I Made She Cried

  • Author : Rizkii Rahayu Putry (@RealitaPutri_)
  • Genre : Sad and Romance
  • Main Cast :
    • Kim Joon Myun (Su Ho-EXO K)
    • Kim Hye Ri
  • Cameo :
    • Chan Yeol
    • Baek Hyun
    • Kai
    • Se Hun
    • D.O

Annyeong semuanya! Ini FF pertama yang aku buat dengan cast nya boyband EXO-K. Mian kalo jelek dan semoga suka.

And no bashing ya! Hehehe ^.^ Happy Reading :*

—————————————————————————————————————-

AUTHOR’S POV

 

Joon Myun menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah. Rumah yang terlihat nyaman dan juga sederhana. Ia keluar dari mobil itu sambil membawa buket bunga matahari. Bunga favorit gadisnya. Bunga yang mempertemukan mereka dan akhirnya pun bersatu dalam satu ikatan cinta.

Joon Myun berjalan perlahan melewati taman rumah gadis itu. Ia sedikit merapikan penampilannya dan berusaha tampil mempesona. Dan sekarang dia sudah berada didepan pintu rumah gadisnya. Ia menyembunyikan bunga matahari itu dibalik punggungnya lalu saat gadis itu keluar dia akan memberikan bunga itu sebagai kejutan. Romantis sekali bukan?

Joon Myun memencet bel itu beberapa kali, sehingga muncullah gadis itu dari balik pintu dengan senyum yang terkembang di wajahnya.

“Oh wasseo?” (Kau sudah datang?)

“Ne. Ini bunga matahari kesukaanmu.” ujar Joon Myun lalu memberi bunga itu ke gadisnya

“Ah gomaweo, Joon Myun~ah.” Gadis itu memeluk Joon Myun erat.

“Ne cheonmaneyo. Cepat lah bersiap, kau mau kencan kita batal?” gerutunya kesal

“Ne ne. Aku ambil tas dulu.”

Gadis itu pergi berlalu dari pintu lalu masuk kerumahnya untuk mengambil tas dan tidak lama gadis itu kembali dengan tas yang ia sampirkan di bahu, dan mereka pun siap untuk pergi.

“Kajja!” ajak gadis itu saat sudah mengunci pintu rumahnya lalu berjalan berdampingan dengan Joon Myun.

***

HYERI’S POV

 

“Pantai? Yak! Kau ingin membuatku mati kedinginan disini, Joon Myun~ah!” protesku kesal

“Lalu kenapa? Aku butuh kenyaman saat ini, Hyeri~a.”

“Kenyamanan? Tapi apa perlu di pantai? Ini musim dingin kau tahu! Apa kau tidak lihat air pantai itu sudah hampir membeku karena cuaca dingin.”

“Ah duduklah sebentar.” Dia menepuk kursi besi yang kosong disampingnya mengacuhkan omelan ku.

Aku menuruti apa katanya. Kali ini aku tidak bisa membantah karena wajah mempesona nya yang membuatku kehabisan nafas. Bayangkan saja saat ia berbaring di kursi panjang itu sambil menutup matanya. Astaga ketampanan nya meningkat 10 kali lipat!

Aku duduk disampingnya. Lalu menyandarkan kepalaku ke bahunya. Salah satu alasan mengapa aku menyukainya. Dia bisa membuatku nyaman dan hangat dalam keadaan apapun apalagi ditengah musim dingin ini. Tidak ada hal yang tidak aku sukai darinya. Dialah orang yang aku cintai. Walaupun aku tahu, mungkin suatu hari nanti dia akan meninggalkanku.

“Bersandarlah terus seperti ini, Hyeri~ah.” gumamnya dan langsung membuat kerja otakku berantakan sedetik kemudian.

***

 

JOON MYUN’S POV

 

Setelah seharian kami jalan-jalan ke pantai, ke mall, dan yang terakhir makan malam di restoran favoritnya, aku pun mengajaknya pulang. Dan sampailah aku di depan rumahnya. Aku rasa ini terakhir kalinya aku bisa bebas berjalan dengannya. Tanpa penyamaran sedikitpun. Dan dengan bangganya menunjukkan ke semua orang bahwa kami adalah sepasang kekasih.

Sebenarnya hari inilah aku akan mengatakan semuanya. Semua hal yang aku pendam dan terlalu berat untuk mengatakan padanya. Rasa takut menyelimutiku.

Aku takut bahwa dia tidak bisa menerima semua kenyataan ini.

“Hyeri~a,” panggilku dan dia menoleh

“Ne, Joon Myun~a?” sahutnya

“Ada yang ingin aku bicarakan ….” kataku dengan suara tertahan. Kenapa tiba-tiba lidahku beku seperti ini?

“Apa?” tanyanya

“Ng … berjanjilah satu hal padaku. Apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkanku, ne?”

“Joon Myun~a, kau bicara apa …..” ujarnya dengan suara yang sedikit gemetaran dan matanya pun sudah berkaca-kaca.

“Hyeri~a, sudah saatnya kau mengetahui semuanya. Aku ingin memberitahu satu hal penting padamu. Tapi jangan marah dulu oke?“

Dia mengangguk. Aku menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. Menghilangkan rasa takut yang menghujam perasaanku.

“Hyeri~a, kau tau saat-saat terindah yang paling aku kenang selama ini? Kau. Kau yang membuat hidupku berarti. Kau kenangan yang paling indah yang pernah kupunya. Kau lah alasan yang membuatku untuk tetap bertahan. Aku mencintaimu dan kau tahu itu. Aku tidak akan memberikanmu pada orang lain. Karena akan kupastikan kau hanya milikku saja. Tidak peduli jika kau berpaling dariku dan menatap namja lain selain aku. Aku mohon jangan tinggalkan aku, apapun yang terjadi. Aku berjanji akan membuatmu bahagia. Aku tidak akan menyakitimu. Akan kupastikan kau akan hidup bahagia denganku saja.”

“Hyeri~a aku pernah bercerita kan denganmu kalau aku akan menjadi member boyband terkenal?”

Dia mengangguk ragu.

“Itulah hal yang paling aku takutkan sekarang. Aku takut resiko yang akan kau alami kalau kau punya kekasih seorang artis sepertiku. Tapi percayalah padaku, aku akan selalu menjaga hatiku untukmu. Aku tidak akan membiarkan hatiku terisi oleh cinta orang lain. Yang aku inginkan hanya cintamu saja. Jadi kau bisa mengerti kan apa maksudku? Jika aku jarang meneleponmu, percayalah bahwa aku tidak akan pernah melupakanmu. Kau lah ingatan yang paling melekat di otakku. Jadi Hyeri~a, jangan pernah berpikir aku akan meninggalkanmu. Tidak akan. Aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Dan Hyeri …… saranghae.”

Aku memeluknya erat menahan semua tangisannya dibahuku. Aku tau, aku akan membuatnya menangis. Menangis hanya karena aku.

“Joon Myun~a, nado saranghae.” ucapnya terisak dan langsung membuat perasaanku lega

 

HYERI’S POV

Aku sangat menyukai yang namanya hujan. Apalagi kalau hujan itu berhenti. Hujan sudah reda 1 jam yang lalu. Bau tanah sehabis hujan menyeruak masuk ke dalam indera penciumanku. Harum. Menenangkan. Aku selalu suka baunya. Membuat otot-otot tubuhku menjadi rileks. Dan pikiranku menjadi lebih jernih.

Matahari mulai menampakkan wujudnya sehingga langit yang tadinya sedikit gelap menjadi lebih terang. Saat yang paling tepat untuk menghabiskan waktu menikmati keindahan alam.

Aku menyibukkan diriku sendiri agar tidak terlalu fokus kepada Joon Myun yang jarang meneleponku sekarang. Yah setidaknya dengan cara ini, aku bisa sedikit melupakannya sebentar. Jadi aku tidak terlalu merindukannya.

Aku mengambil setumpuk bunga matahari lalu merangkainya menjadi buket bunga untuk diletakkan disamping toko lalu dijual. Bunga matahari banyak diminati pelanggan selain warnanya yang cerah dan juga bau nya yang harum. Bunga favoritku di toko ini hanya satu, bunga matahari tentu saja. Tidak ada bunga lain yang menyita perhatianku selain bunga berwarna kuning ini.

Aku melihat mobil putih terpakir di halaman. Ah dia datang lagi. Pasti membeli bunga matahari tentunya. Aku tersenyum saat Baekhyun oppa keluar dari mobilnya. Dia pelanggan tetap di toko ini. Dia sering sekali memesan bunga disini. Hampir setiap hari dia berkunjung kesini.

“Annyeong, Hyeri~ya.” sapanya dengan senyum mengembang diwajah

“Nado annyeong, oppa! Bunga matahari lagi ya?” tanyaku saat kami sudah berdiri berhadap-hadapan.

“Tentu saja! Tapi khusus hari ini ada tambahan, aku ingin membeli mawar putih juga.” ujarnya

“Baiklah, tunggu disini ya oppa.”

Aku masuk kedalam toko dan langsung mengambil beberapa tangkai bunga mawar putih dan bunga matahari yang sudah aku rangkai sebelumnya menjadi buket. Aku keluar dengan 2 buket ditanganku.

“Oppa ini bunganya. Semoga hari ini kekasihmu cepat sembuh ya. Dia pasti sangat senang sekali mempunyai namjachingu yang perhatian sekali sepertimu. Yang setiap hari membawakan bunga untuknya.”

“Kau bisa saja, Hyeri~ya! Ya sudah oppa pergi dulu ya. Gomawo atas bunganya. Besok aku akan kembali lagi ne?”

“Ne oppa! Gomawo sudah membeli bunga disini. Cepat kembali oppa!” ujarku terkekeh pelan. Aku melihatnya sudah menghilang dengan mobil lainnya di jalanan.

Beruntung sekali yeoja yang dicintai oleh Baekhyun oppa yang sangat perhatian itu. Seandainya, aku punya namjachingu seperti Baekhyun oppa. Aku pasti akan menjadi gadis yang paling beruntung didunia.

***

“Gomawobseumnida. Lain kali berkunjung lagi ya …” ujarku ramah saat pelanggan itu keluar dari toko kami.

Ah akhirnya toko akan ditutup sebentar lagi. Setelah seharian bekerja, rasanya otot-ototku tegang semua. Sampai dirumah aku harus mandi air hangat agar tubuhku lebih rileks. Ah membayangkannya saja membuatku ingin cepat-cepat pulang kerumah.

Aku melihat jam yang tergantung di atas rak bunga mawar putih. Sudah jam 9 malam. Aku harus bersiap-siap lalu menutup toko. Jalanan terlihat sangat sepi. Itu berarti tidak ada lagi pelanggan yang akan datang ke toko ini. Lebih baik aku cepat-cepat pulang sebelum hujan. Malam ini langitnya terlihat gelap sekali.

Aku mengambil tas yang aku letakkan diatas meja lalu mematikan semua lampu di toko dan hanya menyisakan lampu luar yang sengaja aku hidupkan. Aku berlari kecil keluar toko dan menutup pintu kaca itu lalu menguncinya. Aku berbalik dan ….

“Aaaaa!!” teriakku kencang saat melihat seorang pria bertubuh tinggi berada di hadapanku.

“Apa toko bunganya udah tutup?” tanyanya dengan suara yang kurang jelas karena ia memakai masker dan juga kacamata hitam dan topi. Penampilan nya terlihat curiga. Apa dia ini penjahat?

“Kau tidak lihat kalau toko ini sudah tutup! Lebih baik kau pergi karena aku tidak akan menerima pelanggan lagi. Aku mau pulang.” kataku ketus lalu berjalan melewatinya. Tapi tangan pria itu mencengkeram kuat tanganku

“Yak! Berani-beraninya kau menyentuhku! Apa mau mu hah?”

“Ssst! Bisakah kau berbicara pelan sedikit saja? Kalau kau berteriak seperti itu, nanti aku dikira penjahat.” bisik pria itu

“Biar saja. Memang aku peduli padamu? Orang-orang pasti juga akan mengira kalau kau itu penjahat. Penampilanmu itu sedikit mencurigakan. Topi, kacamata hitam,dan masker. Cih! Jangan-jangan kau mau merampok toko bungaku ya?” sergahku cepat

“Tolonggggg ada pen…. hmmfhh!!” Pria ini membungkam mulutku kuat.

“Yak! Kau bisa diam tidak? Aku ini bukan pencuri. Aku hanya ingin membeli bunga. Tolonglah aku, kumohon.” pintanya dengan nada lemah

“Ah sudahlah! Mana ada pencuri yang mau mengaku?! Tuan, lebih baik kau pergi daripada aku berteriak dan semua orang akan mendengarnya lalu menghajarmu. Pilih yang mana? Pergi atau aku berteriak?” ancamku dengan nada tajam

“Dwaesseo. Percuma saja berdebat denganmu, Nona. Lebih baik aku pergi saja.”

Baguslah. Cepat pergi sana ! Dengan begitu aku akan cepat pulang kerumah. Ah hari ini sungguh melelahkan.

***

KAI’S POV

Ah sialan! Gara-gara gadis itu aku tidak jadi membeli bunga. Eomma pasti akan marah padaku! Eottohke?

Aku mengetuk-ngetukkan jariku ke stir mobil. Menoleh ke kiri dan ke kanan memastikan masih ada toko bunga yang buka. Setidaknya ada yang berbaik hati menolongku. Tidak lama aku berkeliling, aku menghembuskan nafas kesal karena aku tidak juga mendapati satu toko bunga pun yang masih buka saat malam seperti ini.

Gadis itu! Apa salahnya sih membuka toko nya sebentar lalu membiarkan ku membeli bunga! Lagian aku kan membayarnya bukan mencurinya. Gadis itu benar-benar. Dan apa? Dia mengiraku penjahat? Cih! Dia saja yang terlalu curiga.

Tapi kenapa sepertinya aku suka sekali caranya berbicara. Berteriak-teriak seperti tadi. Dan aku suka matanya yang bulat melebar marah menatapku. Dia terlihat imut menurutku. Yah walaupun samar-samar aku melihat wajahnya. Setidaknya cahaya terang dari lampu itu cukup membuat wajahnya terlihat menyilaukan. Dia tipe gadis yang akan membuat pria akan menatapnya lama-lama. Dia … cantik!

Aigoo, apa yang sedang aku pikirkan? Aku bahkan tidak mengenalnya dan tidak tau siapa namanya. Bahkan aku baru bertemu dengannya sekali, dan aku sudah menarik satu kesimpulan bahwa gadis itu cantik sekali. Kenapa aku jadi melantur dan berpikir yang tidak-tidak seperti ini? Jangan bilang kau menyukainya Kai! Aku mengacak-acak rambutku gusar.

***

“Kau kenapa tersenyum-senyum sendiri ha?” tanya Se Hun saat aku baru masuk ke ruang tamu.

“Aniya, aku hanya lagi senang saja hari ini.”

“Ah, pasti kau sedang jatuh cinta ya? Siapa gadis itu? Ceritalah denganku, Kai~a!” ujar Se Hun antusias

“Aku tidak tau apa aku ini benar-benar jatuh cinta atau tidak dengannya. Aku baru bertemu dengan nya sekali. Baru 1 jam yang lalu. Tapi dia sudah membuatku kelimpungan seperti ini. Aku bahkan tidak bisa berkonsentrasi saat mengendarai mobil tadi.”

“Hahaha, ternyata Kai sedang jatuh cinta rupanya!” seru Se Hun dengan suara yang sedikit keras.

“Yak, pelankan suaramu sedikit.”

“Jadi siapa gadis itu?” tanya Se Hun penasaran

“Aku tidak tahu siapa namanya. Tapi yang jelas dia bekerja di toko bunga yang tidak jauh dari gedung SM. Mungkin kalau dari SM, kita hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai disana.”

“Gadis itu … gadis yang membuatku terpesona hanya dengan melihat matanya.”

***

JOON MYUN’S POV

Aku bersama member yang lainnya baru saja selesai latihan. Kami diberi waktu istirahat selama 2 hari. Untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang akan kami bawa ke Taiwan . Minggu depan aku akan berangkat kesana.

Aku mengambil handphone ku lalu dengan cepat menghubunginya. Rasa rinduku sudah tidak bisa kutahan lebih lama lagi. Aku benar-benar merindukan suaranya.

“Yeoboseyo?” sahut suara dari seberang. Suara yang aku rindukan setengah mati

“Hyeri~a, aku merindukanmu …” seruku senang

“Joon Myun~a, ini kau? Ah aku juga merindukanmu.” balasnya

“Kau masih di toko bunga?” tanyaku

“Masih. Wae?”

“Aniyo, aku hanya bertanya. Oh iya besok kau ada waktu?”

“Mm .. sepertinya besok aku tidak terlalu sibuk. Kenapa?”

“Kalau begitu mainlah ke dorm kami. Member yang lainnya ingin bertemu denganmu.”

“Mwoya?” responnya kaget lalu terdiam sebentar. “Ah baiklah. Jam berapa?”

“Bagaimana kalau jam makan siang?”

“Oke. Aku akan memasak makanan untuk kalian kalau begitu.”

“Gomaweo, chagi~ya.” ujarku sambil terkekeh geli

“Yak! Berhenti memanggilku seperti itu, Joon Myun~a. Aku tidak suka.” protesnya kesal

“Ne ne, baiklah. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Kalau begitu sampai jumpa besok, oke?”

“Oke. Aku akan datang kesana. Sampai jumpa besok, Joon Myun~a. Sudah ya, aku mau kembali bekerja. Pengunjung hari ini ramai sekali.”

“Hmm baiklah, fighting!” ucapku menyemangatinya

Dia pun memutuskan sambungan telepon. Yah, walau hanya mendengar suara nya saja setidaknya aku tau dia pasti baik-baik saja.

HYERI’S POV

 

Setelah pulang dari toko bunga, aku pun berbelanja ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan yang akan aku bawa besok ke dorm baru Joon Myun. Katanya sih member yang lain ingin bertemu denganku. Aku pun menyutujuinya dan berjanji akan membawakan makan siang untuk mereka. Setidaknya, aku harus memberikan kesan pertama yang baik kepada mereka.

Aku pun sampai dirumah tepat jam 10 malam. Aku harus tidur cepat karena besok aku harus bangun pagi-pagi untuk memasak. Tubuhku rasanya lelah sekali. Ah akhirnya, aku bisa bertemu dengan Joon Myun lagi. Aku sangat merindukannya.

***

KRIIIIINGGGG!!!

Alarm ku berbunyi. Ah sudah pagi ternyata. Jam berapa sekarang? Aku bangun dan melirik jam yang tergantung di atas tempat tidurku. Jam 7 pagi. Ah aku harus cepat-cepat mandi lalu memasak. Dan baru pergi.

Dengan mata yang masih setengah terbuka, aku menyibakkan selimut yang aku pakai. Lalu turun dari tempat tidur dan berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. Kenapa pagi ini aku sangat ngantuk sekali ya? Ah, menyebalkan! Aku mengambil handuk dan beberapa pakaian lalu aku pun masuk ke kamar mandi.

***

Ah akhirnya tinggal makanan terakhir yang harus aku siapkan. Kimchi sudah, ddeokbokki juga sudah terus samgyetang juga sudah selesai. Dan yang terakhir yang harus aku buat kimbap.

Aku mengambil selembar nori (rumput laut kering). Lalu diatas nori itu aku letakkan nasi pulen yang masih panas. Setelah itu aku meletakkan wortel dengan bawang putih yang sudah aku tumis terlebih dahulu dengan cuka, garam dan juga minyak wijen. Aku meletakkan telur dadar yang diiris memanjang, mentimun, ikan tuna lalu yang terakhir crabstick yang sudah aku tumis dengan margarin.

Setelah semua isi sudah lengkap, aku pun menggulung nya dengan perlahan agar rumput laut yang kering ini tidak mudah robek. Setelah menggulungnya, aku pun memotong nya menjadi beberapa bagian dengan ketebalan masing-masing 1 cm.

Dan akhirnya kimbap yang aku buat sudah aku masukkan dan aku susun kedalam kotak bekal. Oke, semua makanan sudah siap dan itu berarti aku harus segera pergi. Ah semoga rasa masakanku enak dan memuaskan.

***

Aku pun sampai di gedung yang tinggi ini. Disinilah mereka tinggal. Astaga sebentar lagi aku akan bertemu dengan member yang lainnya. Kenapa jantungku jadi berdegup kencang seperti ini hah? Hyeri tenanglah.

Aku pun masuk ke dalam apartemen itu sambil menjinjing kotak bekal yang aku bawa untuk mereka lalu pergi ke meja resepsionis agar dia mengizinkanku masuk ke dorm. Tidak lama, resepsionis itu pun memberi izin padaku dan aku pun berterima kasih padanya lalu pergi. Aku pun masuk kedalam lift dan memencet angka 20. Lantai tempat mereka tinggal.

Ting!

Dentingan lift itu pun berbunyi. Aku segera keluar lalu mencari pintu bernomor 2021. Dan akhirnya aku pun menemukan pintu itu. Aku berdiri dengan gemetaran dan mengatur nafasku sebaik mungkin agar terlihat tidak gugup dan baru aku memencet bel nya.

Sedetik kemudian, pintu itu terbuka. Wajah yang muncul dari balik pintu itu bukanlah Joon Myun melainkan pria yang mungkin seumuran denganku.

“Annyeonghaseyo!” sapaku ramah sambil membungkukkan badan sopan kearahnya

“Nuguya? Kau mencari siapa?” tanya pria itu

“Aku mencari Joon Myun. Apa dia ada?”

“Joon Myun? Su Ho maksudmu?”

“Ah ne, maksudku Su Ho.” jawabku salah tingkah

Setelah aku berbicara dengan pria ini, tidak lama datanglah pria yang satunya lagi. Entah siapa aku tidak mengenal mereka semua.

“Ah kau datang mencari Su Ho ya? Kau pasti yeojachingunya! Benar!” seru nya sambil tertawa.

“Hyung, yeojachingu mu datang!” teriaknya dari pintu.

Aku mendengar suara derap kaki sedang berlari keluar dan aku mendapati Joon Myun setelahnya.

“Hyeri~a, kau datang! Ah neomu bogoshippoyo.” ujarnya sambil memelukku erat

“Nado, Joon Myun~a.”

“Ayo masuk, jangan malu-malu. Hahaha.” ajaknya lalu menggandeng tanganku

Aku pun masuk ke dalam dorm itu. Dan kau tahu? Dorm itu sangat bersih dan rapi sekali. Semua perabotan nya tertata rapi. Astaga, aku tidak sangka! Joon Myun mengajak ku ke ruang tamu, tempat semua member berkumpul.

“Hey, kenalkan ini Kim Hyeri. Nae yeojachingu.” pamer nya kepada semua member dan mereka menyambutku dengan senyum gembira.

“Annyeonghaseyo! Kim Hyeri imnida. Bangapseumnida.” ujarku sambil memperkenalkan diri.

“Nah yang sedang duduk itu namanya Se Hun. Lalu yang berteriak di depan tadi itu D.O dan yang membukakan pintu untukmu tadi namanya Chanyeol. Lalu …”

Ucapan Joon Myun terpotong saat seorang namja keluar dari kamarnya. Aku terkejut saat melihat pria itu. Ah jadi dia tinggal disini.

“Hyeri~a? Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanyanya heran

“Annyeong oppa. Kita bertemu lagi.” kataku

Joon Myun menatapku heran lalu bergantian menatap pria yang masih berada di pintu itu.

“Kalian sudah saling kenal?” tanya Joon Myun bingung

“Tentu saja!” jawab kami bersamaan.

“Joon Myun~a, dia pelanggan tetap ku di toko bunga. Setiap hari bahkan ia selalu berkunjung kesana.”

“Jinjja? Wah ternyata dunia itu sempit sekali. Hahaha” paparnya sambil tertawa

“Wah, ternyata kau yeojachingu nya Su Ho hyung. Johda.” pujinya

“Oh iya, ini aku bawakan makanan. Silahkan dinikmati. Aku memasakkan nya untuk kalian semua. Semoga kalian suka.” ujarku sambil meletakkan kotak-kotak bekal itu ke atas meja. Dengan cepat, semua member langsung berlarian ke meja makan.

“Wah sepertinya enak sekali. Gomaweo, Hyeri ssi.” ucap salah satu namja yang belum kuhafal namanya, kalau tidak salah dia Se Hun.

“Ne.“ balasku disertai anggukan kepala

“Wah, aku sudah lama sekali tidak memakan makanan rumah seperti ini. Kau memang tau apa yang kami inginkan, Hyeri ssi.” Lagi-lagi mereka terus memujiku. Ah aku jadi tidak enak.

“Nah, Hyeri~a. Kalau yang ini namanya Kai.” Aku berbalik menatap namja yang dikenalkan padaku tadi. Aku terkejut. Kenapa wajah pria ini sangat familiar sekali? Apa aku pernah bertemu dengannya?

***

KAI’S POV

 

Aku yang baru saja selesai mandi merasa risih dengan teriakan keras dari luar. Apa yang sedang terjadi? Kenapa berisik sekali sih? Aku memutar kenop pintu itu lalu berjalan keluar dari kamar.

Yang aku lihat semua member berkumpul di meja makan. Dan tidak jauh dari meja makan, aku melihat Su Ho hyung merangkul seseorang gadis. Apa gadis itu pacarnya?

Su Ho hyung berbalik lalu menatapku.

“Nah, Hyeri~a. Kalau yang ini namanya Kai.”

Gadis itu berbalik lalu menatapku intens. Astaga kenapa wajah gadis ini terlihat sangat familiar sekali? Aku mengingat lagi …. Omo itu kan gadis yang waktu kemarin malam di toko bunga! Ja..jadi dia yeojachingu nya Su Ho hyung?

Jadi gadis yang beberapa hari ini aku kagumi, adalah pacar Su Ho hyung? Kai kau tidak bermaksud atau berusaha untuk merebutnya dari Su Ho hyung kan ? Oh tidak.

***

 

HYERI’S POV

Besok adalah hari dimana ia dikenal oleh semua orang. Ia debut sebagai member boyband terkenal dari SM Entertainment. EXO-K. Sebagai Su Ho. Bukanlah Joon Myun orang yang aku cintai. Kalau aku boleh berpendapat, aku lebih suka memanggilnya Joon Myun dibanding Su Ho. Rasanya nama itu terasa cocok di indera pendengaranku.

Aku tahu semua ini akan terjadi. Dan akhirnya ia memberikan semua penjelasannya padaku dan berusaha membuatku tidak salah paham. Aku mengerti resiko yang harus aku tanggung. Aku harus merelakan hatinya terbagi dua. Kenyataan baru yang aku terima, bahwa hatinya yang dulu sepenuhnya untukku sekarang harus terbagi dua. Ia tidak lagi mencintaiku sepenuhnya tapi juga fans nya.

Aku juga harus menerima kenyataan, bahwa nantinya akan muncul berbagai berita maupun gossip yang terkait dengan Joon Myun. Yah seperti skandal atau hal lainnya yang membuatku cemburu mungkin? Atau mungkin bisa saja dia digosipkan mempunyai hubungan khusus dengan member girlband-girlband itu yang bahkan lebih cantik dariku.

Apalagi yang harus aku tanggung hah? Terbagi perhatiannya juga? Mungkin saja perhatiannya juga terbagi. Dulu yang sering menghubungiku hanya untuk menanyakan apa aku sudah makan atau belum? Apa yang sedang aku lakukan? Apa aku baik-baik saja? Mungkin kata-kata itu akan jarang sekali terdengar olehku. Dan aku harus membiasakan semua kehidupan baru yang akan aku alami. Aku harus siap menerima semua kenyataan ini. Joon Myun~a, semoga apa yang kau katakan itu benar. Kau akan menjaga hatimu baik-baik untukku.

JOON MYUN’S POV

 

Hari yang paling aku takutkan akhirnya tiba juga. Hari dimana aku akan dikenal sebagai member boyband terkenal dari SM Entertainment. EXO-K. Setelah music video kami yang pertama yang berjudul ‘WHAT IS LOVE’ sukses besar dan diterima di semua kalangan fans tentu saja membuat kami bahagia.

Hari ini video klip kami yang berjudul ‘HISTORY’ dirilis dalam dua versi. Satu dalam bahasa Korea dan satu lagi dalam bahasa Mandarin. Dan saat hari perilisan, banyak fans yang menerima kami dengan tulus. Mereka memberikan respon yang sangat bagus. Dan kami tidak menyangka video itu akan ditonton 1 juta pasang mata.

Aku memang bahagia saat ini. Tapi … lagi-lagi ketakutan ku tiba. Aku takut akan menyakitinya. Kim Hyeri. Aku memang sangat mencintainya. Bahkan kami akan berencana menikah. Tapi dalam keadaanku yang seperti ini, mana mungkin aku bisa menjadikan gadis itu istriku sementara manajemen tidak mengizinkan artis mereka menikah apalagi mempunyai hubungan khusus. Hanya karena satu alasan, takut mengganggu jadwal grup atau alasan lain nya lah.

Aku tau saat aku menjadi artis nanti pasti perhatianku akan terbagi. Mungkin aku tidak seperhatian seperti dulu lagi karena memang jadwalku yang padat dan membuatku jarang berkomunikasi dengannya.

Sebelumnya aku sudah memberitahu Hyeri, dan dia mengerti. Dia tahu resiko yang akan ditanggungnya jika mempunyai kekasih artis sepertiku. Aku tau dia tersenyum setelah itu, tapi matanya yang sembab habis menangis itu sama sekali menunjukkan yang sebaliknya. Untuk saat ini, aku merasa lega. Setidaknya kami belum dibolehkan untuk tampil live. Jadi besar kemungkinan, belum banyak orang yang mengenalku. Karena kami ini boyband baru yah setidaknya kami masih diberi sedikit kebebasan sebelum saat nya kami tampil di layar kaca.

Beberapa hari ini, hubunganku dengannya masih baik-baik saja. Kadang-kadang kalau aku punya waktu luang sehabis latihan, aku meneleponnya. Menanyakan bagaimana kabarnya, apa dia hidup dengan baik? Aku lega saat mendengar suaranya yang membuatku rindu dan ingin bertemu dengannya. Tapi sekarang aku tidak bisa menemuinya, karena alasan tertentu.

Hari ini perilisan video dan besok kami akan mengadakan fanmeeting. Dan itu berarti setelah jadwal fanmeeting kami di Korea kami harus berangkat ke Taiwan untuk mempromosikan grup kami. Lagi-lagi kami terpisah oleh jarak yang jauh.

HYERI’S POV

 

Sebelum berangkat, Joon Myun memberitahuku bahwa hari ini ia bersama member yang lainnya akan berangkat ke Taiwan untuk mempromosikan grup mereka. Jadwal padat mereka sudah dimulai. Dan pastinya mereka sangat sibuk sekali kan? Jadi aku memaklumi jika Joon Myun tidak akan menghubungiku selama beberapa hari. Bukankah aku harus percaya dengannya? Ini semua kan demi kebaikan grup mereka juga. Aku tidak boleh egois dan aku harus mengerti.

Aku beranjak dari ruang tamu lalu berjalan kekamar dan duduk di meja belajarku. Aku membuka laptop ku dan ingin mengetahui keadaan mereka saja lewat fan account. Mungkin dengan cara ini rasa rinduku meluap begitu saja.

Saat aku mulai menjelajahi beberapa fan account dan membaca berita-berita mereka. Sepertinya mereka menerima EXO-K dan EXO-M dengan baik. Dan aku juga melihat foto-foto mereka yang mungkin diambil fans yang datang ke fanmeeting itu lalu meng-uploadnya.

Fan meeting itu sudah dimulai beberapa jam yang lalu. Karena sudah banyak berita-berita yang tersebar dan juga foto-foto yang berserakan di beberapa fan account. Aku kembali menjelajahi fan account itu, saat mataku tertuju pada satu foto yang mungkin akan membuatku kehabisan nafas sekarang. Dibawah foto itu tertulis,

‘Su Ho’s GirlFriend?’. Aku yakin air mataku sudah jatuh sekarang. Seharusnya aku sudah menyiapkan mental jika sesuatu yang aku takutkan akhirnya terjadi. Seharusnya tidak secepat ini. Oh ayolah Hyeri berpikirlah dengan normal! Joon Myun tidak mungkin begitu?! Tapi di foto itu terlihat kalau Joon Myun berciuman dengan seorang gadis yang aku tidak kenal siapa.

Aku tahu ini pasti akan terjadi. Dia akan melupakanku. Dia akan … meninggalkan aku.

Aku mengusap air mataku karena handphone ku berdering. Aku melihat siapa yang menelepon, tapi nomor itu tidak ada di kontakku. Aku mengatur hembusan nafas ku yang tersendat akibat menangis tadi, lalu mengangkat telepon itu.

“Yeoboseyo?”

“Hyeri~a, ini aku! Tolong jangan matikan handphone nya! Dengarlah penjelasan ku dulu …”

Aku mengernyit saat suara yang familiar itu kembali aku dengar. Tapi entah kenapa, aku tidak ingin mendengar penjelasannya! Cukup aku yang tahu sendiri!

“Untuk apa kau menghubungiku lagi? Jangan pernah menghubungiku lagi, Joon Myun~a! Aku tidak ingin melihatmu lagi!”

Aku menutup telepon itu sedetik kemudian, tidak membiarkannya berbicara lagi. Untuk saat ini, cukup akulah yang menderita. Ternyata rasanya lebih sakit dari apapun. Seperti tubuhku ditusuk berpuluh-puluh jarum. Jadi begini rasanya … dikhianati? Sakit sekali …

***

JOON MYUN’S POV

 

Entah apa yang gadis itu lakukan disini! Dia mau membuat gosip tentangku hah! Haiss, Jung Hyun Mi kenapa kau muncul dihadapanku lagi?! Dan dengan seenak perutnya dia bilang kalau aku ini kekasihnya lalu tanpa rasa malu dia menciumku di depan umum! Astaga!

“Hyung, sabarlah ….” ujar Chanyeol menenangkan.

“Kali ini aku tidak bisa bersabar, Chanyeol~a. Gosip itu pasti akan menyebar dengan cepat.”

Aku memutar-mutar handphone ku. Apa aku harus memberitahu Hyeri atau tidak? Apa dia melihat berita tadi?

“Hyung sebaiknya kau telpon dia.” usul Baekhyun yang baru saja datang dan berkumpul bersama kami.

“Sepertinya keadaan Hyeri sedang tidak baik-baik saja. Aku baru saja menyuruh orang ke rumah Hyeri untuk melihat keadaan nya. Tapi setelah bel dibunyikan berkali-kali tidak ada yang menyahut. Dan rumahnya juga gelap hyung ..”

Kali ini aku membuatnya terluka. Dia pasti menangis lagi. Lagi-lagi aku yang menjadi alasannya. Aku memencet sederet nomor yang sudah aku hafal diluar kepala, nomornya masih tersambung dan tidak diangkat? Aku tetap menunggu .. dan akhirnya telpon ku diangkat juga …

“Yeoboseyo?” aku mendengar suaranya yang sedikit gemetar

“Hyeri~a, ini aku! Tolong jangan matikan handphone nya! Dengarlah penjelasan ku dulu …” ujarku cepat sebelum ia memutuskan sambungan telepon.

“Untuk apa kau menghubungiku lagi? Jangan pernah menghubungiku lagi, Joon Myun~a! Aku tidak ingin melihatmu lagi!”

Klik.

Sedetik kemudian, dia sudah memutuskan sambungan telepon. Aku tidak mungkin hanya berdiam diri sendiri disini sedangkan ia disana menderita? Tidak! Aku harus pulang sekarang .. jadwal juga sudah selesai.

“Kau mau kemana Hyung?” tanya Kai

“Aku harus pulang! Aku harus menjelaskannya pada gadis itu …”

Aku dengan cepat berlari keluar dari gedung fanmeeting. Beberapa body guard menuntunku ke arah tempat dimana mobil diparkirkan. Aku langsung masuk ke mobil itu dan langsung melaju ke bandara. Hyeri tunggu aku! Aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi ….

***

Aku sampai dirumahnya. Ternyata benar rumah itu memang gelap. Aku yakin sekali dia ada di dalam. Aku memencet bel rumah itu beberap kali, tapi dia tidak membuka pintu itu. Aku memutar kenop pintu barangkali dia tidak mengunci pintu sehingga aku tidak perlu mendobrak paksa pintu ini. Dan benar saja … pintu itu tidak terkunci. Haiss dia ceroboh sekali!

Aku masuk kedalam rumahnya lalu menghidupkan beberapa lampu di beberapa ruangan agar tidak terlihat gelap lagi. Aku beranjak menuju kamarnya lalu membuka pintunya pelan. Kamar itu gelap karena semua jendelanya tertutup oleh gorden. Aku melihat gadis itu meringkuk dibalik selimutnya. Dan sekilas aku mendengar suaranya yang sedang … menangis. Sudah berapa lama ia menangis? Astaga … aku ini bukan pria yang pantas untuknya! Aku selalu saja membuatnya menangis.

“Hyeri~a,” panggilku pelan sambil mengguncang tubuhnya

“Siapa kau? Aku sedang tidak ingin diganggu! Pergi sana!” ujarnya ketus sambil terisak

“Ini aku, Joon Myun. Dengarlah penjelasan ku dulu ….”

“Kau tuli atau apa? Kan sudah kubilang aku tidak ingin bertemu denganmu, Joon Myun ssi.”

Kesabaranku sudah habis. Aku cepat-cepat pulang kesini untuk menjelaskan semuanya! Tapi dia malah mengusirku?! Dengan paksa, aku menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Dia terlonjak kaget saat aku melakukan itu. Sebelum dia berteriak lagi, aku dengan cepat mengunci bibirnya dengan bibirku. Aku melumat bibirnya lembut lalu beralih menjadi ciuman yang sangat menuntut. Aku meluapkan seluruh kerinduanku lewat ciuman ini. Di detik berikutnya, nafas kami tersengal. Dan dia menatapku sambil mengerjap-ngerjapkan matanya tidak fokus.

“Kau …. apa yang kau lakukan? Yak! Apa tidak cukup kau mencium gadis di fanmeeting tadi siang? Dan sekarang kau menciumku? Apa maksudmu? Dasar …”

Aku melihat tangannya yang melayang di udara berusaha ingin menamparku tapi dengan cepat aku menampiknya lalu memeluknya erat.

“Jangan seperti itu, Hyeri~a. Cobalah dengar penjelasanku dulu … jangan mengambil satu kesimpulan dengan cepat. Sedangkan kau tidak tahu apa masalahnya? Ayo kita selesaikan dengan kepala dingin ..”

“Kau bilang aku tidak tahu masalahnya?! Kau berciuman dengan gadis itu, Joon Myun ssi. Kau menciumnya! Apa itu bukan masalah?”

Aku menghela nafas sabar, lagi-lagi ia salah paham.

“Dengarkan baik-baik, jangan berusaha menginterupsi pembicaraanku. Kau mungkin memang beranggapan aku telah mencium gadis itu. Tapi kau tahu? Bukan aku yang menciumnya duluan. Tapi dia yang menciumku. Aku berusaha mendorong nya menjauh tapi tangannya dengan kuat memelukku. Gadis satu-satunya yang ingin aku cium itu hanya kau saja, Hyeri~a. Bukan dengan wanita lain. Dan kau sama sekali cemburu dengan orang yang salah. Dia sama sekali tidak menarik minatku walaupun dulu kami sempat mempunyai hubungan. Tapi aku sangsi kalau dulu aku pernah mencintainya. Dan sekarang yang benar-benar menyita seluruh perhatianku itu hanya kau saja. Kim Hyeri. Bukan gadis itu. Berhentilah mencemburui semua hal dengan alasan yang tidak masuk di akal. Sekali lagi aku katakan, aku sama sekali tidak menyukainya. Arraseo?”

“Berhentilah Joon Myun~a. Berhentilah membuatku terlalu banyak berharap denganmu. Aku ini tidak pantas bersanding denganmu, aku ini bukan gadis yang tepat untukmu.. Wajahku tidak secantik mereka. Berhentilah berharap, Joon Myun~a..”

Dia menundukkan kepalanya dan yang aku rasakan bahunya yang bergetar karena menangis. Aku jadi tidak tega karena harus melihatnya menangis terus seperti ini.

“Menurutmu apa alasanku jatuh cinta padamu? Apa aku pernah bilang bahwa aku jatuh cinta padamu karena kau cantik?”

“Jawabannya tidak. Aku jatuh cinta bukan karena kau cantik. Aku mencintai seluruh nya yang ada pada dirimu. Aku mencintai semua kekurangan dan kelebihanmu. Aku mencintai mu karena kau membuatku untuk tidak pernah berpaling menatap wajahmu yang selama ini aku kagumi, wajahmu yang selalu teringat dalam setiap memoriku.”

“Aku selalu berniat mengenal seorang gadis lebih jauh sebelum aku memutuskan apakah aku menyukainya atau tidak. Apakah aku ingin dia menjadi kekasihku atau tidak. Tapi kau tahu? Saat pertama kali bertemu denganmu, aku bahkan sudah menyukaimu. Kau pasti mengganggap ku gila kan ? Terserah. Tapi saat kedua kali pertemuan kita di toko bunga itu. Aku benar-benar yakin, kalau aku jatuh cinta padamu. Dan berniat, untuk menjadikanmu milikku. Dan sampai akhirnya, aku menyatakan perasaanku padamu dan kau menerimaku. Aku sangat senang waktu itu. Dan aku baru saja menyadari saat itu bahwa aku telah memiliki satu tujuan baru. Yaitu kau. Satu-satunya alasan untuk aku tetap bertahan hidup. Bukankah cinta itu begitu sederhana?”

”Joon Myun~a, apa kau benar-benar mencintaiku?” tanyanya lagi

“Astaga Hyeri! Sudah berapa kali aku mengatakannya? Apa kau tidak mendengar semua penjelasanku tadi? Aku mencintaimu. Ara? Jangan membuatku harus mengulang kata-kata itu lagi.”

“Joon Myun~a..”

Dia memelukku dan berbisik ditelingaku ..

“Mianhae, aku terlalu egois. Aku yang tidak mau mendengar penjelasanmu dulu. Aku minta maaf. Aku sudah salah paham.”

“Gwaenchanayo.” ujarku sambil melepaskan pelukannya itu lalu menatapnya intens sambil mengusap air matanya.

“Joon Myun~a, aku merindukanmu. Aku merindukan Joon Myun-ku yang dulu. Bukan Su Ho, member boyband terkenal itu.” Dia kembali memelukku lagi.

“Jinjja? Ah nado bogoshipda.” ucapku lalu mengecup keningnya sekilas.

“Jangan menangis lagi, oke? Jangan menangis lagi gara-gara aku. Aku sudah cukup membuatmu terluka. Dan aku tidak mau menambah satu luka lagi. Tapi aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Hyeri~a, maaf sudah membuatmu menangis terlalu sering.”

“Aku menangis bukan untuk orang lain. Aku menangis untuk orang yang benar-benar mencintaiku. Kau pikir untuk apa aku menangis? Aku menangis karena aku menyayangimu, Joon Myun~a. Aku tidak suka kau didekati wanita lain.” paparnya jujur

“Sebesar itukah kau mencintaiku? Aigoo! Aku beruntung sekali kalau begitu. Hahaha….”

“Yak! Kenapa kau tertawa? Haisss , Myunnie~a hentikan!”

|END|

Gimana chingu semua? Bagus gak critanya? Hehehe jngan lupa comment nya ya 🙂 Yang udh baca gomawo :*

Dan mkasih buat author yg udh mau post-in ff aku di sini, skali lagi ghamsahamnida! *deep bow*

40 pemikiran pada “I Made She Cried

  1. DAEBAK !!ff nya bagus banget thor, gua sering baca ff yg ceritanya hmpir sama tapi yang kli ini beda , emosiny dapet gituuuu hahahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s