Forbidden love (Chapter 3)

Author: minnieasmilkyway

Title: Forbidden Love (Chapter 3)

Main Cast: EXO-K’s Baekhyun as Dongsaeng

Eun Jung as herself

EXO-K’s Chanyeol as You can now after you read this

Ae Cha as Eunjung’s Friend

Support Cast:  EXO-K’s Suho as Appa Baekhyun, Eunjung, Sehun

EXO-K’s Sehun as Dongsaeng

EXO-K’s D.O as Baekhyun and Eunjung ‘s Friend

EXO-K’s Kai as headmaster

Genre: Romance, Friendship, School life, Family, On writing

Rating: T

Length: Longfic, chaptered

=Eun Jung PoV=

Ia menurunkan ku dari gendongannya.

 

“Jeongmal gamsahae, Chanyeol-ah” ucapku.

 

Kalau aku benar-benar peka, sepertinya aku terlalu memperhatikan rasa maluku kepada Chanyeol. Entah kenapa hal itu bisa terjadi.

 

“Jung-ah…” lirihnya.

“Kau bawa kertas tidak?” lanjutnya sambil mengeluarkan pulpen. Setelahnya, dengan sigap ia menarik telapak tanganku dan menuliskan sesuatu disana.

“Hy apa yang kau lakukan?!” tanyaku gelagapan.

“Hubungi aku, kalau kakimu sudah sembuh” ucapnya datar setelah selesai menuliskan nomor handphone-nya di tanganku.

 

Kreeeek…

 

Mataku langsung beralih ke arah pintu yang tergeser pelan itu. Memusatkan perhtianku. Lebih tepatnya, mematung dan tidak jelas apa yang kini aku rasakan. Bimbang. Byunnie berjalan sambil menatap kami. Apalagi, saat tatapannya mengarah pada Chanyeol. Ia seperti menatap musuh saja. Setelahnya, Byunnie langsung berjalan ke masuk. Aku yang melihatnyajadi gelagapan sendiri dan merasa tak enak hati atas tingkah namdongsaeng-nya itu.

 

“Ah, Chanyeol. Kalau begitu…annyeong” ucapku setelahnya, dan mengikuti langkah Byunnie yang sudah masuk terlebih dulu.

 

Perasaanku bercampu menjadi satu. Kenapa aku jadi takut karena Byunnie melihatku tadi?. Aku ini aneh. Padahal ia hanya namdongsaengku. Bukan namjachingu.

 

“Byunnie, yang tadi itu…” ucapku ragu.

Akupun memantapkan hatiku. Mau peduli atau tidak, aku harus menjelaskannya.

“Chanyeol hanya mengantarku karena kakiku keseleo”

 

Ia melempar pandang ke arahku. Tak tahu ia sedang memikirkan apa.

 

“Gwanchanayo, noona. Itu kan, terserah kau” balasnya yang langsung menutup pintu kamarny.

 

Blam!

 

Ia membanting pintu itu. Membuatku semakin tak enak hati. Kalau dipikir-pikir, benar juga. Ia adalah namdongsaeng-ku. Tidak ada hubungannya mau aku bersikap seperti apa kepada namja lain. Tapi, kenapa aku berpikir kalau ia memperhatikannya?

 

*skip*

Pagi ini, seisi rumah sudah kosong. Tidak ada siapa-siapa. Hanya kulihat Sehunnie yang sedang tertidur.

 

“Noona berangkat dulu ya” ucapku tersenyum kemudain mendaratkan ciuman sayang ke keningnya.

 

Ah, ternyata hari ini aku tidak perlu membangunkan Byunnie. Ia sepertinya sudah berangkat duluan. Akupunmelangkahkan kakiku pelan-pelan keluar dari rumah. Mataku melebar saat melihat bayangan Byunnie yang telah berdiri di depan rumah. Berdiri berdampingan dengan sepedanya.

 

Ia tersenyum penuh misterius, “Dengan kakimu yang seperti itu, noona bisa terlambat” jelasnya sambil cekikan.

“Kalau kau mau, ayo naik sepeda denganku. Ini kendaraan cinta namanya” ujarnya lalu tertawa.

 

Seakan tidak terjadi apa-apa semalam. Ia sudah kembali menjadi namdongsaeng-ku.

 

“Kau…Tidak boleh naik sepeda dengan namja lain ya” ucapnya kala sepeda  itu sudah setengah jalan.

“Wae Byunnie?” tanyaku.

“Karena, hanya aku saja yang memperbolehkan yeoja buas sepertimu menaiki sepeda” balasnya.

“Byunnie!!” sahutku yang lalu mencubit sisi perutnya.

“Bahaya, noona. Jangan melakukan hal itu!” Akupun membenarkan posisiku seperti semula.

 

Byunnie, kalau ingatanku tentang semuanya belumlah cukup. Aku akan membuat kenangan itu dari sekarang.

 

*skip*

Aku merapikan susunan buku yang bertebaran di mejaku. Sampai Ae Cha datang dan memberhentikan aktivitas yang sedang aku jalani itu.

 

“Eunjung-ah, jangan salah paham ya! Karena yang paling kusuka adalah dirimu”

“Eo? Mwo?”

“Baekhyun…Apa dia sudah punya yeojachingu?” tanyanya. Bisa kulihat keraguan menyelimuti wajahnya

 

Hening.

 

“AE CHA! KAU MENYUKAI….” ucapku tak percaya.

“Bukan begitu. Aku juga belum tahu pasti” jelasnya.

 

Ae Cha yang benci namja, sekarang menyukai namdongsaeng-ku?. BEnar-benar sebuah kemajuan.

 

“Tenang saja, statusnya hanya sebagai rental boyfriend. Jadi, dia tidak punya yeojachingu” jelasku diiringi dengan senyum yang mengalir begitu saja.

“Aku akan membantumu” ucapku akhirnya.

“Emmm, Eunjung-ah. Kalau namja yang kau sukai, ada tidak? Nuguya?”

 

Namja yang disukai katanya….

 

*Byunnie’s Side*

Aku segera menyempatkan diriku menjemput noona di sekolahnya.

 

“Sepertinya sudah pulang hyun…” ucap salah satu teman sekelas noona.

“Dasar, kakinya masih sakit. Pergi kemana dia?” dnegusku kesal.

 

Pandanganku buyar saat aku mendengar suara yang kemarin. Ae Cha, chingu noonanya yang satu ini gencar sekali menemuiku.

 

“Byunnie, apa kau punya waktu sebentar?” entah ragu atau apa, tapi wajah yeoja itu tidak bisa ditebak.

 

*Eun Jung PoV*

Tidak tahu angin apa yang membawaku kesini. Kenapa aku malah berada di depan sekolahnya Chanyeol. Ah, itu sungguhlah bukan diriku.

 

“Waa ada yeoja…” begitu kata namja yang melewatiku.

 

Apa salahku? Kenapa aku malah jadi pusat perhatian? Aku kan hanya menunggu seseorang saja. Apa aku terlihat seperti perempuan yang berantakan?. Aku malu dan tidak suka diperhatikan seperti itu. Lebih baik, aku pulang saja.

 

“Mau kemana kau yeppeoni yeoja” ucap seorang namja yang dengan sigapnya memegang lenganku dan membuatku merasa tidak nyaman.

“Main bersama dengan kami!” ucap namja yang satunya.

 

Jangan-jangan, ini pertama kalinya aku digoda?

“Hey, ayo pergi” ajak namja itu yang dengan kasarnya menarik tanganku.

“Kajjima! Jangan GANGGU aku!” ucapku menekankan kata ‘ganggu; dan memukul namja itu dengan tasku.

“Yeoja ini… berani juga” ucap namja yang tadi kupukul itu, merasa tidak terima.

 

Tek.

 

Ah, sakit. Kenapa kaki ini tidak bisa digerakkan saat dibutuhkan?. Tuhan, adakah malaikat untukku saat ini juga. Aku memejamkan mataku. Hingga kurasa, tubuhku terhalangi oleh seorang namja bertubuh tegap. Chanyeol.

 

“Jangan mengganggu yeoja-ku” ucapnya sambil menaruh tubuhku di dekapannya. KEtiga namja itu langsung laari dari hadapan kami.

 

“I-Itu, aku…”

 

Tanpa banyak bicara, ia menggendongku. Membuatku menjerit. Buan, bukan tidak terima. Tapi, aku malu.

 

“Yak, Chanyeol-ah! Lepaskan!!!” sahutku.

 

Tapi ia tetap membawaku. Mendudukkanku dan menyiram kakiku dengan air.

 

“Kau mau cepat mengalahkanku kan?” tanyanya.

“Tentu saja” dengusku.

“Makanya, sembuhkan dulu kakimu” ujarnya.

 

Ah, aku ini. Seperti tidak bisa melindungi tubuhku. Chanyeol mulai menatapku. Memperhatikan setiap lekuk wajahku. Tangannya mulai bergerak menghampiri wajahku membuatku hanya pasrah dan menunduk. Wajahnya, ia memajukan wajahnya.

 

Apa, ia mau menciumku? Cium?

 

Splash!

 

“Rambutmu lebih cocok terurai seperti ini” ujarnya kemudian setelah ia berhasil melepas ikatan rambutku.

 

Jangan membuatku lebi berdebar daripada ciuman. Kau licik, Chanyeol. Kau benar-benar licik.

 

*Byunnie’s Side*

“Apa yang ingin kau katakan?” tanyaku to the point.

“Kencan dengan rental boyfriend, aku mau!”

“Kalau denganku, bisa kan?”

“Aku bersungguh-sungguh” lanjutnya.

“Mianhae, aku tidak bisa menerima permohonanmu” balasku.

“Kalau aku salah, aku minta maaf” ujarku.

 

“Kalau begitu, bagaimana kalau aku mengucapkan kata-kata itu. Saranghae Baekki-yah”

“Ini bukanlah permohonan. Aku benar-benar mau menjadi pacarmu”

“Baekki-yah…Apa kau, tidak bisa menyukai seseorang dengan sungguh-sungguh?” hal itu membuatku sadar sesaat. Kenapa ia bertanya seperti itu?.

 

“Hanya ada satu yeoja. Yang aku sukai dengan sungguh-sungguh”

 

*Eun Jung’s Side*

Kali ini aku menggunakan hairpack untuk menata rambutku.

 

‘Rambutmu lebih cocok terurai seperti ini’ kata-kata itu terngiang di kepalaku. Dan entah mengapa aku malah mengikuti sarannya menggunakan hairpack. Melakukan hal seperti ini, rasanya seperti bukan diriku.

 

*Byunnie’s Side”

“Aku pulang” sahutku. Tidak ada tanda-tanda kehidupan.

 

BRUK.

 

Kudengar sebuah benda terjatuh. Bukan, bunyi ini bahkan lebih keras dari sebuah benda yang jatuh. Suara itu berasal dari kamar mandi. Kupercepat langkahku menuju wc dan mendapati….

 

“Noona!”

“Bertahanlah” ucapku cemas sambil berusaha menyadarkan dirinya.

 

Eh? Dadanya, mekar? Ah, aku tidak boleh memikirkan hal itu!.

 

Cepat-cepat aku menggendongnya menuju kamar, “Aissh” umpatku

 

“Chanyeol” ucap noona memanggil rivalnya itu.

 

Akupun meletakkannya di atas tempat tidur. Menatapnya sekilas.

“Baboya, kau tidak mengenalku. Kajjima! Jangan keluarkan suaramu yang seperti yeoja” ucapku dalam hening. Lalu, mencium bibirnya lembut dan kemudian keluar dari kamar.

 

*Eun Jung’s Side*

Inikah rasanya dirangkul seorang namja?, meskipun aku tidak sadar. Aku dapat merasakannya.

 

“Chanyeol…” nama yang tiba-tiba saja terlontar dari mulutku.

 

Tubuhku sudah tergeletak entah dimana. Sepertinya di tempat tidur. Dapat kurasakan seseorang berada di dekat. Sangat dekat denganku. Perlahan, kurasakan aroma tubuhnya memasuki hidungku, sebuah hantaman lembut menyeruak di bibirku. Ciuman?!

 

Blam!

 

“BAEKHYUN!” ucapku tak percaya sambil terus memegangi bibirku kala itu.

 

-TO BE CONTINUE-

 

Okeee chapt 3 selesai dan hanya butuh satu jam untuk menyelesaikannya. Dan maaf kalau jelek, aku bikinnya buru-buru gara-gara mau berangkat sekolah-_-v yaudah langsung aja dilanjut RCLnya^^ sampai ketemu di chapt 4! XD

31 pemikiran pada “Forbidden love (Chapter 3)

  1. Lucu yaa… “Dadanya mekar” xD
    Byunnie jgn naksir sm noonanya dong x3 sm aku ajaa /kicks/
    Seruuu xD
    Daebaakkk ^^b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s