Forbidden Love (Chapter 1)

Author: minnieasmilkyway

Title: Forbidden Love (Chapter 1)

Main Cast: EXO-K’s Baekhyun as Dongsaeng

Eun Jung as herself

EXO-K’s Chanyeol as You can now after you read this

Ae Cha as Eunjung’s Friend

Support Cast:  EXO-K’s Suho as Appa Baekhyun, Eunjung, Sehun

EXO-K’s Sehun as Dongsaeng

EXO-K’s D.O as Baekhyun and Eunjung ‘s Friend

EXO-K’s Kai as headmaster

Genre: Romance, Friendship, School life, Family, On writing

Rating: T

Length: Longfic, chaptered

=Eun Jung PoV=

Bagaimana rasanya memiliki keluarga?, oh bahkan aku sudah lama tidak merasakannya. Sekalinya kurasakan hal itu, kumerasa mereka bukanlah keluargaku yang sebenarnya. Kecelakaan itu, membuatku melupakan hal yang sangat penting.

 

Tepat beberapa tahun yang lalu, saat aku berumur 5 tahun. Kecelakaan itu terjadi begitu saja. Ingatan yang paling pertama aku ingat, adalah sosok Baekhyun yang dengan cemas melihatku yang berbaring di atas tempat tidur rumah sakit.

******************************* Eunjung, 18tahun ************************

Ini merupakan kebiasaanku sekarang, membangunkan namja babo yang kukenal sebagai namdongsaeng-ku. Tak lupa aku membawa senjata andalan-ku. Kalau tidak bantal, kubawa saja seember air. Tapi, karena hari ini aku berbaik hati, aku hanya membawa senjata empuk ini (re: bantal).

“Byunnie…cepat bangun!” ucapku sambil menepuk wajahnya dengan bantal yang aku bawa.

Entah ia sedang mimpi apa, sampai wajahku disentuh oleh kedua tangannya. Ah, dia menggigau. Hal ini seringkali terjadi. Dan kau harus tahu apa yang ia katakan saat itu?

“Tuan Putri, bisakah kau berikan satu kali ciumanmu untukku?” ujarnya dalam keadaan terlelap.

“Aissh…” umpatku lantas menepuk pipinya dengan tanganku sedikit keras.

“Kau itu… susah sekali untuk dibangunkan. Itu menandakan bahwa semangatmu itu sungguh payah!” tegasku yang kemudian keluar dari kamar Baekhyun bersiap untuk sarapan.

=Byunnie’s Side=

Noona, kau membuat mimpi indahku berubah buruk seketika. Memangnya tidak ada cara lain untuk membangunkanku?, tanyaku dalam hati. Benar-benar tidak ada enaknya dicium seorang yeoja. Yeoja membuatku merasa tidak bebas.

Pikiran itu berkelebat dalam pikiranku begitu saja. Akupun segera beralih ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat.

*skip*

Di Meja makan sudah tersedia sarapan bernuansa telur buatan Eunjung noona untuk kami bertiga -appa, aku, dan Sehun.

“Aku berangkat duluan” pamit Eunjung noona pada kami bertiga dan menghilang dari balik pintu.

=Eunjung PoV=

Alasanku untuk berangkat lebih pagi adalah karena aku harus mengikuti ekskul karate. Biar bagaimanapun, aku memanglah seorang yeoja. Tapi, situasi keluargaku yang mendukung –Karena aku adalah satu-satunya yeoja yang tinggal setelah eomma meninggal– membuatku bertekad bahwa aku tidak akan kalah dari namja manapun.

Setelah latihan seperti ini, biasanya…

“Eunjung-ah” sahut seorang yeoja sambil membawa handuk yang diperuntukkan untukku mengelap peluh yang mengalir di raut wajahku. Akupun menerima pemberiannya itu, Ae Cha namanya.

“Gomawo Cha-yah” balasku sambil tersenyum ke arahnya.

“Hari ini kau tidak kalah keren Eunjung!!” tuturnya heboh.

KYAAAAA

Keributan di pagi ini sudah biasa terjadi. Tapi, aku tidak akan semarah ini kalau bukan namja babo itu yang melakukannya, Nde, Byunnie. Namja itu selalu mendapat perhatian yeoja se-antero sekolah. Tak terkecuali Ae Cha.

“Kya! Hari ini Baekhyun juga terlihat kereeeen”

“Apanya yang bagus dari si babo itu?” gerutuku seolah menanggapi kata-kata Ae Cha.

Selama ini, aku belum pernah kalah dari namja manapun, kecuali Baekhyun. Permainan karatenya satu kali lebih tinggi dariku. Dan entah karena hal apa ia malah mengubah haluannya menjadi designer baju di sekolah ini.

=Byunnie’s Side=

“Baekki-yah!” panggil seorang yeoja. Ia membawa sesuatu yang telah dibungkus yang aku sudah tahu itu untukku.

“Ini, hadiah yang aku janjikan untukmu”

“Nanti sepulang sekolah kita kencan ya” lanjutnya lalu mencium pipi kananku.

=Eunjung PoV=

Aku mendekati tubuh namdongsaengku itu. Lalu, aku mencubit perutnya dan berbisik padanya, “Kau seperti namja penggoda, neomu paboya”

“Eo? Itu kencan tanda terimakasih karena aku sudah mendapat bahan yang diinginkan” jelasnya sambil terkekeh.

Yak, aku tak mengerti maksud namja ini. Apasih yang ada dipikirannya?, batinku.

“Hmm… Sebenarnya aku tidak tahu sejak kapan aku jadi terkenal di kalangan yeoja seperti ini. Apalagi, kini aku menjadi rental boyfriend?” jelasnya panjang-lebar.

Kupukul saja kepalanya pelan menandakan aku-tidak-suka-kau.

“Noona…Appo!” sungutnya.

*skip*

Berendam dalam bathtube memang menimbulkan relaksasi tersendiri. Kurendamkan tubuhku sambil membaca daftar pertandingan karate untuk besok. Ya, aku menjadi salah satu wakil dari sekolahku.

Mataku tertuju pada satu nama yang terdaftar sebagai lawanku, Park Chanyeol. Kembali kuselesaikan acara berendam itu. Menggunakan handuk untuk menutupi tubuhku dan segera menghampiri Baekhyun yang berada di kamarnya. Tanpa mengetuk terlebih dahulu, langsung saja kubuka pintu itu membuat Baekhyun yang sedang makan menyemburkan makanannya saking kagetnya *jorok lo byun*

“Noona, kenapa kau hanya…Menggunakan handuk?”

“Yak! Terserah aku” ucapku.

“Aniya noona, sebenarnya bukan hal itu. Tapi, dadamu…tidak mekar?”

“Byunnie!!!” sahutku lalu memukul kepalanya.

“Noona-yah, kau tidak membaca tulisan di pintu kamarku? Noona, kau lancang sekali” ujarnya.

“Mian byunnie, aku hanya ingin kau melihat ini” jelasku sambil memperlihatkan kertas itu tepat di hadapan wajah Baekhyun.

Sama sepertiku, ia memfokuskan matanya pada satu nama itu. Park Chanyeol.

“Apa dia Chanyeol teman karate kita dulu?” tanyaku pada Baekhyun yang masih setia melihat kertas dihadapannya.

“Sepertinya begitu. Kau masih ingat, kan?. Dia itu orang yang cengeng. Kalau dia kalah, pasti semua orang tidak bisa memakai wc karena ia menangis disana” jelas Baekhyun yang kemudian berbaring di kasurnya. Akupun mengikutinya berbaring.

“Nde, aku ingat hal itu” balasku tertawa.

“Kangen ya?” tanya Baekhyun tiba-tiba dan aku hanya mengangguki kenyataan itu dengan tersenyum.

*Flashback*

Saat aku berumur lima tahun, aku kehilangan ingatanku. Saat aku sadar di rumah sakit, kau melihatku dengan tatapan khawatir. Sejak saat itu, aku tidak ingat siapa keluargaku. Bahkan, aku tidak ingat kapan hari ulang tahunku.

“Kalau begitu, aku akan memberikan ingatanku padamu noona” ucap Byunnie kala itu.

Kata-kata Byunnie itu, seolah membuat semangatku kembali lagi. Aku sangat senang. Meskipun, sampai sekarang aku masih kehilangan ingatanku.

*Flashback end*

=Byunnie’s Side=

“Noona…” lirihku. Ia tertidur?. Akupun mulai mengatur posisi dan menghitung selisih tinggi kami.

“Tinggiku masih kurang” gumamku.

“Hei…apa kau ingat?” lirihan noona membuatku memberhentikan aktivitasku.

“Tentu saja aku tidak akan lupa, dasar bodoooh”

*skip*

Yeoja itu sudah berdiri menatapku lewat jendela. Ya, Eunjung noona. Ia masih merengek memintaku untuk menonton pertandingan karatenya dengan Chanyeol. Sampai kudengar seorang namja,

“Ah, Eunjung-ah! Kutemukan juga kau disini. Cepat sebentar lagi giliranmu” jelas namja yang mulai menarik noona-nya untuk pergi.

“Pokoknya kau harus menonton pertandingan ituuuuu!” pintanya yang lalumenghilang dengan namja tadi.

“Fyuh, noona yang cerewet” gumamku lalu melanjutkan menjahit bahan yang sudah setengah jadi itu.

=Eun Jung PoV=

“Mianhaeyo…aku terlambat” ucapku terburu-buru saat memasuki ruangan karate.

Dapat kulihat Chanyeol, yang merupakan lawanku sudah bersiap untuk berdiri dengan tegapnya. Tidak, dia bukan Chanyeol yang kukenal dulu. Tidak kusangka dia cepat sekali berubah.

*skip*

=Byunnie’s Side=

Setelah menyelesaikan pekerjaan menjahit tadi, aku mulai membereskan sisa-sisa potongan bahan dan berniat pergi ke sekolah sebelah. Tempat noona bersekolah. Mungkin aku akan mengucapkan chukkae padanya karena memenangkan pertandingan.

Perlahan tapi pasti, aku berjalan sampai kudengar suara yeoja yang kuyakini adalah suara noona. Ia mengejar Chanyeol?. Dalam hening, aku menyaksikan kejadian itu. Perasaanku berubah menjadi tak karuan.

=Eun Jung PoV=

“Tunggu…Chanyeol!” namja yang kusahuti itu menoleh ke arahku yang tepat berada di belakangku.

“Bertandinglah denganku lagi” pintaku.

“Kau sudah berubah, kau kini lebih kuat, kembalilah bertanding denganku!”

“Aku…punya keyakinan, kalau aku tidak akan kalah dari namja manapun!” sahutku sekali lagi. Kini ia memperhatikanku. Namun, ia malah mencegatku dan menahanku di dinding taman ini. Ia menatap mataku, mengerikan.

“Lebih kuat dari namja manapun?” ucapnya sambil mengeluarkan evil smirk-nya.

Ia mempererat tekanan tangannya ke tanganku berusaha menempelkannya ke dinding taman itu, sakit.

Ia mendekatkan wajahnya. Bukan berdebar yang aku rasakan. Melainkan takut. Ia sangat mengerikan. Berbeda dengan Chanyeol yang dulu. Aku tidak mau berciuman dengan namja ini!. Rasanya hatiku ingin menjerit.

“Kau menyebalkan” bisiknya dan lalu melepaskan cengkeramannya dan meninggalkanku yang terduduk.

“Apa yang tadi itu?” gumamku tak percaya.

*skip*

“Sebal!!!” sahutku sambil memukul bantal yang berada di hadapanku.

“Neo jugeosseo (kau akan mati), Chanyeol-ah!” ujarku sambil terus memukul bantal itu seolah benda itu adalah Chanyeol.

Aku tidak biasa diperlakukan seperti yeoja lainnya. Hal itu membuatku kesal, aku tidak bisa menerima hal itu.

‘Kau menyebalkan’ kata-kata itu menghiasi pikiranku. Chanyeol, harusnya aku yang berkata demikian padamu. Lihat saja aku pasti mengalahkanmu!!!!.

*skip*

Aku merasa beruntung. Karena sekolah ini menggunakan baju bebas, jadi aku bisa menyamar. Lagipula, aku ini kan mirip namja. Lekas kukeluarkan surat tantangan untuk kuberikan kepada Chanyeol. Akan kubuktikan kalau aku bisa mengalahkanmu!.

=Byunnie’s side=

Aku mempersiapkan diriku. Kubuka pintu kayu itu dengan yakin. Aku mendapati tubuh Chanyeol yang sedang berlatih sendirian.

“Jangan tanya alasannya, bertandinglah denganku” pintaku.

“Kau ini… seperti pacarnya direbut saja” ucapnya dan sukses membuatku terlonjak.

“Apa…kalian ini benar-benar kakak-beradik?” tanyanya kemudian.

“Tentu saja. Eunjung adalah noona-ku!” sahutku tak mau kalah.

=Eun Jung PoV=

“Apa…kalian ini benar-benar kakak-beradik?” tanya seorang namja yang kuyakini berasal dari seorang Chanyeol.

“Tentu saja. Eunjung adalah noona-ku!” jawaban Byunnie membuatku lega.

Aku melihat mereka bertanding. Tidak, ini adalah masalahku dengan Chanyeol. Byunnie tidak seharusnya ikut campur akan hal ini. Akupun memantapkan diriku untuk membuka pintu kayu yang tadi membelakangiku. Akupun melepas penyamaranku.

“Hentikan!” sahutku lalu melempar surat tantangan tersebut ke arah Chanyeol.

Merekapun menghentikan pertandingannya sambil menggumamkan namaku. Mereka terkejut melihatku muncul. Kemudian terdiam mematung.

“Aku yang akan bertanding dengan Chanyeol. Aku tidak suka jika harus menjadi yeoja yang bisanya hanya dilindungi” ujarku.

Tak ada yang menanggapi perkataanku. Sampai segerombolan namja yang baru dtaang meneriaki, “Waaaaah, ada seorang yeoja!”

“Ayo kita kabur, noona” Byunnie dengan sigapnya langsung menggenggam tanganku dan mengajakku untuk kabur dari ruangan ini.

Baru kusadari sesuatu telah berubah dengan Byunnie, namdongasaengku. Entah kenapa, meskipun aku tumbuh bersama dengannya, aku baru menyadari hal itu sekarang. Ia sudah bertambah tinggi. Tangannya juga menjadi besar. Aku ini aneh. Kenapa aku merasa berdebar dengan namdongsaengku sendiri?. Ini tidak boleh berlanjut.

-TO BE CONTINUE-

Next chapternya lagi proses…. Mian kalo ada yang kurang/typo T^T langsung aja RCLnya ya^^ gomawo buat yang udah mampir dan komen *bow

Iklan

49 pemikiran pada “Forbidden Love (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan ke choyuumie Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s