Forbidden Love (Chapter 2)

Author: minnieasmilkyway

Title: Forbidden Love (Chapter 2)

Main Cast: EXO-K’s Baekhyun as Dongsaeng

Eun Jung as herself

EXO-K’s Chanyeol as You can now after you read this

Ae Cha as Eunjung’s Friend

Support Cast:  EXO-K’s Suho as Appa Baekhyun, Eunjung, Sehun

EXO-K’s Sehun as Dongsaeng

EXO-K’s D.O as Baekhyun and Eunjung ‘s Friend

EXO-K’s Kai as headmaster

Genre: Romance, Friendship, School life, Family, On writing

Rating: T

Length: Longfic, chaptered

“Kepada Park Chanyeol,

Kutunggu kau di depan air mancur, pusat taman kota. Hari Jumat, jam 5”

 

Begitulah kiranya isi surat tantangan yang kuajukan pada Chanyeol. Berdiri di depan air mancur. Sendirian, sepi.

*skip*

 “Aissh…Apakah dia takut? Memenangkan pertandingan seperti itu adalah pengecut kan?” ucapku tak terima sambil membawa makan malam untuk Byunnie dan Sehunnie. Suho Appa sudah kembali ke tempat kelahirannya, Busan.

“Memangnya…kau yang melawannya?” balas Byunnie tak berperasaan. Lalu, kucubit saja pipinya hingga ia merintih kesakitan.

“Kau ini jahat noona” ucapnya pelan.

“Sehunnie…Kau pasti mengerti maksudku kan?” tanyaku sambil memanjakan Sehunnie.

“Eunjung..wortelnya terlalu banyak” balas Sehunnie. Ia tidak mengindahkan kata-kataku!. Ternyata mereka berdua sama saja.

“Walau bagaimanapun kau harus menghabiskannya Hunnie”

“Lain kali, kau harus memanggilku noona” lanjutku setengah berbisik.

Sehunnie. Aku mengetahuinya sejak ia masih bayi. Sehingga, dia memang kuanggap sejak awal sebagai namdongsaengku.

Seakan memutar kembali peristiwa tadi sore, ingatanku terhenti saat mengingat kejadian dimana hatiku berdebar. Mungkin, ini karena ingatan masa kecilku masih kurang, pikirku.

*skip*

Pagi-pagi seperti ini, ruangan kelas dimana aku duduk sudah ramai dengan para yeoja yang mengaku kagum (re: fans) padaku. Tidak, aku menganggap mereka semua temanku.

“Eunjung-yah, kudengar kau menyamar menjadi namja dan masuk ke sekolah sebelah itu ya?” pertanyaan itu berasal dari Ae Cha saat aku baru datang pagi itu. Semua yang berada di sekelilingnya terkejut mendengar pernyataan Ae Cha.

“Kerennya…”

“Tidak bisa dipercaya kalau kau melakukan hal itu”

Begitulah yang kudengar tentang tanggapan mereka.

“Ah, kalau dengan dada seperti ini, pasti bisa” ucap Naeri dengan wajah innocent-nya.

Tiba-tiba, Ae cha sudah berada di hadapanku seperti melindungiku, “Biar begitu, Eunjung tetaplah kereeen. Ia tidak akan kalah dengan yang namanya namja!” ucap Ae Cha membanggakan diri seorang Eunjung.

“Cha-yah…”lirihku.

“Saranghae!!!!” sahutku lalu melayangkan pelukan eratku ke sahabatku yang satu ini.

Sebenarnya, ini adalah rahasiaku. Aku tidak pernah memberitahunya pada siapapun, kalau aku belum haid. Padahal sebentar lagi, aku akan menjadi mahasiswi. Bukankah, itu hal yang aneh?. Dan lagi, aku sangat senang kalau aku ini mirip dengan namja. Jadi, aku tidak akan mungkin kalah dari namja manapun. Tak terkecuali, Chanyeol.

Hari ini, aku berniat menyelinap ke sekolah Chanyeol lagi. Aku hendak mengirim surat tantangan untuk yang kedua kalinya. Aku yakin, aku bisa bertanding dengan Chanyeol sekali lagi!.

Sesampainya di pagar pembatas sekolah itu, aku langsung memanjat pagar tersebut. Lalu beralih menuju dahan pohon dan duduk diatasnya.

“Meskipun jauh dan berada di dalam ruangan itu, aku bisa melihatnya, gumamku. Biarpun menyebalkan, tapi aku akui. Dia keren.

Gesekan pintu kayu itu, sontak membuatku kaget. “Dia keluar” batinku. Dengan berpegangan dengan dahan yang lain, aku menunjukkan surat tantangan sekali lagi padanya.

“Jangan kabur kau! Kali ini, kau harus benar-benar menyelesaikan pertandingan ini” sahutku.

Matanya melebar melihat diriku. Aku yang merasa tidak nyaman, melihat-lihat diriku dan menemukan sesuatu yang mengganjal. Ulat. Tunggu, ULAT?

“KYAAAAAA!” sahutku. Aku benci ulaaaaat.

“Eunjung-ah” sontak Chanyeol mendekatiku yang sudah jatuh ke semak-semak yang tumbuh di bawah pohon.

=Chanchan’s Side=

Eunjung sukses membuat keributan di sekolahku.

“Ada apa?”

“Uwaaa ada suara yeoja di sekitar sini” terdengar suara-suara namja yang mulai bergerak ke arah kami.

“Kyaaa!” Eunjung bukannya diam, tapi malah semakin kencang berteriak.

“Diaaaamlah” ucapku kesal.

“Tidak mau” balasnya.

=Eun Jung PoV=

Ia menerpa tubuhku di antara semak-semak. Membuatku kehilangan napas beberapa saat. Aku menghentikan teriakan itu.

“Tidak ada. Ah, mungkin salah dengar” ucap suara namja yang sama.

Mataku tertutup karena hempasan Chanyeol yang begitu kuat. Kurasa ada yang aneh dengan bibirku. Kucoba membuka mataku perlahan. Ia menciumku. Ingin rasanya menolak. Tapi, aku malah turut larut dalam ciumannya.

“Apa mereka sudah pergi?” tanya Chanyeol yang saat itu telah sadar. Langsung saja kutampar pipinya kencang.

“Apa yang kau lakukan padaku?!” tanyaku tak terima.

“Aku ini… benar-benar…ingin mengalahkanmu” rengekku akhirnya.

Kulihat tangan Chanyeol menggapai sesuatu yang terjatuh di tanah. Surat tantangan itu. Sebelum akhirnya berkata, “Arasseo, hari minggu. Kutunggu kau di taman kota jam 6. Kalau kau kalah, yang tadi akan aku lanjutkan”

Kudaratkan pukulanku ke pipinya lalu berkata, “Aku… pasti akan mengalahkanmu!”. Kemudian berlari menjauhi dirinya.

Sebaaaaaal. Aku tidak terbiasa diperlakukan seperti yeoja . Diperlakukan seperti itu rasanya…membuatku frustasi.

*skip*

Kupaksakan diriku keluar untuk latihan. Karena, besok aku akan bertanding dengan Chanyeol. Hari yang sangat kutunggu-tunggu. Pandanganku teralihkan saat kudengar pintu yang membatasi antara ruang tengah dengan halaman bergeser. Byunnie.

“Jam segini…Kau masih latihan? Emm, memangnya masih ada pertandingan noona?” tanyanya ragu.

‘Arasseo, hari minggu. Kutunggu kau di taman kota jam 6; aku teringat ucapan Chanchan.

“Ya….begitulah” jawabku. Rasanya, aneh saja kalau aku menjawab ‘aku akan bertemu Chanyeol besok’.  Sangat sulit mengatakan hal itu kepada Byunnie.

Ada satu latihan yang harus aku jalani. Kejadian tadi siang itu, mengingatkanku pada suatu hal. Tambahan latihan. Agar aku kebal dengan gangguan seksualnya Chanyeol(?).

“Byunnie” lirihku sambil memeluk namdongsaengku dari belakang. Namun ia malah membelokkan pelukanku. Sehingga, kini wajahku berada dalam dekapannya. Mendengar detak jantungnya. Berada di tengah dada bidangnya itu. Aku merasakan kehangatan tersendiri kala itu. Pelukan itu terlepas sesaat Sehun menyahuti kami berdua dari ruang tengah, “KALIAN BELUM TIDUR?”

Bodohnya, aku malah salah tingkah di depan semuanya. “Ahya, selamat tidur” ucapku setengah tertawa. Yang kutahu saat itu, sepertinya wajahku memerah.

Pikiran itu kembali merasuki akal sehatku. Uwaaaaa tidak boleh berdebar dengan namdongsaeng sendiri. Itu kan hal yang dilarang!. Sampai kapan aku harus bertahan dalam keadaan seperti ini?.

=Byunnie’s PoV=

Yang tadi itu… Sangat nyaman. Apa mukaku turut bersemu merah?. Lantas, apa yang harus aku lakukan?. Noona, kau membuatku bingung.

*skip*

“Annyeong, Baekki-yah” ucap seorang yeoja yang baru saja mengajakku berkencan sambil melambaikan tangannya.

Mmm… Makan malam nanti, apa kabarnya? Noona bilang ia akan pulang terlambat. Padahal, aku tidak bisa masak.

Sebuah jeritan. Membuatku penasaran *kepo lo byun* dan kemudian aku mengikuti alur dimana suara itu berasal. Dia itu…Temannya noona?.

“Aniyaaaa, jangan oppa!” sahutnya sambil terus mendorong tubuh namja dihadapannya yang ia sebut ‘oppa’ itu.

Dengan sigap, aku mengambil ranting pohon yang berada di sebelah pijakan kakiku, berjalan mendekati namja itu dan memukulnya dengan ranting tersebut. Namja itu tersungkur dan kemudian bangkit lagi. Langsung saja kutarik kerahnya tinggi, “Jauhi dia, atau kau akan mati” ancam Baekhyun.

“Aissh…” umpatnya lalu berlari dari hadapan kami.

Terlihat sekali, wajah yeoja yang sangat ketakutan itu.

“Baekki-yah..” lirihnya.

Aku menengok ke arahnya.

“Mianhae, kau harus mendengar yang tadi” ucapnya kemudian.

“Aniyaa, aku tidak mendengar apa-apa” balasku kemudian bersiap untuk melangkah lagi. Sampai yeoja itu menarikku, menahanku agar tidak melangkah lebih jauh.

*skip*

“Jeongmal gamsahae sudah mau menolongku tadi” ujarnya tulus.

“Jujur saja, sebenarnya aku ini..lemah terhadap namja. Tapi, entah mengapa aku sangat senang bisa bicara padamu selancar ini. Mungkin, karena kau adalah namdongsaeng Eun Jung” penjelasannya itu membuatku tersenyum.

“Begitu ya?” Jadi, dia hanya menganggapku sebagai namdongsaeng Eun Jung noona *emang mau dianggap apalagi sih byunnie?*.

Tiba-tiba pandangan yang mengenalkan namanya sebagai Ae Cha itu tertunduk.

“Namja yang tadi itu…Sebenarnya bukan oppa kandungku. Dia adalah oppa tiriku karena appaku menikah dengan eomma-nya”

“Tapi akhir-akhir ini, ia bilang suka padaku. Hal yang sangat aneh, mengingat kami bersaudara. Meskipun kami tidak sedarah” lanjutnya menceritakan secara detail siapa namja yang tadi mengganggunya.

“Sangat aneh kan kalau punya rasa suka?” tanyanya.

“Nde…..” jawabku singkat.

=Eun Jung PoV=

Tempat dan Waktu sudah tepat. Tapi, Chanyeol belum juga datang. Yak, jangan bilang kalau ia tidak datang lagi. Aissh…gawat. Perutku jadi sakit begini, saking gugupnya.

“Eunjung-ah…” lirih sebuah suara, Chanyeol.

“Eo? Tempatnya tidak salah kan?” tanyaku memastikan.

“Kita pergi saja, kajja!” ajaknya seraya menggapai tanganku dan menarikku ke suatu tempat.

Tunggu, kenapa jadi seperti ini?. Apa ia ingin mengajakku menonton festival?. Seperti sedang kencan saja. Mwo? KENCAN?. Aissh…sakit itu datang lagi dari perutku. Sungguhlah datang disaat yang tidak tepat.

Setelah kupikir-pikir, Chanyeol selalu memperlakukanku seperti yeoja. Saat itu pula aku merasa kesal karena kalah karate darinya. Licik… aku tidak terbiasa dengan serangan ini. Segera saja kutepis tangannya yang masih mengajakku untuk melangkah.

“Aku datang kesini untuk bertanding denganmu”

“Kalau tidak, lebih baik aku pulang saja” lanjutku lalu berlari dari hadapannya. Aku berlari tanpa arah. Tanpa harus menoleh.

Tidak mau!!! Kenapa mukaku jadi merah seperti ini? Seballll. Padahal aku membencinya. Aku membenci Chanyeol!. Kenapa ia begitu cepat berubah menjadi namja yang tidak kukenal?.

Keseimbanganku tumbang. Kakiku tersandung batu kerikil, dan membuatku harus terduduk kala itu.

“Appo….” lirihku. Tidak, bukan dari kakiku. Tapi, ini berasal dari perutku.

“Eunjung!” sahut Chanyeol sambil berlari dari kejauhan. Hingga ia berhenti saat jaraknya berada satu meter di depanku.

“Neo gwaenchanayo?” tanyanya.

“Ani…Jangan! Jangan mendekat!” sahutku.

=Chanchan’s side=

”Eh?” gumamku masih tidak percaya dengan kenyataan yang kuhadapi sekarang.

“Nde, haid pertama” jelas dokter tersebut membacakan hasil pemeriksaannya.

“Ini baru pertama kalinya. Kurasa, ia masih shock akan hal itu” jelasnya kemudian meninggalkan kami berdua.

Akupun memberanikan diriku memasuki ruang rawat Eun Jung.

“Eunjung-ah…” lirihku.

“Kau baik-baik saja kan?” tanyaku kemudian.

“KELUAR!” sahutnya dari balik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

=Eun Jung PoV=

“Naneun paboya, selama ini aku belum mengalaminya. Kukira aku bisa sepadan dengan namja. Tapi ternyata, aku salah. Aku tetaplah seorang yaoja” sahutku tak terima dengan kenyataan yang kini membuatku makin shock.

“Bagiku… Sejak awal aku melihatmu sebagai seorang perempuan” ujarnya, membuatku berhenti menangis.

Dihatiku, ada hal yang keras. Tapi, sudah mencair. Mengalir bersama dengan melelehnya air mata.

*skip*

Ternyata, kakiku ikutan keseleo akibat tersandung tadi. Jadi, dokter menyarankannya untuk diperban. Dan aku menuruti hal itu.

“Aku baik-baik saja, aku bisa berjalan sendiri kok”

“Sudahlah” balasnya

Punggung anak laki-laki itu, membuatku tidak tenang.

“Chanyeol-ah…Ini bukan berarti aku menyerah dalam pertandingan melawanmu ya?!”

“Pokoknya, aku akan mengalahkanmu!” sahutku untuk yang kedua kalinya. Ia menanggapiku dengan tawanya. Tawanya yang sudah jarang kulihat beberapa tahun ini.

Licik. Kenapa kau selalu menyerangku dengan cara seperti itu? Caramu yang memperlakukanku seperti yeoja kebanyakan. Aku tidak terbiasa dengan serangan seperti itu. Pertama kalinya, memeluk bahu yang lebih lebar dari diri sendiri. Dan badan anak laki-laki yang keras dan hangat. Rasanya…Enak sekali.

=Byunnie’s Side=

Ae Cha menahanku terlalu lama. Sampai akhirnya aku baru sampai di daerah rumah malam-malam begini. Kasihan Sehunnie. Apalagi, kalau mengetahui Eun Jung noona belum pulang. Kudengar percakapan antara seorang namja dengan yeoja yang kuyakini Chanyeol dan noona di depan gang yang kulewati. Aku harus kembali melihat kejadian itu? Kejadian yang membuat hatiku tidak karuan…

-TO BE CONTINUE-

Okeee lanjut ke chapter 3^^ makasih buat yang udah komen dan baca chapter 1 nya XD yang ini juga aku tunggu RCLnya *bow

Iklan

52 pemikiran pada “Forbidden Love (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s