Forgetting Oh Sehun (Chapter 3)

Author           :         KeyBummie

Main Cast     :
-Han Eun Soo
-Oh Sehun       EXO
-Lu Han           EXO

Genre            :         Romance


Readers Anyeong ^^  *bowbareng HunHan*

Kali ini author gamau banyak berkicau , cuman pesen author , coba deh baca ff ini sambil dengerin lagunya 2am I wonder if you hurt like me 😀 .

Happy Reading^^ !!

***

Sudah 1 minggu , sejak kubuat keputusan itu . Keputusan yang bisa dibilang egois , karena hanya berasal dari satu pihak . Aku .. berhasil untuk tidak menatap matanya . Menatap sepasang mata hitam yang sudah kuduga , akan digenangi banyak air mata dan ketika air mata itu jatuh , maka bulir demi bulirnya akan menimbulkan perih dihatiku . Aku … berhasil untuk melepaskan tangannya tepat ketika hatiku mulai goyah dengan keputusan itu . Karena jika aku tak mampu melepaskan jari jariku dari jari jarinya , maka hangat tubuhnya , suara manjanya , desah nafasnya , mampu membatalkan keputusan yang sudah kubuat 1,5 bulan yang lalu .

“Jadi , kau benar benar sudah berpisah ?”

Kim Joon-myeon , sepupu sekaligus teman dekatku , bertanya dengan nada meremehkan . Memandangku dengan alis terangkat , tampak sekali gurat gurat ketidakpercayaan di wajahnya . Asal kau tahu Joon Myeon-hyung .. aku juga tidak percaya dengan apa yang sudah kulakukan ..

Aku memilih untuk menganggukan kepalaku , mengiyakan pertanyaan Joon Myeon-hyung.

“Bukankah kau bilang dia itu nafasmu ? hidupmu ? sarang-eun , eo di ga-sseo ?(kemana cinta itu pergi?)” Kini , jelas sekali Joon Myeon-hyung ingin memastikan perkataanku yang kuutarakan padanya 3 tahun yang lalu . Perkataan yang sebenarnya , hingga detik ini pun masih kupegang erat erat dalam hatiku .

“igeo-neun , choegoyeyo (ini yang terbaik)” Kualihkan pandanganku keluar rumah . Menatap pekarangan rumah keluarga Kim dari kaca jendela kamar Joon Myeon-hyung .

“geuromyeon , Eun Soo-gga eotto-kajyeo ? (bagaimana dengan eun soo?)”

Aku menghela nafas panjang . Tak mampu menjawab pertanyaan darinya . Hening . Kutundukkan kepalaku dalam dalam , beberapa saat kemudian kudengar suara Joon Myeon-hyung berdiri dan berjalan membuka laci meja belajarnya , lalu kembali duduk di hadapanku .

SRAAKKK !

Joon Myeon-hyung melemparkan sebuah amplop dokumen berwarna coklat dengan tulisan Saxion University of Netherlands tercetak besar di sampulnya . Kuraih amplop itu , dan melihat surat keterangan penerimaan ku sebagai mahasiswa disana ..

“Kau berangkat akhir tahun nanti .” Joon-Myeon berkata padaku dengan nada suaranya yang datar . Kini kurasakan kedua tangannya memegang erat lenganku , menggoncang tubuhku pelan sehingga mau tak mau kupaksa wajahku untuk menatap matanya .

“Se Hun-ah .. sebandingkah surat penerimaan itu dengan Eun-Soo ?”

***

“Yeon Hee-ah !!”

Aku berteriak keras , berusaha mengalahkan hiruk pikuk di sekitarku . 10 menit yang lalu upacara wisuda SMA-ku baru saja selesai . Dan kini seluruh wisudawan dan orang tua mereka masing-masing sedang merayakan kebahagiaan ini . Halaman SMA ku diramaikan oleh suara suara tangis bahagia , teman teman ku yang saling berpelukan , para orangtua yang berlomba lomba mengutarakan rasa bangga kepada putra putrinya yang berhasil lulus SMA , tak terkecuali aku yang kini berusaha memanggil sahabatku yang sedang berpelukan dengan orang tuanya .

“Eun Soo-ah !!”

Yeon-Hee berlari kearahku , dan langsung kupeluk tubuh mungilnya . Mataku memanas dan satu persatu air mataku jatuh membasahi pundaknya . Aku melepaskan pelukanku dan ternyata Yeon-Hee pun menangis . Tawa kami pun meledak beberapa saat kemudian .

“Akhirnya kita lulus juga … huuuwwaaa !!! aku terharu …” Yeon-Hee berkata sambil membagi tissue padaku .

10 menit berikutnya aku dan Yeon-Hee sibuk menerima bunga dan ucapan selamat dari hoobae-hoobae kami . Aku dan Yeon-Hee cukup aktif dalam kegiatan keorganisasian di sekolah kami . Tak heran banyak hoobae-hoobae yang akrab dengan kami .

“Ya !! Eun Soo-ah !! nanti malam ikut pesta dirumah Doo-Jun yuk ?!?! mau nggak ? pasti seru …”

Aku mendengar ajakan Yeon-Hee ditengah kesibukan ku mengucapkan terimakasih pada hoobae-hoobae kami yang kini mulai beranjak pergi .

“Jinjja ? boleh boleh , pasti asyik . Lagipula , aku juga enggak ada kerjaan malam nanti .”Aku menjawab ajakan Yeon-Hee sambil sesekali kuedarkan pandanganku ke sekitar kami , berusaha menemukan sosok kedua orang tuaku ditengah ramainya orang orang . Seingatku , mereka sedang mengobrol dengan Orangtua Shin Yu-Kyung ketika aku meninggalkan mereka untuk menemui Yeon-Hee .

“Oke , kalau gitu berangkatnya pakai mobilku aja ya , kau mau kujemput jam berapa ?”

Aku baru saja ingin menjawab pertanyaan Yeon-Hee ketika sekilas kulihat seorang namja dengan jaket wol hitam berdiri di depan tiang bendera . Namun ketika aku ingin memastikan penglihatanku , namja itu sudah hilang . Mengikuti instingku , aku berjalan menjauh dari Yeon-Hee dan berdesak desakkan diantara kerumunan orang , berusaha untuk menemukan namja tadi , namun hasilnya nihil .

“Ya !! Eun Soo-ah !! eo di ga-yyeo ?!?!?”

Aku tak memperdulikan teriakan marah Yeon-Hee di belakangku . Aku yakin namja tadi pasti dia ! jaket wol nya ! tak salah lagi ! Aku mencarinya kesana kemari , berulang kali mengucapkan maaf kepada orang-orang yang tak sengaja kutubruk , mengedarkan pandanganku kesana kemari , namun dia sudah menghilang . Tuhan ! kemana dia pergi ? Atau aku salah orang ? atau aku hanya mengada ada ? lagipula jaket seperti itu banyak di Seoul .. Aku mulai memelankan langkah kakiku . Ya , sepertinya aku telah salah orang …

“Eun Soo-ah !”

Aku menoleh dan sedikit kecewa karena ternyata Appa-ku yang memanggilku . Kusadari seluruh keluargaku telah berkumpul . Di sebelah mereka , berdiri seorang Ahjussi yang tersenyum lebar padaku . Tampaknya , mereka sudah lama menungguku kembali .

“Mianhayeo Appa , aku tadi menemui Yeon-Hee .. “ Aku berkata sambil menempatkan diri diantara Eomma-ku dan Jong In-oppa .

“Gwaenchana ,, kita foto dulu ya ,, untuk kenang kenangan kelulusanmu . Yeobo-ah .. cepat berdiri disebelah Jong-In .. kita foto ..” Eomma-ku berkata sambil mengelus kepalaku lembut .

Ternyata Ahjussi didepanku ini adalah seorang juru foto sewaan SMA ku . Dengan senyum lebar ciri khas pedagang yang menjajakan daganganya , dia mulai mengatur posisi dan gaya kami .

“Ya !! sudah siap !!”

Ahjussi tadi berteriak pada kerumunan orang di belakangnya . Detik selanjutnya , aku merasakan perutku bergejolak tidak karuan . Mataku melebar dengan sendirinya , dan 5 detik berikutnya aku merasakan kebahagiaan yang nyaris meledakkan dadaku . Kusadari otot otot wajahku mendadak kaku , aku tidak bisa tersenyum , dan parahnya , mataku tetap melebar dari ukuran normal .

Dia … dia berdiri disana .. dengan jaket wol hitam tebal .. memegang kamera .. lalu mengangkat kamera itu ke matanya , bersiap mengambil gambar keluargaku , ketika gerakan itu terhenti tiba tiba . Kedua tangannya secara reflek menurunkan kamera itu dari wajahnya , dan menatapku dengan ekspresi wajah yang tak jauh dari ekspresiku saat ini .

“Han Eun Soo-ssi ?!?!?”

Lu Han mengucapkan namaku dengan nyaring , mengekspresikan betapa terkejutnya dia. Kini ekspresi itu berangsur – angsur memudar , tergantikan oleh senyum bahagia , ditambah binar binar dari mata cokelat hangat miliknya , aku tak tahu kenapa dia bisa sebegitu bahagianya bertemu denganku . Aku tak tahu hal apa yang dirasakannya hingga matanya begitu memancarkan kebahagiaan .

“Kalian saling kenal ?”

Suara Ahjussi pemilik studio foto membuyarkan pandangan kami berdua .

“Iya , Lu Han-ssi pernah datang kerumah kami sekali ..” Eomma-ku mejawab pertanyaan Ahjussi itu , lalu tersenyum hangat kepada Lu Han .

“Ne .. Anyeonghasseyo ..” Lu Han kemudian membungkuk memberi salam kepada keluargaku , dan keluarga ku pun balas membungkuk padanya , kecuali aku . Bagaimana bisa secepat itu Lu Han mengatasi keterkejutannya , sedangkan aku masih berdiri mematung dengan jantung berdegup tidak karuan .

“Baiklah , saya foto sekarang ya ..” Dengan senyuman yang masih terpancar dari wajahnya , dia kembali mengangkat kameranya lalu bersiap memfoto kami .

Setelah 3 kali take , keluargaku mengucapkan terimakasih pada Lu Han dan Ahjussi tadi , Aku sedang berjongkok untuk membenarkan tali sepatuku ketika kulihat sepasang tangan menyingkirkan tanganku lalu menalikan tali sepatuku .

Kunaikan wajahku dan menjumpai wajah Lu Han yang hanya berjarak 30 cm dr wajahku . Wangi peppermint yang selanjutnya kuketahui adalah aroma parfum Lu Han menyapu wajahku , aku terdiam .

“Aku , bisa sendiri kok ..” Ingin rasanya kupukul kepalaku ketika aku mengucapkan kalimat tadi .

“Eun Soo-ssi apa kabar ? aku senang sekali bisa bertemu  denganmu lagi …” Aku mendengar nada suara yang tulus sekali dari bibir Lu Han , senyuman nya .. matanya .. Kuputuskan untuk kali ini benar benar menyatakan kalau aku juga senang bertemu dengan nya . Bukannya memasang wajah terkejut dan mengucapkan kalimat bodoh seperti tadi .

“Aku juga ! aku .. aku .. aku selalu menunggu kapan aku bisa bertemu denganmu lagi !!”

Kupegang lengannya yang masih berada di sepatuku , dan kusadari ternyata aku sedikit berteriak karena kini ekspresi terkejut dan bahagia terlukis di wajah Lu Han . Detik berikutnya dia tertawa bahagia tanpa melepaskan pandangannya dari mataku . Aku pun mulai tertawa .

“Kenapa kalian tidak berfoto bersama sekalian ?” Kami berdoa menoleh ke arah keluargaku , dan langsung disambut dengan nada setuju oleh Ahjussi tadi .

Kami kembali saling berpandangan , mempertimbangkan apakah ide tadi bagus atau tidak . Belum sempat kami memutuskan , teman teman Lu Han sudah membantu kami berdiri lalu bersiap untuk mengambil gambar kami berdua .

Aku dan Lu Han berdiri dengan gaya teraneh dan tercanggung di dunia . Kuputuskan untuk memegang bunga chrysant kuning pemberian hoobae ku tadi erat erat dengan kedua tanganku . Sedangkan Lu Han menatap lurus ke kamera dengan ekspresi canggung luar biasa .

“Ya ! Lu Han-ah .. kau ini akan masuk di album foto kelulusan nona cantik ini .. masak iya pakai gaya seperti itu , tersenyum saja tidak … ayo gayanya yang natural saja !!”

Kami berdua tertegun mendengar kata Ahjussi studio foto , yang disambut gelak tawa teman teman Lu Han dan tentu saja keluargaku .

Kami kembali saling berpandangan dengan tatapan bingung , hingga akhirnya , Lu Han tersenyum , namun kali ini senyuman nya berbeda , senyuman ini … menenangkanku .. seolah berkata padaku jika dia ada disini , maka semua masalahku bisa terselesaikan .. tidak ada sesuatu yang harus ditakutkan ..

Lu Han meraih satu tanganku yang sedang memegang bunga erat erat , dia menggenggam tanganku , lalu menatap kamera dengan senyum bahagia khas dirinya . Aku bagaikan tersengat listrik merasakan jari jari luhan yang kini menggenggam erat jari jariku .

“Igeo-yeo ? (seperti ini?) “ Lu Han berteriak pada teman temannya dan dibalas dengan nada riuh membenarkan pose kami oleh mereka .

Aku merasakan senyum perlahan lahan merambati wajahku , kutempelkan bunga chrysant tadi di dadaku , kubalas genggaman tangan Lu Han , lalu tanpa kusadari , aku menyandarkan kepalaku di bahu Lu Han …

“1 ,, 2 ,, 3 ,, YAK SUDAH !”

Aku menegakkan wajahku dan kudapati wajah Lu Han memandangku dalam . Aku tersenyum kekanak kanakan , dan dia pun tertawa .

“Eun Soo-ah , kkaja !” Jong In-oppa berkata padaku , membuyarkan pandangan kami . Kulihat Orangtua ku sudah berpamitan kepada beberapa orang . Lu Han sadar kami akan segera pulang , karena detik berikutnya dia melepaskan genggaman tangannya .

Kini kulihat Lu Han membungkuk kearah kakak ku dan orang tuaku , memberi salam perpisahan .

“Aku , pulang dulu .. Anyeonghasseyo ..” Aku membungkuk kepadanya dan kulangkahkan kakiku menjauh darinya . Aku bergabung dengan keluargaku , kukepalkan tanganku , berusaha merasakan genggaman tangan Lu Han yang beberapa menit yang lalu masih menempel di tanganku .

“Eun Soo-ssi !!”

Aku baru berjalan 10 meter ketika sebuah suara yang aku tunggu tunggu terdengar memanggilku .Sontak kubalikkan badanku dan kulihat Lu Han berlari menyusulku , nafas nya terengah engah , namun senyuman itu tidak pernah pudar dari wajahnya .

“Hari minggu besok , apakah kau ada acara ?”

“Aniyo Lu Han-ssi ,, wae geurae ?”

“Pergi jalan jalan denganku .. apakah kau mau ?”

Kini pasti semburat semburat merah muncul di wajahku , karena kurasakan wajahku memanas di tengan udara beku Seoul . Pergi ? dengan Lu Han ?

“ Aku mau .. “

 

Aku berdiri menghadap dinding kamarku . Menatap foto foto yang terpajang disana , foto foto dari kamera polaroit yang saking banyaknya , kini sudah menutupi hampir seluruh dinding . Setiap foto memiliki catatan kecil dibawahnya ,, memuat tanggal , dan tempat dimana foto itu diambil .

12 januari 2011 ,, in Se Hun-sunbae’s room …

4 maret 2011 .. my birthday with Se Hun-sunbae ..

20 september 2010 .. Se Hun-sunbae ketiduran di bus^^

Aku membaca beberapa catatan kecil ketika pintu kamarku terbuka lebar . Seorang namja tampan masuk sambil memegang segelas susu untukku .

“Hari ini , Eun-Soo wisuda” Joon myeon-hyung berkata padaku , berkata sesuatu yang mustahil aku tidak tahu .

“Ne , aku tahu .” Aku menjawab pertanyaan nya tanpa mengalihkan pandangku dari foto fotoku bersama Eun-Soo . Aku menemukan sebuah foto bergambar diriku yang sedang serius belajar , nampaknya waktu itu aku tidak sadar bahwa aku sedang difoto .

Se Hun-ku …

Begitulah bunyi catatan kecil dibawahnya . Kupejamkan mataku rapat rapat .

“Tidakkah kau berniat mengunjunginya ? menelfonnya ? untuk mengucapkan selamat ?” Joon myeon-hyung kembali bertanya padaku .

Aku terdiam . Hari ini , seharusnya aku sedang duduk di aula SMA ku dulu , duduk bersama keluarga Eun-Soo , mendengarkan pidato Eun-Soo sebagai perwakilan wisudawan .. tentu saja dia yang berpidato karena dia ketua OSIS .. sama seperti aku 3 tahun yang lalu ..

Hari ini seharusnya aku berfoto bersamanya .. Menggenggam erat tangannya lalu dia pasti akan menyandarkan kepalanya di bahuku . Seharusnya hari ini aku hadir disana , membuktikan pada semua orang kalau hubungan sunbae-hoobae antara aku dan Eun-Soo bisa berjalan hingga 3 tahun , membuktikan bahwa aku mencintainya dengan teramat sangat .

“Se Hun-ah .. neo , pabo-yeo .” Joon Myeon-hyung memutuskan untuk keluar dari kamarku .

Aku menghela nafas panjang . Apakah aku sudah terlalu kejam ?

Kuraih ponselku di atas meja . Mencari kontak seseorang yang selalu ada di pikiranku setiap saat . Han Eun-Soo .

Kuketik beberapa kata untuknya , ini adalah komunikasi pertama yang kulakukan semenjak 2 minggu yang lalu . Eun Soo-ah ,, apa kau masih menyimpan nomorku ?

To        : Han Eun Soo

Hari Minggu , apakah ada waktu ?

Aku ingin minum kopi …

MESSAGE SENT

 

-tobecontinued-

 

Fiuuuhhh *lapkeringet*

Gimana readers ? ada yang kurang ? Se Hun dimunculin lagi lhooooo hahahahhaa !! siapa yang se hun biaaaaaased !!! sini toss sama author ^^ *toss*

Gatau kenapa waktu bikin ff ini author bisa senyum senyum sendiri bayangin Lu Han (gimana sih thor , katanya se hun-biased (–,-) (-,–) )awawawawawaa 😄 … ! *authorgeblek*

Ditunggu commentnya ya readers .. !! 😀 anyeeoooong

Iklan

48 thoughts on “Forgetting Oh Sehun (Chapter 3)

  1. bingung harus berpihak ke mana? sebenernya sehun gk jahat cuma karena keadaan yg bikin dia mutusin eunsoo tapi luhan juga sangat baik n perhatian ama eunsoo. 🙂

    keep writing n fighting ^^9

  2. Eun Soo pasti bingung bngt mau nemuin siapa.

    Jadi Sehun minta berpisah itu karena sehun mau kuliah ke luar negeri

    Eun soo sama Luhan lucu

  3. wahhh~ ternyata itu alasan sehun sebenarnya… hmm.. gimana tuh kalo eunsoo tau sebenernya? minggu kan dia mau pergi sama Lulu? hadoh pilih mana ni?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s