Forgetting Oh Sehun (Chapter 2)

Author           :         KeyBummie

Main Cast     :
-Han Eun Soo
-Oh Sehun       EXO
-Lu Han           EXO

Genre            :         Romance

Readers anyeeoooongg ^0^ *lambailambai* *tebarbias*

Author balik lagi nih membawa bagian kedua dari ff minggu lalu . Semoga kalian suka ya dengan ff karya saya .. #pasrah

Owiya , author mau ngucapin BIG THANKYOU buat comment kalian di chapter 1 karena itu bener bener membangun 😀 . Tetep ditunggu comment nya yaaa di chapter ini … ^^

Langsung aja nih , cekidot ! 😀

***

Matanya menatap takjub kearahku , seolah aku adalah manusia tipe terbaru yang muncul didepan nya . Bisa kulihat garis garis ungu kehitaman di bawah kedua pelupuk matanya , dan aku yakin pagi ini adalah pagi pertamanya diluar rumah sejak seminggu yang lalu . Sejak hari dimana jaket wol-ku basah dengan air matanya , hari dimana aku mengantarnya pulang setelah memaksanya mengatakan dimana alamat rumahnya . Aku lega karena hari ini dia tampak sehat , yaaaah .. dibanding dengan hari itu , kini dia jauh lebih sehat … dan lebih tenang .

Aku menyodorkan jepitan rambut kupu kupu miliknya , dan sorot matanya beralih kearah tanganku . Aku sedikit kecewa karena mata itu tak lagi menatap wajahku .

“Jepitanmu terjatuh waktu itu” Aku berkata padanya .

“Oh , jeongmallyeo ? Gamsahamnida Lu Han-ssi ..” Dia meraih jepitan rambut di tanganku dan tersenyum berterima kasih kepadaku.

“Mianhae , aku baru mengembalikannya sekarang . Kau , tak pernah keluar rumah sejak minggu lalu . Senang sekali ternyata hari ini kau muncul .”

Matanya terbuka lebar dan sekali lagi , menatapku dengan takjub .

“Kau , menungguku disini terus setiap hari ?” Nada suaranya terdengar cemas .

“Aniyo ,, Cuma setiap pagi .. aku kan harus kuliah ..” Aku tertawa kecil sambil menjawab pertanyaan nya .

Entah mengapa gadis itu terus memandang mataku , dan anehnya aku pun terus membalas pandangan matanya . Aku suka matanya , ekspresi wajahnya , rambut hitam panjang sepinggangnya , dan aku lega tidak ada air mata lagi di mata besar miliknya .

Tanpa sadar , kami terdiam satu sama lain . Well , ini adalah diam yang tidak mengenakkan . Dulu kami bertemu di situasi yang tidak mengenakkan , seharusnya aku bertanya sesuatu tentang keadaanya sekarang , namun ternyata aku takut menyinggung perasaanya . Gadis ini , tampak begitu rapuh ..

“Geure .. Eun Soo-ssi , jigeum tteonaya hae (aku harus pergi sekarang) , anyeonghigaseyo ..”Aku tersenyum dan membungkuk padanya .

Dia balas membungkuk padaku . Kulambaikan tanganku sambil tersenyum dan dia balas melambai padaku . Lama kami saling berpandangan hingga aku memutar tubuhku untuk memasuki mobilku yang kuparkir tak jauh dari rumah Eun-Soo . Perlahan , kujalankan mobilku . Aku melirik ke kaca spion dan tersenyum senang karena ternyata Eun-Soo masih disana . Melambai ke arah mobilku yang menjauh darinya . Ini aneh , kenapa aku merasa senang ? Sosok Eun-Soo menghilang seiring dengan mobilku yang berbelok di tikungan .

Aku terkejut ketika ponselku berdering . Buru buru kuangkat dan kutempelkan di telingaku .

“Yeoboseyo ?”

“Han lu , ni zai nali ? ( Lu Han , kau dimana?)” Suara seorang wanita dengan aksen cina yang kental menyapa telingaku .

Deng yixia, wo hen kuai jiu hui hui jia . (sabar , sebentar lagi aku sampai di rumah)”Aku menjawab sambil terkekeh geli . Ibuku memang tidak berubah , selalu mengkhawatirkan keadaanku .

“Oke oke , ibu tunggu dirumah . memangnya kau darimana sih ?” Aku semakin tertawa mendengar suara ibuku yang seperti anak kecil .

Butuh waktu lama bagiku untuk menjawab pertanyaan ibuku . Sambil menyetir , kusenandungkan lagu Kim Jiae , penyanyi korea kesukaan ibuku .

Ni zai nali cong nanhai ma ? (kamu darimana anakku sayang?) “ Ibuku mengulang pertanyaan nya.

Aku tersenyum .

yu daole yigie meili de nuhai  .. ( bertemu dengan gadis cantik ) .. “

“Geure .. Eun Soo-ssi , jigeum tteonaya hae (aku harus pergi sekarang) , anyeonghigaseyo ..”Dia membungkuk padaku , lalu berjalan menuju mobilnya yang diparkir tak jauh dari rumahku .

Entah mengapa , sedikit rasa sedih menyusup ke hatiku ketika dia berpamitan padaku . Harusnya aku berkata “gamshahamnida Lu Han-ssi ,” atau apalah sebagai kata-kata terakhirku . Namun aku hanya balas membungkuk padanya dan diam seribu bahasa . Ini , perasaan yang aneh .

Aku lega ketika Lu Han tidak segera membalikkan badannya , namun berjalan mundur sambil memandangku dan tersenyum manis padaku . Tuhan , ini sungguh aneh , aku balas memandangnya , seolah olah mata dan otakku sudah tak terhubung lagi . Derum mesin mobil Lu Han terdengar dan beberapa detik kemudian mobil itu sudah berjalan pergi meninggalkanku . Kulambaikan tanganku , berharap Lu Han akan melihatnya dari kaca spion nya , walaupun mustahil . Kuturunkan tanganku ketika kulihat mobil Lu Han menghilang di tikungan .

“Eun Soo-ah , kenapa masih disini ?”

Aku terlonjak kaget dan mendapati Han Jong-In, kakak laki lakiku berdiri di pintu gerbang , bertanya padaku .

“Oppa , seminggu yang lalu , seminggu yang lalu , apa oppa masih ingat siapa yang mengantarku pulang ? namja ? yeoja ? nu gu ya ?”

“Namja-yeo .. “ Nampak jelas sekali kebingungan di wajah oppa-ku.

“Geu ireum-i mwo-jyo ? (siapa namanya?)” Aku berusaha keras menjaga nada suaraku agar terlihat santai , walau kenyataanya jantungku berdegup kencang sekali .

“wae ? kenapa tiba tiba menanyakan hal itu ? geu ireum-eun Lu Han-isseoyo ..”

Kurasakan perutku mengejang , ternyata benar , Lu Han yang menolongku waktu itu .

“Kau tahu Eun Soo-ah ,, waktu itu kau kacau sekali . rambutmu berantakan , wajahmu basah air mata , dan malam itu Lu Han datang menggendongmu di punggungnya . Seisi rumah panik semua . Eomma lari ke dapur menyiapkan air hangat , Appa langsung menelfon dokter . Setelah menidurkanmu di tempat tidurmu , aku dan Lu Han bersiap meninggalkan kamarmu ketika kami menyadari satu hal aneh “

Aku menoleh ke arah oppa-ku ketika dia berhenti bercerita padaku . Kurasakan nafasku memburu dan aku haus tentang Lu Han saat itu juga .

“ hal aneh apa ? malhaebwa oppa … !!”

“Kau , tidak mau melepaskan tangannya . Kau , menyebutnya Se Hun .. dan, entah mengapa Lu Han tetap di samping tempat tidurmu , memegang tanganmu , dan menunggumu tertidur kira kira 2 jam kemudian ..”

Mataku melebar mendengar cerita Jong In-oppa . Mwo ? Mwo ? benarkah ? kenapa aku tidak ingat ? kenapa tidak ada yang memberitahuku soal ini ?

“Ya Han Eun-Soo , sebenernya Lu Han itu siapa ? neo namja-chingu ? setahuku pacarmu masih Se Hun kan ? Ya ! Eun Soo-ah ! malhaebwa .. !!”

Sekarang , semuanya terlihat jelas , mengapa aku begitu familier dengannya , dengan suaranya , dengan matanya .. Aku tidak memperdulikan pertanyaan pertanyaan kakakku . Kini , kupandangi jalan yang baru saja dilalui Lu Han beberapa waktu lalu . berbagai perasaan bercokol di hatiku . sesal , senang , kaget , rindu …

Lu Han-ssi ,, uri-ga dashi mannal-ttae ? (kapan kita bertemu lagi?)

***

“Han Eun-Soo !”

Mendengar namaku dipanggil , aku segera berjalan melewati kursi kursi yang dipenuhi oleh teman teman sekelasku , meraih meja guru dan menerima ijazah kelulusan SMA dengan nama Han Eun-Soo di sampulnya , di bawah tulisan ChungDam High School .

“Chukka-hamnida Han Eun Soo-ssi”

Aku tersenyum dan menyalami tangan Guruku . Hari ini , semua calon wisudawan SMA ChungDam berkumpul untuk menerima ijazah sebelum pesta kelulusan yang akan digelar 2 minggu lagi .Setelah berjuang keras di ujian akhir , tentu ini adalah kado yang indah untuk kami semua, tak terkecuali untukku . Sayangnya kini aku bingung harus berbagi kebahagiaan dengan siapa . Aku merogoh ponselku , melihat layarnya sekilas , dan aku berusaha menahan air mataku ketika tak kutemukan namanya disana . Dia … tak pernah menghubungiku lagi .

Nama terakhir telah disebutkan oleh guruku , dan akhirnya kami semua diperbolehkan keluar dari kelas .

“Eun Soo-aaaaaah !!! lama enggak ketemu !! aaaaa bogoshippo-sso .. !!”

Aku terlonjak ketika segerombolan yeoja menghampiriku dan memelukku erat erat . Mereka bukan teman sekelasku , jadi butuh waktu bagiku untuk mengingat wajah mereka satu satu .

“Iya , lama enggak ketemu . “ Aku tersenyum sambil menyambut pelukan mereka .

“Ya ! Eun Soo-ah ! Se Hun-sunbaenim apa kabar ??? aduuuuh lama ya ga liat dia . Kau hebat Eun Soo-ah ! 3 tahun tuh lama lhooo “

Yeoja yang kuketahui bernama Lee Seung-yoon bertanya sambil mencolek colek pundakku .

“Eh iya bener , Se Hun-Sunbae apa kabar ?? aduuuuuh setelah dia lulus SMA kita krisis namja namja ganteng . Dia masih bersahabat dengan Joon Myun-sunbae kan ??”

Aku terdiam mendengar pertanyaan mereka . Se Hun-sunbae .. aku harus jawab apa .. apakah mereka belum tahu kabar itu ? mustahil jika mereka belum tahu ..

“Maaf ya , aku buru buru pulang .. anyeonghigaseyo ..” Kuterobos kerumunan murid murid yang mengantri di pintu kelas .

Aku berjalan menuju lockerku dan terhenti karena seseorang telah menungguku disana .

“Eun Soo-ah ..”

Song Yeon-Hee , sahabat terbaikku , berdiri disana sambil mendekap ijazahnya , berusaha keras menahan air mata di pelupuk matanya .

Aku tersenyum perih . Jadi , Yeon-Hee sudah mendengar kabar itu .. Mianhae Yeon Hee-ah.. harusnya aku sendiri yang memberi tahumu soal kabar itu ,, bukan nya orang lain ..

Aku menarik tangan Yeon-Hee , mengajaknya duduk di kursi taman dekat lapangan basket sekolah kami . Yeon-Hee terus memandangi wajahku , berusaha memastikan keadaanku . Aku menoleh kearahnya dan tersenyum .

“Ne Yeon Hee-ah , aku sudah berpisah ..”

Butuh kekuatan yang besar bagiku untuk mengatakan hal itu . Setiap suku kata yang kuucapkan terasa menyesakkan dan perih tentu saja .

Yeon-Hee tidak berkata apa-apa melainkan meremas tanganku lembut . Ini yang kusuka darinya , dia tidak kebanyakan bertanya karena dia tahu itu akan melukaiku lebih dalam .

“Selama 3 tahun ini , Se Hun-sunbae sudah amat sangat baik mau menemaniku , membimbingku , menjadi orang tempat aku bersandar , tempat ku berpegangan , menjadi segalanya dalam hidupku , walaupun sebenarnya aku tahu dia tidak bahagia bersamaku . Kau tahu Yeon Hee-ah , sebulan lebih kami sudah jarang berhubungan , dan dalam sebulan itu aku selalu dihantui ketakutan dia akan meninggalkanku . Dan ternyata semua itu benar ..”

Satu persatu air mataku jatuh . Tuhan .. sebenarnya aku sudah benci menangis ..

“Aku benci kenapa aku terlalu rapuh , sehingga aku selalu membutuhkan Se Hun di sampingku , aku tahu dia lelah , aku tahu dia tidak bisa bersandar padaku .. Se Hun orang yang baik .. harusnya aku tahu dia butuh yeoja yang lebih daripdaku ,, yeoja yang bisa menenangkan nya saat dia terpuruk , tidak seperti aku yang justru ikut menangis ketika melihat kesedihan nya ..”

Kini Yeon-Hee mulai merangkul bahuku ,, dan tangisku tak terelakan lagi .. Bahuku berguncang naik turun .. meluapkan sesak yang bersarang di dadaku .

“Aku yang salah Yeon Hee-ah .. aku .. terlalu mencintainya ..”

“Ya ! Han Eun-Soo ! kalau itu semua membuatmu sedih , buang saja jauh jauh soal Oh Se Hun !dan kukira ini adalah saat yang tepat karena kau akan memulai hidup barumu di universitas nanti ! iya kan ?? hapus air matamu sekarang dan mulailah hidupmu yang baru ..”

Aku terdiam . Air mataku berhenti . Yeon Hee-ah , kau benar .. aku harus bangkit .. tapi sayang seribu sayang Yeon Hee-ah .. aku .. sudah tidak bisa bangkit lagi ..

***

BRAAAKKKK !!!

Aku , dan semua orang yang sedang dalam ruangan sebuah kantor studio foto terlonjak kaget karena suara pintu yang dibuka paksa oleh seseorang .

“KITA DAPAT JOOOOBBB … !!!!”

Park Si Hoo-ssi , pimpinan usaha photography and graphic design tempatku bekerja berteriak girang sambil memeluk kami , anak buahnya satu persatu .

Perlu 10 detik bagi kami semua untuk menyadari berita gembira ini . Yah ,, untuk usaha photography kecil kecilan seperti ini , yang hanya merekrut mahasiswa mahasiswa dengan hobi foto sana foto sini sebagai fotografernya , dapat Job berarti dapat harta karun .

“WOOOOAAAAAAHHHH … !!!”

Kami semua berteriak kegirangan , loncat sana loncat sini sambil menepuk nepuk pundak satu sama lain .

“Sunbae ! Job apa nih ?!?!” Salah seorang temanku bertanya pada Park Si Hoo-ssi , diikuti oleh pandangan penasaran kami semua .

“Kita diminta untuk memfoto acara wisuda SMA di Seoul . 2 minggu dari sekarang . “

Park Si Hoo-ssi tersenyum lebar sebelum menyambung penjelasannya .

“Jadi , kuminta kalian semua bersiap siap untuk acara ini . Terutama kau Kyung-Soo , Jong-Hyun , Jun-Ki , dan kau Lu Han . karena kalian kan fotografernya .. !!”

Aku tersenyum bersemangat ketika Park Si Hoo-ssi menyebut namaku . Ini debut pertamaku sebagai seorang fotografer ..

Terdengar suara suara bersemangat di sekelilingku , dan sebuah tepukan mendarat di pundakku . Kutolehkan kepalaku dan kulihat Kyung-Soo , tersenyum lebar dan berkata

“Akhirnya kau jadi fotografer juga . hahahahahaha”

“Ngomong-ngomong SMA mana nih yang mau kita foto wisuda nya ?”

Aku dan Kyung-Soo menoleh ke arah pimpinan Si Hoo setelah salah seorang teman kami melontarkan pertanyaan padanya .

“Oooh .. Cuma di Seoul kok ,, SMA ChungDam ..”

***

-to be continued­-

 

Chapter 2 selesai ..

Fiiiuuuhhhh .. *Lap Keringet*

Gimana readers !?!?!?!? apa yang kurang ??? awawawawawaaaaa …. miaann klu ceritanya masih jeleeeeek ToT *bow*

Author sengaja ga ngasih POV karena author pengen readers sendiri yang nemuin ini POV siapa .. jadi lebih seru gitu bacanya .. hohohoho ..

Ditunggu dengan amat sangat yah commentnyaaa .. supaya ff ini bisa lebi baik .. gamshaaaaaaaaaa ^o^ .. !! *ciumreadersatusatuI*

 

Iklan

68 thoughts on “Forgetting Oh Sehun (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s