Too Beautiful to Forget (Chapter 1)

Author: Karine Lestari

Genre : romance

Cast  :
-Oh Se Hoon
– Xi Luhan
-Cha Seung Rin

***

Seung Rin POVaku terpaku memandang foto itu, foto satu-satunya yang kami punya. Sudah 10 tahun kami tidak bertemu satu sama lain. Terkadang aku menangis ketika mengingat kenangan itu. Aku termenung. Sekarang pun aku tak banyak bicara. Aku menjadi seseorang yang tertutup, bahkan dengan ayah atau ibu tiriku, apalagi dengan kakak laki-laki tiriku.

#flashback

‘seungrin’ ibu membelai rambutku lembut.
‘ne’ aku tersenyum, ‘amma ingin mengatakan sesuatu kepadamu’
‘apa?’ ibu merangkul bahu ku. ‘amma tak sanggup membiayai semua kebutuhan mu, appamu akan menjemputmu lusa. amma tidak mau kau menolaknya. Ini semua demi kebaikan mu. Kau akan tinggal bersama appamu, dan menerima kehidupan yang pantas’ air mataku mulai berjatuhan. ‘tidak bu, ibu berbicara apa? Bu! Tidak bu. Ku mohon aku tidak akan meninggalkan amma sendiri’ amma berdiri ‘Jangan menolaknya Seungrin, Amma tidak mau tau. Kalau kau anak Amma, kau harus menuruti kata-kata amma, mengerti!’ Amma beranjak pergi, tapi aku menarik tangannya ‘Amma, kumohon’ ibu menghempaskan tanganku dari tangannya. Lalu pergi dari kamarku. ‘Amma,amma, baiklah ma aku akan menerimanya. Tetapi aku mau hidup bersama amma, amma aku sayang padamu amma’  ucapku sambil menangis, menjerit, mengamuk. ‘hhh ibuuu’

‘oppa’ ucapku lemas, sambil menatap kekosong kedepan.
‘ya hm?’ oppa menatapku, ku balas tatapannya. Aku tak boleh terlihat  menyedihkan dihadapannya ‘aku membencimu’
‘apa? Apa maksudmu?’ aku berdiri, oppa juga ikut berdiri. Aku berbalik, dada ku sesak. Aku tak akan sanggup melihat ekspresinya nanti. Aku menarik nafasku dalam ‘ne oppa, aku membenci mu, benci, aku tidak ingin menemuimu lagi, jangan temui aku lagi oppa. Aku tidak pernah mau bertemu kau lagi, kau mengerti!’ oppa terdiam. Aku pun pergi, berlari secepatnya, meninggalkannya. Air mataku pun tak tertahan lagi. Aku sangat menyayangi mu oppa. Aku tidak membenci mu. Oppa…

keesokan harinya, oppa datang ke rumah ku, menanyai apa aku ada di rumah, atau sekedar menanyai keadaanku pada Ibuku. Tetapi, aku selalu menyuruh amma ku untuk mengusirnya pergi dan mengatakan bahwa aku tak ingin menemuinya. Ya, mungkin inilah jalan yang terbaik. Kami harus belajar untuk membenci satu sama lain. Sebelum nantinya aku akan pergi meninggalkan nya untuk selamanya.

hari itu. Hari dimana saatnya aku pergi, pergi meninggalkan keluarga kecilku disini. Meninggalkan oppa. Mobil itu telah datang, mobil yang akan membawa ku pergi. Pergi meninggalkan semuanya. Aku pun berniat memasukki mobil itu. Tetapi tiba-tiba pikiranku melayang, aku ingin melihat oppa yang terakhir kalinya. Sekali saja. Aku pun mencoba berlari, tetapi Amma menarik tanganku. Ku pandang amma ‘Amma kumohon, aku ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Sekali ini saja amma’
Amma melepaskan genggaman tangannya dari ku, membiarkan ku pergi. Aku pun berlari secepatnya. Mencarinya di rumahnya.
ku ketuk-ketuk pintunya. Tidak ada jawaban. Oppa. Dimana kau?
aku pun mulai pasrah. Taman. Tiba-tiba saja terlintas di pikiranku. Aku pun berlari menuju taman. Benar saja, aku melihat seorang namja duduk di sebuah ayunan termenung.
bibir ku kelu. Untuk apa selama ini aku menjauhinya kalau sekarang aku malah memanggilnya. Dan hanya membuatnya semakin mengingatku? Ne setidaknya melihatnya dari jauh saja sudah membuatku tenang. Oppa jaga dirimu, Saranghaeyo. Dan ku mohon jangan lupakan aku.

#flashback off#tiba-tiba butiran-butiran halus dari mataku menetes, mengingat semua kenangan itu. Well, aku selalu mengingat kenangan itu. Dan itu selalu membuatku lemah. Sudah saatnya aku melupakan semuanya. Melupakan kejadian-kejadian yang belum dapat aku lupakan. Terutama melupakan Sehun oppa. Oppa pasti sudah melupakan aku juga.
***

‘mulai hari ini Seung Rin dan luhan harus berangkat ke sekolah bersama’ luhan oppa tersedak. ‘Mwo?’  ucapnya kaget. Aku hanya diam masih menyantap sarapanku. Aku tidak perduli sama sekali. ‘maksud appa? Dengan patung seperti nya?’ aku berdiri, menyudahi sarapanku. ‘terserah kau saja, mau berangkat denganku atau tidak. Aku tak perduli’ akupun mengambil ranselku lalu berjalan menuju mobil. luhan oppa hanya terdiam sambil memutar bola mata nya. Dia mendesah ‘Ne. Aku berangkat dulu appa’ luhan oppa pun berjalan di belakangku.
lama kami hening di dalam mobil.

Luhan POV

‘ehem’ seung rin menoleh, ‘mwo?’ tanya nya ‘siapa yang memanggilmu?’ ucapku pura-pura dingin. Dia menoleh ke arah depan lagi. Bagaimana ya caranya untuk mencari perhatiannya. Entahlah, dia kan gadis aneh. Setelah kami sampai, kami segera turun dari mobil.
‘untuk apa kau masih disini?’
‘aku hanya ingin bilang terimakasih, sudah menjadi supirku’ seungrin lalu pergi.
heh? Dasar menyebalkan.
teeetttttttttt…
bel berbunyi. Aku pun bergegas ke kelasku. Seperti biasa banyak yoeja-yoeja yang mengerubungiku. Menyebalkannya menjadi ulzzang.
***
‘Seung Rin-ah’ panggilku sambil melambaikan tangan dan tersenyum kepadanya, lalu aku menghampirinya ‘ke kantin dengan ku?’ langkah kaki –seung rin-  terhenti lalu menghadapkan tubuhnya ke arah ku. ‘andwae’ ucapnya singkat lalu melangkahkan kakinya kembali. Aku menahan lengan kanannya, otomatis dia berbalik. Dia mendesah ‘mwo?’ ucapnya dengan wajah “aku malas meladenimu”. ‘ayolah ku mohon, aku takut yoeja-yoeja nanti akan mengerubungi dan menghabisiku’ mohonku.
‘hmm ne’ seung rin mengangguk. Aah senangnya Seung Rin mau menemaniku, hari ini dia baik juga. Eh tapi mengapa aku merasa senang begini ya ditemani seung rin? Hmm entahlah.

kami pun ke kantin bersama. Dan yeah, benar dugaanku begitu banyak yoeja-yoeja yang memperhatikan kami. Ada pula yang menatap tajam ke arah seung rin, aku jadi tidak enak padanya.
kami memesan beberapa makanan dan duduk di salah satu bangku di dekat jendela.
‘seung rin ah yoeja yoeja itu..’
‘sudahlah, lupakan. Memangnya penting mengurusi mereka?’ seung rin memutar bola matanya lalu menyeruput jus yang tadi telah di pesannya.
‘tentu saja tidak, aku hanya..’
‘sudahlah, tak usah di pikirkan’ seung rin memotong pembicaraanku lagi, tetapi aku benar benar tidak habis pikir, dia benar benar gadis yang.. hmm berpikir apa aku ini?

Author POV
Sudah sekian lama seung rin menunggu seseorang, ya dia Xi luhan –oppanya- , akan tetapi orang yang dicarinya tak kunjung datang untuk pulang bersama.

Drrtttttt drrrrrrtttiba-tiba saja Seung Rin merasakan getaran di sakunya, dia pun mengambil sesuatu di sakunya. Ponselnya. Tertera nama ‘Luhan oppa’ di layar ponselnya. Dia pun membuka pesan singkat dari oppa nya tersebut.

‘maaf aku tak bisa pulang bersama mu. Mian seung rin-ah :)’
gadis itu –seung rin- pun menghela nafasnya. Lagi-lagi seperti ini. Batinnya.

Seung Rin pun berjalan ke luar gerbang sekolah, tetapi tiba-tiba ada seseorang menarik dan menyeretnya. Tidak. Bukan seseorang. Segerombol yoeja-yoeja.
Dia membekap seung Rin ‘help help, lepaskan aku’ teriak nya –seung rin- tetapi percuma sekolah telah sepi. Yoeja –  yoeja mengikat tangannya lalu mengguyurnya dengan air mineral dingin. Membuat seung rin gemetar, kedinginan. Dia hanya bisa diam dan mencoba melepas ikatan yang bersarang di tangannya itu, tetapi percuma usahanya begitu sia sia.  Setelah puas mengguyur, menyiksa, dan membully seung rin yoeja-yoeja itu pun pergi meninggalkannya sambil tertawa-tawa.
nafas seung rin menggebu-gebu, dia ingin menangis tetapi dia tahan, menurutnya cara untuk enyah dari sini bukanlah menangis. Kedinginan. Itulah yang dirasakannya saat ini. Hari sudah semakin senja, sudah beberapa kali dia mencoba melepaskan dirinya.
seung rin pun merasa lelah. Dia memejamkan matanya perlahan,perlahan dan.. tiba- tiba seung rin merasakan seseorang memegang tangannya lalu membuka ikatan itu. Perlahan seung rin membuka matanya kembali. Dia melihat seorang namja masih memakai seragam sekolah berdiri di hadapannya sambil menyodorkan tangan kanannya bermaksud untuk membantu nya bangun. Seung rin hanya diam dan memandang  kedua tangannya yang telah bebas dari ikatan-ikatan tersebut. Pasti namja ini yang telah melepaskan ikatan itu. Pikirnya. Namja itu tersenyum.
‘kajja! Berdirilah’ ucap namja itu lembut.
Seung Rin hanya terpaku sambil memandangi wajah namja di hadapannya saat ini.

Suaranya……Tatapannya.. dan Senyumannya..
Seperti aku pernah mengenalnya sebelumnya..

*******

Mian kalo ff nya jelek, ini ff pertama ku^^
mian juga kalo gaseru, gajelas, dan bingung bacanya.
aku juga ga mahir bahasa korea, jadi mian kalo banyak yang salah dan typo
makasih yang udah mau baca ff jelek ini hahah
maklum author amatiran..

13 pemikiran pada “Too Beautiful to Forget (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s