Forbidden Love (Chapter 4)

Author: minnieasmilkyway

Title: Forbidden Love (Chapter 4)

Main Cast: EXO-K’s Baekhyun as Dongsaeng

Eun Jung as herself

EXO-K’s Chanyeol as You can now after you read this

Ae Cha as Eunjung’s Friend

Support Cast:  EXO-K’s Suho as Appa Baekhyun, Eunjung, Sehun

EXO-K’s Sehun as Dongsaeng

EXO-K’s D.O as Baekhyun and Eunjung ‘s Friend

EXO-K’s Kai as headmaster

Genre: Romance, Friendship, School life, Family, On writing

Rating: T

Length: Longfic, chaptered

=Eun Jung’s Side=

Semuanya licik. Mulai dari Chanyeol yang memperlakukanku seperti layaknya seorang yeoja. Dan yang tadi malam, Byunnie menciumku.

 

Aku memasuki kamar nae paboya namdongsaeng. Seperti biasa, membangunkannya. Ia masih tertidur nyenyak sekarang.

 

“Berikan aku satu ciuman tuan putri” ujarnya menggigau dan kusambut itu dengan menjitak kepalanya.

“Babo! Kau licik” sahutku kemudian berlari meninggalkan kamar.

Licik sekali menggigau seperti itu. Aku tidak tahan. Lebih baik aku menghindarinya saja.

 

=Byunnie’s PoV=

Tidak seperti biasanya noona membangunkanku seperti itu. Ada yang aneh dengan dirinya.

 

Akupun bangkit dari tempat tidur dan segera beranjak ke kamar mandi. Saat melewati ruang tengah, kondisinya telah kosong. Mungkin noona sudah berangkat. Kalau begitu, aku juga berangkat saja.

 

*skip*

 

“Baekki-yah, kau bawa pelajaran sastra tidak?” tanya Luhan, teman sebangkunya.

“Ye, kabarnya ada perubahan jam pelajaran” ujar Min yang duduk di depannya menimpali.

“Begitu ya? Ani, mungkin aku akan meminjam punya noona saja” jelasku.

 

Akupun berhenti membaca komik yang berada di hadapanku. Berniat menuju kelas noona untuk meminjam buku sastra. Meski begitu, kenapa perasaanku tidak enak ya?. Tetapi, aku tetap melanjutkan niatku untuk meminjam buku.

 

Kini, aku bertengger di jendela kelasnya.

 

“Noona..” panggilku.

“Mau apa kau?” tanyanya sinis.

“Kenapa kau begitu, noona?” tanyaku heran dengan sikap noona yang mendadak berubah.

“Bukan urusanmu. Sekarang apa yang kau mau?”

“Err…Meminjam buku sastra” jawabku akhirnya.

 

Kulihat noona mulai mencari-cari buku di dalam tasnya. Ketemu. Ya, bukunya sama dengan yang ingin kupinjam.
”Ini!” sahut noona yang kemudian melempar buku sastra itu ke arahku.

“Appo, noona” rintihku sambil memegang mukaku yang kena lempar olehnya.

“Sekarang pergilah” suruhnya dan akupun hanya bisa menurutinya.

 

Noona berbeda sekali. Seratus persen tidak seperti yang biasanya. Apa ada sesuatu terjadi padanya? Aku tidak tahu. Saat istirahat nanti, aku akan mencoba mengajaknya ke kantin sekalian mengembalikan buku ini.

 

*skip*

Istirahat…

 

Saatnya aku mengajaknya ke kantin dan membicarakan apa yang terjadi. Kubawa buku sastra yang tadi kupinjam. Lalu, melangkahkan kakiku melewati koridor sekolah. Ketemu. Noona sedang berjalan ke arahku. Akupun mengejarnya. Tunggu, dia malah ikut berlari. Hal itu membuatku memberhentikan langkahku.

 

“Dasar devil kiss” ucapnya saat melewati tubuhku.

 

Tercengang. Tubuhku mematung seketika saat kata-kata itu terluncur dari bibir manisnya. Noona, kenapa kau berkata seperti itu? Jangan-jangan….

 

=Eun Jung PoV=

Sampai kapan aku akan menghindar darinya?. ‘Eunjung-ah, kau tidak boleh seperti ini’ batinku.

 

Akupun mengarahkan diriku ke taman sekolah. Entah kenapa rasanya aku ingin sekali kesini. Kulihat seorang yeoja sedang tertunduk, Ae Cha. Akupun berniat menhampirinya. Duduk di sampingnya.

 

“Cha-yah, neo gwaenchana?” tanyaku membuka percakapan.

“Neo namdongsaengmu telah menolakku kemarin” ucapnya dengan nada kecewa.

“Dia bilang, ada seorang yeoja yang telah disukainya dengan sungguh-sungguh. Kurasa, dia yeoja yang beruntung” jelasnya sambil memaksakan senyumannya.

 

Tidak mungkin. Kami tumbuh bersama. Harusnya kami saling mengetahui. Tapi, kenapa hanya Byunnie saja yang memiliki kenangan yang lengkap. Kenapa ia tidak mau memberitahu rahasianya. Padahal kami saudara, kenapa ia tega melakukan itu?. Apa semua ini karena kecelakaan beberapa tahun lalu?.

 

“Begitukah, Cha-yah?” tanyaku.

“Nde” balasnya singkat.

“Tapi..bisakah kau membantuku agar aku berpacaran dengannya?” pinta Ae Cha yang membuat alisku sedikit mengkerut.

“Karena…ini pertama kalinya aku menyukai namja” ucapnya ragu namun penuh dengan keseriusan.

 

Lantas aku tersenyum mendengarnya berkata demikian. Ae Cha telah berubah. Ia tidak lemah lagi terhadap namja sekarang. Aku senang melihatnya seperti itu.

 

“Aku pasti mendukungmu” kataku padanya.

“Gomawo Eunjung-ah” ucapnya yang kemudia memelukku tanpa mengubah posisinya.

 

*skip*

Disinilah aku sekarang. Perpustakaan. Lee Songsaengnim menyuruhku untuk membereskan beberapa buku yang dipinjam oleh kelas kami. Ini pastilah hal yang melelahkan. Apalagi, aku tidak terlalu mengerti dimana buku ini harus diletakkan.

 

Aku meneliti buku itu satu persatu. Kubuka dan mendapati selembar kertas yang sepertinya ditulis Lee Songsaengnim. Ia menuliskan daftar dimana buku-buku ini harus diletakkan.

 

“Yaaak! Tinggi sekali” sungutku berusaha meraih rak paling atas. Sampai sebuah tangan membantuku untuk menaruhnya.

“Kau tidak akan bisa” ucapnya sok. Baekhyun.

 

Suhu badannya yang semalam terasa lagi. Kenapa ia bisa-bisanya membantuku dan menemukanku disini?.

 

“Tadi aku melihat noona membawa banyak buku kesini. Jadi, aku berinisiatif untuk membantumu” jelasnya seolah menjawab apa yang aku pikirkan.

“Kau licik, saeng” ucapku dan kulihat ia  mengerutkan alisnya dan kembali membantuku.

 

*skip*

Byunnie mengajakku ke area kantin. Ia menawariku untuk makan dan minum. Tapi, aku menolaknya. Sehingga, ia hanya membeli satu botol softdrink. Aku memperhatikannya. Botol itu terlihat lebih kecil jika dipegang oleh Byunnie.

 

“Kau mau, noona?” tanyanya sambil menyodorkan botol yang isinya tinggal setengah itu.

“Aniyaaaa, itu akan menjadi ciuman yang tidak langsung kan?” tanyaku menolaknya.

“Cium?” ucapnya mengulangi kata-kataku.

 

Aku yang mendengarnya malah gelagapan. Akupun memutuskan untuk berlari menjauh darinya. Aku belum bisa berhenti menghindarinya. Aku..Belum tahu bagaimana harus bersikap di depan Byunnie. Ia membuatku tidak bisa berpikir. Kenapa ia menciumku? Padahal kami saudara? Hal ini tidak bisa begitu saja kumaafkan!.

 

*skip*

Hari ini lebih baik aku pergi saja. Aku mau tak mau harus menghindari Byunnie. Tapi, pergi kemana ya?. Akupun memutuskan untuk berjalan-jalan sekitar rumah saja.

 

Kenangan itu datang lagi. Tempat kami berlatih karate dulu. Rindu juga. Lama sudah tidak datang kesini. Akupun celingak-celinguk melihat ruangan di rumah tua ini.

 

“Yeol Songsaengnim! Aku juga mau” rengek seorang bocah.

“Kalian harus giliran ya” balasnya.

 

DEG.

 

Aku memberanikan diri memasuki ruangan itu lebih dalam. Benar, kutemui Chanchan sedang bermain dengan anak-anak yang lain. Aku tertawa melihatnya. Seperti kembali ke masa lalu. Ia, tidak seperti namja yang kukenal kemarin-kemarin. Yang kupikir berubah menyeramkan. Tapi ternyata, ia masih sama seperti yang dulu.

 

Kami berdua duduk di teras depan rumah itu. Sambil aku yang masih terus tertawa karena hal yang tadi kulihat. Yeol dengan asyiknya bermain dengan anak-anak yang kurasa anak didiknya.

 

“Sampai kapan kau akan tertawa seperti itu, Jung-ah?” tanyanya.

“Habisnya, kau lucu sekali Yeol-ah” jelasku sambil terus tertawa.

“Jadi, kau mengajar disini ya?” tanyaku saat sudah bisa mengatur tawaku.

 

Ia menatapku lalu tersenyum mengangguk.

 

“Tidak kusangka. Cocok juga denganmu, Yeol-ah” balasku.

 

Hening. Sepertinya, kalau kupikir-pikir lagi, selalu aku yang mendekatinya lebih dulu.

 

“Kau ingat tidak saat pertama kali kita bertemu?” tanyaku.

“Tentu. Kalian berdua –Eun Jung & Baekhyun– akrab sekali” jelasnya.

“Hmm… dia itu selalu melindungiku” uajrku. Tunggu, kenapa aku malah mengucapkan hal itu di depan Chanchan?.

 

*Flashback*

Hilang Ingatan adalah kejadian yang tidak mengenakkan. Kenapa aku harus mengalaminya? Kecelakaan itu, membuatku tidak nyaman.

 

Saat aku sadar dari komaku, yang kulihat hanya seorang Byunnie yang mengaku sebagai namdongsaengku. Seluruh tetanggaku juga meyakinkan bahwa mereka adalah keluargaku. Tapi, kenapa aku tidak merasa demikian?. Mereka sseperti orang asing bagiku.

 

Namdongsaengku adalah orang yang kuat dalam bidang olahraga karate. Maka, aku juga mengikuti jejaknya. Aku mau mempercayai kata-kata tetanggaku kalau kami ini memang saudara. Jadi, aku ingin menjadi kuat seperti namdongsaengku. Agar aku merasa tidak berbeda dengannya.

 

“Aku akan memberikan ingatanku pada noona. Mulai sekarang mari kita buat kenangan bersama” ucapnya kala itu. Seperti mendapat kata-kata sihir saat Byunnie mengucapkan kalimat itu.

 

Lalu, setiap tanggal ulang tahun kami, 2 Mei. Ia selalu membangunkanku tengah malam dan mengajakku ke ruangan belakang. Kami menghabiskan malam itu dengan berpesta. Ia selalu melakukannya. Mendekorasi ruangan tersebut dan memberikan kue untukku. Aku rindu masa itu. Dimana Byunnie masih belum membuatku bingung seperti sekarang.

 

*Flashback End*

 

“Keberadaannya sangat penting. Tapi entah mengapa, ia tidak seperti namdongsaengku. Kini ia bagaikan namja lain yang tidak kukenali” terangku.

 

Benar. Akhir-akhir ini aku tidak bisa memahami sikap Byunnie. Sejak ia berhenti karate hingga malam itu. Saat ia menciumku.. Kadang, aku melihatnya seperti namja yang dewasa. Aku belum bisa menerima hal itu. Ia jadi seperti namja yang tidak kukenal.

 

“Kalian itu…saudara kembar yang aneh” ucap Yeol saat itu.

 

Aku menatapnya sekilas, “Bukan seperti itu” balasku.

 

Padahal saudara. Tapi, kenapa aku bisa sebegini cemasnya dengan namdongsaengku. Bukan cemas yang seperti kebanyakan noona lain rasakan terhadap saengnya. Tapi ini…

 

“LIHAT AKU” ucapnya dengan penekanan sambil menatap mataku.

 

Sungguh licik. Aku bahkan tidak bisa menatapnya sangat lama seperti yang terjadi sekarang.

 

“Kau ingin mengalahkanku kan? Maka itu, kau hanya boleh melihatku seorang!” sahutnya.

 

Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Mau apa dia? Menciumku?. Tiba-tiba saja aku teringat malam itu. Saat aku dicium Byunnie.

 

“Aku tidak bisa melanjutkannya” ucapku menyerah. Aku benar-benar menyerah. Tangisku pecah sekarang. Aku benar-benar tidak mengerti dengan perasaanku.

 

Tatapannya sayu. Melihatku dengan raut sedihnya sangatlah tidak aku sukai. Namun tiba-tiba ia memelukku. Tidak tahu hal apa yang membuatku membalas pelukannya.

 

Meskipun kini aku berdebar-debar jika berada dalam pelukan Chanyeol, hal itu masih membuatku tenang. Chanyeol-ah, kenapa perasaanku menjadi begini?. Baiklah, akan kumantapkan hatiku hanya untuk memikirkanmu seorang.

 

*skip*

Mengingat cerita yang tadi kuceritakan pada Chanyeol, membuatku ingin melihat ruang belakang lagi. Hal yang membuatku rindu. Semua kenangan yang terbentuk disini. Akupun mengambil sebuah album yang terletak di salah satu sudut rak.

 

Banyak foto-foto saat kami merayakan ulang tahun kami. Dan banyak lagi foto yang menjelaskan segala hal yang kami lakukan bersama.

 

“Jadi mau lihat yang lain” gumamku kemudian beralih ke arah rak lagi. Aku berniat melihat album yang lebih tebal dari sebelumnya. Setidaknya, aku ingin mengetahui keadaanku sebelum kecelakaan itu. Foto yang bisa menjelaskan kalau aku benar-benar anggota keluarga ini. Bahwa aku benar-benar noona-nya Byunnie dan Hunnie.

 

“Aissh… susah sekali” sungutku sambil terus menarik album yang tak kunjung keluar itu.

 

Sraaaak!

 

Foto-fotonya jadi bertebaran tidak karuan. Tertulis note disetiap foto tersebut. Semuanya tertulis nama Baekhyun. Sejak ia berumur satu tahun hingga lima tahun. Tapi fotoku, satupun tidak ada!. Kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?!.

 

“Barusan bunyi apa noona?!” sahut Byunnie dengan mata lebarnya yang panik sembari membuka pintu ruangan itu.

 

-TO BE CONTINUE-

 

Chapter 4 selesai^^ lanjut chapter 5!! Tapi, nggak janji cepet-cepet berhubung lagi ulangan. Readersdeul, gwaenchana? Yaudah langsung dicomment aja ffnya. Gomawo! *bow XD

30 pemikiran pada “Forbidden Love (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s