Forgetting Oh Sehun (Chapter 4)

Author           :         KeyBummie

Main Cast     :
-Han Eun Soo
-Oh Sehun       EXO
-Lu Han           EXO

Genre            :         Romance

Terimakasih banyak buat readers yang udah bersedia comment di 3 chapter sebelumnya … author seneng bgt dapet semangat , dan masukan dr kalian J .

Semoga chapter kali ini enggak mengecewakan kalian semua . HAPPY READING .. !! (^o^) .. !!

*soraksorakbarengHunHan*

________________________________________

From             : Oh Se Hun

Hari Minggu , apakah ada waktu ?

Aku ingin minum kopi …

 

Sabtu malam , 6 jam setelah upacara wisudaku , 6 jam setelah pertemuan keduaku dengan Lu Han , ponselku bergetar diatas meja , layarnya menampilkan 1 pesan diterima dari orang yang yang pernah mengatakan bahwa aku adalah nafas hidupnya . Kini aku terduduk di di lantai kamarku , kudekapkan ponselku di dadaku . Dia .. mengabarkanku sesuatu ? dia baru saja mengatakan sesuatu yang dia rasakan kepadaku ? dia ingin minum kopi ? Mataku kembali memanas dan memuntahkan air mata . Aku rindu … rindu padanya … namun entah mengapa rasa perih juga menyerang hatiku … seperti sebuah luka yang belum kering , namun sudah dicungkil kembali . Se Hun-ku ? sedang apa kau sekarang ? haruskah aku membawakan kopi untukmu ?

Aku tersontak kaget ketika ponselku kembali bergetar .

From             : Oh Se Hun

Minggu jam 11 ,

Mochacino latte dan espresso menunggumu .

Aku tersenyum perih . Seleranya ternyata belum berubah , masih menjadikan Latte sebagai kopi favoritenya . Espresso ? masihkah ada tawa mengiringiku ketika aku meminum kopi kesukaanku itu ? Kulettakan ponselku kembali keatas meja . Kuhapus air mataku , memikirkan apa yang harus kulakukan besok . Bisakah aku menahan air mataku didepan nya ? Bisakah aku berbicara normal ketika dia bertanya bagaimana kabarku ? Kenapa mendadak sekali ? kenapa tiba tiba ingin bertemu denganku ? Tidakkah dia tahu bahwa aku butuh waktu untuk melaksanakan apa yang dia minta ? tertawa karena pernah mencintai oh se hun ?

 

BRAAKK .. !!

Lu Han !! ni zai zuo shen me ne ?!?!? ( Lu Han !! sedang apa kau ??)”

Tiba-tiba pintu kamarku menjeblak terbuka . Sontak , kumasukkan selembar foto yang sedang kupandangi kedalam laci meja belajarku .

Tao ! danci de yige men ! (ketok pintu dulu !)” Aku berteriak marah pada sepupuku , Huang Zi Tao . Hari ini rumahku ramai karena beberapa saudaraku dari Cina datang berkunjung dan berencana menginap dirumahku .

Huang Zi Tao kini menerjangku sambil tersenyum nakal .

“Eh , tadi foto apa sih ? sini aku lihat aku lihaaaaat …” dengan jahilnya Tao mencolek colek daguku lalu berusaha menarik laci meja belajarku .

Deng dai yi fen zhong !! (tunggu sebentar !!)” Aku mendorong tubuh Tao ke tempar tidurku .

Buang buang waktu jika mau bermain rahasia rahasiaan denganya . Toh , nanti dia akan berusaha sampai mati untuk mengetahui rahasianku . Kutarik laci meja belajarku dan kukeluarkan sebuah foto yang baru saja kucetak sore tadi .

Dengan senyum kemenangan Tao meraih foto itu . 5 detik kemudian , matanya membulat lalu berkata padaku .

“Siapa gadis ini ?? ni de ai ren ?!? (pacarmu ?)”

Bushi wo de ai ren (dia bukan pacarku)” Aku berkata sambil berniat untuk mengambil foto itu dari tangan Tao , namun Tao menjauhkan tangannya . Rasa penasaran masih terpampang jelas di wajahnya .

Ni shuo huang ! (bohong !) Lihat nih , wajahmu begitu bahagia . Wajahnya juga ,mana ada orang yang enggak pacaran tapi berfoto semesra ini !  dia baru saja wisuda ? berarti seumuran denganku ya ? waaaaah !! dasar fedofil .. !!”

Tao berkata panjang lebar sambil menunjukkan foto itu didepan wajahku . Aku menyambar foto itu . Han Eun-Soo tersenyum manis sekali , sambil memegang bunga dan menggenggam erat tanganku . Pertemuan tadi , entah mengapa memunculkan sesuatu di dadaku . Sesuatu yang tidak pernah aku duga sebelumnya . Ini diluar logika . Aku baru 2 kali bertemu dengannya , namun hatiku sudah seperti kepingan puzzle yang menemukan pasangannya .

“Aku menyukainya ..”

Kuputuskan untuk berkata jujur pada Tao . Kulirik wajahnya dan kini matanya semakin membulat . Tao , adalah satu dari beberapa orang yang kupercaya untuk menyimpan cerita ceritaku . Walaupun dia 3 tahun lebih muda , terkadang pemikiran nya dewasa sekali .

“Dan dia ? menyukaimu tidak ?” Tao bertanya padaku . Ada nada selidik di suaranya .

wo bu zhi dao , wo xiang bu hui. (entahlah , aku rasa tidak)” Aku menghela nafas , dan baru kusadari nada kecewa di suaraku .

“Jadi benar ya , dia bukan pacarmu ?”

“Kan aku sudah bilang tadi !!” Kupukul kepala Tao dengan penggaris di meja belajarku .

“Kenapa enggak kamu katakan aja ke dia !!”Tao meringis lalu berteriak padaku .

Mendengar pertanyaan Tao , aku terdiam . Sebenarnya masalahnya gampang , aku suka pada Eun-Soo , lalu jujur padanya . Namun ada hal lain yang mengganjal .. hal yang sepertinya harus kutanyakan langsung pada Eun-Soo ..

“Dia ,, sudah menyukai orang lain” Aku bergumam lirih .

Tao memutar kursiku hingga tubuhku kini benar benar berhadapan dengannya . Wajahnya menampakkan ekspresi ‘bodoh-kau-LuHan’ .

“Sejak kapan kamu jadi tukang putus asa begini ?” Tao bertanya .

Kukedipkan mataku dua kali , bingung harus menjawab apa . “Tapi , dia kan sudah menyukai orang lain ,, tidak ada tempat lagi untukku di hatinya”

Tao bangkit berdiri , lalu berjalan kearah pintu ,memutar gagangnya , lalu mendadak dia berbalik dan mengacungkan telunjuknya padaku .

“paling tidak , kau berani mengatakan perasaanmu padanya . Dengan begitu , kau tidak akan disebut pengecut”

Aku tertegun mendengar perkataan Tao . Anak ini , mungkin sebenarnya dia 3 tahun lebih tua daripada aku .

“Dan satu lagi , “ Tao mengeluarkan evil-smirk di wajahnya . “seminggu yang lalu aku baru saja punya pacar , jadi , jangan kalah denganku ya !!” Tao tertawa terbahak bahak .

“YAAAAA !!!”

Kuraih bantalku dan kulemparkan kearah Tao , namun terlambat karena Tao dengan cepatnya menutup pintu kamarku sehingga lemparanku meleset .

Kuhempaskan tubuhku di tempat tidurku . Bayangan wajah Eun-Soo yang akan kutemui esok hari menari-nari di wajahku . Besok hari Minggu , aku akan bertemu Eun-Soo di Taman Kota jam 9 pagi . Kuputuskan untuk tidur , berharap esok pagi segera tiba .

Tao benar .. Aku .. Xi Lu Han , tidak boleh jadi pengecut .

Kuhela nafas dalam dalam , memastikan bahwa aku bisa mengontrol emosiku dengan baik . Setelah yakin , kudorong pintu kayu di depanku . Segera saja bel yang berada diatas pintu berdentang halus , menandakan seorang pelanggan tengah memasuki sebuah cafe di pinggiran Seoul Street . Seorang pramusaji membungkuk kearahku , dan menggerakan tangannya kearah kanan . Aku mengikuti arah tangannya , dan kulihat disanalah dia … Duduk membelakangiku . Rasa rindu menyergapku ketika kulihat punggungnya yang terbalut jaket wol berwarna cokelat hadiah dariku di tahun pertama kami pacaran . Kulihat sebuah topi rajut berwarna senada membungkus kepalanya . Kuletakkan tanganku di kepalaku , sebuah topi yang sama membungkus kepalaku . Tuhan .. kumohon .. bantu aku kali ini .

Aku berjalan perlahan menghampirinya . Se Hun sedang mengaduk – aduk kopinya ketika aku tiba di mejanya . Menyadari ada yang datang , Se Hun menaikkan wajahnya .

“Oh , wasseo ?” Se Hun bertanya padaku .

Aku mengangguk . Se Hun bangkit berdiri , berniat menarik kursi untuk tempatku duduk . Entah mendapat kekuatan darimana , kutepis pelan tangannya .

“Aku bisa sendiri”

Se Hun nampak sedikit terkejut , namun wajahnya berubah tenang lalu duduk kembali .

“eotton pilyo-neun eobs-eo? (ada perlu apa?)” Aku bertanya padanya .

“nan keopi-reul masigo sip-eo . (aku ingin minum kopi)” Se hun menjawab singkat .

“wae nan-hatte geurae ? (kenapa harus dengan ku?)”

“Minumlah kopimu , sudah mulai dingin”

“Tidak mau “

“Wae irae ?”

“Aku sudah tidak suka espresso”

“sejak kapan kau tidak suka espresso ? ”

“sejak aku tahu bahwa latte selalu pahit jika dicampur dengan espresso”

Se Hun , menaikkan wajahnya dan menatapku . Hatiku serasa teriris ketika kutemukan pandangan lelah , sedih , dan tersiksa di kedua bola matanya . Kemana perginya mata cokelat hangatmu ?Tahukah kau bahwa aku perlu kekuatan ekstra untuk berbicara kasar padamu ?

“Eun Soo-ah .. “

Hatiku serasa tertohok mendengar namaku meluncur dari bibirnya . Kupegang gelas espresso-ku erat erat , menyalurkan emosiku kedalam genggamanku .

“ Wae ?” aku menjawab singkat .

Kami terdiam . Di kepalaku , hanya ada satu hal . Bagaimana cara menahan air mata ini agar tidak jatuh . Kulihat Se Hun terus menambahkan gula di kopinya . 1 sendok .. 2 sendok .. 3 sendok .. kualihkan pandanganku ke wajahnya , dan saat itu juga aku tahu dia sedang kacau .

Aku mengambil sendok gula di tangannya . Kugeser cangkir kopinya kearahku , dan kudorong cangkirku kearahnya sebagai gantinya . Kuminum kopi Se Hun-sunbae , dan rasanya luar biasa manis .

Kulihat Se Hun mengeluarkan sekotak kartu dari sakunya . Aku tertegun. Kebiasaan bermain kartu ketika minum kopi … adalah salah satu hobi kami . Kutatap wajahnya dan ternyata Se Hun juga sedang menatapku .

“Aku , punya banyak waktu luang … mau menemaniku bermain ?”

Aku terpaku mendengar perkataan Se Hun . Apakah dia menyadari bahwa aku merindukannya ? sehingga dia sengaja mengajakku bertemu ?

“Jebal-yeo ..”

Aku menghela nafas dalam . entah mengapa , berbicara dengannya , mendengar suaranya , menghirup parfum dari tubuhnya , semua itu membuat hatiku perih . Dan ternyata , jauh darinya semakin menambah perih di hatiku .

Aku mengambil 5 buah kartu di depanku , lalu menatap wajah Se Hun yang kini tersenyum tipis sambil mengambil 5 buah kartu di depannya .

From             : Huang Zi Tao

Hei Xi Lu Han ! good luck untuk hari ini !

Hahahaha 😀

Aku tertawa setelah membaca isi SMS dari Tao . Kumasukan ponselku kedalam sakuku dan kulirik jam tanganku . pukul 11 lewat . Aku dan Eun-Soo berjanji untuk bertemu di taman kota tepat jam 9 . itu berarti sudah 2 jam lebih aku menunggu disini . Kemana Eun-Soo ? apa terjadi sesuatu dengannya ? Aku menyesal kenapa dulu aku tidak meminta nomor ponselnya . Sambil menenteng kamera Cannon favoriteku , aku berjalan mondar mandir mengelilingi air mancur tempat aku duduk sejak 2 jam yang lalu . Eun Soo-ah , kamu dimana ? Kurapatkan kerah jaket putihku , berusana melawan udara dingin Korea yang menggila , sambil berharap Eun-Soo segera datang menemuiku disini .

Aku tak menduga dia akan datang . Aku tak menduga dia bersedia untuk tetap tinggal disini , seperti yang kuminta . Walaupun kami terdiam ,namun mata kami selalu bertemu , berusaha berkomunikasi lewat pandangan kami masing-masing . Aku tahu dia tak sepenuhnya marah , hatinya terlalu lembut untuk bisa marah . Jika aku menjadi dia , pasti sudah kusiram kopi itu keatas kepala namja yang bernama Oh SeHun . Eun Soo-ah , seandainya cintamu tak begitu besar , makan pasti kau tidak akan merasa sesakit itu . Cukup aku saja ..

“wisudamu ,, selamat ya ..”

Senyum setengah hati terlukis di bibirnya . “Ne , gomawo-yyo”

Eun Soo-ah , apa sekarang aku sudah tidak berhak mendapatkan senyum manismu ? Apa sekarang , hanya mata sendu itu yang berhak kunikmati darimu ?

Aku menghela nafas . Kulihat kearah jendela dan kusadari hari mulai gelap . Tidak terasa sudah berjam-jam kami disini , dan hanya obrolan tidak penting yang kami bicarakan . Tidak satupun topiknya menuju kearah perpisahan kami sebulan yang lalu .

“Sudah gelap , kuantar kau pulang sekarang”

Eun Soo mengangguk . Kami bangkit berdiri . Aku membayar pesanan di kasir , sementara Eun-Soo keluar duluan . Tak lama kemudian aku menyusulnya . Kujumpai dirinya sedang berdiri dibawah lampu sambil mengusap usapkan kedua tangannya . Jika hari sudah gelap , maka udara akan bertambah dingin . Kupandangi siluet wajahnya dari samping . Uap air terus berhembus dari mulutnya ,, berusaha memberi kehangatan pada kedua tanganya . Aku tersenyum , sejak dulu .. Eun Soo memang tidak tahan dingin .

Dia tampak kaget ketika aku menangkap kedua tangannya . Kutempelkan kedua telapak tangannya di leherku , tempat paling hangat karena sedari tadi terbungkus sweater turtle neck favoritku . Aku meringis , ternyata tangan Eun-Soo dingin sekali .

“Sunbae …” Kudengar Eun-Soo memanggilku .

“merasa lebih baik ?” Eun-Soo tidak menjawab pertanyaanku , namun hanya mengangguk lemah .

Aku mengeluarkan sepasang sarung tangan tebal dari sakuku , “malam ini di taman kota akan ada pertunjukan kembang api . kau mau nonton ?”

Aku sedang memakaikan sarung ke tangan Eun-Soo ketika mendadak ekspresi wajahnya berubah panik . Matanya membesar , mulutnya sedikit terbuka , seolah olah dia melupakan sesuatu .

“jigeum tteonaya-hae (aku harus pergi sekarang)” Eun Soo berkata panik padaku . Aku belum sempat mengatakan apa apa , Eun-Soo sudah berlari meninggalkanku tepat ketika sarung tangan terakhir sudah terpasang di tangannya .

Kutatap punggungnya yang menjauh dariku . Beginikah perasaan Eun-Soo ketika kutinggalkan dia di cafe ini sebulan yang lalu ?

Kupacu kakiku melewati blok demi blok menuju Taman kota yang berjarak 2 km dari sini . Lu Han ! Lu Han ! Lu Han ! hanya nama itu yang kini terpatri kuat di kepalaku . Kutengok jam tangannku , pukul setengah 7 malam . ASTAGA !

Bagaimana bisa aku melupakan janjiku kepadanya ? Tuhan , demi bertemu Se Hun aku melupakan janjiku .. dalam hati aku bertanya tanya , masihkah Lu Han menungguku ? mustahil rasanya .. ini sudah melenceng hampir 10 jam ..

Kurasakan paru paruku berteriak protes kehabisan udara . Namun aku tak perduli , aku harus sampai di Taman Kota secepatnya .. Hatiku melonjak senang ketika di kejauhan terlihat binar binar lampu taman , semakin kupacu kakiku .

Taman terlihat ramai , karena tepat jam 9 nanti akan diadakan pesta kembang api tahunan disini . Dengan nafas terengah engah , aku berputar mengelilingi taman , berusaha mencari sosok Lu Han , namun nihil hasilnya . Aku nyaris putus asa , mataku memanas , namun kutahan air mataku . Lu Han .. mianhae-yeo …

“Eun Soo-ssi ?”

LU HAN ! aku mendengar suara seseorang memanggil namaku . Sontak aku berbalik dan air mataku merebak kala aku melihat dia … melihat Lu Han .. duduk di pinggir dinding air mancur .. Uap air berhembus dari mulutnya , seiring dengan desah nafasnya . Sedetik kemudian , dia tersenyum … tersenyum lega dan bahagia ..

Aku berlari menghampirinya , dan senyumannya semakin lebar . Setelah lebih dekat , aku menyadari dia kedinginan . Tangannya menggigil , pipinya bersemburat merah , dan bibirnya .. bibirnya terlihat sedikit pucat ..

Aku melepas sarung tangan yang membungkus tanganku , kuraih tangannya dan kupasangkan sarung tangan itu ketangan nya . Lu Han nampak bingung menatapku , namun dia tidak berkata apa apa . Setelah selesai , kupandangi wajahnya yang bersemburat merah . Mungkin aku sedang tidak sadar , aku mengikuti naluriku , karena selanjutnya .. kuangkat kedua telapak tanganku dan kutempelkan di pipi Lu Han .  Aku meringis karena ternyata pipi Lu Han dingin sekali .. kini setelah gelombang kepanikan yang kurasakan , air mataku benar benar mengalir .

“Pabo-yeo ..” Aku berkata pada Lu Han dengan suara yang tercekat .

Lu Han memandang mataku yang kini penuh dengan air mata .

“Apa maksudmu menunggu 10 jam ? harusnya kau pulang saja ..” Perutku bergejolak ketika tangan Lu Han meraih salah  satu tanganku yang menempel di pipinya . Tangannya menggeser tanganku , sehingga kini tanganku menempel di bibirnya . Kami saling berpandangan selama beberapa saat , lalu Lu Han menggeser tanganku lagi , kembali ke pipinya .

“Benar kau ingin aku pulang saja ?”

Matanya bersinar nakal , dan senyuman nakal pun terkulum di bibirnya . Lu Han , selalu pandai mengubah saat saat emosional menjadi santai .

Perlahan , aku menggelengkan kepalaku . Lu Han tertawa geli , begitupun aku . Sebenarnya , ini tidak masuk akal , amat sangat tidak masuk akal .. bagaimana bisa dia mau menungguku selama 10 jam ditengah udara beku seperti ini ? bagaimana bisa dengan lancangnya aku menghangatkan wajahnya ? bagaimana bisa sarung tangan yang baru saja dipakaikan Se Hun-sunbae padaku , kini kupakaikan pada namja lain ? bagaimana bisa demi namja di depanku ini …. aku menangis ?

Lu Han kini menggandeng tanganku , menuntunku duduk di pinggiran air mancur .

“Kamu bawa kamera ? mueos-eul wihaeseo ? (untuk apa?)” Aku menuding kamera yang terletak disebelah Lu Han .

“Oh , igeo-yeo .. tadi sebenernya aku pengen mengambil beberapa gambar kita . tapi , sudahlah lupakan . masih ada hari esok .” Lu Han tertawa kecil mengakhiri penjelasannya .

“Mianhae-yeo …”

Lu Han tertawa mendengar permintaan maafku , sedetik kemudian tangannya terangkat lalu mengusap usap kepalaku lembut . Tuhan ,, kenapa ada makhluk dengan mata seindah mata Lu Han ?

“Lu Han-ssi .. naega han gaji sowon-eul binda ? (bolehkah aku bertanya 1 hal?)”

Lu Han mengangguk mendengar pertanyaanku . Mata cokelatnya kini memancarkan rasa ingin tahu , apa gerangan yang aku kutanyakan padanya .

“neo , nugu jeonghwa-gie myeochsal-iji ? (kamu ini sebenarnya siapa?)” Aku tahu pertanyaan ini aneh , aku baru bertemu dengannya 2 kali , namun hati ini serasa mengenal dirinya dari dulu . Aku bahkan sudah hafal dengan nada suaranya ketika bicara , aku hafal sorot matanya , tubuhnya yang kurus , suara tawa ringannya , eye-smile nya ..

“Jadi , sekarang kita mau bicara tentang personality ?” Lu Han menegakkan tubuhnya dan berbicara padaku dengan nada yang dibuat buat meniru seorang profesional .

Aku tertawa melihatnya . Kuanggukan kepalaku tanda mengiyakan .

“Geurae , namaku Xi Lu Han . Aku keturunan Cina-Korea , baru 5 tahun yang lalu menetap di Korea . Apa lagi ya? Ooh iya , aku mahasiswa woosung university jurusan fotografi . Aku suka makan udon jepang , hobiku tentu saja fotografi , dan jeon-neun yeoja chingu-ga eobs-seo (aku tidak punya pacar) . Eeemm … ada lagi yang ingin kau ketahui ?”

Aku tertawa mendengar penjelasan Lu Han yang begitu detail .

“Haruskah aku memperkenalkan diriku juga ?” Aku bertanya padanya .

Saat itu , jika waktu bisa berhenti , mungkin ketika Lu Han menatap dalam mataku maka waktu sedang berhenti . Aku membalas tatapan matanya . Sorot matanya terlihat tenang , bahagia , seolah ingin mengatakan sesuatu padaku . Lu Han seolah ingin memberitahuku sesuatu , namun ia belum mampu mengatakan nya .

“Mungkin akan lebih asyik , jika aku akan mengenal dirimu seiring dengan berjalan nya waktu”

Lu Han mengalihkan pandangan nya kedepan . Wajahnya menyiratkan sesuatu , sesuatu yang aku tidak sukai untuk pertama kalinya . Lu Han ,, menyimpan sesuatu yang itu pasti tentang diriku .

Wajahnya kembali menatapku .

“jigeum-yeo , naega han gaji sowon-eul binda ?”

Nada suara Lu Han , terdengar penuh keraguan . Dan aku takut menghadapi pertanyaan Lu Han sehabis ini .

Aku mengangguk , mengiyakan permintaan Lu Han .

“Eun Soo-ssi ..

…. Se Hun itu siapa ?”

***

-tobecontinued-

Gatau kenapa author ngerasa kurang puas sama chapp kali ini ToT , jd readers .. maaf ya klu kalian juga kurang puas … pengennya sih ngebuat Lu Han lebih so sweet lagi ,, cuman kok rasanya kurang so sweet *gantungdiri*

*bow*

Dikarenakan banyak yg bilang FF author kurang panjang , maka kali ini FF nya author panjangin 2 lembar ! hiahahahhaa ^o^

Readers ,, jangan lupa commentnya ya , supaya author bisa lebih baek kedepannya 😀

Iklan

55 thoughts on “Forgetting Oh Sehun (Chapter 4)

  1. hmm.. beneran ketemu Sehun dulu… sampai lupa Lulu deh.. tapi bener juga lu thor.. siapa juga yg bisa ngelupain mantan yg masih dicintai .. pasti bakal goyah lah eunsoo nya.. jadi ikut binging gue… Sehun kesannya php.. tapi kasian juga dia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s