I am Sorry (Chapter 2)

Author : Lala Brigida
Title : I am Sorry
Genre : Romance, friendship
Main cast : Oh Sehun EXO-K as Sehun; Jiyeon T-ara as Jiyeon; Park Chanyeol EXO-K as Chanyeol; Sulli f(x) as Sulli
Length : Chapter

—————————————-

PREV CHAPTER

*Sehun pov*

Setelah selesai perform, aku langsung membereskan pakaian ku dan bergegas pergi menemui seseorang. Aku harus menemuinya, melihat keadaannya, dia harus menanggung beban itu karena aku. Itu semua salah ku, seandainya saat itu aku tak dalam keadaan mabuk, pasti aku tidak akan melakukan itu padanya. Sulli..aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku. kau jangan khawatir, aku pasti akan bertanggungjawab !

—————————-

CHAPTER 2

———————————

*Jiyeon pov*

“kajja, ikut aku!” begitu jam kuliah selesai, tiba-tiba saja Chanyeol menarik tangan ku.

“kita mau kemana?” tanyaku padanya.

“menemui seseorang. Kau harus mengetahuinya!” sahut Chanyeol dengan nada sedikit kesal. Mendengar jawabannya yang seperti itu, aku tidak berniat untuk bertanya lagi padanya. Aku bingung, sebenarnya kita mau kemana?

————————-

#Kyunghee University#

Aku dan Chanyeol pun tiba di sebuah universitas.

“Kyunghee university..” gumamku.

“untuk apa kita kesini?” tanyaku pada Chanyeol setelah turun dari mobilnya.

“menemuinya..” Chanyeol menunjuk ke arah seseorang yang sudah beberapa hari ini aku rindukan.

“Sehun..kau..sedang apa disini?” ucapku terbata-bata melihat Sehun yang juga sedang memandang ke arah kami.

“Chanyeol, Jiyeon? Kalian kenapa bisa disini?” raut wajah Sehun yang tadi terlihat sangat lelah berubah menjadi sedikit terkejut.

“aku mau, kau jujur pada Jiyeon. Cepat atau lambat dia pasti akan mengetahuinya.” Chanyeol yang sedaritadi hanya terdiam pun, akhirnya mengeluarkan suara.

“maksudmu apa?” aku sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan Chanyeol.

“ini bukan urusan mu. Kau tidak berhak mengatur ku!” Sehun membentak Chanyeol.

“sebenarnya ada apa ini? apa yang tidak aku ketahui?” aku benar-benar bingung harus bertanya pada siapa. Mereka berdua terlalu sibuk saling memandang dengan tatapan tajam.

“apakah begini cara mu membalas kebaikan Jiyeon selama ini? kau harus memilih! Kau pilih Jiyeon atau yeoja itu!” Chanyeol tiba-tiba saja meraih kerah baju Sehun dan berteriak padanya.

“sudah ku bilang ini bukan urusan mu!” Sehun menepis tangan Chanyeol kasar. Aku benar-benar tak tau harus berbuat apa.

“Jiyeon-ah..” Sehun mendekati ku dan memegang kedua pipi ku dengan lembut.

“mianhae..aku belum bisa memberitau mu saat ini. kalau aku sudah siap, aku pasti akan memberitau mu. Percayalah, aku hanya mencintai mu.” #cup# Sehun mengecup kening ku lembut. Tuhan..aku benar-benar merindukan namja ini, aku benar-benar mencintainya. Semoga rahasia yang dia sembunyikan dari ku, bukan sesuatu yang bisa membuat ku membencinya..

————————

*Chanyeol pov*

Sejak bertemu Sehun tadi, Jiyeon hanya terdiam. Raut wajahnya seperti bertanya-tanya ‘sebenarnya apa yang sedang terjadi?’.

“Jiyeon-ah, bagaimana kalau kita makan siang dulu?” aku berusaha memecahkan keheningan yang tercipta antara aku dan dia.

“Hm. Terserah kau saja.” Dia menyahut sekedarnya saja. Aku pun mengajaknya ke sebuah resto di pusat kota Seoul.

“kau mau pesan apa?” aku bertanya padanya yang masih terdiam, sama saat seperti di dalam mobil tadi.

“samakan saja denganmu.” Lagi-lagi dia menyahut sangat singkat. Aku pun memanggil pelayan dan memesan makanan untuk kami berdua.

“Jiyeon-ah, mianhae. Karna aku kau jadi seperti ini.” aku meminta maaf padanya, karna aku mengajaknya bertemu Sehun, dia jadi terdiam seperti ini.

“gwenchana. Ini bukan salah mu. Aku masih bingung, sebenarnya apa yang terjadi dengan Sehun. Apa kau mau memberitauku sesuatu?” raut wajahnya seperti memohon pada ku.

“hm..biarlah Sehun yang mengatakan semuanya pada mu. Aku hanya tidak mau dia membohongi mu lebih lama lagi.” Aku tetap berusaha menjaga rahasia Sehun, walaupun sebenarnya aku tidak tahan melihat Jiyeon sudah dibohongi beberapa bulan ini.

Aku mencintainya..aku mencintai Park Jiyeon..aku mencintai pacar sahabat ku sendiri. Ini kesalahan ku. kenapa aku harus jatuh cinta dengannya? Kenapa aku tidak jatuh cinta dengan yeoja lain saja? Jiyeon sangat baik. Dia terlalu baik pada semua orang. Dia selalu berusaha membantu orang-orang di sekitarnya. Termasuk aku. Disaat aku mempunyai masalah, dia pasti selalu berusaha untuk menolong ku. Disaat aku kadang-kadang membutuhkan perhatian, dia memperhatikan ku. Tentu saja semua perlakuannya pada ku diketahui oleh Sehun. Sehun pun tidak melarang, jika terkadang Jiyeon memperhatikan ku. Dan itulah yang membuat ku jatuh cinta padanya! Dia benar-benar yeoja yang aku idam-idamkan! Aku tidak mau dia tersakiti..oleh karna itu, disaat sekarang ini Sehun sedang menyembunyikan sesuatu dan menjauh darinya, aku berusaha agar selalu bisa mendampingi Jiyeon agar dia tidak terlalu kesepian. Aku tidak tega melihatnya dibohongi terus-menerus oleh Sehun..

Aku akan melakukan apapun untuk membuat Jiyeon bahagia.

—————————–

*Sehun pov*

Aku meninggalkan Jiyeon dan Chanyeol begitu saja. Aku benar-benar bingung dengan sikap Chanyeol. Kenapa dia melakukan ini pada ku? padahal dia sudah berjanji kalau dia akan menjaga rahasia ini baik-baik. Tapi sekarang kenapa dia seperti ini? dia seolah-olah ingin menjatuhkan ku di mata Jiyeon. Atau jangan-jangan dia menyimpan perasaan pada Jiyeon? Ah..sudahlah, semoga semua yang ku pikirkan tentang Chanyeol tidak benar. Aku percaya pada Chanyeol. Dia pasti menginginkan yang terbaik untuk ku.

#tok tok tok# aku mengetuk sebuah pintu rumah kecil yang terletak di pinggiran kota Seoul.

#cklek# seorang gadis manis berambut panjang berkulit putih seperti susu, membuka kan aku pintu, dan menyambutku dengan senyum manisnya.

“Annyeong..Sulli-ah, aku membawakan obat-obatan dan makanan untuk mu. Mianhae kau harus menunggu lama, tadi aku ada perform.” Aku pun memasuki rumah itu dan meletakkan tas belanja di meja makan kecil hanya untuk 2 orang saja.

“gomawo Sehun-ssi. Aku sudah merepotkan mu akhir-akhir ini.” dia pun mendekati ku.

“kehamilan mu sudah memasuki masa 2 bulan, tapi kenapa perut mu belum terlihat besar juga? apa kau masih sering merasa sakit akhir-akhir ini?” pertanyaan ku membuatnya tersenyum.

Ya, dia hamil. Sulli hamil. Aku menghamilinya. Aku benar-benar tidak sadar saat melakukan itu.

#FLASHBACK SEHUN ON#

“Sulli-ah..kemari, tolong ambilkan air putih.” Aku menyuruh gadis itu mengambilkan ku air putih. Dia adalah anak orang kepercayaan orangtua ku. Appanya adalah asisten appaku. Karna saat ini orangtua ku dan appanya sedang ada bisnis di luar negeri, jadi aku hanya berdua saja dengannya di rumah ini.

“ini Sehun-ssi. Aku permisi pulang dulu, ini sudah larut malam.” Dia terlihat begitu cantik malam ini. apa mungkin aku melihatnya cantik karna aku mabuk? haha

“Jangan..temani aku sebentar saja.” Aku pun menarik tangan Sulli untuk duduk di tepi ranjang ku.

“Anniyo Sehun-ssi, ini sudah larut. Aku harus pulang!” dia berusaha melepaskan genggaman tangan ku. tapi aku malah menggenggamnya semakin kuat!

“aku tidak mau tau! Kau harus menemaniku malam ini!” aku pun menariknya ke dalam pelukan ku.

#SKIP#

Sinar matahari pagi memasuki jendela kamar ku yang tirainya sedikit terbuka. Aku mengerjap-ngerjapkan mata ku pelan.

“hiks..hiks..hiks..” aku mendengar suara tangis di belakang punggung ku.

“Kau???!?! Sedang apa kau disini Choi Sulli?!” aku benar-benar kaget melihatnya sedang menangis sambil memeluk kedua lututnya, dan…DIA TANPA BUSANA!! Dia hanya menutupi dirinya dengan selimut yang ku kenakan. Dan ternyata WAAAAA!!! AKU JUGA TANPA BUSANA!

“ap-ap-apa yang terjadi semalam?!!” tanyaku gugup pada Sulli yang masih terus menangis.

“kau merenggut keperawanan ku Sehun-ssi. Kau memaksa ku melakukan itu dengan mu!” dia mencoba menyahuti ku di dalam isak tangisnya. Aku pun melihat bercak darah di atas ranjang ku. apa kami benar-benar melakukannya???

“apa kau yakin kita melakukannya? Aku benar-benar tidak sadar. Semalam aku mabuk..” aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.

Hal ini benar-benar tidak ku inginkan….

#FLASHBACK SEHUN OFF#

*Sehun pov*

“sudah ku bilang, kau tidak perlu  bertanggungjawab. Aku bisa mengatasi masalah ini sendiri.” Sulli memang tidak memaksa ku untuk menikahinya. Tapi aku merasa sangat bersalah padanya. Aku yang membuatnya hamil, jadi aku harus mempertanggungjawabkannya.

“anni..aku harus bertanggungjawab Sulli-ah..appa mu selalu mengkhawatirkan mu. Ingin sekali aku mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada kita. Tapi aku yakin, orangtua ku dan appa mu pasti akan marah besar bila mengetahui hal ini. Kau masih harus sembunyi sampai anak itu lahir. Mianhae, aku benar-benar membuatmu susah seperti ini.” aku membungkuk minta maaf pada Sulli.

“gwenchana Sehun-ssi. Aku mengerti. Jeongmal kamsahamnida, kau mau bertanggung jawab.” Sulli tersenyum manis pada ku. kadang-kadang aku merasa tenang melihat senyuman itu.

Tapi…ini benar-benar masalah sangat besar untuk ku. aku harus banting tulang untuk membiayai hidup sederhana Sulli sampai dia melahirkan anak itu. Apa aku harus menikahinya? Aku sama sekali tidak mencintainya. Aku memang mengenal Sulli sejak kecil, dan aku hanya menganggapnya sebagai dongsaeng ku saja. Walaupun sudah hampir 2 bulan aku merawatnya, tapi aku benar-benar tidak merasakan benih cinta yang tumbuh dalam hati ku untuknya. pikiran ku, hati ku selalu hanya tertuju pada Jiyeon. Yeoja yang selama ini sangat baik  dan menerima segala kekurangan ku. Aku hanya mencintainya. Benar-benar mencintainya. Bagaimana aku harus mengatakan padanya tentang semua kenyataan ini? Aku tidak mau kehilangan dia. Tapi..aku juga harus mempertanggung jawabkan perbuatan ku pada Sulli..

AARGGGHH!! AKU HARUS BAGAIMANA????

—————————

TBC ! xD

Mohon kritik dan sarannya. 😀

Jangan lupa RCL y. Kekeke~

Jeongmal gomawo buat yang udah RCL. X))

39 pemikiran pada “I am Sorry (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s