I’m Alien (Chapter 2)

Author : Kimjhyun

Title : I’M Alien [ Chapter 2 END ]

Genre : Romance

Rating : PG 13

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO)

Choi Minah ( OC )

Happy Reading πŸ™‚

β€œ Hah.. β€œ , Minah menghembuskan nafasnya yang berat banyak pertanyaan simpang siur di kepalanya sehingga rasanya otaknya ingin meledak dan pecah , Baekhyun benar-benar membuatnya bingung, pusing dan juga sakit bukan sakit pada umumnya yang harus ia periksakan ke dokter atau semacamnya tapi sakit di bagian hatinya . Air mata itu lagi-lagi menetes di sepanjang pipi Minah terus turun hingga menghujani lantai berkramik putih itu . β€œ Jangan cengeng , sesuatu yang menghilang tak akan benar-benar menghilang ia akan kembali suatu hari nanti yah.. suatu hari yang cukup lama β€œ , ucap Minah pada dirinya sendiri berusaha menyemangati jiwanya yang terperosok pada lubang hitam . Minah menyeka kasar air matanya dengan telapak tangannya kemudian matanya beralih menatap ke arah jendela kaca yang besar di Apartement tersebut yang menyuguhkan pemandangan kota yang bisa dibilang sangat indah keramain kota serta panorama malam begitu tampak di depan mata tapi rasanya pemandangan itu tak dapat menyembuhkan atau sekedar menghibur hati Minah , Minah mengadahkan kepalanya menatap bintang yang berkedip serta menyala di depan matanya . β€œ Apakah itu Baekhyun ? Apakah ia berusaha menyemangatiku dari atas sana atau malah mengejek kesedihanku ? Sebenarnya makhluk apa dia ? β€œ , gumam Minah pelan dan air mata itu menetes lagi berhamburan bagai banjir .

Minah berjalan terseok keluar dari apartement ia menyeret kakinya keluar lagipula tak ada gunanya ia berlama-lama di apartement tak berpenghuni itu yang ada ia mendapatkan pengusiran dari pemilik apartement itu atau malah ia bertemu dengan hantu penjaga apartement itu . Baru saja ia berjalan menjauhi apartement itu dan sampai pada lampu lalu lintas pertama kakinya berhenti ketika ia mengingat sesuatu , ada seseorang yang dapat menunjukkan jalannya menemui Baekhyun seseorang yang Baekhyun sebut orang yang baik dan kemudian Minah menorehkan kepalanya ke arah belakang dan mengendus pelan sambil menatap jam tangannya β€œ Ini sudah ralut aku juga terlalu lelah sebaiknya besok saja β€œ , gumam Minah mengurungkan niatnya menemui orang tersebut .

(***)

Namja itu menundukkan kepalanya membiarkan rambut halusnya terjatuh menutupi wajah tampannya sedari tadi ia hanya bisa terdiam mengikuti kesunyian malam ia sedang tidak ingin tidur walau kantung matanya sudah terlihat . Ia mendesah pelan lalu menghembuskan nafasnya berat dan menatap langit malam kota Seoul . β€œ Maafkan aku.. β€œ , desah namja itu Baekhyun pada dirinya sendiri . β€œ Maaf.. aku bukannya ingin meninggalkanmu tapi aku memang harus pergi, maaf karena memberikanmu sebuah memori pahit dalam percintaan aku tak bermaksud seperti itu jujur aku ingin merasakan bagaimana rasanya bahagia mengutarakan perasaan bukannya mempermainkanmu dengan pergi begitu saja dengan status berpacaran.. β€œ , ujar Baekhyun masih berbicara sendiri . β€œ Seharusnya dari awal aku tak mengutarakan perasaanku padamu tapi.. entah perasaan ini terlalu meluap-luap aku tak dapat menampungnya sendiri dan aku mengutarakannya aku senang kau menerimanya tapi aku sedih ketika akulah yang harus pergi dari kebahagiaanku sendiri β€œ , ujar Baekhyun lagi-lagi dan lagi berbicara sendiri ia tak tahu harus berbicara pada siapa lagi ia hanya sendiri di kamar dengan nuansa putih bersih dan bau obat-obatan yang menyerbu masuk ke dalam hidugnya .

β€œ Kau kemana lagi ? β€œ , tanya Dokter Kim tiba-tiba sambil bersandar di ambang pintu , Baekhyun menunduk sambil menghela nafas . β€œ Haruskah aku memberitahumu ? β€œ , Baekhyun balik bertanya . β€œ Dasar bocah ini kau ini harus menjaga kondisi tubuhmu jika tidak.. β€œ ,ujar Dokter.Kim terputus ketika Baekhyun menyambar perkataan itu . β€œ Aku akan mati ? β€œ , tanya Baekhyun dengan penuh penekanan , Dokter.Kim terdiam sejenak dan kemudian tak berbicara hanya memeriksa Baekhyun saja . β€œ Minum obat ini maka kau akan segera sembuh β€œ , ujar Dokter.Kim . β€œ Bisakah ? Aku sembuh hanya dengan kapsul kecil ini seharusnya aku.. β€œ , ujar Baekhyun terputus ketika Dokter.Kim kali ini memotong perkataannya . β€œ Kami sudah berusaha mencarinya jadi bersabarlah β€œ , ujar Dokter Kim pelan lalu berjalan pergi . Baekhyun hanya menatap sekilas kepergian Dokter Kim lalu lagi-lagi menghela nafas . β€œ Apakah bisa aku bertemu Minah dengan bersabar ? β€œ .

(***)

Minah berdiri di depan sebuah Apartement dengan nomor 128 di ujung pintunya tangannya tak kunjung bergerak memencet bel yang terpampang jelas di matanya . Apartement itu berisi orang yang awalnya ingin Minah kunjungi tadi malam tapi ia urungkan niatnya dan kembali lagi esok paginya dan ia kini berdiri di depan apartement itu yang berisi orang yang mungkin mengetahui keberadaan Baekhyun karena Baekhyun pernah berulang kali mengucapkan nama yoeja ituΒ  , kemudian ia menghembuskan nafas pelan lalu memencet bel apartement itu . Sudah lebih dari 5 menit Minah memencet bel tersebut tapi tak ada satupun yang membukakannya pintu mungkin karena berhubung ini adalah hari libur nasional maka orang tersebut masih meringkuk dalam selimut hangatnya , Minah tak putus asa ia mencoba memencetnya lagi dan betapa beruntungnya dirinya pintu tersebut terbuka dan tampaklah sosok yoeja dengan beberapa rambutnya berdiri dan matanya sedikit mengatup , ia menguap lebar lalu terdiam menatap Minah . β€œ Ah.. siapa ? β€œ , tanya yoeja itu sambil mengucek matanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya untuk melihat wujud Minah lebih jelas .

β€œ Ah.. Annyeonghaseo Joneun Choi Minah Imnida β€œ , Minah membungkuk memperkenalkan namanya , yoeja itu menyipitkan matanya dan mengadahkan kepalanya sambil bergumam pelan berpikir siapa gerangan orang yang berada di hadapannya yang menganggu tidurnya di hari libur nasional . β€œ Mianhae sepertinya saya menganggu anda β€œ , ujar Minah gugup ketika yoeja itu tak memberi respon pada perkenalan Minah , sesaat kemudian yoeja itu tersadar kemudian mengembangkan senyumnya walau ia masih tak tahu siapa Minah sebenarnya . β€œ Ah.. tak apa , sebenarnya ada urusan apa ? β€œ , tanya yoeja itu . β€œ Ada.. , sesuatu yang ingin saya bicarakan β€œ , ujar Minah pelan ia tak bisa menyembunyikan nada ragunya . β€œ Oh.. kalau begitu masuklah β€œ , ujar yoeja itu mempersilahkan Minah masuk ke dalam Apartementnya .

Yoeja itu mempersilahkan Minah duduk di sofa putih yang memanjang di ruang tengah sedangkan ia menuju dapur dan mengambil minuman . Minah mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut Apartement yang tidak begitu rapi yah.. bisa dibilang berantakan ada seragam sekolah dan blazzer yang berserakan dan banyak bekas – bekas pop corn dan kotak-kotak CD yang ditelantarkan dan televisi layar datar yang menyala dengan volume kecil . β€œ Maaf , apartementku berantakan aku tidak tinggal sendiri temanku dan aku menghancurkannya tadi malam β€œ , ujar yoeja itu tertawa pelan sambil menyodorkan secangkir teh hangat . Yoeja itu menatap Minah pelan lalu menyesap teh miliknya β€œ Namaku Kim Yeonji , jadi.. ada urusan apa ? β€œ , tanya Yeonji seraya memperkenalkan namanya . β€œ Ah.. Yeonjisshi kau tahu namja yang tinggal di Apartement sebelah ? β€œ , tanya Minah pelan . β€œ Maksudmu Byun Baekhyun ? Yah.. aku mengenalnya aku hanya dua kali berbicara dengannya karena dia sering berpergian entah kemana aku tak tahu β€œ , terang Yeonji .

β€œ Apakah kau tahu dia sudah pindah ? β€œ , tanya Minah . β€œ Ya , pemilik apartement ini memberitahuku kalau dia sudah pindah kemarin , rasanya orang itu tak nyaman tinggal di sini buktinya ia baru saja tinggal beberapa minggu β€œ , jelas Yeonji seraya menyesap tehnya . β€œ Mmh… kau tahu Baekhyun pernah bercerita padaku kalau kau adalah orang yang baik β€œ , jelas Minah . β€œ Oh ya ? Wah aku tersanjung aku tak menyangka ia berkata begitu β€œ , ujar Yeonji mengembangkan senyumnya . β€œ Aku hanya ingin tahu saja jika kau ingat hal baik apa yang pernah kau lakukan pada Baekhyun ? β€œ , tanya Minah . β€œ Hal baik ? eumhh kurasa aku hanya dua kali berinteraksi dengannya yang pertama aku memberi salam padanya saat hari pertamanya tinggal lalu.. β€œ , ujar Yeonji terdiam sejenak seraya berpikir .

Suasana nampak hening , Yeonji masih mengingat-ingat interaksi keduanya dengan Baekhyun dan kemudian ia menjerit pelan β€œ Ah aku ingat ! β€œ , seru Yeonji dan Minah membuka matanya lebar-lebar dan menunggu kalimat selanjutnya . β€œ Aku ingat kedua kalinya aku berinteraksi dengannya saat itu aku sehabis pulang yah.. aku pulang sedikit ralut dari rumah keluargaku di Daegu dan saat itu aku melihatnya berjalan di koridor dengan pundak yang bertumpu pada dinding aku melihat darah yang bercecer di sepanjang jalannya dan saat itu aku segera menghampirinya.. β€œ , ujar Yeonji menarik nafas pelan untuk melanjutkan cerita yang sedikit panjang .

β€œ Aku menatapnya dan bertanya apakah ia baik – baik saja ia mengangguk tapi aku tak yakin jika ia baik-baik saja jika dilihat kondisinya sangat memprihatinkan suaranya tersenggal-senggal sepertinya nafasnya dicekat dan darah terus mengalir dari hidung , sekujur tubuhnya tampak lebam dan memar aku tak tahu dia kenapa apakah dia berkelahi atau tidak tapi kuputuskan membantunya berjalan hingga kamarnya dan membantunya tidur di ranjangnya lalu ia memintaku meninggalkannya sendiri awalnya aku ragu tapi ucapannya seperti memohon dan aku terpaksa meninggalkannya β€œ , ujar Yeonji panjang lebar ia kemudian kembali menyesap sisa tehnya . β€œ Ah.. begitu β€œ , ujar Minah mengangguk . β€œ Ada apa kau menanyai hal itu ? Apakah sesuatu terjadi padanya ? β€œ , tanya Yeonji menelisik ke dalam bola mata Minah . β€œ Tidak, tidak ada apa-apa β€œ , ujar Minah . β€œ Yang kau tanyakan hanya ini saja ? β€œ , tanya Yeonji . β€œ Yah.. begitulah β€œ , ujar Minah sebenarnya ada yang lain yang ia ingin tanyakan pada yoeja itu tapi ia mengurungkannya setelah mendengar perkataan bahwa yoeja itu tak terlalu akrab dengan Baekhyun . β€œ Kau yakin ? Aku rasa kau sedang mencari namja itu Byun Baekhyun , benar ? β€œ , tanya Yeonji ragu .

Minah tercengang ia merasa Yeonji adalah seorang peramal ia tahu maksud dan tujuannya , Minah tak menjawab ia memilih diam mengikuti kesunyian pagi . β€œ Sebenarnya aku bukan tipe orang yang suka menakuti orang lain tapi aku pernah mendengar dari Pamanku yang seorang dokter kau tahu namja itu memiliki penyakit β€œ , ujar Yeonji memberi kesan misterius dalam kalimatnya , kali ini Minah memfokuskan dirinya pada Yeonji . β€œ Yah.. kau tahu penyakit drama ? Leukimia β€œ , ujar Yeonji pelan , Minah diam otaknya mencari apa itu penyakit Leukimia dan kemudian tubuhnya seakan membeku ia tak bisa mendefinisikan perasaannya saat ini , kepalanya seakan berat dan otaknya lelah sekali berpikir . β€œ Choi Minahsshi ? β€œ , tanya Yeonji membuyarkan lamunan Minah , dengan gelagapan Minah segera menjawab β€œY..ya ? β€œ . β€œ Ah.. aku sudah menakutimu ya, maafkan aku , kau ini yeojachingunya Baekhyun ? β€œ , tebak Yeonji lagi , Minah hanya tersenyum tipis tanpa menjawab membuat Yeonji kali ini sedikit merasa bersalah . β€œ Ah..ah.. maafkan aku , aku bukannya ingin mencampuri urusan pribadimu β€œ , ujar Yeonji cepat . β€œ Tidak apa , ah aku sepertinya terlalu banyak merepotkan padahal kita baru saja saling mengenal tapi.. terimakasih atas semuanya β€œ , ujar Minah mengangkat tubuhnya untuk berjalan pulang . Yeonji mengantar Minah sampai pintu Apartementnya sesaat setelah Minah mengambil satu langkah kebelakang ia kemudian menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya lalu bertanya β€œ Yeonjisshi , apakah kau percaya Alien ? β€œ . β€œ Mmh kurasa Iya atau tidak karena sampai saat ini belum ada bukti yang pasti tentang keberadaan alien β€œ , terang Yeonji , Minah mengangguk dan kemudian Yeonji balik bertanya β€œ Kenapa ? β€œ . β€œ Tidak hanya saja aku terlalu bodoh mempercayai hal yang tak pasti karena kenyataannya aku terlalu mempercayainya , semua yang dikatakannya β€œ , gumam Minah membuat Yeonji mengkerutkan alisnya sedikit rasa iba muncul dari dalam diri Yeonji mengingat wajah Minah yang tampak pucat pasi mungkin karena terlalu banyak berpikir . β€œ Choi Minahssi gwenchana ? β€œ , tanya Yeonji . β€œΒ  Nee gwenchana , terimakasih Baekhyun memang benar kau orang yang baik sekali β€œ , ujar Minah pamit sambil mengulas senyum tipisnya .

β€œ Minahssi β€œ , ujar Yeonji pelan kali ini menghentikan langkah Minah , Minah tak menjawab hanya berbalik . β€œ Kau bisa mencarinya di rumah sakit mungkin ia masih ada di Korea yah.. kau bisa menelepon seluruh nomor rumah sakit di buku telepon tapi kurasa itu kalau kau mau , aku yakin tujuanmu sebenarnya adalah menanyai keberadaan namja itu tapi kau mengurungkan pertanyaanmu karena kau yakin aku pasti tak tahu dan sejujurnya aku memang tak tahu keberadaan namja itu jadi jangan berpikiran kalau aku adalah penganggumu dalam urusan percintaan β€œ , ujar Yeonji panjang lebar senyum tipisnya tak memudar , Minah hanya tercengang mendengar ucapan Yeonji ia seperti membaca seluruh pikirannya . Minah mengangguk kemudian benar-benar pamit dari hadapan Yeonji .

(***)

β€œ Maaf tapi pasien dengan nama Byun Baekhyun sama sekali tak terdaftar dalam rumah sakit ini β€œ , ujar suara di seberang . β€œ Oh.. terimakasih maaf merepotkan β€œ , ujar Minah kemudian memutuskan sambungan ia kemudian menurunkan ponselnya dari telinga kanan dan menghela nafas berat . Entah ini sudah keberapa kalinya ia menelepon sejak kepulangannya dari apartement Kim Yeonji , menelepon Β nomor demi nomor Rumah Sakit di Korea Selatan yang tertera di buku telepon , Minah hanya berpikir bahwa Baekhyun pasti dirawat di salah satu rumah sakit di Korea Selatan maka dari itu ia menelepon setiap rumah sakit untuk menanyakan apakah Baekhyun terdaftar atau tidak di rumah sakit itu tapi sampai saat ini belum membuahkan hasil dan setiap kali suara di seberang berkata β€˜tidak ada’ tubuh Minah serasa melemas tapi ia tetap berusaha untuk melanjutkan pencariannya terhadap Baekhyun .

Pasti Banyak yang berkata bahwa Minah adalah yoeja bodoh salah satu alasannnya adalah , kenapa ia tak menghubungi Baekhyun saja dan menanyai langsung dimana ia berada ? Jawabannya adalah sejak awal Baekhyun tak mengangkat teleponnya bahkan selama semalam penuh Minah menelepon nomor Baekhyun , Baekhyun sama sekali tak menjawab selalu operator yang menjawab .

Kini Minah menyilangkan kakinya pada ranjangnya dan menempelkan ponsel itu ditelinganya dan nada tunggu terdengar semakin lama dan semakin lama akhirnya telepon itu di angkat terdengar suara ribut dan bising sebagai latar belakangnya . β€œ Yobeseo , Rumah Sakit Chung-Dam ada keperluan apa ? β€œ , ujar suara ramah di seberang . β€œ Saya Choi Minah , hanya ingin menanyakan apakah ada pasien bernama Byun Baekhyun ? β€œ , tanya Minah pelan . β€œ Sebentar biar saya chek β€œ , ujar suara di seberang kemudian yang terdengar hanya suara ribut dan bising dan kemudian suara ramah itu terdengar kembali . β€œ Atas nama Byun Baekhyun ? β€œ , tanya suara itu memastikan , β€œ Nee benar β€œ , Minah menganggukkan kepalanya walau di seberang sana tak bisa melihatnya . β€œ Ada , pasien ini sudah lama berada di sini dia sering mengechek , berkonsultasi tentang kondisinya dan saat ini ia sedang mengalami perawatan rawat inap β€œ , terang suara itu . β€œ Oh.. bisakah saya mendapatkan nomor kamarnya β€œ , tanya Minah berharap kali ini ia benar-benar sedikit lega . β€œ Nomornya 110 tingkat 3 β€œ , jelas suara itu . β€œ Ah jeongmal gamzamnida β€œ , ujar Minah kemudian memutuskan hubungan itu .

(***)

Panas masih dirasakan di kota Seoul begitu juga dengan yoeja yang sedari tadi berjalan dengan sikap pura-pura tenang tapi sebenarnya hatinya was-was ingin segera sampai tujuan dan melihat keadaan seseorang yang bisa dibilang sangat spesial baginya .

Yeoja itu mendorong pintu kaca itu agar ia masuk ke dalam bangunan megah bertingkat itu tampak lelaki paruh baya berjalan simpang siur dengan mengenakan jas putih panjang sambil memegang sesuatu dan wanita yang memakai baju sama dengan tanda pengenal . Minah berjalan menuju lift tapi nafasnya seakan berhenti ketika membaca tulisan yang tertera di atas tombol liftΒ  β€˜ Lift hanya dipergunakan untuk Dokter atau Pasien , Penjenguk harap menaiki tangga’ . Dengan gontai Minah menaiki tangga demi tangga dan akhirnya ia mendapati dirinya pada tingkat tiga bangunan tersebut , Minah bergumam nomor kamar Baekhyun sambil melihat ke nomor yang tertera di setiap kamar . Dan tiba-tiba bibirnya berhenti bergumam , Minah terdiam tak hanya bibirnya sekujur tubuhnya seakan menjadi batu sesaat kemudian Minah memutar tubuhnya menatap seorang wanita paruh baya yang berjalan sambil memegang tas tangan merah marun . β€œ Bibi !Β  β€œ , bibir Minah mengucapkan kalimat itu begitu saja dan wanita paruh baya itu berbalik menatap Minah wajah wanita paruh baya itu menunjukkan ekspresi berfikir keras dan kemudian berbicara pelan β€œ Choi Minah ?” , ucapan itu lebih menjurus ke arah kalimat tanya . β€œ Annyeonghaseo Bibi β€œ , ujar Minah mengurangi jaraknya dengan wanita itu . β€œ Nde.. annyeonghaseo lama tak berjumpa kau sudah besar sekali , bagaimana kalau kita berbicara sebentar β€œ , usul wanita itu dan Minah mengerutkan keningnya dan berpikir sebentar lalu berkata β€œIya” .

(***)

β€œ Silahkan diminum kau kelihatan lelah sekali β€œ , ujar Mrs.Byun berbasa-basi sambil menyodorkan sekaleng jus jeruk . β€œ Gamzamnida Bibi β€œ , ujar Minah menundukkan kepalanya sambil tersenyum tipis . β€œ Biar kutebak kau kesini untuk.. menjenguk Baekhyun ? β€œ , tebak Mrs.Byun , Minah tersenyum tipis lalu berkata sekenanya β€œ Iya” . β€œ Sebelum kau bertemu dengannya , apakah kau .. tahu .. kondisinya saat ini ? β€œ , tanya Mrs.Byun ragu . β€œ Iya , aku tahu β€œ , ujar Minah singkat . β€œ Dia pasti kaget kalau kau ke sana karena ia pasti tak bisa melanjutkan sandiwara kecilnya β€œ , ujar Mrs.Byun pelan . β€œ Sandiwara ? β€œ , tanya Minah tak mengerti . β€œ Ia pasti sudah bercerita padamu bahwa ia manusia dari planet lain β€œ , tanya Mrs.Byun . β€œ Mm β€œ , Minah menaik – turunkan kepalanya . Mrs.Byun tertawa ringan kemudian melanjutkan ceritanya .

Flash Back

β€œ Kenapa Omma ! Kenapa dari sekian ribu , juta , miliar manusia hanya aku yang memiliki penyakit aneh seperti ini ! β€œ , bentak Baekhyun kecilΒ  sambil menyodorkan sebuah kertas yang berisi tulisan yang ia baca cukup lama untuk mengerti maksud dari setiap kalimat . β€œ Bukan.. bukan kau tak memiliki penyakit aneh kau itu.. β€œ , ujar Mrs.Byun terpotong ketika Baekhyun kecil menyerobot kalimatnya . β€œ Aku itu aneh Omma lihat saja padahal aku tak berkelahi aku memiliki lebam , nafasku sesak , aku sering mimisan sedangkan teman-temanku yang lain tak sepertiku ! Apakah aku bukan manusia ! Apakah aku alien dari planet X atau sejenisnya ! β€œ . β€œ Bukan Baekhyun kau itu tak seperti itu β€œ , ujar Mrs.Byun lembut berusaha menenangkan Baekhyun kecil yang saat ini emosinya tak terkendali . β€œ Omma berbohong jelas-jelas aku ini berbeda dengan yang lain tidak aku bukan spesial tapi aneh ! β€œ , tegas Baekhyun kecil sambil beruraikan air mata . β€œ Tidak sayang kau tidak aneh kau sama β€œ , jelas Mrs.Byun berusaha memeluk Baekhyun kecil tapi Baekhyun menepisnya dan berjalan menjauh . β€œ Omma berbohong aku benci Omma ! β€œ , ujar Baekhyun pergi berlari kecil menuju kamarnya dan bunyi terakhir yang terdengar adalah bunyi dentuman keras pintu .

End Flash Back

β€œ Yah.. walaupun begitu ia tetap tak bisa membenciku , entah berapa kali aku mengingatkannya kalau ia manusia biasa tapi ia bersikeras bahwa dirinya adalah alien karena merasa bahwa dirinya berbeda dari anak sebayanya dan membuatku harus ikut bermain dalam sandiwara kecilnya β€œ , ujar Mrs.Byun memaksakan senyuman tipis , Minah hanya mendesah pelan . β€œ Lalu dari mana EXO Planet itu datang ? β€œ , tanya Minah , Mrs.Byun terdiam sejenak lalu membuka mulutnya β€œ Kau tahu kan film kartun populer zaman kanak-kanak tentang ke-12 pasukan legenda yang tinggal di EXO Planet yang menjaga keseimbangan alam dan ia berharap menjadi salah satu dari ke-12 pasukan itu khususnya yang memiliki elemen cahaya β€œ . β€œ Oiya , Bibi aku ingin tahu alasan kenapa Baekhyun sering sekali berpindah tempat tinggal β€œ , tanya Minah . β€œ Itu karena kami menginginkan tempat yang Baekhyun tinggali dekat dengan rumah sakit jika sesuatu terjadi maka dia cepat dilarikan ke rumah sakit β€œ , terang Mrs.Byun . Setelah pertanyaan itu suasana kembali sunyi hingga Mrs.Byun membuka pembicaraan .

β€œ Sampai saat ini Baekhyun belum benar-benar sembuh semua perawatan telah kami usahakan untuknya hanya satu.. β€œ , ujar Mrs.Byun pelan kemudian Minah menatap Mrs.Byun dengan tatapan bertanya-tanya . β€œ Hanya satu yang belum kami lakukan Transplantasi Sumsum Tulang Belakang tapi saat ini kami masih belum menemukan sumsum yang cocok dengan milik Baekhyun β€œ , jelas Mrs.Byun pelan . β€œ Kenapa tidak Bibi dan Paman saja ? Bukankah Bibi dan Paman adalah orang tua.. β€œ , ujar Minah terpotong ketika Mrs.Byun menyerobot perkataan itu . β€œ Orang tua angkat β€œ , ujar Mrs.Byun membuat Minah membulatkan matanya . β€œ Kami tidak bisa mempunyai anak karena itu kami mengangkatnya dari panti asuhan , matanya yang bulat , bibirnya yang tipis dan tingkahnya yang konyol selalu membuat kami tersenyum kami sangat menyayanginya β€œ , ujar Mrs.Byun seraya menghela nafas berat . β€œ Kami sudah menjalani serangkaian tes untuk transplantasi sumsum tulang belakang tapi hasilnya tidak cocok β€œ , lanjut Mrs.Byun lagi nadanya kian memberat . Minah terdiam , raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang berpikir keras , sepersekian detik kemudian Minah membuka kembali pembicaraan β€œ Biar aku saja.. β€œ . β€œ Eh ? β€œ , Mrs.Byun mengerutkan keningnya berusaha meminta penjelasan kata-kata Minah . Minah tersenyum tipis lalu kembali mengulang perkataannya kali ini lebih lengkapΒ  β€œ Biar aku saja , yang mendonorkan sumsum tulang belakangku untuk Baekhyun β€œ .

(***)

β€œ Minahsshi , apakah ini tak apa ? Hal ini sangat berbahaya dan Bibi tak yakin orang tuamu akan mengizinkan β€œ , ujar Bibi Kim keluar dari ruang pemeriksaan dengan muka cemas , Minah baru saja menjalani tes untuk transplantasi sumsum tulang belakang walau Bibi Kim tak begitu mengizinkannya ia tetap bersikeras dengan alasan β€˜ Aku ingin Baekhyun hidup , dan berada di tengah-tengah kita semua β€˜ . β€œ Minahsshi β€œ , kali ini nada Bibi Kim seperti memelas sambil memegang pergelangan tangan Minah , Minah membalikkan badannya dan tersenyum . β€œ Tidak apa , lagipula aku tidak akan mati bukan ? Orangtuaku tentu mengizinkanku jika ini adalah niat baik , jika seseorang tak berkorban maka Baekhyun tak akan selamat apakah Bibi dan Paman menginginkan hal itu ? Kuyakin jawabannya tidak β€œ , ujar Minah , Bibi Kim terdiam kemudian berbicara lagi β€œ Minahsshi kita bisa mencari orang lain yang bersedia mendonorkannya untuk Baekhyun β€œ , ujar Mrs.Kim berusaha merintangi keinginan keras Minah . β€œ Aku bersedia , kalau sudah ada yang mau mendonorkan kenapa harus mencari yang lain ? Bukankah hal itu membuang-buang waktu dan membiarkan Baekhyun menderita , Oh Ayolah Bibi aku mohon β€œ , ujar Minah dengan nada memohon . β€œ Ingat Bibi tak pernah memaksamu jadi jangan salahkan Bibi jika kau kenapa-kenapa nanti dan jaga kesehatanmu Bibi tak mau operasinya nanti berjalan tak lancar β€œ , ujar Mrs.Byun pasrah . β€œ Arraso Bibi , gamzamnida β€œ , ujar Minah membungkuk kemudian akan kembali berjalan tapi langkahnya terurung karena suara Dokter Kim memanggil ke arahnya . β€œ Choi Minahsshi , Mrs Byun ? β€œ , tanya Dokter Kim dan keduanya berbalik bersamaan . β€œ Hasilnya akan diumumkan seminggu lagi jadi saya harap anda datang β€œ , ujar Dokter Kim dan keduanya kembali membungkuk bersamaan . β€œ Ah iya dokter satu lagi β€œ , ujar Minah . β€œ Nee ? β€œ , tanya Dokter Kim . β€œ Bisakah kau mengrahasiakan jika akulah yang mendonorkan sumsum untuk Baekhyun pada Baekhyun ? β€œ , tanya Minah alasannya adalah ia tak ingin menghancurkan sandiwara kecil Baekhyun Β , Dokter Kim hanya mengangguk .

1 Minggu Kemudian , Rumah Sakit Chung-Dam Seoul

β€œ Jadi bagaimana hasilnya Dokter ? β€œ , tanya Minah pelan , Mrs.Byun yang duduk di samping Minah hanya diam pelan dan dengan sabar menunggu kalimat dari Dokter Kim . β€œ Hasilnya…. β€œ , ujar Dokter Kim menatap lembaran itu , wajahnya tak yakin dan mengkerut , Minah mengenggam kuat ujung roknya ingin segera mendengar kalimat Dokter Kim dan bertepatan dengan kalimat itu terlontar sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Minah .

From : Byun Baekhyun

β€˜Choi Minah , maafkan aku karena cepat atau lambat aku harus pergi ke EXO Planet selamanya , aku mencintaimu dan selamat tinggal . Kau bisa melupakanku jika kau mau karena aku tak pantas untuk diingat β€˜

(***)

Yeoja itu menatap ke arah ranjang yang terletak di sudut ruangan putih , ia terus menatapnya dari arah jendela ruangan tersebut dan berharap seseorang tengah tertidur di ranjang itu tapi harapannya seakan sia-sia karena orang tersebut sama sekali tak ada di ranjang itu yah..tidak ada . Minah yoeja itu hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya ia benar-benar tak bisa menahan tangisnya sehingga ia menangisΒ  , menangis sesenggukan tak peduli jika orang yang lalu – lalang memperhatikannya dengan tatapan heran , tak peduli jika orang , perawat , dokter atau pemilik rumah sakit ini menganggapnya tidak waras atau mengalami gangguan jiwa . Minah masih menangis sambil menundukkan kepalanya ke tembok dan membiarkan punggungnya yang bergetar menjadi tontonan . Di tengah tangisan dashyatnya seseorang menepuk pundak Minah pelan dan lembut .

β€œ Hei β€œ , suara itu menggelitik gendang telinga Minah , suara yang mengalir lembut . β€œ Si-siapa β€œ , Minah membalikkan badannya menghapus air matanya dan berusaha melihat wujud manusia itu , manusia tampan yang berada di hadapannya . β€œ Kita bicara di taman β€œ , ajak namja itu tersenyum , Minah masih mematung tapi namja itu tak mempedulikan kata-kata apapun yang keluar dari bibir Minah ia hanya menarik tangan Minah menuju taman kecil di rumah sakit itu .

(***)

β€œ Kenapa kau bisa di bumi bukannya kau berada di EXO Planet β€œ , ujar Minah pada Baekhyun yang duduk di sampingnya , memang Minah sudah tahu semua rahasia Baekhyun tapi Minah tak ingin menghancurkan semua sandiwara Baekhyun karena itu kini ia hanya percaya-percaya saja atau bisa dibilang pura-pura percaya . β€œ Teman-temanku memberikanku izin tinggal lebih lama di Bumi aku sudah memohon kepada mereka dan mereka mengabulkannya asal kau tahu alien itu baik dan aku adalah salah satu dari alien yang baik itu β€œ, tegas Baekhyun , Minah terkekeh pelan mendengar penjelasan Baekhyun . β€œ Lalu kenapa kau di rumah sakit manusia ? β€œ , tanya Minah , Baekhyun diam pelan lalu tersenyum sambil berkata β€œ Kenapa ? Aku tidak boleh ya dirawat di rumah sakit manusia ? Alien kan juga butuh perawatan jika dia sakit , kau sendiri kenapa di sini ? β€œ . β€œ Kenapa ? Aku tidak boleh dirawat ? Lagipula inikan rumah sakit manusia dan wajar saja aku sakit akukan manusia β€œ , ujar Minah tertawa . β€œ Yah..yah Nona Choi β€œ , ujar Baekhyun .

β€œ Jika kau masih di sini itu berarti Tuhan memberikanmu hidup yang lama β€œ , gumam Minah pelan tapi Baekhyun mendengarnya ia menunduk lalu tersenyum β€œ Terimakasih ya , bagian tubuhmu ada di diriku β€œ , ujar Baekhyun pelan , Minah tak menjawab ia hanya berpikir bahwa Baekhyun sudah tahu bahwa yang mendonorkan sumsum tulang belakang untuknya adalah dia setelah melaksanakan tes dan hasilnya sumsum tulang belakangnya sama dengan Baekhyun dan kemudian operasi dilaksanakan dikemudian hari dan Minah tak menyangka Baekhyun tahu itu tapi ia tak mempermasalahkannya yang terpenting Baekhyun hidup dan berada di sisinya biarlah mereka bermain sandiwara kecil ini .

Β β€˜ Kini bagian tubuhku ada di dirimu anggap saja kini kau sudah menjadi manusia karena itu β€˜

β€˜ Jadi Jangan Pernah Pergi ke EXO Planet , Planet Mars , Jupiter atau yang lainnya’

β€˜Atau bahkan pergi ke hati lainnya’

β€˜Jadi daratkanlah UFO terakhirmu di hatiku’

β€˜Saranghamnida’

(END)

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Gamzamnida πŸ™‚

Annyeonghaseo! *bow* , Sebelumnya author mau minta maaf karena jika FF ini kurang memuaskan, kata- kata yang tidak bener , penempatan titik – koma yang juga gak bener dan memusingkan , tutur bahasa yang aneh , alur cerita yang ribet , membosankan , tidak jelas , tidak seusai dan kecepetan . Author hanya berusaha sebaik mungkin . Typo bertebaran tolong dimaafkan . Sekali lagi author ucapkan jeongmal mianhae dan selanjutnya author ingin mengucapkan big thank’s buat reader’s deul yang udah ngebaca , komen sama suka sama FF ini . Akhir kata sampai jumpa di karya author selanjutnya kemungkinan tokoh utamanya Lay , atau Chanyeol atau Kris atau Luhan . Gamzamnida , Xie-xie , Arigatou Gozaimasu , Thank You dan terimakasih *bow* πŸ™‚ .Β 

36 pemikiran pada “I’m Alien (Chapter 2)

  1. Ah baekhyunnya konyol. Dia alien planet exo lol
    sedih banget ini -,_- perjuangan minah nunggu baekhyun, terus baekhyun yang bela2in nemuin minah aaargghh daebakk
    cuma endingnya aja kayak kurang pas namatinnya/? :”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s