Stop to Thinking!! (Chapter 1)

Tittle               : Stop to Thinking!!

Main Cast       : Park Jiyeon, Oh Sehun and other

Length            : Chaptered

Genre              : Romance

Rating             : PG

Author            : @Seasons_Wind

Selamat membaca efef abal-abal ini muahehoh, RCL atau engga juga gapapa buat author #nangisdidadasehun

Happy reading exotics

**********************

Berdiam diri di kamar,Inilah pekerjaan yang ku lakukan selain pergi kuliah,makan , mandi dan tentu saja  tidur.Tidak ada yang namanya pergi berjalan jalan ke taman, berbelanja ke pusat perbelanjaan , dan hal-hal lainnya yang bersangkutan dengan bertemu banyak orang. Oke mungkin hanya berkuliah satu-satunya hal wajar yang kulakukan. itu pun aku lakukanbegitu  terpaksa mengingat tanpa berkuliah,aku mungkin akan mendapatkan kesusahan  untuk mendapatkan pekerjaan yang menunjang masa depanku nanti. Yah  walaupun sebenarnya pekerjaan yang kuinginkan dan menurutku sesuai  untuk keadaan diriku, hanyalah dengan menjadi seorang penulis ,mungkin. Penulis yang di rumahnya sendiripun bisa melakukan pekerjaannya tanpa harus bertemu dan berkumpul dalam satu ruangan dengan berbagai macam karakter orang yang berbeda-beda yang akan  membuatku menahan kesakitan untuk tidak berteriak dan menyuruh  mereka untuk  diam.sejak  taman kanak –kanak sampai  Berkuliah pun, tempat –tempat itu sudah benar-benar menguras tenagaku untuk tidak berteriak ataupun mungkin tertawa keras sekalipun. Dan merekapun hanya sebatas menganggapku sebagai seseorang yang mengidap phobia terhadap suatu bentuk keramaian.Merekapun pada akhirnya  menghormatiku dengan cara “menjauhiku “ dan terkadang tidak sedikit pula yang mengejekku. padahal mereka tidak tahu sedikitpun tentang diriku dan sekalipun seperti itu yang terjadi , akupun hanya bisa diam miris melihat kelakuan dan berbagai umpatan mereka yang menurutku tidak ada gunanya dan hanya membuang buang waktu mereka sendiri.

*************

Aku benar-benar iri pada mereka yang bebas berkeliaran kemanapun, menghabiskan waktu dalam keramaian, pergi ke taman hiburan dan hal-hal lain sebagainya.terkadang aku pula merasa menyesal  telah terlahir di dunia ini dengan keadaan seperti ini , walaupun ku tahu dan begitu menyadari jika  perasaan seperti ini dilarang dan menjadi dosa untukku pribadi, tapi apa daya aku hanyalah seorang manusia yang memiliki kesabaran yang akupun tidak tahu sampai batas mana kesabaran ini berlanjut.

Haaaaah~ Apa kalian sedang bertanya- tanya penyakit apa sebenarnya yang ku derita? Atau sedang menebak nebak apa yang terjadi padaku ? atau mungkin juga kalian sudah tahu? Ah bagus jika itu kenyataannya. Dan Jawabanku untuk pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak kalian hanyasalah satu yang akan ku jawab.

Ini yang pasti bukanlah sebuah penyakit yang bisa di diagnosa oleh dokter – dokter atau psikolog ataupun psikiater manapun di dunia ini.itulah jawabanku.

***************

Dengan posisi badan yang bersandar pada ujung kepala tempat tidur , aku  termenung manatap kosong atap  kamarku dengan mata yang begitu diliputi kejenuhan yang selalu sulit diatasi, setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya.

terkadang pula aku duduk berdiam diri di sofa sembari menatap ke arah luar jendela menyaksikan berbagai macam orang berlalu lalang , bercengkrama mengumbar senyum pada pasangannya dan bersepeda untuk menghabiskan waktu senggang mereka.begitupun dengan  suara burung yang merdu  di luar jendela kamar seakan menyuruhku untuk keluar dari ruangan ini dan bertemu dengan bermacam-macam orang.kapankah aku bisa leluasa seperti mereka? sering tanpa ku sadari aku membayangkan jika aku ada diantara mereka, bisa bercanda tawa bersama orang-orang terdekattanpa adanya suatu beban. bukannya aku tidak mampu untuk melakukannya , tapi jujur aku benar-benar tidak kuat. itu semua hanyalah angan-anganku yang sulit untuk dicapai. Perasaan iri ini benar benar sangat menyakitkan dan seakan membuat tulang-tulangku  merasa tak berdaya untuk menopang berat badanku,terkadang aku ingin berteriak histeris sejadi-jadinya , ingin menusukkan pisau tepat dimana hatiku yang benar benar sakit ini berada,  tapi kurasa  itu semua tidak akan ada gunanya.semuanya mungkin memang adalah garis hidup yang harus ku jalani.Dan mungkin juga akan ada takdir lain yang begitu indah yang telah tuhan gariskan untukku.

****************

Park Jiyeon , itulah nama yang kedua orangtuaku berikan padaku  sekitar 19 tahun yang lalu, nama yang menurut mereka indah, memiliki arti yang begitu kuat dan begitu  mengharapkan nama ini akan bisa membanggakan mereka di masa kelak.

lihatlah sekarang, mungkin memang benar dalam hal akademis aku memang patut untuk di banggakan mengingat aku tetap bertahan dalam posisi sebagai  mahasiswi terbaik di universitas ini. Tapi dalam hal lain nilaiku mungkin adalah nol besar. Aku tidak bisa bergaul, penyendiri, pendiam, pasif dan tidak banyak bicara,  satu-satunya tempat yang aku kunjungi  selain kelas hanyalah perpustakaan.  Mereka—aku malas mengatakan jika mereka adalah teman-temanku— menganggapku sebagai  seseorang yang sulit untuk mereka capai, mereka hanya akan mendekatiku jika mereka sedang benar benar membutuhkanku, dan tentu saja aku yang tahu apa yang mereka inginkan dariku hanya bisa menuruti keinginan mereka, tanpa adanya sedikitpun perlawanan dariku , bukannya aku tidak ingin melawan tapi inilah sikap normal yang kulakukan, karena jika aku melawan tentu saja telingaku akan geram mendengar berbagai riuh cemoohan yang mereka keluarkan dari dalam pikiran mereka untukku.

************

Karena mengingat aku tidak memiliki jadwal mata kuliah pagi , hari inipun  aku terbangun agak siang.  matahari yang  sudah terlihat menyilaukan dari balik tirai jendela kamarku, menandakan bahwa hari ini sepertinya tidak akan ada hujan ataupun mungkin kemungkinan terburukya hanyalah awan yang akan sedikit menghitam  menandakan cuaca yang hanya sekedar mendung. aku terdiam dulu sebentar untuk menormalkan pernafasanku dan mengembalikan  seratus persen -kurang lebih-  kesadaranku dengan sempurna. begitu aku merasakan siap untuk beraktivitas kembali, Aku segera terbangun dari tempat tidurku dengan pelan, merapihkan kembali tempat tidurku yang begitu tidak berbentuk dan segera beranjak untuk mempersiapkan diri menghadapi hari ini yang entah akan ada hal baru apa yang akan terjadi nanti.

***************

Waktu menunjukan pukul  sembilan pagi , aku pun segera bergegas begitu selesai  membereskan segala keperluan kuliahku dengan berjalan agak cepat menuju parkiran dimana mobil Scirocco R-Line berwarna putih  – yang untungnya sebelum orangtuaku pergi keluar negeri untuk bisnis mereka sempat meninggalkan berbagai fasilitas mewah untukku-  berada. Aku segera membuka pintu depan mobil dan memanaskan mobil untuk beberapa saat , tidak lupa sembari  menunggu mesin mobil menjadi panas akupun menyelipkan earphone di kedua telingaku dengan lagu-lagu yang berjenre kpop tapi keras untuk sedikit mengalihkan perhatianku ataupun sekedar memelankan suara-suara riuh di kepalaku nantinya .Beratus suara itu nantinya akan benar-benar  membuatku  mati kebosanan  seperti biasanya.

setelah kurasa cukup memanaskan mesin mobil,  akupun segera melajukannya keluar dari parkiran dan menuju jalanan besar yang ada di depan perumahan sana. Aku mengendarai mobilku seperti biasanya, dengan kecepatan yang masih  dalam ambang batas kenormalan.

Yang paling ku benci jika sedang dalam perjalanan seperti ini , hanyalah ketika disaat aku menemui persimpangan jalan , dan ketika itu juga lampu lalu lintas yang berwarna seperti darah  menunjukkan batang hidungnya —seakan naluriku berkata jika aku ingin segera menghancurkannya dan membuatku begitu membenci warna merah di saat seperti ini —  sehingga akupun dengan terpaksa harus menghentikan mobilku menunggu lampu lalu lintas berubah menjadi hijau  – warna yang begitu kusukai di waktu  waktu tertentu –

menunggu sekitar seratus delapan puluh  detik benar-benar membuatku frustasi, bukan karena aku takut terlambat masuk kuliah, atau aku bosan terlalu lama menunggu lampu jahanam itu berubah menjadi warna dedaunan, tapi aku benci mendengar berpuluh puluh riuh suara orang -orang yang bisa kudengar dengan jelas walaupun sedikit pelan karena aku menggunakan earphone . mengumpat, mengomel atau bahkan banyak dari suara  mereka yang berpikir untuk menerobos lampu jahannam itu. Di saat seperti ini, kau tahu? aku benar benar merasa ingin menjadi salah satu dalam kelompok manusia yang memiliki penyakit tunarungu.

*****

Aku memasuki gerbang besar  dimana diatasnya bertuliskan nama universitas kebanggaan yang ada di ibukota korea selatan ini .“SEOUL INTERNATIONAL UNIVERSITY” itulah nama universitas yang  kurang lebih telah 2 tahun menjadi tempat dimana aku menimba ilmu,meningkatkan kemampuanku untung bersaing dengan mereka , tanpa adanya campur tangan fisik dan hanya mengandalkan kecerdasan semata.

Aku mengendarai mobilku pelan menuju parking area dimana biasanya aku memarkirkan mobilku. begitu aku tiba, aku benar benar tersentak melihat area parking yang telah orang orang —lebih tepatnya mahasiswa—  tahu jika itu adalah tempatku biasa memarkirkan mobilkuternyata  telah lebih dulu di tempati sebuah mobil seseorang    —yang ingin sekali aku mengomelinya—  . dengan pelan dan sedikit kesal aku memutar posisi mobilku untuk mencari area parking yang lain, aku melihat jika seseorang yang telah mengambil tempatku itu ternyata masih berdiri dengan posisi bersandar pada  pintu depan mobil porche GT miliknya dan anehnya  Orang itu    —yang lebih tepatnya kupikir itu adalah seorang laki-lakiyang menggunakan kacamata hitam—     memperhatikanku dengan lekat seakan aku adalah barang berharga yang tidak boleh di lewatkan barang satu detikpun.aku tidak terlalu peduli dengan tatapannya, yang aku pedulikan adalah parking area yang ia pakai. Bukannya aku merasa jika parking area tersebut adalah milikku tapi aku lebih suka di area itu hanya sebatas karena  area itu sedikit berjauhan dengan parkinng area lainnya ,hanya itu, simpel bukan alasanku.

Aku keluar dari mobilku dan mengunci pintu mobil tersebut dengan kunci remote yang aku pegang di tangan kananku,bukannya aku segera pergi menuju gedung , aku malah ikut menyandarkan diriku di mobil milikki sendiri.  jujur aku benar-benar penasaran, aku masih bisa merasakan jika pandangan itu sejak tadi masih mengarah padaku seakan mengintimidasi , dan akhirnya aku memberanikan diri untuk balik menatap laki-laki itu. matdaa ternyata tidak salah lagi , laki-laki itu memang benar benar sedang menatapku intens . yah  walaupun sebenarnya matanya tak terlihat karena ia memakai kacamata hitam, tapi aku bisa merasakannya. Kau tau instingku ini benar-benar sangat kuat jika dalam keadaan seperti ini. Dan akhirnya akupun berinisiatifuntuk membaca isi pikirannnya.aku benar benar ingin mengetahui apa yang sedang ia pikirkan tentangku. Pertama aku melakukannya tidak terlalu fokus dan kulakukan seperti biasa,dan  anehnya tidak kutemukan suatu katapun yang ada dalam pikirannya. Kedua kalinya aku mencoba benar-benar fokus dan menatapnya intens , tapi kau tahu? Hasilnya tetap nihil. Ini benar-benar aneh dan sungguh menakjubkan. Seumur hidupku baru pertama kali aku menemukan orang seperti ini. Tidak mungkin kan jika laki-laki ini tidak berpikiran sedikitpun disaat ia melihat seorang perempuan ada di depannya , bahkan tanpa suatu kedipanpun.

**********

Tanpa aku sadari aku menaikkan pergelangan tangan kiriku, tempat dimana aku memakai jam  tangan GUESS  —seharga 1,2 juta won pemberian ebeoji  di saat ulangtahunku yang ke 16 —- untuk memastikan  pukul berapa sekarang. Refleks aku memukul jidatku begitu menyadari jika waktu menunjukkan pukul sepuluh kurang  lima menit yang berarti 5 menit lagi  mata kuliahku hari ini akan di mulai.seakan  mendapatkan serangan penyakit amnesia mendadak, aku melupakan kehadiran laki laki itu dengan berjalan dengan langkah besar besar melewatinya. Kurasakan jika laki-laki itu sedang terkekeh melihat perilakuku, tapi aku benar benar tidak memperdulikannya. Aku hanya memperdulikan jika , apabila aku sampai terlambat , namaku akan tercoret dari daftar mahasiswa paling rajin dan tidak pernah terlambat masuk kuliah dan aku tidak mau itu sampai terjadi.

*************

Ternyata dugaanku memang benar , saat aku akan mencapai pintu ruangan dimana aku akan menghabiskan hariku hari ini , aku melihat park seonsangnim  telah lebih dulu memasuki ruangan dengan begitu santainya. aku menghentikan langkahku,bingung dengan apa yang harus aku lakukan. Haruskah aku masuk? Dan pada akhirnya aku mendapat omelan dan di coret dari daftar mahasiswa disiplin, ataukah lebih baik  aku memutar badanku dan kembali ke rumah dengan alasan tidak enak badan. Belum selesai aku berpikir, seseorang  memegang pergelangan tangan kananku erat dan begitu lembut  seakan takut jika aku akan terluka dengan genggamannya yang  tiba- tiba ini . Belum sempat aku memberikan respons , laki-laki itu sudah berhasil membawaku masuk kedalam ruangan  yang aku katakan tadi. dan sekarang, aku hanya bisa diam menunggu park seosangnim mengomeliku sesegera mungkin sembari menundukkan kepalaku.

“annyeonghaseyo, “

“saya mahasiswa baru disini“

“oh sehun imnida, kalian bisa memanggilku sehun”

“maaf tadi saya meminta tolong pada perempuan  ini ,untuk menunjukkan dimana ruangan direktur universitas, dan ternyata itu malah  membuat ia telat memenuhi  jadwal mata kuliahnya hari ini. Seonsaengnim maafkan perempuan ini”

Laki laki itu membungkuk dan menjelaskan  perihal kenapa aku terlambat, padahal jelas – jelas  jika itu semua bohong, bahkan aku pun sama sekali tidak mengenal laki-laki ini.tapi tunggu dulu.. sepertinya aku pernah melihat seseorang dengan style pakaian yang sama persis seperti ini.aku mencoba mengingat ngingat dimana aku pernah melihatnya.

Ah matdaaa laki-laki ini bukannya laki-laki yang kutemui beberapa menit yang lalu diparkiran,laki-laki yang mengambil area parkiran mobilku dan sekarang  ia berbaik hati padaku? Cih apa maksud dia sebenarnya? Dan kenapa ia bersikap seperti ini padaku padahal kami sama-sama tidak saling mengenal? Aku benar benar penasaran dengan isi pikirannya yang entah kenapa tetap tidak bisa aku baca tch.

“astaga laki-laki itu tampan sekali”  pikir seorang mahasiswi yang bisa kudengar dengan jelas

“apapun caranya ,aku harus bisa membuatnya duduk disampingku “bicara seorang mahasiswi lainnya

“sepertinya dia akan menjadi populer cih. bertambah lagi sainganku” dapat kupastikan yang sedang berpikir seperti ini adalah seorang mahasiswa.

Argh~~~ telingaku bising mendengar berbagai pikiran dari semua mahasiswa ataupun mahasiswi yang ada diruangan ini. sebelum benar-benar membuatku gila ,Akupun berusaha menghalau pikiran-pikiran tolol itu masuk kedalam telingaku dengan memasang earphone dengan musik yang begitu keras dan tanpa persetujuan park seonsaengnim akupun  melangkahkan kakiku menuju tempat dudukku seperti biasanya, mengacuhkan pandangan  orang orang yang menatap aneh padaku. dan dapat kurasakkan laki laki itupun mengikuti langkahku dan akhirnya ikut duduk di kursi sebelahku yang ternyata kosong, mengacuhkan mahasiswi-mahasiswi lain yang berebutan menawarkan kursi kosong yang ada di sebelah mereka pada siapa tadi namanya?… oh ya aku ingat “sehun” .

“hai… aku sehun” tiba tiba dia menyodorkan tangannya  begitu pas di depan tubuhku.aku refleks menjauh dari tangannya  saking kagetnya

“aku sudah tahu”ucapku cuek mencoba bersikap seperti biasanya  sembari membuka tasku untuk mengambil buku.

“boleh ku tahu namamu?” dan aku kembali terkaget disaat wajahnya begitu dekat dengan wajahku, melihat manik matanya membuatku gugup sungguh. Dan perasaanku menjadi tak karuan.

“bisa tidak kau diam dan jangan menggangguku ? kau tidak lihat banyak mahasiswi di ruangan ini yang ingin sekali kau ganggu? Kenapa kau tidak mengganggu mereka saja?” ucapku skeptis padanya karena kesal. Oke kuakui dia memang begitu tampan, dengan rambut yang begitu acak-acakan tapi malah membuat ia terkesan cool, bibir tipis yang menggiurkan , mata sipit yang menyilaukan, alis tebal  yang seakan menyatakan jika ia adalah orang yang tegas , dan garis wajah yang mendekati kesempurnaan. Siapa yag tidak akan tergoda dengan makhluk tuhan yang nyaris sempurna ini? Tapi sungguh aku tidak menyukainya. Ah bukan, bukannya aku tidak menyukainya, mungkin maksudku lebih tepatnya adalah bahwa aku belum menyukainya untuk sekarang ini.

“sangat menarik”  gumam sehunsamar samar dapat ku dengar dan dengan di iringi sebuah seringaian aneh yang benar benar menakutkan. Entah apa yang ia maksudkan akupun tidak tahu. Tapi entah kenapa aku sudah bisa merasakan, sepertinya akan ada sesuatu hal besar terjadi dalam hidupku selanjutnya.

TBC

Gimana-gima reader ? pasti pada muntah baca ff abal abal ini ya? #poorauthor

Jeongmal kamsahaeyobuat admin yang udah mau ngepost ff nista

27 pemikiran pada “Stop to Thinking!! (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s