No One (Chapter 2)

Author: Mrs_Kim

Cast:

–          Kim Jooyoung

–          Kim Jongin

–          Oh Sehun

Support cast:

–          Han Jikyung (Kim Jooyoung’s friend)

–          Cho Kyuhyun

–          Kyung Soo

Genre: Romance

Note: annyeong readers!!! Saya kembali dengan ff kedua! Enjoy ya! Jangan lupa komentar nya…yang kritik dan saran dipersilahkan… monggooooo^^

Saat dimobil, aku hanya diam. Walaupun Jongin bertanya apa aku mau diapartemennya dulu, aku hanya mengangguk. Saat sampai diapartemennya, aku masih syok dengan kejadian tadi.

“kau bisa disini selama yang kau mau…aku jarang disini…karena aku selalu ada di dorm…” katanya sambil membuatkan ku coklat panas

“ini…minumlah…” katanya sambil menyodorkan segelas coklat panas

“gomawo” kataku lirih

“aku akan tidur disini hanya hari sabtu dan minggu…sisanya aku akan di dorm”

Aku hanya mengangguk pelan

Lama aku terdiam, akhirnya aku bicara

“tadi…kenapa kau bisa ada disana?” tanyaku

“ah…setelah aku pergi, aku melihat motor milik Sehun parkir di apartemen. Aku curiga, jadi aku putar balik mobil dan menelepon Jikyung untuk memberitahuku nomor apartemen dan PIN nya…dan saat aku sampai dilantai apartemenmu, aku mendengar teriakan…jadi aku langsung ke apartemenmu dan saat aku buka pintu…ternyata…”

“ya…tidak usah kau lanjutkan…” potongku, “aku…ingin tidur…” lanjutku

“ah….tunggu sebentar…kurapikan kamarku dulu…” kata Jongin

“ani…aku tidur disini saja…”

“ah……baiklah…kalau itu maumu…selamat tidur Jooyoung-ah”

“ne…..”jawabku singkat

Aku tidur pulas dengan cepat, karena aku merasa sangat lelah hari ini. Tapi, saat aku sedang diambang tidur, aku merasa tubuhku seperti sedang melayang rasanya seperti digendong seseorang. Aku ingin membuka mata, tapi entah kenapa terasa begitu berat. Jadi aku melanjutkan tidurku.

Esokannya saat aku bangun, aku menemukan diriku sudah berada ditempat tidur. ”kenapa aku bisa sampai disini? Apa aku jalan sambil tidur?” pikirku. Aku langsung bangun, keadaan saat itu sudah agak terang, karena aku bangun kira2 jam 6 pagi. Saat hendak menuju dapur yang tepat diseberang kamar, aku melihat Jongin sedang tidur disofa. Aku mengambil selimut dari kamar dan menyelimutkannya pada Jongin. “jeongmal gomawoyo Jongin-ah” kataku dalam hati sambil melihatnya tidur.

Setelah itu aku pergi ke dapur dan membuat segelas minuman hangat, apapun itu yang ada dilemari dapurnya. Aku menuju ke balkon kemudian duduk dikursi panjang yang ada disitu, dan mendapati suasana dingin Seoul saat pagi dimusim gugur. Aku menunggu sampai matahari terbit, ternyata balkon ini menghadap ketimur. Kalau melihat matahari terbit aku jadi ingat diriku dan Sehun saat kami sedang berada diapartemennya…akh, aku mengingatnya lagi…kenapa begitu sulit melupakannya???

“kau sudah bangun Jooyoung-ah?” tanya Jongin mengagetkanku

“ah…ne…kau sudah bangun? Kalau begitu aku siapkan kau sarapan…”

“tidak usah…” katanya

“ani…kau menolongku terus akhir2 ini…aku tidak tahu harus dengan apa membalasnya…”

“jadilah pacarku…”

“mwo?”

“jadilah pacarku…” katanya sambil menatapku lekat dan dalam

“a-a-ahahaha…kau bercanda untuk menghiburku kan Jongin-ah?” tanyaku

“ani…aku serius…” ucapnya tegas

Pernyataan barusan membuat hatiku mencelos. Bagaimana tidak? Aku baru saja putus dan 2 hari kemudian menerima pernyataan cinta dari teman mantanku sendiri?? Aku rasa ini adalah musim gugur paling gila yang pernah aku jalani.

“aku serius Jooyoung-ah…” bilangnya lagi

“t-tapi…kita baru akrab…kan?”

“aku menyukaimu sudah lama Jooyoung-ah…sejak kau jadi pacar Sehun aku sudah menyukaimu… kau sering datang ke practice room kami membawakan makanan dan menyemangati kami, aku jadi semakin menyukaimu…”

GLEK

Aku menelan ludah. Dia menyukaiku sudah lama? Aku pacaran dengan Sehun hampir 2 tahun, dan dia masih menyukaiku selama itu? Astaga…apa yang harus kulakukan sekarang?

“a-a-a-aaaah….kau lapar tidak? Aku buatkan kau sarapan ya?” kataku berusaha mengganti topik dan langsung bergegas ke dapur

“astaga…barusan itu apa? Ya ampun Jongiiiin….kau boleh saja menembakku, tapi tidak saat aku seperti ini juga…astaga…….” Batinku

Aku mencoba memasak seperti biasa, tapi aku tetap tidak bisa fokus. Aku selalu teringat kejadian tadi, sampai…

“Awwww!” teriakku sambil memegang tanganku

“ada apa Jooyoung-ah?” kata Jongin bergegas melihat tanganku

“tanganmu melepuh…sini ikut aku…” kata Jongin sambil mematikan kompor dan membawaku keruang tamu

“duduk dulu…aku ambil kotak P3K…” katanya

“awww….perih…kenapa tanganku bisa sampai menyentuh panci panas tadi? Sebegitu kah teringatnya aku dengan kejadian tadi?” pikirku

“mana tanganmu…” Jongin mengobati tanganku dengan lembut. Astaga… Apa yang harus aku lakukan?

“sudah selesai…mau kemana kita hari ini?”

“ah? A-aku tidak tahu…terserah kau saja…” jawabku terbata

“ehmm…bagaimana kalau kita ke Myeongdong saja nanti siang?” tawarnya

*Myeongdong itu salah satu tempat belanja di Seoul (kaya malioboro cuma lebih keren)*

“ah…itu bagus…” jawabku singkat

Suasana menjadi sedikit ‘awkward’ disini. Tapi aku berusaha untuk tidak menambahkan suasana lebih dari ini. Jadi lebih baik aku nonton TV sampai kami pergi. Saat sedang mengganti2 channel, aku melihat ada yang menayangkan EXO showcase beberapa hari yang lalu. Tanganku berhenti menekan tombol remote, dan mataku menatap sendu ke layar TV. Sehun…ya, aku menatap laki2 yang sudah membuat hatiku sakit, sangat.

“bagaimana kalau kita berangkat sekarang?” kata Jongin yang menyadari tatapanku

“ah…ya…baiklah…”

“tunggu aku debasement…aku mau siap2 dulu…”

“ne…arasseo” jawabku

Aku langsung menuju parkiran. Dan tak perlu menunggu lama, Jongin sudah datang.

“ayo naik…” katanya sambil membukakan pintu untukku

“ah….ne…gomawo” jawabku

Selama dimobil, tidak ada satupun yang bicara. Sampai ada telepon untukku…

“yeobseyo?”

“…………….”

“untuk kapan?”

“……………….”

“mwo??? Untuk besok dan kau belum mempersiapkannya sama sekali??”

“……………”

“sudahlah…sekarang juga kau ke tempat latihan…!” kataku sambil menutup telepon

“siapa itu?” tanya Jongin

“muridku…katanya dia besok ada perform tapi dia belum mempersiapkannya sama sekali…”

“hahaha…jadi sekarang kita ke tempat latihanmu?”

“ne….mianhae”

“minta maaf untuk apa? Kau tidak salah…” katanya

Tidak lama kami sudah sampai ditempat latihan, dan muridku sudah disana menungguku.

“annyeonghaseyo Jooyoung eonni!”

“ne…langsung saja ya? Kau sudah siapkan lagunya?” tanyaku to the point

“ne…sebenarnya aku sudah membuat sebagian koreo nya, tapi sisanya aku tidak tahu lagi… ngomong2 dia pacarmu yang kau ceritakan waktu itu eonni?”

“ah? Dia? Hahaha…bukan…dia…temanku…” jawabku

“annyeonghaseyo… Kim Jong In imnida…” sapa Jongin

“aaaaah…sepertinya aku pernah melihatmu disuatu tempat oppa? Hahaha…” kata muridku sambil menyetel lagu dan menari

Setelah itu aku menambahkan sisa gerakannya. Dan Jongin sepertinya memang tidak bisa menahan diri kalau sudah mendengar lagu, jadi dia juga ikut membantu. Sama seperti Sehun…. Haaaaaaah…aku memang sulit melupakannya walaupun sudah membencinya sampai diubun2.

Latihan selesai, dan kami berdua pergi ke Myeongdong. Banyak yang kami lakukan disana, dari melihat baju, makan, membeli beberapa barang, dll. Saat sedang asik belanja, tak sengaja aku melihat laki2 yang sudah kubenci sedang bersama selingkuhan sialnya itu. Mataku mulai berair dan sepertinya Jongin melihat arah pandanganku, dan langsung menarikku ke sebuah gang kecil.

“kita diam dulu disini…” katanya

“waeyo?”

“karena aku tidak mau melihatmu menangis lagi…” ucapnya yang membuatku jadi tidak bisa bernafas

“aku tidak mau kau menangis lagi Jooyoung-ah…” lanjutnya sambil memelukku

“tidak apa kalau kau tidak ingin jadi pacarku…tapi kumohon…jangan pernah menangis lagi…” peluknya lembut namun kuat

Aku hanya diam, karena menahan air mata. Dan aku merasa tenggorokanku sudah sakit karena menahan tangis dan…pada akhirnya aku menangis lagi dipelukannya.

“sudahlah Jooyoung-ah…lupakan dia” ucapnya lembut

Tak terasa sudah menjelang malam. Kami harus pulang karena Jongin harus kembali ke dorm. Setelah sampai di apartemen, Jongin langsung mengemasi beberapa bajunya dan langsung pergi ke dorm. Sebelum itu dia memberiku sebuah strap ponsel berbentuk sayap malaikat warna putih, yang ternyata sepasang dengan miliknya yang dia beli di Myeongdong tadi.

“ini untukmu…” katanya menyodorkan strap yang baru dibeli tadi

“untukku? Gomawo…” kataku sambil tersenyum

“ehmmm…..mungkin…aku….hanya bisa menemanimu saat akhir pekan…jadi…”

“gwencahanyo Jongin-ah…tidak usah mengkhawatirkan aku…lagipula aku akan pulang ke apartemen sekarang…” jelasku

“ah….begitu…kalau begitu aku antar ya?”

“baiklah…” kataku setuju

Ketika sampai di apartemenku, Jongin langsung pergi ke dorm EXO. Aku langsung masuk ke apartemenku, kemudian mandi dan istirahat.

Selama hampir beberapa hari ini aku melakukan aktivitasku seperti biasa, mencoba untuk melupakan Sehun seutuhnya tapi tetap tidak bisa. Dan akhir2 ini aku sering melihat EXO entah di TV, poster, Koran, halte, dsb dan itu selalu membuatku rindu dengan Sehun…dan Jongin. Sepertinya lama sekali aku tidak bertemu dengan dua orang ini…

Suatu hari Jikyung datang keapartemenku

“Jooyoung-ah…bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali aku tidak kesini…”tanyanya

“aku baik2 saja…bagaimana kau dengan pacarmu?”

“ah…kami? Baik2 saja… kau sudah bertemu Jongin lagi?”

“ng? baru kemarin dia kesini…memang ada apa dengannya?”

“tidak apa2…sepertinya EXO memang sedang sibuk…”

“ya…sepertinya memang begitu…setiap aku nonton TV pasti ada saja wajah dua orang itu…setidaknya aku masih bisa melihat mereka” kataku dengan tatapan sendu

“kau suka Jongin ya?”

“hah?? Mwo??”

“jangan pernah membohongi Han Jikyung!… matamu itu… tidak bisa bohong padaku”

“…………………” aku hanya diam karena aku merasa Jikyung benar

“biar kupancing perasaanmu keluar… kau merasa nyaman dengan Jongin?”

Aku mengangguk

“dan kau belum bisa melupakan Sehun?”

Aku mengangguk lagi

“haaaaaah…..kau ini… jangan plin plan! Jongin atau Sehun?”

“aku tidak tahu Jikyung-ah…..aku juga bingung dengan perasaanku sendiri”

Mungkin hampir 3 bulan sejak aku putus dengan Sehun dan Jongin selalu menemaniku walaupun tidak setiap hari. Tapi aku sudah merasa kalau perasaanku mulai terarah… ke Jongin. Dia selalu membuatku nyaman dengan kehadirannya. Hingga saat aku ulang tahun dia memberiku kado tak terduga.

“Saengil Chukhae Jooyoung-ah!!” kata dua sahabatku, Jikyung dan Jongin.

“semoga kau bisa menjadi wanita yang lebih keren!” kata Jikyung

“ne…dan menjadi wanita yang lebih kuat…” kata Jongin

“Ah, tunggu ya…ada telepon………..yeobseyo?” kata Jikyung

“………………….”

“MWO????? NE! AKU SEGERA KESANA!” katanya

“waeyo Jikyung-ah?” tanyaku

“adikku…… kecelakaan…”

“astaga! Cepat kau kesana! Jangan pikirkan aku…cepat kesana!” suruhku

“ne….mianhae Jooyoung-ah…sekali lagi saengil chukhae!” katanya masih bisa tersenyum

“iyaaa….sudahlaaaah…cepat sana!” suruhku

“aku antar…” saut Jongin

“ani! Tidak usah… kau temani Jooyoung saja…annyeong!” katanya buru2 pergi

“haaaah….semoga tidak terjadi hal yang serius…” kataku

“oh iya…ini hadiah dariku…” katanya sambil melingkarkan kalung salib dari emas putih dileherku

“ah….g-gomawo…” aku tertunduk malu karena wajahnya dekat sekali dengan wajahku

Tiba2 *cup* dahiku hangat karena bibirnya.

“ah….m-mianhae…aku….tidak bisa menahannya…jeongmal mianhae…” katanya yang langsung melepas ciumnya

DEG DEG DEG DEG DEG DEG

“astaga…jantungku….serasa mau lepas…” batinku, dan entah apa yang merasukiku, aku memegang tangannya dan bilang, “gwenchanayo Jongin-ah……”

“mwo-”

“gwenchanayo….” Potongku sambil mempererat genggamanku

Kemudian aku merasakan ada nafas mengenai wajahku, makin lama nafas itu makin dekat, makin dekat dan……terasa bibirnya menyentuh bibirku lembut….dan aku juga membalasnya

“ah….a-aku lupa…a-ada jadwal lagi…a-a-aku pergi dulu Jooyoung-ah…annyeong” katanya terbata, sementara aku masih diam. Setelah dia pergi, aku langsung menyentuh bibirku yang sudah ‘disentuhnya’. Jantungku serasa mau copot, dan aku tidak mau melihat wajahku saat ini. Karena pasti sudah seperti kepiting rebus. Sekarang aku sudah tahu… aku menyukai Jongin

Hari ini adalah hari yang paling bahagia. Tapi itu tidak lagi karena malamnya Sehun datang ke apartemenku.

“mau apa kau?” tanyaku dingin. Tapi jujur, aku merindukannya, aku ingin memeluknya, tapi saat melihatnya aku langsung teringat kejadian yang paling kubenci.

“aku hanya ingin memberimu ucapan selamat ulang tahun…” katanya santai

“hah! Ternyata kau masih ingat ulang tahunku…tapi aku tidak ingin ucapan darimu” kataku sinis dan langsung menutup pintu, tapi gagal karena Sehun menahannya dan ia pun masuk apartemenku dengan hitungan beberapa detik.

“ apa maumu sebenarnya hah?!” bentakku membelakanginya

“kembali padaku…”

Saat dia bilang begitu aku merasa antara senang dan benci, aku hanya memilih diam, dan tiba2 dua lengan melingkar dipinggangku dan kepala yang menempel dipundakku. Pelukan yang jujur….sangat aku rindukan sekaligus membuat dadaku sakit.

“kumohon…aku tahu aku salah…dan sekarang aku memintamu kembali Kim Joo Young…aku masih mencintaimu…” kurasakan pundakku basah. Sehun menangis. Oh Sehun menangis untuk memintaku kembali. Aku ingin sekali bilang ‘ya’ tapi ada sesuatu yang menahanku untuk bilang satu kata itu.

“Sehun…jebal…” kataku sambil melepas lengannya yang melingkar dipinggangku, dan dia segera memutar badanku dan menciumku. Aku bisa merasakan bibirnya basah karena air matanya. Aku membalas ciumannya sekali dan mendorongnya pelan.

“aku tidak tahu Sehun….” Kataku lirih tanpa melihatnya

Dia diam sebentar, kemudian bilang, “baiklah…aku akan tunggu jawabanmu…” kemudian dia melingkarkan sebuah gelang perak di tanganku dan dia pergi.

“aku….juga masih mencintaimu Oh Sehun…tapi entah kenapa aku tidak bisa…”

Sungguh aku tidak tahu dengan perasaanku ini… Aku mencintai keduanya…itu yang aku rasakan sekarang…

Beberapa hari setelah ulang tahunku, aku menerima telepon

“Jongin-ah? Ada apa? Katanya dia sedang latihan… yeobseyo Jongin-ah?”

“eeeh….Jooyoung-ah?”

Ternyata bukan suara Jongin yang kudengar, lalu siapa?

“ne….nuguseyo?”

“ini aku Kyung Soo…! Cepatlah kau ke tempat latihan kami!”

“waeyo oppa?”

“Sehunnie dan Jonginnie… mereka bertengkar!! Cepatlah! Aku tunggu kau di lobi SMent! Akan kuceritakan nanti! ” langsung dia tutup teleponnya itu

Aku langsung khawatir dan segera menuju kesana. Di lobi, benar saja Kyung Soo oppa menungguku. Dia buru2 menarikku pergi ke ruang latihan.

“mereka bertengkar karenamu” katanya langsung pada inti masalah

“MWO???”

“ne….kau sepertinya harus mebuat keputusan sekarang”

Tibanya kami diruang latihan, jelas saja aku melihat dua namja yang sekarang aku cintai sedang saling pukul. Sepertinya mereka tidak melihatku.

“KAJIMA!!” teriakku dan mereka langsung berhenti karena tahu itu adalah suaraku

“Jooyoung-ah???!” kata mereka berdua bersamaan

Aku diam sebentar

“aku akan memutuskannya sekarang” kataku

“aku tidak akan memilih siapapun” ucapku tegas dan sontak membuat mereka kaget

“w-w-waeyo?” kata Jongin lirih

“karena aku tidak mau salah satu dari kalian terluka…”

“…….karena aku mencintai kalian berdua…” lanjutku dan mataku mulai berkaca2

“tapi Jooyoung-ah……” Sehun angkat bicara tapi langsung kupotong, “aku tidak mau kalian bertengkar karena aku dan mempengaruhi karir kalian… kalian adalah keluarga disini… aku tidak mau jadi perusak hubungan kalian selama ini… aku tidak mau kalian pecah hanya karena masalah seperti ini…” jelasku yang sekarang pipiku sudah basah karena air mata

“kumohon…..jangan seperti ini lagi… ini kulakukan karena aku mencintai kalian…” aku sudah tidak bisa menahan tangisku dan aku langsung pergi dari tempat itu.

“Jooyoung-ah!” kurasakan dua tangan menahan tanganku

“jangan buat aku merubahnya lagi…” aku membalikkan badan dan menemukan mereka berdua berada didepanku

“kumohon…hentikan…jangan bertengkar lagi…aku ingin kalian semua tetap utuh seperti ini…kalian tahu kan kalau aku selalu mendukung kalian dari awal? Jadi, kalian juga harus mendukung keputusanku ini…” kataku sambil memegang tangan mereka berdua

“Jooyoung-ah…” mata Jongin mulai berkaca2

“apa benar yang kau katakan?” kulihat Sehun juga ingin menangis

“ne…..kumohon… kalau kalian mencintaiku aku yakin kalian bisa menerima keputusan ini…”

“sudah….jangan kau teruskan lagi…” dua namja ini membenamkan kepala mereka dipundak kanan dan kiriku, menangis. Aku hanya bisa membelai dua kepala namja yang aku cintai ini dengan lembut. “jeongmal saranghaeyo…” bisikku kepada mereka berdua.

EPILOG

“Jooyoung-ah…apa aku terlihat tampan disana?” tanya Sehun sambil menunjuk ke layar TV yang sedang kami tonton

“kalian berdua tampan…” jawabku

“dance ku keren tidak?” tanya Jongin

“dance kalian berdua keren oppaaaaa……”

Setelah itu kami terdiam

“Jooyoung-ah…” panggil Sehun

“neee…..” tapi aku tidak menoleh

“Jooyoung-ah…” sekarang Jongin memanggil

“neeeee???” tapi aku sekarang menoleh ke arah Jongin yang disebelahku dan *cup* bibirku diciumnya. Langsung wajahku terasa panas

“ya! Jongin-ah! Sembarangan saja kau! Padahal aku duluan yang panggil!” kata Sehun sambil menarik wajahku kearahnya dan *cup* bibirku dicium lagi oleh Sehun. Aku tahu wajahku sudah seperti buah apel sekarang, merah.

“YA! JANGAN PERMAINKAN AKU SEPERTI INI! Seharusnya aku tidak pernah bilang kalau aku mencintai kalian berdua!!!” omelku sambil menutup wajahku dengan telapak tangan

“hahaha…! kau sangat lucu jika seperti itu!”

Tanpa disangka dua orang menyebalkan tapi sangat kucintai ini mencium kedua pipiku.

“saranghaeyo….” Ucap mereka berdua lembut didekat wajahku.

*BLUSH*

“AAAAAAAAA!! Aku bisa gilaaaaaa!!!” teriakku sambil menutup wajahku dengan bantal

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~NO ONE END~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Gimana???

Komen yaaa^^

Gomawo jeongmal udah baca J *tebar2 senyum chanyeol*

21 pemikiran pada “No One (Chapter 2)

  1. HahHhahahhaa…kasian bgt cewenya yaaa..pilihannya susah bangett..harusnya dilanjutin thorrr..jadinya dia milih sapaa..kalo gini ceritanta nggantung..sayang thorr..coba kalo dilanjutin pasti seru dehh..2 part aja seru gmn kalo lebih banyak lagi pasti seru bgt… ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s