Really Sleeping Prince (Chapter 1)

Tittle         : Really Sleeping Prince

Author     : Chanye’s0608

Main Cast :

– Lee Chaeky (OC)

– Kim Jong In aka Kai EXO

– Kim Joon Myeon aka Suho EXO

Other Cast :

– Park Chanyeol EXO

– Byun Baekhyun

Genre       : Romance

 

Pertama-tama Big Thanks buat admin yang udah mau ngepublish FF gagal saya, jujur ini sebenernya FF EXO pertama saya. Mian kalo jelek. RCL please, soalnya saya mau liat apa FF ini pantas buat dilanjutin T.T Dan Maaf banyak typo…

Happy Reading~

Chaeky POV

“ kau pilih dia atau aku?”

Aku menatap jari telunjuknya yang mengarah kearah Kai, lurus dan tajam. Dan dari situ juga kutemukan Kai memandangku intens. Seakan memberikan kode kepadaku untuk memilihnya. Ini sulit!!

“eung, aku… bingung” asaku. Kulihat Kai masih menegang diposisinya. Salah satu tangannya menjulur, hendak menggapaiku namun langkahnya kalah cepat kali ini.

    “ kau hanya akan bahagia jika didekatku” kulirik namja itu sekali sebelum akhirnya menatap kembali kearah Kai, namja yang kucintai. Kutelusuri bola mata hitamnya yang seakan menjerit memintaku meraih tangannya dan membawaku pergi bersamanya. Sedangkan aku masih terdiam diposisiku, menatap ragu pada namja itu sekali lagi.

“ Kai, maafkan aku”

 

TRENGGG TRENGGG

Aku terlonjak dari kasurku. Nyaris jatuh sebenarnya dari ranjang setinggi setengah meter itu. Kuusap peluh yang menetes dari dahiku, memandang keseluruh penjuru kamarku sebentar sebelum akhirnya menggigit bibir bawahku sembari mendesah.

Aku mimpi itu lagi dan ini sudah yang kesekian kalinya. Aku bahkan tidak ingat berapa pastinya? Kupeluk bantal spongebob kuning diujung kakiku, meremasnya sedikit kuat sebelum akhirnya melangkah gontai kearah kamar mandi.

 

*************

 

“ aku sudah mengatakan untuk tidak memikirkannya Chaeky”

“ aku tidak memikirkannya, sungguh. Hanya saja, emm ya sedikit menantinya sebelum tidur”

“ pabbo”

Hyunhae menoyor kepalaku cukup keras, sampai aku menyadari kalau kelas tiba-tiba sudah ramai. Ya, memang ini yang tidak asyik dari Hyunhae. Dia tidak pernah berpihak kepadaku sedetikpun.

“ lalu menurutmu itu hanya bunga tidur?”

Hyunhae menggangguk. Mengeluarkan buku paket Kimia dari dalam tas coklatnya. Gadis itu masih sedikit menoleh kebangku dibelakangnya sebelum fokus kembali ke manik mataku.

“ aku hanya tidak ingin kau melupakan sesuatu yang nyata karena mimpi-mimpimu itu”

Ya ya ya, aku tahu maksud gadis itu. Kai, kekasihku. Kami telah menjalin hubungan kami selama 2 tahun, sejak masih duduk dibangku Junior High School dan aku juga tahu kalau aku sangat menyukai namja itu. Hanya saja, aku… ya kalian pasti tahu rasanya berpacaran selama 2 tahun. Kurasa aku,, Bosan??

“ sulit untuk mencari namja yang benar-benar mencintaimu Chae”

“ bukannya kau bilang mencintai lebih baik daripada dicintai?”

“ lalu, kenapa kau penasaran dengan namja dimimpimu itu? Kau mencintainya begitu??” Aku menatap bola mata Hyunhae sebelum membela diri

“ annyia. Aku bahkan tidak tahu siapa orang itu?”

“ nah, kalau begitu lupakanlah”

 

16.30

Aku menghela napas setelah memasukkan botol air mineral kedalam tasku. Kupandangi Kai yang tengah asyik meliuk kesana kemari didalam ruangan berukuran  4×5 m itu. Memandang Kai dari cermin super besar yang memantulkan bayangannya yang begitu fokus. Ya, beginilah Kai. Dia sangat pintar menari. Ia menyukainya bahkan melebihi rasa cintanya kepada dirinya sendiri. Dan jangan pernah kau tanyakan kepadanya apakah dia lebih mencintaiku daripada dance??

2 tahun kami berpacaran tidak pernah ada yang istimewa. Kami tidak pernah membeli barang-barang couple, merayakan anniversary ataupun dating pada akhir pekan. Bahkan kami belum pernah berciuman selama dua tahun menjalin hubungan kami. Kai hanya akan mengajakku keluar kalau dia sedang bosan, sedang ingin minum kopi ataupun sedang bolos dari jadwal belajar tambahannya.

Aku menghela napas berat, melirik arloji pink yang melingkari pergelangan tanganku. Kai yang melihat gerak-gerik bosanku kemudian berjalan menuju audio diujung ruangan. Mematikannya kemudian menjulurkan tangannya meraih botol mineral disampingku.

“ aku sudah bilang tadi bukan, kau pulang saja duluan”

Hatiku mencelos, yang benar saja? Dua jam aku menunggunya dan dia hanya mengatakan bahwa aku hanya melakukan perbuatan sia-sia menungguinya disini. Kukembangkan senyum diwajahku sebelum akhirnya beralibi,

“besok libur, tidakkah kau ingin minum kopi sebentar pulang nanti?”

Kai memakai blazernya kemudian berjongkok memasukkan semua peralatannya kedalam tas. Ia memandangku yang telah memandangnya lebih dulu. Penuh pengharapan.

“ bagaimana?”

“ aku letih. Mari aku carikan kau taxi untuk pulang?”

Mwo?? Ini keterlaluaaaan. Kai, kau tidak melihat betapa besar pengorbananku??

*************

“ dia tidak mencintaimu Chae! Percaya padaku”

“ tapi dia bilang dia mencintaiku”

“ lalu kalau aku mengatakan aku mencintaimu, kau juga akan percaya?”

Aku menimbang perkataannya dalam diam. Tangannya menyentuh pundakku sebelum akhirnya merengkuhku dalam pelukkannya.

“ tidakkah kau ingat aku?” aku menggeleng. Tidak dapat merasakan apapun kecuali debaran jantungnya yang begitu kencang.

“ kita pernah bertemu tahun lalu”

“ aku… tidak ingat. mian” kurasakan tangannya semakin mencengkramku erat, seakan begitu kecewa mendengar jawabanku barusan.

“ aku Kim Joon Myeon. Kau ingat??”

 

###

Kutatap Chanyeol yang masih asyik mengunyah roti kering ditangannya, sesekali ia menggangguk mendengar curhatan pendekku. Kualihkan pandanganku kearah Hyunhae yang mengemut lollipopnya sembari terus membuka lembar demi lembar manga jepang ditangannya. Aku menghela napas.

“ kalian mendengarku”

“ NE” mereka memang kompak, juga untuk saat-saat menyebalkan seperti ini. Aku mengerucutkan bibirku, okee  aku tidak akan cerita lagi kalau begini.

“ kenapa kau diam? Aku mendengarmu” kulihat Hyunhae mengangguk-angguk menyetujui perkataan Chanyeol kearahku.

“ bohong. Kalian sama sekali tidak mendengarkanku kan?” aku menatap keduanya yang secara bersamaan menoleh fokus kearahku.

“ aku mendengar semuanya. Kau pikir, nama kim Joon Myeon di Korea Selatan hanya satu orang. Banyaaak Chae~”

“ ne, kuarasa Hyunhae benar”

Aaaahhh, percuma saja cerita pada dua manusia ini. Tidak memberikan solusi apapun.

 

 

Dan jika ada sekolah yang tidak mengajarkan matematika kepada murid-muridnya tolong kalian memberitahu aku. Pelajaran ini begitu menyebalkan. Bahkan saat guru super tampan yang mengajarkannya, kau tetap tidak akan dapat berkonsentrasi terhadap materi yang beliau berikan. Kutatap pelajaran Yunho ssaem dengan malas, aishhh aku mengantukk.

 

DREETT DREETT

Kurogoh saku balzerku sebelum menahan napas melihat siapa yang mengirimiku pesan. Kai. Ada apa ini? Apa dia akan mengajakku keluar untuk anniversary kami beberapa minggu lagi?

 

From : Kkamjong

Kau sibuk. Aku ada pelajaran tambahan hari ini. Temani aku minum kopi ditempat biasa.

 

Dan TARAA, ini sangat jauh dari harapanku. Aku sudah bilangkan kalau ia hanya akan mengajakku keluar saat ia sedang menghindari sesuatu. Aku membalas pesannya dengan singkat kemudian memasukkan handphoneku ketempat semula.

Ya Kai memang menyebalkan. Dan aku tidak tahu apa yang menyebabkan aku tidak mau memutuskan hubungan kami, bahkan ketika Kai tidak pernah memperlakukanku secara istimewa. Aku hanya merasa aman didekatnya, merasa terlindungi sebagai seorang wanita walaupun ya aku tahu ia tidak benar-benar menganggapku sebagai seorang wanita.

Saat bel sekolah berdetak nyaring, aku mempercepat langkahku. Berusaha untuk tidak datang terlalu terlambat dari Kai, dia sangat membenci itu. Dan dia sangat susah untuk memaafkan kesalahan orang lain.

Aku menatap etalase cafe favorit kami itu. Mampuslah, Kai sudah tiba, dan dia juga sudah memesan cappucino latenya. Aku semakin mempercepatkan langkahku dan saat didepannya kulebarkan senyumku.

“ sudah lama?”

“ begitulah”

Aku melepas blazerku, kemudian menatap Kai yang menyeruput cappuccino late nya perlahan. Ia marah, dan aku tahu itu.

“ mianhae”

“ sudahlah, kau tidak minum?”

Aku mengangguk. Untunglah dia tidak marah, aku menatapnya yang menyeruput kopi. Entah kenapa aku sedang ingin menatap wajahnya. Matanya, hidungnya, bibirnya, selalu membuatku jatuh padanya. Dia memang tidak sebijaksana Baekhyun Ketua Osis Kami, atau selucu Chanyeol dan juga tidak setampan Sehun yang merupakan kapten tim basket sekolah. Ia hanya namja dingin bernama Kim Jongin dan aku benar-benar menyukainya.

“ kau bilang ingin minum kopi, pesanlah. Jangan memandangku terus-terusan begitu”

Huh, apa aku salah mencintainya? Menyebalkan?

 

Next day

Aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali Kai memintaku menemaninya berlatih. Biasanya ia malah menyuruhku pulang karena merasa terganggu. Dan kali ini ia yang dengan suka rela memintaku menemaninya. Tidakkah dia ingin berubah?

Aku menyembulkan kepalaku saat daun pintu itu baru terbuka setengahnya. Kutatapi Kai yang meliuk mengikuti alunan musik jazz yang mengalun. Aku berjalan perlahan, berusaha untuk tidak menganggunya. Tetapi setelah melirikku yang berjalan seperti pencuri, ia menghentikan latihannya.

“ kau sudah datang?”

Aku menggangguk. Mendudukkan diriku disofa kecil berwana coklat diruangan privasi(?) Kai ini. Ia mematikan audionya, kemudian meraih handuk kecilnya dan duduk disebelahku.

“ kau tidak punya jadwal tambahan?”

Aku menggeleng, padahal aku berbohong. Aku mempunyai jadwal hari ini. Biologi, pelajaran favoritku. Dan aku meninggalkannya begitu saja saat mendapati pesan singkat namja disampingku kini, Kai.

“ kau bolos lagi Kai-ah?”

Ia menggeleng. Meneguk air mineral yang kuberikan kepadanya. Ia meminumnya dengan cepat, sebagian bahkan jatuh mengaliri lehernya.

“ mau menemaniku?”

“ kemana?”

“ aku mau mencari hadiah”

“ hadiah? Untuk siapa?”

Kurasakan nada suaraku sedikit meninggi. Yeah. Aku cemburu, ia bahkan tak pernah berpikir untuk memberikan hadiah dihari anniversary kami.

“ kakak sepupuku, Suho hyung. Dia baru datang dari Jepang”

Aku menggangguk. Ya, anggap saja ini aku lakukan karena Suho itu adalah calon kakak iparku XD. Dan dia namja, jadi aku tidak perlu merasa cemburu bukan???

*************

 

Hyunhae berjalan diiringi Chanyeol memasukki kelas. Kedua teman masa kecil itu bahkan lebih terlihat cocok menjadi sepasang kekasih saat sedang diam tanpa banyak bicara. Mata keduanya seperti berbicara, antara mereka dan tak ada orang lain yang tahu bahkan aku.

Aku menatap Hyunhae saat gadis itu mendudukkan dirinya dibangkunya, tepat disampingku.

“ Hyu-ah??”

“ eoh? Kau mau bercerita? Tentang Kim Joon Myeon bukan?”

Aku meringis, menatap Hyunhae dengan wajah polos. Ya, gadis itu memang tidak pernah menyetujuiku terus-terusan memikirkan ‘Kim Joon Myeonku’, tapi ia tidak pernah melarangku untuk bercerita kepadanya. Dia memang marah, tapi ia tetap memberikan solusi terbaiknya kepadaku.

“ ada apa lagi dengannya?”

“ hm. Tadi malam, aku bermimpi. Joon Myeon memberikan segelas Ice coffe Espresso kepadaku. Ahh, bahkan dia tahu minuman favoritku”

“ Kai juga tahu”

“ dia juga membelikan makanan favoritku,,,”

“ Yakiniku? Kai juga tahu”

“ kami menonton konser Simple Plan bersama”

“ kau pernah melakukannya dengan Kai, akhir tahun lalu”

“ Hyunnie, ada apa denganmu? Kenapa kau selalu membawa-bawa Kai”

“ Karena dia pacarmu, kau lupa?”

Aku menatap Hyunhae kesal, nada suaranya meninggi. Aku tidak suka dibentak dan sebenarnya Hyunhae tahu itu. Aku berdiri dari bangkuku dan menatapnya yang dengan rasa tidak bersalahnya malah mulai menyalin semua pekerjaan rumah Chanyeol kebuku catatannya.

“ kenapa kau membela Kai terus-terusan?”

Hyunhae menatapku. Mengalihkan pandangannya dari buku PR Chanyeol. Gadis itu menyipingkan sedikit matanya kearahku.

“ aku sudah bilang, karena dia pacarmu”

Aku berdecak. Kutatap Hyunhae intens. Gadis itu masih duduk dibangkunya. Aku meremas jariku sebelum beranjak pergi dan berujar

“ kurasa kau mulai memiliki perasaan pada kekasihku”

Dan setelah itu dapat kurasakan Hyunhae menegang diposisinya, ia menoleh kearah Chanyeol yang terdiam di bangku yang berada tepat dibelakangnya. Dan aku juga tidak dapat memungkiri kalau kelas sudah berbisik-bisik heboh.

“ benarkan Hyunhae menyukai Kai?”

“ Kai? Kekasih Chaeky?”

************

 

Seminggu sudah sejak kejadian aku mengatai sahabatku menyukai kekasihku sendiri berlalu. Aku masih belum meminta maaf dan begitu pula dengannya. Oke, ini tidak enak. Karena dia teman dekatku, teman sebangkuku dan teman pertama yang ku punya sejak aku masuk kesekolah ini.

Aku kesepian. Aku memang tidak terlalu suka bermain keluar saat istirahat, biasanya Hyunhae akan mengajakku ke taman di arah selatan sekolah untuk bersantai sambil membaca komik. Dan  sekarang???

Aku menoleh kearah kelas yang sepi. Hyunhae juga biasanya akan melambai heboh sebelum meninggalkan kelas. Ia tidak akan berhenti melambai sampai Chanyeol mengamit lengannya dan menyeretnya pulang. Aku,,, merindukan Hyunhae. Hyunhaeku, sahabat baikku.

 

Dret Dret

 

Aku sedikit tersentak. Kudapati handphoneku mulai berkedip-kedip. Warna biru, dan itu adalah warna yang kupasang untuk Kai. Aku mengeluarkan handphoneku dan membaca sebaris kalimat pendek yang Kai sampaikan.

 

From : Kkamjong

Pulanglah lebih dulu, aku ada urusan.

 

Aku menghela napas. Hm, aku sudah kehilangan dua sahabat sekaligus dan sekarang aku tidak ingin kehilangan Kai-ku. aku berjalan gontai. Tidak kekantin dan tidak ke taman bersama Hyunhae saat istirahat membuatku sama sekali tak makan apapun. Dan sepertinya perut kecilku mulai mendemoku saat ini.

Kutatap dua persimpangan didepanku. Dan kurogoh saku blazerku sebelum akhirnya mengambil jalan sebelah kanan, jalan lain yang biasanya hanya kupandangi saat pulang sekolah.

#########

 

kupandangi jalan disampingku saat piring donat-donat lucu berbagai bentuk itu tergeletak tak berdaya didepanku. Rasanya, hari ini begitu bebas. Tidak ada pelajaran tambahan, tidak ada tugas dan tidak ada pr. Aku bisa menikmati donat-donat ini selama apapun aku mau.

Sekali lagi, kulayangkan pandanganku. Mengamati hal-hal tak tentu yang terus berganti disekelilingku. Dari sini, kaca etalase cafe donat tempatku makan. Ini menyenangkan.

“ maaf kami tidak mengerti apa yang anda katakan?”

“ ahh, shit. How can I explain to you??”

Aku menolehkan kepalaku. Suara itu, suara itu. Kutatap pelayan cafe yang membungkuk merasa bersalah kearah lelaki yang berdiri memunggungiku. Aku, mengenal suaranya. Suara berat dan bijaksananya. Suara yang setiap malam selalu menghantuiku.

“ maaf, kami minta maaf. Tapi anda tidak bisa membayar makanan anda dengan uang yen”

“ ah, aku sudah bilang. Aku mau pinjam telpon kepada kalian, aku lupa membawa uang dalam won. Ahhh, what should I do?? ”

Lelaki itu. Terus mengeracau dalam bahasa jepang dan inggris yang bercampur tak jelas. Aku terdiam menikmati suaranya. Membiarkan sebagian pikiranku melayang-layang. Dan tanpa sadar aku telah berdiri disampingnya. Menatapnya dari jarak dekat. Ia menatapku bingung! Bibirnya, hidungnya dan matanya. Aku memang tak pernah melihatnya dengan jelas selama ini. Ia selalu buram dalam mimpiku. Dan sekarang ia berdiri disampingku, tepat disampingku. Memandangku dengan mimik wajah memelas.

“ Kim Joon Myeon?”

“ you know me??”

Aku merasakan darahku berdesir hebat. Untuk beberapa detik kurasakan otot-ototku menegang. Bahkan aku sempat lupa cara bernapas???

“ maaf, ada apa?”

“ dia tidak membawa uang won dan kami tidak bisa menerima uang dalam bentuk yen”

Aku mengangguk. Merogoh saku blazerku dan berjalan kearah kasir. Namja itu-Kim Joon Myeon- terus mengikutiku dari belakang. Berjalan sembari menunduk dalam diam. Dan setelah semuanya beres, aku mengajaknya duduk ditempatku. Tepat didepanku. Ia membungkukkan tubuh sebelum menghempaskan tubuhnya diatas kursi.

“ thanks, I promise that I will return your money”

“ hm, oh. No. No problem”

“ hah?? No, I will return it”

“ okay, up to you”

Aku menggarut kepalaku yang sebenarnya tidak gatal. Bagaimana ini? aku memang mengerti apa yang ia katakan tapi aku sama sekali tak bisa menjawabnya. Bukannya apa, tapi bahasa inggrisku cukup buruk dikelas.

“ what’s your name?” aku tersentak. Kembali ke  alam setelah melamun tak jelas. Kulihat  Joon Myeon menatapku, seketika kurasakan tubuhku menghangat. Ini nyaman.

“ Lee Chaeky. But, you can call me Chae”

“ ahh?? Chaeky?? Yeah, thats a beautiful name’s. My name’s,,, ahh you know my name  allright?”

Aku menggangguk. Sedikit bingung untuk menjawab. Tidak mungkin aku menceritakan sejujur-jujurnya kepada namja ini bagaimana aku bisa mengenalnya. Eotteh?

“ hyung?”

“ ahhh, Jongin-ah”

“ Chaeky-ah?”

“ Kai??”

 

 

Aku menelungkupkan tubuhku keranjang setelah bosan memandang langit-langit kamar yang sama sekali tidak menarik. Menenggelamkan wajahku diantara bantal-bantal kesayanganku. Ahh, kenapa dunia ini sempit sekali?? Kim Joon Myeon, Kim Jong In. Kenapa aku tidak pernah berpikir kalau mereka mempunyai hubungan cukup dekat. Sepupu? Apa ini? ahhh,

Aku melirik jam diatas meja disamping ranjangku. Pukul 2 dan aku sama sekali belum memejamkan mata, semenitpun. Ini membuatku terguncang. Apa yang harus kulakukan??

***************

 

“ ini”

Aku menoleh kearah Kai yang menyodorkan beberapa lembar uang kearahku, membuatku melongok beberapa saat.

“ Dari Joon Myeon hyung. Dia bilang terima kasih”

Aku mengangguk, sedikit kaku. Joon Myeon, ah aku ingin bertanya pada Kai tentangnya. Tapi bagaimana?

“ kau tidak pernah bilang punya sepupu bernama Kim Joon Myeon”

Kai melirikku, astaga… apa yang aku bicarakan. Namja itu menatapku bingung, sebelah alisnya sedikit terangkat.

“ apa aku harus menceritakan semua sepupuku padamu?” mampus, eotteheo? Aku tersenyum samar, sedikit bingung sebelum akhirnya menjawab.

“ maksudku, sepupumu yang tinggal di Jepang” sempurna. Aku memang suka dengan musik Jepang, misalnya Arashi, Hey Say Jump jadi ini alasan yang cukup baik kurasa. Dan aku juga sangat menyukai komik-komik Jepang ^^

“ aku sudah pernah cerita padamu waktu itu”

“ hah? Kapan? Tidak pernah”

Aku menahan degup jantungku. Jangan sampai Kai merasakan jantungku berdegup lebih cepat dan suaraku sedikit bergetar.

“ bukannya waktu itu aku mencari hadiah untuknya bersamamu?”

“ hadiah? Bukannya waktu itu kau bilang untuk sepupumu siapa namanya, su.. suho?”

Kai menggangguk. Kemudian menarik tanganku dan meletakkan uang itu tepat ditelapak tanganku. Ia tersenyum samar.

“ iya, Joon Myeon hyung itu nicknamenya Suho”

************

 

Seminggu sudah semenjak kejadian aku bertemu dengan Joon Myeon yang ternyata adalah kakak sepupu Kai itu di cafe. Kami tidak pernah bertemu lagi setelah itu dan aku juga tidak berani meminta Kai mengenalkannya kepadaku. Okkee, mungkin aku sudah gila. Aku memiliki pacar tapi dilain cerita aku malah meminta kekasihku mengenalkanku dengan namja lain. Kakak sepupunya pula. Ahh…

Aku meremas nilai hasil ulangan matematika ku yang hanya menorehkan angka  80 itu. Yah, itu tidak jelek untuk otakku yang pas-pasan. Yang membuatku emosi adalah Kai lagi-lagi berbuat seenakny a dengan menyuruhku pulang lebih dulu setelah aku menemaninya satu setengah jam diruang dance. Benar-benar tidak punya perasaan -___-

Aku melangkah gontai, melirik kearah phonsel yang berkedip-kedip. Pengingat!! Ah, hari ini tanggal 26 rupanya, hari anniversary kami yang ke 35 bulan. Dan Kai sama sekali tak mengucapkan apapun padaku, jangan berharap untuk diberikan hadiah darinya.

Aku melirik cafe tempat kami biasa minum kopi. Cuaca cukup panas untuk menolak minuman dingin itu mengalir memasukki tenggorokkanku. Dan akhirnya, aku melangkah masuk. Memesan segelas Ice Coffee Espresso dan duduk ditempat kosong disudut ruangan. Tempat favoritku dan Kai. Tempat yang menjadi saksi betapa diamnya Kai bahkan ketika hanya berdua denganku, pacarnya.

“ saya pesan Ice Coffee Espresso satu”

Aku menoleh, suara itu. Joon Myeon, aku bahkan begitu mengenal suaranya. Melebihi suara serak Kai. Suara damai yang membuatku tertidur nyenyak semakin dalam. Kepalaku menoleh kesegala arah mencarinya, sampai suara itu menyapaku.

“ mencari siapa?”

Aku menoleh kearah belakang. Namja itu tersenyum manis, begitu manis sampai aku merasakan darah mulai mengalir ke kepalaku.

“ eoh? Joon Myeon-ssi anda sudah dapat berbahasa Korea?”

Ia tersenyum sebelum menggangguk kecil. Tanpa menunggu persetujuan dariku, ia menarik kursi tepat didepanku dan mendudukkinya. Itu,,,, kursi Kai. -,-

“ ne? Kai memberikan guru bahasa Korea yang sangat bagus. Ahh, bolehkan aku duduk disini?”

“ kau bahkan sudah mendudukinya Joon Myeon-ssi” aku tertawa. Menahan degup jantungku yang menggila. Hal ini, seperti ini, hanya pernah terjadi dimimpi. Apakah aku bermimpi saat ini?

“ aigoo, tolong jangan panggil aku dengan embel-embel ssi, itu membuatku terdengar begitu tua” dia terkekeh. Menyemburkan semburat merah muda diwajahnya. Aku tertegun, jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku. Tolong. (>,<)

“ kau bisa memanggilku oppa”

“ ne??”

 

Next Day~

“ Chae, aku minta maaf” aku menoleh ke suara manis disamping kananku dan mendapati Hyunhae tengah menunduk menatapku, kesepuluh jarinya saling bertautan. Aku tahu pasti, ia panik. Hyunhae selalu begitu.

“ ne. Gureom, apa yang terjadi?” Hyunhae duduk dibangkunya, disampingku. dan beberapa detik kemudian ia merengkuhku dengan tangannya yang dingin.

“ aku bermimpi, aku bermimpi buruk tentang kita. Maafkan aku”

Ya ampun, anak ini. aku merasakan ia memelukku begitu kuat, aku membalasnya dengan menepuk pundaknya pelan.

“ ne. Maafkan aku juga ya Hyunnie. Kita berteman lagi?”

Iya mengangguk. Menampilkan senyum manisnya yang menawan. Ahh, temanku kembali akhirnya. Dan setelah menepuk pundaknya lagi, kulihat Chanyeol tersenyum diambang pintu.

Dret Dret Dret

“ Chae, phonselmu”

Aku baru sadar phonselku bergetar hebat, aku meraihnya. Keningku berkerut saat menatap digit angka yang tertera didalamnya. Nomor baru? Nomor siapa?

Aku berjalan keluar kelas, mencari tempat yang lumayan sepi.

“ yoboseyo?”

“ ah, Chaeky-ah”

DEG, suara Joon Myeon. Apa benar ini dia?

“ ini aku Joon Myeon” ne  aku tahu, aku tahu ^^

“ ne, Joon Myeon-ssi ups oppa maksudku. Hha. Waeyo?”

“ annyio, kau mau menemaniku makan? Aku dengar ada restoran baru yang buka didekat cafe Ice Coffee Espresso kita, Yakiniku”

“ omo! Yakiniku? Aku sangat menyukai Yakiniku oppa”

“ Jincha?”

“ ne”

“ lalu keputusannya?”

“ okee, sampai ketemu jam 3 nanti”

“ oke, annyeong”

Aku memutuskan hubungan telepon kami sembari tersenyum. Ahh Yakiniku!! Eh, tunggu dulu. Yakiniku? Apa dia tahu aku penggemar berat Yakiniku? Apa dia memang suka yakiniku? Atau… yaa ampun aku juga baru sadar kalau kami sama-sama menyukai Ice Coffee Espresso. Kyaaa!!

Dret Dret Dret

“ ne oppa??”

“ sejak kapan kau memanggilku oppa?”

Ups, aku menjauhkan phonsel dari telingaku. Menatap nama penelpon yang tertera dilayar phonsel hijau lumutku. Aisshhh, kenapa aku bodoh sekali sih??

“ ah, Kai-ah. Mianhae, aku pikir kau kakak sepupuku. Tadi dia menelpon”

Aku menggigit bibir bawahku. Ya ampun, kenapa aku mesti berbohong pada Kai. Beberapa detik kudengar Kai menghela napas berat. Ada apa?

“ temani aku makan hari ini. aku ingin makan Sundubu Jjingae”

“ ne??”

“ wae?”

Aku menggeleng, padahal jelas-jelas Kai tidak bisa melihatku. Aku menggigit bibirku semakin keras, nyaris koyak.

“ hm, itu. Aku tidak bisa Kai. Kakak sepupuku tadi memintaku menemaninya makan Yakiniku”

Aku memejamkan mata. Oke, aku tidak berbohong  100 persen, hanya beberapa. Dan aku juga tidak tahu pasti kenapa aku memilih untuk berbohong. Maafkan aku Kai.

“ jincha?”

“ ne”

Dari nada suaranya, aku tahu ia marah. Kai menarik napas lagi, sebelum akhirnya berujar

“ baiklah, aku pergi dengan Baekhyun saja nanti”

Plip. Telepon ditutup. Aku memandang phonselku getir. Bagaimana ini? apakah aku bersalah? Oke, anggap saja Kai terlambat mengajakku. Sekali lagi, aku minta maaf Kai.

 

 

Restoran itu cukup ramai untuk ukuran restoran pendatang baru(?). bahkan beberapa pelangan merupakan turis. Aku melongkokkan kepalaku sebelum akhirnya seseorang menyentuh jemariku dan menggenggamnya. Membuatku nyaris berteriak.

“ oppa”

“ aku mengejutkanmu? mian”

Dia tersenyum, menampilkan senyumannya yang menenangkan. Senyuman seorang  ayah. Ya, kurasa ia memang sudah cocok menjadi ayah. Hha…

“ kita duduk disitu saja”

Aneh, aku bahkan tidak menolak ataupun berusaha menarik tanganku. Hanya membiarkannya menjalarkan kehangatan dari tubuhnya ke jemariku. Kurasakan jantungku berpacu dengan waktu, berdetak begitu cepat. Aku tidak pernah merasakan hal yang seperti ini saat bersama dengan Kai.

“ ahh, kau pacarnya Kai bukan?”

Aku menggangguk. Sedikit teriris karena ia tahu aku kekasih orang lain. Omo, kenapa? Apa aku benar-benar menyukainya?

“ hm, sayang sekali yah”

Aku mengangkat kepalaku. Menatapnya yang telah tersenyum manis. Apa maksudnya?

*********

 

Aku tersenyum menatap pesan-pesan singkat yang masuk diphonselku. Ternyata Joon Myeon oppa orang yang asyik. Dia benar-benar berbeda dengan Kai.

“ apa yang membuatmu tersenyum?”

Kutatap Kai yang tengah mengelap keringatnya dengan handuk kecil yang selalu ia bawa. Menggeleng pelan sembari memasukkan phonelku kedalam saku blazer.

“ hanya mengirimkan pesan singkat kepada Hyunhae”dan aku berbohong lagi. Aku tidak tahu, susah untuk berkata jujur kepada Kai. Aku takut melukai perasaannya.

“ ohh, bagaimana dengan Yakiniku kemaren?”

“ enak. Hha, kita harus mencobanya kapan-kapan. Ups, aku lupa kau tidak menyukainya” kulihat Kai tersenyum samar, apa dia marah? Kusodorkan air mineral yang kubawa kepadanya.

“ hm, bagaimana kalau kita minum kopi hari ini. setelah pulang?”

Ne?? Kai mengajakku keluar? Minuk kopi? Oke, minum kopi itu biasa, tapi dia mengajakku secara langsung.

“ kau ada jadwal belajar tambahan” dia menggeleng. Aku menelisik matanya. Kami sudah berpacaran hampir tiga tahun, nyaris hanya kurang sebulan. Dan aku tahu bagaimana ekspresinya saat sedang berbohong kepadaku.

“ aku hanya sedang ingin minum kopi. Perasaan, kita sudah lama tidak keluar bersama”

Oke, sepertinya kau sadar juga. Aku tersenyum manis, menatapnya dengan wajah penuh kebahagiaan.

Dret Dret

“ mian”

Aku beranjak. Keluar ruangan meninggalkan Kai yang kebingungan, aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Hanya saja aku takut Kai tahu kalau yang menelponku adalah Joon Myeon oppa. Kenapa aku merasa seperti berselingkuh?

 

TBC, Comment Please ^^

53 pemikiran pada “Really Sleeping Prince (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s