak kita, kembalilah. Kami membutuhkanmu.

Nari POV

Kenapa namja di depanku ini diam saja? Apa ada yang salah dengan penampilanku sampai dia tercengang melihatku? Aku ini Cuma yeoja biasa, tak spesial tapi kenapa dia melihatku seperti melihat seseorang yang amat sangat cantik. Hei aku bukannya menyombongkan diri tapi ini kenyataan dia seperti melihat bidadari yang baru turun dari langit.

Namja ini member dari EXO-K bernama Kim Jongin atau dikenal dengan nama panggungnya ‘Kai’. Sempat beredar kabar kalau dia pernah menikah namun sampai saat ini masih belum ada bukti yang kuat. Dia juga dikabarkan mempunyai seorang anak bernama Kim Raein tapi manager dan agencynya menepis tudingan kabar itu, Kai merawat keponakannya karena keponakannya itu sebatang kara. Jangan pikir aku adalah stalkernya, aku ini wartawan sebelum aku wawancara aku harus tahu profil dari orang yang akan kuwawancarai termasuk namja di depanku ini.

“Tadi kau memanggilku Sierra Choi?” tanyaku.

Dia diam tetap menatapku seperti tadi,

“Dengarkan aku namaku Kwon Nari bukan Sierra Choi, arrasseo?” ucapku sedikit mengeras. Aku kesal karena orang-orang yang kutemui belakangan ini memanggilku Sierra Choi dan itu terjadi setiap aku bertemu dengan seseorang yang berasal dari SM Entertainment. sebenarnya siapa Sierra Choi itu?

“a-aku ke toilet dulu” izinku gelagapan, mana ada orang yang kuat jika ditatap terus menerus seperti itu, aku malu.

GREP

“Lepas!!” rontaku begitu merasakan tangan yang kekar melingkar di pinggangku dan namja itu membenamkan kepalanya di sela-sela rambutku, lalu ia menghirup aroma yang ada di rambutku itu.

“Aku merindukanmu Sierra” bisiknya di telingaku dan kalian tahu aku dibuat merinding karenanya, “Sierra kenapa kau tak menghilang, kau tahu aku menderita tanpamu” lirihnya dan kurasakan pundakku basah, dia menangis?

“Lepaskan aku, Kai-ssi. Aku bukan Sierra, aku Nari” ucapku pelan dan mencoba menyikut tepat diperutnya tapi dia malah semakin mengencangkan dekapannya.

“Kau tak merindukanku Sierra?” tanyanya dan dia semakin mendekat ke wajahku.

1 detik..

2 detik..

Dan sesuatu yang lembut dan basah mendarat di pipiku, dia mencium pipiku.

“LEPAS!!!” teriakku dan dia masih tak mau melepaskanku.

“Sierra!! Aku mohon kembalilah!!”  mohon Kai dengan nada yang kencang namun begitu menyedihkan.

BRAKH

Sepertinya karena mendengar suara teriakanku orang-orang langsung masuk dan hendak menolongku. Benar saja, teman satu grupnya berlari ke arah kami dan mencoba melepaskan tangan Kai yang melingkar di perutku. Aku terus meronta memintanya melepaskanku tapi sejak tadi dia tak menggubrisku sama sekali. Aku yakin kali ini Sierra Choi adalah orang yang sangat berarti bagi seorang Kim Jongin.

“Kai-ah Lepas” ucap seorang namja salah satu di antara mereka, aku tak begitu memperhatikan siapa yang bicara, yang penting saat ini adalah aku bisa terlepas dari orang bernama Kai ini.

“Hyung! Kau tak lihat ini, Sierra kembali” racau Kai

“Dengarkan aku,” kata namja di depanku ini tapi Kai malah semakin mendekapku, suasana disini semakin ramai dari kejauhan aku melihat beberapa orang datang lagi dan disana ada anak kecil yang dulu pernah memanggilku sebagai Eommanya, Raein.

“Lepaskan aku hyung biarkan aku bersama Sierra” mohonnya sekarang ia malah menarik mundur diriku bersamanya.

“Kai! Sierra Sudah Mati!!!” teriak seorang namja yang tadi memperingatinya.

Jadi orang yang berarti baginya itu sudah mati? Orang itu Sierra Choi, Eommanya Raein. Aku pikir dia orang yang jahat yang meninggalkan anaknya yang masih sekecil itu. aku minta maaf Sierra Choi karena telah menjelek-jelekanmu. Kau pasti ingin sekali berkumpul dengan anakmu itu, tapi apa alasanmu jika kutanya ‘Mengapa kau mati?’ dan itu sekarang menjadi sebuah pertanyaan bagiku. Pertanyaanku tak Cuma satu tapi banyak, ‘siapa sebenarnya dirimu?’, ‘punya hubungan apa kau dengan Kai sampai ia seperti ini?’, ‘apa kau benar Eommanya Raein?’ dan banyak lagi pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu Sierra Choi. Andai kau masih hidup mereka pasti takkan semenyedihkan ini.

Aku mulai merasakan efek dari bentakan orang di depanku ini. Kai melepaskan pelukannya perlahan, kutoleh padanya dia mundur tatapannya merupakan tatapan rasa tak kepercayaan atas kenyataan yang ada. Ia melemas, tubuhnya terhuyung hingga ia terjatuh di lantai dengan tatapan yang kosong namun begitu menyedihkan, mulutnya tak berhenti bergumam memanggil nama ‘Sierra’ sampai kusadari benar-benar kalau namja itu mengeluarkan air mata tak hanya sekali tapi ia sudah banjir akan air mata. Lihat Sierra Choi akibat dari kematianmu, kau membuat kebahagiaan mereka seperti terenggut begitu saja.

Kupikir aku Cuma mendengar isakan dari Kai tapi ternyata seorang anak kecil menangis kejar di belakangku, Raein dia menangis dipelukan salah satu member idol group terkenal seantero dunia, Leeteuk ‘Super Junior’.

“Eomma tak mati!! Itu Eomma, Eomma!!! Hiks.. Eomma..” unjuknya dengan deraian air mata kepadaku, aku bingung rasanya aku seperti terseret ke dalam ombak yang sangat kencang. Aku telah masuk ke dalam masalah yang tak seharusnya aku masuki.

“A-Aku bukan Sierra..” ucapku pelan dan mundur beberapa langkah, sekarang semua mata yang ada di ruangan ini menatapku. Jujur aku takut, jika aku bicara kalau aku bukan Sierra itu akan membuat Raein menangis tapi dia harus menerima kenyataan kalau Eommanya sudah meninggal, “Aku Kwon Nari bukan Sierra Choi” kataku lagi dan sudah bersandar di sudut ruangan.

“tenanglah agassi ini masalah kami, pergilah” ucap salah satu dari mereka dengan begitu sopan menunjuk ke arah pintu.

“A-Annyeonghaseyo” pamitku.

Baru aku akan melangkah keluar sebuah tangan mungil menarik lengan coatku dan membuatku otomatis berhenti melangkah. Raein, dia menarikku dan dia menatapku memohon untuk tetap bersamanya. aku bukan Eommamu Raein, sadarlah itu.

“Eomma.. Eomma ini Raein..” lirihnya memanggilku kalau aku ini Eommanya.

Leeteuk melepaskan tangan Raein perlahan dari lengan coatku, aku tahu ia sedang mencoba menenangkan Raein, “Raein-ah dia bukan Eommamu. Ayo sekarang kita ke Appa saja” ajak Leeteuk memasuki ruangan ini.

Appa? Pertanyaanku akhirnya bertambah satu lagi, ‘Siapa Appanya?’. Kai appanya? Bagaimana bisa? Bukannya Kai hanya merawat keponakannya, apa keponakannya itu Raein? Dan keponakannya itu memanggilnya Appa?

“Mianhamnida Nari-ssi” ucap Kai yang mulai bangkit dan berdiri tegap. Ia menghapus air matanya dan mengambil alih Raein dari Leeteuk lalu ia mengecup lembut dahi Raein seperti menyalurkan rasa sayangnya pada Raein melalui ciuman di dahinya itu.

“Gwaenchanna” anggukku pelan.

“Sebagai permintaan maafku aku akan memberitahukan semua rahasiaku selama ini, dan kaulah publik pertama yang akan menyebarkannya” senyumanpun merekah di bibirnya itu, dia akan menceritakan rahasianya dan aku? Aku orang pertama?

Jongin POV

Sudah cukup untuk menyembunyikan rahasia ini lebih lama lagi, aku akan memberitahukan semuanya. Sierra kau akan dikenal orang sebagai Eomma dari Raein dan istriku meski kau telah tenang disana tapi dihatiku kau tetaplah istriku meski kita tak menikah lagi untuk kedua kalinya setelah perceraian itu. aku juga akan menceritakan semua sikap jahatku selama ini padamu, aku akan mengatakan pada semua orang kalau aku adalah ‘Nappeun Namja (Pria jahat)’.

Sesungguhnya aku merasa tersiksa dengan keadaan ini, Nari yang mirip dirimu. Kau tahu Sierra? Itu sangat menyakitkan, ketika aku berusaha melupakanmu tiba-tiba saja seseorang yang mirip dirimu datang. Ketika aku meyakini diriku kalau itu dirimu dan dia adalah reinkarnasimu, dia mengatakan ‘Aku bukan Sierra Choi’ itu sangat menyakitkan. Dapat kuyakini kalau aku masih belum bisa melupakanmu, aku ingin mati tapi bagaimana dengan Raein? Kau ingin Raein lebih merasakan kebahagiaan dibandingkan kebahagiaan dirimu kan. Aku akan berusaha Raein, akan kubuat dia tak menyia-nyiakan kebahagiaan yang akan dia raih. Aku akan selalu menemani Raein di setiap langkahnya untuk mencapai kebahagiaan kalau bisa aku akan mengorbankan diriku sendiri untuk Raein mencapai puncak kebahagiaannya.

Aku akan menggantikanmu Sierra, menggantikan posisimu untuk mendidik Raein. Aku tak mau ketika kau bertemu aku nanti disana, kau akan kecewa dengan diriku. Aku tak mau mengecewakanmu, aku akan membuatmu bangga akan diriku yang telah berhasil mendidik dan membuat Raein menjadi yeoja yang terbaik. Dengan semua itu kau akan tahu aku adalah Appa yang bertanggung jawab dan aku akan membuktikan padamu kalau aku telah berubah tak seperti pertama kita bertemu, dan tak seperti pernikahan pertama kita yang berakhir dengan perceraian. Aku berharap Raein tak mempunyai nasib tragis seperti hubungan kita berdua.

“duduklah Nari-ssi” ujarku menunjuk ke arah sofa yang tadi dia sempat duduki dan aku duduk di depannya dengan Raein ada di pangkuanku.

“Kau yakin Jongin-ah?” tanya Baekhyun hyung padaku dan aku mengangguk mantap, kutatap mereka semua teman terdekatku yang ada disekitarku termasuk Leeteuk hyung. Mereka menatapku penuh kekhawatiran, aku mencoba menghapus rasa khawatir mereka dengan seulas senyuman di bibirku meski begitu tetap saja mereka ragu dengan keputusanku ini.

Nari telah duduk di depan kami mengeluarkan note yang akan ia catat nanti begitu juga alat perekam yang ia pasang di meja tepat di depanku.

“Aku sudah pernah menikah,” mendengarku Nari langsung terkesiap ia tahu pasti apa yang kukatakan saat ini adalah sebuah rahasia tentang kehidupanku, “dengan yeoja bernama Sierra Choi, itu sekitar 5 tahun yang lalu tapi pernikahan kami hanya bertahan 4 bulan. Kami dijodohkan dan selama pernikahan kami itu juga aku tak pernah menganggapnya ada di dunia ini. Sikapku terlalu dingin padanya tapi siapa sangka dia malah mencintaiku bukan membenciku” kataku mengungkap kejadian masa lalu dengan senyuman yang bisa dibilang miris bagiku.

“Siapa yang meminta perceraian itu lebih dulu?” tanya Nari dan aku kembali tersenyum lalu menatap Raein yang ada di dekapanku sepertinya ia mengantuk dan mulai memejamkan matanya itu.

“hyung tolong. Raein mau tidur” ucapku pada para hyungku dan dengan sigap Baekhyun hyung yang paling dekat dengan Raein segera mengangkatnya dan membawanya ke sudut ruangan ia membaringkan Raein di sofa panjang yang terletak disana.

“Aku yang mengajukannya” lanjutku atas pertanyaan Nari tadi, “Dia setuju dan aku tahu dia menceraikanku demi kebahagiaanku. Dia tak mau kalau aku hidup tersiksa jika itu bersamanya, dia ingin aku meraih kebahagiaanku padahal ia sendiri tersiksa.”

“Bagaimana dengan keponakanmu itu?” dia kembali bertanya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Raein, “Apa Raein itu..”

“Dia anakku” potongku. Aku mengikuti arah pandangannya tadi, dari sudut mataku aku melihat Nari langsung menoleh padaku, “setelah perceraian kami dia hamil, bukannya dia meminta pertanggung jawabanku dia malah bersembunyi dan persembunyiannya itu dibantu juga oleh orang terdekatku”

“Orang terdekat?” herannya memiringkan kepalanya.

“Mian untuk itu aku tak bisa katakan, aku tak mau image mereka terlihat buruk tapi aku sangat berterima kasih setidaknya mereka bisa menjaga Sierra dan Raein” ucapku disusul senyumanku.

“Berarti kalian sempat bertemu?”

“Ya, 4 tahun setelah kami berpisah aku baru bertemu dengannya asal tahu saja aku juga mencarinya selama itu, aku menyesal karena menceraikannya. orang tuaku dan noonaku sangat melindunginya tapi aku malah menyiksanya. Aku bodoh, padahal dia sudah tersiksa tapi aku malah menambahkan penderitaannya”

Aku mengambil sesuatu dari tasku, ya dua kaleng jus yang sering kubawa. Aku berikan padanya dan dia menerimanya disusul bungkukkan darinya seperti bungkukan terima kasih.

“aku menemui Raein terlebih dahulu dan ternyata ikatan batin antara Appa dan anaknya memang tak bisa terpisahkan. Aku mengenalnya, aku berpikir lebih dulu kalau dia anakku dan ternyata benar. Disaat yang bersamaan Sierra datang, aku memohon padanya untuk tak meninggalkanku lagi. Aku mengatakan padanya kalau aku mencintainya dan betapa senangnya ketika dia mengatakan dia juga mencintaiku, kau pasti senangkan begitu seseorang membalas perasaanmu?” lanjutku dipenghujungi dengan menanyakan persetujuannya dan dia mengangguk.

“soal kematian…”

“Ah iya, padahal aku berniat memintanya menjadi istriku lagi tapi ketika pertemuan kami itu, dia meninggal”

“ketika pertemuan?”

Aku mengangguk pelan, “pertemuan kami setelah 4 tahun berpisah setelah ia mengatakan dia juga mencintaiku, dia meninggal dipelukanku saat itu juga,” aku mendengus pelan lalu memijat pelan dahiku, “bisa dibilang tragis. Mungkin kisahku ini lebih mirip dengan sebuah drama tapi inilah kenyataan aku tak mengarangnya karena ini memang benar-benar terjadi padaku.”

“Penyebabnya?” tanya Nari dengan cukup satu kata saja tapi aku sudah cukup mengerti apa maksud pertanyaannya.

“Dia menderita Leukimia dan orang-orang yang bersamanya selama inipun tak pernah ada yang tahu” aku merunduk ketika ku mulai rasakan air mata di pelupuk mataku, “bodoh, dia bodoh kenapa dia selalu memendam penderitaan itu sendiri. Kenapa dia selalu memilih memendamnya, aku menyesal karena tak pernah membantunya, saat ini yang bisa kulakukan untuknya adalah menjaga Raein untuknya. Menjaga harta berharga kami Kim Raein”

——

[News] Kai ‘EXO-K’ mengakui kalau dirinya pernah menikah 5 tahun yang lalu dan mempunyai seorang anak bernama Kim Raein. Diketahui bahwa wanita tersebut bernama Sierra Choi yang merupakan Sepupu dari Choi Minho ‘SHINee’. Kai mengakui bahwa dirinya tak pernah menjadi suami yang baik hingga pada akhirnya pernikahan itu Cuma bertahan 4 bulan. Kim Raein anak dari Kai dan Sierra merupakan anak yang lahir setelah perceraian mereka, Sierra memilih untuk menyembunyikan identitas Raein dan tak menemui Kai. Hingga 4 tahun setelahnya mereka bertemu dan Kai meminta mereka kembali padanya.

Nasib tak beruntung harus ditelan mentah-mentah oleh Kai, Sierra menderita Leukimia dan ia meninggal tepat disaat pertemuan pertama mereka setelah 4 tahun berpisah. Raein dulu pernah menjadi gunjingan tentang siapakah dirinya namun, pihak agency dan manager mengakui kalau Raein adalah keponakannya. Tapi melalui pengakuan langsungnya kepada Kwon Nari salah satu wartawan yang dikatakan sangat mirip dengan mendiang Sierra Choi, Kai mengakui segalanya tentang rahasia kehidupanya itu dan ia mengakui kalau Kim Raein adalah anak kandungnya.

——

~3 month later~

“Appa” panggil Raein padaku yang tengah membereskan perlengkapan Raein yang sempat berantakan tadi di ruang latihan agency kami.

“Wae, Raein-ah?” tanyaku sambil menarik Raein mendekat ke arahku.

Raein tiba-tiba saja menunjukan sebuah gambar yang ada di ipad entah milik siapa tapi sepertinya mirip punya Baekhyun hyung. Betapa terkejutnya aku begitu melihat gambar itu, foto Baekhyun hyung mencium pipi seorang yeoja dan kalian tahu itu siapa, Kwon Nari!

“Hyung!!!” teriakku kencang hingga membuat Baekhyun hyung yang tersisa bersamaku disini menoleh dari kejauhan. Dia langsung berlari ke arahku dan mengambil ipadnya dari tanganku, “apa itu hyung?” tanyaku masih setengah terkejut.

“Eobseo” gelengnya panik dan memasukan langsung ipadnya ke dalam tasnya itu.

“Appa, kata Nari gomo. Hyun shamchon dan Nari gomo pacaran” ucap Raein dengan begitu polosnya, aku langsung mendelik ke arah Baekhyun hyung lalu menatapnya meminta penjelasan dan tepat dia langsung mengangguk.

“Hohoho.. CHUKHAE..!!”

END

54 pemikiran pada “She is not You (Chapter 2)

  1. nyesek thor.. ;(
    sayang aku gak tau cerita sebelumnya.. Dan tentang baekhyun sama nari.. Boleh minta sequelnya? Penasaran!! 😀

    good job thor! 😉

  2. haaaaa koq end nya rada gimana gitu tapi bagus koq akhhhh entah kenapa ini kecepetan end nya harus nya jong in bisa menemukan penganti siera dan jong in menikah lagi akhhhhhhhhh maaf yah thor banyak mau nya tapi seru lah ini FF walaupun rada kecepetan tapi baguss

    keep writing thor buat FF baru nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s