I am Sorry (Chapter 4)

Author : Lala Brigida
Title : I am Sorry
Genre : Romance, friendship
Main cast : Oh Sehun EXO-K as Sehun; Jiyeon T-ara as Jiyeon; Park Chanyeol EXO-K as Chanyeol; Sulli f(x) as Sulli
Length : Chapter

—————————————-

PREV CHAPTER

*Someone pov*

“semua berjalan sesuai rencana ku..”

————————-

CHAPTER 4

———————–

*Jiyeon pov*

Hari ini aku akan mengantar Sulli ke dokter kandungan untuk memeriksa kehamilannya. Rasanya benar-benar aneh. Mengantar yeoja yang suatu saat nanti akan menjadi istri orang yang paling aku cintai.

“Sulli-ssi apakah kau sudah siap?” aku mengetuk pintu kamarnya.

“Ne, Jiyeon-ssi. Aku sudah siap. Kajja.” aku dan Sulli pun bergegas pergi.

#@Hospital# #Skip#

“sulli-ssi, aku pulang dulu. Oh ya, apa Sehun tidak berkunjung hari ini?” aku menanyakan Sehun pada Sulli.

“Molla, mungkin dia ada pekerjaan.”

“Hm, mungkin. Ya sudah, aku pulang dulu Sulli-ssi.”

“Ne, hati-hati Jiyeon-ssi. Gomawo sudah mengantar ku hari ini.”

Aku pun berjalan keluar dari rumah Sulli.

“Sehun..” Sehun tersenyum manis pada ku.

“ya! Kenapa kau baru muncul!?! Harusnya kau tadi kau juga ikut mengantar Sulli ke dokter!” aku memarahi Sehun secara spontan.

“kekeke~, mianhae, aku ada perform. Kau mau ku antar pulang?” Sehun bertanya pada ku.

“Anni, aku bawa mobil. Sudah sana masuk, Sulli pasti menunggu mu.” Aku mendorong Sehun masuk ke dalam rumah.

“aku tidak mau. Aku mau mengajakmu ke suatu tempat. Kajja!” Sehun menarik ku dan memaksa ku naik ke atas motornya.

“Ya! Kita mau kemana?!?”

“sudah, peluk aku. Sudah lama aku tidak pergi kencan dengan mu!”

“WAAAAAA!!” Sehun mengendarai motornya dengan sangat cepat. Aku pun memeluknya erat. Hmh, aku bahagia. Terimakasih Tuhan telah memberikan aku kebahagiaan. Walaupun kebahagiaan ini hanya sebentar saja..

———————————

*Sehun pov*

Aku dan Jiyeon pun tiba di pinggir sungai Han. Suasana malam disini sangat indah. Aku dan Jiyeon pun duduk di pinggir sungai.

“malam ini banyak sekali bintang. Sehunnie, bogoshipoyo…” aku tersenyum mendengar ucapan Jiyeon.

“nado bogoshipoyo Jiyeon-ah..apa kau tidak membenciku setelah kau mengetahui semuanya?” sebenarnya aku ragu menanyakan hal ini pada Jiyeon. Aku takut kecewa mendengar jawaban darinya.

“aku membenci mu. Aku benci, kenapa walaupun kau sudah melakukan semua ini pada ku, tapi aku tetap tidak bisa berhenti mencintai mu.” Jiyeon tersenyum kecut pada ku.

“aku tidak mau menikahinya. Aku berharap ada keajaiban yang bisa mengubah semuanya saat ini.” aku menyenderkan kepala ku di pundak Jiyeon.

“aku pun berharap semua ini hanya mimpi. Dan disaat aku bangun nanti, kau hanya milik ku seutuhnya.” Perkataan Jiyeon membuat ku tersenyum.

“kita berdoa saja, semoga semua yang kita jalani ini adalah yang terbaik. Saranghae Sehunnie..” Jiyeon bergerak dan langsung memeluk ku. Aku membalas pelukannya yang hangat. Aku benar-benar mencintainya.

——————————

Aku berjalan di lorong kampus. Pagi ini masih sepi seperti biasanya.

“apa dia benar-benar percaya pada mu? Semua  berjalan sesuai dengan rencana kita bukan?” suara itu..itu suara Chanyeol. Dia sedang berbicara dengan siapa? Aku mendengarkan pembicaraan Chanyeol dari luar kelas dengan sembunyi-sembunyi.

“hahahaha, baiklah Sulli-ssi, gomawoyo kau sudah mau membantu ku. semoga rencana ini berjalan sampai akhir.” Sulli? Chanyeol berbicara dengan Sulli? Ada urusan apa dia dengan Sulli? Atau dia sedang berbicara dengan Sulli yang lain?

“Ya! Kau sedang apa seperti maling mengendap-endap seperti itu?!” suara Jiyeon mengejutkan ku.

“Ya! Kau jangan membuat ku terkejut seperti itu!” aku menjitak pelan kepala Jiyeon.

“Sehun, Jiyeon? Kalian sedang apa?” Chanyeol pun mengetahui keberadaan kami berdua di luar kelas.

“biasa, ribut-ribut kecil dengan pasangan. Kekeke~. Kajja masuk!” aku pun menarik tangan Jiyeon untuk mengalihkan perhatian Chanyeol terhadap sikap kami yang aneh.

Kuliah hari ini sama saja seperti hari-hari yang lainnya. Sama-sama membosankan. Hanya Jiyeon lah yang membuat ku betah untuk masuk kuliah. Kuliah hari ini pun selesai.

“kau ada perform hari ini?” Chanyeol menanyai ku seperti biasanya.

“Hm, ada. Kau mau ikut?”

“Anni. Aku ada urusan. Aku pulang duluan. Jiyeon-ah, aku pulang dulu. Annyeong.” Chanyeol pamit dengan terburu-buru. Ada apa dengan manusia itu? Tidak seperti biasanya dia terburu-buru.

“Ya! Kenapa kau berbohong pada Chanyeol? Bukannya kau tidak ada perform hari ini?” Jiyeon bertanya pada ku. aku memang berbohong pada Chanyeol.

“aku ada misi rahasia. Kekeke~..” aku suka sekali menggoda Jiyeon.

“misi apa misi apa? Aku boleh tau?” Jiyeon terlihat penasaran.

“Anni! Kalau misi ini sudah selesai, baru kau boleh tau! Hahahaha, aku pulang dulu chagi. Saranghae..” aku mengacak pelan rambut Jiyeon lalu meninggalkannya yang masih terdiam mendengar celotehan ku.

Aku akan mengikuti kemana Chanyeol pergi hari ini.

—————————-

*Chanyeol pov*

“haha, semua berjalan sesuai rencana ku..”

Untunglah hari ini Sehun ada perform, jadi aku bisa pergi menemui Sulli. Aku ingin mendengar cerita dari Sulli. Aku juga ingin memberikan sesuatu padanya agar rencana ini bisa berjalan semakin lancar. Sudah lama aku tidak menemuinya.

Aku pun tiba di rumah kecil itu. Sulli sudah menunggu ku dengan senyum manisnya.

“bagaimana? Apa Jiyeon sudah jatuh hati padamu?” pertanyaan itu lah yang pertama kali terlontar dari mulut Sulli saat melihat ku.

“belum. Aku harus bersabar. Kau bagaimana dengan Sehun? Apa dia juga sudah jatuh hati padamu?” aku bertanya pada Sulli.

“Huh, belum. Dia masih bersikeras dengan perasaannya bahwa dia hanya mencintai Jiyeon. Oh ya mana barang yang aku pesan?” Sulli menanyai ku tentang pesanannya.

“Ini. aku memesannya dari Cina. Ini seperti perut asli, terbuat dari bahan silica gel memiliki warna yang sama dengan kulit perut. Jadi jika suatu hari Sehun mencoba ingin melihat perut mu, kau tidak perlu khawatir. Alat ini bisa membuat mu seperti benar-benar hamil.” Aku menjelaskan panjang lebar pada Sulli.

“Hmm, aku mengerti. Ya! Jika waktunya nanti sudah tiba, jika aku harus pura-pura melahirkan, kau harus sudah menyiapkan anak yang baru lahir dan mirip dengan Sehun. Pokoknya kau harus cari sampai dapat! Hubungi juga dokter yang sudah mengetahui rencana kita.” Sulli mengungkapkan keinginannya.

“Ne, kau tenang saja. Aku akan mengatur semuanya. Dan semuanya akan berjalan sesuai rencana kita. Kau bisa memiliki Sehun seutuhnya, dan aku juga bisa membuat Jiyeon menjadi milik ku.” aku sangat senang sejauh ini rencana kami berdua berjalan lancar.

“aku kadang tertawa geli jika mengingat saat Sehun terkejut karna ku bilang dia telah merenggut kehormatan ku. Padahal malam itu kami berdua tidak melakukan apa-apa. Aku hanya membuka bajunya saja. Dan bercak darah yang ada di ranjang itu, hanya darah palsu. Untung saja dia percaya. Hahaha..”

“kau memang jenius Sulli-ah.”

Aku dan Sulli memang sengaja menjebak Sehun. Malam itu, aku lah yang mengajaknya minum sehingga dia mabuk. Sulli sudah lama mencintai Sehun, tapi Sehun selalu tidak memperdulikan Sulli. Sedangkan aku, aku menginginkan Jiyeon. Untung saja Sehun mengenalkan ku pada Sulli saat dulu aku berkunjung ke rumah Sehun. Kalau aku tidak mengenal Sulli, pasti aku tidak akan bisa menjalankan rencana ini.

—————————-

*Sehun pov*

Aku hanya terdiam membisu mendengar percakapan mereka berdua dari balik pintu. Aku tidak percaya, sahabat ku sendiri melakukan ini pada ku. Dan Sulli? Huh, ku kira dia gadis lugu, ternyata dia sangat licik. Aku sudah tidak tahan, aku akan menyelesaikan semuanya saat ini juga. Jangan harap kalian berdua bisa menghancurkan hubungan ku dengan Jiyeon!

#cklek# ku buka perlahan pintu rumah itu..

“Se-se-sehun?!? K-k-kau!?!?”

———————————

TBC lagi !!! xD wkakakakak #ditabokreaders

Ini ff udah kaya sinetron di tipi-tipi yak? xD LoL

Mohon RCL’ny. Gomawo. \(^o^)/

Iklan

30 pemikiran pada “I am Sorry (Chapter 4)

  1. ternyata chanyeol sama sulli dalang dari semua ini aigoo jahat banget mereka untung sehun langsung tau ckckck

  2. Ya ampuuunnn…
    OMG…
    gk nyangka chanyeol sma sulli jahat bgt ya…
    bnr2 gk nyangka bgt…
    semoga sehun bs nanganin smua.. biar mrka berdua bs ngakuin smuaa.. ;( ;(

  3. -____-
    Mau nanya, dari awal emang udah direncanain ini semua pura-pura apa gimana? Abisnya di part 1 dan 2 Chanyeol’s POVnya baik banget, jadi syok aja tiba-tiba Chanyeol-nya ikutan jahat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s