Is It the True Love? (Chapter 3)

Author: Mrs_Kim

Main cast:

– Kim Jong In (Kai)

– Park Jung Rin

– Kim Jong Woon ( Super Junior)

Support cast:

–          Sungmin ( Super Junior)

–          Soojin (Jungrin’s friend)

–          NaRi (Jungrin’s friend)

Genre: romance, and a little bit about friendship

Note: ini ff pertamaku, so sorry kalau ceritanya belum terlalu nggreget, klimaks nya masih biasa dan tata bahasa yang masih amatir. Harap maklum! Enjoy it chingu!^^

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Sudah hampir satu bulan ia tidak main dengan Jongin  karena kesibukannya. Walaupun disekolah mereka masih bertemu, tapi entah kenapa keakraban mereka terasa renggang. Suatu ketika di hari minggu, Jongwoon mengirim SMS

From: My Oppa

Jungrin-ah, hari ini kau sibuk tidak? Ayo kita jalan2…aku akan menjemputmu sekitar 30 menit lagi…

 

To: My Oppa

Aku tidak sibuk oppa…oke aku tunggu

“lebih baik aku siap2 sekarang….” Kata Jungrin

“padahal oppa mengajakku jalan2…tapi kenapa aku masih tidak semangat begini??? Aaaah….ini hanya perasaanmu saja Jungrin-ah!” batin Jungrin

……………………..

TINGTONG

“oppaaaaaaaaa…….!!” kata Jungrin sambil membuka pintu kemudian langsung memeluk Jongwoon

“hai adik manis…apa kabarmu?” jawab Jongwoon sambil mencubit lembut pipi Jungrin

“aku tidak baik….aku kangen oppaaaaaaaaa!!” peluk Jungrin erat

“hahahaha…ara…ara….kau sudah siap?”

“ne! ayo berangkat…!”

Selama perjalanan mereka ngobrol seperti biasa

“oppa, kita mau kemana hari ini?”

“ehmmm….aku mau latihan dulu…kau mau menunggu?”

“tentu saja! Aku kan yeoja paling setia yang menunggu seorang Kim Jongwoon untuk berpaling padanya…” kata Jungrin sambil memeletkan lidah

“hahahahaha!” Jongwoon hanya membalas dengan gelak tawanya

Sesampainya mereka di gedung SMent

“annyeong….aku sudah datang…” kata Jongwoon

“annyeonghaseyo oppa deul! Park Jung Rin juga sudah datang!”

“hahaha….selamat datang! Oh iya, hyung…kau dicari Youngjin sunbaenim tadi…” kata Sungmin

“jinjjayo? Baiklah aku kesana dulu…”

Setelah Jongwoon pergi, Jungrin langsung duduk di sofa yang ada disebelahnya dan…melamun

“hei! Park Jung Rin!” kata Sungmin sambil menepuk pundak Jungrin

“ah! Ne oppa?”

“kau melamun apa? Kau tidak apa kan?”

“anio oppa….nan gwenchanayo…”

“aaaaaah kau tidak pernah melamun seperti ini sebelumnya…kau bisa cerita padaku kalau ada masalah…begini begini aku juga oppa mu…”

“ng……..aku bingung mau cerita darimana oppa…”

“ehm…….…..biar kutebak………karena  Jonginnie?”

“ah? Bagaimana oppa bisa tahu?”

“Jongwoon hyung yang menceritakannya padaku…”

“cerita? Soal apa?”

“dia meminta Jongin untuk menemanimu saat ia tidak ada…supaya kau tidak kesepian…kau pasti kesepian karena EXO sedang sibuk-sibuknya…betul tidak?”

Jungrin mengangguk pelan

“Jongwoon oppa jahat…dia sudah membuatku mulai menyukai orang lain…”

“jadi kau menyukai Jonginnie???”

Jungrin hanya menaikkan pundaknya sebagai jawaban kalau ia tidak tahu

“Jungrin-ah…Jongwoon hyung tidak bermaksud jahat…dia melakukan ini demi kebaikanmu juga…”

“biar aku yang jelaskan Sungminnie…” kata Jongwoon tiba2 masuk yang diam2 mendengar pembicaraan Jungrin dan Sungmin dari luar “kita bicara diluar saja Jungrin-ah…ayo…”

Jungrin mengikuti Jongwoon dari belakang

“Jungrin-ah…kau sudah tahu apa yang sudah aku minta pada Jonginnie kan?” kata Jongwoon sambil menarik Jungrin untuk duduk disampingnya

Jungrin hanya mengangguk

“kau tahu untuk apa sebenarnya aku melakukan ini?”

“anio oppa” jawab Jungrin pelan

“supaya kau tidak menyukaiku lagi…”

DEG

Air mata Jungrin mulai menetes satu persatu

“w-w-waeyo oppa?”

“aku tidak ingin kau terluka dan sedih karena aku…kau tahu itu? Aku tidak mungkin menganggapmu lebih dari yeodongsaeng ku…aku sudah terlanjur menyayangimu sebagai adikku…bukan sebagai seorang yeoja…” kata Jongwoon sambil memegang kedua tangan Jungrin

“tapi oppa……” suara Jungrin mulai serak

“aku tahu kau bisa melupakan aku Jungrin-ah…walaupun tidak sebentar…tapi kau pasti bisa melupakan aku sebagai namja yang kau cintai…aku percaya kau bisa…aku tidak ingin kau lebih terluka lagi Jungrin-ah…”

“oppaaaaaaaa……jebal….” tangis Jungrin mulai menguat

“lupakan aku Jungrin-ah…aku bukan untukmu…tapi aku akan selalu ada untukmu…” kata Jongwoon sambil memeluk Jungrin

“menangislah…..aku akan tetap disini…” ucap Jongwoon lembut

oppa….kenapa kau seperti ini padaku? Aku memang sedikit merasakan kehadiran Jongin tapi aku masih mencintaimu….bagaimana caranya aku bisa melupakanmu?? Itu malah tambah menyakitkanku…..” miris Jungrin dalam hati

+++

~~Esok harinya~~

KRIIIIIIIIIINGGGG KRIIIIIIIIIIIIIIIIINNNGGG

“ck…..sudah pagi….sekolah….aigoo…kepalaku pusing……” kata Jungrin datar

Jungrin pergi sekolah seperti biasa. Saat dihalte bus ia melihat ada poster besar bertuliskan ‘EXO SHOWCASE’ ia memandang poster itu datar. Tak tahu harus berbuat apa, ia langsung menunduk. Hatinya sakit lagi melihat salah satu wajah di poster itu. Kim Jong In…ah bukan, tapi Kai.

Jungrin duduk dipojok belakang bus. Selama perjalanan, headset selalu menemani dengan lagu2nya.

Sesampainya disekolah

“YAAAA! PARK JUNG RIN!! Ada apa denganmu belakangan ini??? Setiap datang kesekolah kau selalu murung??? Lihat matamu! Sembab tak karuan! Kau bisa cerita pada kami Jungrin-aaaah….kami tidak tahan melihatmu seperti iniiii….” Kata Soojin

“benar Jungrin-ah…kau bisa cerita” lanjut NaRi

“aku….bingung…..” jawab Jungrin terbata

“waeyo???” kata Soojin

“Jongwoon oppa….Jongin-ah….aku bingung….”

“ada apa dengan mereka…?” NaRi membalas

“aku ….tidak tahu…………..menyukai siapa…………”

BRAKKK

“Jungrin-ah???!!!” teriak Soojin dan NaRi

+++

“ng…..dimana ini?……………..ah, di ruang kesehatan”

“kau sudah bangun Park Jung Rin?” tanya guru kesehatan

“ne seongsaenim…..”

“ada apa kau tiba2 jatuh dikelas tadi? Semalam kau melakukan apa saja sampai sekarang kau begini?”

*flashback*

Setelah menangis hingga lelah dipelukan Jongwoon, Jungrin pulang sendirian. Ditengah dinginnya salju yang turun dengan lebat, akhirnya ia menangis lagi sepanjang jalan. Bahkan saat ia sampai rumah, ia langsung membanting diri ke tempat tidur, dan menangis lagi.

“oppa……kenapa kau melakukan ini???”

Dan tangisnya pun semakin menjadi-jadi, hingga ia terlelap dalam tangisnya.

*flashback end*

 

“lebih baik kau istirahat sebentar lagi…kemudian kau pulang saja dulu…ada yang mengantarmu?”

“aku pulang sekarang saja seongsaenim….aku bisa pulang sendiri….”

“benar? Tidak apa?”

“ne….”

“kalau begitu hati2 dijalan…kalau kau pusing segeralah kau duduk…”

Jungrin pulang dengan langkah gontainya. Cuaca cukup dingin hari ini, ditambah dengan kondisi Jungrin yang seperti ini. Saat menunggu bus, kepala Jungrin mulai pusing lagi. Dan tak lama kemudian…

BRAKKK

+++

“ng?………………rumahku? kenapa aku bisa sampai disini?”

“aku yang mengantarmu…”

“Jongin-ah???” Jungrin bangun

“kenapa kau? Seperti melihat hantu saja…” kata Jongin tersenyum

“ah…..aku….hanya……”

“terkejut…” lanjut Jongin

“kau sedang sakit…kenapa kau tidak istirahat diruang kesehatan saja? Malah pulang dalam kondisi begini…” kata Jongin sambil merebahkan Jungrin ke posisi tidur

“kau……..tidak latihan?”

“tadi aku sedang dalam perjalanan untuk latihan…tapi aku melihat orang berkerumun…saat aku lihat itu kau, langsung kubawa kau naik mobil” kata Jongin sambil menaruh kompres di dahi Jungrin

“ah, begitu……….”

Tak lama kemudian Jungrin pun kembali tertidur

~~beberapa saat kemudian~~

“apa dia masih tidur NaRi-ya?” bisik Soojin

“ne…..dia masih tidur…kau sudah buat sup nya?” jawab NaRi pelan

“ne…ini aku bawa” jawab Soojin

“ng……….nuguseyo?” kata Jungrin lemah

“ini kami Jungrin-ah….” Kata NaRi tersenyum

“ah….kalian….dimana Jongin-ah?”

“dia sudah pergi dari tadi…”

“ah…begitu ya…”

“kau mau makan?”

“ne…aku lapar………..”

“ah…pas sekali kau baru bangun Jungrin-ah….ini ada sup”

“gomawo Soojin-ah….”

“kau sudah baikan Jungrin-ah?”

“anio….mungkin aku akan izin sekitar seminggu…kalian tahu sendiri kalau aku sudah sakit akan lama sekali untuk sembuh…”

“kami tahu……………….Jungrin-ah…kau bisa ceritakan pada kami…” kata Soojin

Jungrin terdiam sebentar

“aku ingin menangis saja rasanya….aku baru pertama kali seperti ini…”

Akhirnya Jungrin menceritakan semua yang ada dikepalanya. Dari soal Jongwoon menyuruhnya untuk tidak menyukainya lagi, hingga sekarang ia yang hatinya selalu sakit ketika mengingat Jongin.

“itu berarti kau menyukainya Jungrin-ah…” kata NaRi

“aku tidak tahu…..” jawab Jungrin lemah

“kau akan tahu nanti…oh iya…akan ada showcase nya EXO hari sabtu nanti…kau mau datang? Aku dapat tiketnya tapi aku tidak bisa datang…kalau kau mau kau bisa datang langsung hari sabtu nanti… Aku akan tinggalkan tiketnya dimeja makan…”

“ne…aku….ingin istirahat lagi…”

“baiklah…cepat sembuh Park Jung Rin” kata NaRi sambil mengusap kepala sahabatnya itu

Setelah Jungrin tidur, mereka berdua pulang kerumah masing2. Ditengah perjalanan NaRi bertanya pada Soojin

“Soojin-ah…darimana kau dapat tiket showcase itu?”

“ah…itu aku dapat dari Jongwoon oppa…dia bilang agar aku berikan itu ke Jungrin. Katanya Super Junior juga datang ke showcase itu…”

“ooooh….arasseo…mungkin ini salah satu rencana Jongwoon oppa ya?”

“yaaaaah mungkin saja…”

Sudah 4 hari Jungrin tidak sekolah, tapi hari ini ia merasa lebih baik karena sahabat2nya yang setia mengurusinya setiap malam. Untunglah ia punya sahabat seperti mereka. Jika saja ia punya seorang kekasih, pasti akan terasa lebih baik.

Tiket showcase EXO masih tergeletak di meja makan. Saat melihatnya, entah kenapa ia ingin sekali menontonnya. Tiba2…

Drrrrt drrrrrt

From: Jongin-ah

Jungrin-ah, apa kabarmu? Sudah baikan? Aku mau keapartemenmu hari ini…kau tidak sibuk kan?

 

To: Jongin-ah

Aku sudah lebih baik. Aku tidak sibuk hari ini…baiklah…aku tunggu

Setelah membalas SMS dari Jongin entah perasaan hangat apa yang ia rasakan. Ia lantas pergi mandi dan membereskan apartemennya. Sudah lama ia tidak berkeringat, apalagi saat ia sakit.

“Jongin-ah lama sekali…padahal ini sudah hampir 1 jam setelah ia SMS…lebih baik aku nonton TV saja”

……………………………..

TINGTONG

Jungrin membuka pintu

“annyeong Jungrin-ah…lama tidak bertemu….” Kata Jongin sambil tersenyum

“annyeong Jongin-ah…masuklah”

“keadaanmu benar2 sudah lebih baik? Ini aku bawakan kau sup rumput laut…”

“ne…nan gwenchanayo…ah, gomawo…”

“ehmm…Jungrin-ah…ini aku bawakan sesuatu lagi untukmu” kata Jongin sambil memberikan sebuah tas

“apa ini?………………..ah…cardigan…aku suka….gomawo Jongin-ah…”

“syukurlah kalau kau suka….ehmmm aku tidak bisa lama2….aku masih ada jadwal lagi…mianhaeyo?”

“ne…arasseo…cepatlah…nanti kau terlambat…”

“ah…geurae…annyeong Jungrin-ah…”

Setelah Jongin pergi, Jungrin menatap lagi cardigan tadi. Cardigan berbahan beludru biru tua yang terlihat lembut dan indah.

+++

Hari ini adalah hari sabtu, hari showcase EXO. Jungrin masih berpikir apakah ia datang atau tidak.

“aku datang tidak ya? Tapi…tidak ada salahnya juga aku datang. Lagipula….aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan kalau dirumah saja…” Jungrin memutuskan

Waktu menunjukkan pukul 4. Dan Jungrin mulai bersiap2 untuk pergi ke showcase EXO di Seoul Olympic Stadium.

Jungrin melihat lagi cardigan yang tergantung di kursi. Ia mengambil dan langsung memakainya. Setelah itu ia naik taksi menuju kesana. Untunglah cuaca hari ini tidak terlalu dingin, ia memakai cardigan dan syal pun sudah cukup hangat.

Saat sampai disana, ternyata ia belum terlambat. Sekitar 5 menit lagi showcase dimulai. Ia melihat nomor kursi ditiketnya.

“A-19… berarti dibarisan paling depan…….. ah, itu dia……….. MWO???!!…………. Oppa…….”

Ia melihat Jongwoon berada disamping tempat duduknya bersama beberapa member SJ. Ia sempat berniat untuk duduk dan keluar dari tempat itu, tapi terpaksa ia urungkan karena Jongwoon sudah melihatnya.

“Jungrin-ah! Ayo…duduklah! Sudah mau mulai!” kata Jongwoon

“n-ne………..a-a-annyeong oppa…” kata Jungrin mendekat

Sesaat ia merasa hampir semua orang yang berada disitu menatapnya terkejut. Mungkin karena Jongwoon memanggilnya dengan ‘Jungrin-ah’ dan terkejut ada seorang wanita yang bisa dekat dengan seorang Kim Jong Woon.

“kau datang?”

“ne oppa….” Jawab Jungrin sambil menunduk

Showcase pun dimulai. Member EXO memperkenalkan diri masing2 dan langsung terdengar riuh penonton. Dalam hati Jungrin berkata “wow……mereka akan jadi bintang besar…” entah kenapa hati Jungrin langsung sedih memikirkannya.

Selama showcase berlangsung, tak sadar mata Jungrin selalu tertuju pada Jongin. Dan diam2 Jongwoon tersenyum lembut melihatnya.

Showcase pun selesai, member melakukan closing performance dan berterimakasih kepada semua yang telah datang. Tapi, tiba2 salah seorang member EXO berkata…

“sebelum kalian pulang, ada satu performance lagi dari salah satu member kami…Kai”

Saat itu juga lampu mati dan hanya terdapat spotlight yang berpusat di Kai dan semua member kecuali Kai pergi ke backstage.

Sesaat kemudian, lagu Baby Don’t Cry diputar. Kai menarikan tarian lagu tersebut yang gerakannya dibuat bersama Jungrin. Saat itu juga Jungrin langsung menatapnya dengan tak percaya. Diakhir performancenya Jongin berkata…

“performance tadi aku persembahkan kepada seorang wanita, yang aku ingin wanita didepanku yang memakai cardigan yang sama denganku naik keatas panggung” katanya tersenyum sambil menjulurkan tangannya ke wanita yang tak lain adalah Jungrin.

Seluruh penonton berkata “maju maju maju…”. Sedangkan Jongwoon tersenyum dan melepaskan syal dari leher Jungrin sambil berkata “aku tahu kau ingin….majulah”. Jungrin tersenyum kepada Jongwoon, dan ia menerima juluran tangan Jongin. Saat itu juga Jongin menariknya dan…..memeluknya.

Sontak kejadian itu membuat Jungrin terkejut tak percaya dan para penonton yang hampir semua yeoja itu histeris. Ditengah kehisterisan mereka Jongin melepas pelukannya dan berkata dengan pasti…

“aku…Kim Jong In….mencintai gadis ini…”

Penonton histeris lagi, namun setelah itu mereka berkata “terima terima terima…” pada Jungrin yang masih syok.

Jongin memegang tangan Jungrin kemudian menatapnya dalam, lalu bilang “saranghaeyo Junrin-ah….jeongmal saranghaeyo…”

Jungrin terdiam sesaat, dan dengan dada bergemuruh Jungrin membalas dengan terbata “na-do…….sa-rang-hae”

Jawaban itu langsung membuat senyum merekah diwajah Jongin dan penonton histeris *lagi* tapi kali ini, mereka bilang “kisseu kisseu kisseu!!”

Tanpa pikir panjang, Jongin langsung mencium dahi Jungrin. Sekejap wajah Jungrin langsung memerah. Ia hanya bisa tertunduk. Melihat itu Jongin langsung memeluknya dan berkata “gomawo Jungrin-ah….saranghaeyo julge yeongwonhi…”

+++

Di gedung SMent

“Jongwoon oppa…hari ini kan aku ulang tahun…”

“geuraeyo…waeyo Jungrin-ah?”

“kau dan oppa deul Super Junior dan oppa deul EXO sudah memberiku hadiah…tapi kenapa Jongin oppa tidak?? Apa dia lupa?” kata Jungrin sedih

“aaah…tidak mungkin ia lupa…” hibur Jongwoon

“tapi dari tadi pagi saat kami menuju kesini, ia tidak pernah menyinggung soal ulang tahunku…”

“Jungrin-aaah….” panggil Jongin saat membuka pintu

“ah…oppa…kau sudah selesai?”

“ne…ayo kita pulang…”

“ah…ne….Jongwoon oppa aku pulang…..oppa deul! Park Jung Rin pamit! Annyeonghaseyooo!”

 

“ne….annyeong!!”

Selama dimobil, Jungrin hanya melamun sambil melihat keluar jendela, sementara Jongin hanya tersenyum melihatnya. Sesampainya di apartemen, Jongin mengikuti Jungrin, sampai mereka masuk ke apartemen Jungrin.

“oppa…kenapa kau mengikutiku sampai masuk segala? Kau tidak pulang?” kata Jungrin sambil pergi kedapur, namun Jongin tidak menjawab.

Didapur, Jungrin membuat segelas coklat panas untuknya dan Jongin. Saat sedang membuat coklat panas, Jongin yang berada dibelakangnya memanggil Jungrin berkali-kali namun Jungrin tidak menoleh kebelakang.

“Jungrin-ah….”

“ini sudah yang ke-8 kali kau memanggilku……ada apa?”

“Jungrin-ah….”

“aigoo!….waeyo” saat Jungrin menoleh, *cuuup*  bibir Jongin menempel lembut di bibir Jungrin

“happy birthday, jagi…” kata Jongin tersenyum

*blush* wajah Jungrin merah padam menatap Jongin

“ini ciuman pertamamu kan?”

Jungrin mengangguk

“karena ini adalah ulangtahunmu yang ke-17…jadi aku akan menciummu 17 kali sebagai hadiah…”

“mwo-??” belum selesai Jungrin bicara, bibir Jongin sudah menyentuh bibirnya lagi. Begitu terus sampai ciumannya yang ke-17.

“kalau begitu, kita harus pacaran sampai kita menikah…supaya setiap tahun aku akan memberikan hadiah ini untukmu” kata Jongin yang wajahnya sangat dekat dengan Jungrin

*blush* wajah Jungrin sekarang mungkin sudah seperti kepiting rebus

 

“kalau begini…” lanjut Jungrin

“aku rela umurku cepat tua karena ulang tahun setiap hari…” kata Jungrin sambil melingkarkan lengannya dileher Jongin dan menciumnya.

~END~

Gimana chingu ending nya?

Kalo masih kurang spektakuler tolong sarannya ya!

Gomawo udah baca!^^

 

Iklan

20 pemikiran pada “Is It the True Love? (Chapter 3)

  1. Aiisshh jinjayo.. Dari awal aku baca kenapa deg deg an mulu..?? Waeyo..?? Sampai nemu end nya. Omona…!! Endingnya,,,!! Kagak bisa bayangiiin >_< mian aku baru comment dichap 3. Tapi dari awal aku baca koq. Daebak dehh.. (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s