Forgetting Oh Sehun (Chapter 5)

Author           :         KeyBummie

Main Cast     :
-Han Eun Soo
-Oh Sehun       EXO
-Lu Han           EXO

Genre            :         Romance

________________________________________

“Aku pertama kali melihat Oh Se Hun pada upacara penerimaan siswa baru di SMA ChungDam . Dia , berpidato selamat datang di aula SMA-ku , dan pada saat itu aku belum merasakan apa apa , karena di mataku dia hanya sunbae ketua OSIS dan aku harus menghormatinya , bukan mencintainya . Seiring dengan berjalan nya waktu aku tahu bahwa Se Hun adalah siswa paling pintar di SMA kami waktu itu , dia sering menjuarai berbagai olimpiade dan menjadi favorite seluruh siswa putra maupun putri sekaligus para guru di SMA ChungDam . 2 bulan menjadi siswi di SMA itu , aku terpilih menjadi pengurus OSIS . Dan dari situlah aku mengenal Se Hun lebih jauh , aku mulai menyukainya , mencintainya .. dan pada malam pertunjukkan kembang api di taman kota ini , 3 tahun yang lalu , Se Hun menyatakan perasaanya padaku . Kau tahu Lu Han-ssi ? saat itu aku merasa menjadi gadis paling bahagia di dunia . Setahun kemudian Se Hun lulus , menjadi mahasiswa . Kukira hubungan kami akan renggang , tapi ternyata tidak . Dia .. dia dewasa sekali , selalu menyempatkan untuk menemuiku walau aku tahu dia sibuk sekali . Tapi … mungkin ini salahku , menjadikan dia sebagai tempatku bergantung , menjadi buku harianku , menjadi orang yang selalu kubutuhkan .. aku selalu bersandar padanya . Bahkan aku tidak pernah memanggilnya Oppa .. hingga akhirnya , pada hari bersalju sebulan yang lalu .. dia mengakhiri hubungan kami . “ Aku mengakhiri ceritaku , dan memandang wajah LuHan.

“Pada saat itulah , kau menemukanku “

Awalnya , kukira Lu Han akan marah padaku , karena aku menceritakan tentang Se Hun dengan begitu detailnya padanya . Ternyata aku salah . Lu Han tersenyum hangat , tersenyum lega , dan binar binar jenaka kembali muncul di matanya .

“aku adalah orang yang menemukanmu waktu itu “ Dia mengulangi pernyataan yang kuucapkan beberapa detik yang lalu .

“Kau marah?” Aku bertanya padanya .

“Apakah kau masih mencintainya?” Senyum Lu Han , masih terlukis jelas di wajahnya .

Entah mengapa , aku tidak bisa dan tidak mau berbohong padanya . Termasuk ketika aku menceritakan tentang Se Hun .

“Masih ..”

Lu Han meluruskan tubuhnya lalu berdiri di hadapanku . Sedikit menundukkan wajahnya agar sejajar dengan wajahku . Aku sedikit terkejut karena kini wajahnya hanya berjarak 10 cm dari wajahku .

“Can I help you miss Han ?”

“menolong apa ? “ Susah bagiku untuk berkonsentrasi karena kini wangi peppermint menyapu lembut hidungku .

“Help you .. in forgetting Oh Se Hun ..”

2 weeks later …

From                 : Yeon-Hee^^

Eun  Soo-ah , kenapa tak pernah membalas

Pesan dari Oh-Sunbae ??

 

From                 : Joon Myeon-sunbae

Eun Soo-ah anyeong ..

Bagaimana kabarmu ? emm .. sebenarnya ,

Se hun yang menyuruhku mengirim pesan padamu ..

 

From                 : Oh Se Hun

Eun Soo-ah ..

Kenapa tidak pernah membalas pesanku ?

 

From                 : Jong In oppa

Hei , nae-dongsaengira !! Barusan Se Hun kesini

Mencarimu . Kau dimana sih ?

 

Total ada 4 unread message di ponselku . kuputuskan untuk tidak membalas satupun dari pesan mereka . Sambil tersenyum tipis , kuulurkan tanganku kearah hujan yang mengguyur deras . Hari ini aku sedang berada di gedung pendaftaran seleksi mahasiswa baru Woosung Unversity , ketika hujan turun sehingga aku tidak bisa pulang . Kuputuskan untuk berteduh di teras gedung , sambil bermain air yang turun dari genteng . Aku suka bermain air ,, alih alih merasakan dingin yang luar biasa , aku menikmati setiap tusukan tusukan air hujan di telapak tanganku sambil memejamkan mataku . Refleks , kubuka mataku ketika mendadak tusukan air itu berhenti .

Xi Lu Han , berdiri didepanku , memegang payung berwarna biru tua , tersenyum padaku dan otomatis , senyumku mengembang untuknya .

“Kukira , 18 tahun bukan umur yang cocok lagi untuk bermain hujan .” Lu Han sedikit berteriak karena suaranya tersamarkan oleh derasnya air hujan .

“Terus , yang cocok , main apa ?” Aku balik bertanya padanya .

Lu Han menggapai tanganku yang masih terjulur kedepan , menggenggamnya erat lalu memasukannya ke saku jaketnya .

“Main ini ..”

Aku tertawa merasakan perlakuan Lu Han . Kami berdua lalu berjalan beriringan menuju mobil Lu Han yang terparkir tak jauh dari gedung pendaftaran .

“Kita mau kemana ?”Aku bertanya pada Lu Han ketika kudapati mobilnya mengambil arah yang berbeda dengan jalan kerumahku .

“Emm ….”

Aku mengernyitkan kening ketika Lu Han tidak segera menjawab pertanyaanku . Tangannya yang beberapa saat yang lalu memegang tuas persneling , kini meraih tanganku dan menggenggamnya erat .

“Kita .. kerumahku ya ? bertemu dengan keluargaku ..” Lu Han berkata sambil menaruh tanganku di pipinya .

Aku tersentak kaget . Kuhadapkan wajahku kearahnya . APA ?!? kenapa Lu Han ingin membawaku kerumahnya ?!?! dia tadi bilang apa !?! bertemu keluarganya !?!? aku bahkan bukan pacarnya !!!

Bukan , bukan marah yang kurasakan saat ini . Panik . Ya ! panik lebih tepat ! kenapa harus hari ini ??? Dengan panik , kuperhatikan penampilanku sekarang . Jeans , hoodie abu abu , dan sneakers merah yang kini sudah basah dan kotor . Ingin rasanya aku berteriak panik sekarang .

“Kau marah ?” Pertanyaan Lu Han membuyarkan pikiranku .

Aku menggeleng perlahan .

“Aku .. aku tidak siap kalau sekarang ..”

“Kalau kau belum siap .. aku akan bilang kepada mereka kalau kau temanku .. bukan pacarku ..”

Aku terkesiap mendengar perkataan Lu Han ? apakah dia berniat menjadikanku pacarnya ? apa maksud perkataan nya tadi ?

“Bukan .. !! bukan begitu .. !! Maksudku .. lihat deh , aku .. aku berantakan sekali hari ini .. aku belum mandi , belum dandan , belum pakai parfum , bahkan aku enggak pake dress .. Lu Han-ssi .. aku malu bertemu keluargamu ..”

Kini , gantian aku yang menggenggam erat tangannya , sementara Lu Han tertawa terbahak bahak .

“Tenang saja Eun Soo-ah .. kau akan menyukai keluargaku .”

Author’s POV

“Kenapa kini sunbae mencari Eun-Soo ?? kau yang memutuskan untuk meninggalkan nya .. Yaa , Se Hun-sunbae .. kau tidak lihat dirinya setelah peristiwa itu kan ? kau tidak lihat Eun-soo setelah sebulan yang lalu kan ? berhentilah mencarinya .. dia juga berhak bahagia ..”

Lee Yeon-Hee , yeoja cantik itu berbicara lantang pada Se hun .

“Memutuskan hubungan .. bukan berarti tidak berhubungan sama sekali ..” Se Hun , berusaha untuk tetap tenang , walau pikiran nya kacau sekali .

Yeon-Hee menggeleng gelengkan kepalanya .” Kau egois sekali sunbae-ah .. pernahkah kau membayangkan perasaan Eun-Soo ?!?! DIA MENCINTAIMU ! AMAT SANGAT MENCINTAIMU ! lalu tiba-tiba kau meninggalkannya . Sekarang dia sedang berusaha untuk hidup tanpamu , tapi kau sengaja memunculkan diri didepannya ! yeoja mana yang kuat seperti itu !?!?”

“Se Hun diterima di Saxion University . Akhir tahun nanti dia berangkat . Sebenarnya , itulah alasan dia meninggalkan Eun-Soo . Dia , tidak bisa menjamin hubungan nya dengan Eun-Soo sementara Se Hun bersekolah selama 5 tahun di Belanda . Berpisah , Se Hun mengatakan bahwa itulah jalan yang terbaik . Kau bertanya kenapa Se Hun masih mencari-cari Eun-Soo ? tentu saja karena dia masih mencintainya . “

Joon-Myeon , tiba tiba berkata panjang lebar dengan gayanya yang cool , membuat Yeon-Hee menganga dan memandang Se Hun dengan mata terbelalak lebar .

“Jeongmall-yeo?”

Se Hun mengangguk pelan . Dalam hati , dia merutuki Joon-Myeon . Kenapa sih dia harus membocorkan rahasia ini ?

“ Belanda .. 5 tahun ..” Yeon-Hee mengulang pernyataan Joon-Myeon dengan nada tidak percaya.

“Sekarang .. apakah kau tahu mengapa Eun-Soo terkesan menghindari Se Hun ?” Joon-Myeon memajukan tubuhnya , menatap Yeon-Hee dalam .

Yeon-Hee menelan ludah . Tentu saja dia tahu .. mana mungkin dia tidak tahu mengenai perasaan Eun-Soo yang kini sedang dijungkirbalikkan oleh namja yang bernama Lu Han . Namun sekarang pertanyaan nya … haruskah dia mengatakan sebenarnya kepada dua namja didepannya ini?

“Eun Soo-ga …”

Kira kira , sudah 1 menit yang lalu Lu Han membukakan pintu mobilku, namun aku masih terdiam di jok mobil , berusaha menormalkan detak jantungku yang berdegup kencang . Kurasakan tangan Lu Han menarik tanganku , membantuku keluar perlahan dari mobil . Sebuah rumah bergaya rumah tradisional korea menyambutku . Taman kecil dan kolam ikan di halaman depan menambah kesan etnik rumah Lu Han . Parahnya , pemandangan itu makin memperciut nyaliku .

Tangan Lu Han menggapai kepalaku, menarik kepalaku ke wajahnya .. dan kurasakan bibir Lu Han menyentuh pelan jidatku .

Ternyata dia menyadari kegelisahan yang kurasakan . Kini kami berdua melangkah bersama memasuki rumah etnik Korea tadi . Lu Han baru saja membuka pintu depan ketika suara teriakan seorang wanita mengagetkanku .

“ SELAMAT DATANG !! “

Refleks , aku sedikit memegang lengan Lu Han . Di ruang tamu yang bernuansa merah dan emas , sedikitnya ada 10 orang yang sedang bercengkrama dan bersenda gurau sambil ditemani bercangkir cangkir teh hangat dan pie buah . Wanita yang tadi berteriak padaku , kini berjalan mendekati kami . Dia mencium pipi Lu Han terlebih dahulu sebelum mengarahkan wajah ramahnya padaku .

“neo , Eun Soo-ssi anh-eul geurago ? (kamu pasti Eun-Soo kan ?)”

“Ne .. jeo-neun Han Eun Soo-imnida .. bangapseumnida ..” Aku membungkuk hormat padanya .

Wanita itu lalu menggandeng tanganku , menuntunku untuk bergabung dengan keluarga Lu Han di ruang tamu .

Han Lu , zhe shi shui de nuren ?” (Lu Han , siapa gadis ini ?)

“waaaah .. ruci meili ..” (waaah .. cantik sekali )

Aku menatap Lu Han dengan tatapan panik . Aku tidak bisa bahasa cina !!! Lu Han tertawa melihat wajahku .

“Emm .. Ayah , Ibu , paman .. bibi .. Tao , Eun Soo-ssi  orang korea asli ,, jadi jangan pakai bahasa cina dulu jika ingin berbicara dengannya”

Aku berusaha tersenyum meminta maaf pada keluarga Lu Han , dalam hati aku merutuki diriku sendiri kenapa tidak pernah memperhatikan pelajaran bahasa cina ketika masih di SMA dulu .

“Anyeong .. ! jo-neun Tao-imnida . Ban-gawoyeo .. !”

Seorang namja berambut hitam cepak mengangkat tangannya sambil memperkenalkan dirinya padaku .

“Anyeong-haseyo .. jjo-neun Han Eun Soo-imnida .. ban-gapseumnida ..” Aku membungkuk memperkenalkan diri pada semua keluarga Lu Han .

“Jeosong-hamnida .. nan jung-gug-eo malhal su eopseo-yeo .. (maaf , saya tidak bisa bahasa cina)”Aku membungkuk dalam dalam dan langsung disahut oleh jawaban ‘tidak apa-apa’ dari keluarga Lu Han .

“Gwaenchana-yeo Eun Soo-ssi .. nanti kalau sudah jadi bagian keluarga kami , kau pasti bisa bahasa Cina “

Mataku membulat mendengar perkataan Tao . Mwo ? bagian keluarga ? aku ? Lu Han ?

“Emm .. Eun Soo-ah .. sebaiknya kita ke kamarku saja .” Lu Han kini buru buru mendorongku , aku yang kebingungan berulang kali membungkuk kearah keluarga Lu Han dan selanjutnya aku bersumpah melihat Lu Han melotot kearah Tao , yang disambut oleh tawa renyah Tao .

“Maaf , mereka memang begitu . neo , gwaencahana yeo ?”

Lu Han berkata setelah menutup pintu kamarnya di belakang kami . Aku tersenyum padanya .”Gwaenchana .. kau benar . Aku menyukai keluargamu .”

Lu Han tersenyum senang . “Eun Soo-ah , aku mandi dulu .. kau tak keberatan kan menunggu disini ? “

Aku mengangguk . Segera saja Lu Han berjalan memasuki kamar mandi yang pintunya terletak di pojok kamarnya . Kuputuskan untuk duduk di karpet bulu berwarna biru dekat tempat tidur Lu Han . Kamar Lu Han , berukuran besar dengan nuansa biru muda di lantai dan dindingnya . Karpet bulu berwarna biru yang kududuki sekarang nyaris menutupi separuh kamar Lu Han . tepat didepanku , seperangkat TV home-studio tersusun rapi .

Aku tersenyum menyadari bahwa kini aku sedang di kamar Lu Han . Tempat paling pribadi miliknya .. Jadi , sebenernya apa artinya diriku dalam pikiran Lu Han ? sehingga aku boleh memasuki tempat paling pribadi miliknya ?

CEKLEEKK ..

Aku sedang melihat foto yang terletak di meja belajar Lu Han , hingga aku tidak menengok kearah Lu Han ketika aku tahu bahwa dia sudah selesai mandi .

“Kalau kau mau menonton film .. cari saja di rak paling bawah .. aku punya koleksi cukup banyak ..”

Aku mendengar Lu Han berkata padaku .

“Ne .. aku sedang melihat fot … – “ Kupalingkan wajahku untuk menanggapi tawarannya ketika suaraku tercekat di tenggorokan .

Lu Han , hanya dengan balutan handuk yang menutupi bagian pinggang kebawah tubuhnya .. berdiri memunggungiku . Pintu lemari terbuka lebar didepannya , menandakan Lu Han sedang mengambil baju . Aku tertegun memandangi punggung Lu Han . Air masih menetes –netes dari rambut .. turun ke tengkuknya .. lalu mengaliri punggung nya …

Kurasakan darah berdesir desir di tengkukku , dan jantungku berdegup lebih kencang dari sebelumnya . Kuputuskan untuk kembali menatap foto Lu Han , alih alih melihat tubuh topless Lu Han dibelakangku . Kudengar pintu kamar mandi menutup kembali , pertanda Lu Han sudah masuk untuk memakai bajunya .

Kuelus elus dadaku , kuhirup udara banyak banyak . Aku berjongkok di rak paling bawah , sesuai petunjuk Lu Han , untuk melihat lihat koleksi filmnya . Kaget , tanganku menjatuhkan sebuah cd yang sedang kupegang ketika kudengar pintu kamar mandi kembali terbuka .

“Sudah menemukan film yang kau suka?”Lu Han berjalan mendekatiku , dengan handuk biru muda yang masih tersampir di bahunya . Kuberanikan diri untuk menatap Lu Han dan lega karena kini celana training putih dan sweater garis garis biru putih telah membalut tubuhnya .

“Kenapa wajahmu merah ??” Lu Han bertanya padaku .

Alih alih menjawab pertanyaan Lu Han , aku beringsut duduk dengan posisi membelakanginya .

Kenapa sih aku harus setegang ini ?!?!?

 

“Kenapa wajahmu memerah ?”

Aku bertanya pada Eun-soo , yang kini tengah terduduk membelakangiku . Aku berjalan menghampirinya dan berlutut tepat dibelakang Eun-Soo . Eun-Soo membalikkan wajahnya , dan DEG !

Jantungku nyaris mencuat keluar karena kini jarak wajahku hanya sekitar 10 cm dr wajahnya . Eun-Soo terkejut , namun anehnya , dia tidak berusaha menjauhkan wajahnya dariku . Perlahan , Eun-Soo mengambil handuk yang tersampir di kepalaku , dan kini dia mengusap-usapkan handuk itu ke rambutku .. berusaha mengeringkan rambutku yang basah setelah keramas . Aku terpaku .. terdiam .. dan kudengar suaranya mengalun lembut mengatakan sesuatu padaku ..

“Kalau tidak segera dikeringkan , nanti kau bisa kena flu .. kan sekarang sedang musim dingin ..”

Eun-soo berkata sambil terus mengeringkan rambutku .

Selanjutnya , aku tak bisa mendengar perkataan Eun-Soo .. karena konsentrasiku tersita untuk memandanginya .. matanya .. kulit wajahnya yang putih sempurna .. rambutnya .. hidungnya yang kecil .. bibirnya yang berwarna pink ..

 

Neoi sesangeuro .. yeorin barameul tago ..

Ne gyeoteuro .. eodieseo wannyago ..

Haemarkge mutneun nege .. bimirirra malhaesso

Manyang idaero .. hamkke georeumyeon

Eodideun cheongugilteni ..

 

Tanganku .. tanpa sadar .. kini mengentikan tangan Eun-Soo … Eun-Soo menatapku bingung . Aku memegang kepalanya .. Lama kupandangi wajahnya .. perlahan kudorong kepalanya kearahku .. kuletakkan kepala Eun-Soo di bahuku .. dan kuletakkan kepalaku di bahunya .

“Lu Han-ssi ,, wae geurae ?”

Eun-Soo terdiam dalam pelukanku . Tubuhnya hangat … berbanding terbalik dengan tubuhku yang sedingin es . Aku meregangkan pelukanku , dan kini wajah kami sejajar . Kuletakkan bibirku di dahinya .. lama kucium dahi Eun-Soo .. menghirup wangi strawberry dari rambutnya ..

Detik selanjutnya .. Eun-Soo menaikkan wajahnya , dan mata kami bertemu . Ini .. adalah kesekian kalinya aku berkomunikasi dengannya melalui mata . Dan aku tahu … dia tidak pernah berbohong padaku ..

Pelan .. sangat pelan .. aku mendekatkan wajahku ke wajahnya .. hingga akhirnya .. bibirku menyentuh bibir Eun-Soo .. yang kini hangatnya mengaliri seluruh tubuhku ..

Tuhan .. aku sungguh telah jatuh pada hati wanita ini …

 

 

Kupejamkan mataku , berusaha merasakan bibir Lu Han yang sedingin es .. kuangkat telapak tanganku dan kutempelkan di pipi Lu Han ,, aku sudah gila ..

Aku .. sedikit kecewa ketika perlahan bibir Lu Han menjauh dariku . Aku membuka mataku dan kulihat Lu Han juga sedang membuka matanya . Aku tersenyum .. Lu Han tertawa ..

Masih bisa kurasakan bentuk bibir Lu Han di bibirku .. membuatku tak bisa mengontrol detak jantungku lagi .

“Bibirmu dingin ..” Aku berkata sambil mengusap usapkan telunjuk dan ibu jariku di bibir Lu Han . Jantungku serasa copot ketika Lu Han mengecup telunjukku sambil memejamkan matanya .

“Eun Soo-ah …”

Lu Han memanggil namaku lembut . Tangannya menangkap tanganku , dan menempelkannya dipipinya sendiri . Aku tertawa melihat kebiasaan baru Lu Han .

“ hm ? “ Aku merespon panggilannya .

Sebuah kata meluncur dari bibir Lu Han , yang mampu membuatku terpaku .. membuatku hilang ingatan .. membuat otakku hanya dipenuhi oleh namanya ..

“Saranghaeyo ….”

 

-tobecontinued­-

Huuaaahh .. !!! *pereskeringet*

Readers !!! author bener bener berusaha memunculkan “ke-soswit-tan” LuHan sm Eun-Soo nih ..

Jadi pliss .. comment ya klu kalian ngerasa kurang apaaaa gitu . Gamshaaaa ^o^ ..

See you next part .. !!! ^o^

Iklan

74 thoughts on “Forgetting Oh Sehun (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s