Here’s… My Shoulder

Author: minnieasmilkyway

Title: Here’s… My Shoulder

Cast: Wu Fan (EXO-M’s Kris)

Jung Na Ra (Nara/Other Cast)

You can find it by yourself

Genre: Romance

Length: Ficlet

Terlahir di dunia ini, bukanlah kehendakku. Bahkan, siapa yag mau lahir di dunia seperti ini?. Akupun tidak mengharapkannya. Semua kejadian ini, hanya menyayat hatiku. Apa perlu aku bunuh diri untuk menyelesaikannya?. Tapi, aku masih cukup waras untuk melakukan niatan itu.

 

Aku memutuskan untuk pergi dari rumah beberapa hari ini. Dengan alasan, menginap di rumah Myunnie. Padahal, aku tidak tahu arah tujuanku. Menangis di tengah malam begini bukanlah hal yang tepat dilakukan. Menelusuri setiap jalan yang kulalui tanpa seorangpun melihat bahkan melarangku.

Semua kejadian itu, mengalir bak drama yang tidak ada habisnya. Kalau ada voting ‘yeoja termalang seantero Korea’, mungkin akulah pemenangnya. Terus saja kupacu langkahku sambil memasukkan kedua telapak tanganku ke dalam saku jaket, mencari kehangatan.

 

Braaak *nggak tau bunyinya mesti gimana-_-v*

 

Dari sekian toko yang sudah tutup, hanya toko ini yang baru tutup. Kupercepat langkahku agar si pemilik toko tidak memperhatikanku.

 

“Hey!” sahut seorang namja yang kuyakini adalah pemilik toko yang baru tutup itu.

“Kau tuli hah?” sahutnya sekali lagi.

 

Suaranya begitu lantang. Didukung dengan suasana yang sepi seperti ini. Kupaksakan langkahku untuk berhenti. Padahal, aku masih ingin melanjutkan perjalananku. Dengan terpaksa aku menengok ke belakang. Namja itu mendekatiku.

 

“Mau apa kau?” tanyaku sinis.

“Kau itu…tidak bisa bersikap manis sedikit?” tanyanya.

 

Apa Tuan ini tidak melihat seorang yeoja malang yang sedang menangis dihadapannya?. Apa ia tidak merasa iba sedikitpun dan malah mengatainya yeoja yang tidak manis?. Mana ada yeoja manis yang sedang menangis, batinku.

 

“Kau baik-baik saja?” tanyanya kemudian.

“Sepertinya tidak kalau kau melihat wajahku dengan jelas” balasku.

“Kau…menangis?” tanyanya ragu dan kembali melangkahkan tubuhnya semakin mendekatiku.

“Nde” ucapku singkat lalu mendudukkan diriku di pinggir trotoar.

“Izinkan aku…” ucapnya seraya menghapus air mataku.

“Uljima…” katanya kemudian membuatku membantunya menghapus air mataku.

Kemudian ia berkata, “Kau lebih cantik jika seperti ini” jelasnya lalu tersenyum.

 

Aku hanya ikut tersenyum karenanya. Meskipun hatiku belum bisa ikut tersenyum.

 

“Aku ini tipe penjaga rahasia yang baik. Kalau kau mau, kau bisa bercerita padaku”

“Bagaimana aku bisa mempercayaimu? Mengenalmu saja, tidak” tuturku.

“Ah…Nde, Kris imnida” ucapnya masih dengan senyuman yang semakin merekah itu.

“Kau itu…bisa tidak jangan terlalu lama tersenyum? Aku jadi seperti berbicara dengan orang yang tidak waras”

“Hmm…baiklah” jawabnya dengan senyumannya yang luntur seketika.

“Namamu?”

“Eo? Nara. Jung Nara imnida” setelahnya aku menunduk sedikit ke arahnya.

“Jadi…” lirihnya membuatku menoleh sedikit ke arahnya.

“Kau bersedia untuk cerita atau tidak?” tanyanya.

“Kalau tidak, aku pulang saja” lanjutnya yang sudah bersiap pergi.

 

Tidak tahu kekuatan apa yang menyelimutiku hingga aku memberanikan diri untuk mencegahnya. Menarik lembut tangannya. Membuat ia mendudukkan kembali tubuhnya di sampingku.

 

“Aku hanya butuh teman” ucapku.

“Uljima….Jebal Nara-yah. Ini sudah malam. Dan tidak seharusnya yeoja sepertimu berada di jalan tengah malam begini” jelasnya.

“Aku tahu, dan aku sadar” pernyataan itu dengan jelas keluar dari mulutku.

“Kau tahu apa yang bisa membuatmu merasa ‘lega’?” tanyanya kemudian.

 

Aku hanya menggeleng. Kalau aku tidak bertemu dengannya, mungkin kejadian yang tidak diinginkan sudah terjadi pada diriku. Tapi, aku beruntung. Tuhan masih memberiku kesempatan.

 

Misterius, namja itu hanya mengeluarkan senyumnya sekali lagi.

 

“Jangan mengeluarkan senyuman itu” rengekku.

“Arasseo, Nara-yah” ucapnya masih dengan senyumannya yang tak kunjung pudar.

“Terkahir kali” lanjutnya.

“Mwo?”

“Sudah lupakan” ucapnya dan kemudian menggeser perlahan posisi duduknya, hingga tubuh kami tidak berjarak lagi sama sekali.

“Mau apa kau?” tanyaku merasa tak nyaman dengan gerakannya.

“Aku hanya ingin memberimu ini” ucapnya sekali lagi seraya menyodorkan pundak kirinya ke arahku.

“Aku tidak mengerti, Kris-ssi”

“Menangislah sepuasmu di pundakku. Kupinjamkan hanya malam ini. Semoga kau merasa nyaman” jelasnya.

 

Aku menuruti perkataannya. Kuturunkan kepalaku ke  pundak kirinya. Menangis selama yang aku bisa. Sepuasku. Sampai aku merasa menjadi manusia paling bahagia di dunia ini. Tuhan, bolehkan aku menjadi yeoja cengeng malam ini saja?, hanya bulan dan bintang yang menjadi saksi.

 

Aku menangis dibahunya. Bahu yang diperuntukkan untukku. Hanya malam ini. Kau benar Kris-ssi, hal ini membuatku nyaman. Hal yang menyesakkan itu, hilang seiring berjatuhnya air mata. Apa Tuhan sengaja mengirimmu sebagai malaikatku malam ini?. Sudah tidak ada yang tahu jawabannya. Setidaknya, aku merasa nyaman sekarang.

 

-THE END-

 

Cuma punya ide bikin ficlet ini >,< bermodalkan lagu mellow terutama baby don’t cry dan taraaaa jadilah ff ficlet ini *apapula thor-_-* maaf ya kalo rada gaje dan gimana gitu. RCL pleaseeee^^ gomawo yang udah mampir apalagi komen *bow

Iklan

34 pemikiran pada “Here’s… My Shoulder

  1. ngoment telat ._.v
    Sumpah ye min, mimin keren plus kejem T-T
    Masa cuman segini doang miiin, ya namanya juga ficlet sih ._.v
    Ceritanya, bahasanya daebbak min! XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s