Heaven

  • Title : Heaven
  • Author : Rizkii Rahayu Putry
  • Genre : Angst
  • Cast :

–       Si gadis/Si yeoja (You)

–       Si Pria/ Si Namja 1 (Your 1st bias ______)

–       Si Namja 2 (Your 2nd bias ______)

 

  • Length : Ficlet

 

NB: Ficlet ini tercipta setelah 15 kali berturut-turut aku dengerin lagunya Ailee- Heaven. Dan ngeliat music video nya. Suara nya bkin gregetan dan bagus bgt >.< Dan tiba-tiba aja muncul ide aku untuk buat Ficlet nya. Yah, dan setelah aku teliti music video nya. Bener aja aku langsung lancar bikin kata-katanya. Muehehe *evil laugh* .__.v

 

Smua yg aku ceritakan disini mrip bgt sama videonya.Kanaku dapet inspirasinya dari situ. Hehehe … Baca Ficlet ini dianjurkan denger lagu Heaven juga ya, biar kerasa feel nya ;D

 

Okedeh lgsg baca ya! Ini Ficlet lo itu berarti ceritanya agak singkat dan gak panjang. Ara? Tapi nyampe 4 halaman juga sih #plakk. HappyReading! ^^

 

FULL AUTHOR’S POV

 

Where you are, I will be there too..
Where you go, I will go there too..

 

Semua kenangan itu bagaikan film yang diputar ulang. Saat-saat dimana seorang pria dan yeoja-nya melewati hidup bersama setiap harinya. Hubungan mereka disebut terlarang sebenarnya, karena mereka hidup tanpa ada ikatan pernikahan. Mereka memang tinggal satu rumah tapi mereka bukanlah sepasang suami-istri.

 

Mereka masih berstatus sepasang kekasih tapi tentu saja mereka tidak pernah melakukan hubungan intim itu bersama. Mereka tau diri. Dan mereka cukup tahu yang namanya malu.

Seorang gadis tengah tertawa sambil membaca majalahnya. Sedangkan si pria menghiburnya dengan berbagai lelucon yang cukup membuat gadis itu memalingkan wajahnya dari majalah yang ia baca tadi. Si gadis ini mengambil handycam yang terletak di atas meja riasnya. Lalu menghidupkan handy cam itu sambil mengambil beberapa foto dan juga mengabadikan kenangan-kenangan mereka di dalam benda berteknologi canggih itu.

 

Di dalam rekaman itu, si pria dan si gadis tengah tertawa bersama sambil berpose dengangayaunik mereka masing-masing. Dan setelah itu, si gadis berlari ke rak yang terletak boneka kesayangan nya disana. Si pria ini memegang handy cam dan juga merekam ekspresi lucu gadis itu saat tertawa.

 

Si gadis bertanya kepada si pria ..

“Yeobo~ah, lebih cantik yang mana? Aku atau boneka ini?” tanya gadis itu sambil berpose cute di depan namja nya. Pertanyaan seperti itu tentu membuat namja nya tertawa terbahak-bahak.

“Kau menanyakan cantikan mana boneka itu atau kau? Kau benar-benar butuh jawabanku?” Gadis itu dengan cepat mengangguk.

“Hahaha tentu saja cantikan boneka itu. Kau jelek.” kata si pria sambil menunjuk boneka yang dipegang gadis itu.

 

Gadis itu merengut kesal mendengar jawaban dari namja-nya. Ia lalu mencubit perut namja itu.

“Aw appo!” jerit namja-nya.

 

Namja itu pun mengalihkan handy cam nya lalu kembali merekam diri mereka berdua. Gadis itu tersenyum walaupun tadi sempat sedikit kesal dengan namja-nya. Kini giliran namja itu yang direkam. Si yeoja mengambil alih handy cam dari tangan si namja lalu merekam namja-nya yang sedang duduk manis sambil membaca buku.

 

Sudah di jelaskan sebelumnya, kenangan mereka itu bagaikan film yang diputar ulang. Dan sekarang mereka berdua, kembali menonton rekaman yang selama ini mereka abadikan di handy-cam itu lalu menonton nya lewat tivi kecil mereka. Gadis itu terlihat tertawa riang sekali. Berkali-kali tertawa sampai mengacuhkan kehadiran namja disampingnya. Namun namja itu hanya tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan yeoja disampingnya ini. Bagaimanapun juga, disaat gadis itu bahagia dia pun juga ikut bahagia.

 

You protect me by my side and you embrace me..
You are my heaven…

 

Setelah lama menonton, gadis itu pun merengek minta makan kepada si namja. Dan disinilah mereka berdua, di meja makan sambil menyantap roti panggang yang masih hangat. Si pria tidak makan, ia hanya melihat gadis itu saja. Melihat gadis itu makan dengan lahapnya, cukup membuat pria itu merasa kenyang walaupun tak satu makanan pun masuk kedalam perutnya. Gadis itu kembali tersenyum saat potongan roti kecil masuk perlahan kedalam mulutnya. Pria itu hanya membalas dengan seulas senyum juga.

 

Selesai makan, si yeoja dan namja berangsek pergi ke perpustakaan kecil mereka yang terletak tidak jauh dari tempat mereka menonton tivi tadi. Mereka mengobrol tentang berbagai sejarah yang sedang gadis itu baca lewat buku tebal yang ia ambil di rak tadi. Gadis itu hanya mengangguk mengerti mendengar penjelasan si namja.

 

Waktu sudah menunjukkan larut malam, setelah seharian mereka bercanda dan bermain bersama membuat gadis itu kelelahan dan memilih istirahat dan menyalurkan rasa kantuknya dengan tidur di kasur empuknya yang bernuansa putih itu. Si namja menemani gadis itu di kamar sebentar, dan setelah yakin gadis itu sudah tertidur lelap ia pun menatap gadis itu sebentar lalu kembali tersenyum lagi dan barulah keluar meninggalkan kamar gadis nya lalu mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu kecil yang terletak di meja samping tempat tidur.

 

Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven ..
If we’re together we will never cry never never cry
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven …
Forever, together – never gonna be alone

 

* * *

I breathe in your arms, we kiss in your arms
When I hear your voice, it feels like I’m dreaming
I can tell from your eyes, I can tell about your love
You are my heaven

 

 You’re my only one way
Only for you – I am thankful that I am next to you
You’re the only one babe
You taught me love in this harsh world – I am happy with you alone

Esok paginya, si yeoja dan si namja sudah bangun dari tidur mereka lalu duduk sambil bersantai di ruang tengah. Mereka membuka album foto yang diambil si gadis itu dari lemari nya lalu mengajak si namja melihat nya bersama-sama. Mereka menunjuk satu per satu foto yang menurut mereka terlihat lucu bahkan menarik.

 

Tapi tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka ..

 

Cklek!

 

Perhatian si namja dan si yeoja seakan teralihkan dengan kedatangan seorang pria kerumah mereka. Si yeoja tampak senang sekali lalu dengan langkah yang riang ia menghampiri namja yang berdiri di pintu itu yang membawanya sebuket bunga mawar yang masih segar. Si namja yang masih duduk di posisinya itu, melihat ke namja yang masih berdiri di pintu. Raut wajah kecewa langsung tergambar di wajah namja itu. Si namja kelihatan seperti tidak rela melihat gadis nya bersama pria lain. Tapi sedetik kemudian, si namja ini tersenyum.

 

Setelah berbincang cukup lama, si gadis pun berjalan kearah si namja yang sekarang sudah berdiri di hadapannya. Namun, keberadaan namja itu seakan diacuhkan begitu saja oleh si gadis. Si gadis mengambil album foto yang terletak diatas meja lalu membawanya masuk kedalam kamar. Namja itu hanya diam melihatnya.

 

Namja yang tadi berdiri di depan pintu perlahan berjalan masuk ke dalam ruang tamu lalu berdiri tepat berhadapan dengan si pria yang sedari tadi masih tetap dengan posisi berdirinya.

 

Dan lagi. Seakan keberadaan si pria itu juga diacuhkan oleh si namja ini. Ia seperti tidak melihat apapun disekitarnya. Si namja merasa kalau ia hanya sendirian diruangan itu. Si pria pun melipat tangannya di depan dada. Menelisik penampilan si namja yang berdiri dihadapannya sambil tersenyum. Entah kenapa, ia hanya tersenyum bukan marah.

 

Tak berselang lama, si gadis pun kembali dengan tas yang ia sampirkan diatas bahu. Si namja tersenyum lalu meraih tangan gadis itu untuk digenggam. Saat mereka sudah diambang pintu, si namja berjalan duluan karena si yeoja ingin menutup pintu terlebih dahulu. Dan sebelum si gadis menutup pintu, ia sempat membalikkan tubuhnya lalu tersenyum dan barulah menutup pintu rumahnya.

 

Heaven – my only person, yes the person who will protect me
Any sadness, any pain – if only I’m with you
I’m not jealous of anyone else – hold my two trembling hands
Because the reason I live is you

 

 

EPILOG

 

 

Semua kenangan mereka seperti film yang diputar ulang.

 

Itulah yang selama ini gadis itu rasakan. Ia hanya hidup sendiri. Hidup seorang diri tanpa ada siapapun yang menemaninya. Jadi yang selama ini gadis itu lakukan hanya sendiri? Bukan bersama si pria yang selalu menemaninya? Tidak. Si pria itu sudah hidup tenang, hidup tenang disana. Si pria sudah berada di surga. Gadis itu masih mencintai si pria, pria yang selalu menemani hari-harinya setiap hari. Sehingga ia menganggap bahwa si pria itu masih hidup dan selalu menemaninya setiap hari. Padahal bukan, yang gadis itu rasakan selama ini hanya halusinasi nya saja. Pria itu benar-benar tidak ada lagi disampingnya. Tidak lagi menemaninya.

 

Tapi gadis itu yakin kalau si pria akan tetap terus hidup di hatinya.

25 pemikiran pada “Heaven

  1. keren!!! suka bgt! ngebawa reader ikut imajinatif gimaa gituu
    btw aku baca fic ini 3x dan diiringi lagunya. sampe nangis nangis belum berhenti T^T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s