Our Sweet Fight (Chapter 4)

Title                       : Our Sweet Fight

Author                  : Kim mus2

Length                  : Chaptered

Genre                   : Romance, Comedy, School Life, Family

Main Cast            :

–    Byun Baekhyun (EXO-K)

–    Kim Nari

Other Cast          :

–    EXO-K & EXO-M Members

–    Kim Kibum (SHINee)

–    Jung Nicole (Kara)

–    Lee Jihyun

Author’s talk:

Haaaahhh….Akhirnya….nyampe juga di chapter ini chingu 😀  Semoga part ini isinya memuaskan ya…karena jujur di chapter 3 kemaren, author bingung mau nulis apa tapi akhirnya sekarang bisa keliatan juga cerita ini mau dibawa kemana… Happy reading and commenting…. 😀 ‘bow’

 

Nari’ s  Side

Sudah pagi ya? menyebalkan! kenapa waktu cepat sekali sih berputarnya?

Rasanya baru tadi aku menangis tidak jelas karena seseorang, bukan… dua orang tepatnya. Tapi, sebenarnya mereka tidak punya salah padaku. Aiisssh, lupakan sajalah!

“Nari-aah…. Apa kau sudah bangun?!” itu suara teriakan Appaku yang terkenal sangat cempreng.

“Ne..Appa!” jawabku setengah berteriak, suaraku masih parau gara-gara menangis semalaman. Aku pun segera mandi, kupakai seragamku dan segera menuju ruang makan, sebuah ruangan yang selalu membuatku bahagia karena aku selalu mendapatkan keceriaan yang ditularkan umma dan appaku. Mereka berdua memang orang tua yang unik, aku benar-benar beruntung menjadi puteri mereka.

“Umma…appa…good morning!” ucapku dengan riang saat melihat Key appa dan Nicole umma sudah duduk di kursi meja makan yang posisinya tak pernah berubah.

“Morning, my beautiful daughter!” jawab mereka hampir berbarengan.

Aku pun duduk di kursi favoritku sedangkan Umma dan Appaku pasti duduk di seberang tempat duduku, kami hanya terpisahkan oleh meja makan. Setiap pagi mereka berdua pasti sudah duduk terlebih dahulu menungguku dan menyambutku dengan senyuman serta tatapan penuh kasih sayang.

Ingin rasanya aku menceritakan semua kegalauan hatiku ini, tapi senyum mereka terlalu indah dan aku tak sanggup menghilangkan itu dari wajah mereka dan mengantinya dengan wajah cemas. Kuurungkan niatku itu, makan dengan lahap dan terus menunjukkan senyum palsuku itu sampai aku berpamitan pada mereka untuk pergi ke sekolah.

**

Di Sekolah

Nari’s Side lagi ^^

Kini aku sudah duduk di kelas sambil menopang dagu di atas mejaku menunggu bel masuk berbunyi dan memulai pelajaran hari ini. Haah…mereka sudah datang. Jihyun nampak sangat ceria hari ini, pasti karena namja di sampingnya. Lagi-lagi dadaku sakit saat melihat mereka.

“Annyeong Nari!” sapa Jihyun dengan ceria.

“Annyeong!” kini giliran Baekhyun yang menyapaku.

“Aahh…Annyeong” aku pun membalas sapaan mereka sambil menyunggingkan senyumanku yang palsu. Entah kenapa, moodku hancur seketika. Aku benar-benar malas berbicara dengan siapapun dan alhasil aku pun diam di kelas sampai tiba waktu makan siang.

Aduuh…ternyata meskipun hanya bengong di kelas, perutku lapar juga. Baiklah, aku akan langsung ke warung Kyungsoo.

Author’s side

Di perjalanan menuju kantin Nari melewati beberapa kelas dan siswa-siswa lain yang berlalu lalang di sampingnya, tapi mungkin karena suasana hatinya yang kurang baik dia bahkan tidak menjawab sapaan dari orang-orang itu.

Dari kejauhan Nari bisa melihat para namja di kelasnya sedang bermain bola di lapangan futsal. Saat Nari tak peduli dengan pemandangan itu, tapi saat dia berjalan tepat disamping lapangan futsal itu tiba-tiba bola yang bundar itu melayang dan “duuugg!!!” bola itu pun sukses mendarat di atas kepala Nari.

“Yaah!!! Maen bola yang bener dong, kepala gue bukan gawang tau!!!” Nari berteriak pada teman-temannya itu.

“Rasakan ini!” Nari pun menendang bola itu dengan sekuat tenaga ke arah para namja di lapangan futsal dan kemudian pergi menuju kantin.

“Duuggg!!” “Awwwww!!” Xiu Min merintih kesakitan karena kepalanyalah yang beruntung mendapat tendangan bola itu.

“Buwaaahahahaha….. sakit min? coba gue ukur dulu siapa tahu badan elu nambah pendek abis ketiban bola” Ejek Chanyeol dengan puas.

“Sial lo, mentang-mentang jangkung, rasain neh!”  teriak Xiu Min, dan “Duggg!!” kini bola mendarat di muka Chanyeol.

Kris               : “Hahahahahaa…..idung lu jadi pesek yeol!! ”

Chanyeol   : “Diem lu Kris!”

“Buukk!!! Prang!!” (efek suara^^)

Kris               : “ Balas dendam sih balas dendam, tapi jangan sama anu gue juga dong!”

Kedua namja jangkung itu saling berkejaran di lapangan. Saat Kris akan melempar ke arah Chanyeol, bola meleset dan mendarat di mulut Kai yang otomatis membuat bibirnya bengkak. Kai langsung melempar bola ke arah Kris tapi malah mengenai Sehun. Bola terus meleset dan kini Sehun malah menimpuk Suho. Dari Suho ke Chen, dari Chen ke Lay, dari Lay ke…………………………Oh No!!!!  (bayangin ada pembawa acara bola hehehe)

Bola dari Lay mengenai Tao. Semua namja itu terus berlari sekencang mungkin mengitari lapangan futsal, saking takutnya terkena lemparan dahsyat dari si jago Wushu. Sementara semua sibuk berlari, Luhan sedang anteng dengan rajutannya di tempat duduk penonton.

“Awaassss!!!!” Tao berteriak dengan panik karena diluar kontrolnya ia melemparkan bola dengan kekuatan maksimumnya itu.

“Buukkk!!!!!”
“………………..”

Semua namja langsung berlari ke arah orang yang pingsan akibat pukulan bola dari Tao ini. Dan dengan sigap Tao pun langsung menggendong orang ini ke ruang UKS (digendongnya ala pengantin baru gitu…) sambil dibuntuti 8 orang namja lainnya dengan wajah yang teramat panik.  Terutama  salah satu diantaranya, yang bukan hanya panic tapi juga cemburu karena cara Tao menggendong orang ini.

UKS

“Ireona!!… Jebaal ireona!” Sehun mengguncang-guncangkan badan Luhan yang sedang tak sadarkan diri.

Luhan pun membuka mata indahnya itu dan mendapati semua sahabatnya, terutama Sehun sedang menangis tersedu-sedu. Tak lama kemudian Sehun pun langsung memeluk Luhan.

“Luhan….aku kira kau mati, aku tak mau kehilanganmu, saranghaee….jebaal saranghae”

“Nado saranghae sehunnie” jawab Luhan dengan manis.

Kai, Lay , Chanyeol, Kris, Suho, Chen, Xiu Min, Tao : “Heuuuuuuu………. kumaaaattt!!!”

Di Kantin

Nari                        : “Kyungsoo!! Pesen nasi sama ayam gorengnya satu, pepsinya juga!”

Kyungsoo            : “Ne….asal jangan ngutang!”

Yoona ahjumma: “ Mau beli baksonya juga ga Nari?”

Nari                        : “ Boleh deh, pesen satu ahjumma”

Yoona ahjumma: “Okey…ditunggu ya neng!”

Tak lama kemudian, Kyungsoo pun datang mengantarkan ayam pesanan Nari disusul Yoona ahjumma yang membawa Bakso buat Nari juga.

Kyungsoo            : “Eh buset dah! Elu mau makan dua-duanya?”

Nari                        : “Iye.. nape?” (jawab Nari asal)

Yoona ahjumma: “Gapapa kali soo, biar Nari rada gendutan dikit, terlalu kurus juga ga baik. Iya kan neng?”

Nari                        : “ Ne..bener ahjumma, akhir-akhir ini kiloanku menurun drastis, mana ada tenaga buat karate. Bentar lagi kan turnamen.”

Kyungsoo            : “ Aah…roman-romannya lu lagi ada masalah ya Nar? Gue udah apal bener gaya lu, kalo lagi stress, pasti makannya kaya orang kesetanan”

Nari                        : “Nah tuh elo tahu! Yaudah deh soo, ahjumma duduk sini bentar, gue pengen curhat.”

Yoona ahjumma: “ Ada apa sih neng?”

Nari pun menceritakan dengan detil semua kegalauannya akibat kejadian kemarin, mulai dari nyeritain Baekhyun yang mau menciumnya sampai urusan perasaannya yang lagi nyesek banget sekarang ini, gara-gara Jihyun lagi deket sama Baekhyun. Yoona ahjumma dan D.O (Kyungsoo) orangnya emang rumpi banget dan enak diajak curhat tapi mereka tak pernah membocorkan rahasia.

Nari pun sudah sering mendengarkan curhatan kedua orang itu. Minggu kemarin saja, Kyungsoo curhat pengen oplas bibirnya yang tebel, gara-gara diejekin anak kecil di jalan. Tapi Nari mencegahnya dan menasihati Kyungsoo bahwa bibirnya adalah anugerah yang harus disyukuri dan mengingatkan kalau oplas itu bisa jadi ada efek sampingnya.

Terus bulan kemarin, Yoona ahjumma curhat tentang namja yang akan menikahinya yang tiba-tiba berselingkuh dengan wanita lain. Terpaksa Nari pun harus menemani Yoona ahjumma selama waktu makan siang. Dan kini, mari kita dengarkan apa tanggapan Kyungsoo dan ahjumma tentang masalah Nari…

Kyungsoo            : “Jadi, intinya elu sekarang lagi suka sama Baekhyun, gitu bukan?”

Nari                        : “Aaah… gue ga tau, baru juga ketemu kemaren, masa iya gue udah jatuh cinta aja?”

Yoona ahjumma: “Bisa aja ko neng, itu namanya cinta pada pandangan pertama… yaudah gapapa kalau memang suka sama dia, tapi jangan lama-lama kalau emang bikin sakit hati.”

Kyungsoo            : “Aah jangan! Kejar aja Nar… masa iya lu kalah sama Jihyun, elu kan cewe perkasa.”

Nari                        : “Hmm…okey..okey.. thanks banget loh nasehatnya, ga usah gue pikirin aja kali ya?”

Yoona ahjumma: “Terserah eneng aja deh ya…yang penting semua senang! Oiya, kenapa ga coba pacaran sama si Kyungsoo aja neh!”

Nari                        : “ Ogah banget, si Kyungsoo mah namja bau ayam!”

Kyungsoo            : “ Siapa juga yang suka sama elu, yeoja bau keringat, bau ketek!”

Nari                        : “Puas lo…? Noh bi Yoona lebih parah, kentutnya bau terasi”

Kyungsoo, Nari  : “ Haahahahhahahaahahahah”

Yoona ahjumma manyun

Nari                        : “Eh kayanya bentar lagi bel masuk, nih uangnya soo, ahjumma, cabut dulu ya.”

Kyungsoo            : “ Bentar Nar, neh bonus dari gue ‘Fres tea…bikin kamu aaasik lagi “ (Do Kyungsoo pengen numpang iklan di Indonesia)

Nari                        : “ Thanks bro! “ (sambil mengacungkan botol Frestea)

 

Back to Class

Saat Nari memasuki kelas, lagi-lagi dia harus melihat pemandangan yang membuat matanya perih. Jihyun sekarang sedang duduk di bangku Nari sambil mengobrol dengan Baekhyun yang duduk di bangkunya sendiri di sebelah bangku Nari.

Nari        : “Permisi Jihyun aku mau duduk di kursiku sekarang.”

Jihyun   : “Sebentar ya, kau duduk dulu di kursiku saja.”

Nari        : “Ya sudah, aku duduk di tempatmu saja sampai akhir semester ini Jihyun.”

Jihyun   : “Okey kalau begitu.”

Pasca kejadian bertukar bangku itu, mungkin sudah sekitar dua minggu Nari tak berinteraksi dengan Jihyun dan Baekhyun lagi. Dia lebih senang nongkrong di kantin bareng D.O dan Yoona ahjumma. Pulang sekolah, dia akan langsung pulang ke rumah atau latihan karate atau terkadang membantu umma dan appanya di butik atau di salon. Tapi sebenarnya diam-diam Nari selalu memperhatikan apapun yang dilakukan Baekhyun, terutama saat dia bersama Jihyun yang sebenarnya hanya membuat hatinya semakin hancur saja.

Hari ini, Nari secara tidak sengaja melihat Baekhyun, yang nampak sudah akrab dengan namja lainnya di kelas, sedang asyik bermain futsal di lapangan.  Jika beberapa minggu yang lalu, Luhan yang menjadi korban bola nyasar, kini giliran Baekhyun jadi korbannya. Lagi-lagi, karena Tao adalah pelakunya, maka Tao pun yang menggendong Baekhyun ke UKS.

UKS lagi ^^

Baekhyun Side

Hari ini gue sial banget… jadi inget hari pertama pindah lagi ke sekolah ini.

Kim Nari…

Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Di kelas, dia sama sekali tak pernah berbicara denganku lagi. Tapi, saat dia pergi ke kantin dan mengobrol dengan namja berbibir tebal dan ahjumma yang cantik itu, wajahnya selalu tersenyum. Aku ingin senyumannya itu hanya untukku, tapi sepertinya menatapku saja dia tak sudi. Baiklah akan kulupakan dulu masalah ini sejenak, sekarang aku harus kembali ke kelas.

Saat aku bangun dari tempat tidur di UKS, aku melihat seorang yeoja yang tidur sambil merintih kesakitan. Chankanman!!!

Kim Nari?? Itu, dia kan? Kenapa dia tidur di UKS? Sepertinya perut Nari sakit

Apa yang harus ku lakukan? tidak ada petugas UKS disini. Akhirnya aku pun memutuskan untuk mengelus-elus perut Nari, hanya berharap lama kelamaan dia akan merasa nyaman.                              (Note: penyakit maag Nari kambuh karena kebanyakan nyampurin sambel pas makan Bakso)

Author’s Side

Baekhyun akhirnya memutuskan untuk menemani Nari di UKS dan tidak jadi kembali kelas. Selama sekitar 15 menit Baekhyun mengelus perut Nari sampai akhirnya Nari tertidur lelap dan tidak kesakitan lagi. Baekhyun masih tetap duduk di samping ranjang Nari, sambil mengamati setiap lekuk wajah cantik Nari yang kini terlihat damai di alam bawah sadarnya.

Sesekali Baekhyun tersenyum sambil memandangi Nari dan kini tanpa sadar tangan kanannya mengelus pipi Nari dengan lembut sementara tangan kirinya terus menggenggam tangan kanan Nari, seolah tak ingin terpisahkan.

“Nari… aku merindukanmu, benar-benar rindu dengan senyumanmu, keceriaanmu. Maafkan aku, aku telah menghancurkannya, aku memang nappeun namja, pabo, dan payah. Kau pantas membenciku, jangan maafkan aku” ucap Baekhyun pelan. Tak terasa, tetesan air pun terus mengalir di wajah Baekhyun. Semakin lama Baekhyun memandang dan membelai wajah Nari, dadanya semakin sakit dan air mata pun tak henti-hentinya mengalir.

Jam sekolah pun sudah berakhir, dan Baekhyun rasa sudah waktunya dia untuk pergi karena pasti Nari akan terbangun mendengar bel sekolah yang suaranya memekakan telinga itu.

Sebelum pergi, Baekhyun mengecup kening Nari dengan lembut dan perlahan melepas genggamannya pada tangan Nari. Tak lama setelah itu, benar saja, Nari pun terbangun akibat bunyi bel sekolah. Saat bangun, Nari menemukan sebuah keganjilan.

“Haah..kenapa tangan dan keningku basah?” tanya Nari pada dirinya sendiri sedikit kebingungan.

“Ah mungkin ini hanya keringatku” lanjut Nari sambil mengangkat kedua bahu.

Sosok Nari yang kebingungan itu sebenarnya masih diperhatikan Baekhyun dari ranjang di sebelah Nari, tapi Nari tak menyadarinya karena kedua ranjang itu dibatasi dengan tirai putih.

Nari pun pergi…

Nari’s Side

At Halte

Haduuh kenapa harus ketemu halmeoni sekarang sih, mana tadi di gerbang aku melihat Baekhyun pula.

“Annyeonghasseyo halmeoni” sapaku sopan

“Annyeong Nari, dimana namjachingumu?” Tanya halmeoni sambil  melihat ke segala arah mencari-cari Baekhyun.

“Apa hubungan kalian baik-baik saja?” lanjut halmeoni.

“Aaah…Baekhyun maksud ahjumma? dia sedang ada urusan, tenang saja hubunganku dengannya baik-baik saja halmeoni.” Sebenarnya itu yang aku harapkan, tapi sekarang aku malah bertarung dengan hatiku sendiri untuk menghilangkan perasaan ini dengan terus menghindarinya. Mungkin, sekarang Baekhyun pun berpikir kalau aku sedang mengajak perang dingin dengannya.

 Rumah Nari

“Umma, appa, kalian sudah pulang dari kantor?” ujarku riang melihat kedua orang yang aku sayangi.

“Ne… Nari-aah, ada yang ingin umma dan appa bicarakan” jawab ummaku yang sepertinya ingin membicarakan hal yang serius. Kami bertiga pun duduk di sofa putih kami yang empuk di ruang keluarga dan appa pun memulai pembicaraannya.

Key appa           : “My honey… sebenarnya begini. Kami harus pergi ke Paris dan Jepang untuk pembukaan cabang butik dan salon baru disana. Yang jadi masalah, sepertinya kau tak bisa ikut dengan kami karena kami akan disana selama sekitar tiga minggu.”

Nari                      : “Oh jadi begitu? Aaah Appa…aku kira masalah apa. Kalau soal itu kalian tidak perlu khawatir, aku kan bisa menjaga diriku sendiri. Tinggal sendirian di rumah, sepertinya seru”

Nicole umma   : “Andwee!! Bagaimanapun kau ini perempuan Nari. Bagaimana jika malam-malam ada penjahat dan kau malah tidur saja? Kau kan kalau tidur paling susah dibangunkan.”

Nari                      : “Terus, aku musti gimana? Aku ga mau kalau harus menginap di rumah Jihyun, sekarang dia sangat menyebalkan, selalu sibuk dengan dunianya sendiri.”

Key Appa           : “Bagaimana kalau kau appa titipkan ke rumah teman appa saja, apa kau mau?”

Nari                      : “Ne…terserah appa saja.”

Keesokan harinya aku diantar umma dan appa ke rumah temannya sehabis pulang sekolah. Teman ayah itu ternyata baik sekali, apalagi ahjummanya, dia mau mengajariku masak segala untuk makan malam.

Waktu menunjukkan pukul 7.00 malam dan semua makanan sudah siap di meja makan tentunya. Yang belum siap hanyalah anak ahjumma yang katanya suka pulang jam segini karena harus melatih Karate.

“Kata Ahjumma, anak ahjumma pelatih karate kan?  aku ingin belajar karate dengannya, bolehkah? Dua minggu lagi aku akan ikut turnamen.” Pintaku pada ahjumma dengan penuh antusias dan ahjumma pun langsung mengabulkannya.

Clek…terdengar suara pintu depan dibuka oleh seseorang. Aku dan ahjumma pun segera menuju pintu depan untuk menyambutnya.

“Annyeonghass………..Byun Baekhyun??” aku benar-benar kaget. Bagaimana mungkin ini terjadi? Di saat aku ingin melupakannya, Tuhan malah memberikan kesempatan seperti ini. Tidak boleh, pokonya jangan jatuh cinta padanya, dia itu milik sahabatku.

Di kamar Baekhyun

Baekhyun’s Side

Ya Tuhan terima kasih… Mungkin dengan tinggal di satu atap seperti ini, Nari tidak akan menghindariku lagi, semoga saja… Aku tak tahan kalau dia membenciku. Aku ingin menatap matanya dan senyumannya yang indah seperti dulu, aku tahu aku telah membuatnya menderita, tapi…. Aku……..aku mungkin egois memaksakan perasaan ini tapi kau tahu seberapa besar perasaan ini ya Tuhan…

“Baekhyunniee… tadi katanya Nari ingin belajar karate denganmu, dia akan mengikuti turnamen nasional dua minggu lagi, kau harus membantunya” Jelas ummaku.

“Ne..ne..ne.. umma juga tau kan, aku pasti tidak akan menolak”

“Arasseo… semoga berhasil Baekhyunniee, Fighting!!” Ummaku pun menyemangatiku, terima kasih Tuhan.

“Fighting!!!” aku pun harus menyemangati diriku sendiri, positive thinking Baekhyun..positive…positive..

“Ayo kita makan sekarang, Nari sudah menunggu di meja makan” ajak ummaku.

“Ne..Kajja umma!” ujarku penuh semangat.

TBC

Mian ya readers kalo ceritanya terlalu flat di chapter ini, Next Chapter itu endingnya looh… so, stay tune! 😀  Thanks for reading….. comment dan like ya…#maksa#plaaakkk!!

84 pemikiran pada “Our Sweet Fight (Chapter 4)

  1. hahaha ksian bget si tao pdhal dy jga krban eh dy jga yg msti bwa luhan ama baek k uks XD
    lnjut k chap slanjutx+ending
    daebak thor 🙂

  2. hahahaha adegan main bolanya konyol banget…
    Nari galau nie O.o
    ah~ bingung mau komen apa lg, lanjut baca aja dah *merangkak ke chapter selanjutnya XDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s