Forgetting Oh Sehun (Chapter 6)

Author           :         KeyBummie

Main Cast     :
-Han Eun Soo
-Oh Sehun       EXO
-Lu Han           EXO

Genre            :         Romance

Readers anyeeooong .. !! ^o^ *lambailambai* *eyesmile*

Setelah melalu proses pemikiran serta pertimbangan yang lama *authorlebay* *timpukinaja* author memutuskan untuk mengakhiri kisah cinta SeHun-EunSoo-LuHan sampai disini saja . maksud author end di chapter 6 aja gituuuuuuuu . —,— jadi harap maklum klu agak panjang ..

Oke deh , jigeum-yo … happy reading .. !!

___________________________

Aku .. tidak pernah berfikir akan berada di situasi seperti ini ..

Ketika kau jatuh ..

Sendiri ..

Ada dua cinta yang datang .. sama besarnya .. sama tulusnya ..

Apa yang harus dilakukan ?

Agar tidak ada yang terluka ? atau … aku saja yang terluka ?

 

3 days later ..

Cuaca musim dingin seoul semakin menggila . berada dirumah pun harus mengharuskanku memakai sweater tebal plus jaket parasut berbulu demi menghangatkan tubuh yang nyaris beku . Aku meletakkan secangkir coklat panas di meja laptopku , menarik kursinya dan duduk tenang sambil melihat lihat foto yang kuambil beberapa jam yang lalu dengan latar belakang rumah rumah tradisional khas Lembah Namsan . Aku tersenyum melihat foto seorang gadis yang menengok kearah kamera sambil tersenyum manis . Kutekan tombol ‘next’ di laptopku dan kini menampilkan sang gadis sedang menangis sambil memegang tangannya yang tergores seutas ranting pohon bunga plum . Aku tertawa geli melihat ekspresi gadis itu . Kutengokkan kepalaku kearah tempat tidurku .. dan disanalah gadis itu berada sekarang .

Han Eun-Soo , tertidur lelap setelah kelelahan akibat perjalanan kami mengunjungi Namsangol Hanok Village , objek wisata rumah rumah tradisional korea beberapa jam yang lalu . Aku semakin tertarik melihat wajah polosnya dan kuputuskan untuk beranjak dari kursiku , dan berlutut sambil meletakkan daguku diatas tempat tidurku . Entah apa yang berada di pikiran Eun-Soo hingga dia berani tidur di kamar seorang lelaki tanpa ada satu kecurigaan apapun. Lelaki .. yang bahkan belum menjadi pacarnya .. sebegitu besarkah rasa percayanya padaku ?

Rasa panik sedikit menyergapku ketika kulihat Eun-Soo menggeliat pelan dan sedikit demi sedikit membuka matanya .

Dia tersenyum ditengah rasa kantuknya setelah matanya menemukanku . Kubalas senyuman nya dan hatiku nyaris meledak mendengar tawa kecilnya ketika dia menyadari aku mengamatinya selagi ia tertidur .

“masih lelah ?” Aku bertanya pada Eun-Soo , yang disambut dengan anggukan kepalanya .

“Tidurlah lagi .. ini masih jam 3 sore . Nanti malam baru kuantar pulang “ Aku berkata padanya .

Aku terperangah ketika kulihat EunSoo , perlahan menyingkap lipatan bed cover di sebelahnya .. dan memandangku sambil tersenyum .

Perlu waktu kurang lebih 30 detik bagiku untuk menyadari maksudnya . Dan detik selanjutnya .. aku tertawa kecil sambil beringsut merebahkan tubuhku disamping tubuh Eun-Soo .

“Aku kedinginan ..” Eun-Soo berkata disela sela tawanya sambil memegang erat tanganku .

Kutarik tangan Eun-Soo , menarik tubuhnya kepelukanku , dan segera saja kurasakan tangan Eun-Soo melingkar di pinggangku .

“Lu Han-ssi .. kau kurus sekali ternyata ..” Eun-Soo menengadahkan wajahnya dan berkata padaku .

“Mwo ? Jinjja ? aaaaiiisssshhh … padahal ini sudah ditambah sweater dan jaket tebal” Aku menanggapi pernyataanya .

Eun-Soo tertawa lalu kembali menelusupkan kepalanya di dadaku . Darah berdesir desir hebat di belakang kepalaku ketika kurasakan nafas Eun-Soo berhembus hangat di dadaku .

15 menit berikutnya kami habiskan dalam diam ,, menikmati kehangatan tubuh satu sama lain . Tenggelam dalam pikiran masing-masing , aku tak tahu apa yang Eun-Soo pikirkan ,namun diriku .. aku sedang mereka ulang perjalanan kami hari ini . 1 memory card di kameraku rasanya tak cukup untuk memfoto segala tingkah laku Eun-Soo . Bagaimana senyumnya .. tawanya .. tangisnya .. ekspresi wajahnya .. sifat manjanya ..

“Eun Soo-ah .. saranghaeyo ..” Mendadak , aku berkata pada Eun-Soo .. dan kurasakan tangan EunSoo semakin erat memeluk pinggangku .

“Aku tahu ..” Eun-Soo menjawab pernyataan cintaku .. jawaban yang sama sejak 3 hari yang lalu .. namun entah mengapa , percakapan kami selalu berhenti disitu saja . Tidak ada pembahasan lebih lanjut .. dan tidak ada pernyataan cinta kembali dari Eun-Soo .

“Aku .. aku selalu bersyukur karena aku bertemu denganmu . Aku tak mau membayangkan diriku jika tidak bertemu denganmu .. karena Lu Han-ssi kini sangat berarti untukku .”

Eun-Soo berkata tanpa menengadahkan wajahnya kearahku , karena kini aku semakin mempererat pelukanku di tubuhnya . Saking eratnya ,, hingga kini daguku berada di puncak kepala Eun-Soo .

“Apakah aku sama berartinya dengan Se Hun ?” Aku bertanya padanya .. dan segera saja , atmosphere kamarku berubah setelah aku menyebut nama namja itu .

Hening . Tidak ada jawaban .

Eun-Soo bergerak dalam pelukanku , dan kini wajahnya berada persis didepan wajahku . Ada sebutir air mata mengambang diujung matanya . Aku sedikit terkejut ketika Eun-Soo menaruh bibirnya di bibirku .. ciuman sekilas , lalu dia menggeser posisi kami . Kini aku yang berada di dekapannya .. kini dagu Eun-Soo lah yang berada di puncak kepalaku sementara tanganku yang melingkar di pinggangnya . Namun tetap saja .. tidak ada jawaban darinya ..

 

Author’s POV

Kim Joon-Myeon .. mendadak terlonjak kaget ketika Se Hun tiba tiba berdiri dari kursinya dan bergegas memakai jaket serta melingkarkan syal di lehernya .

“ Sehun-ah o di ga-yeo ? “ Joon-Myeon berkata sembari menarik tangan Se Hun .

“ Menemui Eun-Soo “ Se Hun berkata datar sambil melepaskan tangan Joon-Myeon  di lengannya

Joon-Myeon mendengus tidak percaya . Apa sebenarnya yang ada di otak Se Hun ? Bukankah semuanya sudah jelas ? bukankah penjelasan Yeon-Hee 3 hari yang lalu sudah menerangkan  semuanya ?

“Neo michyeo-sso ? ( apakah kau sudah gila? )” Joon-Myeon berkata marah . Selama ini , dia sudah berusaha memakumi Se Hun ,, berusaha ikut merasakan sakit yang dirasakan sepupunya itu . Namun sepertinya sekarang hanya dia lah yang bisa menghentikan Se Hun .

“Yeon-Hee benar , Eun-Soo berhak bahagia . Dan sekarang giliranmu sudah tiba .. kau juga berhak bahagia Se Hun-ah .” Joon-Myeon berusaha menghentikan Se Hun , namun sepertinya semuanya sia sia .

Se Hun tetap berjalan menuju pintu keluar sambil menyambar kunci mobil di meja belajar Joon-Myeon , lalu menengok kembali setelah menarik gagang pintu .

“Bagaimana aku bisa bahagia ,, jika separuh hatiku terbawa olehnya .”

Se Hun berkata singkat lalu bergegas keluar , meninggalkan Joon-Myeon yang terpaku menyadari bahwa sepupunya adalah orang paling menyebalkan diseluruh dunia .

 

 

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam ketika Lu Han memaksa untuk mengantarku pulang . Aku terdiam didalam mobil , berusaha merasakan tekstur tubuh Lu Han yang beberapa jam yang lalu mendekap dan memeluk tubuhku hangat . Kuelus jidatku ,, mereka ulang sudah berapa kali Lu Han mengecup jidatku hari ini . Kualihkan pandanganku ke wajahnya yang sedang serius menyetir . Tanpa sadar , tanganku terangkat dan mengelus pipinya lembut . Lu Han agak sedikit terkejut namun kini tersenyum manis memandangku .

“Waeyo ?” Lu Han bertanya padaku , sambil sesekali mengalihkan pandangannya kedepan .

Aku menggeleng “Ani ,, hanya merasa aku akan berpisah denganmu beberapa menit lagi”

Lu Han tertawa mendengar jawabanku .

“Kalau begitu , jadikan aku seseorang yang tidak akan berpisah denganmu .” Lu Han kembali berkata dan hatiku serasa tertohok mendengarnya .

Ya , aku memang belum memberikan jawaban padanya . Jangan tanya mengapa , karena aku pun tak tahu sebabnya . Harusnya aku bilang padanya , kalau aku juga teramat mencintainya . Tapi , benarkah aku sudah yakin dengan perasaanku ? bisakah aku membahagiakan Lu Han ? Atau kejadiannya akan sama seperti ketika aku bersama Se Hun ?

“Kau , sudah menjadi bagian dari diriku .” Aku terkejut ketika kudapati suaraku sedikit tercekat .

Lu Han melirikku , menyadari perubahan air wajahku , dan medadak ia mengubah arah pembicaraan kami . Dengan gaya humor khas Lu Han , dengan senyuman dan binar binar mata khas Lu Han , dia berteriak senang karena kami sudah sampai dirumahku .

“Yaaaaaaa … !!! sudah sampai … !!”

Aku mengalihkan pandanganku kedepan , dan menyadari Lu Han memarkir mobilnya agak jauh dari rumahku , karena tepat didepan rumahku sudah terparkir 2 mobil dan beberapa orang berdiri di pintu gerbang rumahku .

“Sepertinya ada tamu ?” Lu Han berkata sambil beringsut melepaskan sabuk pengaman di tubuhku .

“Mungkin teman-teman Jong In-oppa . mereka biasanya bertamu malam malam begini “ Aku berkata sambil menyipitkan mata , berusaha melihat siapakah sosok orang orang disana , namun gagal karena jarak yang terlalu jauh .

Aku baru saja turun dari mobil dan merapikan bajuku ketika kudapati tangan Lu Han sudah terpaut ditanganku . Kini kami berjalan bergandengan menuju rumahku . Aku tersenyum geli menyadari betapa groginya aku dulu , ketika pertama kali Lu Han memegang tanganku . Namun sekarang ? rasanya aku tak ingin tangan ini terlepas .

“harusnya tadi kita jalan saja dari rumahku .. terkesan lebih romantis” Lu Han berkata .

“Yaaaah .. selain romantis sepertinya sehat juga “ Aku tertawa sambil menjawab pernyataan Lu Han .

“Kalau berjalan kaki , sepertinya aku bisa mengucapkan ‘sarangahaeyo’ padamu berulang kali”Lu Han berkata enteng sambil terus berjalan dan menatap kedepan .

Aku terdiam mendengarnya dan kugenggam tangan Lu Han lebih erat , mewakili jawaban hatiku .Betapa inginnya mulutku berkata ‘saranghaeyo pada Lu Han , namun entah mengapa hatiku merasa belum siap . Apa sesungguhnya yang membuatku merasa kurang siap ? Apa yang kurang dari Lu Han ? Bukankah aku membutuhkan dia ? Bukankah tangan hangatnya yang selalu kucari cari setiap hari ? Bukankah kedua lengannya yang selalu dirindukan oleh tubuhku ? Bukankah bibirnya yang selalu ingin kukecup ? Lalu apa masalahnya sekarang ?

Aku sedikit terkejut karena mendadak Lu Han menghentikan langkahnya . Kutatap wajahnya dan kutemukan ekspresi datar dan ketidaksukaan di wajahnya sambil tetap memandang kedepan .Matanya bertanya tanya akan suatu hal yang tidak ia sukai .. Kuikuti pandangannya dan hatiku serasa terbelah menjadi dua . Mendadak , dadaku terasa sesak dan mataku memanas .. aku lupa cara menangis setelah Lu Han berada di sisiku .. namun sekarang ,, luka itu kembali .

4 orang berdiri di depan rumahku ..

Lee Yeon-Hee , berdiri di samping Jong In-Oppa ,, menatapku dengan matanya yang sudah hampir menangis .. Kim Joon Myeon-sunbaenim , duduk bersandar di mobil silvernya .. menatap aku dan Lu Han dengan mata membulat .. detik berikutnya dia memalingkan pandangannya ke namja yang berdiri didepan Jong In-oppa . Namja yang kini pandangannya terpaku padaku . Detik selanjutnya , namja itu memandang kebawah .. menatap tanganku yang kini terpaut dengan tangan Lu Han .. begitu erat .. begitu hangat ..

“Se Hun-sunbae ..”

Tanpa sadar , aku mengucapkan nama namja itu . Bibirku bergetar ketika nama Se Hun meluncur dari mulutku . Dengan cepat kini pandangan Lu Han beralih padaku . Aku .. aku tak sanggup menatap matanya .. yang kuinginkan sekarang hanyalah berlari .. berlari meninggalkan tempat ini .

“Se Hun sudah menunggumu selama 3 jam lebih ,, untung kau datang disaat yang tepat , mereka baru saja mau pulang ..” Jong In-oppa berkata .. namun perkataanya tak sanggup memecah keheningan diantara kami .

Kini Se Hun melangkah maju .. perlahan , dia melangkahkan kakinya menuju kearahku . Aku terdiam , tak tahu harus berbuat apa , dan hatiku serasa diremas tangan tak terlihat ketika kurasakan Lu Han menarik tanganku , memposisikan dirinya sedikit berada didepanku , tepat ketika Se Hun sudah berada didepan kami . Air mataku menetes …

Kini Lu Han dan Se Hun saling berpandangan . Aku menundukkan wajahku , tak kuasa menatap mereka berdua .. tubuhku beku , sementara air mataku kian menderas .

“Minggir .” Se Hun berkata singkat . Dan aku tahu itu ditujukan pada Lu Han .

“Mau apa kau ? ada urusan apalagi kau dengan dia ?” Lu Han membalas perkataan Se Hun dengan nada suara yang baru sekali ini kudengar . Tidak ada keramahan dan kehangatan disana .

Hening . Hanya desah nafas berat Se Hun dan nafas memburu Lu Han yang terdengar . Aku menangis dalam diam .. sementara di belakang Se Hun , Jong In-oppa dan Joon Myeon-sunbae mulai bergerak gerak khawatir melihat kami .

“Kau , kau tidak ada hubungannya dengan masalah ini .” Se Hun mengacungkan jari telunjuknya tepat di wajah Lu Han . Suaranya bergetar , menandakan amarah yang ditahannya .

“Jadi kau yang bernama Se Hun ? namja yang sudah membuatnya berantakan 2 bulan terakhir ini ? “ Lu Han menangkis telunjuk Se Hun dan kini balas mengacungkan telunjuknya didepan wajah Se Hun .

“Kau tidak lihat ? dia sekarang ada di belakangku . Aku , berada diantara kalian . Suka atau tidak suka , aku sudah terlibat dalam masalah ini . Lu Han menyambung perkataanya yang sukses membuat semua orang yang berada disini terdiam .

Se Hun menggeleng . Rasa benci terpapar jelas di wajahnya . “Kau salah ,” Kini Se Hun melangkahkan kakinya lebih dekat kearah Lu Han . “Aku mencintainya “

Refleks , Lu Han makin menyembunyikan tubuhku dibalik tubuhnya . Isakan tangisku mulai terdengar , dan Lu Han mempererat genggamannya . Sambil mengangkat sebelah alisnya , dia berkata pada Se Hun .

“kalau begitu kau tidak sendirian .”

BUUKKK !!

Tanganku terlepas dari genggaman Lu Han seiring dengan tubuhnya yang kini tersungkur ke tanah . Aku tersontak kaget , tak sanggup berkata kata melihat pemandangan di depan wajahku .

“aaaaaaaaaaaaakkkkkkkkhhhhh .. !!” Aku menjerit histeris . Terdengar jelas teriakan Jong In-oppa , menyuruhku untuk menghindar dari perkelahian ini .

“YAA !! SE HUN-AH !!”

Kudengar teriakan Joon Myeon-sunbae dibelakang kami .

BUUKK !!

Lu Han bangkit berdiri dan menerjang Se Hun lalu menindihnya di tanah . Aku menjerit histeris melihat mereka berdua bergumul di tanah , berusaha memukul satu sama lain .

“HENTIKAN .. !! TOLONG BERHENTI !!”

Aku menjerit ditengah tangisku , refleks , aku melangkah maju , bermaksud untuk menghentikan mereka berdua ketika sepasang lengan menangkap tubuhku dan mencegah niatku .

Lee Yeon-Hee , dengan airmata di pelupuk matanya memeluk tubuhku yang bergetar . Sementara di depanku , Jong In-oppa dan Joon Myeon-sunbae berusaha melerai Se Hun dan Lu Han .

BUUKK ! BUUKK ! BUUKK ! SRRAAAKKK .. !!

“YA !! GEUMAN-HAE !!” Joon Myeon-sunbae berusaha menangkap tubuh Se Hun , sementara Jong In-oppa menarik tubuh Lu Han .

“GEUMAN-HAE !! NEO MWOHANEUNGGOYA !! (apa yang kalian lakukan !!)” Jong In-oppa berteriak kencang .

Tangisku semakin menjadi jadi ketika kulihat kedua namja yang berusaha melerai tadi kini sama sama terhempas ke tanah , tak kuasa menaklukan Lu Han maupun Se Hun .

Kini mereka berhenti dengan posisi Lu Han meremas kerah baju Se Hun dan sedikit mengangkat tubuh SeHun keatas . Nafas mereka terengah engah , rasa sakit menjalar di sekujur tubuh mereka berdua . Lu Han , darah segar mengalir dari ujung bibirnya , juga di pelipis kanannya , mengangkat tangan kanannya bersiap untuk memukul Se Hun .

“HENTIKAN !!”

Aku berteriak dengan sisa sisa kekuatanku . Lu Han pun menoleh ke arahku , dan hatiku teriris perih melihat wajahnya yang kini penuh dengan luka lebam .. pelipisnya berdarah , begitupun ujung bibirnya .. Kerah bajunya sobek ,, dan tubuhnya penuh dengan tanah . Tangannya tetap berada diudara , bersiap mendaratkan tinjunya ke wajah Se Hun . Kutatap wajah Se Hun dan air mataku semakin menderas melihat kondisi wajahnya yang tak jauh dari wajah Lu Han .

Kudapati nafasku terengah engah , begitupun dengan nafas mereka . Detik selanjutnya hal yang paling kutakutkan terjadi .

“Aaaaakkhh .. !!!”

Aku berteriak karena kini , Se Hun balik menyerang Lu Han hingga keduanya kembali bergumul ditanah namun sepertinya Lu Han lah yang akan menenangkan perkelahian ini karena kini dirinya kembali menarik kerah baju Se Hun dan meninjunya 2 kali . Darah di bibir Se Hun semakin menderas .

“JANGAN ! LU HAN JANGAN PUKUL DIA ! AKU MOHON !!”

Aku tak tahu apa yang terjadi selanjutnya . Yang kusadari adalah , aku berlari menuju mereka berdua , mendorong Lu Han hingga cengkramannya terlepas dari kerah Se Hun , dan yang paling mengejutkan adalah , aku merentangkan kedua tanganku didepan Se Hun . Apa yang kulakukan ? Han Eun-Soo !! sadarlah ! apa yang kau lakukan sekarang ?!? melindungi Se Hun ? dari Lu Han ?

Aku mendengar jerit tertahan Yeon-Hee dibelakangku , dan tentu saja tatapan kaget Jong In-oppa dan Joon Myeon-sunbae melihat hal yang kulakukan saat ini . Namun aku tak perduli , karena kini yang kupedulikan hanya ekspresi kesedihan di wajah Lu Han yang menatapku dalam .Ditengah wajahnya yang penuh lebam .. rambut dan bajunya yang terkoyak berantakan .. aku melihat ketidakpercayaan dan kesedihan di matanya .

“Tolong .. hen .. hentikan sem .. semua ini ..” Perkataanku tersendat sendat tangis , kurasakan bahuku berguncang dengan sendirinya .

Lu Han perlahan bangkit berdiri , hingga kini pergelangan tangannya sejajar dengan wajahku , air mataku menderas tatkala kulihat tangan Lu Han penuh dengan luka lecet dan sedikit berdarah .

“Aku tak akan menghajarmu lebih lanjut , karena Eun-Soo yang meminta” Lu Han berkata dengan nada suara rendah , dan aku tahu itu ditujukan kepada Se Hun .

Kurasakan Se Hun pun bangkit berdiri dibelakangku , hingga kini hanya aku yang terduduk diantara mereka berdua . Aku mulai merasa pusing ..

“apakah kau mencintainya ?” Se Hun mengucapkan sebuah pertanyaan yang tidak kami semua duga sebelumnya , ba ik aku maupun Lu Han .

“dia mencintaimu ..”

Kutangkupkan tanganku ke mulutku mendengar jawaban Lu Han .

“Dari dulu , sejak pertama kali menemukannya dengan wajah penuh dengan air mata , aku sudah tahu bahwa dia amat sangat mencintaimu . Aku sudah tahu bahwa aku tidak bisa menggantikan posisimu di hatinya . Aku hanya buang buang waktu dengan berharap dia akan menerimaku sebagai namja yang berada di sisinya . Kau , kau satu satunya bagi dia .”

Lu Han membungkukkan badannya , mengambil kunci mobilnya yang terjatuh karena perkelahian tadi . Aku hanya terduduk diam dengan pandangan kosong , air mata tak henti hentinya menderas dari kedua bola mataku . Perlahan , Lu Han mendekatkan wajahnya ke wajahku , mengangkat tangannya dan mengelus kepalaku pelan ..

Aku mulai terisak . Setelah menangis tanpa suara sejak tadi , kini tangisku meledak tepat ketika sentuhan Lu Han mengenaiku . Aku menangkap tangannya yang berada di kepalaku , dan tangisku semakin menjadi jadi melihat tangannya yang penuh luka .

“Lu .. Lu Han-ssi ..” Aku berusaha memanggil namanya namun tercekat oleh tangisku .

“Jangan menangis .. dia sudah ada disini Eun Soo-ah .. bukankah kau merindukan nya ? sekarang dia sudah disini .. disampingmu,maaf aku melukainya , maaf ..”

Bahuku berguncang hebat ketika Lu Han menempelkan bibirnya di dahiku , emosi yang dirasakan Lu Han seolah bercapur menjadi satu dengan jiwaku .. kini perlahan tubuhnya menjauh berjalan meninggalkanku .. Lu Han tak lagi membalikkan tubuhnya untuk menatapku seperti yang biasa dia lakukan ketika akan berpisah denganku dan gelombang kesedihan memuncak di dadaku .Ketika mobil yang dikendarai Lu Han benar benar sudah menghilang , kurasakan dua pasang lengan menarikku berdiri .

Oh Se Hun , kini menarikku ke pelukan nya dan aku menangis sejadi jadinya .

 

“Seorang wanita .. pada hakikatnya tidak mungkin berpijak pada dua hati . Wanita .. adalah makhluk Tuhan yang paling bisa mendengarkan suara hati kecilnya sendiri . Dan ketika dua hati itu datang .. dengarkanlah sang hati , maka kau akan menjumpai orang yang kau butuhkan . Bukan hanya sekedar kau cintai ..”

Permukaan Danau Bomun yang tenang menemaniku di siang hari yang dingin ini . Aku duduk di sebuah bangku kayu yang tampaknya baru saja diletakkan oleh Pemerintah Korea untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang sengaja ingin melihat danau . Kuhela nafas dalam dalam ketika ingatan kejadian 2 hari yang lalu terputar ulang di kepalaku .

Se Hun-sunbae .. dia akan melanjutkan program bachelornya di Belanda .. itulah alasan dia meninggalkanmu Eun Soo-ah ..

Masih kuingat dengan jelas penjelasan Yeon-Hee kepadaku , 2 hari yang lalu .. ketika kami berdua berada dikamarku .

Aku tahu sekarang kau dihadapkan pada pilihan yang sulit , namun Demi Tuhan Eun Soo-ah ,, jangan menutup mata pada realita yang terjadi sekarang ..

Kupejamkan mataku rapat-rapat . Realita ? ya , aku tahu . Aku amat sangat tahu siapa orang yang telah meraih tanganku dan berjuang menarikku berdiri hingga aku lupa bagaimana rasanya menangis , hingga aku kembali merasakan hangat di hatiku , mengajarkan aku bagaimana caranya untuk tersenyum ..

Kurasakan seseorang berjalan mendekat kearahku , kubuka mataku perlahan dan kebalikkan badanku , menatap seorang namja yang kini beranjak duduk di sebelahku . Jaket beludru hijau botol nampak pas di tubuhnya yang atletis , lengkap dengan syal putih tulang yang melingkari lehernya . Namja itu tidak segera menatap wajahku , namun memandang permukaan danau Bomun yang tenang didepan kami .

“wae igeo-reul seontae-ga ? (kenapa memilih tempat ini ?)” Akhirnya , Oh Se Hun memalingkan wajahnya menatapku .

“waeyo ? mame-andeulo ? (kenapa ? kau tidak suka ?)” Aku menjawab pertanyannya .

“Igeo-neun .. tempat pertama kita pergi kencan ..” Se Hun kembali menatap danau Bomun , dan nampaknya dia tidak bermaksud menujukan perkataanya padaku . Dia , berbicara pada dirinya sendiri . Mengabaikanku yang kini merasa tertohok melihat luka luka lebam di wajahnya . 2 hari ternyata tidak cukup untuk menghilangkan bekas bekas luka perkelahian 2 hari yang lalu .

“kalau begini caranya .. aku akan susah melupakanmu ..”

Aku terperanjat mendengar perkataan Se Hun barusan . Dan mendadak , aku seperti menjumpai seorang ‘Se Hun-sunbae’ didepanku . Wajahnya yang tenang , sorot matanya yang hangat , nada suaranya yang berat namun enak didengar , semuanya . semua tentang Se Hun .

“Lucu ya . Kau sudah mulai melupakan ku  sejak 2 bulan yang lalu , tapi aku baru mau mulai melupakanmu hari ini .” Se Hun tertawa , bukan untuk mengejekku , melainkan menertawakan dirinya sendiri .

“Kenapa tidak bilang ?” Aku bertanya padanya . “Kenapa tidak cerita tentang Belanda ?” Aku terkejut mendapati diriku tidak menangis .

“5 tahun , adalah waktu yang lama . Aku juga tidak bisa sering pulang , karena studiku disana berdasarkan beasiswa . Aku , tidak bisa menjamin hubungan kita seberapa besarpun cintaku padamu .”

“Pernahkah kau mempertimbangkan perasaanku ? Aku .. aku teramat mencintaimu , 3 tahun adalah waktu yang lama , dan kau sudah menjadi bagian dalam hidupku .. “

Kuhela nafas panjang panjang , menunggu jawaban dari Se Hun , namun kini dirinya justru menatapku dengan tatapan campuran bahagia dan sendu .

itu dulu ..” Aku tersentak mendengar jawabannya .

“Ingatkah kau , ketika aku meninggalkanmu dulu , aku berkata kau pasti akan menemukan namja lain yang akan mencintaimu lebih daripada aku ? namja yang akan membuatmu tertawa karena pernah mencintai Oh Se Hun ?”

Aku mematung mendengar pertanyaan pertanyaannya .

“Kau sudah menemukannya .. kau sudah bertemu dengan dia ,,” Se Hun mengusap usap puncak kepalaku , sedangkan aku ? aku tetap mematung di tempat .

“Bahkan sekarang kau tidak menangis ,, dia mengajarimu banyak hal rupanya .” Kini nada suara Se Hun terdengar bergetar , dan aku tahu pertahanan dirinya nyaris hancur .

“Oppa … “

Sebuah kata meluncur dari mulutku , dan kini Se Hun menatapku dengan ekspresi terkejut dan tidak percaya . Matanya berkaca-kaca , dan kini dia tertawa .. tertawa yang dipaksakan .

“Jangan memanggilku dengan sebutan itu sekarang ,, kau hanya akan mempersulitku untuk benar benar melupakanmu ..” Se Hun menengadahkan kepalanya , mencegah air mata yang ingin turun .

“Pergilah kepadanya .. aku melepaskanmu mulai sekarang ..”

Angin berhembus kencang mengiringi perkataan yang keluar dari mulut Se Hun . Kenangan kami , selama 3 tahun , terputar ulang di kepalaku .. Se Hun yang sedang berpidato , Se Hun yang berkenalan dengan orang tuaku , Se Hun yang mengecup bibirku sebagai hadiah ulang tahun ,Se Hun yang memakai toga kelulusan SMA , Se Hun yang menyemangatiku mengikuti ujian akhir ,Se Hun yang memakai topi rajutan hasil buatan tanganku ..

Mendengar perkataannya barusan , sebuah beban besar seperti diangkat dari kedua pundakku . aku merasa lega , dan melihat kedua bola matanya yang menatap yakin padaku , aku pun mendadak merasakan keyakinan di hatiku . keyakinan akan keputusan yang kuambil .

“Se Hun-oppa .. gomawo-yyo ..”

Aku berkata diselingi sebutir air mata bergulir di pipiku .

 

Aku berbaring di tempat tidur kamarku sambil menatap langit langit kamarku yang bercorak awan awan putih dan biru muda . Kutekan telunjukku ke ujung bibirku dan aku meringis karena ternyata lukaku masih terasa sakit . Bayangan Eun-Soo yang terduduk menangis di tanah 2 hari yang lalu selalu terlintas di benakku . harusnya aku tidak meninggalkan nya .. harusnya aku berbalik ketika dia memanggil namaku .. namun untuk apa ? bukankah Oh Se Hun sudah berada kembali disisinya ? bukankah hanya Se Hun yang dia inginkan ? Namun kenapa hatiku masih belum tenang ?

Kuputuskan untuk bersandar di kepala tempat tidurku . Merutuki diriku karena merasa sedih dikala kini Eun-Soo sudah berbahagia bersama cinta sejatinya . Iya , memang benar aku merasa perih dan sesak di dada , namun aku bisa apa ? Sejak awal aku tahu aku tidak bisa menggantikan posisi Se Hun dihatinya . paling tidak Xi Lu Han ,, kau bukan pengecut seperti yang dikatakan Tao.

Ngeeekkk …

Aku menoleh ke pintu kamarku dan menjumpai ibuku berdiri disana .

ni you ke ren .. (kau kedatangan tamu)” Ibuku berkata lembut sambil membuka pintu lebih lebar . Mataku membulat dan jantungku berdegup lebih kencang ketika perlahan , seorang gadis dengan rambut panjang sepinggang , melangkah memasuki kamarku sambil membungkuk permisi kearah ibuku . Ibuku tersenyum , lalu berjalan keluar sambil menutup pintu kamarku .

Kini aku dan Eun-Soo hanya berdua , dan kami menghabiskan 1 menit selanjutnya dalam diam . Diam yang tidak mengenakkan , hingga akhirnya Eun-Soo berjalan kearahku . Sambil menyibakkan rambutnya , Eun-Soo beranjak duduk di tempat tidurku hingga kini posisi kami saling berhadapan .

Aku tidak percaya ! ekspresi wajah Eun-Soo sungguh tidak bisa ditebak . Matanya berbinar jenaka , dan gerak-gerik tubuhnya seperti menandakan tidak terjadi apa apa 2 hari yang lalu didepan rumahnya . Matanya memang masih bengkak , namun kini bersinar jenaka menatapku.

“neo , hoe-bog haes-seo ? ( apakah kau sudah membaik ?)” Eun-Soo berkata padaku dengan nada suara yang ringan . Apa yang terjadi padanya ?

“Eo ,” Aku mengangguk kecil , mengiyakan pertanyaanya .

“eo di appo-yyo ? yeogi-yyo ? ( mana yang sakit ? apakah disini ?)” Aku sedikit terlonjak ketika kedua tangan Eun-Soo merengkuh wajahku , menanyakan luka luka memar di wajahku .

Aku merindukannya , ya .. aku merindukan sentuhan Eun-Soo , karena mendadak kurasakan sifat manjaku muncul .

“yeogi-yyo ..” Aku menunjuk luka sobek di ujung bibirku , dan mataku membulat ketika dengan cepat Eun-Soo mengecup bibirku , tepat dimana luka itu berada .

“Nah .. sekarang sudah sembuh ..” Eun-Soo mengeluarkan eye-smile nya sambil menatapku yang kini sudah mematung . mendadak terdengar suara ponsel Eun-Soo , dan gadis itu buru buru mengangkat ponselnya .

“Eo , Yeon Hee-ah .. ! “ ternyata Yeon-Hee , sahabat Eun-Soo yang menelfonnya .

“Naega ? aku sedang berada di kamar pacarku .. nae namjachingu-ga apa-yeo .. neo mollasseo-yyo ? (pacarku sedang sakit , masak kau tidak tahu ?) ”

Mataku membulat mendengar perkataan Eun-Soo yang sedang berbicara dengan Yeon-Hee . Dia tadi bilang apa ? pacar ? pacarnya ? dia sedang berada di kamar pacarnya ? siapa maksudnya ? aku ? mwo ? naega ??!?!!

“eo .. sudah dulu ya , nanti kutelfon lagi . Anyeong .. !” Eun-soo menutup telfonnya dan kembali menatapku yang kini tengah teperanjat mendengar percakapannya .

“Nam .. ja .. chingu ?”

Aku mengulangi perkataan Eun-soo dengan terbata bata . Kini Eun-Soo tersenyum hangat padaku . Tangannya kembali merengkuh wajahku , mendekatkan wajahnya hingga hidungnya nyaris bersentuhan dengan hidungku . Jika waktu bisa berhenti ,, mungkin sekarang waktu memang sedang berhenti .

“Lu Han-ssi .. saranghaeyo ..”

Hening . Diam . tak ada suara apapun selain detik jam dinding kamarku . Eun-soo kini memeluk leherku , memajukan tubuhnya dan menenggelamkan wajahnya di bahuku . Tanpa sadar , kedua tanganku pun melingkar di pinggangnya . Aku menghirup dalam dalam wangi strawberry di rambut Eun-Soo . Mendadak , aku merasa seperti menemukan kepingan hatiku yang lepas . Seperti ada yang kembali ,, seperti ada milikku yang kembali pulang padaku . Kurenggangkan pelukanku , dan kutatap mata Eun-Soo dalam dalam . Detik selanjutnya , bibirku menemukan bibirnya . Ciuman kami kali ini berbeda dengan sebelumnya , karena Eun-Soo memeluk leherku sehingga aku bisa melumat bibirnya lebih dalam . Eun-Soo tertawa kecil ketika aku menggigit kecil bibir bawahnya , dan dia membalas menggigit kecil bibir atasku .

Kini Eun-Soo meregangkan pelukannya , menatap mataku dalam dalam , dan selanjutnya aku tersadar .. tersadar akan suatu hal yang tidak pernah kuduga sebelumnya .

Dia memilihku …

Seolah bisa membaca pikiranku , Eun-Soo berkata sambil mengusap usap pipiku yang lebam dengan jari jemarinya .

“Aku memilihmu ..” suaranya mengalun lembut . “Namun aku tidak mau mengusir Oh Se Hun dari dalam hidupku , karena memang tidak bisa . Dia sudah menjadi bagian masa laluku , terpatri kuat dalam ingatanku , jika aku tidak pernah mencintai Oh Se Hun , mungkin aku tidak akan bertemu dengan Xi Lu Han ,, mungkin aku tidak akan belajar banyak hal darimu .. pernah mencintai Oh Se Hun kini membuatku jatuh cinta kepada Xi Lu Han ..”

Perkataan Eun-Soo terputus karena kini aku membungkam mulutnya dengan bibirku . Kulepaskan ciumanku dan kutatap lembut matanya .

“Aku tahu ..” Aku berkata padanya . Eun-Soo tersenyum padaku . Kami kembali berkomunikasi melewati pandangan mata . Han Eun-Soo , yang kini telah melewati masa tersulit dalam hidupnya .. tampak lebih segar dan ceria .. dan aku tersadar .. aku sudah mencintai gadis yang kuat . Eun-Soo bangkit mengambil air minum yang terletak di meja belajarku , ketika ponselnya tiba tiba berbunyi .

“Ada pesan masuk ? dibuka saja .. “ Eun-Soo memalingkan tubuhnya sambil berkata padaku .

Aku tersenyum senang karena kini tingkah laku kami sudah seperti sepasang kekasih yang sebenarnya . Membuka ponsel ? ponsel kan hal pribadi seseorang ..

Kuraih ponsel Eun-Soo dan kulihat satu pesan masuk di layarnya .

From                 : Oh Se Hun

Aku lupa memberitahumu ..

Lusa aku berangkat ke Belanda , kuputuskan untuk

Berangkat lebih cepat . masih banyak yang harus

Dipersiapkan disana . Salam untuk Lu Han .

 

 

Incheon terlihat sangat ramai hari ini . Cuaca buruk dan musim dingin tampaknya tak mempengaruhi jadwal penerbangan bandara . Aku mengamati setiap detil di sekitarku , berusaha mengingat-ingat Korea untuk terakhir kalinya . Kursi di debelahku agak berderit ketika seorang Ahjussi berperut gendut duduk . Aku tersenyum dan membungkukkan badanku kearahnya .

Kurapatkan jaket putih tulang yang membungkus tubuhku , berusaha menghalau hawa dingin yang kian menusuk tulang . Seorang namja tampak berjalan kearahku dari kejauhan .

“Se Hun-ah , sudah kau cek semua barangmu ? kopermu tidak ada yang ketinggalan kan ? kau sudah sarapan ?”

Joon Myeon-hyung berkata sambil beranjak duduk didepanku . Aku mengangguk mantab .

“Yeogi-yyo , tiket boarding pass mu . Aku sudah menelfon Ayahmu dan dia akan menunggumu di bandara Rotterdam tepat 1 jam sebelum kau tiba disana “ Joon-Myeon menerangkan detail keberangkatanku , dan aku merasakan luapan rasa terimakasihku yang terdalam padanya .

“hyung , gamsha-hajyo ..” Aku tersenyum padanya .

Joon-Myeon balas tersenyum padaku sambil menepuk pundakku keras .

“Kalau sudah sampai disana , kabari aku . Kau harus belajar yang rajin , jangan sampai turun GPA , carilah gadis gadis Belanda yang cantik , arraseo ?”

Aku tertawa mendengar pesan pesannya . Sedikit rasa sedih menyusup kedalam hatiku ketika kusadari aku tidak akan melihat Joon Myeon-hyung untuk waktu yang lama .

“Se hun-ah .. haengbok-eyyo ..” Joon-myeon berkata tulus padaku , kutatap matanya dan kutemukan kasih sayang antar hyung dengan dongsaeng di matanya .

Selama ini , dialah sahabat terbaikku , sejak SMA .. sejak orang tuaku memutuskan menetap di Belanda , aku ditipkan di keluarga Joon Myeon-hyung .. dan kini aku akan menyusul orang tuaku . Hanya dialah orang yang benar benar dekat denganku .

“Eun Soo-neun ,, wae bona-jeul geo-jyo ? (kenapa kau melepaskan Eun-Soo ?)”

Aku menghela nafas mendengar pertanyaannya . Yah , aku memang belum menjelaskan hal ini padanya . Dan kurasa , ia berhak tau tentang keputusanku melepaskan Eun-Soo .

“Aku sudah bersamanya selama 3 tahun , dan aku tau apa yang ada dipikirannya hanya dengan menatap matanya . Eun-Soo .. dia mencintai Lu Han . Dari cerita Yeon-Hee aku sudah tau bahwa Eun-Soo jatuh hati padanya . Kau tau hyung ? kedatanganku kerumahnya pada malam itu hanya untuk memastikan seberapa besarnya cinta mereka berdua . Dan ternyata aku benar .. mereka saling mencintai . Lalu apa gunanya lagi aku menahan Eun-Soo ? aku sudah terlalu jahat dengan meninggalkannya tanpa alasan yang jelas , dan aku akan lebih jahat lagi apabila menahan rasa cinta Eun-Soo terhadap Lu Han . Aku ingin dia bahagia .. dan sepertinya aku bisa mempercayai Lu Han .. “ Kuakhiri penjelasanku dengan menghela nafas dalam dalam .

“Ini baru dongsaengku .” Joon-myeon kembali menepuk pundakku keras .

Terdengar panggilan dari speaker bandara bahwa sebentar lagi pesawatku akan berangkat dan menyuruh para penumpang untuk segera memasuki ruang tunggu utama . Joon Myeon-hyung mengangguk padaku dan beranjak berdiri , membawakan satu dari 3 koperku dan menungguku untuk berdiri .

“oppa !!”

Sudah tinggal beberapa langkah lagi , kami akan memasuki ruang tunggu utama ketika sebuah suara mengagetkan kami berdua . Sontak , kami mebalikkan badan dan disanalah .. aku melihatnya . Han Eun-Soo , berdiri dengan Lu Han di sampingnya , menatapku dengan tatapan lembut favoriteku . Aku melangkah maju , dan begitupun Eun-Soo .

“wae yeogiss-seo ? (kenapa kau disini ?” Aku bertanya pada Eun-Soo .

“Naneun , oppa-reul jeo-gonghabnida ( aku mau mengantarkan oppa )” Eun-Soo berkata dengan nada suara manja , persis seperti ketika dia masih disisiku .

Aku tersenyum lalu mengacak acak rambutnya . Detik selanjutnya Lu Han sudah berdiri disamping Eun-Soo , menatapku dengan tatapan ramah , sangat berbeda dengan Lu Han 2 hari yang lalu .

“Oppa ..” Eun-Soo memegang lengan bajuku , memaksaku untuk memandangnya .

“ Eo ? “

Aku menjawab panggilan Eun-Soo , dan kujumpai kini matanya sudah berkaca-kaca . ingin sekali kurengkuh wajahnya , mengatakan jangan menangis .. namun aku sadar , aku sudah tidak mempunyai hak untuk melakukan itu . Namun detik selanjutnya hatiku seperti mencuat keluar ketika kurasakan kedua lengan Eun-Soo kini sudah memeluk leherku . Eun-Soo menyurukkan wajahnya di pundakku , dan mataku membulat saking kagetnya . Pelukan ini .. terasa seperti sudah lama sekali sejak terakhir kali aku merasankannya . Kulingkarkan kedua lenganku di pinggangnya .. membalas pelukan Eun-Soo .

“Oppa .. haengbog-isseoyo .. ( oppa , berbahagialah )”

Eun-Soo berkata dengan nada tercekat , tepat di telingaku . Aku terdiam selama beberapa detik , hingga akhirnya aku menganggukan kepalaku .

Kulepas pelukanku dan kutatap Lu Han dalam dalam . Dia tersenyum , lalu menganggukan kepalanya padaku . Aku balas menganggukan kepalaku .

“Jaga dia , “ aku berkata pada Lu Han .

Lu Han beringsut maju dan mengulurkan tangannya padaku .

“jaga diri baik baik Oh Se Hun-ssi . “ Lu Han berkata padaku .

Kusambut uluran tangannya . Joon Myeon-hyung berdehem , menyuruhku untuk segera memasuki ruang tunggu karena sebentar lagi pesawatku akan berangkat . Kupandangi wajah Eun-Soo untuk yang terakhir kalinya . Kini ia tersenyum , walau air mata masih memenuhi pelupuk matanya . Kubalikkan tubuhku setelah melambaikan tanganku pada Eun-Soo dan Lu Han , berjalan memasuki ruang tunggu .

Oh Se Hun .. sejak hari ini .. kau akan memulai hidup yang baru ..

 

Eun Soo-ah .. aku .. pasti akan berbahagia ..

 

 

Readers ,, akhirnya ff ini tamat .. *berlinangairmata*

Mian kalau endingnya kurang memuaskan .. dan maaf juga author lama banget ngepostnya .. dan yang paling ‘maaf’ adalah .. ff chapter ini panjang bangeeeeet ToT .

Semua ini author persembahkan untuk readers yang udah bersedia baca ff ini dari chapter 1 ,, dari jaman jamannya Eun-Soo masih kayak orang gilak .. *plak!*

Dan dengan ini Author Keybummie mohon pamit .. sampai jumpa di FF author lainnya ..

INGAT YAH !! AUTHOR KEYBUMMIE !! jangan sampai lupa nama authooor !!! ^o^ .. !!

Anyyeeoooooong *lambailambai*

Iklan

125 thoughts on “Forgetting Oh Sehun (Chapter 6)

  1. Baru dapet rekomen ini ff.. Gilakk ngena bangett feel nya.. Dari ada manis romantis, paitnya mewek. Chap ini susah di duga duga btw. Mian jg komen cuma di chap terakhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s