I’m Always Loving You (Chapter 4)

  • Title : I’m Always Loving You
  • Author : Rizkii Rahayu Putry
  • Genre : Angst and Romance
  • Cast :

–       Kim Joon Myun (EXO-K)

–       Kim Hyeri

–      Byun Baek Hyun

  • Other Cast: Temuin aja ya sendiri di dalam cerita.
  • Length : Chapter

Warning: Miss Typo!

 

Part 4 publish!!! Finally selesai juga ngetik smpe ending bgini ^^ Langsung baca aja yah, author gak banyak omong lagi kok! Cekidot yaaa ….. HappyReadingreaders-dul!

——————————————————————————————-

Kembalilah ..

Kembalilah pada namja yang benar-benar mencintaimu

Dan yang benar-benar kau cintai …

——————————————————————————————-

 

AUTHOR’S POV

 

Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit akhirnya Baekhyun pun diizinkan pulang. Hyeri sedang membantu Baekhyun mengemas barang-barang dan bajunya yang akan dibawa pulang. Sedangkan Kyungsoo menunggu diluar ruangan bersama Sehun. Joonmyun tak bisa menyempatkan dirinya untuk mengantar Baekhyun pulang kerumah. Karena hari ini ia punya jadwal syuting iklan CF bersama Kai.

“Baek~a? Kau sudah siap?” tanya Hyeri sambil memasukkan baju terkahir kedalam tas Baekhyun. Baekhyun mengangguk lalu berjalan kearah Hyeri.

“Baiklah ayo kita pulang..” ajak Hyeri sambil mengangkat tas Baekhyun dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya berpegangan pada Baekhyun. Mereka pun keluar dari ruang rawat itu bersama lalu mendapati Kyungsoo dan Sehun tengah berbincang bersama.

“Hyung .. Noona, kalian sudah siap? Mau berangkat sekarang?” tanya Sehun saat menyadari suara pintu tertutup disamping mereka. Hyeri dan Baekhyun mengangguk lalu. Sehun dan Kyungsoo beranjak dari tempat duduk mereka.

“Noona, biar aku saja yang bawa tas nya.” tawar Kyungsoo

“Ah ne gomaweo, Kyungsoo~ah..”

Mereka pun berjalan bersama keluar dari rumah sakit. Lalu, melangkahkan kaki menuju parkiran yang tak jauh dari pintu utama gedung putih yang besar itu. Hyeri dan Baekhyun duduk di kursi belakang sedangkan yang duduk di kursi kemudi depan Kyungsoo dan Sehun. Sehun pun menjalankan mobil itu perlahan lalu keluar dari area rumah sakit.

***

“Ah aku lapar! Kyungsoo hyung, masaklah makanan untuk kami!” teriak Sehun yang tengah menonton TV sambil mengelus perut nya yang kelaparan.

“Aku sedang malas memasak. Kau beli saja makanan diluar.” ujar Kyungsoo sambil bermain laptopnya.

“Aish, kau jahat hyung! Tak kasihan kah kau padaku?”

Sehun berlari dari ruang tamu menuju meja tempat Kyungsoo yang sedang duduk sambil memainkan laptopnya. Ia memperlihatkan puppy eyes nya pada Kyungsoo berharap kalau hyung-nya itu terhipnotis dan dengan sukarela memasakkan makanan untuknya.

30 detik … 50..detik… 1 menit ..

Tatapan puppy eyes nya sama seklai tak dihiraukan Kyungsoo. Itu tandanya jurus andalan yang ia punya saat ini tak membantu sama sekali. Sehun mendengus kesal.

“Ya sudah, aku beli makan diluar saja.” kata Sehun sambil beranjak dari tempat Kyungsoo lalu mengambil kunci mobil yang terletak di samping meja dekat pintu.

Langkahnya terhenti saat suara seorang yeoja memanggilnya. Sehun pun menoleh dan melihat Hyeri yang baru saja keluar dari kamar Baekhyun.

“Sehun~ah, kau lapar? Bagaimana kalau aku memasakkan makanan untuk kalian? Eotte?” tawar Hyeri sukarela. Kyungsoo pun yang sedaritadi memainkan laptopnya langsung beralih menatap Hyeri yang tengah tersenyum.

“Jinjjaro, noona?” tanya Sehun dengan mata berbinar-binar

“Emm..” Hyeri mengangguk tanda mengiyakan.

“Baiklah, tapi … bahan masakan dikulkas sedang habis. Kita harus membelinya disupermarket dulu.” kata Sehun

“Tak apa, kau mau menemaniku ke supermarketkan?” tanya Hyeri

“Tentu saja.” seru Sehun senang.

BRAK!

Sehun dan Hyeri yang tengah berbincang langsung terkejut saat pintu menjeblak terbuka dan muncullah 2 namja disana. Joonmyun dan Kai. Joonmyun masuk dengan raut wajah yang jelas-jelas terlihat marah. Sedangkan Kai tenang seperti biasa.

Kai menatap Kyungsoo lalu duduk disampingnya. Kyungsoo bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan Joonmyun. Tapi Kai hanya menjawab dengan mengangkat bahunya tak tahu. Pandangan Hyeri yang menatap Joonmyun cemas berlaih menatap tangan pria itu yang tengah diablut dengan perban putih. Kenapa lagi dengannya? Hyeri jelas-jelas terlihat bingung sama seperti yang lain. Sehun dan Kyungsoo.

Joonmyun berjalan kearah Hyeri dengan sorot mata yang tajam. Hyeri yang melihatnya refleks langsung memundurkan langkahnya kebelakang berusaha menjauh dari tatapan yang membara itu. Sedetik kemudian, Hyeri merasakan tangan yang panas menggenggamnya. Tangan Joonmyun.

Dengan tak sabar, Joonmyun langsung menarik kuat pergelangan tangan Hyeri. Hyeri meronta meminta Joonmyun untuk melepaskan cengkramannya. Tapi tak dipedulikan Joonmyun sedikitpun.

“Yak, Joonmyun~a. Lepaskan tanganku.” jerit Hyeri sambil merintih kesakitan karena Joonmyun terlalu erat memegang tangannya.

“Shireo! Kau harus ikut denganku, Hyeri~ah!” balas Joonmyun berteriak

“Tidak! Tolong lepaskan aku.” tolak Hyeri sambil memukul-mukul tangan Joonmyun

BRAK!

Untuk kedua kalinya, terdengar lagi suara pintu yang terbuka keras. Tentu saja bukan dari pintu apartemen mereka. Melainkan suara pintu yang berasal dari kamar Baekhyun. Baekhyun murka saat itu juga, ia merasa terganggu dengan keributan yang terdengar dari luar. Ia ingin istirahat, tapi malah suara keributan yang ia dengar.

Baekhyun yang melihat Joonmyun tengah menyeret Hyeri keluar dari apartemen mereka langsung berlari menahan tangan Hyeri yang satunya lagi. Sontak langkah Joonmyun ikut terhenti juga. Ia merasa kesal dengan orang yang berani-beraninya menahan langkahnya. Ia berbalik dan mendapati Baekhyun tengah berdiri dibelakang Hyeri.

Mereka saling bertatapan tajam. Hyeri yang berada diantara kedua namja itu langsung bergidik ngeri melihatnya. Ingin sekali ia lari, tapi kedua tangannya ditahan oleh kedua namja disampingnya.

Sehun, Kai, dan Kyungsoo sudah berkumpul bersama. Mengantisipasi kalau kalau dorm mereka ini akan hancur akibat pertengkaran diantara hyung-nya itu. Suasana diruang tamu mulai sedikit panas, entah darimana hawa panas itu datang mereka tak tahu. Atau mungkin berasal dari kedua hyung-nya itu yang tengah marah?

“Apa yang akan kau lakukan dengan Hyeri, hyung?” Baekhyun memulai pembicaraan.

“Kau tak perlu tahu. Ini urusanku.” bentak Joonmyun

“Urusanmu urusanku juga hyung. Karena ini menyangkut kekasihku.” jawab Baekhyun tak kalah ketus.

“Apa? Kekasihmu?” tanya Joonmyun dengan senyum meremehkan

“Kenapa kau tak suka, hyung?” Baekhyun tersenyum sinis.

“Dia tak mencintaimu, Baekhyun! Sadarlah kau! Dia milikku!” desis Joonmyun tajam

“Kau yang seharusnya sadar, hyung! Dia tak mencintaimu lagi. Kau sudah menyakitinya. Tak cukupkah kau membuatnya menderita selama ini?” geram Baekhyun.

“Kau tak tau apa-apa tentangku dan Hyeri. Kau hanya perusak hubungan kami!” teriak Joonmyun kasar

“Yak sudah! Hentikan! Jangan berkelahi lagi!” lerai Hyeri yang sudah tidak tahan mendengar cercaan-cercaan yang keluar dari kedua mulut namja itu.

Mereka berdua terdiam lalu menatap Hyeri.

“Tak bisakah kalian selesaikan masalah ini dengan kepala dingin? Kalian adalah keluarga tak seharusnya kalian berkelahi seperti ini!” pekik Hyeri kesal

Sejenak, kedua namja itupun saling bertatapan. Mereka seakan tak bisa berkata-kata.

“Hyeri~ah..” panggil Baekhyun. Hyeri menoleh kearah samping kirinya.

“Wae?” tanya Hyeri

“Benar apa yang Joonmyun hyung bilang .. kau tak mencintaiku?” tanyanya pelan

Hyeri syok mendengarnya. Ia pikir Baekhyun tak terlalu menggubris perkataan Joonmyun tadi. Tapi ia salah, sepertinya Baekhyun benar-benar menuntut penjelasan darinya. Hyeri menghela nafasnya panjang,

“T-tentu sa-saja aku mencintaimu, Baekhyun~a..” jawab Hyeri terbata-bata.

“Ani. Kau bohong .. aku bisa melihatnya dari tatapan matamu.” Baekhyun menatap Hyeri lemah.

“Bagaimana bisa kau mengetahui kalau aku tidak mencintaimu, Baekhyun~a?” tanya Hyeri gemetar. Mata nya sudah nerkaca-kaca sekarang.

Benarkah? Tidak, ia mencintai… Baekhyun. Tapi Joonmyun … cinta Hyeri lebih besar kepada pria itu dibanding Baekhyun.

“Cara mu menatapku berbeda dengan caramu menatap Joonmyun hyung. Saat kalian menatap satu sama lain, seolah tatapan mata kalian itu memancarkan kebahagiaan yang teramat sangat. Sedangkan saat kau menatapku, aku tak merasakan ada pancaran kebahagiaan disana.” jelas Baekhyun panjang lebar

“Kembalilah ..” katanya sepelan mungkin.

“Mwo?” Hyeri membulatkan matanya kaget.

“Kembali … pada Joonmyun hyung.”

“Ige?!” respon Hyeri kaget

“Kau tidak salah dengar. Aku menyuruhmu kembali pada Joonmyun hyung.” jawab Baekhyun kemudian seolah bisa membaca pikiran Hyeri.

“Mworago?” Kini Joonmyun yang bereaksi.

“Kau tidak tuli kan hyung? Ambillah, aku merelakan Hyeri untukmu.”

Hyeri dan Joonmyun saling berpandangan satu sama lain. Begitu juga dengan Kai, Sehun dan Kyungsoo yang sedaritadi menikmati perdebatan sengit kedua hyung-nya itu. Apa gara-gara luka di kepalanya kemarin makanya Baekhyun bersikap seperti ini? Dia … tak mudah melepaskan orang yang ia cintai. Tapi sekarang …

“Aku akan bahagia asalkan orang yang aku cintai bahagia …” ucap Baekhyun lirih

“Baekhyun~a …” gumam Hyeri pelan seakan tak percaya dengan apa yang Baekhyun katakan.

“Ayo tunggu apa lagi? Kenapa kalian diam saja?” ujar Baekhyun melepaskan tangan Hyeri yang masih ia genggam daritadi. Baekhyun mendorong Hyeri kearah Joonmyun.

“Ayo berpelukan!” seru Baekhyun tak sabar.

Hyeri melihat kearah pria itu lalu beralih menatap Joonmyun. Joonmyun mulai meregangkan tangannya lebar mengisyaratkan ke Hyeri untuk memeluknya. Gadis itu masih saja diam. Ragu untuk melakukannya. Baekhyun yang geram karena Hyeri yang tak juga bertindak, akhirnya ia berinisiatif mendorong Hyeri mendekat ke Joonmyun. Dan tanpa sengaja, bibir mereka menempel satu sama lain. Tidak mereka bukannya berpelukan tapi berciuman.

Sehun terkejut melihatnya. Kyungsoo dan Kai yang berada disampingnya langsung menutup mata Sehun dengan kedua tangan mereka.

“Anak kecil tidak boleh lihat. Ayo cepat kita pergi!” gurau Kyungsoo sambil mengajak Kai dan Sehun masuk kedalam kamar. Baekhyun masih berdiri diposisi nya semula.

Ya, dia melihat gadis yang ia cintai berciuman dengan Joonmyun. Yang tentu saja sekarang adalah kekasih gadisnya. Baekhyun tersenyum lalu memberikan privasi kepada mereka berdua.

***

 

BAEK HYUN’S POV

 

Aku menatap hamparan luas kota Seoul lewat jendela kamarku. Lampu-lampu yang terang menyala di setiap bangunan besar itu tiba-tiba saja membuatku tersenyum.

Aku merasa sedikit lebih tenang sekarang karena aku tak mengikat gadis itu lagi di kehidupanku. Aku sudah melepaskannya tentu saja. Karena ada namja lain yang sangat mencintainya. Mencintai Hyeri dengan kadar lebih besar dariku.

Tak ada yang bisa menggantikan cinta Hyeri ke Joonmyun hyung sekalipun itu aku.

Aku senang karena hati gadis itu sempat singgah sebentar dihatiku. Memberiku rasa nyaman dan memberiku waktu untuk merasakan apa itu cinta dan kasih sayang. Dan aku benar-benar tau apa arti semua itu.

Aku perlahan mengerti kenapa Hyeri selalu menangis. Ia menangisi pria yang benar-benar mencintainya dan dicintainya. Cinta yang ia berikan padaku ke Joonmyun berbeda. Tatapan yang ia berikan padaku ke Joonmyun juga berbeda.

Aku merasa janggal saat itu, ketika mereka bertemu di kafe 1 bulan yang lalu. Tatapan yang mereka saling lemparkan penuh dengan kerinduan yang menggebu-gebu. Seolah-olah mereka merasa lega telah dipertemukan kembali setelah sekian lama.

Aku pasti mendapat pahala yang besar karena sudah merelakan gadis itu untuk namja lain. Ah bukan, maksudku namja yang mencintainya dari dulu hingga sekarang. Seharusnya aku yang menyebut ‘namja lain’ itu untuk diriku sendiri. Aku hadir di tengah-tengah hubungan mereka. Dan hampir saja membuat mereka terpisah hanya karena keegoisanku.

Kim Hyeri. Terimakasih sudah pernah mengizinkan ku untuk mengisi hatimu walaupun hanya sebentar. Terimakasih karena sudah memberitahuku apa artinya itu cinta. Dan terimakasih karena sudah mau mencintaiku…. walaupun hanya sebentar.

Cinta pertamaku, hiduplah dengan baik bersama Joonmyun hyung.

Itu kan yang kau inginkan selama ini?

AUTHOR’S POV

 

[Sungai Han]

“Tempat ini masih saja tidak berubah.” ujar Hyeri sambil melihat sungai yang luas dihadapannya.

“Tentu saja. Sama seperti hatiku. Tak pernah berubah untuk selalu mencintaimu selama 2 tahun. Aku merindukan tempat ini …. dan juga kau. Kau tak merindukannya hah?”

“Tentu saja aku merindukan tempat ini.” kata Hyeri sambil tersenyum.

“Kau tak merindukanku?” tanya Joonmyun kesal

“Aish! Neo pabboya! Aku merindukanmu, Joonmyun~a. Arasseo?” Gadis itu tertawa.

“Tentu saja kau merindukanku! Mana ada sih yeoja yang tidak merindukanku sama sekali!” katanya pede

“Kau ini! Selalu saja narsis.” gerutu Hyeri

“Hahaha …” Joonmyun tertawa lepas

“Yak, kenapa kau tertawa? Ada yang lucu?”

“Ekspresimu, Hyeri~a. Hahaha lucu sekali ..” ujar Joonmyun masih tertawa lepas

“Ngambek nih ….” ancamnya

“Ara, aku tidak tertawa lagi.” ucap Joonmyun akhirnya lalu mengelus rambut gadis itu lembut.

“Nan jeongmal saranghae (Aku sangat mencintaimu.)”kata Joonmyun lirih.

“Nado.” balas Hyeri cepat

“Nan eonjena dangsin-eul saranghago…” gumam mereka serempak sambil melihat bintang yang tengah berkelap-kelip di atassana. Di awan yang gelap.

~난언제나당신사랑하고~

Kau tau? Tuhan memang adil. Tuhan memang mempertemukan kita kembali. Tuhan telah mempesartukan kita kembali ……

 

THE END

Iklan

38 pemikiran pada “I’m Always Loving You (Chapter 4)

  1. huweeee…
    T______T 😥 😥 😥
    nyesek bgt aq bcnya..
    baekki manly bgt dsni..
    salut sma dy ngerelain demi hyungnya…
    singkat bgt ternyata ini endinya… 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s