I am Sorry (Chapter 3)

Author : Lala Brigida
Title : I am Sorry
Genre : Romance, friendship
Main cast : Oh Sehun EXO-K as Sehun; Jiyeon T-ara as Jiyeon; Park Chanyeol EXO-K as Chanyeol; Sulli f(x) as Sulli
Length : Chapter

—————————————-

PREV CHAPTER

*Sehun pov*

Bagaimana aku harus mengatakan padanya tentang semua kenyataan ini? Aku tidak mau kehilangan dia. Tapi..aku juga harus mempertanggung jawabkan perbuatan ku pada Sulli..

AARGGGHH!! AKU HARUS BAGAIMANA????

—————————

CHAPTER 3

—————————–

*Sehun pov*

Setelah kemarin melalui hari yang sangat melelahkan, hari ini aku memutuskan untuk masuk kuliah. Kebetulan hari ini aku tidak ada perform. Aku memasuki kelas ku dengan langkah gontai. Belum banyak teman-teman kelas ku yang datang. Aku melihatnya..sahabat ku..Chanyeol..aku tidak tau harus bersikap bagaimana dengannya saat ini setelah semua yang terjadi kemarin.

“kau tidak ada perform?” Chanyeol menyapa ku lebih dulu saat aku duduk di sebelahnya.

“tidak ada. Mianhae. Soal kemarin. Aku….”

“gwaenchana. Aku yang salah. Tidak seharusnya aku menyampuri urusan mu. Aku hanya tidak ingin kau menyakiti Jiyeon.” Belum selesai aku berbicara, dia sudah mengerti maksud ku.

“aku hanya belum siap memberitau semua ini pada Jiyeon. Kau tau aku sangat mencintainya. Aku hanya mencintai Jiyeon, aku tidak mencintai Sulli.” Ucap ku tertunduk lemah.

“Lalu bagaimana? Apa kau akan menikahi Sulli? Bagaimana dengan Jiyeon? Dia pasti sangat terpukul.” Chanyeol..dia benar-benar perhatian pada Jiyeon. Bahkan dia selalu menjaga perasaan Jiyeon. Sangat berbeda dengan ku yang sering mengacuhkan Jiyeon.

“aku bingung. Aku tidak ingin meninggalkan Jiyeon. Tapi aku juga harus bertanggungjawab atas perbuatan ku terhadap Sulli. Aku benar-benar bingung.” Aku benar-benar frustasi dengan keadaan ku sekarang.

“Sehunnie..kau masuk!” Jiyeon datang. Dia menyambut ku dengan senyum yang sangat manis. Terihat jelas senyuman itu melukiskan bahwa dia ‘benar-benar selalu ingin bersamaku’.

“aku mohon, jangan bahas ini di depan Jiyeon.” Aku berbisik pada Chanyeol.

“Jiyeon-ah, mianhae aku jarang masuk.” Aku mengacak pelan rambut Jiyeon yang saat ini sudah duduk di sebelah ku.

“Gwaenchana. Bagaimana kabar mu? Apa kau ada masalah?” raut wajah Jiyeon berubah khawatir. Ya Tuhan…aku benar-benar tidak sanggup untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada yeoja ini.

“aku baik-baik saja. Aku tidak punya masalah. Kalau pun ada, masalah ku itu adalah kau!” aku berusaha menggoda Jiyeon.

“Jinjja? Aku salah apa?”

“kau salah. Kau selalu membuat ku ingin bersama mu. Kau selalu memenuhi pikiran ku. dan itu membuat ku sangat kerepotan!” senyum manis itu kembali merekah di wajahnya. Dia benar-benar mencintai ku dengan tulus. Aku tau itu..Jiyeon-ah..jeongmal mianhae.

—————————

*Chanyeol pov*

Ingin rasanya aku bertukar posisi dengan Sehun. Aku ingin bisa bercanda dengan Jiyeon seperti itu. Bisa menggodanya, membuatnya tersenyum, memberinya kebahagiaan..tapi sayang, aku hanya orang yang bisa mencintainya secara diam-diam.

“ehm ehm, kalian lupa rupanya ada aku disini.” Aku berusaha mengganggu romantisme mereka.

“hahahaha, aku ingat kau ada disini Chanyeol, tapi aku tidak ingat kalau ternyata daritadi kau memperhatikan kami berdua.” Jiyeon langsung melingkarkan tangannya di lengan Sehun. Terlihat sangat jelas dia benar-benar mencintai Sehun. Dia hanya menginginkan Sehun. Dia hanya mau Sehun lah yang selalu mendampinginya..

Aku? Aku senang jika melihat Jiyeon bahagia.

————————-

*Jiyeon pov*

Kuliah hari ini pun selesai. Aku sangat senang hari ini karna Sehun masuk kuliah. Raut wajah Sehun terlihat sangat kelelahan hari ini. saat aku bertanya padanya apa dia punya masalah, dia bilang tidak ada. Aku curiga jika dia memang benar-benar menyembunyikan sesuatu dari ku. Jadi, setelah pulang kuliah, aku berencana mengikuti Sehun. Mungkin dengan cara seperti itu. Aku bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Sehun.

“Jiyeon-ah, kau tidak pulang?” Sehun bertanya pada ku seraya membereskan buku-buku di mejanya.

“anni, Sehunnie. Aku ada kuliah tambahan. Kau pulang duluan saja. Lagi pula aku bawa mobil hari ini.” aku berbohong pada Sehun.

“Hah, sayang sekali. Padahal motor sport ku itu sudah sangat merindukan mu. Dia bilang, dia ingin mengantarkan Jiyeon agaeshi yang cantik ini pulang.” Sehun menggoda ku dengan leluconnya.

“Aish, kau selalu saja bisa membuat ku tersenyum. Sudah, kau pulang saja. Nanti aku akan menelpon mu.”

“Ne, aku pulang duluan. Kau berhati-hatilah. Saranghae chagi..jeongmal saranghae..” dia membelai rambut ku lembut, dan mencolek ujung hidung ku. hmh, aku tergila-gila dengan namja ini.

“nado saranghae nae namja. Kau hati-hati di jalan ya!” aku berteriak karna Sehun sudah berjalan pergi meninggalkan ku.

Aku pun memulai misi ku. aku mengikutinya dengan cara mengendap-endap dari belakang. Dia sudah menaiki motor sportnya. Aku membiarkannya keluar gerbang kampus lebih dulu. Kemudian aku pun memasuki mobil ku. Hari ini aku sengaja meminjam mobil sepupu ku, kalau aku memakai mobil ku, bisa-bisa Sehun tau kalau aku mengikutinya.

“Sudah hampir 15 menit aku mengikuti Sehun. Dan akhirnya dia berhenti di sebuah rumah kecil di pinggiran kota Seoul. Sedang apa Sehun di lingkungan seperti ini? Ini bukan rumahnya. Lalu siapa yang dia cari di rumah itu? Apa dia kabur dari rumah? Aish, Jiyeon pabbo! Tidak mungkin Sehun kabur dari rumah. Dia anak yang sangat berbakti pada orangtuanya. Aku melihat Sehun turun dari motornya, dan mengetuk pintu rumah sederhana itu. Aku berusaha sedekat mungkin dengan posisi Sehun saat ini.

“Sehun…dia siapa…” gumamku pelan setelah melihat sesuatu yang sedang terjadi di depan mata ku saat ini. Seorang yeoja cantik membukakan pintu untuk Sehun. Yeoja itu tersenyum senang, begitu juga Sehun, dia membalas senyuman yeoja itu. Dan mereka berdua pun masuk ke dalam rumah sederhana itu.

Apa Sehun ku berselingkuh? Tidak..dia tidak seperti itu. Aku benar-benar mengenal Sehun. Dia tidak mungkin menyakiti ku. dia memang sering mengacuhkan ku, tapi dia tidak akan menyakiti ku seperti ini.

“aku harus kesana! Menemui Sehun dan yeoja itu!”

————————————-

*Sehun pov*

Aku baru saja pulang kuliah dan membawa makan siang untuk Sulli. Yeoja ini selalu tersenyum senang menyambut kedatangan ku. Dia juga selalu baik pada ku. Tapi tak tau kenapa aku tidak bisa mencintainya? Bisa dibilang dia yeoja yang cukup sempurna. Tapi aneh, sedikit pun tidak ada rasa cinta yang tumbuh di hati ku untuk Sulli. Padahal sudah 2 bulan kami bersama, tapi itu tak kunjung membuat ku jatuh hati padanya.

#tok tok tok# ada yang mengetuk pintu rumah ini.

“Sulli-ah, kau punya kenalan di sekitar sini?” aku bertanya pada Sulli yang sedang menyiapkan makan siang untuk kami berdua.

“Anni, mungkin tetangga sebelah ingin berkenalan dengan kita. Bisa tolong kau buka kan pintunya Sehun-ssi?”

“ne.” Aku pun berjalan untuk membuka pintu.

“Jiyeon-ah..k-k-kau sedang apa disini?” aku benar-benar kaget melihat siapa yang sekarang sedang berdiri di hadapan ku. Jiyeon, yeoja yang paling aku cintai. Yeoja yang aku inginkan agar dia tidak mengetahui hal ini, sekarang sudah melihat semua yang telah terjadi padaku.

“Kau mengkhianati ku Sehunnie? Bukannya kau bilang kau tidak akan menyakiti ku? apa ini yang membuat mu berubah akhir-akhir ini?” Jiyeon menghujani ku dengan pertanyaannya. Airmata sudah mengalir di pipinya.

“aku akan menjelaskan semuanya Jiyeon-ah..” aku menarik lembut tangan Jiyeon agar dia mau masuk ke dalam rumah. Sulli yang berdiri di belakang ku hanya terdiam melihat Jiyeon yang masih menangis.

“dia siapa? Yeojachingu mu yang lain?” Jiyeon menunjuk ke arah Sulli dengan tatapan bingung. Dia tidak langsung marah kepada Sulli. Dia berusaha mengontrol emosinya, walaupun aku tau di dalam hatinya dia ingin membunuh ku dan Sulli saat ini juga.

“annyeong, naneun Sulli imnida. Aku..”

“Sulli, biar aku saja yang menjelaskannya. Tolong ambilkan segelas air untuk Jiyeon.” Sulli menuruti perintah ku, dia pun meninggalkan kami berdua.

“Sulli, dia Choi Sulli. Dia adalah anak orang kepercayaan orangtua ku. Sudah hampir 2 bulan, aku membiayai hidupnya. Dia…” aku tidak sanggup melanjutkan perkataanku. Aku sangat takut melihat ekspresi Jiyeon disaat nanti aku mengatakan yang sebenarnya.

“dia..dia mengandung anak ku.” lidah ku terasa kelu saat akan mengatakan hal ini. Tapi sekarang, kalimat itu sudah keluar dari mulut ku.

“kau bercanda kan Sehun? Ini hanya lelucon kan?” Jiyeon terlihat benar-benar kaget.

“seandainya ini lelucon, aku akan sangat senang mengatakan bahwa semua ini tidak benar. Tapi..inilah kenyataannya. Aku menghamilinya.”

“kalau begitu kenapa kau tidak menikahinya?” Jiyeon berusaha untuk tegar, walaupun sekarang airmatanya mengalir semakin deras. Dia terus berusahan berbicara dengan tegas di tengah-tengah tangisannya.

“aku mencintai mu. Aku tidak mencintainya. Aku tidak mau kehilangan mu. Tapi aku harus mempertanggungjawabkan perbuatanku.” Kali ini aku benar-benar menjadi orang yang tidak punya pendirian.

“kalau tidak mencintainya, kenapa dia bisa hamil?” Jiyeon terus bertanya pada ku.

“saat melakukan itu, aku tidak sadar.”

“berarti sekarang hubungan kita sudah berakhir?” pertanyaan dari Jiyeon kali ini benar-benar membuat ku terpukul.

“aku tidak mau! Aku tidak mau kehilangan mu!” aku menggenggam erat tangan Jiyeon.

“kau tidak akan kehilangan aku. Aku akan membantu mu merawatnya sampai anak kalian lahir.” Perkataan Jiyeon benar-benar membuatku terkejut. Apa dia serius dengan apa yang dikatakannya?

“apa kau yakin? Aku tidak mau kau tersakiti.”

“kalau kau bahagia, aku juga bahagia. Jadi kapan kalian akan menikah?” Jiyeon..kenapa dia jadi seperti ini?

“aku tidak tau. Jangan tanya aku soal itu. Aku benar-benar tidak tau.” Aku menundukkan kepala ku.

“Jiyeon-ssi. Aku benar-benar minta maaf. Hubungan kalian hancur karna aku. Aku bisa merawat diri ku sendiri. Kalian bisa pergi meninggal kan ku. Dan Sehun-ssi, dia tidak perlu bertanggungjawab. Aku tidak apa-apa.” Sulli pun ikut berbicara.

“anni, aku akan membantu Sehun merawat mu. Sehun harus bertanggungjawab atas perbuatannya.”

———————–

*Jiyeon pov*

Tak tau darimana aku mendapatkan kekuatan untuk mengatakan hal-hal tadi.

Apa aku akan sanggup merawat calon pendamping orang yang benar-benar aku cintai?

Apa aku akan sanggup melihat mereka menjadi keluarga utuh suatu saat nanti?

Aku berusaha membantu Sehun. Itulah manfaat ku untuk Sehun. Aku selalu menginginkan yang terbaik untuknya. Membantu menyelesaikan semua masalahnya.

Tuhan..kuatkan lah aku.

—————————–

*Chanyeol pov*

Malam ini aku menjadi pelampiasan kesedihan Jiyeon. Dia sudah mengetahui semua yang terjadi pada Sehun. Dan dia bilang dia akan membantu Sehun merawat Sulli. Apa yeoja ini gila? Apa dia sanggup melakukannya?

“kau yakin akan melakukan hal itu Jiyeon-ah?” aku berbicara dengannya yang sedang menyenderkan kepalanya di pundak ku.

“Ne, aku yakin! Aku harus membantu Sehun! Hanya itu yang bisa kulakukan untuknya!” Jiyeon sangat bersemangat.

“aku akan selalu ada untuk mu.” Aku bergumam kecil.

“Mwo? Kau bilang apa barusan?” sepertinya Jiyeon mendengarkan ku.

“hm? Anniya. Sudah lanjutkan saja tidur mu di pundak ku.”

“apa kau akan terus menemaniku disaat aku sedih yeol-ah?”

“tentu saja! Percaya pada ku!”

“jeongmal gomawo Chanyeol-ah..” jeongmal saranghae Park Jiyeon….

—————————-

*Someone pov*

“semua berjalan sesuai rencana ku..”

————————-

TBC ! XD

Ditunggu RCL’nya. Hoho

Kamsahamnida. ^o^ #bow

30 pemikiran pada “I am Sorry (Chapter 3)

  1. jiyo tau semuanya omo omo terus jiyi mau ngerawat bayi sehun apa jiyi sadar paa ngomong itu aigoo kasian jiyi tersakiti 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s