I’m Alien (Chapter 1)

Author : Kimjhyun

Genre : Romance

Rating : PG 13 – 15

Length : Chapter

Main Cast :

Byun Baekhyun ( EXO )

Choi Minah ( OC )

Happy Reading πŸ™‚

Ketika musim semi dimana bunga bermekaran dengan indahnya dan ketika musim gugur semua hilang begitu saja bersamaan dengan angin musim dingin yang datang sama seperti pertemuan yang berlangsung singkat lalu menghilang dalam sekejap , pertemuan yang tak akan pernah terlupakan sedikit aneh tapi menyenangkan . Pertemuan delapan tahun yang lalu saat keduanya masih tak mengerti apa itu rasa suka dan mencintai satu sama lain .

(***)

β€œ Minah ! ,β€œ panggil Mr.Choi pada anak perempuan semata wayangnya yang tengah bermain sendirian dengan bonekanya . β€œ Minah !,” panggil Mr.Choi lagi ketika anak perempuannya itu tak menyahuti atau menggubris perkataan Mr.Choi . β€œ Choi Minah ! , β€œ , kali ini suara Mr.Choi lebih keras dan melengking dari sebelumnya membuat Minah mengalihkan perhatiannya dari boneka-bonekanya lalu berjalan kecil mendekati Mr.Choi yang tengah berdiri tegap . β€œ Waeyo ? β€œ , tanya suara kecil Minah pada Mr.Choi . β€œ Kau mau ikut ke rumah tetangga baru ? β€œ , tanya Mr.Choi mata bulat Minah menerawang dan menimang perkataan Mr.Choi . β€œ Tetangga baru ? β€œ , tanya Minah ingin mendapat penjelasan lebih dari perkataan Mr.Choi . β€œ Iya ada tetangga baru yang tinggal di sebelah rumah kita β€œ , terang Mr.Choi .Β  β€œ Di sebelah rumah ? Bukankah rumah di sebelah berhantu aku takut jika hantunya merasuki tubuhku dan aku juga berubah menjadi hantu β€œ , ujar Minah dengan polosnya . β€œ Itu hanya karangan saja , kau ikut atau tidak ? β€œ , tanya Mr.Choi lagi diiringi tawa . β€œ Eumhh β€œ , Minah bergumam dan berpikir sebentar . β€œ Appa dengar ia mempunyai anak yang seumuran denganmu β€œ , ujar Mr.Choi dengan nada membujuk . β€œ Nee , Appa aku ikut β€œ , ujar Minah tersenyum kemudian Mr.Choi menarik tangan mungil Minah untuk berjalan keluar .

Minah mengikuti langkah lebar Mr.Choi dengan larian kecilnya terkadang ia bersenandung dan tersenyum ia tak sabar ingin melihat wajah tetangga barunya . Kini mereka berada di depan pintu rumah megah dengan cat putih ada beberapa tembok yang kusam dan Mr.Choi menekan bel pada ujung kanan pintu yang menjulang tinggi . Tak butuh waktu lama pintu dibuka dan tampak dua orang pasang suami istri yang tersenyum sedangkan Minah tiba-tiba saja meringkuk di balik jas hitam Mr.Choi . β€œ Annyeonghaseo saya adalah orang yang tinggal di sebelah rumah anda saya harap kita bisa berhubungan dengan baik β€œ , jelas Mr.Choi kemudian memberikan tangannya pada kedua pasang suami istri itu dan disambut dengan baik oleh mereka berdua . β€œ Kenalkan ini anak saya Choi Minah , Minah ini Mr.Byun dan Mrs.Byun β€œ , jelas Mr.Choi tapi Minah masih bersembunyi di balik tubuh tegap Mr.Choi .

β€œ Dia anak yang pemalu ya mungkin kita harus memanggil anak kami juga β€œ , canda Mrs.Byun kemudian memanggil nama seorang dengan sebutan β€œ Baekhyun ! β€œ , tak berselang lama orang yang dipanggil Mrs.Choi datang seorang bocah laki-laki tampan dengan senyuman yang menawan ia membungkuk pada Mr.Choi hormat dan Mr.Choi membalasnya dengan senyuman . β€œ Annyeonghaseo Byun Baekhyun imnida β€œ , ujar Baekhyun bocah laki-laki itu . β€œ Oh Annyeonghaseo Baekhyun , semoga kau bisa berteman dengan baik dengan anak Ahjusshi , nah Minah ayo bermainlah dengan Baekhyun β€œ , ujar Mr.Choi kemudian pergi meninggalkan Minah yang terdiam .

β€œ Hei , namaku Baekhyun namamu ? β€œ , tanya Baekhyun . Minah menatap sekeliling dan menyadari Mr.Choi tidak ada dan kemudian matanya berusaha mencari Mr.Choi . β€œ Hei kau ini tak asik sekali β€œ , keluh Baekhyun ketika Minah tidak membalas perkataannya . β€œ Appaku ? β€œ , tanya Minah mengabaikan pertanyaan Baekhyun . β€œ Appamu sedang berbincang dengan orang tuaku , kau ini siapa namamu ? β€œ , tanya Baekhyun . β€œ Oh β€œ , Minah hanya ber β€˜oh’ ria dan lupa akan pertanyaan Baekhyun tadi . β€œ KAU SIAPA NAMAMU !! β€œ , seru Baekhyun kesal tepat di telinga Minah membuat Minah bergetar dan kaget . β€œ Aku ? Namaku Choi Minah kau bisa memanggilku Minah β€œ , ujar Minah dan Baekhyun hanya mengendus pelan .Β  β€œ Kau ini mengalami gangguan pendengaran ya ? β€œ , selidik Baekhyun . β€œ Tidak aku normal , kau sendiri ? β€œ , ujar Minah balik bertanya . β€œ Tentu saja tidak β€œ , ujar Baekhyun cepat . Minah berjalan berniat berkeliling rumah besar itu . β€œ Hei Nona Choi kau tahu suatu hal ? β€œ , tanya Baekhyun . β€œ Apa ? β€œ , ujar Minah cepat dan segera membalikkan badannya . β€œ Kemarilah hal ini sangat rahasia β€œ , ujar Baekhyun memainkan tangannya dengan gerakan memanggil .

β€œ Kau percaya alien β€œ , ujar Baekhyun berbisik di telinga Minah . β€œ Iya , sepupuku yang lebih tua sering bercerita tentang alien dan UFO β€œ , ujar Minah mengangguk . β€œ Aku adalah alien kau tahu β€œ , ujar Baekhyun pada Minah . β€œJeongmal ? β€œ , tanya Minah memastikan perkataan Baekhyun . β€œ Tentu , aku adalah alien dari planet lain yaitu EXO Planet β€œ , ujar Baekhyun berbisik . β€œ EXO Planet ? β€œ , tanya Minah memicingkan matanya . β€œ Ssthh ini rahasia , EXO Planet itu adalah Planet yang sangat jauh sekali suatu saat nanti aku akan kembali ke sana berkumpul bersama teman-temanku tapi ini rahasia , kau mau kan menjaga rahasia ? β€œ , tanya Baekhyun . β€œ Tentu β€œ , ujar Minah mantap . β€œ Janji jari telunjuk ? β€œ , ujar Baekhyun mengacungkan telunjuknya . β€œ Bukankah janji jari kelingking ? β€œ , tanya Minah . β€œ Kalau di EXO Planet yang ada janji jari telunjuk , bagaimana janji kan ? β€œ , tanya Baekhyun memastikan . β€œ Eumh janji β€œ , ujar Minah meraih telunjuk kecil Baekhyun dengan telunjuknya .

(***)

Nyanyian burung musim semi kini berganti dengan deburan ombak musim panas , matahari yang bersembunyi di balik awan kini terasa lebih panas dari hari-hari sebelum musim panas dan kini panas mulai menjalari seisi kota Seoul . Dua bocah kecil seorang yoeja dan namja tampak mengantri membeli es krim di kedai es krim kecil di sudut kota Seoul mereka sedikit berebut dengan bocah lainnya untuk mendapatkan satu es krim dengan wafel .

β€œ Kalau di EXO Planet apakah ada es krim ? β€œ , tanya Minah pada Baekhyun sambil menjilati es vanilla dengan balutan coklat yang meleleh pada puncaknya . β€œ Tentu di sana ada mesin es krim yang sangat canggih kau bisa memesan dengan berbicara di depannya maka mesin itu akan langsung membuatkanmu es krim β€œ , ujar Baekhyun tersenyum . β€œ Jeongmal ? Aku ingin sekali pergi ke sana β€œ , ucap Minah antusias pada Baekhyun . β€œ Tidak kau tidak boleh β€œ , ujar Baekhyun cepat . β€œ Waeyo ? β€œ , tanya Minah . β€œ Karena kau manusia biasa jika kau ke sana kau akan menghilang selamanya β€œ , tegas Baekhyun , Minah memicingkan matanya menatap Baekhyun β€œ Tidak menyenangkan padahal aku ingin sekali ke sana , jika ke sana apakah kau akan menaiki UFO atau yang semacamnya ? β€œ , sungut Minah . β€œ Tentu , aku akan ke sana suatu hari nanti β€œ , ujar Baekhyun berjalan cepat melintasi jembatan yang dibawahnya terdapat sungai yang aliran sungainya tidak begitu deras .

β€œ Hei tunggu β€œ , seru Minah ketika Baekhyun hampir meninggalnya , Minah berjongkok di trotoar yang dekat dengan pagar jembatan , ia mengikat tali sepatunya yang terlepas . Ketika ia hampir selesai , bayangan hitam Baekhyun seakan menyelemuti tubuhnya , Minah mendongakkan kepalanya dan melihat Baekhyun sudah berjongkok di hadapannya sambil memegang sebuah pita merah yang sering dipakai anak kelas 2 SD pada saat itu . β€œ Apa ini ? β€œ , tanya Minah menyelidik . β€œ Untukmu , aku sudah pita ini memberikan kekuatan dan semangat untukmu aku membelinya di EXO Planet jadi ini barang langka beda dengan kepunyaan teman-teman perempuan lainnya dan aku sudah memberikan tanda pengenal di pita itu β€œ , ujar Baekhyun memberikan pita itu pada Minah , Minah membolak-balik pita itu dan matanya menangkap sebuah tulisan tangan β€˜ Choi Minah & Byun Baekhyun β€˜ . β€œ Gomawo β€œ , ujar Minah , Baekhyun hanya tertawa ringan dan berkataΒ  β€œ Kita kan teman β€œ .

Baekhyun berjalan sedikit lebih cepat , sedangkan Minah hanya mengekor dari belakang dan tiba-tiba Minah menjerit histeris ketika pita merah itu diterbangkan oleh angin dan jatuh di sungai yang tenang . β€œ Pitanya ! β€œ , jerit Minah sambil berdiri berpegangan pada pagar jembatan itu . β€œ Kita ambil , pitanya menyangkut pada batu β€œ , ujar Baekhyun kemudian turun dengan tangga yang terdapat pada sudut jembatan dan kemudian menuju pinggiran sungai yang berhadapan dengan pita yang tersangkut . Baekhyun mengambil pita itu memang berhasil dan selamat tapi keesokan harinya badannya panas dan kemudian ia tak pernah terlihat bermain bersama Minah dan hari-hari selanjutnya Baekhyun beserta keluarganya pindah bersamaan dengan musim panas yang juga pergi dan datangnya musim gugur .

8 Tahun Kemudian , Seoul Korea Selatan

Hari yang panas dengan sensasi membakar kulit tak membakar semangat penduduk kota Seoul untuk tetap bekerja terbukti dengan jalanan yang padat sama dengan hari-hari biasanya berbeda dengan yoeja yang memutar rute pulang jalannya menuju kedai es krim yang letak dan dekorasi yang tak berubah sejak 8 Tahun yang lalu , kedai kecil dengan nuansa warna-warni tak lupa dengan kursi-kursi besi yang terletak di depannya .

β€œ Benar-benar hari yang panas β€œ , ujar Minah selagi menunggu pesanan es krimnya . β€œ Kau tak pernah berubah selalu membeli es krim di musim panas apakah tenggorokanmu tak sakit β€œ , tanya Bibi Kim sang penjual es krim sambil memberikan sebuah es krim dibalut wafel . β€œ Jika iya itu tak menyulitkan hidupku , lagipula aku bukan regu penyanyi di sekolah yang harus menjaga tenggorokannya dari segala macam penyakit β€œ , ujar Minah tersenyum seraya memberikan lembaran uang pada Bibi Kim .

β€œ Kenapa kau selalu datang sendiri kebanyakan yoeja datang bersama namjanya ? β€œ , tanya Bibi Kim berbasa-basi sambil memberikan kembaliannya . β€œ Aku tak memiliki namja karena itu aku selalu datang sendiri , lagipula teman-temanku sibuk saat musim panas β€œ , jelas Minah . β€œ Kau harus mencarinya kau sudah kelas 1 SMA , jika kau sudah punya ajaklah dia kesini dan kenalkan pada Bibi β€œ , canda Bibi Kim . β€œ Hahaha sayangnya hatiku belum bisa memilih , aku.. β€œ , ujar Minah pelan dan kata-katanya terpotong oleh Bibi Kim . β€œ Masih menunggu namja itu ? Benar bukan , kau selalu terikat pada seorang namja yang sudah lama sekali dan kau tak tahu keberadaannya sesekali lupakan namja itu dan bersenang-senanglah dengan masa kini β€œ , ujar Bibi Kim . β€œ Yah mungkin harusnya seperti itu , baiklah Bibi sepertinya aku harus pulang dulu dan mungkin besok aku akan kembali lagi β€œ , ujar Minah pamit dan tersenyum .

Minah hanya menghela nafas pelan lalu menariknya lagi sambil sesekali menjilati es krim vanilla yang sudah meleleh dan jatuh ke sekitar tangannya , ia tak begitu menikmati es krimnya pikirannya berpikir tentang namja yang menghilang 8 tahun yang lalu entah mungkin bagi sebagian orang 8 tahun itu waktu yang lama dan seseorang terkadang melupakan orang lain dalam kurun waktu 8 tahun tapi tidak bagi Minah 1 Bulan pasca namja itu menghilang Minah yang selalu bersama Baekhyun selalu terpikir akan kepergian Baekhyun setiap hari , ia seakan terikat pada Baekhyun dan ketika ia sudah menginjak masa remaja ia sadar bahwa ia tak bisa melupakan Baekhyun bukan..bukan.. sebagai teman lagi tapi sebagai orang yang spesial bagi Minah bisa dibilang ia mencintai Baekhyun .

β€œ Ch-Choi Minah β€œ , ujar seseorang nada suaranya seakan mengeja nama Minah sontak Minah mematung ia terdiam kini pikirannya berdalih mencari-cari identitas pemilik suara itu , suara rendah yang menenangkan walau sudah berubah menjadi sedikit lebih berat dari 8 tahun yang lalu tapi Minah mengenalnya sekarang jantungnya berpacu lebih cepat ia putuskan untuk memutar tubuhnya cepat dan mengangkat wajahnya berharap bahwa namja itulah yang ada di hadapannya . β€œ Choi Minah itulah yang tertulis di pita ini , sepertinya tasmu berlubang dan pita ini terjatuh β€œ , ujar namja itu tersenyum seraya mengangkat pita kusam merah .

Baekhyun , namja yang berjarak kurang lebih 60 cm dari Minah berdiri sukses membuat Minah bungkam bukan hanya mulutnya tapi seluruh badannya ikut membeku . β€œ Kau ini masih menderita kelainan saraf pendengaran atau tidak kau bahkan tak membalas ucapanku β€œ , dengus Baekhyun , Minah tak percaya jika orang yang didepannya Baekhyun ia mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memastikan bahwa itu benar Byun Baekhyun namja yang menghantuinya selama 8 tahun lamanya . Menangis mungkin bukan pilihan yang tepat tapi menambah nilai kedramatisan di pertemuan kedua setelah pertemuan pertama 8 Tahun yang lalu . β€œ Kemarilah peluk aku , aku yakin kau sangat ingin melakukannya β€œ , ujar Baekhyun membuka tangannya . β€œ A-aku malu ini di jalan β€œ , ujar Minah sambil mengusap air matanya . β€œ Untuk apa ? Apakah mereka ada masalah jika kau memelukku ? β€œ , ujar Baekhyun dan tanpa disuruh untuk yang kedua kalinya Minah berlari kedalam pelukan hangat Baekhyun tak peduli jika saat ini ia menjadi tontonan masyarakat yang menganggap bahwa mereka adalah romeo dan julliet dunia nyata .

β€œ KenapaΒ  kau pergi begitu saja waktu itu , kau tahu aku benar-benar kesepian aku tak punya teman bermain selain kau β€œ , ujar MinahΒ  saat mereka di perjalanan pulang mengantar Minah . β€œ Itu karena aku harus pergi ke EXO Planet β€œ , ujar Baekhyun . β€œ Kenapa kau tak pamit padaku kau malah pergi tanpa bilang apa-apa β€œ , dengus Minah kesal . β€œ Maaf , saat itu keadaannya mendadak dan aku takut kalau aku ketinggalan UFO jadi tidak ada waktu untuk mengucapkan salam perpisahan β€œ , terang Baekhyun , Minah hanya manggut-manggut mencerna perkataan Baekhyun . β€œ Baekhyun-a β€œ , celetuk Minah . β€œ Eummh β€œ , sahut Baekhyun . β€œ Sedari tadi mukamu pucat dan jalanmu tidak begitu baik kau seperti kehilangan kesadaran β€œ , tanya Minah . β€œ Itu.. β€œ , ujar Baekhyun memainkan jarinya dan memutar bola mata hitamnya .

β€œ Itu karena aku mendapat UFO-Lag , aku baru saja pulang dari EXO Planet dan tak kusangka aku bisa bertemu denganmu β€œ , ujar Baekhyun nadanya sedikit gugup . β€œ Ternyata UFO itu seperti pesawat manusia , jika pesawat mendarat di Bandara maka UFO mendarat dimana ? β€œ , tanya Minah sukses membuat Baekhyun diam dan berpikir sejenak matanya kembali berputar . β€œ UFO tidak memiliki Bandara ketika UFO sudah sampai dan menembus awan Bumi maka aku diturunkan dengan kekuatan sejenis teleportasi tentu saja diturunkan di tempat yang aman β€œ, ujar Baekhyun . β€œ Lalu apakah wajahmu ini adalah topeng ? Apakah kau sebenarnya alien berkulit hijau dan bermata besar ? β€œ , selidik Minah . β€œ Tidak-tidak kau salah besar di EXO Planet alien tidak seperti dalam buku bergambar atau film animasi , di EXO Planet banyak sekali namja tampan dan salah satunya aku mungkin akulah yang tertampan dan juga aku ini memang sudah dilahirkan seperti ini jadi mana mungkin aku bertopeng β€œ , celoteh Baekhyun panjang lebar . β€œ Yah.. jika aku sudah melihat temanmu yang lain mungkin aku tak mempercayai kata-katamu jika kaulah yang tertampan β€œ , canda Minah . β€œ Baekhyun-a , untuk apa kau pergi ke EXO Planet ? β€œ , tanya Minah . β€œ Itu rahasia aku tak boleh memberitahu manusia bumi tentang itu β€œ , terang Baekhyun . β€œ Menyebalkan β€œ , dengus Minah .

β€œ Baiklah kita sudah sampai di rumahmu , rumahmu tak berubah ya β€œ , ujar Baekhyun ketika sudah sampai tepat di depan gerbang rumah Minah . β€œ Yah seperti itulah kau tak ingin masuk dulu ? β€œ , tawar Minah . β€œ Tidak , aku sebaiknya pulang β€œ , tolak Baekhyun halus . β€œ Kau sekarang tinggal dimana ? β€œ , tanya Minah . β€œ Aku tinggal sendiri di sebuah Apartement β€œ , ujar Baekhyun , Minah hanya tersenyum kemudian melambai dan berjalan pelan masuk ke dalam rumah tapi kakinya berhenti sebentar ketika suara Baekhyun memanggil namanya . β€œ Minah ! β€œ , panggil Baekhyun , Minah berbalik . β€œ Kemarikan tanganmu β€œ , ujar Baekhyun dan Minah hanya menurut saja . Baekhyun menggoreskan angka demi angka di tangan Minah dengan spidol hitam . β€œ Apa ini ? β€œ , tanya Minah tak mengerti . β€œ Nomer ponselku jika ada sesuatu hubungilah aku β€œ , jelas Baekhyun , Minah hanya mengangguk kemudian ia merasa mengingat sesuatu . β€œ Ah.. iya Baekhyun-a β€œ , ujar Minah membuat Baekhyun menatap Minah .

β€œ Apakah kau ada waktu luang hari minggu besok ? β€œ , tanya Minah ragu . β€œ Ada , kenapa ? β€œ , Baekhyun balik bertanya . β€œ Kebetulan aku juga , aku hanya ingin mengisi waktu luangku dengan bersenang-senang bersama kawan lama bagaimana ? Aku mendapatkan dua tiket ke taman ria dari temanku yang bekerja sambilan di sana β€œ , ujar Minah menunjukkan 2 lembar kertas pada Baekhyun . β€œ Boleh saja aku juga ingin bersenang-senang dengan kawan lama , baiklah jam 9 kita bertemu di pintu masuk taman ria bagaimana ? β€œ , tanya Baekhyun . β€œ Setuju β€œ , ujar Minah kemudian memberikan sebuah tiket .

Baekhyun melambai pelan pada Minah kemudian berjalan merapatkan blazzer hitamnya dan menarik udara agar masuk ke dalam paru-parunya kemudian menghembuskan nafasnya laluΒ  berjalan terseok dan kemudian menghapus sesuatu yang mengalir di bagian hidungnya .

(***)

Mungkin ini sudah yang ke sebelas kalinya Baekhyun melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya dan menghembuskan nafasnya ke udara . β€œ Sudah 10 menit berlalu dari perjanjian β€œ , desahnya pelan ia menempelkan punggungnya pada tembok yang menjulang ke atas yang terdapat di dekat pintu masuk taman ria . Jarum panjang pada jam tangannya kembali bergerak dan Baekhyun mulai memunculkan raut wajah kesal di mukanya .

Baekhyun sudah merasa tak ada harapan bahwa yoeja itu akan datang dan ia memutuskan menyeret kakinya pergi menjauh dari taman ria itu daripada ia terus-terusan menjadi tontonan orang yang akan masuk taman ria . Ketika ia mengambil satu langkah kecil sebuah teriakan yang menyerukan namanya masuk secara kilat ke gendang telinganya dan membuat ia menghentikan langkahnya dan memutar arah kakinya menghadap yoeja dengan pita merah kusam yang menghiasi bagian rambutnya , yang terengah-rengah berlari ke arahnya . β€œ Mianhae , aku..aku.. dari tadi mencari tiketku dan tak kutemukan dimanapun.. β€œ , ujar Minah seraya mengusap pelipisnya perlahan . Baekhyun terdiam perlahan kemudian membuka suaraΒ  β€œ Jadi… β€œ , ujar Baekhyun mempertanyakan apa yang akan dilakukan selanjutnya . Minah hanya terdiam , ia menundukkan mukanya sebagai wujud rasa bersalahnya dan Baekhyun hanya menghela nafas pelan kemudian mengulas senyumnya .

β€œ Jadi.. terpaksa kita tidak masuk ke dalam bagaimana kalau kita jalan-jalan saja lagipula aku juga tak begitu menyukai keramaian itu hanya membuat kepalaku pusing β€œ , ujar Baekhyun tersenyum pada Minah meyakinkan bahwa tak apa-apa ini bukan salah Minah jika tidak bisa memasuki taman bermain itu . β€œ Baiklah , maafkan aku β€œ , ujar Minah . β€œ Jangan seperti itu ayo kita pergi kau punya usul kita akan kemana ? β€œ , tanya Baekhyun pada Minah yang mematung . β€œ Nee , bagaimana kalau ke kedai es krim kau masih ingat musim panas 8 tahun yang lalu kita sering ke sana β€œ , tanya Minah , Baekhyun menimang perkataan Minah lalu mengangkat pundaknya tanda tak yakin . β€œ Baiklah jika kau tak begitu mengingatnya ayo kita ke sana dan kau akan ingat akan kelezatan es krimnya β€œ , ujar Minah menarik tangan Baekhyun .

(***)

β€œ Minah-a apakah ini namja yang selama ini kau tunggu , dia .. sangat tampan β€œ , ujar Bibi Kim menggoda ketika melihat Baekhyun yang berdiri di samping Minah . Minah hanya menunduk menyembunyikan rona muka merahnya . β€œ Terimakasih atas pujiannya , siapapun pasti bilang aku sangat tampan β€œ , canda Baekhyun . β€œ Hei nak kau tahu Minah sepertinya sangat menyukaimu β€œ , ujar Bibi Kim pada Baekhyun seraya menyodorkan es krim ucapan itu membuat Minah membulatkan matanya . β€œ A..Β  tidak-tidak seperti itu aku.. aku.. menyukai Baekhyun yah.. hanya sebatas teman β€œ , ujar Minah salah tingkah ia menjilati es krim vanilla . β€œ Loh.. kalian teman ? β€œ , tanya Bibi Kim dan keduanya hanya mengangguk . β€œ Kupikir kalian pasangan haha maaf ya Bibi salah sangka kalian terlihat seperti pasangan yang baru jadian β€œ , ujar Bibi Kim sambil memberi kembalian .

Suasana senja dengan sinar matahari yang seakan meredup dan angin yang melewati tengkuk begitu terasa oleh kedua manusia yang sedari tadi diam dalam kesunyian di kursi besi taman kecil . Mereka bukan menikmati suasana senja tapi sibuk dengan pikiran masing-masing hingga Baekhyun membuka suara membelah kesunyian β€œ Mm , kurasa omongan Bibi tadi ada benarnya β€œ , ujar Baekhyun . β€œ Eh..Eh.. yang mana ? β€œ , tanya Minah gugup . β€œ Kurasa .. β€œ , ujar Baekhyun terdiam lalu menarik nafasnya pelan . β€œ Kurasa , aku menyukaimu β€œ , ujar Baekhyun membuat Minah menjadi manusia batu untuk saat ini . β€œ Bagaimana denganmu ? β€œ , lanjut Baekhyun lagi . β€œ Aku.. β€œ , ujar Minah . β€œ Aku.. sedari dulu menunggu dirimu kukira kau tak akan kembali dan kurasa sudah terlambat untuk menyukaimu dan kukira ketika melihatmu itu adalah sebuah mimpi dan kau di sini jadi tidak ada alasan bagiku untuk berkata tidak β€œ , ujar Minah kemudian menarik oksigen untuk masuk dalam paru-parunya .

β€œ Menurutmu aneh tidak berpacaran dengan seorang alien ? β€œ , tanya Baekhyun . β€œ Tidak..tidak selama aliennya adalah dirimu β€œ , ujar Minah , Baekhyun hanya mengulas senyum di bibir . β€œ Hei aku melihat sisa es krim di bibirmu coba sebentar β€œ , ujar Baekhyun kemudian menatap Minah dan meletakkan tangannya di ujung kanan bibir Minah dan menggoreskan ibu jarinya perlahan entah karena suasana yang mendukung tiba-tiba tangan Baekhyun diturunkan dan bibirnya mendekat lama kelamaan semakin dekat dan menempel pelan di bibir Minah . Hanya kecupan singkat tapi hal itu membuat pipi Minah merona dan memanas di bagian dadanya , Baekhyun hanya tersenyum pelan dan berkata β€œ Saranghae” .

(***)

Β β€œ Kau tak apa kan di antar sampai sini ? Karena aku ada urusan β€œ , ujar Baekhyun . β€œ Gwenchana lagi pula rumahku tidak begitu jauh dari sana β€œ , ujar Minah tersenyum , Baekhyun menghela nafas pelan lalu mengelus puncak kepala Minah kemudian berjalan menyebrangi jalanΒ  sambil melambai dan mengucapkan β€œAnnyong” .

Baekhyun berjalan pelan matanya sayu ia sedikit menyenggol beberapa orang karena jalannya yang sedikit terhuyung-huyung . Baekhyun hanya mendesah berat tunggu..ia bukan berjalan ke arah apartementnya ia berjalan ke lain arah , kini yang ada dipikiran Baekhyun adalah rasa bersalahnya pada Minah banyak yang sebenarnya harus ia ucapkan tapi ia takut Minah akan meninggalkannya jika tahu itu kemudian ia mendesah lagi dan bergumam β€œ Tak apa , lagipula aku hanya ingin bahagia sebentar saja apakah ingin bahagia itu salah dan dilarang ? tentu tidak β€œ .

Minah berjalan pelan ketika melihat punggung Baekhyun telah menghilang kemudian tiba-tiba rasanya tubuhnya membeku ketika mengingat sesuatu hal ia rasa bahwa beberapa waktu yang lalu wajah Baekhyun pucat dan jalannya sedikit terseok . Minah khawatir jika Baekhyun tertabrak mobil atau truk atau pingsan di jalan pulang atau dihajar preman-preman seperti dalam film laga . Rasa khawatir Minah menang ia berbalik sedikit berlari kecil menyebrangi zebra cross dan melewati jalanan berlubang , nafasnya tersenggal ketika ia sudah berada tepat di depan Apartement bertingkat , Baekhyun pernah memberitahu alamat Apartementnya dan nomer kamarnya lewat e-mail sehingga Minah dengan mudah menemukannya .

Minah menaiki anak tangga dengan cepat suara detak jantungnya seakan mengalahkan suara derap kakinya yang berjalan di koridor apartement dengan warna dominan putih hitam itu . Ia sampai di kamar yang pintunya tidak ditutup ia membuka perlahan dan terdengar bunyi mendecit pelan ia menatap ke arah pintu masuk tak ada sepatu atau sandal yang tergeletak atau mantel yang menggantung rasanya kosong dan ketika langkah kaki Minah berhenti di ruang tengah bersamaan dengan nafas Minah yang tertahan dan jantungnya yang seakan berhenti berdetak ketika melihat ruangan yang kosong seakan baru saja pindah dari ruangan itu .

Kenapa rasanya kepindahan ini cepat sekali dan seakan sudah diatur ?

Baru saja..baru saja kebahagian itu dirasakan tapi rasanya seperti debu yang ditiup angin .. Β 

Apakah Baekhyun pergi ke EXO Planet , mengapa mendadak sekali ?

Kenapa kepergian Baekhyun seakan sama seperti kepergiannya 8 Tahun yang lalu ? Β 

Sebenarnya kemana perginya Baekhyun ?

TBC

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar πŸ™‚ Gamzamnida *bow*

Annyeong EXOtics .. *lambai-lambai* mian author ga muncul-muncul soalnya author baru balik dari Korea sama China habis nonton Showcasenya EXO hahahaha *plak* . Kali ini author membawa FF gaje plus abal-abal author , author minta maaf jika misalnya FFnya ngebosenin terus kata-katanya aneh ga nyambung , alurnya cepet dan ngebosenin , Author hanya berusaha sebaik mungkin . FF ini terinspirasi dari film korea yang dikasi sama temen author judulnya Love Fobia dan authornya terinsipirasi ketika ngeliat tulisan di bawah lambang EXO yang tulisan β€˜EXO from EXO Planet’ dan tiba-tiba ide nangkring di otak author .Typo dimana-mana tolong dimaafkan . Β Akhir kata author mengucapkan big thanks untuk readersdeul yang sudah membaca , comment dan suka sama FFini author sangat berterimakasih *bow*.Author pamit undur diri , Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya bye πŸ™‚ .

27 pemikiran pada “I’m Alien (Chapter 1)

  1. gag tahan bacanya xD baru di tengah story udah seember nangiss !di tengah2 aku mulai ngerti jalan ceritanya πŸ˜₯ . huaaa author buadku nangis beraat πŸ˜₯ … dada sesak udara pnas huuh. daebak thor !!

  2. baca tegang thor, , sumpah…
    Itu baekhyun nx sakit yya??? Trus gimana minah nx doenk…. N’ tuhh baekhyun moew kmna???…
    Penasaran…..
    Lnjut k’ part berikutny…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s