Differences of the Twins’ Fate (Chapter 2)

Title: Differences of the twins’ fate [Part 2]

Author: Laras (@Laras_MoonHee)

Length: chapter

Genre: Romance, angst

Ratted: Teen

Cast:

–          Jung Jooyeon

–          Oh Sehun

–          Jung Miyeon

Other Cast:

–          Park Chanyeol

–          You can find it..

Note: Annyeong aku kembali dengan part 2 nya, untuk part 3 dan 4 (itu juga kalo sampe part 4) mungkin agak lama karena aku sekali ngirim itu 2 part. Jadi Mian dan aku harap kalian tetap menunggu. Daripada saya makin cerewet lagi mendingan langsung baca aja dan jangan lupa comment, Happy reading ^^

Kukerjapkan mataku berulang kali mencoba membuat mataku terbiasa dengan cahaya yang masuk ke dalam mataku yang baru terbuka ini. Cahaya terang melewati sela-sela tirai yang menutupi cahaya matahari untuk langsung masuk ke dalam ruangan ini. Ruangan? Aku lupa, dimanakah aku saat ini? Infus? Apa sekarang aku benar-benar di rumah sakit? Tuhan, apa yang terjadi padaku?

“Bayiku!!” pekikku begitu aku sudah mulai sadar betul, aku yang tadi dalam posisi tertidur sekarang langsung dalam posisi terduduk memegang perutku yang buncit ini.

“tenang saja anakmu baik-baik saja” ucap seorang yeoja yang tanpa kusadari telah berdiri di sampingku, Kim ahjumma, “Kim ahjumma..” panggilku lirih, aku langsung diam ketika dia memelukku.

Pelukan Kim ahjumma seperti pelukan Eomma, pelukan yang tak bisa kumiliki lagi dari Eommaku karena sekarang pelukanku itu hanya milik Jung Miyeon bukan Jung Jooyeon. Aku merindukan Eommaku tapi dilain sisi aku membencinya karena dia tak bisa menerimaku disaat aku sedang dalam keterpurukan justru Kim Ahjumma lah yang setia menemaniku.

“Kim ahjumma, boleh aku minta sesuatu?” tanyaku yang masih tetap berada dalam pelukan seseorang yang kuanggap Eomma ke-2 ku ini.

“Tentu, kau mau apa?” tanya balik Kim ahjumma.

“kumohon tetaplah disisiku, aku tak punya siapapun lagi selain dirimu. Aku menyayangi Kim ahjumma seperti aku menyayangi Eommaku sendiri” ucapku mulai melemah.

“Aku tahu itu, tanpa kau bicara Ahjumma akan selalu disisimu. Kau butuh seseorang untuk menemanimu, tak ada suami Ahjumma pun jadi hahaha” ucapnya diselingi tawa dan aku ikut tertawa begitu mendengar tawa Kim Ahjumma, rasanya kalau Kim ahjumma senang akupun juga ikut senang.

“Ahjumma aku ingin jalan keluar, disini lembap. Biarkan anakku ini menghirup udara segar” ijinku pada Kim ahjumma dan ahjumma mengangguk.

Kim ahjumma membantuku turun dari ranjang dan membantuku berjalan. Kim ahjumma memegang tangan kananku sedangkan tangan kiriku mendorong tiang infusku. Ketika aku membuka pintu aku melihat pemandangan yang sudah membuatku malas untuk menatap mereka. mereka orang-orang yang kubenci ada disini, untuk apa?

“Jooyeon-ah, Gwaenchana?” tanya wanita paruh baya yang tadi duduk di antara mereka begitu melihatku dia langsung beranjak dari duduknya lalu mendekatiku.

Aku menatap mereka, memandang mereka dengan pandangan tak suka. Aku sadar betul tergurat rasa kecewa di wajah mereka begitu mereka menerima tatapanku. Mereka disini, untuk apa? Mengusikku lagi?

“Sedang apa kalian disini?” tanyaku dengan nada sangat tak mengenakan, sebenarnya aku tak mau seperti ini tapi merekalah yang membuatku seperti ini, “Pergi. Aku tak mau melihat kalian lagi dan jangan datang ke hadapanku lagi” kataku mengusir mereka sembari beranjak menuju ke arah luar rumah sakit hendak meninggalkan mereka tapi aku malah dihalangi oleh seorang namja, ya namja yang merusak hidupku.

“Orang tuamu belum selesai bicara” tegasnya seperti hendak melawanku, aku melengos dan mencoba melewatinya tapi dia bertindak kasar dengan mencengkram tanganku dan menahan tiang infusku, “Apa kau tak bisa menghargai orang lain, Jung Jooyeon?”

“Oh, kau bisa membedakan aku dan yeoja itu Oh Sehun. aku pikir kau bodoh” sindirku dan wajahnya semakin menunjukan kekesalannya. Rasakan itu, Oh Sehun.

“Dia Eonniemu” katanya sembari menggertak giginya kesal.

“Aku sudah bilang kemarin, aku tak punya orang tua dan keluarga kecuali Kim ahjumma!” bentakku padanya atau lebih tepatnya menyindir orang-orang yang kubenci itu, semuanya. “Lepaskan aku” perintahku sekali lagi sekarang dia melepas cengkramannya tapi tidak dengan tiang infusku, huh dia pikir aku takut.

Kucabut infus yang menancap di tanganku dengam kasar hingga kusadari tanganku sedikit terluka karena cabutan infus itu hingga menimbulkan aliran darah kecil di tanganku namun, itu semua tak kuperdulikan. Aku kembali berjalan keluar meninggalkan mereka sampai kata-kata dari Appaku membuatku berhenti melangkah, dan yang pasti pertanyaan itu membuat dua orang yang merusak hidupku itu terkejut.

“Kembalilah ke rumah, dan katakan pada kami siapa yang membuatmu seperti itu!” lantang Appaku berbicara, aku berbalik menatap mereka namun bukan untuk mengiyakan permintaan mereka, aku tak mau kembali sampai yeoja itu mengakui kesalahannya sendiri. Aku Cuma butuh kejujuran darinya bukannya hidup dengan kebohongan yang terus membuat adiknya sendiri menderita.

“Aku tak mau kembali” gelengku pelan lalu menggandeng tangan Kim ahjumma.

“Jooyeon..” lirih Eommaku.

“Sebelum dia belum mengakui kesalahannya, aku takkan pulang” kataku dan kembali pergi meninggalkan mereka aku pikir mereka pasti sedang berpikir dengan kata-kataku tadi. Silahkan kau berpikir lagi Jung Jooyeon dan Oh Sehun, semua ini kesalahan siapa.

—-

Author POV

@Jung family house

Setiba di kediaman Jung di antara mereka tak ada yang membuka mulut, mereka terlalu sibuk untuk mengurusi pikiran mereka masing-masing. Sehun juga sejak tadi memilih bungkam meski ia tahu lama kelamaan pasti identitasnya pasti akan terungkap juga. Sehun sesekali melirik Miyeon yang sejak tadi kelihatan tegang. Tiba-tiba saja mata tuan Jung menatap Miyeon dengan begitu sinis.

“Apa kau mengetahui sesuatu Miyeon?” tanya tuan Jung dan langsung membuat Miyeon terkesiap, “Dulu Jooyeon menunjukmu kalau itu semua karenamu tapi kau memilih bungkan, apa kau tahu sesuatu sampai Jooyeon seperti ini?” selidik tuan Jung kepada anak tertuanya itu.

“A-A-anniyo Appa”

“Lalu siapa namja yang membuat Jooyeon seperti ini? Kau tahu namja yang dekat dengan Jooyeon?” tanya Appanya lagi menyelidik bahkan sekarang suasananya benar-benar menegangkan.

“Yang kutahu Cuma Chanyeol Oppa terlebihnya tak ada” jawab ragu Miyeon.

“Kalau begitu kita tanyakan dia” kata Appanya dan membuat Miyeon tambah menegang pasalnya Chanyeol juga mengetahui semuanya, masalah siapa yang membuat Jooyeon sampai seperti ini.

—-

Siang itu terlihat seorang namja tengah asik berkutat dengan laptopnya, bukan untuk mengerjakan tugas tapi untuk mencari seseorang yang selama ini ia cari. Tak lama datang sepasang pria dan wanita paruh baya mendatanginya. Namja muda itu yang melihat kedatangan mereka langsung membungkuk hormat pada mereka.

“Annyeonghaseyo, Jung Ahjussi, ahjumma” sapa namja itu.

“Chanyeol-ssi bisa kami bicara denganmu sebentar?” tanya tuan Jung dan membuat Chanyeol kebingungan, “Mengenai Jooyeon” lanjut tuan Jung dan disambut anggukan Chanyeol.

—-

Saat ini mereka sedang berada di dalam rumah sakit lebih tepatnya rumah sakit tempat Jooyeon dirawat. Chanyeol tak tahu mengapa ia dibawa kesini yang pasti ia hanya mengikuti kedua orang tua Jooyeon dan Miyeon itu. akhirnya mereka berhenti di depan salah satu ruangan, dari gerakan matanya tuan Jung memerintahkan Chanyeol untuk masuk. Chanyeol hanya mengangguk dan masuk ke dalam salah satu ruang rawat itu.

Chanyeol mengedarkan pandangannya mencari sesuatu yang dimaksud oleh tuan Jung itu, sampai matanya langsung tertuju pada seorang yeoja yang sedang duduk di balkon jendela. Yeoja yang cantik tengah menikmati angin yang berhembus sehingga membuat beberapa helai rambutnya bersayup cantik menemani wajahnya yang tak kalah cantiknya itu bagi Chanyeol. Chanyeol tak percaya ia akan menemukannya, bertemu dengan yeoja yang sedang ia cari selama ini namun, kondisi tubuhnya juga membuatnya terkejut.

“Jooyeon” panggil Chanyeol, yeoja itu menoleh padanya dan ia langsung melebarkan matanya tak percaya namja itu akan berhasil menemukannya.

“Chanyeol oppa?”

Chanyeol mendekatinya dan langsung memeluk Jooyeon tapi Jooyeon tak membalasnya. Ia terlalu takut untuk kehilangan sahabatnya itu karena mengetahui dia hamil. Ia tak mau sahabatnya itu jijik melihatnya jadi ia memilih pergi tak memberitahunya tapi dia malah ditemukan oleh namja itu. Namja yang sudah ia anggap sebagai Oppanya sendiri.

“kemana saja kau? aku mencarimu, kau tak tahu aku khawatir setengah mati? Jangan pergi lagi, aku mohon Jooyeon” pinta Chanyeol yang masih terus memeluk Jooyeon.

Jooyeon terdiam ia tak tahu harus bagaimana, hingga suara Appanya memecah keheningan di antara mereka.

“Jadi Apa kau Appa dari anak yang dikandung Jooyeon?” tanya Appanya menelisik tapi Jooyeon hanya merunduk dan menggeleng pelan.

“Kalau anda ingin tahu, tanya saja Jung Miyeon dialah yang tahu segalanya, atau perlu Oh Sehun” jawab Chanyeol tersenyum setan.

Entah apa karena takdir ataukah kebetulan saat itu Sehun dan Miyeon datang, dan tak bisa dihindari lagi ketegangan di antara mereka semakin menjadi. Chanyeol yang melihat kedatangan mereka langsung merasakan keberuntungan ada di pihaknya dan pihak Jooyeon tapi rupanya Chanyeol masih memikirkan satu sisi lagi. Kalau semuanya terungkap, ia takkan pernah bisa bersama Jooyeon sekarang ia sedang dilanda kebimbangan.

“Miyeon, Sehun” panggil tuan Jung dengan begitu tegasnya.

“Nae, appa” Miyeon mendekat pada Appanya begitu juga Sehun sampai Appanya mulai menatap mereka sinis, Miyeon yang menyadari itu langsung terdiam dan ketegangan sedang melandanya.

“Kalian pasti tahu sesuatu, katakan yang sebenarnya padaku Jung Miyeon, Oh Sehun”

To Be Continued

64 pemikiran pada “Differences of the Twins’ Fate (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s