Our Sweet Fight (Chapter 5)

Title                       : Our Sweet Fight

Author                  : Kim mus2

Length                  : Chaptered

Genre                   : Romance, Comedy, School Life, Family

Main Casts          :

–    Byun Baekhyun (EXO-K)

–    Kim Nari

Other Casts        :

–    EXO-K & EXO-M Members

–    Kim Kibum (SHINee)

–    Jung Nicole (Kara)

–    Lee Jihyun

Author’s Talk:

FINALLY…… ini dia Last Chapter! Horeeeee……. 😀 Seneng banget deh ah

Semoga Endingnya memuaskan ya readers…Happy Reading and Commenting 😀

Di Meja Makan

Nari menatap Baekhyun dengan intense sambil mengunyah makanan di mulutnya dengan kasar. Nari benar-benar kesal dengan kenyataan dia harus tinggal dengan Baekhyun selama 3 minggu ke depan. Bagaimana tidak, orang yang mati-matian dia hindari selama beberapa minggu ini harus ia temui setiap hari. Di seberang Nari, Baekhyun duduk dengan tidak nyaman dan memasukan setiap suapan ke dalam mulutnya dengan ragu-ragu karena merasa benar-benar canggung dengan Nari yang terus menatapnya dengan wajah serius.

Merasakan aura-aura aneh dari Baekhyun dan Nari, Chaeyong ahjumma pun angkat bicara untuk mencairkan suasana. “Oh ya Nari, ahjumma sudah bilang pada Baekhyun untuk melatihmu karate dan Baekhyun pun bersedia, iya kan Baekki?”

“Ne..umma” Jawab Baekhyun singkat.

“Whaaattt?????????!!!!!!!” (Teriakan hati Nari ceritanya mah hehe ^^).

 

Sesi Latihan Karate Di Taman Kota

Note: Latihan setiap hari Jum’at, Sabtu, Minggu dengan alasan tugas biasanya tidak terlalu menumpuk di hari-hari ini *ko bisa??

Minggu pertama latihan

Jum’at:

Nari: “Aah gue ga mau latihan hari ini! Drama favorit gue endingnya hari ini, itu loh yang Our Sweet Fight!” * kekekek bukannya itu judul cerita ini ya? ^^*

Baekhyun :”Woy…helloooooo….sebenernya siapa sih yang butuh dilatih karate, huh?”

Nari: “Kalo gua tau dari awal orang yang ngelatih itu elo, ga bakal deh gua repot-repot minta tolong ke ahjumma. Kurang kerjaan banget, gue juga bisa kali latihan sendiri.

Baekhyun : “Sombong amat! Mau taruhan?”

Nari :”Taruhan apa? Childish banget!”

Baekhyun : “Kita lomba lari 10 putaran. Kalau gua kalah, kita langsung balik. Tapi, kalau gua menang, elo musti nurut apappun yang gua bilang. Deal?”

Nari: “Ok! Siapa takut!”

Nari langsung berlari mencuri start dari Baekhyun dan Baekhyun pun langsung mengejarnya. Mereka terus berlari mengitari taman kota. Pada putaran ke-5 tiba-tiba cacing di perut Nari memanggil sambil meronta-ronta dari dalam perutnya, sepertinya minta dikasih makan.

Nari: “Aiiisssshhh…sial! Gue kan belom makan, sumpah lapar banget!”

Pandangan Nari semakin lama semakin kabur dan larinya pun jadi sempoyongan. BRUKKKKK…..

Nari :”Aaaaaaaahhhhh!!!!!!!!!” Nari berteriak dengan sekencang-kencangnya

Nari nabrak orang gila dan dengan otomatis orang gila itu pun jatuh cinta pada Nari. Akhirnya terjadilah insiden kejar-kejaran. Nari menambah kecepatan berlarinya beberapa kali lipat tapi dasar orang gila, kecepatannya juga gila.

Sekarang Nari hampir terkejar, jaraknya dengan orang gila itu hanya satu meter. Dengan jarak sedekat ini Nari malah menjadi lemas, tiba-tiba kecepatan larinya malah menurun. Rasanya Nari sudah ingin menyerah saja, tapi kalau dia berhenti orang gila pasti akan langsung memeluknya. “Andwaeeeeee…………..!!!!!!!!” Nari berteriak sekencang-kencangnya tapi itu sama sekali tak membantu Nari untuk berlari lebih cepat. Lebih sialnya di depan jalan Nari sekarang ada kulit pisang yang benar-benar tidak bisa dihindari dan sreeeeeeeeettttttttttt………buuukkkkk…… Nari terpeleset tapi sukses mendarat dengan selamat di badan Baekhyun.

Saking lemas dan takutnya Nari dari orang gila itu, Nari sudah tak peduli apa-apa lagi dan hanya bisa memeluk tubuh Baekhyun dengan erat berharap dapat melindunginya dari serangan orang gila tadi.Tapi sayangnya posisi Baekhyun sekarang tidak memungkinkan untuk menghadapi orang gila itu karena tubuhnya terkapar di tanah dan juga ditindih oleh Nari.

Sang orang gila pun mendekat ke arah Baekhyun dan Nari dengan wajah yang sepertinya haus cinta dan wanita*omooo menyeramkan*. Tapi rupanya orang gila itu tak berhasil menyerang karena dengan cekatan, kaki Baekhyun langsung menendang kaki orang gila itu sampai dia kehhilangan keseimbangan dan dengan rido memasukkan kepalanya ke dalam tong sampah.

Baekhyun : Hey! Kau bisa bangun sekarang

Nari pun melepaskan pelukannya pada Baekhyun dengan sedikit salah tingkah. Ketika Nari akan berdiri, “aawww…..appo…aiiissshhh… kenapa keseleo segala sih?!” Nari benar-benar kesal.

“Perlu dibantu?”Baekhyun mendekati Nari sambil mengulurkan tangan kanannya.

“Annii…gwenchanayo! Aku bisa jalan sendiri ko, ayo pulang!” jawab Nari ketus.

Nari terus berjalan dengan menyeret kaki kanannya dan Baekhyun hanya bisa mengikutinya dari belakang. Sudah hampir 30 menit Nari berjalan menuju rumah Baekhyun dengan kakinya yang sakit itu. Sesekali Nari meringis dan hampir terjatuh. Karena tak tahan dengan kelakuan Nari yang keras kepala akhirnya Baekhyun langsung menggendong Nari dan berlari menuju rumahnya tanpa mempedulikan Nari yang terus berteriak minta diturunkan

Sabtu :

Baekhyun: “Elu yakin mau latihan sekarang? gimana tuh urusan kaki udah enakan gue urut kemaren?”

Nari : “Ne…kajja!”

Tiba-tiba, saat Baekhyun dan Nari akan memulai pemanasan, 3 orang namja yang sedang jogging menuju ke arah mereka berdua.

Tu..wa..tu..wa…tu…wa…

“Ayo…yang semangat dong!!” ujar namja yang memimpin dua namja di belakangnya.

“Capek bo….” Jawab yang paling imut.

“Hooh…udahan dulu dong bang!!” protes namja imut yang satunya lagi.

Baekhyun takjub melihat ketiga namja yang sedang rajin berolahraga itu dan nampaknya Baekhyun memang mengenal mereka karena dia langsung menyapa salah satu diantaranya.

Baekhyun: “Tao, Annyeong!”

Tao: “Aaahh…Baekhyun, annyeong! Oh ada Nari juga, Annyeong!”

Nari: “Annyeong, Tao!”

Baekhyun: “Kau rajin sekali Tao olahraga sore begini”

Tao:”Aah aniyo, aku bukan sedang olahraga, hari ini aku dapat tugas dari Minho sonsaengnim buat melatih mereka biar bisa jadi namja seutuhnya?”

Nari: “Haah?? Emangnya Luhan sama Sehun namja jadi-jadian ya? bwuaaahahahahahah”

Sehun & Luhan: “Yaaa!!! Nappeun yeoja kau Nari” (terus manyun)

Nari: “Mianhae…kalau begitu ayo kita latihan bareng saja ya Tao, kebetulan aku mau latihan fisik buat persiapan turnamen. Kajja.”

Nari dan Tao lari paling depan meninggalkan Baekhyun, Luhan dan Sehun. Baekhyun benar-benar dianggap tidak ada, Tao dan Nari meninggalkannya, sementara Sehun dan Luhan malah asik berdua dengan rumpiannya.

“Haah….kenapa Nari malah latihan sama Tao, huh? Menyebalkan!” batin Baekhyun.

Minggu:

Keesokan harinya, di hari minggu pagi yang cerah Baekhyun dan Nari berencana melakukan latihan lagi, masih di taman kota. Hari ini Baekhyun berharap semuanya lancar dan dia bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan Nari.

Tapi….baru saja Nari dan Baekhyun melatih beberapa gerakan dasar, Kris, Chanyeol, Xiu min, Suho, dan Chen datang.

Kris & Chanyeol: “Hey yo, what’s up brow?”

Baekhyun: “Yoo…kalian lagi pada ngapain disini huh?”

Chanyeol: “Gue sama Kris mau ngelatih si Xiu Min, Suho sama Chen biar mereka tambah tinggi, hahaha, kasian banget mereka ga pernah tau gimana rasanya bisa deket sama langit hahahahahahah

Xiu Min, Suho, Chen Cuma bisa manyun.

Kris: “Iye bener, neh gue udah bawa karet buat maen loncat tinggi, kali aja mereka bertiga bisa nambah tinggi.”

Nari: “Waah ide bagus tuh Kris, sumpeh dah niat kalian emang mulia banget, Kris, Yeol!”

Latihan GAGAL dan diganti dengan bermaaiiiiinnn kaaareeeeettttt…..

*Sabar ya Baekhyun…*

Minggu Kedua Latihan:

Jum’at

Sekarang sudah tiba di minggu kedua latihan. Berarti minggu depan Nari akan mengikuti turnamen karate. Seperti biasa Baekhyun dan Nari pergi ke taman kota di sore hari. Kali ini sepertinya karena Baekhyun sudah sedikit mumet dengan gagalnya latihan yang sering sekali terjadi, Baekhyun tidak langsung mengajak Nari berlatih tapi malah duduk –duduk di bangku taman.

Sambil duduk Baekhyun terus memikirkan apa lagi yang akan terjadi hari ini dan siapa yang akan datang mengganggu latihannya dengan Nari. Baru saja Baekhyun memikirkan hal itu, dari kejauhan Kai dan Lay sudah melambaikan tangan. Dan benar saja, Kai dan Lay malah mengajak Baekhyun buat latihan ngedance bareng.

Kali ini giliran Baekhyun balas dendam. Baekhyun terus ngedance lagu Angel punyanya EXO bareng Lay dan Kai (Baekhyun ngegantiin Sehun hehe). Alhasil, Nari bosen nungguin Baekhyun dan pulang meninggalkan Baekhyun. Tapi ternyata Baekhyun langsung mengejar Nari dan pulang bareng.

Sabtu

Saat Baekhyun sedang serius membetulkan gerakan kaki Nari, muncullah sebuah suara “Mie ayam..mie ayam…mie ayam…dijual mie ayamnya lima ribu aja, harga bisa kurang asal mau ngasih peluk dan cium, mie ayam..mie ayam..mie ayam” (bacanya pake nada pedagang asongan di bus ya^^).

Saking terlenanya Baekhyun dengan suara itu, dia sampai tak sadar kalau Nari sudah menghilang dari hadapannya. Ternyata eh ternyata, sumber suara itu berasal dari si D.O alias Kyungsoo , best friend nya Nari yang lagi dagang Mie ayam khusus buat edisi hari sabtu dan minggu.

Nari: “Eh soo..elu jualan mie ayam hari ini?”

Kyungsoo: “Iye…hari ini gue jualan Mie Ayam di daerah sini Nar! Tapi tetep, jualan ayam gue masih jalan dong, cuman diurusin sama ade-ade gue, maklum lah ade gua kan banyak tuh daripada nganggur pas malem mingguan mending gua suruh kerja bla….bla…bla…..bla…..(ga tau ngomong apa aja panjang banget pokonya)

Nari: “bla….bla…..bla…..” (yeoja ini juga kalo udah ketemu temen rumpinya, bahasannya ga jelas)

Kyungsoo dan Nari terus ngerumpi selama 3 jam. Baekhyun tidur di bangku taman sambil menunggu Nari dan latihan hari ini pun GAGAL. Usaha Baekhyun untuk berduaan dengan Nari juga GAGAL.

Minggu:

Nari: “Hey, bebek! Kau kenapa? Udah ga semangat ngelatih gue? Bilang aja kali”

Baekhyun: “Au ah gelap! Tiap latihan kacau mulu. Ada si Tao lah, Hunhan, KrisYeolMinHoChen, KaiLay trus si Kyungsoo juga maen ganggu aja kemaren”

Nari: “Loh ko elu yang sewot sih? Gue aja yang minta dilatihnya fine fine aja”

Baekhyun: “Bukan itu maksud gue…gara-gara mereka kan gue jadi ga bisa berdu……”

Nari: “Heh! Ngomong kepotong-potong gitu. Berdu apa? Berduyung maksud lo? Hahahaha, parah nih ingetnya sama yeoja seksi mulu, nyampe inget duyung segala.”

Baekhyun: “Aah garing lu! Ga usah dibahas deh. Ayo buruan latihan yang bener hari ini!”

Nari: Okey!

“Ciaaaatttt…..ciiiiaaaatttt…..huuuu….haaaa…..” (Kira-kira gitu efek suara lagi latihannya LOL ^^)

Skip…

Nari: “Aaiiisshhh…capek banget hari ini, keringatannya banyak banget pula, bau banget pengen mandi.”

Baekhyun: “Sebelum pulang kita beli es krim dulu yu!”

Nari: “Asiiik…ayo..ayo…aku mau yang strawberry!” kata Nari sambil nyengir-nyengir

Beberapa menit kemudian…..

Nari: “Hmmmm….yummy! enak banget”

Baekhyun: “Woy, jorok banget sih, makan es krim sampe belepotan begitu!”

Nari: “Belepotan sebelah mana? Kiri atau kanan?

Melihat Nari yang kebingungan sendiri, Baekhyun secara refleks menggunakan tangan kirinya untuk mengusap dan membersihkan es krim di sudut atas sebelah kiri bibir nari. Gerakan Baekhyun yang lembut otomatis membuat wajah Nari memerah semerah tomat.

Baekhyun: “Nari.. besok hari turnamennya kan? Capek ga?”

Tanpa menunggu jawaban Nari, Baekhyun langsung berjongkok membelakangi Nari.

Baekhyun: “Ayo cepat naik, kayanya elu cape banget! Mumpung gue lagi baik nih, mau naik nggak?”

Nar: “Oh…O..key..” jawab Nari terbata-bata saking kagetnya menerima ajakan dari Baekhyun.

Baekhyun pun menggendong Nari di punggungnya sampai rumah dengan selamat.

Di Bangku Penonton

Baekhyun’s Side

Kini rasanya dinding es di antaraku dan Nari sudah mulai mencair.

Minggu kemarin, saat aku mengajaknya naik motor bersama ke sekolah, dia menolakku, tapi sekarang tidak. Tadi aku memboncengnya ke tempat ini.

Minggu kemarin, saat aku duduk menonton TV disampingnya, dia langsung pergi ke kamar, tapi tadi malam dia tetap duduk di sampingku dan malah tertawa denganku.

Minggu kemarin, dia ogah-ogahan latihan denganku, tapi tadi malam dia berterima kasih karena aku sudah melatihnya. Bahkan aku sempat mengobati luka memar di kakinya. Oh tidak, kaki mulusnya memar gara-gara dia dikejar orang gila itu, Nari…mianhae…aku tak berhasil melindungimu.

Satu kemajuan lagi…

Minggu kemarin, dia terus memasang muka juteknya padaku. Tapi…tadi…beberapa menit yang lalu dia tersenyum lembut ke arahku dan kemudian berlari-lari kecil menuju lapangan pertandingan.

**

Tournament Time

Sekarang aku hanya bisa memperhatikan Nari dari bangku penonton.

Wow luar biasa, hari ini rambut hitam panjang bergelombangnya itu diurai, cantik…

Tapi akhirnya dia mengikatnya juga, karena dia akan bertanding. Tapi…ah yeoja ini mau seperti apa juga tetap manis J

Kini aku benar-benar cemas, yang dapat kulakukan hanyalah mendoakan agar Nari, ya benar! dia yeoja yang paling aku sayangi, selamat dan tak terluka sedikitpun di pertandingan ini. Soal menang kalah, tidak lebih penting dari keselamatannya, tolonglah ya Tuhan lindungi Nari.

Nari’s Side

Sekarang aku sudah berdiri disini, di arena yang benar-benar menegangkan. Ini pertarungan final, aku harus berhasil, aku tak mau mengecewakan Baekhyun yang sudah melatihku dan kini datang mendukungku di tempat penonton yang paling depan. Tapi… kini aku kecewa, tepatnya kecewa dengan diriku sendiri. Beberapa minggu ini aku malah membiarkannya merasuki pikiran dan hatiku, padahal aku tahu dia bukan untuku. Lihat saja, dia memang datang untukku tapi dia sedang bersama Jihyun sekarang.

Mungkin benar yang dikatakan Yoona ahjumma, aku tidak boleh menyimpan perasaan terlalu dalam jika aku tahu bahwa aku akan terluka nantinya. Stop thinking about it Kim Nari! Fighting!!!!!

“Bruuukkk” (suara orang jatuh)

“Juara Turnamen Karate Nasional kembali dimenangkan oleh Kim Nari dari Namsan High School!!”

Syukurlah… setidaknya meskipun aku tak dapat memenangkan hati Baekhyun, kini aku berhasil memenangkan pertandingan ini dan diakui oleh banyak orang.

“Nari….Cukhaee….” suara ini menggema di telingaku. Aku tersadar sekarang Baekhyun sedang memelukku untuk memberi selamat dan kini bibirnya ada di dekat gendang telingaku.

Aku pun melihat sosok Jihyun di belakang Baekhyun dan secara spontan aku mendorong Baekhyun dan menjauhkannya dari tubuhku.

“Baiklah…Baekhyun, Jihyun, aku mau pergi duluan ya, aku harus mengecek sesuatu di rumahku. Oiya Baekhyun, katakan pada bibi tidak usah khawatir nanti aku langsung ke rumahmu ko.”

Aku langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

**

Author’s Side

Di perjalanan menuju rumahnya, tiba-tiba Nari didatangi oleh sekelompok preman.

“Hey, yeoja!! Benar kau Kim Nari?”

Nari pun berancang-ancang, takutnya preman itu melakukan sesuatu yang macam-macam.

“Nae..waeyo?” jawab Nari singkat.

Dan benar saja preman-preman itu langsung mengeroyok Nari, pada awalnya Nari bisa melumpuhkan semua preman di cloter pertama tapi…..nampaknya jumlah mereka bertambah 10 orang lagi dan kini Nari sedang tertunduk lemah di tanah dengan bertumpu pada lututnya. Tenaga Nari kini sudah terkuras habis. Salah satu preman itu menyentuh dagu Nari dan menengadahkan wajah cantiknya itu.

“Apa sebenarnya masalahmu denganku tuan botak??!!!!!” Nari berteriak di muka preman itu.

“Kau sudah menyakiti yeojaku di turnamen tadi, sekarang kakinya cedera, kau harus bertanggung jawab!!!”  jawab preman itu.

“Mianhaee… dalam pertandingan karate, cedera seperti itu tidak seberapa, bahkan aku sudah mengalaminya lebih dari tiga kali” Suara Nari mengecil karena dia sedikit terharu dengan perhatian namja ini pada yeojachingunya.

“Tutup mulutmu!!!!” bentak preman itu.

Namja itu sudah mengangkat kepalan tangannya di udara, siap meninjukannya di pipi mulus Nari.

“Rasakan ini!!!! ”

“Bruukkkkk”

Penglihatan Nari mulai kabur karena kelelahan…

Tapi syukurlah ternyata justru preman itu yang terpental ke tanah. Siapakah yang menendangnya tadi?

“Nari…gwenchannayeo?”

Ya itu adalah suara Baekhyun, kini dia sedang memeluk Nari karena terlalu khawatir melihat wajah cantiknya yang kini sudah berbah menjadi pucat.

“Seenaknya saja kau melukai yeojachinguku!! Kawan-kawan ayo serang mereka semua!!!” teriak Baekhyun pada preman yang akan memukul Nari tadi.

Dengan seketika, atas panggilan Baekhyun tadi, Kai, Sehun, Luhan, Lay, Chanyeol, Kris, Suho, Chen, Xiu Min dan Tao  muncul entah dari mana. Mereka pun langsung memilih preman-preman yang akan mereka jadikan lawan.

Kai, Sehun, Luhan dan  Lay   menantang preman-preman itu untuk Battle Dance.

Chanyeol & Kris menantang 4 orang diantaranya untuk bertanding Rapp.

Suho, Chen, Xiu Min  menantang preman-preman yang lainnya untuk taruhan satu juta won. Siapa yang paling pendek dialah yang menang.

Tao & Baekhyun sebagai para ahli bela diri langsung melawan 5 algojo (preman yang paling gede, paling, item &  paling kuat) sekaligus.

Dan akhirnya semua preman itu pun kalah oleh Baekhyun dan Kawan-kawan.

Tapi tiba-tiba tanpa disadari Nari, seorang preman menuju ke arahnya sambil menodongkan pisau dapur*loh?*. Karena kelelahan, Nari hanya bisa mundur menjauh selangkah demi selangkah, Baekhyun dan yang lainnya pun bingung dengan apa yang harus mereka perbuat.

Tanpa aba-aba, dari kejauhan D.O Kyungsoo dan Jihyun berlari dengan kecepatan maksimum sambil mendorong gerobak tempat jualan ayam goreng Kyungsoo di sekolah ke arah preman itu dan BRUKKKKKKKK…… preman itu pun berhasil dilumpuhkan.

Jihyun dan Kyungsoo Daebakkk!!! Prok prok prok…

Kemudian Jihyun dan Kyungsoo menghampiri Nari sementara Baekhyun dan yang lainnya sibuk membereskan preman-preman itu dan memanggil polisi.

Kyungsoo : “Elu gapapa Nari?”

Nari :” Ne..kau tahu kan aku ini yeoja kesatria”

Jihyun : “Nari-aah…sebenarnya mungkin ini tidak tepat aku katakan sekarang tapi kau harus tahu. Aku benar-benar sedih kau tak mau bertemu atau mengobrol denganku lagi, jadi aku akan mengatakannya. Aku ini bukan pacarnya Baekhyun tapi aku pacar Kyungsoo.”

Nari : “Mwo???!!!”

Kyungsoo : “Nde…mianhae..selama ini aku bersama Jihyun berusaha menyatukanmu lagi dengan Baekhyun. Kau sekarang sedang lupa ingatan Nari… kau melupakan namjachingumu sendiri.”

Nari :”Hahaha…kalian ini sedang membodohiku huh? Sudahlah jangan bercanda lagi, aku harus pulang sekarang.”

Jihyun : “Iiiihhhh….seriusaaannn…..dengerin dulu Nari! Setahun yang lalu kau dan Baekhyun mengalami kecelakaan mobil. Baekhyun yang mengemudi tidak mengalami cidera apapun, tapi kau, kepalamu terluka parah dan akhirnya mengalami lupa ingatan parsial dan tepatnya sampai sekarang. Karena merasa bersalah dan tahu kau sudah tak lagi mengenalnya, Baekhyun pergi ke Jepang. Tapi karena Baekhyun sangat mencintaimu, akhirnya dia pun kembali dan memutuskan untuk mengejarmu dari awal lagi.”

Nari : “Lalu, kenapa dia selalu datang ke rumahmu dan kenapa kau menukar bangkumu denganku.”

Jihyun : “Kalau soal itu, coba kau tanyakan sendiri pada orangnya, masalah bangku juga bukan salahku loh.”

Nari : “Baiklah, mianhaee jihyun-aah aku telah salah sangka padamu”

Nari dan Jihyun pun berpelukan dan saat Kyungsoo ingin ikut berpelukan.

Pletaaakkk!! Jitakan keras mendarat di kepala Kyungsoo. Jitakan itu berasal dari Baekhyun.

Baekhyun : “Jangan peluk-peluk Nari!”

Kyungsoo : “Iya..maaf..maaf.. Jihyun-aah ayo sini peluk aku”

Jihyun dan Kyungsoo berpelukaaaaannnn…..

Karena semua preman sudah dibereskan oleh polisi, Baekhyun pun menggendong Nari (gaya pengantin baru/bridal) dan mendudukannya di dalam mobil. Kali ini Nari tidak berontak, badannya sudah mulai lemah karena kelelahan. Sebelum pergi, Baekhyun pun berterima kasih pada ke-11 temannya dan Jihyun terlebih dahulu.

Baekhyun : “Chingudeul…jeongmal kamsahamnida… annyeong!!” (sambil melambaikan tangan)

Salam dari Bekhyun pun langsung dijawab dengan serempak :

“We are one! Annyeonghasse EXO imnida……!!!#huh?? Ko mereka jadi boyband?”

Melihat pemandangan itu Nari hanya bisa tersenyum lemas, karena kondisi tubuhnya kini semakin lemah sampai akhirnya Nari pun tertidur.

**

Sesampainya di rumah, Baekhyun menggendong Nari yang sejak tadi tertidur di mobil ke kamarnya (kamar Baekhyun bukan kamar Nari soalnya kunci kamar Nari ga tau dimana hehe ^^). Baekhyun langsung mengobati luka lecet di tangan kanan nari, efek samping mukulin wajah preman yang pada kasar, sekasar jalanan aspal,*huh?? Sebelum pergi meninggalkan Nari untuk beristirahat, Baekhyun berbisik di telinga Nari, “Saranghaeyo…” kemudian mengecup bibir mungil Nari dengan cepat.

Beberapa jam kemudian

Nari terbangun dari tidurnya dan kini ia mendapati dirinya di sebuah kamar yang ia yakini adalah kamarnya Baekhyun. Sepertinya ingatan Nari kini sedikit demi sedikit pulih dengan stimulasi barang-barang yang ada di kamar Baekhyun. Foto-foto Nari dan Baekhyun sejak SD hingga SMA terpajang rapih di dinding kamar Baekhyun yang berwarna biru langit itu.

Ingatan Nari pun perlahan kembali ketika melihat sepucuk surat yang terbuka di atas meja Baekhyun. Kertasnya berwarna merah jambu dan bertuliskan “Saranghaeyo Baekhyunnie”.  Iya benar…surat itu adalah surat cinta pertama yang Nari buat untuk menyatakan cintanya pada Baekhyun sewaktu kelas 2 SD. Kini semuanya jelas, Nari pun telah mendapatkan kembali seluruh ingatannya. Tapi…apalagi yang harus Nari lakukan?

Karena bingung, Nari pun menuju kamarnya untuk segera mandi dan ganti baju. Tak lupa, Nari pun membawa surat cintanya itu.

**

Tak lama, terdengar suara pintu terbuka. Baekhyun pun masuk ke kamar Nari dan mendapati Nari yang sedang berdiri sambil menangisi selembar kertas warna merah jambu yang sangat dikenalnya.

Greb…

Baekhyun langsung memeluk Nari sambil mengelus-ngelus kepala Nari yang kemudian disambut oleh pelukan Nari yang sangat erat.

Baekhyun : “Maafkan aku… jeongmal mianhae Nari, aku yang sudah membuatmu mengalami kecelakaan, aku namja yang tak berguna.

Mendengar itu, tangisan Nari semakin menjadi-jadi dan pelukan mereka semakin erat.

Beberapa saat kemudian pelukan itu pun melonggar dan Baekhyun langsung menatap mata Nari dalam-dalam.

Baekhyun : “Pabo!! Menangis di depan namja itu berbahaya, arra?”

Nari bingung dengan perkataan Baekhyun, tapi setelah itu…. “Chu~”… Kedua bibir mungil mereka bertemu.

Baekhyun : “Kau mengerti? Aku mau lagi, boleh ya?” (Baekhyun tersenyum nakal)

Nari : ”Shireo!! Jawab dulu pertanyaanku, saat hujan ah anniyo saat kita di halte dan motormu mogok, apa yang akan kau lakukan padaku waktu itu? Lalu, kenapa kau juga sering ke rumah Jihyun? dan apakah membuat aku bertukar tempat duduk dengan Jihyun adalah bagian dari rencanamu juga? wae?? Jawab sekarang!”

Baekhyun : “Pertanyaanmu terlalu banyak! Tapi, baiklah akan ku jawab asal ingat bonusnya ya..

Satu, waktu di halte itu aku mau menciumu dan sebenarnya motorku yang mogok itu Cuma alasan. Aku ingin lebih lama bersamamu.

Dua, aku sering ke rumah Jihyun karena aku tahu, saat aku datang, kamu pasti bakal nongol di jendela rumahmu.

Tiga, aku yang meminta Jihyun untuk pindah karena saat kau duduk di tempat duduk Jihyun, aku bisa lebih leluasa memperhatikan setiap gerak-gerikmu. Sudah…mana bonusnya?? Sebentar saja”

Nari menutupi ekspresi hatinya yang tersipu malu akibat jawaban Baekhyun yang kelewat jujur itu dengan berteriak.

Nari : “Aah shireo!!!”

Baekhyun : “Baiklah, sekarang aku juga ingin bertanya padamu, apa kau menghindariku karena kau kira aku pacaran dengan Jihyun? Dan apakah mungkin kamu cemburu? Satu lagi, Apakah kau masih mencintaiku?

Nari diam seribu bahasa dan “krriiuuuuukkk…kruuukkkkkkk”

Baekhyun : “Ah… itu suara perutmu ya Nari? kau lapar ya? bwuaahahahaha, ayo kita makan dulu!”

Baekhyun langsung menggendong Nari menuju meja makan, dan sebelum Nari diturunkan Baekhyun…

Baekhyun : ”Sebelum aku menurunkanmu dan makan, ayo jawab pertanyaanku dulu!”

Nari : ”Ne…Jawaban semua pertanyaanmu adalah IYA”

Baekhyun : ”Maksudmu??” (sambil tersenyum licik)

Nari : “Aku kira kamu pacaran dengan Jihyun, Aku Cemburu dan Saranghaeyo!!!! Apa kau puas sekarang?!”

“Chup…” Baekhyun kembali mencuri ciuman dari Nari yang membuat Nari kaget, kesal, dan senang tentunya. Lalu Nari mengangkat tangannya seperti akan menampar Baekhyun yang otomatis membuat Baekhyun memicingkan matanya. Dan Baekhyun pun langsung dag dig dug dibuatnya saat mendapati bahwa Nari tidak menamparnya, melainkan mengecup pipi dan sudut kiri bibirnya dengan kilat.

Nari        : “Saranghaeyo Byun Baekhyun!”

Baekhyun : “Nado Saranghae…. Kim Nari” (dengan wajah yang masih bengong akibat terlalu shock mendapat serangan balik dari Nari)

Nari : ”Arasseo…kau sudah mengatakan dan mengucapkannya berulang kali sejak dulu. Kalau tidak salah, tadi sewaktu aku tidur kau mengatakannya juga kan? Terus, kau juga menangis waktu aku tidur di UKS, bikin jidat aku basah aja heuu. Kau sangat mencintaiku ya?” (Nari mengatakannya dengan wajah yang datar sengaja untuk sedikit mengacaukan perasaan Baekhyun)

Baekhyun : “Ne…” (Baekhyun tertunduk malu)

Nari mengangkat wajah Baekhyun sampai sejajar dengan miliknya.

Nari :” Jeongmal Saranghae…..”

Baekhyun dan Nari saling bertatapan satu sama lain dengan begitu dalam dan senyuman pun mengembang di  bibir mereka.

-Clekkk-

Ada orang yang masuk ke rumah dan itu adalah orang tua Nari dan Baekhyun

Melihat posisi anaknya (Nari) yang sedang dipangku oleh Baekhyun….

Key        :”Omooooooo…..anak kita sudah dewasa sekarang!”

Nicole   :”Ne…Chagi…”

Key        : “Mr. Byun, Mrs.Byun akhirnya anak-anak kita sekarang bisa bersama lagi”

Mr. & Mrs. Byun : “Nde…”

Key, Nicole, Mr. & Mrs. Byun :” Berpelukaaaannn……………….”

Nari & Baekhyun : “Orang tua aneh….” (Nari masih dalam pangkuan Baekhyun)

 

THE END

That’s all readers…..Gimana Endingnya? Sorry banget kalo gaje *dari awal juga udah gaje banget sih ya…  Pokonya Jeongmal Kamsahamnida…………buat yang udah baca, yang udah comment, udah kasih saran, Love you all deh! #Hug you all with love 😀

Note: Kalo ada reader yang bingung kenapa judul ff ini ”Our Sweet Fight”, padahal isinya kebanyakan cerita diluar konteks hehehe. Author cuma mau ngasih info aja kalo “Fight” disini buat author maknanya bisa perjuangan cinta #eelaaah lebay# atau juga pertengkaran kecil antara Nari dan Baekhyun.

Sekedar bocoran, abis final chapter ini author bakal bikin after story nya loh..hehe, moga aja ada yang mau nunggu ya 😀

Buat yang mau baca ff aku yang lain cekidot di “Half of My heart” eeaaa….gomawooo…. 😀 #promosi kekekek

 

98 pemikiran pada “Our Sweet Fight (Chapter 5)

  1. Maaf y thor ak jarang banget komen 😦 .. tapi klo ak dah like ffnya.. artinya aku fave banget sama ffnya hehe^^.. serius deh ini ffnya keren banget>< lopyu thorr dh bkin ni ff :*** /skabangetmaincastnyabaekkisamashinyeong;)/

  2. Kai, Sehun, Luhan dan  Lay   menantang preman-preman itu untuk Battle Dance.
    Chanyeol & Kris menantang 4 orang diantaranya untuk bertanding Rapp.
    Suho, Chen, Xiu Min  menantang preman-preman yang lainnya untuk taruhan satu juta won. Siapa yang paling pendek dialah yang menang.
    Iniiiii apaa thor -_- hahahahaha sumpah ngakak sendiri thor bacanya tp So sweet banget huaaaaaa.. *_* 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s