Lovematic

Author: minnieasmilkyway

Tittle: Lovematic

Main Cast: Kim Jong Dae a.k.a Chen — Lee Hyunsu a.k.a Hyunsu

Genre: Romance, Humor, School life

Lenght: Ficlet

———————————————————————–

*Hyunsu PoV*

 

“Lagi-lagi, selalu begini!”seruku kesal.

“Ada apa sih, Hyunsu?” tanya Chen yang baru kembali dari kantin.

“Lihat saja sendiri!” dengusku kesal menunjuk kertas yang berada di atas mejaku.

“Oh, masalah dengan matematika lagi Hyunsu? Hahaha” ledek Chen.

“Jangan ketawa gitu dong. Bantuin kek, ajarin kek atau apalah” sahutku tambah kesal.

“Aku nggak bisa, Hyun. Ada urusan” ucapnya sambil membereskan isi tasnya.

“Kayaknya kok buru-buru sih Chen?” tanyaku heran.

“Biasa” ucapnya singkat lalu bergegas meninggalkan kelas.

 

Enak sekali jadi Chen. Matematika selalu dapat nilai 100. Jadi kesal sendiri kalau ingat bahwa dia temanku. Beda sekali sama aku, setiap ulangan pasti nggak jauh dari nilai MERAH. Kalau minta diajarin sama Chen, pasti ada saja alasannya.

 

***

 

“Aku pulang” ucapku lesu saat membuka pintu.

“Hyunsu, mulai hari ini kamu ikut les matematika ya?” ujar eomma.

 

Yak! MATEMATIKA?! Omona, bisa stres aku.

 

“Eomma hanya bercanda kan?” tanyaku tak percaya.

“Tidak, lihat saja. Gurunya sudah menunggumu daritadi di ruang tengah”

 

Omona, Eomma benar-benar ingin membuatku mati perlahan, batinku kesal.

 

“Eomma, aku capek sekali. Aku tidur saja yah” pintaku.

“Tidak boleh. Kamu tidak sadar? Nilai matematikamu tidak jauh dari nilai merah. Sudah sepantasnya kamu ikut les. Memangnya kamu mau tidak lulus?!”

“Arasseo eomma. Aku ikut les” ucapku malas.

“Nah, begitu dong” ucap eomma senang.

 

Akupun berjalan menuju ruang tengah. Rasa malas menyelimutiku.

 

Sudah tahu aku tuh benci sama pelajaran ini, kenapa eomma maksa banget nge’jodoh’in aku sama pelajaran ini sih?, batinku.

 

Akupun membuka pintu ruang tengah,

 

“Annyeo….” kata-kataku terhenti. Mataku tertuju pada satu titik.

 

 

*Chen PoV*

 

“Chen?! K.. Ka… Kamu ikutan les? Gurunya mana?” tanya yeoja yang baru datang itu.

“Hahaha, kamu tuh. Justru, akulah gurunya!”

“Kamu?”

 

Chen mengangguk.

 

“Yang benar saja? Hahaha”

“Kenapa malah ketawa?” tanyaku heran.

“Aku masih nggak percaya. Aku kira tuh guru lesku bakalan sangar trus killer abis! Eh, tahunya….” jelas yeoja itu sambil cekikikan.

“Berhenti menertawakanku!” seruku.

 

Hyunsu tidak mengindahkan perkataan Chen dan masih terus cekikikan.

 

“Hyunsu-yah!”

“Iya, iya. Mianhae Chen-ah. Habisnya kamu tuh lucu banget sampai merah gitu mukanya. Hahaha”

 

Sementara itu, Chen sibuk menutupi mukanya yang memerah itu.

 

“Lebih baik aku, mukanya yang merah. Daripada kamu, nilai merah yang dikumpulin!” sahut Chen membela diri.

 

Keadaan jadi berbalik, kini Hyunsu nampak diam kehabisan kata-kata.

 

“Yayaya yang nilainya 100 terus” ucap Hyunsu sebal.

“Dasar” ucapku sambil mengacak rambut Hyunsu.

 

 

*Hyunsu PoV*

 

Sejak saat itu, rumahku selalu ramai dengan hadirnya Chen. Sudah setengah bulan sejak ia menjadi guru lesku, banyak ekspresi wajah yang selama ini belum pernah kulihat.

 

***

 

“Wohoo, nilai matematikaku 80!” sahutku girang.

“Memangnya senang dapat 80?” tanya Chen.

 

Yak! Anak ini merusak suasana saja sih?!, batinku kesal.

 

“Memangnya kenapa?” tanyaku.

“Gwaenchana. Nggak berniat ngalahin aku? Hahaha”

“Nggak ada niat sama sekali tuh. Dapat 80 saja aku sudah bersyukur. Apalagi ngalahin kamu? Lebih bersyukur lagi” jelasku.

“Terserah kamu deh” ucap Chen singkat.

 

 

*Chen PoV*

 

“Chen, susah banget sih soalnya?” keluh Hyunsu.

“Soal segitu kamu bilang susah? Itu soal yang akan keluar di ulangan nanti” jelasku.

“Yang benar saja? Kapasitas otakku sudah mencapai batasnya tahu!” keluhnya lagi.

“Aku mau saja ngajarin, tapi ada syaratnya!”

“Apa syaratnya?” tanyanya.

“Gampang kok, jawab pertanyaanku dulu!” seruku.

“Baik, tapi jangan berhubungan dengan matematika ya” pinta Hyunsu.

“Nggak kok. Pertanyaannya gini, kalau ada tanda tambah, kurang, bagi, kali, apa yang akan kamu lakukan?” tanyaku.

“Pertanyaan macam apa itu? Sudah kubilang, jangan berhubungan dengan matematika. Terlalu pusing memikirkannya”

“Jawab saja, Hyunsu-yah. Jawabannya sama sekali tidak berhubungan dengan matematika” jelasku

“Aku menyerah. Aku tidak mengerti sama sekali Chen!”

“Baiklah, dengar baik-baik ya”

 

Hyunsu hanya mengangguk kemudian berusaha menyimak kata-kata Chen.

 

“Kalau ada tanda tambah, kurang, bagi, kali aku akan menggunakannya sebaik mungkin. Aku akan selalu menggunakan tambah untuk menambah cintaku padamu. Kali untuk mengali cintaku padamu agar berkali-lipat  tiap harinya. Tapi, aku selalu memastikan agar tidak menggunakan bagi dan kurang. Karena, aku nggak mau mengurangi cintaku ke kamu dan membaginya dengan orang lain” jelasku.

 

“Chen….” lirihnya.

“Ne?”

“Kamu sadar kan?” tanya Hyunsu.

“Tentu saja, memang kenapa?” tanyaku.

“Ak… Aku tidak percaya apa yang baru kamu katakan tadi” jawab Hyunsu gelagapan.

“Mukamu merah tuh!” seruku.

“Chen, hentikan!”

“Berhenti untuk apa? Berhenti untuk mencintaimu? Itu tidak mungkin”

“Chen kau sudah gila ya?”

“Gila karena cintamu, iya” ucapku.

“Chen, kubilang hentikan!”

“Kamu malu ya?” tanyaku.

“Nggak kok!”

“Tapi, mukamu merah sekali. Jangan bohong padaku”

“Baik, baik. Aku malu, puas?”

“Hahaha, kamu tuh lucu ya. Lagipula, kata-kata tadi bukan untukmu tahu!”

“Tuh kan, aku tahu kamu cuma mau iseng doang kan?”

“Nggak”

“Terus?” tanya Hyunsu gregetan.

“Ada deh” ledekku.

 

Mianhae, Hyunsu-yah. Biar aku saja yang menyimpan perasaan ini. Kamu tidak perlu tahu apa-apa. Bicara seperti itu saja, sudah membuat hatiku cukup lega. Biarlah nanti saja kukatakan. Hanya waktu yang bisa menjawabnya, Hyunsu-yah. Tunggu saja sampai waktunya tiba.

 

 

*Hyunsu PoV*

 

“Tuh kan, aku tahu kamu cuma mau iseng doang kan?”

“Nggak” jawabnya singkat.

“Terus?” tanyaku gregetan.

“Ada deh”

 

Sejak saat itu, aku berpikir. Bahwa apa yang dikatakan Chen hanyalah candaan saja. Tapi disamping itu, aku juga curiga. Apa Chen menyembunyikan sesuatu dariku?.

 

-THE  END-

Iklan

37 pemikiran pada “Lovematic

  1. ENDINGNYAAA GRAORRR wakakkaka
    Nanggung. Abis thor Щ(ºДºщ)
    Kenapa ditanggungin hayo? /plak
    Udah lumayan bagus kok
    Pemilihan kata2nya aluranya :3 idenyaxD
    Bakal lebih bagus kalo di panjangin /plak
    Pisslopegawl thorrr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s